BAB II LANDASAN TEORI
D. Teknik Pengumpulan Data
2. Dokumentasi
wawancara yang dilakukan dengan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang tersusun rapi agar responden menjawab suatu permasalahan dengan fakta atas pertanyaan pertanyaaan itu.
Pada pelaksanaanya, Pewawancara menyiapkan pertanyaan yang berkaitan dengan upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI di SMPN 2 Sukadana. Peneliti akan mewawancarai Ibu Leni Marlianawati, S.H, selaku kepala sekolah dan guru PAI yang hasilnya akan digunakan dan dianalisa untuk menyelesaikan penelitian ini.
2. Dokumentasi
Dokumentasi adalah salah satu teknik pengumpulan data yang menggunakan dokumen sebagai sumber penelitian. Dokumentasi juga dapat dikatakan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah prasasti, noyulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.31
Dokumentasi yaiu mengadakan pengujian terhadap dokumen yang dianggap mendukung hasil penelitian. Analisis dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan dokumen yang meliputi : Program tahunan kepala sekolah, buku agenda kepala sekolah, profil sekolah, sejarah berdirinya sekolah SMPN 2 Sukadana, visi dan misi
31 Suharsimi Arikunto, PROSEDUR PENELITIAN (Suatu Pendekatan Praktik). Edisi Revisi
X Cet. 14 (Jakarta: PT. RINEKA CIPTA, 2010) h. 274
sekolah, struktur organisasi sekolah, keadaan pendidik, keadaaan peserta didik, kondisi sarana dan prasarana sekolah. Pada pelaksanaanya Penelliti mengumpulkan data dengan melakukan rekaman dan foto ketika melakukan wawancara dan observasi.
D. Teknik Keabsahan Data.
Teknik penjamin keabsahan data sangat perlu dilakukan agar data yang dihasilkan dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Teknik penjamin keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. Peneliti akan menguji kredibilitas data pada penelitian kualitatif (kalibrasi) dengan menggunakan uji kredibiltas triangulasi.
Triangulasi adalah pengujian krebilitas yang diartikan sebagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.
Pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan triangulasi yaitu dengan cara triangulasi teknik dan triangulasi sumber data, triangulasi teknik dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama dengan teknik yang berbeda, yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber, dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama melalui sumber yang berbeda.32
Berdasarkan uraian diatas peneliti menggunakan triangulasi teknik dalam pengumpulkan data yaitu menguji kredibilitas data dilakukan dengan mengecek
32 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatf R&D, h. 273.
data dengan narasumber menggunakan teknik wawancara kepada kepala sekolah dan guru PAI kemudian di cek langsung sekolahan untuk memastikan data yang diperoleh sudah benar dan valid adanya.
E. Teknik Analisis Data
Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik analisis data secara induktif, yaitu berdasarkan fakta-fakta yang besifat khusus, kemudian dianalisis dan akhirnya ditemukan pemecahan persoalan yang bersifat umum. Induktif adalah cara berfikir dimana tertarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari kasus yang bersiat individual. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik analisis data secara induktif, yaitu berpijak pada fakta-fakta yang bersifat khusus, kemudian dianalisis dan akhirnya ditemukan pemecahan persoalan yang bersifat umum
―menyatakan bahwa induksi adalah cara berfikir di mana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual‖.
Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.33
Berdasarkan pendapat di atas, teknik analisa adalah suatu usaha untuk memproses data yang telah dikumpulkan oleh Peneliti baik dengan alat
33 Sugiyono, h. 56.
pengumpul data yang berupa interview, observasi maupun dokumentasi. Proses pertama adalah mereduksi data yaitu proses merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan mencari data yang dianggap penting yang sesuai dengan fokus penelitian. Proses kedua yaitu dengan data display (penyajian data) yaitu dengan bentuk uraian singkat, bagan, maupun naratif. Proses ketiga yaitu conclusion drawing/verification yaitu penarikan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
F. Proses Kontak dengan Objek penelitian.
Peneliti memilih sekolah tersebut sebagai objek penelitian dikarenakan oleh beberapa faktor yang sudah melakukan pertimbangan sejak akan mengambil objek sekolahan dan timbul suatu judul yaitu ―Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PAI di SMPN 2 Sukadana‖.
