• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Hasil Penelitian

Dalam dokumen penerapan knowledge management system untuk (Halaman 66-82)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian

4.1.1. Implementasi 10 Step Roadmap

Pada penelitian ini menggunakan kerangka 10 step Road map KM sebagai metode perancangan sistem. Pada metode ini akan dilakukan pengolahan data serta analisa data yang telah dikumpulkan dalam perancangan knowledge management system. Data yang dikelolah diambil dari unsur yang terkait dalam kegiatan pada Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya Jakarta.untuk observasi dilakukan dengan menggunakan Langkah- langkah strateji Amrit Tiwana dalam bukunya the four phase of the 10-step KM roadmap hanya digunakan sampai langkah kedelapan (8) yaitu sampai ke langkah uji coba. Berikut ini pembahasan kedelapan langkah tersebut:

1. Analisa Insfrastruktur Yang Sudah Ada

Dilakukan dengan cara menganalisa apakah pada STTLB (Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya) sudah menerapkan sebuah jaringan komputer berbasis LAN dan internet. Tujuan dari analisa infrastruktur dilakukan supaya dapat memahami peran dari infrastruktur yang ada untuk nantinya dilakukan analisa infrastruktur pada pengembangan KMS yang akan diterapkan. Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya saat ini telah menggunakan teknologi jaringan komputer untuk menghubungkan semua unit komputer yang ada di STTLB. Tujuan dari menggunakan teknologi jaringan komputer yaitu untuk mendukung kinerja sumber daya manusia dalam pengaksesan informasi pada saat proses mengajar dan juga penggunaan internet di lingkungan STTLB. Dengan adanya jaringan komputer ini memungkinkan untuk mempermudah proses berbagi pengetahuan dan pengaksesan informasi lainnya.

Struktur jaringan komputer yang ada pada Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya dapat dilihat pada gambar berikut:

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Mobile Devices

PC Office Lantai 1 PC Ruang Kelas Lantai 2 PC Ruang Kelas Lantai 2 PC Ruang Pinpinan

ISP

WIFI Network

Gambar 4.1. Struktur Jaringan Komputer STTLB

Infrastruktur yang ada pada Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya sebagian besar sudah bisa mendukung proses penerapan KMS dalam berbagi pengetahuan mengenai teologi. Jaringan Komputer yang ada memungkinkan sumber daya manusia yang ada pada STTLB dapat berperan dalam berbagi pengetahuan seputar teologi.

2. Menyelaraskan Knowledge Management Dengan Strategi Bisnis

Pada langkah kedua ini perlu diselaraskan antara knowledge management dengan stategi bisnis diantaranya mengidentifikasi tujuan knowledge management pada STTLB dan analisis SWOT untuk perancangan KMS sehingga menjadi pendukung knowledge management system (KMS) yang akan di rancang serta menganalisa faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan KMS yang dirancang.

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Sekolah tinggi teologi lintas budaya memiliki visi yaitu “menjadi seminari teologi lintas denominasi yang memiliki pelayanan lintas budaya, dengan penuh roh, hikmat, dan penuh iman”. Visi tersebut sejalan dengan tujuan penerapan knowledge management pada STTLB diantaranya:

a. Meningkatkan budaya saling berbagi pengetahuan mengenai teologi yang dipelajari di STTLB secara online

b. Kemudahan dalam hal mengakses layanan berbagi pengetahuan karena sudah dilengkapi infrastruktur yang handal

c. Menyediakan layanan teknologi berbagi pengetahuan mengenai teologi yang efektif dan efisien.

d. Menjadi penggerak dalam berbagi pengetahuan seputar teologi yang selama ini terhalang karena waktu dan tempat.

Dalam menyelaraskan knowledge management dengan strategi bisnis suatu perusahaan dilakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) untuk perancangan KMS yang diuraikan sebagai berikut:

Tabel 4.1. Tabel Analisis SWOT untuk penerapan KM

INTERNAL EKSTERNAL

KEKUATAN (STRENGTH) 1. Infrastruktur sudah mendukung

dalam pengimplementasian KMS berbagi pengetahuan mengenai teologi

2. Staf pengajar berkompeten dibidang teologi sehingga mudah untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa/i yang ada di STTLB

PELUANG (OPPORTUNITIES) 1. Ketertarikan organisasi kristen atau

sekolah tinggi teologi yang lain untuk menjalin kerja sama dalam mengembangkan knowledge.

