• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pendidikan karakter bukan hal yang baru dalam sistem pendidikan di Indonesia sebab inti dari pendidikan merupakan pendidikan karakter yang semula dikenal dengan pendidikan ahlak. Pembinaan karakter menjadi tanggung jawab setiap umat Islam yang dimulai dari tanggung jawab terhadap dirinya lalu keluarganya. Para guru memiliki tanggung jawab untuk pembinaan karakter melalui pendidikan Islam, baik di institusi formal maupun nonformal. Pendidikan karakter di sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab guru agama atau guru mata pelajaran tertentu saja tetapi menjadi tanggung jawab semua guru dan pengelola sekolah.63

Penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur sudah ditanamkan sejak dini. Nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan membuat anak berkembang dengan baik melalui proses penerapan karakter baik yang dilakukan secara terus menerus sehingga anak mulai terbiasa berprilaku disiplin, mandiri, tanggung jawab, religiusitas dan kejujuran.

Guru telah menggunakan berbagai metode dengan sangat baik dalam menerapkan pendidikan karakter pada anak. Guru cukup kreatif dalam menggunakan metode penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran. Metode pembiasaan ini diterapkan kepada anak

63 Marzuki, Pendidikan Karakter Islam (Jakarta:IKAPI: 2015). 06

agar anak terbiasa untuk bersikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain setiap harinya dengan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Dalam menerapkan metode pembiasaan di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur adalah sikap guru yang penuh kesabaran dalam menerapkan pembiasaan kepada anak. Seperti berdoa sebelum makan, dan mencuci tangan sebelum makan, datang ke sekolah tepat waktu, ketika anak ribut cukup diingatkan dengan kata-kata lembut dan juga penuh kesabaran, apabila anak dibentak maka anak justru akan bertingkah lebih dan susah untuk diatur.

Terdapat beberapa keterampilan yang belum maksimal oleh guru.

Yaitu guru masih kurang kreatif dalam menerapkan metode pembiasaan religiusitas. Guru hanya menggunakan media yang tersedia di sekolah, sehingga anak terkadang masih sering merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan guru masih kurang kreatif dalam menerapkan metode pembiasaan dalam pembelajaran.

Selanjutnya yang sangat sulit dilakukan oleh pendidik adalah menerapkan metode pembiasaan kejujuran dengan bermain peran.

Misalnya bermain peran pedagang dan pembeli yang dapat dimanfaatkan sebagai metode pembiasaan kejujuran. Kegiatan bermain peran dapat mengembangkan kejujuran pada diri anak. Tetapi dengan adanya bermain peran pedagang dan pembeli anak masih terasa asing.

Semua guru wajib memerhatikan dan mendidik peserta didik agar memiliki karakter yang lebih baik. Persyaratan utama yang harus dimiliki

oleh seorang guru dalam mengembangkan karakter peserta didik adalah memiliki karakter yang baik, menunjukkan perilaku yang baik, dan memberikan perhatian kepada peserta didik.64

Anak usia dini distimulasi dalam pembelajaran dengan banyak cara, salah satunya dengan pembiasaan. Proses pembiasaan dalam pendidikan merupakan hal yang penting terutama bagi anak usia dini.

Ingatan anak-anak belum kuat, perhatian mereka lekas dan mudah beralih kepada hal-hal yang terbaru dan disukainya. Dalam kondisi ini mereka perlu dibiasakan dengan tingkah laku, keterampilan, kecakapan dan pola pikir tertentu.65

Selanjutnya peneliti membahas hal yang sudah dicapai oleh anak- anak adalah sikap disiplin seperti mereka dapat berbaris dengan tertib sebelum masuk ke dalam kelas, menyimpan sepatu pada tempatnya, dan makan bersama secara mandiri. Sikap kejujuran anak juga terlihat seperti anak tidak mau mengambil dan mengakui barang yang bukan menjadi hak milik anak. Dari hasil observasi yang peneliti lakukan cukup baik dan memuaskan dalam nilai karakter disiplin dan mandiri.

Kemudian peneliti membahas tentang yang belum maksimal dilakukan oleh anak yaitu nilai karakter tanggung jawab seperti anak masih belum membereskan mainan ketika selesai digunakan dan membersihkan sisa-sisa makanan yang berceceran.

64 Ahsanulkhaq, “Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Melalui Metode Pembiasaan.” Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol. 2 No. 1/(Juni 2019):22.

65 Ihsani, Kurniah, and Suprapti, “Hubungan Metode Pembiasaan Dalam Pembelajaran Dengan Disiplin Anak Usia Dini.” Jurnal Ilmiah Potensia Vol 3, No. 1/(2018): 50.

