• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Objek Penelitian

Dalam dokumen Pengaruh Tindakan Penagihan Pajak Aktif (Halaman 90-101)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 173/KMK.01/1979 tanggal 17 April 1979 dan merupakan salah satu unit vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang telah memelopori reformasi birokrasi sejak tahun 2005. Hingga saat ini, Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus senantiasa melakukan perbaikan dalam kerangka reformasi birokrasi agar tetap menjadi instansi yang kredibel di mata Wajib Pajak dan stakeholder . Keterbukaan dalam proses komunikasi kepada para pemangku kepentingan tersebut diharapkan mendukung akselerasi reformasi sehingga dapat meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat kepada DJP yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak.

Saat ini Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus yang beralamat di Gedung A2 Lantai 4-6 Kompleks Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 40-42 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan wilayah kerja seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, membawahi 9 KPP yakni :

1. KPP Penanaman Modal Asing Satu (KPP PMA 1), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak sektor :

 Industri Kertas, dan Barang dari Kertas.

 Industri Pencetakan, dan Reproduksi Media Rekaman.

 Industri Produk dari Batubara dan Pengilangan Minyak Bumi.

 Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia.

 Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional.

 Industri Karet, Barang dari Karet, dan Plastik.

 Industri Barang Galian Bukan Logam.

2. KPP Penanaman Modal Asing Dua (KPP PMA 2), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak sektor :

 Industri Logam Dasar.

 Industri Barang Logam, bukan Mesin dan peralatannya.

 Industri Komputer barang elektronik dan Optik.

 Industri Peralatan Listrik.

 Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL.

 Industri Kendaraan Bermotor, trailer dan Semi Trailer.

 Industri Alat Angkutan lainnya.

 Industri Pengolahan Lainnya.

3. KPP Penanaman Modal Asing Tiga (KPP PMA 3), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak sektor :

 Pertambangan Batubara dan Lignit.

 Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam dan Panas Bumi.

 Pertambangan Bijih logam.

 Pertambangan dan Penggalian Lainnya.

 Jasa Pertambangan.

 Perdagangan, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda

Motor.

 Perdagangan Besar Bukan Mobil dan Sepeda Motor.

 Perdagangan Eceran Bukan Mobil dan Motor.

4. KPP Penanaman Modal Asing Empat (KPP PMA 4), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak sektor :

 Industri Makanan

 Industri Minuman.

 Industri Pengolahan Tembakau.

 Industri Tekstil.

 Industri Pakaian Jadi.

 Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki.

 Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk

furnitur).

5. KPP Penanaman Modal Asing Lima (KPP PMA 5), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak sektor :

 Pertanian Tanaman, Peternakan, Perburuan dan Kegiatan YBDI.

 Kehutanan dan Penebangan Kayu.

 Perikanan.

 Jasa reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan.

 Pengadaaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin.

 Pengadaan Air.

 Jasa Pembersihan dan Pengelolaan Sampah Lainnya.

 Angkutan Darat dan Angkutan Melalui Saluran Pipa.

 Angkutan Air.

 Angkutan Udara.

 Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan.

 Pos dan Kurir.

 Penyiaran dan Pemrograman.

 Telekomunikasi.

 Kegiatan Pemrograman, Konsultasi computer dankegiatan YBDI

 Kegiatan jasa Informasi.

 Jasa Keuangan Bukan Asuransi dan Dana Pensiun.

 Asuransi, Reasuransi dan Dana Pensiun, Bukan Jaminan Sosial

Wajib.

 Jasa Penunjang Jasa Keuangan, Asuransi dan Dana Pensiun.

 Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

 Jasa Persewaan dan Sewa Guna usaha Tanpa Hak Opsi.

 Jasa Ketenagakerjaan.

 Jasa Agen Perjalanan, Penyelenggara Tur dan Jasa Reservasi

Lainnya.

 Jasa Keamanan dan Penyelidikan.