2. Knowledge yang dihasilkan/ disebar STTLB menjadikan daya tarik masyarakat/ kalangan tertentu untuk kuliah dan mempelajari teologi di STTLB.

KELEMAHAN (WEAKNESS) 1. Perlu peningkatan atau pemahaman

SDM untuk menguasai dan mengenal secara keseluruhan KMS karena bersifat online dan juga background pendidikan yang berbeda 2. Dibutuhkan investasi tambahan

berupa tambahan waktu atau tenaga kerja untuk me-maintanance aplikasi dan knowledge base agar tetap up todate.

TANTANGAN/ANCAMAN(THREATS) 1. Adanya pemahaman atau pengetahuan

dari pihak lain yang berbeda dan bertolak belakang dengan pengetahuan yang ada pada STTLB

2. Di dunia internet, banyaknya bermunculan artikel mengenai doktrin, tafsiran mengenai Alkitab kristen atau mengenai teologi yang menjadikan salah pengertian dan pemahaman dengan arti yang sebenarnya.

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Untuk menyelaraskan knowledge management dengan strategi bisnis maka perlu dianalisa faktor kunci sukses STTLB dalam penerapan knowledge management system yaitu diantaranya:

a. infrastruktur sudah mendukung KMS yang akan dibangun

b. SDM berkompeten dibidang teologi sehingga mudah untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa/i yang ada di STTLB

3. Desain KM Infrastruktur

Pada tahap ini dilakukan identifikasi teknologi knowledge dan perangkat pendukung yang digunakan. Untuk menerapkan KMS mengenai sharing pengetahuan tentang teologi maka dibutuhkan infrastruktur teknologi informasi sebagai media pendukung dalam menerapkan proses manajemen pengetahuan.

Infrastruktur teknologi informasi tersebut harus mampu mencukupi kebutuhan para pengguna dalam mengakses informasi sehingga dapat menemukan pengetahuan baru. Disamping pembangunan infrastruktur jaringan yang memadai tersebut, untuk memudahkan informasi tersebut terkelola dengan baik maka dapat memanfaatkan website. Dari hasil observasi dan pengumpulan informasi terhadap infrastruktur yang sudah ada pada langkah pertama, maka platform yang paling sesuai untuk penerapan KMS ini adalah web application platform.

4. Audit dan Analisis Aset Pengetahuan Yang Ada

Audit dan analisis knowledge dilakukan untuk mengetahui kebutuhan knowledge apa saja yang penting untuk disimpan dan diterapkan pada prototype KM, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan knowledge. Pada tahap ini penulis akan membahas bagian-bagian penting yang akan dibuat dalam sharing knowledge yang ada pada STTLB. Sebagai tahap audit dan analisis pengetahuan yang ada maka dilakukan identifikasi knowledge, pada identifikasi knowledge peneliti mempelajari proses knowledge yang ada pada STTLB dan disimpulkan 5 bagian besar yang akan diterapkan pada apliaksi KM sesuai

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

dengan yang sudah terjadi saat ini yaitu berita/ informasi seputar STTLB, berbagi artikel, forum diskusi, sharing pengalaman, serta tanya jawab. 5 bagian tersebut sesuai dengan hasil analisis peneliti pada STTLB. Dimana pada STTLB terjadi berbagi pengetahuan dengan cara sharing atau diskusi untuk membahas seputar teologi. Sharing mengenai teologi di STTLB dilakukan dengan mengadakan pertemuan yang diberi nama persekutuan doa atau kelompok kecil (komsel). Pada acara pertemuan tersebut terjadi berbagi pengetahuan seputar teologi dan adanya proses tanya jawab dan sharing satu sama lain.

5. Merancang Tim Manajemen Pengetahuan

Pada tahap ini memberikan masukan kepada lembaga Sekolah Tinggi Lintas Budaya untuk menentukan kapasitas pengelola KMS. Pembentukan tim KM yang dibutuhkan dalam proyek knowledge management dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. 1 orang pengembang awal dari prototype aplikasi knowledge management Bagian Pengembang awal dari prototype berpartisipasi pada tahap proses perancangan prototype aplikasi KM sesuai dengan kebutuhan knowledge dan juga tim pemgembang mempunyai keahlian dari sisi pengembangan KM dan dari sisi teknologi jaringan.

b. 1 orang mantainance

Bagian maintanance berpartisipasi sebagai administrator yang melakukan setting menu, add and remove user, dll. Tim maintanance juga mengumpulkan dan membuat dokumentasi dari knowledge-knowledge yang sudah ada untuk diinput kedalam knowledge base serta membuat perencanaan dan strategi untuk pemgembangan knowledge lebih lanjut.