Terakhir adalah suatu yang sangat jarang dilakukan oleh anak-anak adalah sebagian dari mereka sangat malu bertanya bila mereka kurang paham dengan apa yang dijelaskan. Anak-anak sangat jarang sekali meminta metode belajar kepada guru. Dalam penerapan metode pembiasaan religiusitas terdapat beberapa anak yang lebih sering diam ketika guru menjelaskan pembelajaran.

Setelah peneliti melakukan observasi diharapkan penerapan metode pembiasaan terus di terapkan dan ditingkatkan agar menjadi tertanam dalam diri anak.

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan uraian di atas terkait deskripsi penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Deskripsi penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur, dilaksanakan melalui penerapan nilai-nilai pendidikan karakter meliputi disiplin, mandiri, tanggung jawab, religiusitas dan jujur. Hal tersebut terbukti ketika anak mulai terbiasa disiplin dengan terbiasa datang tepat waktu, berbaris dengan tertib sebelum masuk ke dalam kelas, makan bersama secara mandiri, membaca surat-surat pendek dan mengaji sebelum memulai pembelajaran dan bersikap jujur.

Maksimalnya penerapan pendidikan karakter juga dibantu dengan adanya metode pembiasaan. Metode pembiasaan yaitu metode yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan agar pendidikan karakter yang diterapkan dapat melekat pada diri anak dan akan mudah diingat anak, contohnya pendidik membiasakan anak untuk bersikap disiplin mandiri dan jujur setiap harinya dengan tidak mau mengambil dan mengakui barang yang bukan menjadi hak milik anak.

Hal penting dalam menerapkan metode pembiasaan di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani adalah sikap guru yang sangat sabar dan

69

lemah lembut ketika menerapkan metode pembiasaan kepada anak.

Ketika anak bandel, ribut cukup diingatkan dengan kata-kata yang lemah lembut dan juga penuh kesabaran, sebab ketika pendidik memberi tahu hal yang kurang baik dengan membentak anak atau berbicara keras kepada anak justru anak akan lebih bertingkah. Jangan lupa memberikan pujian atau sesuatu hal yang membuat anak semakin semangat melakukan hal baik.

2. Adapun faktor pendukung dan penghambat deskripsi penerapan metode pembiasaan dalam pendidikan karakter anak usia dini di TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur yaitu, faktor pendukung diantaranya sarana dan prasarana yang ada di sekolah sebagai tempat dan alat untuk mengembangkan karakter anak, dan kreativitas yang membangitkan rasa ingin tahu anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk menjelajah alat permainan. Sedangkan faktor penghambat diantaranya: perbedaan kemampuan dan perkembangan anak dan sikap orang tua (yang menyerahkan pendidikan kepada sekolah).

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan di atas maka dapat peneliti sampaikan saran yang kiranya dapat bermanfaat untuk TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur.

1. Bagi Pendidik

Kepada Pendidik TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur, untuk terus mempertahankan metode penerapan mandiri agar anak selalu mandiri dalam hal menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pendidik maupun kegiatan mandiri yang lainnya. Dalam mempertahankan metode pembiasaan ini diperlukan dorongan serta rangsangan untuk bereksplorasi secara berulang-ulang untuk kemandirian dalam diri anak.

Diharapkan guru meningkatkan kembali dalam menerapkan metode pembiasaan religiusitas. Untuk mewujudkan metode penerapan religiusitas memang dibutuhkan konsisten. Agar hasil yang diperoleh tidak harus nampak pada saat ini melainkan akan bermanfaat untuk bekal anak di masa depan. Pendidik bisa menerapkan metode pembiasaan religiusitas dengan bercerita kisah nabi menggunakan boneka tangan, wayang-wayangan dan bisa menggunakan nyanyian seperti kisah nabi Muhammad.

Diharapkan lebih diperhatikan lagi dalam menerapkan metode pembiasaan kejujuran. Banyak yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan kejujuran pada anak misalnya, ajak anak untuk bermain peran seperti bermain peran pedagang dan pembeli. Kegiatan bermain peran ini dapat mengembangkan kejujuran anak.

2. Bagi anak

Kepada anak usia dini TK ABA 31 Way Pacar untuk tetap mempertahankan sikap disiplin baik dalam disiplin waktu, disiplin dalam beribadah maupun disiplin dalam diri sendiri. Dan kepada anak usia dini TK ABA 31 Way Pacar terus mempertahankan sikap jujur dan tidak mau mengakui apa yang bukan menjadi hak milik sendiri.

