BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan dan Hasil Penelitian…
51
“setiap penugasan yang diberikan atasan kepada pegawai itu sesuai dengan penugasannya masing-masing agar tingkat pencapaian lebih tepat sasaran, dimana pimpinan selalu memberikan arahan kepada pegawainya”.(Wawancara bersama R, 10 Januari 2022)
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam proses pengawasan pimpinan melakukan tugasnya sebagai controling dalam setiap kinerja yang dilakukan oleh bawahannya. Sehingga terdapat bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja yang belum maksimal.
Kedua penyajian data yaitu, peneliti melakukan pengumpulan data untuk menggambarkan kejadian di lokasi, data yang telah direduksi setelah data terkumpul dalam bentuk gambar, catatan dan hasil wawancara selanjutnya dijelaskan dalam bentuk teks deskriptif yang telah di susun secara sistematis yang dapat membantu pembaca dalam memahami hasil penelitian,
Ketiga, penarikan kesimpulan yaitu dengan adanya data-data yang ada dan informasi yang diperoleh dari informan dapat ditarik dari kesimpulan untuk menjawab rumusan masalah.
Analisis terhadap manajemen peningkatan kompetensi sumber daya manusia di dinas perhubungan Kabupaten Luwu Utara dapat dilihat dari teori yang dikemukakan oleh Georgy R. Terry, yaitu:
1. Perencanaan (planning)
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara mengenai perencanaan menunjukkan bahwa secara proses dan prosedur dalam pembagian kerja ini sangatlah penting agar lebih mudah dalam meningkatkan kinerja seorang pegawai serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan tupoksinya dan menjadi patokan dalam melayani dengan cepat dan tepat. Tujuan dari evaluasi dalam setiap pembagian tugas untuk melihat bagaimana kinerja pegawai apakah tugas yang diberikan sudah terlaksana dengan baik atau belum.
Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat serta kuatnya komitmen pemerintah dalam menerapkan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan yang berbasis elektronik yang menjadi salah satu tantangan dan
53
lebih profesional dalam bekerja. Kegiatan pelatihan ini juga dapat membantu pegawai dalam mengembangkan potensi diri.
Berdasarkan hasil observasi dilapangan di sesuaikan dengan peningkatan kinerja perlu adanya perencanaan yang baik guna mendorong terciptanya sikap dan tindakan yang profesional dalam meningkatkan mutu kualitas pada diri pegawai dalam mengembangkan potensi diri.
2. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian pada Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara dilihat dari pembagian tugas yang diberikan sesuai dengan tupoksi masing- masing sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai agar lebih optimal dalam melaksnakan tugasnya.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa dalam setiap pembentukan dan penyusunan perangkat pegawai yang dilaksanakan itu disesuaiakan dengan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing pegawai, sehingga dalam proses pembagian tugas setiap pegawai dapat mempertanggung jawabkan apa yang diberikan.
Secara umum dalam proses pengorganisasian atau organizing salah satu strategi untuk meningkatkan sumber daya manusia dimulai dari proeses penempatan pegawai. Pembentukan dan penyusunan perangkat organisasi harus sesuai dengan tupoksi dan kompetensi masing-masing bidang, sehingga dalam pembagian tugas pegawai bisa mempertanggung jawabkan tugas yang diberikan sesuai dengan wewenangnya.
3. Pemberian Motivasi (Motivating)
Pemberian motivasi yaitu proses pemberian dorongan atau semangat kerja agar mampu bekerja sama dalam upaya mencapai kepuasan kerja.
Memberi motivasi dan berinovasi untuk mengekspresikan berbagai kemampuan yang dimiliki karyawan, tidak cukup hanya dengan cara mendorong untuk berperilaku motivatif, tetapi seorang pimpinan juga harus menjaga moral kerja agar semangat kerja tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.