Beberapa faktor tesebut ialah terdapat salah satu teman alumni yang pernah sekolah di sekolahan tersebut sehinga memberi peneliti gambaran sekolah tersebut dan keadaanya. Hasilnya kompetensi guru perlu ditingkatkan dan salah satunya adalah meningkat kompetensi profesional, dimana seorang guru harus memperdalam kompetensi yang dimilikinya dan sesuai dengan kemapuan yang dimilikinya. Pendidikan akhlak merupakan suatu hal yang harus ditingkatkan dalam membentuk generasi penerus agar memiliki jiwa moral yang baik bukan hanya unggul dalam bidang intelektual saja. Alasan guru PAI sebagai objek kajian yang diteliti dan terkhusus untuk guru PAI dalam meningkatkan kompetensi profesional dikarenakan peneliti merupakan calon pendidik pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan peran penting pembinaan ahklak adalah guru PAI serta dapat memberi wawasan kepada peneliti untuk mengetahui problema yang ada disuatu lembaga pendidikan dan bagaimana menanggulangi perilaku generasi muda yang menyimpang. Harapan peneliti untuk kedepanya dalam upaya ini adalah sekolah tersebut harus unggul dalam bidang apapun bukan hanya bidang intelektual saja juga harus dalam bidang keagamaan, mengingat sekolah tersebut berbasis Negeri maka diharapkan tidak kalah saing dengan sekolah swasta lainya dalam bidang keagamaan. Maka dalam hal tersebut diperlukan guru yang profesional terkhusus guru yang mengampu pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Proses kontak yang dilakukan peneliti tepatnya pada tanggal 20 semptember peneliti mewawancara kepala sekolah dengan beberapa pertanyaan yaitu berkaitan dengan sarana dan prasarana sekolah serta proses pembelajaran.
Kepala sekolah memberi respon dengan memberikan tanggapan atau jawabanya yaitu dengan pemaparan yang panjang, namun dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana sudah cukup memadai namun belum sepenuhnya lengkap. Sarana dan prasana disekolah tersebuut adalah sudah ada lab laboratorium untuk kegiatan ilmiah pada mata pelajaranan IPA namun belum ada lab computer.
Dalam hal proses pembelajaran sudah dinilai baik akan tetapi masih ada kekurangan atau pun kendala dalam proses pembelajaran, salah satunya yaitu penyimpangan peserta didik karena rendahnya nilai karakter moral serta kurangnya motivasi yang berikan kepada peserta didik tersebut. Hal ini menjadi
tugas guru PAI dalam meningkatkan nilai-nilai akhlak kepada peserta didik namun pada hakikatnya setiap guru masih bersikap acuh terhadap hal tersebut.
Dengan demikian perlu adanya pengarahan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah guna untuk meningkatkan mutu pembelajaran agar berjalan jauh lebih baik.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Peneitian
1. Deskripsi Lokasi Penelitian
a. Profil Singkat SMPN 2 Sukadana.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sukadana berada di Jl.
Lintas Timur Desa Muara Jaya, Kec. Sukadana Lampung Timur.Sejarah singkat SMPN 2 Sukadana berdiri pada tanggal 1998 dan resmi mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama pada tahun 2000 setelah sekolah ini di dirikan. Sekolah ini didirikan untuk menjangkau masyarakat yang anaknya jauh dari sekolah lain dan tidak hanya itu yaitu untuk melestarikan serta memberikan pengetahuan bagi siswa siswi SMPN 2 Sukadana agar menjadi manusia yang cerdas, terampil dan berakhlak mulia.
b. Visi & Misi SMPN 2 Sukadana.
1) Visi
Unggul dalam prestasi santun dalam bertindak dan berperilaku yang dilandasi Iman dan Taqwa.
2) Misi
SMPN 2 Sukadana memiliki misi yang telah ditetapkan yaitu : a) Meningkatkan iman dan taqwa secara terpadu.
b) Meningkatkan profesionalisme guru dan staf.
c) Meningkatkan pelaksanaan program pembinaan secara intensif melalui kegiatan intra dan ekstra kurikuler.
d) Meningkatkan prestasi belajar siswa.
e) Melengkapi sarana dan prasarana sekolah.
f) Meningkatkan hubungan yang harmonis dengan orang tua murid dan masyarakat untuk mendukung program sekolah.
c. Struktur Organisasi
Setruktur organisasi diperlukan pada lembaga sekolah karena hal tersebut untuk membedakan masing-masing tugas dan kewenangan serta tanggung jawab secara sistematis yang menunjukan adanya hubungan atau keterkaitan antara setiap bagian agar tercapai tujuan yang telah di tetapkan.
