• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Hipotesis dan Interpretasi

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

B. Inferensial Statistik

2. Uji Hipotesis dan Interpretasi

a. Uji Regresi Linier Sederhana

Uji regresi sederhana dilakukan pada hubungan kasual satu variabel independen dengan satu variabel dependen.63 Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah 1 dan 2 menggunakan rumus regresi linier sederhana berganda. Hubungan antara satu variabel terikat dengan variabel bebas dikatakan linier apabila dapat dinyatakan dalam:

𝑦̅ = 𝑏0 + 𝑏1 xi

62 Ivan Fanani Qomusuddin, Statistik Pendidikan, (Yogyakarta: CV.

Budi Utama, 2012), 38.

63Sugiyono, “Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&d”, (Bandung: ALFABETA, 2017), 298.

Dalam mencari nilai b0 dan b1, menggunakan rumus:

𝑏1 =(∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖) − 𝑛𝑥̅𝑦̅

(∑ 𝑥𝑖2)− 𝑛𝑥̅2 𝑏𝑜 = 𝑦̅ − 𝑏1𝑥̅

Tabel 3.8 Rumus ANOVA regresi linier sederhana

Sumber Variasi

Degreeof Freedom (df)

Sum of Squre (SS)

Mean Square (MS) Regresi 2 SS Regresi (SSR)

(𝑏0∑ 𝑦 + 𝑏1∑ 𝑥1𝑦 + 𝑏2∑ 𝑥2𝑦)

−(∑ 𝑦)2 𝑛

MSR=𝑆𝑆𝑅

𝑑𝑏

Error n-3 SS Error (SSE)

∑ 𝑦2

− (𝑏0∑ 𝑦 + 𝑏1∑ 𝑥1𝑦 + 𝑏2∑ 𝑥2𝑦)

MS Error (MSE) MSE=𝑆𝑆𝐸

𝑑𝑏

Sumber Variasi

Degreeof Freedom (df)

Sum of Squre (SS)

Mean Square (MS) Total n-1 SS Total (SST)

SST = SSR + SST

b. Uji Regresi Linier Berganda dengan 2 Variabel Bebas

Regresi linier berganda merupakan hubungan antara satu variabel

dependen/terikat dengan variabel

independen/bebas. 64 adapun teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab rumusan no. 3. Dan dikatan linier dinyatakan dalam :65

𝑦̅ =b0+ b1x1+ b2x2

1) Langkah pertama mencari nilai bo, b1 dan b2 dengan rumus :

𝑏1 = (∑ 𝑋22)(∑ 𝑋22𝑌) − (∑ 𝑋2𝑌)(∑ 𝑋1𝑋2) (∑ 𝑋12)(∑ 𝑋22) − (∑ 𝑋1𝑋2)2 𝑏2 = (∑ 𝑋12)(∑ 𝑋2𝑌) − (∑ 𝑋1𝑌)(∑ 𝑋1𝑋2)

(∑ 𝑋12)(∑ 𝑋22) − (∑ 𝑋1𝑋2)2 𝑏0 = ∑ 𝑦 − 𝑏1∑ 𝑥1− 𝑏2∑ 𝑥2

𝑛

Dimana:

64 Andhita Dessy Wulansari, Aplikasi Statistika Parametik dalam Penelitian, 127.

65 Ibid., 125-130

∑ 𝑋12 = ∑ 𝑥1−(∑ 𝑥1)2 𝑛

∑ 𝑋22 = ∑ 𝑥2−(∑ 𝑥2)2 𝑛

∑ 𝑋1𝑋2 = ∑ 𝑥1𝑥2−(∑ 𝑥1)(∑ 𝑥2) 𝑛

∑ 𝑋2𝑌 = ∑ 𝑥2𝑦 −(∑ 𝑥2)(∑ 𝑦) 𝑛

∑ 𝑌2 = ∑ 𝑦2−(∑ 𝑦)2 𝑛

2) Langkah kedua, menghitung nilai-nilai yang terdapat dalam tabel Anova (Analysis of Variance) yang digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh dua variabel independen dengan variabel dependen. Dengan tabel Anova (Analysis of Variance) yaitu:

Tabel 3.9 ANOVA Regresi Linier Berganda

Sumber Variasi

Degreeof Freedom (df)

Sum of Squre (SS)

Mean Square (MS) Regresi 2 SS Regresi (SSR)