 Jasa Untuk Gedung dan Pertamanan.

 Jasa Administrasi Kantor, Jasa Penunjang Kantor dan Jasa Penunjang Usaha.

 Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib.

 Jasa Pendidikan.

 Jasa Kesehatan Manusia.

 Jasa Kegiatan Sosial di dalam Panti.

 Jasa Kegiatan Sosial di luar Panti.

6. KPP Penanaman Modal Asing Enam (KPP PMA 6), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak sektor :

 Konstruksi Gedung.

 Konstruksi Bangunan Sipil.

 Kontruksi Khusus.

 Penyediaan Akomodasi.

 Penyediaan Makanan dan Minuman.

 Real Estate.

 Jasa Arsitektur dan teknik Sipil, Analisis dan Uji Teknis.

 Periklanan dan Penelitian Pasar.

 Jasa Profesional Ilmiah dan teknik Lainnya.

 Kegiatan Hiburan, Kesenian dan Kreativitas.

 Kegiatan Olahraga dan rekreasi Lainnya.

 Kegiatan Keanggotaan Organisasi.

7. KPP Badan dan Orang Asing (KPP Badora), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak Bentuk Usaha Tetap dan Orang Asing yang berkedudukan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

8. KPP Perusahaan Masuk Bursa (KPP PMB), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak yang pernyataan pendaftaran emisi sahamnya telah dinyatakan efektif oleh Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, badan-badan khusus (Self Regulatory Organization) yang didirikan dan beroperasi di bursa berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Perusahaan efek non bank.

9. KPP Minyak dan Gas Bumi (KPP Migas), mempunyai tugas pokok mengadministrasikan Wajib Pajak yang bergerak di bidang Minyak dan Gas Bumi.

Hingga tahun 2017, rincian jumlah Wajib Pajak di Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1

Jumlah Wajib Pajak di Kanwil DJP Jakarta Khusus per 31 Desember 2017

Nama KPP Jumlah WP Terdaftar Jumlah WP Efektif

KPP PMA 1 905 WP Badan 742 WP Badan

KPP PMA 2 892 WP Badan 736 WP Badan

KPP PMA 3 953 WP Badan 487 WP Badan

KPP PMA 4 1.128 WP Badan 701 WP Badan

KPP PMA 5 1.515 WP Badan 834 WP Badan

KPP PMA 6 2.254 WP Badan 920 WP Badan

KPP Badora 31.857 WP OP 25.282 WP OP

4.171 WP Badan 1.207 WP Badan

KPP PMB 1.548 WP Badan 647 WP Badan

KPP Migas 1.567 WP Badan 958 WP Badan

Total Kanwil DJP Jakarta Khusus

31.857 WP OP 14.933 WP Badan

25.282 WP OP 7.232 WP Badan

Sumber : Kanwil DJP Jakarta Khusus

Adapun rencana (target) dan realisasi penerimaan pajak di Kanwil DJP Jakarta Khusus berdasarkan Laporan Keuangan Audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan adalah sebagai berikut :

