• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi LokasiPenelitian

Dalam dokumen KABUPATEN LUWU UTARA (Halaman 45-60)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi LokasiPenelitian

1. Gambaran Umum Kabupaten Luwu Utara

Kabupaten Luwu Utara adalah salah satu daerah tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia. Ibu kota Kabupaten ini terletak di Masamba.

Kabupaten Luwu Utara tanggal dibentuk berdasarkan UU No. 19 tahun 1999 merupakan pecahan dari Kabupaten Luwu (diakses pada portal.luwuutarakab.go.id tanggal 24 Juni 2021).

a. Visi Dan Misi Kabupaten Luwu Utara

Visi Kabupaten Luwu Utara yaitu “Luwu Utara yang religious dengan pembangunan berkualitas dan merata yang berlandaskan kearifan local”. Adapun Misi Kabupaten Luwu Utara antara lain :

1) Mewujudkan masyarakat yang religious tata kelola pemerintah yang baik,komunitas dan adat yang berdaya.

2) Mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi, dan pemenuhan rumah layak huni.

3) Mewujudkan pendidikan, berkualitas, prestasi kepemudaan, ketahanan budaya.

4) Mewujudkan kemandirian ekonomi, iklim investasi dan daya tari pariwisata.

5) Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup.

6) Mewujudkan penurunan ketimpangan pendapatan dan pemerataan

31

infrastruktur wilayah.

7) Mewujudkan ketertiban umum dan tingkat keamanan yang kondusif.

Kabupaten Luwu Utara adalah salah satu daerah tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia dengan ibu kota kabupaten terletak di Masamba. Kabupaten Luwu Utara memiliki luas wilayah 7.502,58 km2 dan jumlah penduduk 353.741 jiwa. Dimana bahasa yang digunakan di kabupaten ini adalah bahasa Tae’, penduduk di Kabupaten Luwu Utara mayoritas beragama islam. Kabupaten ini berada pada 010 53’ 19’ – 020 55’

36’ Lintang Selatan dan 1190 47’ 46” – 1200 37’ 44” Bujur Timur.

Wilayah Kabupaten Luwu Utara terdiri dari 11 kecamatan dengan jumlah desa 166 dan 7 kelurahan. 11 kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta, Kecamatan Limbong, Kecamatan Seko, Kecamatan Rampi, Kecamatan Masamba, Kecamatan Malangke, Kecamatan Mappedeceng, Kecamatan Sukamaju, dan Kecamatan Bone-Bone.

Table 4.1

Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk di Kabupaten Luwu Utara

No. Kecamatan

Jumlah Penduduk

Kepadatan Penduduk (km2)

1. Sabbang 18.008 42

2. Sabbang Selatan 22.227 220

3. Baebunta 31.798 157

4. Baebunta Selatan 16.005 174

5. Malangke 28.852 126

6. Malangke Barat 25.014 117

7. Sukamaju 27.965 134

8. Sukamaju Selatan 18.031 381

9. Bone-Bone 27.597 216

10. Tanalili 24.713 165

11. Masamba 38.024 36

12. Mappedeceng 24.721 90

13. Rampi 3.124 2

14. Rongkong 3.843 6

15. Seko 12.997 6

Sumber : (BPS Kab. Luwu Utara 2021)diakses pada https://luwuutarakab.bps.go.id tanggal 11 Agustus 2021

33

a. Batas Wilayah

Adapun batas wilayah Kabupaten Luwu Utara sebagai berikut : 1) Sebelah utara berbatasan denga Provinsi Sulawesi Tengah.

2) Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Luwu Utara.

3) Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Luwu dan Teluk Bone.

4) Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan.

Kabupaten Luwu Utara

Gambar 4.1

Sumber : (Kominfo Luwu Utara 2021)diakses pada https://portal.luwuutarakab.go.id/blog/page/letak-geografis tanggal 05 Juni 2021)

Tabel 4.2

Luas Daerah Dan Jumlah Pulau Menurut Kecamatan Di Kabupaten Luwu Utara

No. Kecamatan Luas (Km2)

Presentase (%)