(𝑏0∑ 𝑦 + 𝑏1∑ 𝑥1𝑦 + 𝑏2∑ 𝑥2𝑦)

−(∑ 𝑦)2 𝑛

MSR=𝑆𝑆𝑅

𝑑𝑏

Error n-3 SS Error (SSE)

∑ 𝑦2

− (𝑏0∑ 𝑦 + 𝑏1∑ 𝑥1𝑦 + 𝑏2∑ 𝑥2𝑦)

MS Error (MSE) MSE=𝑆𝑆𝐸

𝑑𝑏

Total n-1 SS Total (SST) SST = SSR + SST Daerah penolakan

3) Langkah ketiga menghitung koefisien determinasi (besarnya pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen) R²= 𝑆𝑆𝑅

𝑆𝑆𝑇

Keterangan:

Y : Variabel terikat / depended X : Variabael bebas / independent

b0 : Prediksiintercept (nilsi𝑦̂jika x = 0) b1, b2 : prediksislope (arah koefisisen regresi) n : Jumlah observasi / pengamatan

x : Data ke-ivariabel x (independen/bebas), dimanai=1,2..n

y : Data ke-ivariabel y (dependen/terikat), dimana i=1,2..n

𝑥̅ : mean/rata-rata dari penjumlahan data variabel x (independen/bebas)

𝑦̅ : mean/rata-rata dari penjumlahan data variabely

(dependen/terikat) 𝑅2 : Koefisien determinasi 𝑆𝑆𝑅 : Sum of Square Regression SSE : Sum of Square Error 𝑆𝑆𝑇 : Sum of Square Total MSR : Mean Square Regression MSE : Mean Square Error

Deskripsi data ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran dalam jaringan. Data ini diperoleh dari angket yang disebarkan kepada siswa kelas XI SMPN 1 Dolopo. Adapun angket penelitian variabel pembelajaran dalam jaringan dan penskoran angket pembelajaran dalam jaringan dapat dilihat pada lampiran . Sedangkan mengenai data skor dan frekuensi responden dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Daftar Skor Angket Pembelajaran Dalam Jaringan

pembelajaran dalam jaringan Frequenc

y

Percent Valid Percent Cumulative Percent

V a l i d

54 1 2,5 2,5 2,5

55 1 2,5 2,5 5,0

56 2 5,0 5,0 10,0

58 2 5,0 5,0 15,0

61 1 2,5 2,5 17,5

62 1 2,5 2,5 20,0

66

66 2 5,0 5,0 25,0

67 3 7,5 7,5 32,5

68 2 5,0 5,0 37,5

69 2 5,0 5,0 42,5

72 2 5,0 5,0 47,5

73 1 2,5 2,5 50,0

74 1 2,5 2,5 52,5

76 1 2,5 2,5 55,0

80 6 15,0 15,0 70,0

81 2 5,0 5,0 75,0

83 1 2,5 2,5 77,5

84 1 2,5 2,5 80,0

86 2 5,0 5,0 85,0

88 2 5,0 5,0 90,0

90 1 2,5 2,5 92,5

98 1 2,5 2,5 95,0

99 2 5,0 5,0 100,0

Tot al

40 100,0 100,0

Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan perolehan skor variabel pembelajaran dalam jaringan tertinggi bernilai 99 dengan frekuensi 2 orang dan terendah bernilai 54 dengan frekuensi 1 orang, setelah diketahui skor jawaban angket kemudian mencari Mean (Mx₁) dan Standar Deviasi (SDx₁) dari data yang sudah diperoleh.

Cara yang digunakan untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.0. Berikut hasil perhitungan Mean dan Standar Deviasi menggunakan SPSS Versi 16.0:

Tabel 4.2 Deskripsi Statistik Pembelajaran Dalam Jaringan

Statistics

pembelajaran daring N

Valid 40

Missing 0

Mean 74,43

Std. Deviation 12,293

Berdasarkan tabel hasil perhitungan SPSS Versi 16.0 diatas, maka menghasilkan Mx1 = 74,43 dan SDx1 = 12,293. Untuk mengetahui tingkatan lingkungan keluarga yang tergolong baik, cukup, dan kurang dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus:

a. Skor lebih dari Mx + 1.SDx adalah termasuk kategori baik.

b. Skor kurang dari Mx – 1.SDx adalah termasuk kategori kurang

c. Skor antara Mx – 1.SDx sampai Mx + 1.SDx adalah termasuk kategori

cukup.

Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut.

a. Mx + 1.SDx = 74,43 + 12,293

= 86,723 (dibulatkan menjadi 87)

b. Mx – 1.SDx = 74,43 - 12,293

= 62,137 (dibulatkan menjadi 62)

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa skor lebih dari 87 dikategorikan tingkat pembelajaran dalam jaringan siswa baik, sedangkan skor 62-87 dikategorikan pembelajaran dalam jaringan siswa cukup, dan skor kurang dari 62 dikategorikan pembelajaran dalam jaringan siswa kurang. Untuk mengetahui lebih jelas tentang lingkungan keluarga siswa kelas IX SMPN 1 Dolopo dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Kategori Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan

No Nilai Freque nsi

Perse ntase

Kat egor

i 1. Lebi

h dari

87

6 15% Ren

dah

2. 62-

87

27 67,5% Ting

gi 3. Kura

ng dari

62

7 17,5% Seda

ng

Juml ah

40 100%

Dari kategori tersebut dapat diketahui bahwa yang menyatakan pembelajaran dalam jaringan siswa kelas IX SMPN 1 Dolopo dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 27 responden (67,5%), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 7 responden (17,5%), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 6 responden (15%). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa pembelajaran dalam jaringan siswa kelas XI di SMAN 1 Dolopo adalah tinggi karena dinyatakan dalam kategorisasi menunjukkan presentasenya 67,5%.

1. Deskripsi Data Tentang Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IX di SMPN 1 Dolopo

Deskripsi data ini bertujuan untuk memberikan gambaran data tentang motivasi belajar. Data ini diperoleh dari angket yang disebarkan kepada siswa keas IX di SMPN 1 Dolopo. Adapun angket penelitian motivasi belajar dan penskoran angket motivasi belajar dapat dilihat pada lampiran. Sedangkan mengenai data skor dan frekuensi responden dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Daftar Skor Angket Motivasi Belajar

motivasi belajar Frequen cy

Percen t

Valid Percent

Cumulative Percent

V a l i d

51 1 2,5 2,5 2,5

53 2 5,0 5,0 7,5

57 2 5,0 5,0 12,5

59 2 5,0 5,0 17,5

60 2 5,0 5,0 22,5

61 1 2,5 2,5 25,0

63 1 2,5 2,5 27,5

66 1 2,5 2,5 30,0

67 2 5,0 5,0 35,0

68 1 2,5 2,5 37,5

69 1 2,5 2,5 40,0

70 4 10,0 10,0 50,0

73 1 2,5 2,5 52,5

75 3 7,5 7,5 60,0

76 2 5,0 5,0 65,0

78 2 5,0 5,0 70,0

79 1 2,5 2,5 72,5

80 3 7,5 7,5 80,0

90 6 15,0 15,0 95,0

91 1 2,5 2,5 97,5

92 1 2,5 2,5 100,0

Total 40 100,0 100,0

Dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan perolehan skor variabel motivasi belajar tertinggi bernilai 92 dengan frekuensi 1 orang dan terendah bernilai 51 dengan frekuensi 1 orang. Setelah diketahui skor jawaban angket kemudian mencari Mean (Mx₂) dan Standar Deviasi

(SDx₂) dari data yang sudah diperoleh. Cara yang digunakan untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.0.

Berikut hasil perhitungan Mean dan Standar Deviasi menggunakan SPSS Versi 16.0:

Tabel 4.5 Deskripsi Statistik Motivasi Belajar Statistics

motivasi belajar N

Valid 40

Missing 0

Mean 72,45

Std. Deviation 12,023

Berdasarkan tabel hasil perhitungan SPSS Versi 16.0 diatas, maka menghasilkan Mx₂ = 72,45 dan SDx₂ = 12,023. Untuk mengetahui tingkatan motivasi belajar siswa yang tergolong tinggi, sedang, dan rendah dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus:

a. Skor lebih dari Mx + 1. SDx adalah kategori tinggi.

b. Skor antara dari Mx – 1.SDx sampai Mx + 1.SDx adalah kategori sedang.

c. Skor k urang dari Mx – 1.SDx adalah kategori rendah.