Untuk mencapai tujuan umum disebuah instansi maka perlu adanya wadah untuk memopang seluaruh aktifitas maupun kegiatan instansi tersebut.
SMPN 2 Sukada memiliki struktur organisasi yang jelas tentang sistem pembagian, tugas koordinasi dan kewenagan pada setiap jabatan.
Struktur organisasi di SMPN 2 Sukadana merupakan sistem hubungan formal kerja antara setiap komponen yang membagi dan mengkoordinasikan tugas untuk mencapai tujuan yang telas disepakati bersama.
Gambar 4.1 KEPALA SEKOLAH Leni Marlianawati, S.H
NIP:119790730 200701 2 014
KEPALA TATA USAHA PRIANTO. S.Pd
NIP: 1196511028 199103 1 003
KOMITE SUTONO
WAKA KURIKULUM ANDRIYANTO, Sp.d NIP : 19710511 136802
1 003
WAKA SARPRAS SUTRISNO, Sp.d NIP:19620109
198701 1 011 WAKA HUMAS
SUYITNO, Sp.d. MM NIP:119700525
199412 1 005
WAKA KESISWAAN YOGA ADHI CAHYAM,
S.pd NIP: 19880715 201101 1
002
SEKSI PRAMUKA
ARI ARBIANTO, S.Kom
SEKSI P3K
AMINRUSMAWATI, S.pd NIP : 19800910 200701 2
012
SEKSI KEROHANIAN JUMSANI,S.PD NIP :19760605 200501 1 011
Dewan Guru
Siswa/Siswi
Wali kelas VIII.3 Richa andriani,S.pd
Wali kelas VIII.4 SUMIATI, S.pd
Wali kelas IX.1 Dwi Wahyudi, S.pd
Wali kelas IX.2 Nur Imam S. S.pd
Wali kelas IX.3 M.yasin Toha. S.pd Wali kelas VII.2
Dra. Suwati
Wali kelas VII.1
Sukardi, S.pd
Wali kelas VII.4 Nurimani S, S.pd Wali kelas VII.3
Sumarmi, S.pd
Wali kelas VIII.2 SUMIATI, S.pd Wali kelas VIII.1
Tri suharti, S.pd
d. Data Guru dan Siswa SMPN 2 Sukadana
Jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMPN 2 Sukadana ada 28 orang, yaitu 8 orang adalah guru PNS, dan 3 orang merupakan guru dan tenaga kependidikan yang diangkat oleh SMPN 2 Sukadana.
Tabel 4.1. Data Guru SMPN 2Sukadana
No Nama Guru Status pegawaian
1. Amin Rusmawati, S.pd PNS
2. Andriyanto, S.pd PNS
3. Agung Jatmiko S.pd Honor 4. Anita Widiasari S.pd Honor
5. Anggarsih, S.pd Honor
6. Ari Arbiyanto, S.pd Honor
7. Dra. Suwati Honor
8. Dwi Wahyuni,S.pd Honor
9. Eka Setiawati S.pd Honor
10. Iswarawati S.pd Honor
11. Ibtidaiyah S.pd Honor
12. Jumsani, S.pd PNS 13. M.Yasin Toha, S.pd PNS
14. Nurimani S, S.pd Honor
15. Richa Andriyani S.pd PNS
16. Suparmi, S.pd Honor
17. Sutrisno, S.pd PNS
18. Sumiati, S.pd Honor
19. Sujito, S.pd PNS
20. Sukardi, S.pd Honor
21. Sumarmi, S.pd Honor
22. Tri Joko, S.pd Honor
23. Tri Suharti s, S.pd Honor 24. Yuanita Dwi P, S.pd Honor 25. Yudi Hardiyan S.pd Honor
26. Yotam Satu D, ST PNS
27. Yulida S.pd PNS
28. Yoga Adhi Cahyam, S.Pd PNS Sumber Data : SMPN 2 Sukadana
Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berjumlah 2 (dua) dengan setatus kepegawaian PNS. Sebagai pengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sudah memenuhi kriteria.
