BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian
a. Sejarah Singkat TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani didirikan pada tahun 1990 dan disahkan berdasarkan persetujuan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 dengan Nomor 800/PIOP-420/PAUD/03-SK.02/2020. TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani merupakan lembaga pendidikan dengan status satuan pendidikan anak usia dini yaitu swasta yang di bawah naungan yayasan Aisyiyah yang berlokasi di Jln Bawang Tijang Gedung Wani Lampung Timur dan berdiri di atas tanah dengan luas 660 M.
b. Visi TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur Adapun visi TK ABA 31 Way Pacar yakni mewujudkan aparatur pendidikan yang profesional dan berkualitas untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas cerdas dan kompetitif menuju masyarakat yang madani.
c. Misi TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur Adapun misi TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani, yaitu:
1) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya.
47
2) Meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru yang berorientasi pada wawasan keunggulan.
3) Mengembangkan dan meningkatkan keunggulan akademik yang profesioanal.
4) Mewujudkan lembaga pendidik yang mandiri dan kegiatan belajar mengajar yang kondusif.
d. Tujuan Pendidikan TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
Adapun tujuan pendidikan TK ABA 31 Way Pacar, yakni:
1) Peningkatan pelayanan pemerataan dan akses pendidikan.
2) Peningkatan managemen dan mutu pendidikan.
e. Data Pendidik TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani sebagai lembaga pendidikan formal mengutamakan pelayanan pendidikan bagi seluruh peserta didik. Adapun data pendidik TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani dapat dilihat berdasaran tabel berikut ini:
Tabel.1
Data Pendidik TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani
No Nama Guru L/P Jabatan Pendidikan
Terakhir
Status Kepegawaian
1 Jariyah S.Pd.I P Kepala TK S1 PAI GTY
2 Sri Puji Rahayu S.Pd P Guru Kelas S1 PAUD GTY Sumber : Data TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
f. Data Peserta Didik TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
Data nama peserta didik TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani pada tabel.2 di bawah:
Tabel.2
Data Nama Peserta Didik TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani
No Nama Jenis Kelamin
1 Rendi Mei Sucipto Laki-Laki
2 Fahri Maulana Laki-Laki
3 Aisyah Istiqomah Laki-Laki
4 Annasya Andreena Oktavia Perempuan
5 Nur Latifatun Nisa Perempuan
6 Aaron Wahyu A Laki-Laki
7 Vameli Anggraini Perempuan
8 Restu Wijaksono Laki-Laki
9 Zaleesa Alya Putri Perempuan
10 Binar Cahya Kirana Perempuan
11 Natasya Anggraini Perempuan
12 Kenzy Aprilio Winata Laki-Laki
13 Muhammad Jovin Pratama Laki-Laki
14 Fajar Al Fahri Laki-Laki
15 Amelia Anggraini Perempuan
16 Intan Arda Chandra Kirana Perempuan
17 Dinda Aprilia Wulandari Perempuan
18 Medina Nur Naira Aziz Perempuan
19 Putri Azka Kania Perempuan
20 Rengganis Shanum Albana Perempuan
21 Asyfa Rizki Azalia Perempuan
22 Wildan Putra Ramadhan Perempuan
23 Zain Azhar Laki-Laki
24 Farhan Nur Alif Laki-Laki
g. Sarana dan Prasarana TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
Proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar dan optimal apabila dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang meamdai. Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani, sebagai berikut:
Tabel.3
Sarana yang Dimiliki di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani
No Jenis Jumlah Kondisi
1 Meja Anak 20 buah Baik
2 Kursi Anak 20 buah Baik
3 Kursi Guru 2 buah Baik
4 Meja Guru 2 buah Baik
5 Tempat Cuci Tangan 2 buah Baik