6. Perancangan Blue Print KM

Blue print dari prototype aplikasi KM yang akan dikembangkan digambarkan secara sederhana sebagai berikut:

a. Modul modul pada prototype aplikasi knowledge management

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Pada perancangan prototype KMS pada STTLB, modul modul yang akan dibangun pada prototype sistem KM diantaranya berita, upload Artikel, download artikel, Forum diskusi, chatting

b. Rancangan struktur menu prototype aplikasi knowledge management Berikut ini adalah gambar dari rancangan struktur menu pada prototype KM:

Web Browser

Login

Berita STTLB Media Chatting Forum Diskusi Kumpulan

Artikel Administrasi

Ubah Profil Ubah

Password

Gambar 4.2 Rancangan Struktur Menu Prototype Aplikasi Knowledge Management

7. Pengembangan KMS

Prototype KMS ini dikembangkan mengggunakan platform LMS (Learning Management System) Moodle (Modular Object- Oriented Dynamic Learning Environment) yang berarti tempat belajar dinamis dengan menggunakan model berorientasi objek. Moodle dipilih karena merupakan platform yang open source, mudah dikelola serta tetap mengikuti perkembangan hingga kini dengan versi updatenya. KMS ini dijalankan mengunakan paket XAMPP Webserver. XAMPP Webserver merupakan webserver berbasis open source dan mudah dikelolah.

8. Prototype dan Uji Coba

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Uji coba dilakukan dengan cara pengenalan KMS yang dirancang dengan mengadakan sosialisasi penyampaian informasi kegunaan dan cara menggunakan KMS dilingkungan STTLB secara langsung. Tujuan dilakukannya uji coba adalah untuk mengetahui layak atau tidaknya KMS diterapkan dan memenuhi kebutuhan pengguna dalam berbagi pengetahuan seputar teologi. Dengan metode ini, keterbatasan pengetahuan penguna dalam menggunakan teknologi KMS dapat dimudahkan dan dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa dan pengajar.

Setiap pengguna sudah disediakan user dan password yang akan dingunakan dalam mengakses sistem KM yang dibuat.pada uji coba ini dilakukan penyebaran kuesioner untuk mengetahui sejauh mana KMS yang dibuat bisa diterima dan sesuai dengan kebutuhan di STTLB.

4.1.2. Hasil Penelitian Uji coba KMS 1. Profil Responden

Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 15 responden yang terdiri dari 5 orang pengajar dan 10 orang mahasiswa/i yang ada di STTLB.

Pemilihan responden ini menggunakan metode simple random sampling yaitu anggota populasi dipilih satu persatu secara random/acak sesuai jumlah yang diinginkan sehingga memungkinkan setiap elemen dalam populasi akan memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Tujuan dari penyebaran kuesioner dan pemilihan responden ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh knowledge management system dalam membentuk sharing culture tentang teologi antara pengajar dan mahasiswa/i yang ada di STTLB sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan pada STTLB.

Kuesioner yang disebar ada 2 bagian yang pertama kuesioner untuk pengukuran berbagi pengetahuan mengenai teologi pada sekolah tinggi teologi lintas budaya sebelum penerapan KMS, yang kedua kuesioner setelah penerapan prototype KMS. Untuk mendapakan gambaran mengenai responden dalam penelitian ini, dibawah ini diuraikan pengelompokan responden untuk kuesioner pertama berdasarkan jenis kelamin, usia, lama mengajar/ belajar di STTLB, dan Cara berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai teologi yang dipelajari. Data

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

yang penulis peroleh mengenai profil responden kuesioner pertama dituangkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.2 Data Responden Kuesioner Pengukuran cara berbagi pengetahuan yang ada di STTLB saat ini