Adapun perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Mx₂ + SDx₂ = 72,45+ 12,023

= 84,473 (dibulatkan menjadi 84) b. Mx₂ – SDx₂ = 72,45- 12,023

= 60,427 (dibulatkan menjadi 60) Dengan demikian, dapat diketahui bahwa skor lebih dari 84 dikategorikan motivasi belajar siswa tinggi, sedangkan skor 60-84 dikategorikan motivasi belajar siswa sedang, dan skor kurang dari 60 dikategorikan motivasi belajar siswa rendah. Untuk mengetahui lebih jelas tentang motivasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.6 Kategori Motivasi Belajar

No Nilai Freq

uensi

Persen tase

Kategori

1. Lebih dari 84

8 20% Sedang

2. 60-84 25 62,5% Tinggi

3. Kurang dari 60

7 17,5% Rendah

Jumlah 40 100%

Dari kategori tersebut dapat diketahui bahwa yang menyatakan motivasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 25 responden (62,5%), dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 8 responden (20%), dan dalam kategori rendah dengan frekuensi sebanyak 7 responden (17,5%).

Dengan demikian, secara umum dapat di katakan bahwa motivasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo adalah

tinggi karena dinyatakan dalam kategorisasi menunjukkan presentasenya 62,5%.

2. Deskripsi Data Tentang Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IX di SMPN 1 Dolopo

Deskripsi data ini untuk memberikan gambaran dari hasil dokumentasi nilai akhir pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMPN 1 Dolopo.

Adapun hasil nilai prestasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1 Dolopo dengan nilai tertinggi 99 dan nilai terendah 78 dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 4.7 Data Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas XI

hasil belajar Freque ncy

Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Vali d

78 1 2,5 2,5 2,5

80 7 17,5 17,5 20,0

85 1 2,5 2,5 22,5

86 3 7,5 7,5 30,0

87 4 10,0 10,0 40,0

88 4 10,0 10,0 50,0

89 2 5,0 5,0 55,0

90 11 27,5 27,5 82,5

92 1 2,5 2,5 85,0

93 1 2,5 2,5 87,5

97 2 5,0 5,0 92,5

98 2 5,0 5,0 97,5

99 1 2,5 2,5 100,0

Tot al

40 100,0 100,0

Dari tabel diatas dapat diketahui nilai tertinggi adalah 99 sedangkan nilai terendah adalah 78, setelah diketahui nilai dari prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa setelah itu mencari Mean (My) dan Standar Deviasi (SDy) dari data yang sudah diperoleh. Cara yang digunakan untuk menghitung Mean dan Standar Deviasi yaitu dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.0. Berikut hasil perhitungan Mean dan Standar Deviasi menggunakan SPSS Versi 16.0:

Tabel 4.8 Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Statistics

Prestasi belajar N

Valid 40

Missing 0

Mean 88,08

Std. Deviation 5,413

Berdasarkan tabel hasil perhitungan SPSS Versi 16.0 diatas, maka menghasilkan My= 88,08 dan SDy=

5,413. Untuk mengetahui tingkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang tergolong tinggi, sedang, dan rendah dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus :

a. Skor lebih dari My + 1. SDy adalah kategori tinggi.

b. Skor antara dari My – 1.SDy sampai My + 1.SDy adalah kategori sedang.

c. Skor kurang dari My – 1.SDy adalah kategori rendah.

Adapun perhitungan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. My + SDy = 88,08 + 5,413

= 93,493 (dibulatkan menjadi 93) b. My – SDy = 88,08 - 5,413

= 82,667 (dibulatkan menjadi 83) Dengan demikian dapat diketahui berdasarkan hasil perhitungan di atas, bahwa prestasi belajar yang lebih dari 93 dikategorikan prestasi belajar siswa mata pelajaran pendidikan Agama Islam tingkat tinggi, sedangkan skor 83 sampai dengan 93 dikategorikan prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tingkat sedang, dan skor dibawah 83 dikategorikan prestasi belajar belajar siswa mata pelajaran pendidikan Agama Islam tingkat rendah. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kategori prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMPN 1 Dolopo dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9 Kategori Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas IX

N o

Nilai Freq uensi

Perse ntase

Kategori

1 .

Lebih dari 93

6 15% Rendah

2 .

83-93 26 65% Tinggi

3 .