Jumlah Pulau

1. Sabbang 424,11 5,65 1

2. Sabbang Selatan 100,97 1,35 1

3. Baebunta 203,16 2,71 1

4. Baebunta Selatan 92,09 1,23 1

5. Malangke 229,70 3,06 1

6. Malangke Barat 214,05 2,85 1

8. Sukamaju 208,21 2,78 1

9. Sukamaju Selatan 47,27 0,63 1

10. Bone-Bone 127,92 1,71 1

11. Tanalili 149,41 1,99 1

12. Masamba 1068,85 14,25 1

13. Mappedeceng 275,50 3,67 1

14. Rampi 1565,65 20,87 1

15. Rongkong 686,50 9,15 1

16. Seko 2109,19 28,11 1

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Utara

35

b. Pemerintahan

Pemerintahan tertinggi di Kabupaten Luwu Utara dipegang oleh bupati dan wakil bupati. Dimana nama Bupati adalah Hj. Indah Putri Indriani, S.IP., M.Si dan mana wakil bupati adalah Suaib Mansur, S.T., M.,Si. Menjadi kepala pemerintahan di wilayah tersebut bukan hal yang mudah karena banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi dimana tugas dan tanggung jawab tersebut berorientasi pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat. Berbicara mengenai masyarakat berarti tidak hanya membahas satu atau dua orang melainkan dalam jumlah yang banyak, hal tersebut seperti jumlah penduduk di kabupaten luwu utara 363.741 jiwa terdiri 185.027 jiwa laki-laki dan 178.714 perempuan.

2. Profil Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara

Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara terletak di jalan Simpursiang No.27 Kabupaten Luwu Utara merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantu yang ditugaskan kepada daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan pedoman yang berlaku untuk kelancaran tugas.

a. Visi dan Misi Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara:

Visi Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara “Menjadi dinas yang unggul dalam menciptakan lalu lintas yang tertib,lancar,aman,dan nyaman”. Adapun Misi Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara antara lain:

1) Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, baik aparatur

maupun masyarakat

2) Meningkatkan sarana dan prasarana penunjang ketertiban,kelancaran keamanan dan kenyaman lalu lintas

3) Meningkatkan peran bidang perhubungan dalam mendukung pembangunan\pengembangan wilayah,pertumbuhan ekonomi,sosial dan budaya

4) Meningkatkan peran dalam penggalian sumber pendapatan asli daerah sektor perhubungan.

b. Pemerintahan

Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara merupakan salah satu bagian dalam struktur pemerintahan Kabupaten Luwu Utara yang terdiri dari kepala dinas, sekretaris, sub bagian umum,kepegawaian dan keuangan, sub bagian perencanaan dan pelaporan, bidang perhubungan darat yang terdiri dari seksi manajemen dan rekayasa lalulintas, seksi angkutan dan terminal, seksi pengendalian operasional perhubungan darat, bidang perhubungan laut dan sungai yang terdiri dari seksi, seksi angkutan laut dan sungai, seksi pembinaan dan pengawasan keselamatan laut dan sungai, seksi pengendalian operasional perhubungan laut dan sungai, bidang sarana dan prasarana yang terdiri dari seksi, seksi pembinaan operasional, seksi peralatan dan pemeliharaan, seksi data,informasi dan evaluasi, dan kelompok jabatan fungsional.

37

Adapun bagan struktur organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara adalah sebagai berikut:

Gambar 4.2

Sumber : Bagan Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara

c. Tugas dan fungsi Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara Tugas dan fungsi kepala dinas sesuai pasal 5 terdiri dari:

1. Kepala dinas sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a mempunyai tugas memimpin, merencanakan, memberi petunjuk, membagi tugas, mengatur, mengoordinasikan, melaksnakan dan mengendalikan penyelenggaraan sebagai urusan pemerintaha daerah di bidang perhubungan.

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut: Perumusan kebijakan teknis bidang perhubungan, pelaksanaan kebijakan teknis bidang perhubungan, pelaksanaan administrasi bidang perhubungan,pembinaan,pengoordinasian,pengelolaan,pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan Dinas Perhubungan, pelaksnaan evaluasi dan pelaporan bidang perhubungan dan pelaksanaan fungsi kedinasan lainnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

3. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Kepala Dinas mempunyai uraian tugas sebagai berikut: Merumuskan kebijakan tkenis bidang perhubungan, merumuskan dan melaksnakan visi dan misi dinas untuk mendukung visi dan misi kabupaten dan kebijakan Bupati, merumuskan rencana strategis (RENSTRA) dan rencana kerja (RENJA) dinas, merumuskan program dan kegiatan pada sekretariat, bidang perhubungan darat, bidang perhubungan laut dan sungai dan bidang sarana dan prasrana,