6 Kipas Angin 2 buah Baik
7 Papan Tulis 2 buah Baik
8 Rak Sepatu 1 buah Baik
9 Ayunan Besi 2 buah Baik
10 Jungkitan 1 buah Baik
11 Peluncuran 1 buah Baik
12 Bola Dunia 1 buah Baik
13 Jembatan Lengkung 1 buah Baik
14 Bola Kecil Warna Warni 8 buah Baik
15 Puzzle 10 buah Baik
16 Balok 10 buah Baik
17 Ring Donat 5 buah Baik
18 Boneka 2 buah Baik
19 Bola Besar 5 buah Baik
20 Buku Cerita 10 buah Baik
21 Buku Iqro 20 buah Baik
22 Alat Mewarnai 5 buah Baik
23 Ronce 2 buah Baik
Prasarana yang dimiliki oleh TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani dilihat pada tabel.4
Tabel.4
Prasarana yang Dimiliki TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani
No Jenis Prasarana Status
1 Status Gedung Bangunan Milik TK ABA 31 Way
Pacar Gedung Wani 2 Ruang Kelas:
a. Jumlah ruangan yang dimiliki b. Luas ruangan
c. Kondisi ruangan
3 ruang 162 m Baik 3 Halaman Sekolah
4 Kantor Guru Ada
5 Toilet Ada
Berdasarkan tabel di atas dapat dipahami bahwa sarana dan prasarana di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur sudah memenuhi standar yang baik dan dilengkapi juga dengan sarana bermain di dalam maupun di luar kelas. Alat bermain di dalam kelas seperti balok, ronce, puzzle dan lain sebagainya. Sedangkan alat permainan di luar kelas seperti ayunan, jungkat- jungkit, jembatan lengkung, bola dunia, ayunan besi, dan seluncuran.
Sarana dan prasarana yang ada di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani memiliki status gedung bangunan milik sendiri dengan jumlah ruang yang dimiliki yaitu tiga terdiri dari ruang kelas A, ruang kelas B dan kantor dengan kondisi ruangan baik. Luas ruangan TK ABA 31 Way Pacar yaitu 162 m yang di dalamnya sangat nyaman dan aman untuk belajar maupun bermain.
h. Struktur Organisasi TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
Agar semua anggota mengetahui kedudukan dan tanggungjawab masing-masing maka struktur organisasi lembaga pendidikan formal sangat dibutuhkan. Hal tersebut dapat dilihat dari gambar berikut ini:
Gambar 1
Struktur Organisasi TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani KAPALA TK
JARIYAH S.Pd.I
Guru Kelas A SRI PUJI RAHAYU S.Pd
Guru Kelas B JARIYAH S.Pd.I
Siswa dan Siswi TK ABA 31 Way Pacar
Gedung Wani
i. Letak Geografis TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur berdiri di atas tanah dengan luas 660 m dan luas bangunan . Untuk lebih detailnya dijelaskan pada gambar di bawah ini:
Jln Bawang Tijang Gedung Wani
Pagar Depan Gerbang Depan Pagar Depan
Halaman Bermain Outdoor
Gambar 2
Letak Geografis TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Kelas AKelas BKantor
2. Deskripsi Hasil Penelitian
a. Penerapan Metode Pembiasaan dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
Pendidikan karakter menjadi pendidikan yang sangat penting untuk dilaksanakan di sekolah, terutama untuk anak usia dini yang mengalami fase yang dimana rentan terhadap perubahan sikap. Anak usia dini merupakan masa keemasan yang dimana membutuhkan bimbingan dan pembiasaan serta upaya melindungi diri dari dampak buruk. Selanjutnya peneliti menanyakan pendapat pendidik di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur mengenai seberapa penting pendidikan karakter diterapkan untuk membentuk karakter anak. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara kepada Ibu Sri Puji Rahayu S.Pd yang menyatakan bahwa:
“Pendidikan karakter sangat penting sebagai pondasi dikehidupan yang akan datang, karena pada dasarnya semua anak mempunyai karakter yang baik. Sifat yang buruk akan timbul ketika anak kurang mendapatkan pendidikan. Potensi anak akan hilang jika tidak dikembangkan sejak usia dini. Pembentukan karakter harus dilaksanakan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi kebiasaan karakter yang baik (W.01.F1./1a.1).”