Kurang dari 83

8 20% Sedang

Jumlah 40 100%

Dari tingkatan yang sudah dikategorikan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa yang menyatakan prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMPN 1 Dolopo dalam kategori tinggi dengan frekuensi sebanyak 26 anak dengan prosentase sebesar (65%), sedangkan dalam kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 8 anak dengan prosentase sebesar (20%) dan yang dikategorikan rendah dengan frekuensi anak dengan prosentase sebesar (15%). Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX DI SMPN 1 Dolopo adalah dalam kategori sedang dengan presentase (65%).

Berdasarkan hasil uji normalitas data pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar dengan menggunakan SPSS versi 16 dan rumusnya (kolmogorov sminov) menunjukkan bahwa data berdistribusi normal.

Untuk perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4.7. adapun dasar dari pengambilan keputusan pada uji normalitas ialah:

1) Nilai sig (2-tailed) > 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal

2) Nilai sig (2-tailed) < 0,05 maka data penelitian tidak berdistribusi normal

Tabel 4.10 Uji Normalitas Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan Dan Motivasi Belajar

Terhadap Prestasi Belajar Siswa One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 40

Normal Parametersa,b

Mean ,0000000

Std. Deviation 5,04893776 Most Extreme

Differences

Absolute ,086 Positive ,086 Negative -,066

Kolmogorov-Smirnov Z ,545 Asymp. Sig. (2-tailed) ,928 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Setelah dibuktikan dalam hasil uji normalitas, maka dapat dijelaskan apabila data hasil angket pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah berdistribusi normal. Hal ini berdasarkan nilai asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,928 > 0,05.

b. Uji Multikolinieritas

Berdasarkan hasil uji multikolinieritas data pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan SPSS versi 16 dan nilai VIP (Variance Inflation Factory), menunjukkan bahwa data uji multikolinieritas tidak terjadi. Jadi untuk menghitung uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 4.8. Adapun dasar dari pengambilan keputusan pada uji multikolinieritasialah:

1. Nilai tolerance > 0,10 maka tidak terjadi multikolinieritas

2. Nilai tolerance < 0,10 maka terjadi uji multikolinieritas

Pengambilan keputusan untuk menunjukkan nilai VIP:

1) Nilai VIP < 10,00 maka tidak terjadi uji multikolinieritas

2) Nilai VIP > 10,00 maka terjadi uji multikolinieritas

Tabel 4.11 Uji Multikolinieritas Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan dan Motivasi

Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama

Islam Coefficientsa

Model Unstandard ized Coefficient s

Standa rdized Coeffic ients

T Sig .

Collinearit y Statistics

B Std.

Error

Beta Toler

ance VIF

1

(Const ant)

97, 635

6,945 14,0 59

,00 0 pembel

ajaran daring

,02 9

,068 ,065 ,423 ,67 5

,997 1,0 03 motiva

si belajar

- ,16 1

,069 -,358 - 2,33 4

,02 5

,997 1,0 03

a. Dependent Variable: hasil belajar

Dari hasil perhitungan diperoleh nilai tolerance 0,997 > dari 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,003 < dari 10,00. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar tidak mengalami gejala moltikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas data pengaruh pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam dengan menggunakan SPPS versi 16 dan nilai VIP (Variance Inflation Factory).

Menunjukkan bahwa data uji heteroskedastisitas tidak terjadi. Untuk perhitungan uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel 4.9.

Adapun dasar dari pengambilan keputusan pada uji heteroskedastisitas ialah:

1) Nilai signifikan > 0,05 maka tidak terjadi hasil uji heteroskedastisitas

2) Nilai signifikan < 0,05 maka terjadi hasil uji heteroskedastisitas

Tabel 4.12 Uji Heteroskedastisitas Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Coefficientsa Model Unstandardized

Coefficients

Standardi zed Coefficien ts

T Sig.

B Std.

Error

Beta

1

(Consta nt)

-,886 3,878 -

,228 ,821

pembel ajaran daring

,033 ,038 ,140 ,866 ,392

motivas i belajar

,035 ,039 ,146 ,909 ,369

a. Dependent Variable: pembelajaran_daring_residual Dari hasil perhitungan diperoleh nilai sig.

penggaru pembelajaran dalam jaringan sebesar 0,392, sedangkan untuk nilai sig. motivasi belajar sebesar 0,369. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji heteroskedastisitas variabel pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar.

d. Uji Linieritas

Berdasarkan hasil uji linearitas data pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas IX di SMPN 1

Dolopo dengan menggunakan SPPS versi 16 dan nilai Sig Deviantion From Liniarity menunjukkan bahwa data uji linearitas terdapat hubungan. Untuk perhitungan uji linearitas dapat dilihat pada tabel 4.10. Adapun dasar dari pengambilan keputusan pada uji linieritas ialah:

1) Nilai Sig Deviantion From Liniarity > 0,05, maka hasil uji linieritas terdapat hubungan linier antara variabel bebas dan terikat 2) Nilai Sig Deviantion From Liniarity < 0,05,

maka hasil uji linieritas tidak terdapat hubungan linear antara variabel bebas dan terikat.

