• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diagnosa Keperawatan

Dalam dokumen KARYA TULIS ILMIAH (Halaman 106-111)

BAB 3 BAB 3 TINJAUAN KASUS

4.2 Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan diagnosa keperawatan yang ada pada studi kasus, maka penulis menentukan prioritas, yaitu :

4.2.3.1 Nyeri akut berhubungan dengan nyeri abdomen

4.2.3.2 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia

4.2.3.3 Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya komunikasi Pada tinjauan pustaka didapatkan diagnose nyeri akut berhubungan dengan pembengkakan hepar dan pada tinjauan kasus juga didapatkan diagnose nyeri akut berhubungan dengan nyeri pada abdomen. dengan data objektif pasien mengatakan nyeri uluh hati pada bagian kanan atas, nyeri seperti tertusuk – tusuk, skla nyeri 4, nyeri saat beraktivitas, wajah tampak menyeringai keadaan umum lemah. menurut opini penulis, hal ini dikarenakan nyeri seperti tertusuk – tusuk pada daerah uluh hati. tetapi pasien juga mendapatkan terapi antibiotik untuk nyerinya, dan pasien di berikan health education dari perawat seperti tarik nafas dalam.

Pada tinjauan pustaka didapatkan diagnosa ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. pada tinjauan kasus didapatkan diagnose ketidakseimbanga nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. Dengan data objektif pasien mengatakan tidak nafsu makan, porsi makan pasien 5 sendok, BB sebelum sakit 70 kg, BB sesudah sakit 60 kg keadaan umum lemah. pasien juga mengatakan badannya lemas, mata berkunang – kunang, keadaan umum pasien tampak lemas, compos mentis, GCS

456, TTV : TD: 110/70 mmHg, Nadi : 85x/menit, Suhu : 36,7 ◦C, RR: 22x/menit.

Menurut opini penulis, hal ini dikarenakan pasien tidak nafsu makan, pasien juga mendapatkan terapi antiemetik Dan klien juga mendapat health education dari perawat untuk makan sedikit tapi sering.

Pada tinjauan pustaka tidak ditemukan diagnose defisit pengetahuan.

namun di tinjauan kasus didapatkan diagnose defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi. Dengan data objektif pasien sering menanyakan tentang penyakitnya, dan klien tampak gelisah. Menurut opini penulis, hal ini dikarenakan pasien tidak mengetahui tentang penyakitnya dan cara penanganannya. pasien juga mendapatkan health education dari perawat untuk tetap tenang.

Berdasarkan yang terdapat di pengkajian antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada diagnosa hipertermi berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh tidak ditemukan adanya kesenjangan Kenapa pasien tidak ditemukan adanya peningkatan suhu. pada diagnose ansietas berhubungan dengan rasa takut dan cemas akan kondisinya tidak ditemukan adanya kesenjangan karena pasien tidak terlihat takut atau cemas. pada diagnose kelebihan volume cairan berhubungan asites pada pasien tidak ditemukan adanya kelebihan volume cairan. pada diagnose resiko kekurangan cairan berhubungan dengan dehidrasi tidak ditemukan adanya kesenjangan karena tidak ditemukan adanya data yang mendukung untuk diangkat resiko kekuranga volume cairan. pada diagnose pola nafas tidak efektif berhubungan dengan sesak nafas pada tinjauan kasus pasien tidak ditemukan adanya kesenjangan karena tidak ditemukan data yang mendukung untuk mengangkat diagnose pola nafas tidak efektif.

Pada perumusan tujuan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus ada kesenjangan. pada tinjauan pustaka perencanaan menggunakan kriteria hasil yang mengacu pada pencapaian tujuan, sedangkan tinjauan kausu perencanaan menggunakan sasaran dalam intervensinya dengan tujuan penulis ingin meningkatkan kemandirian pasien dan keluarganya dalam pelaksanaan asuhan keperawatan melalui peningkatan pengetahuan ( kognitif), perubahan tingkah laku pasien ( afektif) dan ketrampilan menangani masalah (psikomotor).