1. Data Penerimaan Tahun 2012 Tabel 4.2

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Tahun 2012

Nama KPP Target Realisasi Capaian

KPP

PMA 1 14,583,213,250,001 11,255,379,504,093 77.18%

KPP

Badora 3,308,391,150,000 2,629,459,731,457 79.48%

KPP

PMB 22,350,518,150,000 17,403,947,419,844 77.87%

KPP

PMA 2 17,265,214,050,001 13,965,363,137,325 80.89%

KPP

PMA 3 17,810,434,860,000 14,490,474,366,969 81.36%

KPP

PMA 4 6,658,184,509,999 5,288,554,167,362 79.43%

KPP

PMA 5 12,257,609,879,999 10,004,074,207,680 81.62%

KPP

PMA 6 9,100,899,540,000 7,280,218,369,125 79.99%

KPP

Migas 97,343,502,743,648 110,084,158,485,329 113.09%

Total Kanwil DJP Jakarta Khusus

200,677,968,133,648 192,401,629,389,182 95.88%

Sumber : Laporan Keuangan Audit BPK Kanwil DJP Jakarta Khusus

2. Data Penerimaan Tahun 2013

Tabel 4.3

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Tahun 2013

Nama KPP Target Realisasi Capaian

KPP

PMA 1 14,177,712,495,145 12,694,196,217,550 89.54%

KPP

Badora 2,443,009,495,364 2,334,825,463,584 95.57%

KPP

PMB 21,400,645,882,095 19,405,276,399,203 90.68%

KPP

PMA 2 16,233,648,281,633 13,930,704,879,368 85.81%

KPP

PMA 3 12,720,726,865,854 10,744,320,983,610 84.46%

KPP

PMA 4 6,616,161,182,887 5,540,068,572,097 83.74%

KPP

PMA 5 12,393,330,467,611 11,800,201,380,945 95.21%

KPP

PMA 6 8,699,898,994,441 8,443,158,153,952 97.05%

KPP

Migas 114,497,291,005,966 125,770,435,418,163 109.85%

Total Kanwil DJP Jakarta Khusus

209,182,424,670,996 210,663,187,468,471 100.71%

Sumber : Laporan Keuangan Audit BPK Kanwil DJP Jakarta Khusus

3. Data Penerimaan Tahun 2014

Tabel 4.4

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Tahun 2014

Nama KPP Target Realisasi Capaian

KPP

PMA 1 15,744,978,044,577 14,635,822,363,097 92.96%

KPP Badora

3,023,921,065,003 3,671,337,752,223 121.41%

KPP PMB

23,747,301,907,647 21,765,268,453,332 91.65%

KPP PMA 2

16,931,263,967,084 14,633,217,448,447 86.43%

KPP 13,775,357,445,913 11,947,516,899,367 86.73%

PMA 3 KPP PMA 4

7,080,595,112,108 6,289,995,299,393 88.83%

KPP PMA 5

14,953,622,768,012 13,060,433,127,240 87.34%

KPP PMA 6

10,797,807,300,439 9,492,109,393,401 87.91%

KPP Migas

123,952,370,099,217 126,776,685,087,502 102.28%

Total Kanwil DJP Jakarta Khusus

230,007,217,710,000 222,272,385,824,002 96.64%

Sumber : Laporan Keuangan Audit BPK Kanwil DJP Jakarta Khusus

4. Data Penerimaan Tahun 2015

Tabel 4.5

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Tahun 2015

Nama KPP Target Realisasi Capaian

KPP

PMA 1 20,685,793,677,481 14,836,901,201,340 71.73%

KPP

Badora 5,127,794,711,778 4,166,632,259,827 81.26%

KPP

PMB 31,429,728,400,435 27,249,563,196,166 86.70%

KPP

PMA 2 20,372,812,823,830 13,473,186,935,540 66.13%

KPP

PMA 3 16,636,752,544,968 11,742,791,538,362 70.58%

KPP

PMA 4 8,746,293,146,100 7,327,776,334,038 83.78%

KPP

PMA 5 18,248,063,100,124 13,665,418,377,988 74.89%

KPP

PMA 6 13,538,084,425,733 9,775,936,876,565 72.21%

KPP

Migas 101,891,520,693,551 97,606,359,337,496 95.79%

Total Kanwil DJP Jakarta Khusus

236,676,843,524,000 199,844,566,057,322 84.44

% Sumber : Laporan Keuangan Audit BPK Kanwil DJP Jakarta Khusus

5. Data Penerimaan Tahun 2016

Tabel 4.6

Nama KPP Target Realisasi Capaian KPP

PMA 1

19,875,305,955,834 13,527,426,692,494 68.06%

KPP Badora