39

mengoordinasikan dan merumuskan LPPD,LKPJ,SAKIP dan segala bentuk pelaporan lingkup dinas perhubungan, mengoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan program dan kegiata sekretariat,bidang perhubungan darat,bidang perhubungan laut dan sungai dan bidang sarana dan prasarana, melaksnakan kebijkan teknis penyelenggaraan dan pembinaan perhubungan darat, melaksnakan kebijakan teknis penyelenggaraan dan pembinaan perhubungan laut dan sungai, melaksanakan kebijakan teknis sarana dan prasarana perhubungan, melaksanakan tugas pembantuan dari pemerintah atau pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten sesuai dengan bidang tugasnya, melaksnakan pembinaan staf dalam pelaksanaan tugas, mempelajari,memahami dan melaksnakan ketentuan yang berlaku berkaitan dengan lingkup tugasnya sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas, memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada pimpinan, melaksnakan koordinasi dengan instansi terkait lainnya sesuai dengan lingkup tugasnya, melaksnakan pembinaan disiplin dan pembagian tugas aparatur sipil negara dilingkup dinas perhubungan, memberi petunjuk,menilai dan mengevaluasi hasil kerja bawahan agar pelaksnaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menyampaikan laporan hasil pelaksnaan tugas kepada bupati melalui sekretaris daerah dan melaksnakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan fungsi Sekretariat sesuai dengan pasal 6 yang terdiri dari beberapa

ayat:

1. Sekretariat sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf b dipimpin oleh seorang sekretaris, mempunyai tugas memimpin, merencanakan, melaksnakan, mengatur, memberi petunjuk, membagi tugas, mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan tugas sekretariat dinas perhubungan.

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut: Perencanaan program dan kegiatan sekretariat dinas perhubungan, pelaksanaan program dan kegiatan sekretariat dinas perhubungan, pembiaan dan pembagian tugas pada sekretariat dinas perhubungan, pengoordinasian,pengendalian dan pengawasan pelaksnaan program dan kegiatan sekretariat dinas perhubungan, pengendalian, evaluasi dan peaporan pelaksanaan tugas sekretariat dinas perhubungan, dan pelaksnaan fungsi kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Sekretariat mempunyai uraian tugas sebagai berikut: Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis sekretariat dinas perhubungan, mengoordinasikan penyusunan rencana strategis (RENSTRA) dan rencana kerja (RENJA) dinas, mengoordinasikan pelaksnaan tugas sub bagian umum,kepegawaian dan keuangan serta sub bagian perencanaan dan pelaporan, mengoordinasikan setiap bidang dalam perumusan dan penyusunan LPPD,LKPJ,SAKIP dan segala

41

bentuk pelaporan lainnya sesuai bidang tugasnya, merumuskan program dan kegiatan lingkup Sekretariat, menyelenggarakan administrasi keuangan dan aset daerah dilingkup dinas perhubungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengoordinasikan,menghimpun,menganalisa dan mengevaluasi program dan pelaporan dinas, mengoordinasikan penyelenggaraan urusan ketatausahaan pada dinas, mengoordinasikan penyusuan analisis jabatan (ANJAB), analisa kebutuhan pegawai (ABK), evaluasi jabatan (EVJAB), dan standar kompetensi jabatan (SKJ) lingkup dinas, melaksankan dan mengelola administrasi kepegawaian lingkup dinas, melaksnakan analisa kebutuhan,memelihara,mendayagunakan serta mendistribusikan sarana dan prasarana di lingkup dinas, mengelola administrasi dan penata usahaan keuangan dinas, memberikan saran pertimbangan teknis kepada atasan, melaksanakan pembinaan disiplin dan pembagian tugas aparatur sipil negara di lingkup dinas sekretariat, memberi petunjuk,menilai dan mengevaluasi hasil kerja bawahan agar pelaksnaan tugas dapat berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menyampaikan laporan pelaksnaan tugas dan\atau kegiatan kepada atasan dan melaksnakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan fungsi Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Keuangan sesuai dengan pasal 7 yaitu:

1. Sub Bagian Umum,Kepegawaian dan Keuangan sebagaimana dimaksud pada pasal 3 huruf b angka 1 dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengatur, memberi petunjuk, membagi tugas, mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan operasional administrasi umum, kepegawaian dan keuangan.