Klasifikasi Responden Jumlah Persentasi

1. Jenis Kelamin

a. Laki-laki 10 66,67%

b. Perempuan 5 33,33%

Total 15 100,00%

2. Usia

a. < 25 tahun 0 0,00%

b. 25- 40 Tahun 12 80,00%

c. 40- 50 Tahun 2 13,33%

d. > 50 Tahun 1 6,67%

Total 15 100,00%

3. Sudah berapa lama Anda mengajar/belajar di STTLB

a. < 1 tahun 1 6,67%

b. 1 - 2 tahun 6 40,00%

c. 2 - 3 Tahun 2 13,33%

d. 3 - 4 Tahun 3 20,00%

e. > 4 Tahun 3 20,00%

Total 15 100,00%

4. Cara berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai teologi yang dipelajari?

a. Melalui persekutuan doa 2 13,33%

b. Melalui jaringan sosial 4 26,67%

c. Melalui buku/ artikel 0 0,00%

d. Melalui kotbah 2 13,33%

e. Melalui kelompok kecil 7 46,67%

Total 15 100,00%

Kuesioner kedua yang disebar setelah penerapan prototype KMS menggunakan metode COLLES. Untuk mendapakan gambaran mengenai responden dalam penelitian ini, dibawah ini diuraikan pengelompokan responden

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

untuk kuesioner diuraikan pengelompokan responden berdasarkan usia, sudah berapa lama mengajar/ belajar di STTLB, kepemilikan Komputer/ laptop dirumah, dan kepemilikan jaringan internet dirumah. Data yang penulis peroleh mengenai responden kuesioner setelah penerapan dituangkan pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Data Responden Kuesioner uji coba KMS

Klasifikasi Responden Jumlah Persentasi

1. Usia

a. < 25 tahun 0 0,00%

b. 25- 40 Tahun 12 80,00%

c. 40- 50 Tahun 2 13,33%

d. > 50 Tahun 1 6,67%

Total 15 100,00%

2. Sudah berapa lama Anda mengajar/ belajar di STTLB

a. < 1 tahun 1 6,67%

b. 1 - 2 tahun 5 33,33%

c. 2 - 3 Tahun 4 26,67%

d. 3 - 4 Tahun 2 13,33%

e. > 4 Tahun 3 20,00%

Total 15 100,00%

3. Kepemilikan komputer/Laptop dirumah

a. Ya 15 100,00%

b. Tidak 0 0,00%

Total 15 100,00%

4. Kepemilikan Jaringan Internet di rumah

a. Ya 10 66,67%

b. Tidak 5 33,33%

Total 15 100,00%

2. Kriteria Penilaian

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Setelah menyebar kuesioner maka dapat diketahui tanggapan responden yaitu mahasiswa dan pengajar mengenai pengukuran berbagi pengetahuan mengenai teologi saat ini pada STTLB. Setiap pertanyaan yang ada adalah hasil analisa penulis dengan menggunakan metode COLLES. Setiap jawaban dari responden diberi nilai berdasarkan skala Likert. Berikut ini adalah kriteria penilaiannya :

Tabel 4.4. Kriteria penilaian skala likert

SS Sangat setuju 5

S Setuju 4

N Netral 3

TS Tidak setuju 2

STS Sangat tidak setuju 1

Setelah jawaban dari responden diberi nilai selanjutnya dicari rata-rata dari setiap jawaban responden tersebut dan dibuatkan interval. Dalam penelitian ini penulis menentukan banyak kelas interval sebesar 5. Penulis menggunakan rumus menurut Sudjana (2002) , rumus yang menjadi dasar tersebut adalah sebagai berikut:

Dimana :

P = Panjang kelas interval

Rentang = Data terbesar-Data terkecil Banyak Kelas = 5

Jadi, panjang kelas interval adalah

Maka interval dari kriteria penilaian rata-rata adalah sebagai berikut :

Sangat Buruk (SBR) / Sangat Rendah (SR) = 1,00 – 1,79 Buruk (BR) / Rendah (R) = 1,80 – 2,59

P = rentang Banyak kelas

P = 5-1 5 P = 0,8

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Cukup Baik (CB) / Cukup Tinggi (CT) = 2,60 – 3,39 Baik (B) / Tinggi (T) = 3,40 – 4,19 Sangat Baik (SB) / Sangat Tinggi (ST) = 4,20 – 5,00