5,588,061,873,066 4,202,433,571,173 75.20%

KPP PMB

37,590,171,330,703 24,834,491,548,865 66.07%

KPP PMA 2

18,319,308,616,076 13,112,783,516,227 71.58%

KPP PMA 3

16,054,191,513,681 11,707,303,895,077 72.92%

KPP PMA 4

9,886,502,722,782 7,063,568,405,324 71.45%

KPP PMA 5

18,567,364,465,238 15,672,226,369,065 84.41%

KPP PMA 6

13,488,366,472,423 9,278,535,928,379 68.79%

KPP Migas

80,616,963,064,193 61,009,433,489,240 75.68%

Total Kanwil DJP Jakarta Khusus

219,986,236,013,996 160,408,203,415,844 72.92%

Sumber : Laporan Keuangan Audit BPK Kanwil DJP Jakarta Khusus

Sedangkan kondisi tunggakan pajak di Kanwil DJP Jakarta Khusus berdasarkan Laporan Keuangan Audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.7

Tunggakan Pajak di Kanwil DJP Jakarta Khusus Tahun 2012-2016

Tahun Periode

Total Tunggakan Pajak (Dalam Rupiah)

2012

Semester I(Jan-Jun)

25.798.966.608.772 Semester II(Jul-Des)

12.495.999.047.540 Total Tunggakan Tahun 2012 38.294.965.656.312

2013

Semester I(Jan-Jun)

9.680.336.120.637 Semester II(Jul-Des)

15.642.689.269.291

Total Tunggakan Tahun 2013 25.323.025.389.928

2014

Semester I(Jan-Jun)

28.945.411.442.755 Semester II(Jul-Des)

12.174.204.465.334 Total Tunggakan Tahun 2014 41.119.615.908.089

2015

Semester I(Jan-Jun)

36.800.861.336.582 Semester II(Jul-Des)

5.568.443.771.124 Total Tunggakan Tahun 2015 42.369.305.107.706

2016

Semester I(Jan-Jun)

18.123.403.663.388 Semester II(Jul-Des)

6.068.749.119.409 Total Tunggakan Tahun 2016 24.192.152.782.797

Sumber : Laporan Keuangan Audit BPK Kanwil DJP Jakarta Khusus

Dalam penelitian ini ditekankan pada pengujian pengaruh antara Surat Teguran, Surat Paksa dan Surat Pelaksanaan Melaksanakan Penyitaan terhadap pencairan tunggakan pajak.Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah KPP di Lingkungan Kanwil DJP Jakarta khusus selama periode penelitian.

Peneliti menggunakan metode purposive sampling untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian, maka terpilihlah 4 KPP yang memenuhi kriteria dan dijadikan sampel pada penelitian ini yakni KPP PMA Empat, KPP Badora, KPP PMB dan KPP Migas.

Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Informasi dan Monitoring SIDJP Menu Penagihan khususnya pada Register Surat Teguran, Register Surat Paksa, Register Surat Sita, Manual Pembayaran Piutang dan Data Modul Penerimaan Negara (MPN)

KPP yang menjadi sample penelitian. Dalam penelitian ini, periode pengamatan adalah 5 tahun yakni sejak tahun 2012 sampai tahun 2016. Dengan demikian sample penelitian ditentukan sebanyak 20 sampel.

Setelah mengetahui KPP yang dijadikan sample pada penelitian ini, maka melalui register penagihan (Register Surat Teguran, Register Surat Paksa dan Register Surat Sita) serta data MPN yang diperoleh, peneliti akan menghitung menggunakan skala rasio dari setiap penerbitan dan pembayaran atas Surat Teguran, Surat Paksa dan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan dari setiap KPP yang dijadikan sampel.

Selanjutnya, diuji menggunakan uji normalitas dan dianalisa menggunakan uji analisis regresi berganda. Keseluruhan proses ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang telah ada dan pembuktian hipotesis yang terdapat dalam penelitian ini.

Dalam dokumen Pengaruh Tindakan Penagihan Pajak Aktif (Halaman 90-101)

Dokumen terkait