4.3.1 Intervensi diagnose keperawatan nyeri akut berhubungan dengan nyeri pada abdomen.

Pada intervensi tinjauan pustaka menurut (Adzimah, 2016) dilakukan intervensi yang sama pada tinjauan kasus, alasannya karena data yang didapatkan pasien mengeluh nyeri pada uluh hati. Dengan data objektif yang mendukung keadaan umum lemah, wajah tampak menyeringai, skalanyeri 4. Tujuan setelah dilakukan asuhan keperawatan 2x24 jam diharapkan nyeri pasien dapat berkurang / hilang. Dengan Kriteria hasil Pasien menunjukkan ekspresi wajah rileks, Pasien dapat tidur atau istirahat secara adekuat, Pasien menyatakan nyerinya berkurang.(Skala nyeri ringan 1-3),Pasien tidak mengeluh kesakitan, TTV dalam batas normal,TD : Sistolik : 90-120 mmHg, Diastolik : 60-90 mmHg, Nadi : 60- 100x/menit, RR : 16-20x/menit. Dilakukan intervensi .Kaji keluhan nyeri, perhatkan lokasi,intensitas (skala 0-5), frekuensi, dan waktu. Menandai gejala nonverbal misalnya gelisah, takikardia, dan meringis,Dorong pengungkapan

perasaan,.Beri aktivitas hiburan, misalnya : membaca, berkunjung, dll,Lakukan tindakan paliatif, misalnya: perubahan posisi, massase, rentang gerak pada bagian yang sakit Instrusikan pasien/ dorong untuk menggunakan visualisasi/ bimbingan imajinasi, relaksasi progresif, teknik nafas dalam. Menurut opini penulis, dalam pemberian analgesik sangat baik untuk mengurangi nyeri yang dirasakan pasien, selain itu teknik relaksasi juga dapat membantu pasien dalam mengontrol nyeri yang dirasakan dan teknik distraksi digunakan untuk mengalihkan rasa nyeri.

4.3.2 Intervensi diagnosa keperawatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.

Pada intervensi tinjauan pustaka dilakukan intervensi yang sama pada tinjauan kasus, alasanya pasien mengatakan tidak nafsu makan, porsi makan pasien 5 sendok, BB sebelum sakit 70 kg, BB sesudah sakit 60 kg keadaan umum lemah. Tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi klien terpenuhi secara adekuat, dengan kriteria hasil Mempertahankan berat badan dalam batas normal, Klien mampu menghabiskan 1 porsi makanan yang disediakan, Klien mengalami peningkatan nafsu makan.Dilakukan intervensi Kaji pemenuhan kebutuhan nutrisi klien, Kaji penurunan nafsu makan klien, Jelaskan pentingnya makanan bagi proses penyembuhan, Pantau penurunan berat badan klien, anjurkan Berikan makanan selagi hangat. Menurut opini penulis, untuk mengatasi ketidakseimbangan nutrisi dapat berkolaborasi dengan ahli gizi agar mendapatkan gizi yang seimbang dengan cara makan sedikit tapi sering, makan dalam kondisi yang hangat untuk memicu nafsu makan pasien.

kurangnya informasi

Pada intervensi tinjauan pustaka dilakukan intervensi yang sama pada tinjauan kasus, alasanya pasien mengatakan tidak tau tentang penyakitnya, Data objektif yang mendukung pasien dan keluarga pasien sering menanyakan kepada perawat tentang kondisi anaknya Tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selam 3x24 jam diharapkan pasien dan keluarga pasien mengerti tentang penyakitnya dan cara pencegahannya dengan kriteria hasil pasien dan keluarga paham tentang penyakit, kondisi,prognosis dan program pengobatan, pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar, pasien keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat.Dilakukan intervensi kaji pengetahuan klien tantang penyakitnya,jelaskan tentang proses penyakit (tanda dan gejala),jelaskan tentang program pengobatan,Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin digunakan untuk mencegah komplikasi,Tanyakan kembali pengetahuan klien tentang penyakitnya, prosedur perawatan dan pengobatan. Menurut opini penulis untuk mengatasi defisit pengetahuan pada pasien dan keluarga pasien perawat harus selalu menjelaskan tentang penyakit pasien, cara pengobatannya, pantangan – pantangan yang harus dihindari.

Dalam dokumen KARYA TULIS ILMIAH (Halaman 106-111)

Dokumen terkait