Buah dari sikap jujur akan membawa kebaikan untuk diri kita sendiri.

Diharapkan kepada anak usia dini TK ABA 31 Way Pacar untuk meningkatkan nilai karakter tanggung jawab seperti harus membereskan mainan yang telah digunakan. Nilai karakter tanggung jawab ini sangat penting untuk menjadi bekal di masa depan agar anak tanggung jawab terhadap apa yang sudah dikerjakan dan yang sudah menjadi kewajiban.

Dan diharapkan lebih diperhatikan kembali untuk anak usia dini TK ABA 31 Way Pacar lebih semangat dan lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, A. Mustika. “Penerapan Pendidikan Karakter pada Kegiatan Ekstrakurikuler melalui Metode Pembiasaan,” Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol 12, No. 2/2019.

Ahsanulkhaq, Moh. “Membentuk Karakter Religius Peserta Didik melalui Metode Pembiasaan,” Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol. 2, No. 1/2019.

Aulina Choirun Nisak. “Penanaman Disiplin pada Anak Usia Dini,” Pedagogia:

Jurnal Pendidikan Vol 2, No. 1/Februari 2013.

Cahyati, Nika. “Penggunaan Media Audio Visual terhadap Karakter Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun,” Jurnal Golden Age Hamzanwadi University Vol 2, No. 02/Desember 2018.

Chairilsyah, Daviq. “Metode dan Teknik Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Usia Dini” Educhild, Vol 5, No. 1/2016.

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahannya, Jakarta:

Mahkota Surabaya, 1989.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1997.

Djamal. Paradigma Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2015.

Evi, Yosevin. M. Syukri, dan Indri Astuti, “Peningkatan Perilaku Jujur melalui Permainan Rakyat pada Anak Usia 5-6 Tahun di Paud Dipasidi,”

JPPK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No.

3/Maret 2016.

Habibu, Prisilia Sandra. Rosita Wondal & Bujuna Alhadad, “Kajian Strategi Implementasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini.” Jurnal Ilmiah:

Jurnal Pendidikan Guru Anak Usia Dini, Vol 2, No 1/ 2020.

Hanafi, Halid. Zainuddin dan La Adu, Ilmu Pendidikan Islam.Yogyakarta:

Deepublish, 2018.

Hardani, Adelia. “Implentasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Pelangi Bangsa Pemalang Tahun 2016.” Skripsi:

(Universitas Negeri Semarang), 2016.

Hasanah, Uswatun Hasanah, “MODEL-MODEL PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH,” Jurnal Pendidikan Islam 7 (2016): 17.

73

Hasanah, Uswatun, “Pola Asuh Orangtua dalam Membentuk Karakter Anak,”

Elementary Vol 2, Edisi 2/ Juli 2016.

Hasanah, Uswatun. “Metode Pengembangan Moral dan Disiplin Bagi Anak Usia Dini Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak 2, No 1/Juli 2018.

Hidayati, Hanik. Tutik Khotimah, dan F. Shoufika Hilyana, “Pembentukan Karakter Religius, Gemar Membaca, dan Tanggung Jawab pada Anak Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan Glasser Vol 5, No. 2/Agustus, 2021.

Ihsani, Nurul. Nina Kurniah, dan Anni Suprapti, “Hubungan Metode Pembiasaan Dalam Pembelajaran dengan Disiplin Anak Usia Dini” Jurnal Ilmih Potensia. Vol 3. No 1/2018.

Istianah, Lin. “Strategi Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Nurul Hidayah Serdang.”

Skripsi: (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang), 2020.

Iswantiningtyas, Veny and Widi Wulansari, “Pentingnya Penilaian Pendidikan Karakter Anak Usia Dini,” Jurnal Proceedings of the Icecrs Vol 1, No. 3/ Maret 2018.

Johansyah, “Pendidikan Karakter dalam Islam: Kajian dari Aspek Metodologis,”

Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 11, No. 1/2011.

Kamsinah, “Metode dalam Proses Pembelajaran: Studi tentang Ragam dan Implementasinya,” Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 11, No. 1/2008.

Kementrian Pendidikan Nasional, Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum, 2010.

Listyaningrum, R.Anggia. Creative Parenting for Parents: Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Strategi Parenting bagi Orangtua Muda yang Memiliki Anak Usia Dini. Bayfa: Cendekia Indonesia, 2021.

Lukas S. Musionto, “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metodelogi Penelitian” Jurnal Manajemen &

Kewiraushaan, Vol 4, No. 2/ September 2002.