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti yang dilakukan dengan guru dapat diketahui bahwa di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur untuk pendidikan karakter sangat penting diterapkan karena menjadi pondasi untuk masa depan anak, agar anak memiliki kepribadian yang baik. Oleh karena itu, TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
melaksanakan metode pembiasaan sebagai upaya penanaman karakter kepada anak. Bentuk-bentuk metode pembiasaan ini dikemas dalam bentuk kegiatan pembiasaan dilakukan di sekolah.
Dalam pendidikan karakter ini memiliki tujuan yang ingin dicapai seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu selaku guru TK ABA 31 Way Pacar sebagai berikut:
“Tujuan yang ingin dicapai dari pendidikan karakter ini tentu saja ingin menjadikan anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki sifat yang bermartabat yang berkarakter yang bisa menunjukkan potensi dan kemampuan setiap individu itu sendiri.
Seperti menjadi pribadi yang kuat, bertanggung jawab, jujur, mandiri, disiplin dan berprilaku baik. Sehingga anak mampu bersosialisasi dengan baik di dalam lingkungan masyarakat sekitar serta mampu menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup (W.01.F1./1a.2).”
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan bahwa tujuan pendidikan karakter ini untuk menjadikan anak menjadi pribadi yang baik serta bertanggung jawab baik untuk diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar.
Pendidikan bukan hanya mengembangkan kemampuan intelektual anak namun juga membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, menjadikan anak beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara kepada Ibu Jariyah selaku kepala TK yang menyatakan bahwa:
“Cakap bersosialisasi dengan lingkungan memberikan energi positif karena apabila seseorang mempunyai karakter baik
pasti akan mudah bersosialisasi ataupun berkomunikasi dengan lingkungan setempat seperti menghargai orang lain, mau bergotong royong, saling tolong menolong dan mampu menempatkan diri dengan baik sehingga akan membuat orang lain nyaman. Dan pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain (W.01.F1./2b.1)”.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa cakap bersosialisasi sangat penting dalam pembentukan karakter anak usia dini. Karena pada hakikatnya individu adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Adapun budaya sekolah yang diterapkan di sekolah juga membentuk karakter anak seperti yang di ungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu sebagai berikut:
“Budaya sekolah yang mencerminkan pendidikan karakter yaitu seperti menerapkan kegiatan pembiasaan pada awal dan akhir proses belajar, pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, budaya berbaris sebelum masuk kelas dengan tertip, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, membiasakan anak melepas dan memakai sepatu sendiri dan kegiatan kegiatan lain yang dapat mengembangkan potensi dalam pembentukan karakter (W.01.F1./2b.2).
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa budaya sekolah dapat menjadi cerminan diri seseorang dimana budaya sekolah ini menerapkan pembiasaan untuk anak tertib dalam melaksanakan aturan yang telah dibuat oleh sekolah. Pendidikan karakter identik dengan akhlak sehingga karakter merupakan nilai- nilai perilaku manusia yang universal yang meliputi seluruh akivitas manusia baik dalam berhubungan dengan Tuhan seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu selaku pendidik TK ABA 31 Way Pacar sebagai berikut:
“Ajaran agama mengarahkan manusia mempercayai dengan sepenuh hati akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pendidikan karakter meliputi pengembangan nilai-nilai keagamaan dan moral, sosial emosional dan kemandirian yang diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan serta mengembangkan benih-benih keimanan dalam kepribadian anak untuk beribadah (W.01.F1./1c.1)”.
Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa pendidikan karakter sangat berpengaruh terhadap nilai keyakinan dan beribadah terutama beribadah dengan Tuhan. Pendidik memberi penjelasan kepada anak seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu sebagai berikut:
“Memberi penjelasan dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti anak, anak akan mendengarkan penjelasan kepada guru dengan bahasa yang lembut, tidak bertele-tele. Dengan bahasa yang mudah dipahami ini menjadikan anak agar mempunyai sikap mempercayai adanya tuhan dengan menyebutkan ciptaan- ciptaanya, patuh dalam menjalankan ajaran agama dan toleransi terhadap agama lain sehingga hidup rukun bagi umat beragama.