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala sub bagian umum, kepegawaian dan keuangan mempunyai fungsi sebagai berikut: Perencanaan kegiatan sub bagian umum,kepegawaian dan keuangan, pelaksanaan kegiatan sub bagian umum,kepegawaian dan keuangan, pembinaan dan pembagiantugas pada sub bagian umum dan kepegawaian, pengoordinasian, pengendalian, pengawasan kegiatan sub bagian umum dan kepegawaian, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan sub bagian umum dan kepegawaian, pelalsanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dan ayat (2), Kepala Sub Bagian Umum,Kepegawaian dan Keuangan mempunyai uraian tugas sebagai berikut: Merencanakan kegiatan sub bagian umum,kepegawaian dan keuangan, melaksnakan kegiatan sub bagian umum, kepegawaian dan keuangan, mengoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan sub bagian umum,kepegawaian, dan keuangan, mengatur

43

pelaksanaan administrasi persuratan sesuai dengan ketentuan tata naskah dinas (TND) yang berlaku, menyusun kebutuhan pegawai melalui pemetaan dan pelaksanaan analisis jabatan (ANJAB) dan analisis beban kerja (ABK) lingkup dinas, melaksanakan penyusunan evaluasi jabatan (EVJAB) dan standar kompetensi jabatan (SKJ) lingkup dinas, ,mendistribusikan dan memelihara sarana dan prasarana di lingkungan dinas, melaksanakan tugas kehumasan dan protokoler dinas, melaksanakan urusan administrasi kepegawaian dilingkup dinas, melaksanakan penyusunan sasaran kinerja pegawai (SKP), melaksnakan administrasi aset daerah dilingkup tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, meneliti kelengkapan SPP-L pengadaan barang dan jasa, meneliti kelengkapan SPP-UP,SPP-GU,SPP-TU,dan SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta penghasilan lainnya, melakukan verifikasi SPJ, menyiapkan dan meneliti SPM, mengelola administrasi perjalanan dinas, menyusun segala bentuk pelaporan keuangan sesuai dengan peraturan dan perindang-undangan yang berlaku, melaksnakan pengeloaan gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil dan pegawai tidak tetap,melaksnakan pembinaan disiplin dan pemabagian tugas aparatur sipil negara di lingkup sub umum,kepegawaian dan keuangan, memberi petunjuk dan menilai dan mengevaluasi hasil kerja bawahan, menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dan atau kegiatan kepada atasan, melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.

Tugas dan fungsi Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan sesuai dengan pasal 8 yaitu:

1. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan sebagaimana dimaksud pasal 3 huruf b angka 2 dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian mempunyai tugas memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengatur, memberi petunjuk, membagi tugas,mengoordinasikan dan mengendalikan kegitan operasional administrasi sub bagian perencanaan dan pelaporan.

2. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: Perencanaan kegiatan sub bagian perencanaan dan pelaporan, pelaksanaan kegiatan sub bagian perencanaan dan pelaporan, pembinaan dan pembagian tugas pada sub bagian perencanaan dan pelaporan, pengoordinasian,pengendalian,pengawasan kegiatan sub bagianperencanaan dan pelaporan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan sub bagian perencanaan dan pelaporan, pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya,

3. Untuk melaksnakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai uraian tugas sebagai berikut: Merencanakan kegiatan sub bagian perencanaan dan pelaporan, melaksanakan kegiatan sub bagian perencanaan dan pelaporan, mengoordinasikan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan sub bagian perencanaan dan

45

pelaporan, menghimpun, menyeiapakn, mengoordinasikan, memfasilitasi dan menyusun rencana strategis (RENSTRA) dan rencana kerja (RENJA) dinas, menyiapkan, mengoordinasikan, memfasilitasi bahan penyusunan LPPD, LKPJ, menyiapkan, mengoordinasikan, memfasilitasi dan menyusun SAKIP dan segala bentuk pelaporan lainnya lingkup dinas, menghimpun, mensinkronisasikan, dan menyusun perencanaan program dan kegiatan serta anggaran dari masing-masing bidang, menghimoun dan menyusun rencana kegiatan anggaran (RKA) dan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dari setiap bidang, menghimpun dan menganalisa data capaian realisasi fisik dan anggaran setiap bidang, memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan, melaksnakan pembinaan disiplin dan pe, bagian tugas aparatur sipil negara dilingkup sub bagian perencanaan dan pelaporan, memberi petunjuk, menilai dan mengevaluasi hasil kerja bawahan, menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dan atau kegiatan kepada atasan, melaksnakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.

Dalam dokumen KABUPATEN LUWU UTARA (Halaman 45-60)

Dokumen terkait