BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
memang benar adanya karena kegiatan ini memberikan semangat aktif dalam rangka mendiskusikan berbagai macam hal-hal yang intinya untuk membuat lebih baik lagi pengajaran untuk kedepan seperti : a) Pendalaman dan pengayaan materi MGMP yang akan di
musyawarahkan dan dikaji bersama yang kemudian bagaiman langkah selanjutnya yang akan hendak di lanjuti.
b) Melakukan musyawarah terhadap kesulitan yang dialami oleh guru dalam menghadapi siswa serta memberikan arahan untuk menghadapi dan membantu untuk mengatasi masalah tersebut.
c) Pengembangan peserta didik yaitu menggali potensi keagamaan yang ada dalam diri peserta didik, seorang guru harus mampu menggali potensi seorang siswa dengan cara yaitu memberikan banyak pengajaran mengenai Keagamaan, menanamkan nilai agama, memberikan riwed kepada peserta didik untuk melakukan hafalan surat, sejarah tentang nabi dan pengetahuan lebih dalam tentang agama.‖36
mengambil keputusan adalah figure yang sangat diperlukan karena menentukan besar kemungkinan sebuah keberhasilan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan khususnya kompetensi profesional guru. Di samping itu dalam upaya tersebut terdapat kendala-kendala yang harus diperhatikan dengan seksama.
Adapun upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru pendidikan agama islam sebagai berikut :
1. Kegiatan MGMP sekolah
Melalui kegiatan MGMP kompetensi profesional di harapkan dapat melekat dalam diri seorang guru, sebagai salah satunya yaitu memiliki wawasan yang luas dan melakukan pembejaran yang dapat menyesuaikan kemampuan keilmuan dibdang agama islam. Kegiatan MGMP yang dilakukan SMPN 2 Sukadana Meliputi :
a) MGMP tingkat sekolah
Kegiatan MGMP ditingkat sekolahan dilakukan untuk pendalaman ilmu agama islam dan dilaksanakan secara terjadwal karena terkhsusus untuk pendidik yang mamngku mata pelajaran Agama islam dengan didalamnya membahas tentang peningkatan ilmu Agama Islam. Dalam pelaksanaanya kepala sekolah memberikan pemantauan dan masukan kepada para guru Pendidikan Agama Islam tentang permasalahan kemudian dikaji bersama-sama.
b) Meningkatkan potensi keagamaan siswa
Guru mata pelajaran pendidikan agama islam harus mampu menggali potensi keagamaan yang dimiliki oleh siswa, yang mana dalam kaitan MGMP agar guru lebih aktif untuk menggali pemahaman atau potensi keagamaan siswa.
Di era zaman modern ini kegiatan belajar mengajar sudah terbantu dan melibatkan teknologi dan informasi, maka dalam kegiatan MGMP ini bertujuan agar seorang pendidik dapat menyesuaikan zaman. Dengan demikian perlu sekali adanya peningkatan kompetensi profesional dan kegiatan ini sudah berjalan dengan baik.
2. Pemberdayaan Website
Pembeajaran sangat terbantu dengan adanya teknologi dikarenakan pembelajaran sekarang dilakukan secara daring. Pandemi covid 19 yang sudah berlangsung beberapa bulan lalu mengakibatkan proses pembelajaran dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan jaringan internet untuk mengakses situs yang dipakai saat melakukan proses pembelajaran.
Dalam kaitan kompetensi pofesional guru Pendidikan Agam islam yaitu guru dapat memanfaatkan media pembelaran untuk mempermudah menelaskan materi, suatu contoh materi tentang sejarah Agama islam masuknya islam pada zaman dahulu. Kepala sekolah berperan untuk mengarahkan para guru pendidikan agama islam untuk meninjau pembelajaran menggunakan media pembelajaran, dalam hal ini website yang
digunakan disaat pembejaran daring adalah berupa kuis untuk mengukur pemahaman para siswa/siswi mengenai pembelaaran yang sudah dilakukan sebelumnya.
