BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
A. Deskripsi Statistik
Deskripsi data ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran dalam jaringan. Data ini diperoleh dari angket yang disebarkan kepada siswa kelas XI SMPN 1 Dolopo. Adapun angket penelitian variabel pembelajaran dalam jaringan dan penskoran angket pembelajaran dalam jaringan dapat dilihat pada lampiran . Sedangkan mengenai data skor dan frekuensi responden dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Daftar Skor Angket Pembelajaran Dalam Jaringan
pembelajaran dalam jaringan Frequenc
y
Percent Valid Percent Cumulative Percent
V a l i d
54 1 2,5 2,5 2,5
55 1 2,5 2,5 5,0
56 2 5,0 5,0 10,0
58 2 5,0 5,0 15,0
61 1 2,5 2,5 17,5
62 1 2,5 2,5 20,0
66
66 2 5,0 5,0 25,0
67 3 7,5 7,5 32,5
68 2 5,0 5,0 37,5
69 2 5,0 5,0 42,5
72 2 5,0 5,0 47,5
73 1 2,5 2,5 50,0
74 1 2,5 2,5 52,5
76 1 2,5 2,5 55,0
80 6 15,0 15,0 70,0
81 2 5,0 5,0 75,0
83 1 2,5 2,5 77,5
84 1 2,5 2,5 80,0
86 2 5,0 5,0 85,0
88 2 5,0 5,0 90,0
90 1 2,5 2,5 92,5
98 1 2,5 2,5 95,0
99 2 5,0 5,0 100,0
Tot al
40 100,0 100,0
Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan perolehan skor variabel pembelajaran dalam jaringan tertinggi bernilai 99 dengan frekuensi 2 orang dan terendah bernilai 54 dengan frekuensi 1 orang, setelah diketahui skor jawaban angket kemudian mencari Mean (Mx₁) dan Standar Deviasi (SDx₁) dari data yang sudah diperoleh.
Cara yang digunakan untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.0. Berikut hasil perhitungan Mean dan Standar Deviasi menggunakan SPSS Versi 16.0:
Tabel 4.2 Deskripsi Statistik Pembelajaran Dalam Jaringan
Statistics
pembelajaran daring N
Valid 40
Missing 0
Mean 74,43
Std. Deviation 12,293
Berdasarkan tabel hasil perhitungan SPSS Versi 16.0 diatas, maka menghasilkan Mx1 = 74,43 dan SDx1 = 12,293. Untuk mengetahui tingkatan lingkungan keluarga yang tergolong baik, cukup, dan kurang dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus:
a. Skor lebih dari Mx + 1.SDx adalah termasuk kategori baik.
b. Skor kurang dari Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori kurang
c. Skor antara Mx – 1.SDx sampai Mx + 1.SDx adalah termasuk kategori
cukup.
Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut.
a. Mx + 1.SDx = 74,43 + 12,293
= 86,723 (dibulatkan menjadi 87)
b. Mx – 1.SDx = 74,43 - 12,293
= 62,137 (dibulatkan menjadi 62)
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa skor lebih dari 87 dikategorikan tingkat pembelajaran dalam jaringan siswa baik, sedangkan skor 62-87 dikategorikan pembelajaran dalam jaringan siswa cukup, dan skor kurang dari 62 dikategorikan pembelajaran dalam jaringan siswa kurang. Untuk mengetahui lebih jelas tentang lingkungan keluarga siswa kelas IX SMPN 1 Dolopo dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Kategori Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan
No Nilai Freque nsi
Perse ntase
Kat egor
i 1. Lebi
h dari
87
6 15% Ren
dah
2. 62-
87
27 67,5% Ting
gi 3. Kura
ng dari
62
7 17,5% Seda
ng
Juml ah
40 100%
Dari kategori tersebut dapat diketahui bahwa yang menyatakan pembelajaran dalam jaringan siswa kelas IX SMPN 1 Dolopo dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 27 responden (67,5%), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 7 responden (17,5%), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 6 responden (15%). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa pembelajaran dalam jaringan siswa kelas XI di SMAN 1 Dolopo adalah tinggi karena dinyatakan dalam kategorisasi menunjukkan presentasenya 67,5%.
1. Deskripsi Data Tentang Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IX di SMPN 1 Dolopo
Deskripsi data ini bertujuan untuk memberikan gambaran data tentang motivasi belajar. Data ini diperoleh dari angket yang disebarkan kepada siswa keas IX di SMPN 1 Dolopo. Adapun angket penelitian motivasi belajar dan penskoran angket motivasi belajar dapat dilihat pada lampiran. Sedangkan mengenai data skor dan frekuensi responden dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Daftar Skor Angket Motivasi Belajar
motivasi belajar Frequen cy
Percen t
Valid Percent
Cumulative Percent
V a l i d
51 1 2,5 2,5 2,5
53 2 5,0 5,0 7,5
57 2 5,0 5,0 12,5
59 2 5,0 5,0 17,5
60 2 5,0 5,0 22,5
61 1 2,5 2,5 25,0
63 1 2,5 2,5 27,5
66 1 2,5 2,5 30,0
67 2 5,0 5,0 35,0
68 1 2,5 2,5 37,5
69 1 2,5 2,5 40,0
70 4 10,0 10,0 50,0
73 1 2,5 2,5 52,5
75 3 7,5 7,5 60,0
76 2 5,0 5,0 65,0
78 2 5,0 5,0 70,0
79 1 2,5 2,5 72,5
80 3 7,5 7,5 80,0
90 6 15,0 15,0 95,0
91 1 2,5 2,5 97,5
92 1 2,5 2,5 100,0
Total 40 100,0 100,0
Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan perolehan skor variabel motivasi belajar tertinggi bernilai 92 dengan frekuensi 1 orang dan terendah bernilai 51 dengan frekuensi 1 orang. Setelah diketahui skor jawaban angket kemudian mencari Mean (Mx₂) dan Standar Deviasi
(SDx₂) dari data yang sudah diperoleh. Cara yang digunakan untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.0.