Namun demikian dengan saling memberi dukungan dan semangat dalam setiap menyelesaikan pekerjaan antara pimpinan dan karyawan akan memberikan suasana nyaman yang dapat memberikan sumbangan positif bagi organisasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pemberian motivasi kepada pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara bahwa dengan saling memberikan dorongan atau dukungan dalam semangat bekerja guna memudahkan dalam mencapai tujuan organisasi. Diberikannya motivasi kepada karyawan mampu menciptakan suasana hubungan kerja yang baik, meningkatkan loyalitas dan mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas dan pekerjaannya.
4. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
55
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengawasan bahwa pengukuran pegawai yang dilakukan dalam pengawasan kegiatan kerja dinas perhubungan , dan perbandingan seperti apa yang dilakukan dalam menilai keberhasilan pengawasan peningkatan sumber daya manusia. Dengan demikian proses pengawasan pimpinan melakukan tugasnya sebagai controling dalam setiap kinerja yang dilakukan oleh bawahannya. Sehingga terdapat bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja yang belum maksimal.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai Manajemen Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Di Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Dalam proses rencana kerja dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada dalam upaya peningkatan sumber daya manusia. Dalam proses kompetensi sumber daya manusia, perencanaan memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan kinerja pegawai sehigga pegawai bisa bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sesuai dengan kompetensi dan tupoksi nya masing-masing.
Selanjutnya diperlukan utnuk mengukur bagaimana kinerja pegawai,apakah tugas dan tanggung jawab yang diberikan sudah terlaksana atau belum.
2. Dalam hal ini proses pengorganisasian atau organizing merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dimulai dari proses penempatan pegawai. Pembentukan dan penyusunan perangkat organisasi harus sesuai dengan tupoksi dan kompetensi masing-masing bidang, sehingga dalam pembagian tugas pegawai bisa mempertanggung jawabkan tugas yang diberikan sesuai dengan wewenangnya.
3. Dengan saling memberikan dorongan atau dukungan dalam semangat bekerja guna memudahkan dalam mencapai tujuan organisasi. Diberikannya motivasi kepada karyawan mampu menciptakan suasana hubungan kerja yang baik, meningkatkan loyalitas dan mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan
57
terhadap tugas dan pekerjaannya.
4. Dilihat dari pengukuran pegawai yang dilakukan dalam pengawasan kegiatan kerja dinas perhubungan , dan perbandingan seperti apa yang dilakukan dalam menilai keberhasilan pengawasan peningkatan sumber daya manusia. Dengan demikian proses pengawasan pimpinan melakukan tugasnya sebagai controling dalam setiap kinerja yang dilakukan oleh bawahannya. Sehingga terdapat bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja yang belum maksimal.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyarankan bahwa:
1. Harus selalu dilakukan pembinaan disiplin pada pegawai sehingga tidak mengulangi kesalahan dalam melaksnakan tugasnya.
2. Partisipasi pegawai dalam pelaksanaan pembinaan perlu ditingkatkan sehingga menjalankan tugas dan fungsinya lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Batlajery, S. (2016). Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen Pada Aparatur Pemerintahan Kampung Tambat Kabupaten Merauke. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial.
Hadi, S. (2017). Pemeriksaan Keabsahan Data Penelitian Kualitatif Pada Skripsi.
Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 22(1), 109874.
Https://Doi.Org/10.17977/Jip.V22i1.8721
Karmila, F. (N.D.). Strategi Peningkatan Kompetensi Pegawai Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau.
Kencono, R. A. Y. U. (2019). Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Di Bank Syariah Mandiri Kcp Gombong, Kebumen. Iain Purwokerto.
M, A., & Ali, H. (2017). Model Kepuasan Pelanggan: Analisis Kualitas Produk Dan Kualitas Layanan Terhadap Citra Merek Pada Giant Citra Raya
Jakarta. Jurnal Manajemen, 21(3), 317.