3. Melibatkan guru dalam kegiatan workshop
Dengan mengikutsertakan kegiatan workshop yang dilakukan oleh kepala dinas dapat meningkatkan kemampuan guru yaitu dalam mengelola program belajar mengajar karena guru dapat menguasai secara mendalam serta terstruktur mengenai bahan ajar dan mampu merancang penggunaan fasiltas belajar. Dalam kegiatan worshop ini kepala sekolah mengikutsertakan guru pendidikan agama islam untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kegiatan tersebut kepala dinas memberikan pengayaan berupa :
a) Menyusun rencana pembelajaran dan silabus, hal ini mungin umum namun sangat penting baik untuk guru pendtidikan agama islam maupun guru yang mengampu mata pelajaran yang lain.
b) Bagaimana mengevaluasi pembelajaran, dalam kaitan pendidikan agama islam sejauh mana pemahaman peserta didik menganai nilai-nilai agama islam dan implementasi nilai agama islam dalam lingkungan tentunya hal itu berkaitan tentang akhlak dan kepribadian para peserta didik di sekolah maupun di luar sekolah.
c) Materi untuk pendidik agama islam, untuk menunjang keprofesionalan seorang guru mata pelajaran pendidikan agama islam. Hal berkanaan
menekan bagaiman implikasi peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan agama islam.
4. Memberikan fasilitas yang baik
Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuanya adalah kegiatan pembelajaran sehingga seluruh organisasi sekolah pencapaian efisien dan efektifitas pembelajaran. oleh karena itu kepala sekolah harus memfasilitasi sehingga dapat terpenuhi kekurangan yang dihadapi seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
Komunikasi yang baik antara kepala sekolah dengan guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyelenggarakan administrasi sekolah sehingga guru mendapatkan informasi tentang bagaimana cara mengajar siswa yang tepat dan guru dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Dari beberapa pemaparan upaya kepala sekolah diatas dharapkan dapat meningkatkan mutu, kualitas SMPN 2 Sukadana terkhusus membantu lebih dalam untuk guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan agama islam. Kegiatan tersebut memang tidak secara langsung dan secara drastis meningkatkan komptensi profesional guru pendidikan agama islam akan tetapi melalu proses dan tahapan yang baik serta harus diadakan seleksi apa bila kemungkinan ada guru baru yang minat sebagai pendidik di sebuah lembaga.
Dari berbagai upaya diatas ada faktor pendukung dan faktor penghambat yaitu : 1. Faktor pendukung
Dalam usaha apapun yang menunjang sesuatu maka adanya suatu dukungan yang bertujuan untuk memberikan proses berjalan dengan baik.
Faktor pendukung upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru meliputi :
a. Adanya program yang diselenggarakan oleh kementrian dinas kependidikan yang dilakukan secara berkelanjutan, sehingga meningkatkan kinerja kepala sekolah untuk melakukan kegiatan supervisi yang lebih baik dalam hal kompetensi profesional guru.
b. Hubungan yang baik antara kepala sekolah dan guru yaitu komunikasi yang baik dalam meyelesaikan, dengan guru dapat mempermudah untuk meningkatkan kinerjanya dan membentuk guru profesional yang totalital sehingga dapat memberikan nilai tambah untuk kegiatan belajar mengajar maupun hasil belaar itu sendiri.
2. Faktor penghambat
Faktor penghambat yang dilakukan kepala sekolah SMPN 2 Sukadana yaitu :
a. Berbedaan karakter yang dimiliki oleh seorang guru dapat berdampak pada kinerja guru dan sulit untuk mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai guru yang profesional. Maka kepala sekolah harus tanggap
untuk mencari solusi tersebut agar peningkatan kompetensi profesional guru pai dapat tercapai.
b. Guru yang tidak linier menyebabkan kurangnya maksimal guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik..
c. Banyaknya tugas tambahan yan diberikan oleh guru hal ini menyebabkan guru kurang fokus untuk meningkatkan potensi dirinya agar kedepan lebih baik dan lebih maksimal.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai upaya kepala sekolah dalam meningkatkatkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. kegiatan MGMP, untuk menambah pengawasan dan memberikan masukan yang penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, guru pendidikan agama islam harus mempunyai rasa kritis terhadap permasalahan yang terjadi didalam kegiatan belajar yang berlangsung. Dengan demikian Kegiatan ini juga salah satu jalan dalam pemecahan masalah yang dilalui oleh guru dalam mengajar dikelas. sikap tegas seorang kepala sekolah dalam memimpin perlu untuk dijadikan contoh terhadap bawahanya, dalam bertindak menjalankan tugasnya agar menjadi guru yang profesional sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman pada saat ini.
2. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru melalui kegiatan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional. Dengan pengaetahuan yang baru maka akan membangkitkan semangat guru dalam mengajar dan dapat menumbuhkan ide yang baru dalam mengajar bahkan kreatifitasnya dapat meningkat dengan baik.
Memberikan bimbingan kepada guru dan membantu melengkapi media yang kurang sebagai alat bantu ajar, mengembangkan model pembelajaran,, membina kerja sama yang baik dengan dinas pendidikan maupun dengan para guru, para pegawai, yang bertujuan agar meningkatkan kedisiplinan dan partisipasi kegiatan yang ada di sekolah.