Magfiroh, Lailatul. Ellyn Sugeng Desyanty, dan Rezka Arina Rahma,

“Pembentukan Karakter Disiplin Anak Usia Dini melalui Metode Pembiasaan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 33 Kota Malang,” Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 14, No. 1/2019.

Marzuki, Pendidikan Karakter Islam. Jakarta: IKAPI, 2015.

Mertayasa, I Wayan dan I Ketut Sudarsana, Pendidikan Karakter Anak Usia Dini.

Denpasar Bali: Jayapagus Press, 2018.

Musfiquon, Metodelogi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Prestasi Pustaka, 2012.

Mustafa, Piton Setya. Hafidz Gusdiyanto dan Andif Victoria, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Olahraga. Malang: Universitas Negeri Malang, 2020.

Nashir, Haedar. Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Budaya. Jakarta: Multi Presindo, 2013.

Nugraheni, Ristyanti. “Penerapan Pendidikan Karakter di TK Negeri 1 Maret Playen Gunungkidul Yogyakarta,” Skripsi: (Universitas Negeri Yogyakarta), 2013.

Nuraeni “Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini,” Jurnal Paedagogy 3, No.

1/Oktober 2020).

Nuraeni, Lenny. Andrisyah & Rita Nurunnisa. “Efektivitas Program Sekolah Ramah Anak dalam Meningkatkan Karakter Anak Usia Dini.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4, No. 1/ 2020.

Oktari Dian Popi and Aceng Kosasih, “Pendidikan Karakter Religius dan Mandiri di Pesantren,” JPIS: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 28, No. 1/Juni 28, 2019.

Haryani Retno Ika, Indra Jaya, and Yulsyofriend Yulsyofriend, “Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Di Taman Kanak-Kanak Islam Budi Mulia Padang,” Jurnal Ilmiah Potensia Vol 4, No. 2/Juli 2019.

Rihlah, Jauharotur. Ulufiyatul Kamilah, and Destita Shari, "Gambaran Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19," PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No. 01/ 2020.

Sai’da, Naili. “Kemandirian Anak Kelompok A Taman Kanak‐ Kanak Mandiri Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar” Jurnal Pedagogi, Vol 2. No 3/2016.

Santoso, Soegeng. Dasar-Dasar Pendidikan TK. Jakarta: Universitas Terbuka, 2007.

Sari Anggun Kumayang, Nina Kurniah, and Anni Suprapti, “Upaya Guru untuk Mengembangkan Kemandirian Anak Usia Dini di Gugus Hiporbia”

Jurnal Ilmiah Potensia, Vol. 1, No1/2016.

Sitompul, Hasfah. “Metode Keteladanan dan Pembiasaan dalam Penanaman Nilai-Nilai dan Pembentukan Sikap pada Anak,” Jurnal Darul Ilmi Vol 4, No 1/2016.

Sriqilujwng, Dyah. Panduan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter.

Jakarta: Erlangga, 2017.

Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2017.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2009.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2012.

Sujiono, Yulian Nuraini. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta:

Universitas Terbuka, 2009.

Suryabrata, Sumadi. Metodelogi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers, 2012.

Syifauzakia, Bambang Ariyanto, dan Yeni Aslina, Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Literasi Nusantara, 2021.

Ulya, Khalifatul. “Pelaksanaan Metode Pembiasaan di Pendidikan Anak Usia Dini Bina Generasi Tembilahan Kota,” Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol 1, No. 1/Januari, 2020.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Indonesia

Wibowo, Agus. Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta:

Pustaka Belajar, 2013.

Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Prenada Media, 2015.

Zuchi, Darmiyati. Pendidikan Karakter Konsep Dasar dan Implementasi di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: UNY Press, 2015.

FOTO DOKUMENTASI PENELITIAN

Peneliti Mewawancarai Ibu Jariyah S.Pd.I selaku Kepala TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur

Peneliti Mewawancarai Ibu Sri Puji Rahayu S.Pd selaku Guru TK ABA 31 Way Pacar Gedung Wani Lampung Timur

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Berbaris Rapi sebelum Masuk Kelas

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Berbaris Rapi ketika Mencuci Tangan

Anak-anak Dilatih oleh Guru dengan Cara Duduk Rapi dan Berdoa ketika Persiapan Makan Bersama

Anak-anak Dilatih Disiplin oleh Guru Menunggu Antrian ketika Mengaji sebelum Memulai Pembelajaran

FOTO DOKUMENTASI SARANA DAN PRASARANA TK ABA 31 WAY PACAR GEDUNG WANI LAMPUNG TIMUR

Permainan Outdour TK ABA 31 Way Pacar

Dokumen terkait