3. Tanggapan Responden terhadap Kuesioner Pengukuran Berbagi Pengetahuan Mengenai Teologi Saat ini Pada Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya

Setelah menyebar kuesioner maka dapat diketahui tanggapan responden yaitu mahasiswa dan pengajar mengenai pengukuran berbagi pengetahuan mengenai teologi saat ini pada STTLB. Untuk lebih memudahkan dalam menganalisis jawaban para responden, berikut ini hasil analisis dalam bentuk tabel secara keseluruhan dibawah ini:

Tabel 4.5 Tanggapan Responden terhadap Kuesioner Pengukuran Berbagi Pengetahuan Mengenai Teologi Saat ini

No Pertanyaan

Semua Responden

SS S N TS STS SKOR RATA2 KET 1 Berbagi pengetahuan mengenai

teologi yang diadakan di STTLB yaitu secara tatap muka dan berkelompok sudah baik tetapi kurang memadai disebabkan waktu dan tempat yang kadang-kadang terbatas dan ada beberapa peserta tidak bisa mengikuti.

0 10 5 0 0 55 3,67 Baik

2 Sharing tentang teologi yang dilakukan sudah berjalan dengan baik, tetapi pendokumentasian perlu diperhatikan dan ditata kembali

5 8 2 0 0 63 4,2 Sangat

Baik 3 Tidak adanya media penyimpanan

data yang terstruktur untuk setiap sharing pengetahuan mengenai

teologi yang diadakan 4 9 1 1 0 61 4,07 Baik

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri 4 Berbagi pengalaman mengenai

aktivitas yang dilakukan disebuah organisasi kristen hanya bisa di sharing saat adanya event-event tertentu

1 10 4 0 0 57 3,80 Baik

Tabel 4.5 Tanggapan Responden terhadap Kuesioner Pengukuran Berbagi Pengetahuan Mengenai Teologi Saat ini (Sambungan)

5 Konsultasi mengenai teologi ke Pakar/Pengajar secara langsung diluar jam perkuliahan ada tetapi kurang efesien karena dibatasi waktu dan tempat serta aktivitas lainnya

3 11 1 0 0 62 4,13 Baik

6 Tidak adanya sebuah forum diskusi untuk membahas seputar pengetahuan tentang teologi yang dipelajari di STTLB dan pemahaman lainnya yang berhubungan dengan teologi

7 7 1 0 0 66 4,40 Sangat

Baik

7 Tanya jawab pada saat sharing pengetahuan seputar teologi berlangsung pada saat perkuliahan saja

4 9 2 0 0 62 4,13 Baik

8 Belum adanya sistem yang dapat mengelola data-data menjadi informasi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan pengajar dalam proses berbagi pengetahuan seputar teologi

3 10 2 0 0 61 4,07 Baik

9 Minimnya sumber pengetahuan atau pengalaman dalam pengaplikasian ilmu yang didapat setiap mahasiswa dari Pakar/pengajar karena terbatas waktu dan tempat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman

5 7 3 0 0 62 4,13 Baik

10 Berbagi pengetahuan tentang ide-ide kreatif, artikel/tulisan, pengalaman dan pemahaman seputar teologi kurang maksimal bisa disampaikan ke mahasiswa atau sesama pengajar dikarenakan waktu dan tempat penyampaiannya harus disesuaikan

2 10 3 0 0 59 3,93 Baik

Total 40,53

Rata – Rata Keseluruhan 4,05 Baik

Dari data yang diolah mengenai pengukuran berbagi pengetahuan yang terjadi saat ini di STTLB disimpulkan rata-rata yang dihasilkan 4,05 dan berada di interval 3,40 – 4,19 yang berarti baik. Dari hasil yang didapat disimpulkan bahwa

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

perlu adanya sebuah sistem yang dapat mendukung terjadinya sharing knowledge sehingga sharing knowledge yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, terdokumentasi dengan baik, serta bisa melakukan sharing dari manapun dan kapan pun tampa dibatasi waktu dan tempat.