Berikut adalah jumlah siswa/siswi SMPN 2 Sukada : Tabel 4.2. Data Siswa SMPN 2 Sukadana
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
VII.1 12 15 27
VII.2 9 18 27
VII.3 12 14 26
VII.4 13 14 27
VIII.1 13 14 27
VIII.2 13 14 27
VIII.3 14 13 27
VIII.4 14 12 26
IX.1 17 13 30
IX.2 17 13 30
IX.3 18 13 31
e. Sarana dan Prasaran SMPN 2 Sukadana
Sarana dan prasarana adalah sala satu faktor pendukung kelancaran prosese pendidikan. Fasilitas yang baik dan lengkap dalam sebuah lembaga pendidikan akan menjadi nilai tambah akan keberlangsungan kegiatan pembelajaran.
Keadaan sarana dan prasarana SMPN 2Sukadanana sebagai beikut : Tabel 4.3 Sarana dan Prasarana SMPN 2 Sukadana
No. Nama Bangunan Jumlah Bangunan Kondisi Bangunan 1. Ruang
Kepala Sekolah
1 Baik
2. Ruang Kantor Guru 1 Baik
3. Ruang Tata usaha 1 Baik
4. Ruang Belajar 16 Baik
5. Ruang Perpustakaan 1 Baik
6. Laboratorium IPA 1 Baik
7. Ruangan BK 1 Baik
8. Ruang UKM 2 Baik
9. Lapangan Olahraga 1 Baik
10. ruang WC 3 Baik
11. Mushola 1 Baik
12. Kantin 3 Baik
13. Ruang UKS 1 Baik
Sumber Data : SMPN 2 Sukadana
2. Deskripsi Hasil Penelitian
Peranan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sangat besar dalam membentuk guru yang profesional yang mampu membawa dirinya dan bisa menunjukan integritas dirinya sebagai seorang guru yang profesional. Di dalam pembelajaran yang berlangsung di sebuah lembaga yang paling besar tanggung jawabnya adalah guru di mana guru yang memberikan arahan dan pembelajaran kepada murid dengan caranya masing-masing sehingga dari situ dapat dinilai apa saja kekurangan yang dimiliki seorang guru. Kepala sekolah bertugas sebagai pemimpin bahkan supervisor yakni membantu para guru untuk mengembangkan profesinya terkhusus bidang yang dimiliki sekaligus menolong para guru dalam hal mengahadapi permasalahan yang sedang dihadapi.
Dalam hal menciptakan kompetensi profesional yang harus tertanam oleh seorang guru tidak terlepas dari keterampilan kepala sekolah dalam mengelola dan memberdayakan pendidik maupun tenaga kepedendidikan yang berdampak pada kualitas pengembangan profesi kependidikan. Kepala sekolah dapat membangun kolaborasi dan kerja sama dengan staf, mengkaji dan mengevaluasi kinerja staf merupakan tujuan pengembangan dan memberdayakan guru. Kegiatan ini sangat penting karena sebagai salah satu upaya mencptakan pembelajaran yang efektif kepada peserta didik agar mampu meningkatkan prestasi belajarnya secara baik. Upaya kepala sekolah akan mampu mengelola dan memberdayakan guru secara optimal.
Kompetensi profesional adalah persoalan yang penting karena menciptkan seorang pendidik yang profesional tidaklah mudah, disini peran yang sangat bertanggung jawab adalah kepala sekolah maka bagaimana upaya kepala sekolah dan strategi yang dimiliki oleh kepala sekolah harus tepat dan baik, sehingga dapat tercapai arah dan tujuan sekolah sekaligus untuk meningkatkan mutu sekolah. Kemampuan yang baik dan menejemen yang baik maupun kepemimpinan yang baik berpengaruh pada pengembangan dan kemajuan sekolah di dalam menciptakan sekolah yang efektif, efisien dan mandiri. Dengan demikian terlaksananya maupun tidak sangat bergantung pada kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan.