Dan memberi contoh mengucapkan kalimat takjub saat melihat ciptaan Tuhan (W.01.F1./1c.2)”.
TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani membagi metode pembiasaan dalam 5 bentuk pembiasaan yaitu kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, religiusitas dan kejujuran. Hal ini diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu selaku guru mengenai metode pembiasaan kedisiplinan:
“Metode pembiasaan yang dilakukan secara rutin dan terprogram, seperti datang ke sekolah tepat waktu, berbaris dengan tertib sebelum masuk kelas, menyimpan sepatu pada tempatnya sesuai dengan aturan yang disepakati bersama anak dan bergantian ketika akan mengaji. Hal ini untuk membentuk prilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap peraturan untuk melatih
kedisiplinan pada anak. Tetapi terkadang ada anak yang masih terlambat datang ke sekolah (W.01.F2./2a.1)”.
Berdasarkan uraian di atas dapat dimaknai bahwa peserta didik sebelum dilakukan pembiasaan, sikapnya tidak disiplin.
Sehingga sekolah mengatasi hal tersebut dengan menerapkan pembiasaan disiplin dan memperketat aturan. TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur menekankan anak untuk disiplin sejak dini agar kelak anak sudah dewasa sudah tertanam dalam diri anak. Guru juga memberikan tindakan kepada anak ketika anak tidak disiplin seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu:
“Mengingatkan mengenai batasan-batasan yang menjadi tanggung jawab anak yang harus ditaati dan memberi bimbingan serta memotivasi anak agar aktif bersedia mengikuti peraturan yang telah diterapkan tanpa paksaan.
Pendidik juga melakukan pendekatan terhadap anak dan mencoba mencari tahu apa yang membuat anak tidak berprilaku disiplin. Kemudian pendidik mengajarkan anak untuk disiplin sehingga anak mengerti bahwa kedisiplinan dapat menjadikan pribadi yang bertanggung jawab.
(W.01.F2./2a.2)”.
Setelah dilakukan metode pembiasaan disiplin anak juga diajarkan untuk mandiri seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu selaku guru di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani yaitu sebagai berikut:
“Metode pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah makan, makan bersama secara mandiri dan setalah kegiatan guru menguatkan dengan menekankan pada perilaku mandiri.
Seperti: anak-anak ibu guru sudah hebat semua mampu mandiri, makan sendiri dengan adab yang baik tanpa harus meminta bantuan orang lain (W.01.F2./2b.1)”.
Kendala yang dihadapi pendidik dalam menerapkan nilai karakter kemandirian yaitu anak belum terbiasa melakukan kegiatan sehari-hari dengan sendiri seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu selaku guru TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani yaitu sebagai berikut:
”Kendalanya adalah setiap anak memiliki karakter atau sifat yang berbeda-beda, sebagian anak memiliki rasa percaya yang rendah, sebagian yang lain memiliki rasa kurang semangat dalam belajar, dan ada juga anak yang terbiasa segala sesuatu dibantu dengan orang lain. Sehingga anak kurang dalam kemandiriannya.
Dan terkadang menemukan anak yang orangtuanya di rumah tidak mengajarkan kemandirian, seperti ketika makan dirumah anak terbiasa disuapi, memakai sepatu terbiasa dibantu orangtua, sehingga ketika di sekolah anak akan mendapatkan kesulitan untuk mandiri. Guru harus memberi bimbingan dan pendampingan (W.01.F2./2b.2)”.
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa kemandirian sangat bermanfaat bagi anak usia dini dimasa yang akan datang terlebih kemandirian diajarkan kepada anak sejak kecil. Anak yang diajarkan mandiri sejak dini tidak akan mudah bergantung kepada orang lain dan menjauhkan dari sikap manja. Kendala yang dihadapi oleh anak juga dapat diatasi dengan melakukan bimbingan serta pendampingan kepada anak agar anak terbiasa untuk mandiri.