4. Hasil Penelitian Dengan Metode COLLES

COLLES terdiri dari 24 pertanyaan yang terbagi menjadi enam kategori, dimana setiap kategori akan menggambarkan kualitas dari penggunaan sistem KM yang diuji coba. Berikut ini hasil analisis tanggapan responden yang disajikan dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 4.6 Hasil analisa penelitian dengan metode COLLES

No Pertanyaan All Responden

SS S N TS STS SKOR Rata2 KET

1

Dalam penerapan KMS secara online, sejauh mana relevansi atau hubungan dengan pengetahuan di bidang teologi yang ada di STTLB dan kesesuaian dengan knowledge pengguna.

a Pembelajaran fokus terhadap permasalahan yang membuat saya tertarik untuk mempelajarinya

6 8 0 1 0 64 4,27 Sangat

Baik

b Apa yang saya pelajari sangat penting untuk pengembangan pengetahuan saya dan profesional saya

5 10 0 0 0 65 4,33 Sangat

baik

c Saya belajar bagaimana meningkatkan

pengetahuan saya 2 10 3 0 0 59 3,93 Baik

d Apa yang saya pelajari berkaitan erat

dengan pengetahuan saya 2 11 2 0 0 60 4,00 Baik

2 Sharing culture mengenai teologi secara online dapat menstimulasi dan merangsang pengguna untuk berpikir reflektif kritis

a Saya berpikir kritis tentang bagaimana

saya belajar 0 11 3 1 0 55 3,67 Baik

b Saya berpikir kritis tentang ide saya

sendiri 3 10 2 0 0 61 4,07 Baik

c Saya berpikir kritis tentang ide dari

pengguna lain 5 6 4 0 0 61 4,07 Baik

d Saya berpikir kritis tentang sebuah ide

yang saya baca 7 6 2 0 0 65 4,33 Baik

3 Bagaimana interaksi pengguna dalam proses sharing culture pengetahuan mengenai teologi dalam KMS ini

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

a Saya dapat menjelaskan pendapat saya

kepada pengguna lain 5 8 2 0 0 63 4,20 Sangat

Baik

b Saya dapat meminta penjelasan dari ide-

ide pengguna lain 8 4 3 0 0 65 4,33 Sangat

Baik

Tabel 4.6 Hasil analisa penelitian dengan metode COLLES (Sambungan) c Pengguna lain dapat bertanya kepada

saya melalui sistem untuk berbagi pengetahuan tentang ide ide saya

2 10 3 0 0 59 3,93 Baik

d Mahasiswa/i lain dapat merespon

penjelasan saya dengan sangat baik 0 10 5 0 0 55 3,67 Baik

4 Bagaimana peran pengajar dalam

mendukung berlangsungnya sharing culture (budaya berbagi) pengetahuan seputar teologi secara online

a Pengajar dapat menstimulasi/

merangsang daya pikir saya melalui KMS ini

5 4 6 0 0 59 3,93 Baik

b Pengajar mendorong saya untuk terus

berpartisipasi dalam berbagi pengetahuan 4 6 5 0 0 59 3,93 Baik

c Pengajar memberikan pemikiran yang

baik dalam sistem ini 0 12 2 1 0 56 3,73 Baik

d Pengajar sangat kritis terhadap ide saya dan memdorong untuk lebih baik dalam berbagi pengetahuan

3 10 2 0 0 61 4,07 Baik

5 Bagaimana peran sesama Mahasiswa/i dalam mendukung berlangsungnya sharing culture (budaya berbagi) pengetahuan seputar teologi

a Mahasiswa/i lain mendorong saya untuk dapat berpartisipasi dalam berbagi pengetahuan secara online

3 10 1 1 0 60 4,00 Baik

b Mahasiswa/i lain memberikan pujian atas kontribusi saya daalm berbagi pengetahuan

2 11 1 1 0 59 3,93 Baik

c Mahasiswa/i lain dapat menilai

kontribusi saya pada sistem 2 10 2 1 0 58 3,87 Baik

d Mahasiswa/i lain memuji keinginan

belajar saya melalui sistem ini. 1 7 7 0 0 54 3,60 Baik

6 apakah komunikasi yang dilakukan dalam sistem yang ada mempunyai makna dan dapat dimengerti oleh pengguna

a Saya memperhatikan dengan baik pesan dari Mahasiswa/i lain dalam sistem KMS ini

2 11 1 1 0 59 3,93 Baik

b Mahasiswa/i lain juga memperhatikan

pesan dari saya 8 3 4 0 0 64 4,27 Sangat

Baik

c Saya memperhatikan dengan baik pesan dari pengajar yang memberikan dan berbagi pengetahuan