Berikut hasil perhitungan Mean dan Standar Deviasi menggunakan SPSS Versi 16.0:
Tabel 4.5 Deskripsi Statistik Motivasi Belajar Statistics
motivasi belajar N
Valid 40
Missing 0
Mean 72,45
Std. Deviation 12,023
Berdasarkan tabel hasil perhitungan SPSS Versi 16.0 diatas, maka menghasilkan Mx₂ = 72,45 dan SDx₂ = 12,023. Untuk mengetahui tingkatan motivasi belajar siswa yang tergolong tinggi, sedang, dan rendah dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus:
a. Skor lebih dari Mx + 1. SDx adalah kategori tinggi.
b. Skor antara dari Mx – 1.SDx sampai Mx + 1.SDx adalah kategori sedang.
c. Skor k urang dari Mx – 1.SDx adalah kategori rendah.
Adapun perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Mx₂ + SDx₂ = 72,45+ 12,023
= 84,473 (dibulatkan menjadi 84) b. Mx₂ – SDx₂ = 72,45- 12,023
= 60,427 (dibulatkan menjadi 60) Dengan demikian, dapat diketahui bahwa skor lebih dari 84 dikategorikan motivasi belajar siswa tinggi, sedangkan skor 60-84 dikategorikan motivasi belajar siswa sedang, dan skor kurang dari 60 dikategorikan motivasi belajar siswa rendah. Untuk mengetahui lebih jelas tentang motivasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Kategori Motivasi Belajar
No Nilai Freq
uensi
Persen tase
Kategori
1. Lebih dari 84
8 20% Sedang
2. 60-84 25 62,5% Tinggi
3. Kurang dari 60
7 17,5% Rendah
Jumlah 40 100%
Dari kategori tersebut dapat diketahui bahwa yang menyatakan motivasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 25 responden (62,5%), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 8 responden (20%), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 7 responden (17,5%).
Dengan demikian, secara umum dapat di katakan bahwa motivasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo adalah
tinggi karena dinyatakan dalam kategorisasi menunjukkan presentasenya 62,5%.
2. Deskripsi Data Tentang Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IX di SMPN 1 Dolopo
Deskripsi data ini untuk memberikan gambaran dari hasil dokumentasi nilai akhir pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMPN 1 Dolopo.
Adapun hasil nilai prestasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo dengan nilai tertinggi 99 dan nilai terendah 78 dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 4.7 Data Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas XI
hasil belajar Freque ncy
Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Vali d
78 1 2,5 2,5 2,5
80 7 17,5 17,5 20,0
85 1 2,5 2,5 22,5
86 3 7,5 7,5 30,0
87 4 10,0 10,0 40,0
88 4 10,0 10,0 50,0
89 2 5,0 5,0 55,0
90 11 27,5 27,5 82,5
92 1 2,5 2,5 85,0
93 1 2,5 2,5 87,5
97 2 5,0 5,0 92,5
98 2 5,0 5,0 97,5
99 1 2,5 2,5 100,0
Tot al
40 100,0 100,0
Dari tabel diatas dapat diketahui nilai tertinggi adalah 99 sedangkan nilai terendah adalah 78, setelah diketahui nilai dari prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa setelah itu mencari Mean (My) dan Standar Deviasi (SDy) dari data yang sudah diperoleh. Cara yang digunakan untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.0. Berikut hasil perhitungan Mean dan Standar Deviasi menggunakan SPSS Versi 16.0:
Tabel 4.8 Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Statistics
Prestasi belajar N
Valid 40
Missing 0
Mean 88,08
Std. Deviation 5,413
Berdasarkan tabel hasil perhitungan SPSS Versi 16.0 diatas, maka menghasilkan My= 88,08 dan SDy=
5,413. Untuk mengetahui tingkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang tergolong tinggi, sedang, dan rendah dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus :
a. Skor lebih dari My + 1. SDy adalah kategori tinggi.
b. Skor antara dari My – 1.SDy sampai My + 1.SDy adalah kategori sedang.
c. Skor kurang dari My – 1.SDy adalah kategori rendah.
Adapun perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. My + SDy = 88,08 + 5,413
= 93,493 (dibulatkan menjadi 93) b. My – SDy = 88,08 - 5,413
= 82,667 (dibulatkan menjadi 83) Dengan demikian dapat diketahui berdasarkan hasil perhitungan di atas, bahwa prestasi belajar yang lebih dari 93 dikategorikan prestasi belajar siswa mata pelajaran pendidikan Agama Islam tingkat tinggi, sedangkan skor 83 sampai dengan 93 dikategorikan prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tingkat sedang, dan skor dibawah 83 dikategorikan prestasi belajar belajar siswa mata pelajaran pendidikan Agama Islam tingkat rendah. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kategori prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMPN 1 Dolopo dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9 Kategori Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas IX
N o
Nilai Freq uensi
Perse ntase
Kategori
1 .
Lebih dari 93
6 15% Rendah
2 .
83-93 26 65% Tinggi
3 .
Kurang dari 83
8 20% Sedang
Jumlah 40 100%
Dari tingkatan yang sudah dikategorikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa yang menyatakan prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMPN 1 Dolopo dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 26 anak dengan prosentase sebesar (65%), sedangkan dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 8 anak dengan prosentase sebesar (20%) dan yang dikategorikan rendah dengan frekuensi anak dengan prosentase sebesar (15%). Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX DI SMPN 1 Dolopo adalah dalam kategori sedang dengan presentase (65%).