1) Wawancara dengan Kepala Sekolah SMPN 2 Sukadana
Hasil wawancara dengan kepala sekolah mengenai Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAI adalah sebagai berikut : ―Dalam meningkatkan profesional guru PAI sebagai Kepala Sekolah mempunyai beberapa strategi ataupun upaya untuk membentuk guru Pendidikan Agama Islam yang profesional, adapun beberapa upaya yang saya lakukan ialah :
a). Melakukan kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).
b). Memberdayakan Website yang bisa dipakai didalam melakukan pembelajaran karena dalam situasi saat ini masih menggunakan pmbelajaran secara daring atau online, sehingga mau tidak mau harus
mengikuti aturan pemerintah dengan memanfaatkan akses internet maupun aplikasi yang menunjang untuk melakukan pembelajaran.
c). Melakukan pelatihan yang mana hal ini adalah teknik pembinaan untuk menambah wawasan seorang guru sehingga menunjang dalam meningkatkan kemampuan serta keterampilan dengan diadakanya worksop. Kegiatan pelatihan perlu dilakukan oleh guru dengan diikuti usaha tindak lanjut dalam menerapkan hasil dari pelatihan tersebut.
kompetensi profesional guru PAI yang ada di SMPN 2 Sukadana menurutnya seorang guru PAI kurang adanya gebrakan atau semangat yang lebih dalam mengajar di kelas, maka hal ini perlu adanya seleksi untuk melihat memang layak untuk dijadikan pendidik khususnya Pendidikan Agama Islam. Adapun upaya di atas ada hambatan yang perlu di rencanakan, kegiatan MGMP pun dilakukan secara dijadwalkan karena masa pandemi yang mengharuskan mengikuti aturan pemerintah dan kegiatan pembelajaranya pun kurang efektif.
Dengan demikian harus adanya strategi khusus yang harus di lakukan dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional.‖34
Penjalasan di atas menjelaskan mengenai beberapa upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI.
MGMP adalah upaya yang dilakukan kepala sekolah dengan terjadwal
34 Wawancara dengan ibu Leni Marlianawati S.H, Kepala Sekolah SMPN 2 Sukadana,
tanggal 10 April 2021
yang membahas tentang peningkatan mutu pendidikan untuk menjadi seorang pendidik yang profesional, mengadakan pelatihan dalam halam menambah wawasan agar seorang guru lebih terampil dalam mengajar. Peranan kepala sekolah sangat penting terhadap peningkatan profesional guru, dengan berbagai upaya yang bertujuan agar guru profesional dan mengembangkan kemampuan berfikir serta bekerja sama baik mengenai masalah teoritis maupun praktis, dengan maksud meningkatkan mutu hidup serta mutu dalam hal pekerjaan.
Guru diharapkan akan memperoleh pengalaman baru dan dapat menumbuhkan daya kreatifitas serta dapat memberikan pengajaran yang baik. Secara garis besar yang menjadi acuan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI yaitu MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di antara upaya yang lainya.
2) Wawancara dengan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMPN 2 Sukadana
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Jumsani S.pd selaku guru PAI di SMPN 2 Sukadana beliau menyatakan bahwa :
―Dalam melakukan pembelajar mata pelajaran pendidikan agama islam kita harus siap baik dalam bahan pengajaran administrasi, melakukan pembinaan dan pengayoman kepada murid. Adapun beberapa upaya yaitu memfasilitasi dengan mendukung kegiatan
pembinaan kepada guru PAI. memberikan dorongan semangat khususnya guru PAI, Seperti contoh tempat ibadah dan sarana untuk praktik kaitan dengan mata pelajaan PAI, Upaya kepala sekolah dapat dikatakan baik karena sudah memberikan suatu kegiatan yang mendukung maju guru PAI seperti pelatihan Kegiatan MGMP yang dilaksanakan secara terjadwal, dan memfasilitasi guna kelancaran kegiatan pengajaran.‖35
Berdasarkan pemaparan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa mengenai pengertian profesional guru PAI adalah guru yang siap dalam segala baik dari mengajar dan memberikan contoh baik kepada peserta didik. Beberapa upaya kepala sekolah yang menunjang kemajuan guru yaitu memberikan fasilitas yang baik dan memberikan motivasi semangat kepada guru Pendidikan Agama Islam.