Selain metode pembiasaan disiplin diterapkan juga metode pembiasaan tanggung jawab sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibu Jariyah selaku kepala TK yaitu sebagai berikut:
“Membiasakan menanamkan sikap tanggung jawab seperti membuat kesepakatan boleh menggunakan mainan sekolah
asal setelah bermain harus membereskan mainan ke tempat semula. Membiasakan anak mengetahui tugas dan kewajibannya(W.01.F2./2c.1)”.
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur sudah menerapkan sikap tanggung jawab sejak dini. Berusaha untuk mengembalikan barang yang telah digunakan ke tempatnya.
Sehingga dampak pembiasaan tersebut menumbuhkan sikap tanggung jawab kepada anak. Seperti yang diungkapkan ibu Jariyah selaku kepala TK sebagai berikut:
“Memberikan contoh keteladanan yang dapat dicontoh anak, karena sikap dan perilaku seorang guru sangat membekas dalam diri anak, sehigga sikap dan karakter guru menjadi cermin untuk anak-anak. Selain itu guru harus mampu memberi penjelasan mengenai dampak perilaku baik positif maupun negative yang dilakukan anak. Dan berikan pujian kepada anak ketika melakukan sesuatu yang positif (W.01.F2./2c.2)”.
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa ketika pembiasaan terus di terapkan, terutama pembiasaan positif maka karakter yang dibentuk akan melekat pada anak.
Metode pembiasaan akan berpengaruh besar pada tertanamnya karakter peserta didik. Hasil wawancara dengan Ibu Sri Puji Rahayu yaitu:
“Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengucapkan salam, mengucapkan kalimat toyiba, membaca surat-surat pendek, mengenal nabi dan rasul, mengaji sebelum memulai pembelajaran(W.01.F2./2d.1)”.
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pembiasaan religiusitas yang didalamnya membaca surat- surat pendek, mengaji bertujuan untuk meningkatkan nilai religiusitas anak. Sehingga anak tidak hanya pintar ilmu pengetahuan saja tetapi mengimbanginya dengan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan anak tidak hanya mengaji di sekolah saja tetapi ketika di rumah juga diterapkan sehingga nilai-nilai religiusitasnya bisa di terapkan di masyarakat.
Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu sebagai berikut:
“Mengajak anak mengenal agamanya, tempat ibadah dan mengenal ciptaan-ciptaan Tuhan, serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilaksanakan sebagai umat beragama yang taa(W.01.F2./2d.2)”.
Berdasarkan uraian di atas anak dibiaskan dengan mengetahui agama yang ada di masyarakat sekitar, mengenal tempat ibadah sesuai dengan agama yang dianut. Selanjutnya metode pembiasaan kejujuran yaitu seperti yang diungkapkan oleh Ibu Sri Puji Rahayu sebagai berikut:
“Di TK ABA 31 Way Pacar ini menerapkan karakter kejujuran hal ini diwujudkan dengan adanya himbauan bagi siapa saja yang menemukan benda atau uang yang terjatuh segara melaporkan kepada Ibu guru. Mengenalkan sikap jujur kepada anak melalui cerita, tanya jawab atau bermain peran. Memberi contoh mengenai sikap yang baik, mau memberi dan meminta maaf apabila melakukan kesalahan.
Dan anak diajak merasakan manfaat bila perilaku jujur di terapkan dalam kehidupan sehari-hari (W.01.F2./2e.1).”
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan pembiasaan kejujuran ini dilakukan dengan cara menyusun aturan atau himbauan bagi siapa saja yang menemukan benda yang bukan miliknya dilaporkan kepada Ibu guru. Hal ini memiliki dampak yang baik bagi anak. Anak menjadi lebih jujur dalam hatinya dan melakukan sesuatu sesuai dengan hatinya yang jujur. Seperti yang diungkapkan di atas bahwa ketika anak menemukan barang yang bukan miliknya maka anak tidak akan mengakui hak miliknya dan segera melaporkan kepada Ibu guru. Begitupun ketika seorang anak ingin mengambil barang atau benda yang diumumkan ketika memang ciri-cirinya bukan tertuju pada barang miliknya, peserta didik juga tidak mau menerimanya. Seperti yang dijelaskan oleh Ibu Sri Puji Rahayu sebagai berikut:
“Melakukan pendekatan kepada anak, mencari tau mengapa anak bersikap tidak jujur. Setelah menemukan pokok permasalahannya guru memberikan bimbingan dan menjelaskan bahwa sikap itu tidak baik, ada akibat-akibat yang disebabkan dari sifat tidak jujur tersebut, seperti tidak di sukai oleh teman, tidak disayang Tuhan(W.01.F2./2e.2).”