Tabel 4.13 Uji Linearitas Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan Terhadap

Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

ANOVA Table Sum of Squares

Df Mea n Squ are

F Sig.

hasil belajar * pembela jaran

Bet wee n

(Combin ed)

678,27 5

22 30,8 31

1,12 8

,405

Linearit y

2,272 1 2,27 2

,083 ,777

dalam jaringan

Gro ups

Deviatio n from Linearit y

676,00 3

21 32,1 91

1,17 8

,370

Within Groups 464,50 0

17 27,3 24

Total 1142,7

75

39

Tabel 4.14 Uji Linearitas Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata

Pelajaran Pendidikan Agama Islam ANOVA Table

Sum of Squares

Df Mea n Squ are

F Si

g.

hasil belajar * motivasi belajar

Bet wee n

(Combin ed)

865,35 8

20 43,2 68

2,96 3

,01 1 Linearit

y

143,78 2

1 143, 782

9,84 8

,00 5

Gro ups

Deviatio n from Linearit y

721,57 6

19 37,9 78

2,60 1

,02 2

Within Groups 277,41 7

19 14,6 01

Total 1142,7

75

39

Dari hasil perhitungan diperoleh nilai sig.

deviasion pada pengaruh pembelajaran dalam jaringan terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam sebesar 0,370 >

dari 0,05, sedangkan dan nilai sig. deviasion pada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam sebesar 0,022 > dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel pengaruh pembelajaran dalam jaringan dan motivasi belajar memiliki hubungan yang linier terhadap terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam.

2. Uji Hipotesis dan Interpretasi

a. Analisis Data Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Pembahasan ini akan menjawab rumusan masalah nomor 1 yakni mengenai ada atau tidaknya

pengaruh antara pengaruh pembelajaran dalam jaringan terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam. Pengujiannya menggunakan teknik perhitungan regresi linier sederhana yang dibantu dengan SPSS versi 16.

1) Variabel Entered

Tabel dibawah ini akan menjelaskan variabel X1 dan variabel Y.

Tabel 4.15 Variabel Entered Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan Terhadap

Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Variables Entered/Removeda Model Variables

Entered

Variables Removed

Method

1

pembelajaran dalam jaringanb

. Enter

a. Dependent Variable: hasil belajar b. All requested variables entered.

Pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa variabel yang diuji adalah variabel X1 yaitu pengaruh pembelajaran dalam jaringan terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

2) Variabel Summary

Tabel 4.16 Variabel Summary Pengaruh Pembelajaran dalam Jaringan Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata

Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Model Summary Mode

l

R R

Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 ,326a ,106 ,083 4,517 a. Predictors: (Constant), pembelajaran dalam jaringan

Tabel 4.16 diatas menunjukkan besarnya nilai pengaruh pengaruh pembelajaran dalam jaringan terhadap prestasi siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam yakni nilai R Square sebesar 0,106, artinya besarnya pengaruh pembelajaran dalam jaringan terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ialah 10,6% dan untuk sisanya 89,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak sedang diteliti.

3) Coefficients

Tabel coefficients berikut akan memaparkan ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan pada variabel pengaruh pembelajaran dalam jaringan terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Tabel 4.17 Coefficients Pengaruh Pembelajaran Dalam Jaringan Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata

Pelajaran Pendidikan Agama Islam Coefficientsa

Model Unstandardize d Coefficients

Standardi zed Coefficie nts

T Sig.

B Std.

Error

Beta

1

(Constant )

90,64 1

1,086 83,4

54

,000

pembelaj aran dalam jaringan

,020 ,009 ,326 2,12 7

,040

a. Dependent Variable: prestasi belajar

Untuk memperoleh hasil uji regresi sederhana maka pengambilan keputusannya sebagai berikut:

H0 : Variabel pengaruh motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam H1 : Variabel kepribadian berpengaruh

terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam

Berdasarkan coefficients tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa nilai cosntant (a) sebesar 90,641, sedangkan nilai pengaruh pembelajaran dalam jaringan (b) sebesar 0,020.

