EFEKTIVITAS DISTRIBUSI DANA ZAKAT DENGAN PENDEKATAN ZAKAT CORE PRINCIPLE DISBURSEMENT MANAGEMENT DI
BAZNAS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Efektivitas adalah tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasaran.
Efektifitas ini sesungguhnya merupakan suatu konsep yang lebih luas mencakup berbagai factor didalam maupun diluar diri seorang. Dengan demikian efektivitas tiadak hanya dapat dilihat dari sisi produktivitas, tetapi juga dapat dilihat dari sisi persepsi atau sikap individu.193
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka efektivitas adalah menggambarkan seluruh siklus input, proses dan output yang mengacu pada hasil guna daripada suatu organisasi, program atau kegiatan yang menyatakan sejauhmana tujuan (kualitas, kuantitas, dan waktu) telah dicapai, serta ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya dan mencapai target- targetnya. Hal ini berarti, bahwa pengertian efektivitas yang dipentingkanadalah semata-matahasil atau tujuan yang dikehendaki.
Zakat merupakan kewajiban maaliyah (materi) dan menjadi salah satu rukun Islam. Ia juga diperhitungkan sebagai salah satu pondasi sistem keuangan dan ekonomi Islam, sebab zakat telah merepresentasikan diri sebagai sumber utama dalam pembiayaan al-dlaman al-ijtima’i (jaminan sosial). Karena itu, zakat juga dipahamai sebagai bagian dari bentuk jihad dalam jalan Allah mengingat perannya yang cukup besar bagi pencapaian pertumbuhan ekonomi dan
193 Roymond H. Simamora, Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan (Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2008), 31.
keunggulan politik.194 Zakat merupakan salah satu kewajiban yang telah diakui oleh umat Islam secara ijma’. Zakat juga merupakan suatu amal ibadah yang sangat populer hingga menjadi suatu keharusan dalam agama.195
Selanjutnya, dalam penelitian ini, guna melihat efektivitas distribusi dana zakat dengan pendekatan zakat core principle disbursement management di BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat perlu dilihat beberapa hal, yaitu:
Pertama, penerimaan dan pendistribusian Dana Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari laporan keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai tahun 2018 hingga 2021 didapati jumlah penerimaan dan pendistribusian dana zakat sebagaimana dipaparkan pada tabel berikut,
Tabel 3.1
Penerimaaan dan Pendistribusian Dana Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
Provinsi Nusa Tenggara Barat196
Tahun Penerimaan Pendistribusian Pe ndistribusian Amil 2018 Rp 7.073.204.441 Rp 4. 719.971.414 Rp 1.198.455.021 2019 Rp 10.359.555.635 Rp 6.782.679.415 Rp 39.294.200 2020 Rp 10.321.299.389 Rp 10.735.606.453 Rp -
2021 Rp 9.586.149.589 Rp 11.459.956.995 Rp 6.424.856.952 Sumber: Laporan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2018-2021
Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa pada tahun 2018-2019 penerimaan dana zakat pada tahun 2019 mengalami kenaikan pada di tahun sebelumnya. Namun di tahun 2020 hingga 2021 mengalami penurunan di
194 Ilyas Supena dan Darmuin, Manajemen Zakat (Semarang: Walisongo Press, 2009), 2.
195 Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah (Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2006), 506.
196 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dokumentasi, Tanggal 15 April 2022.
setiap tahunnya. Sedangkan pendistribusian mengalami kenaikan mulai dari tahun 2018 hingga tahun 2021. Berikut perhitungan rasio perbandingan antara distribusi dan penerimaan dana zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni:197
1. Tahun 2018 4. 719.971.414
7.073.204.441 𝑥 100% = 66,73% = 67%
2. Tahun 2019 6.782.679.415
10.359.555.635 𝑥 100% = 65,47% = 65%
3. Tahun 2020 10.735.606.453
10.321.299.389 𝑥 100% = 104,01% = 104%
4. Tahun 2021 11.459.956.995
9.586.149.589 𝑥 100% = 119,55% = 120%
Kedua, waktu pendistribusian dana zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Distribusi dana zakat digolongkan menjadi dua yaitu dana zakat yang terprogram dan insidental. Distribusi zakat terprogram adalah distribusi yang dilakukan dalam jumlah besar dengan rencana yang matang serta waktu yang telah ditentukan. Sedangkan distribusi zakat insidental tidak bisa direncanakan seperti korban bencana alam.