Seperti halnya yang disampaikan oleh Ibu Richa Andriyani S.pd selaku yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam beliau mengatakan : ―Dalam upaya kepala sekolah dalam meningkatkan guru PAI yaitu memfasilitasi seperti adanya pelatihan serta perpustakaan khusus untuk guru yang berada di kantor guru untuk membantu guru agar semangat belajar lagi. Kegiatan MGMP
35 Wawancara dengan bapak jumsani S.pd, pengajar Pendidikan Agama Islam, tanggal 15
April 2021
memang benar adanya karena kegiatan ini memberikan semangat aktif dalam rangka mendiskusikan berbagai macam hal-hal yang intinya untuk membuat lebih baik lagi pengajaran untuk kedepan seperti : a) Pendalaman dan pengayaan materi MGMP yang akan di
musyawarahkan dan dikaji bersama yang kemudian bagaiman langkah selanjutnya yang akan hendak di lanjuti.
b) Melakukan musyawarah terhadap kesulitan yang dialami oleh guru dalam menghadapi siswa serta memberikan arahan untuk menghadapi dan membantu untuk mengatasi masalah tersebut.
c) Pengembangan peserta didik yaitu menggali potensi keagamaan yang ada dalam diri peserta didik, seorang guru harus mampu menggali potensi seorang siswa dengan cara yaitu memberikan banyak pengajaran mengenai Keagamaan, menanamkan nilai agama, memberikan riwed kepada peserta didik untuk melakukan hafalan surat, sejarah tentang nabi dan pengetahuan lebih dalam tentang agama.‖36
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penenlitian mengenai upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesional guru pendidikan agama Islam di SMPN 2 Sukadana sudah berjalan dengan baik. Kepala sekolah yang baik dan tegas dalam
36 Wawancara dengan ibu Richa Andriyani S.pd, pengajar Pendidikan Agama Islam, tanggal
15 April 2021
mengambil keputusan adalah figure yang sangat diperlukan karena menentukan besar kemungkinan sebuah keberhasilan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan khususnya kompetensi profesional guru. Di samping itu dalam upaya tersebut terdapat kendala-kendala yang harus diperhatikan dengan seksama.
Adapun upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pendidikan agama islam sebagai berikut :
1. Kegiatan MGMP sekolah
Melalui kegiatan MGMP kompetensi profesional di harapkan dapat melekat dalam diri seorang guru, sebagai salah satunya yaitu memiliki wawasan yang luas dan melakukan pembejaran yang dapat menyesuaikan kemampuan keilmuan dibdang agama islam. Kegiatan MGMP yang dilakukan SMPN 2 Sukadana Meliputi :
a) MGMP tingkat sekolah
Kegiatan MGMP ditingkat sekolahan dilakukan untuk pendalaman ilmu agama islam dan dilaksanakan secara terjadwal karena terkhsusus untuk pendidik yang mamngku mata pelajaran Agama islam dengan didalamnya membahas tentang peningkatan ilmu Agama Islam. Dalam pelaksanaanya kepala sekolah memberikan pemantauan dan masukan kepada para guru Pendidikan Agama Islam tentang permasalahan kemudian dikaji bersama-sama.
b) Meningkatkan potensi keagamaan siswa
Guru mata pelajaran pendidikan agama islam harus mampu menggali potensi keagamaan yang dimiliki oleh siswa, yang mana dalam kaitan MGMP agar guru lebih aktif untuk menggali pemahaman atau potensi keagamaan siswa.
Di era zaman modern ini kegiatan belajar mengajar sudah terbantu dan melibatkan teknologi dan informasi, maka dalam kegiatan MGMP ini bertujuan agar seorang pendidik dapat menyesuaikan zaman. Dengan demikian perlu sekali adanya peningkatan kompetensi profesional dan kegiatan ini sudah berjalan dengan baik.
2. Pemberdayaan Website
Pembeajaran sangat terbantu dengan adanya teknologi dikarenakan pembelajaran sekarang dilakukan secara daring. Pandemi covid 19 yang sudah berlangsung beberapa bulan lalu mengakibatkan proses pembelajaran dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan jaringan internet untuk mengakses situs yang dipakai saat melakukan proses pembelajaran.
Dalam kaitan kompetensi pofesional guru Pendidikan Agam islam yaitu guru dapat memanfaatkan media pembelaran untuk mempermudah menelaskan materi, suatu contoh materi tentang sejarah Agama islam masuknya islam pada zaman dahulu. Kepala sekolah berperan untuk mengarahkan para guru pendidikan agama islam untuk meninjau pembelajaran menggunakan media pembelajaran, dalam hal ini website yang