Sehingga dengan demikian dapat diperoleh data persamaan regresinya ialah sebagai berikut:

Y = a + bx

Y = 90,641 + 0,020

Persamaan tersebut dapat dijelaskan yakni konstanta sebesar 90,641 yang mengandung arti nilai konsisten variabel prestasi belajar siswa sebesar 90,641 . Koefisien regresi X sebesar 0,020, yang berarti bahwa nilai tersebut positif sehingga variabel X terhadap variabel Y adalah positif. Artinya, semakin baik pengaruh pembelajaran dalam jaringan, maka prestasi belajar siswa semakin meningkat. Sebaliknya, jika pengaruh

pembelajaran dalam jaringan kurang baik, maka prestasi belajarsiswa juga akan semakin menurun.

Berdasarkan nilai signifikan dari tabel coefficients diperoleh nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05, kemudian nilai thitung sebesar 1,303 > ttabel 0,966. Dengan demikian maka H0 ditolak, sehingga pengaruh pembelajaran dalam jaringan berpengaruh terhadap prestasi belajar pada mata pelejaran Pendidikan Agama Islam.

b. Analisis Data Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Pembahasan ini akan menjawab rumusan masalah nomor 2 yakni mengenai ada atau tidaknya pengaruh antara motivasi belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pengujiannya menggunakan teknik perhitungan regresi linier sederhana yang dibantu dengan SPSS versi 16.

1) Variabel Entered

Tabel dibawah ini akan menjelaskan variabel X2 motivasi belajar dan variabel Y prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Tabel 4.18 Variabel Entered Motivasi Belajar Terhadap

Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Variables Entered/Removeda

Model Variables Entered

Variables Removed

Method

1 motivasi belajarb . Enter a. Dependent Variable: hasil belajar

b. All requested variables entered.

Pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa variabel yang diuji adalah variabel X2 yaitu motivasi belajar dan Y yaitu prestasi siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.

2) Variabel Summary

Tabel 4.19 Variabel Summary Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata

Pelajaran Pendidikan Agama Islam Model Summary

Mod el

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

,3 55

a

,126 ,103 5,127

a. Predictors: (Constant), motivasi belajar

Tabel 4.19 diatas menunjukkan besarnya nilai motivasi belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam nilai R Square sebesar 0,126, artinya besarnya motivasi belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam ialah 12,6% dan untuk sisanya 87,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak sedang diteliti.

3) Coefficients

Tabel coefficients berikut akan memaparkan ada atau tidaknya pengaruh pada variabel motivasi belajar terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Tabel 4.20 Coefficients Motivasi Belajar Terhadap

Prestasi Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Coefficientsa

Model Unstandardiz

ed

Coefficients

Standardi zed Coefficie nts

t Sig.

B Std.

Error Beta

1

(Constant) 99,64 5

5,013 19,8

76 ,00 0 motivasi belajar ,160 ,068 ,355 2,33

9

,02 5 a. Dependent Variable: hasil belajar

Untuk memperoleh hasil uji regresi sederhana maka pengambilan keputusannya sebagai berikut:

H0 : Variabel motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

H1 : Variabel motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai Cosntant (a) sebesar 99,645, sedangkan nilai motivasi belajar (koefesien regresi) sebesar0, ,160, jadi persamaan regresinya ialah sebagai berikut:

Y = a + bx

Y = 99,645+ 0, ,160

Persamaan tersebut dapat dijelaskan yakni konstanta sebesar 99,645 yang mengandung arti nilai konsisten variabel prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam 99,645. Koefisien regresi X sebesar 0,160 yang berarti bahwa nilai tersebut positif sehingga variabel X terhadap variabel Y adalah positif.

Artinya, apabila motivasi belajar semakin baik, prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam juga akan semakin meningkat. Sebaliknya, jika motivasi belajar kurang baik, maka prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan nilai signifikan dari tabel coefficients diperoleh nilai signifikan sebesar 0,025 < 0,05, kemudian nilai thitung sebesar 19,876 > ttabel 2,339.

Dengan demikian maka H0 ditolak, sehingga motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dokumen terkait