Program distribusi dana zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat ada lima yakni pendidikan, kesehatan,
197 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dokumentasi, Tanggal 15 April 2022.
ekonomi, dakwah dan kemanusiaan. Selain lima program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat juga mendistribusikan zakat fitrah. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan berikut penjelasan,
Dalam waktu yang pendistribusian kita ada yang sebulan sekali, tiga bulan sekali dan ada juga yang setahun sekali. Kalau yang sebulan sekali itu ada yang pendidikan lalu ada kesehatan juga rutin tiap bulan. Pendidikan juga ada didistribusikan tiga bulan sekali. Kalau yang setahun sekali itu penyaluran zakat fitrah, kan zakat fitrah adanya cuman di bulan Ramadhan saja. Kalau yang Ekonomi itu ada perencanan waktunya hanya saja tergantung dari mustahiqnya kalo ada insiatif punya buka usaha ya kita bantu.198
Program kemanusiaan ketika dia dari korban bencana atau sifatnya mendadak. Jadi dana kemanusiaan itu dana praktis jadi missal tiba- tiba ada kecelakaan, kemudian karena kecelakaan itu tidak bisa jualan.
Sehingga kehidupan sehari-harinya bisa terganggukan ada beberapa kita ambilkan dari dana zakat.199
Dalam waktu pendistribusian ada yang sebulan sekali ada yang tiga bulan baru cair sama ada yang per semester nah kalau pendidikan ini pencairan dananya tiga bulan sekali tapi kita kasih dananya itu kita kasih biaya pendidikan selama tiga bulan sekali. Kalau sebulan sekali itu ada kesehatan sama dakwah dan kalo ekonomi itu tiap semester tapi kembali lagi ke mustahiqnya kalau ada yang mengajukan ya kita bantu.200
Dari Pernyataan diatas program distribusi dana zakat yang ada di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat itu ada enam yakni pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, kemanusiaan dan zakat firah. Namun pendistribusian untuk zakat fitrah dan program kemanusiaan termasuk program insidental. Karena zakat fitrah hanya ada
198 Drs. TGH. Munajib Kholid (Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 11 April 2022.
199 Abdul Hakim (Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 11 April 2022.
200 Naily Syifaiyah, SE. (Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 12 April 2022.
satu kali dalam setahun yakni pada bulan Ramadhan dan pelaksanaannya ketika diterima langsung pada saat bulan itu juga disalurkan. Sedangkan, program kemanusiaan disalurkan pada saat ketika mustahiq terkena bencana alam atau di saat dalam keadaan darurat.
Untuk Program Pendidikan, kesehatan, ekonomi dan dakwah merupakan program distribusi yang terprogram. Dalam waktu yang terprogram itu ada tiga waktu yaitu pertama sebulan sekali pada program pendidkan, kesehatan dan dakwah, yang kedua tiga bulan sekali pada program pendidikan dan enam bulan sekali pada program ekonomi. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari mustahiq berikut,
Bentuk bantuannya berupa uang sejumah 400.000 awalnya. Dapat beberapa bulan ada perubahan dari pusat jadinya 250.000. Itu untuk biaya keperluan pendidikan semisal uang bensin, ngeprint. Bukan untuk biaya kuliah seperti UKT. Iya rutin kok lancar-lancar aja pasti setiap bulan saya ngambil bantuan di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tapi semisal saya pada bulan tersebut tidak bisa mengambil saya bisa mengambil dua bulan berikutnya jadi dapat lebih. Selama ini saya dibantu berupa uang sejumlah Rp.750.000. Iya pemberiannya rutin per bulan.
Pemberian bantuannya saya ngambil di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat.201
Bantuannya biasanya amplopan ini, kalo sebelum hari raya ada beras dan amplopan ini juga nominalnya Rp. 250.000. Rutin tiap bulan dan selalu diantar ke sini.202
Saya dapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat berupa uang sejumlah Rp.975.000 setiap bulannya. Uangnya buat pembelian obat untuk anak saya.
Anak saya sait sejak usia 5 tahun terkena penyakit kekurangan
201 Muslehudin (Mustahiq Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 12 April 2022.
202 Fauzi (Mustahiq Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 12 April 2022.
vitamin D. Rutin tiap bulan dikasih. Saya mengambilnya ke kantor setiap tanggal 10.203
Bantuan untuk usaha modal buka warung makan kecil-kecil di rumah saya saya mengajukan ke kantor kurang lebih 1 bulan lah saya dikabari lewat WA ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk gambil uang Dulu saya pertama memulai usaha dengan modal di bantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp 1.000.000.
Tapi saya baru ngajukan kembali tahun kemarin sebesar 1.500.000,-.
Ini warung saya sudah berjalan 3 tahun.204
Bentuk bantunnya yaitu modal usaha buat bikin kerupuk termasuk mulai bahan baku, alat-alat timbangan, pleser, lemari, alat potong.
Saya bantuannya di kasih uang ada juga dikaih berupa alat pleser Sudah berapa kali pihak BAZNAS bantuannya modal baru dibantu sekali oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tapi setiap bulannya dapat pendampingan. Kita didiajarkan membuat laporan keuangan dan setiap bulannya.205
Dari beberapa pernyataan mustahiq, pertama untuk bantuan program pendidikan mendapatkan bantuannya secara rutin setiap sebulan sekali.