3. Mengikutsertakan kegiatan workshop agar guru mampu untuk memahami tentang prinsip pendidikan dan mampu membuat perubahan yang baik dalam kepentingan pengajaran.
4. Memberikan Fasilitas yang baik bertujuan mendukung semangat mengajar guru pendidikan agama islam, dapat membantu guru yang tidak sesuai dengan latar pendidikanya. Fasilitas yang diberikan berupa komputer belajar menggunakan digital dan buku ajar yang lengkap.
Beberapa upaya diatas ada faktor pendukung dan penghambat yang dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Faktor pendukung
a. Adanya program yang diselenggarakan oleh kementrian dinas kependidikan yang dilakukan secara berkelanjutan.
b. Hubungan yang baik antara kepala sekolah dan guru yaitu komunikasi yang baik
2. Faktor penghambat
a. Berbedaan karakter yang dimiliki oleh seorang guru.
b. Guru yang tidak linier
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka untuk meningkatkan upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional guru pendidikan agama islam SMPN 2 Sukadana Peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan kepada pihak yang terkait, antara lain :
1. Kepala sekolah SMPN 2 Sukadana hendaknya dapat mempertahankan dan mengembangkan usaha-usaha yang telah dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi profsional guru pendidikan islam.
2. Guru pendidikan agama islam hendaknya mentaati upaya yang dilakukan kepala sekolah dan lebih giat belajar serta mempertahankan kemampuan belajar yang inovatif dan kreatif. Mempertahankan metode yang melekat dalam diri yang selalu menarik perhatian siswa dan melakukan pengajaran yang tidak terkesan membosankan.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Upaya Diri Menjadi Guru Profesional. Bandung: ALFABETA , CV 2017.
Bradley Setiyadi, supervisi dalam Pendidikan. Jawa Barat: CV. Sarnu Untung, 2020..
Burhanudin, analisis adminstrasi manajemen dan kepemimpinan kependidikan.
Jakarta Bumi Aksara, 1994.
Depag. Pengembangan Profesional dan Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama islam, t.t.
Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2002.
E. Mulyasa. Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Cet-2. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.
E. Mulyasa, kurikulum berbasis kompetensi konsep, karakteristik, implementasi, dan inovasi (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008)
———. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
———. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007.
Erli Marlina. Upaya Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Komptensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 1 Masaran Sragen Tahun Pelajaran 2016/2017. Surakarta: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta, 2017.
Ibrahim Bafadal, Peningkata Profesional Guru Sekolah Dasar (Jakarta: Bum Aksara, 2006).
Ilyas Ismail, Kinerja Dan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran ―Lentera Pendidikan‖ Vol. 13, Juni 2010.
Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kuallitatif. Edisi Revisi Cet. 31.
Bandung: Rosda Karya, 2013.
Lutfiyah, Muh. Fitrah. Metodologi Penelitian. Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas, dan Studi Kasus. 2017: CV. Jejak, 2017.
M. Saekan Muchith. ―GURU PAI YANG PROFESIONAL.‖ Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus Vol. 4, (2016).
Muhammad Zohanda Fahmi. Upaya Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Stabat. Medan:
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatra Utara Medan, 2017.
Ngalim Purwanto. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002.
Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesional guru. Bandung:
Alfabeta, 2009.
Siti Nurjanah. Upaya Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Selogiri Tahun Pelajaran 2014/2015. Surakarta: Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakata, 2015.
Sudarman Danim. Inovasi Pendidikan Dalam Upaya peningkatan Profesional Tenaga Kependidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2002.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatf R&D. Bandung: Alfabeta, 2012.
Suharsimi Arikunto, PROSEDUR PENELITIAN Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI Cet. 13. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA, 2006.
Suharsimi Arikunto, PROSEDUR PENELITIAN (Suatu Pendekatan Praktik). Edisi Revisi X Cet. 14. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA, 2010.
Surya Dharma, MPA., Ph.D. Pendekan, Jenis,dan Metode Penelitian Pendidikan.
Jakarta: Direktur Tenaga Kependidikan, 2018.
LAMPIRAN - LAMPIRAN
DOKUMENTASI PENELITIAN
Wawancara dengan Kepala Sekolah (Ibu Leni Marlianawati, S.H)
Wawancara dengan Guru pendidikan agama islam( Bapak Jumsani, S.Pd)
Wawancara dengang Guru Pendidikan Agama Islam (Ibu Richa Andriyani S.pd)
Foto bersama Para guru SMPN 2 Sukadana