Https://Doi.Org/10.24912/Jm.V21i3.254
Nahdhah, N. (2018). Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetitif: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Nururhuda, A. (2018). Evaluasi Kurikulum Al Islam Kemuhammadiyahan Dan Bahasa Arab Berbasis Integratif-Holistic Di Sma Muhammadiyah 1 Muntilan.Tarbiyatuna, 9(2),134–150.
Https://Doi.Org/10.31603/Tarbiyatuna.V9i2.2414
Ray, R. I. W. (2019). Perencanaan Manajemen Strategis Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Kasus Pada Krl Commuter Line Bogor- Jakarta). Business Management Journal, 14(2).
Sambow, L. N., Kiyai, B., & Laloma, A. (2015). Strategi Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Di Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Jurnal Administrasi Publik, 4(32).
Sari, M. V. (2016). Strategi Pemerintah Kotatanjungpinang Dalam Perspektif Budaya Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisata. Jurnal Umrah, Diakses Darihttp://Jurnal.Umrah.Ac.Id/Wp-
Content/Uploads/Gravity_Forms/1ec6c9cb232a96d0947c6478e525e/201 6/08
/Jurnal10. Pdf.
59
Sellang, K., & Darman, M. (2016). Penerapan Prinsip-Prinsip Manajemen Dalam Kepemimpinan Di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Muhammadiyah Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Akmen.
Syamsuddin. (2017). Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Idaarah.
Yuniasih, N., Ladamay, I., & Wahyuningtyas, D. T. (2014). Analisis Pembelajaran Tematik Pada Kurikulum 2013 Di Sdn Tanjungrejo 1
Malang. Mimbar Sekolah Dasar, 1(2).
Https://Doi.Org/10.17509/Mimbar-Sd.V1i2
L A M
P
I
R
A
N
61
Gambar 1. Foto bersama Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara
Gambar 2. Wawancara bersama Kasubag Perencanaan dan Pelaporan
Gambar 3. Wawancara bersama Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara
Gambar 4. Wawancara bersama Kasubag Umum, Kepegawaian dan Keuangan
63
Gambar 5. Foto bersama staf Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara
LAMPIRAN 1: MATRIKS INSTRUMEN PENELITIAN
No Fokus Masalah Pertanyaan Penelitian Informan Keterangan
A Strategi Pemerintah Dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia Pada Dinas
Perhubungan Kabupaten Luwu Utara
1. Bagaimana tingkat spesifik perencanaan peningkatan SDM dinas Perhubungan?
2. Bagaimana tingkat keberhasilan dalam setiap perencanaan yang dilakukan?
3. apakah ada peningkatan kemampuan SDM setelah melaksanakan program-program yang dimaksud?
4. Apakah ada sanksi bagi pegawai yang tidak mampu meningkatkan SDMnya?
1. Sekretaris Dinas Perhubungan
2. Pegawai Dinas Perhubungan
1. Selama ini, bagaimana hasil yang dicapai setiap ada penugasan yang diberikan bagi pegawai yang dimaksud?
2. Setiap pembagian kerja yang diberikan, apakah tepat sasaran sesuai masing-masing keahlian atau hanya sekedar mengisi kekosongan pembagian kerja tersebut?
3. Bagaimana tanggung jawab pegawai yang diberikan pegawai, apakah masing-masing bertanggung jawab atau ada juga yang lalai dalam tanggung jawabnya?
4. Apakah ada pegawai yang menyalahi
wewenangnya ? dan apa sanksi bagi pegawai atau pejabat yang menyalahi wewenangnya?
1. Apakah selama ini para pegawai selalu menjalankan tugasnya dengan baik atau sesuai prosedur kerja yang ada?
2. Bagaimana fungsi dan peran para pegawai selama berada di dinas perhubungan ini? Apakah berjalan efektif atau ada hal-hal yang diluar dari ketetapan kantor?
1. bagaiman tingkat pelaksanaan supervise disetiap pengembangan SDM di dinas Perhubungan?
2. Bagaimana tingkat keberhasilan dalam setiap pengawasan yang dilakukan piminan?
Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya.
Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis.
Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.
Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan.
Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan.
Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi
65
67