2 9 4 0 0 58 3,87 Baik

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

d Pengajar memperhatikan dengan baik

pesan dari saya melalui sistem ini 3 10 2 0 0 61 4,07 Baik

Total 96,0

Rata – Rata Keseluruhan 4,00 Baik

Setelah melakukan analisa dari hasil pengelolahan kuesioner secara keseluruhan bahwa tanggapan dari pengguna KMS adalah baik dengan hasil rata- rata keseluruhan adalah 4.00. maka dapat disimpulkan bahwa:

a. Dengan adanya KMS ini membantu dalam memdukung proses berbagi pengetahuan seputar teologi pada Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya Jakarta dengan melihat tanggapan mahasiswa/i dan pengajar tentang kualitas KMS dalam kuesioner

b. KMS yang dibangun dapat menambah/ meningkatkan pengetahuan tentang teologi dan juga membantu berbagi pengetahuan dengan lebih cepat karena dilakukan dimanapun dan kapanpun dengan secara online internet

c. Dengan hadirnya KMS ini meningkatkan motivasi untuk berbagi pengetahuan seputar teologi

4.13. Sintesa Penelitian

Berbagi pengetahuan merupakan salah satu metode dalam knowledge management yang digunakan untuk memberikan kesempatan kepada setiap elemen yang ada untuk berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman dan ide yang dimiliki kepada anggota lainnya. Berbagi pengetahuan hanya dapat dilakukan apabila setiap anggota memiliki kesempatan yang luas dalam menyampaikan pendapat, ide, kritikan, dan komentarnya kepada anggota lainnya. Berbagi pengetahuan bisa berjalan dengan lancar apabila setiap elemen yang ada saling mendukung dan berpartisipasi untuk mewujudkan terjadinya berbagi pengetahuan.

Berbagi pengetahuan yang baik apabila didukung dengan adanya sebuah knowledge management system (KMS) yang di operasikan dengan baik dan setiap anggota dapat melakukan sharing pengetahuan dimanapun dan kapan pun secara online.

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

Dengan sistem manajemen pengetahuan yang baik, banyak manfaat yang didapat misalnya mengenai manajemen pembelajaran, kepakaran bidang teologi, pemahaman tentang teologi, dan sebagainya. Untuk mewujudkan hal tersebut harus dibudayakan kebiasaan menulis dan mem-publish tulisan, serta melakukan diskusi yang intens. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sebuah sistem manajemen pengetahuan yang dapat dimanfaatkan para pengajar dan mahasiswa/i untuk mem-publish ide, gagasan, diskusi sesuai topik yang diposting, serta sharing pengalaman hidup mengenai pengaplikasian teologi yg dipelajari dalam kesehariannya di organisasi sosial.

4.1.4 Perbandingan Berbagi Pengetahuan Sistem Berjalan Dengan Penerapan Knowledge Management System Berbasis Web

Berdasarkan hasil analisa sistem berjalan dengan perancangan Knowledge Management System berbasis web, maka dibawah ini dapat dilihat perbandingannya, sebagai berikut:

Tabel 4.7 Perbandingan Sistem yang Berjalan Dengan Penerapan KMS

Kategori Sistem berjalan KMS berbasis Website

Waktu Berbagi pengetahuan terjadi pada saat perkuliahan dan pada saat diadakan event tertentu seperti seminar, persekutuan doa, kelompok kecil (komsel)

Setiap saat apabila sudah melakukan/ mengakses halaman yang sudah disediakan

Tempat Tempat yang digunakan untuk berbagi pengetahuan seputar teologi saat ini yaitu di kampus Sekolah Tinggi Teologi Lintas Budaya secara tatap muka.

Dengan penerapan KMS,

tempat berbagi

pengetahuan seputar teologi dilakukan dimana saja dengan adanya layanan/akses internet

Media yang

digunakan

Cetakan kertas sebagai referensi/ media penyampaian pengetahuan

Dengan forum diskusi dan chatting secara online Cara Penyampaian

Pengetahuan

Secara lisan menyampaikan ide, pemikiran dan pengetahuan seputar teologi yang didukung dengan materi

Secara online

menyampaikan ide danpengetahuan seputar teologi dengan mengikuti

Dalam dokumen penerapan knowledge management system untuk (Halaman 66-82)

Dokumen terkait