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa ketika anak tidak berkata jujur guru memberikan pendekatan kepada anak memberikan penjelasan kepada anak bahwa sikap tidak jujur mempunyai dampak yang negative.
Dengan melakukan pendekatan kepada anak, anak akan lebih terbuka dan terutama dengan sikap sabar dan penuh kesabaran dalam memberikan penjelasan.
b. Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur
a. Faktor yang mendukung dalam pendidikan karakter anak di TK ABA 31 Way Pacar Lampung Timur.
1. Faktor pendukung
Berikut ini faktor pendukung penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini, yaitu:
“Pendidik memberikan lingkungan yang nyaman dan menggunakan seluruh prasarana yang ada di sekolah sebagai tempat atau alat dalam mengembangkan karakter.
Seperti halaman sekolah yang dapat digunakan untuk kegiatan bermain outbound sebagai pengembangan sikap percaya diri, juga dapat ditanami berbagai jenis tanaman ciptaan Tuhan sebagai pengembangan religiusitas dan media ajar yang ada di dalam kelas dapat digunakan untuk pengembangan karakter disiplin, tanggung jawab, dengan membereskan mainan ke tempat semula dan seterusnya (W.01.F3./3a.1).”
“Pendidik juga menciptakan kegiatan-kegiatan yang menarik yang membangkitkan rasa ingin tahu anak, memberi kesempatan anak untuk menjelajahi alat permainan atau bahan main yang ada di sekolah untuk berkreasi membuat sesuatu sesuai imajinasi anak (misalnya bahan ajar plastisin), guru membiasakan anak untuk memecahkan masalahnya sendiri bila menemukan kesulitan melakukan sesuatu (guru cukup memantau), memberi reweard pada keberhasilan yang dicapai anak (W.01.F3./3b.2).”
Berdasarkan hasil wawancara di atas, terdapat 2 faktor pendukung yaitu sarana prasarana dan kreativitas. Faktor-faktor tersebut dapat memberikan dukungan terhadap penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur.
2. Faktor Penghambat
Berikut ini faktor penghambat penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini, yaitu:
“Setiap individu atau setiap anak itu dilahirkan memiliki kemampuan yang berbeda-beda begitu juga dengan karakternya maka dari itu saya tidak pernah membedakan antara anak yang baik, pintar, nakal ataupun yang lainnya.
Saya akan selalu bersikap adil baik dalam pembelajaran ataupun dalam bentuk perhatian (W.01.F3./3b.1).”
“Secara umum memang kebanyakan demikian, cenderung menyerahkan pendidikan kepada gurunya di sekolah agar anak saya menjadi anak yang serba bisa, dalam setiap mata pelajarannya, padahal sesungguhnya itu sangat tidak benar, sebagai orang tua seharusnya justru lebih paham bagaimana kemampuan anak dalam pendidikannya, sehingga orang tua bisa mengarahkan anak untuk belajar dengan lebih baik dan jangan pernah lupakan pendidikan anak yang paling utama dan pertama itu adalah dari lingkungan keluarga, dan akan lebih baik jika seorang pendidik bisa memberikan pengertian kepada orang tua bahwa setiap anak itu berbeda (W.01.F3./3b.2.).”
Berdasarkan faktor pendukung dan penghambat di atas dapat dipahami bahwa ada faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur dimana sarana dan prasarana, kreativitas, perbedaan kemampuan dan perkembangan anak sangat berperan penting dalam optimalnya pendidikan karakter yang di terapkan kepada anak usia dini.