Kedua, untuk bantuan program dakwah yang didapatkan bantuannya secara rutin setiap sebulan sekali. Ketiga, program ekonomi pada santunan biaya hidup yang didapatkan oleh bapak Susilo rutin diberikan setiap sebulan sekali. Dan yang keempat program kesehatan yang didapatkan sama dengan yang lainnya yakni diberikan bantuan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat secara rutin setiap sebulan sekali.
203 Nikmah (Mustahiq Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 12 April 2022.
204 Sumarniatun (Mustahiq Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 13 April 2022.
205 Juniati (Mustahiq Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat), Wawancara, tanggal 10 April 2022.
Namun, dalam program ekonomi ada dua sifat yaitu program konsumtif dan produktif. Untuk program konsumtif yakni program santunan biaya hidup. Sedangkan yang produktif ada dua yaitu program modal usaha perorangan dan modal usaha kelompok. Dari mustahiq yang mendapat bantuan berupa modal usaha perorangan sudah mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak dua kali. Jarak antara bantuan yang pertama dengan yang kedua setahun. Namun, pengajuan bantuan yang dilakukan tersebut hingga akhirnya bantuan yang disalurkan membutuhkan waktu selama satu bulan. Sama halnya dengan mustahiq yang mendapatkan bantuan berupa modal usaha bersama ini menunggu selama satu bulan untuk mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun dari hasil tersebut jika dikutip dalam bentuk tabel berikut,
Tabel 3.2
Kecepatan Waktu Distribusi Program Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
Provinsi Nusa Tenggara Barat206
No Nama Program Sifat Waktu
Pelaksanaan
1 Pendidikan Konsumtif 1 Bulan
2 Dakwah Konsumtif 1 Bulan
3 Kesehatan Konsumtif 1 Bulan
4 Ekonomi
(Santunan Biaya Hidup)
Konsumtif 1 Bulan 5 Ekonomi
(Modal Usaha Perorangan)
Produktif 1 Bulan
206 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dokumentasi, Tanggal 15 April 2022.
No Nama Program Sifat Waktu Pelaksanaan 6 Ekonomi
(Modal Usaha Bersama)
Produktif 1 Bulan
Pada Penelitian ini, efektivitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas pendistribusian mengunakan Zakat Core Principle. Pada pengukuran Zakat Core Principle di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki dua indikator, yaitu:
1. Disbursement Collection Ratio (DCR)
Rasio DCR (Disbursement Collection Ratio), yakni perbandingan antara jumlah dana zakat yang didistribusikan dengan jumlah dana zakat yang dihimpun. Sebelum menghitug perbandingan jumlah dana penerimaan dan pendistribusian mengunakan rasio DCR, maka akan ditampilkan tabel penerimaan dan pendistribusian dana zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai dari tahun 2018 sampai tahun 2012. Adapun perhitungan DCR secara rinci dalam bentuk tabel berikut,
Tabel 3.3
Hasil Disbursement Collection Ratio (DCR) Dana Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
Provinsi Nusa Tenggara Barat207
Tahun Penerimaan Pendistribusian Persen
Keterangan Berdasarkan
DCR 2018 Rp 7.073.204.441 Rp 4. 719.971.414 67% Cukup
Efektif 2019 Rp 10.359.555.635 Rp 6.782.679.415 65% Cukup Efektif
207 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dokumentasi, Tanggal 15 April 2022.
Tahun Penerimaan Pendistribusian Persen
Keterangan Berdasarkan
DCR 2020 Rp 10.321.299.389 Rp 10.735.606.453 104% Sangat
Efektif 2021 Rp 9.586.149.589 Rp 11.459.956.995 120% Sangat Efektif
Rata-Rata 89% Efektif
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa kategori DCR tahun 2018 dan 2019 adalah cukup efektif. Lalu pada tahun 2020 hingga 2021 adalah Sangat Efektif. Rasio DCR dinyatakan dalam persentase dan dibagi dalam lima kategori, yakni: >90% (Sangat Efektif), 70-89%
(Efektif), 50-69% (Cukup Efektif), 20-49% (Kurang Efektif), <20%
(Sangat Kurang). Perhitungan ini sangat penting digunakan sebagai indikator kinerja ditribusi zakat di lembaga yang ada.
Pada tahun 2018 dana zakat didistribusikan sebesar 67%
dibandingkan dengan dana zakat yang diterima masuk pada kategori cukup efektif. Pada tahun 2019 dana zakat yang telah didistribusikan sebesar 65% di tahun ini mengalami penurunan di tahun sebelumnya.
Namun, masih pada kategori cukup efektif. Pada tahun 2020 mengalami kenaikan dana zakat yang didistribusikan sebesar 104% masuk kategori sangat efektif. Lalu di tahun 2021 juga mengalami peningkatan distribusi dana zakat yaitu sebesar 120% dan masuk dalam kategori sangat efektif.
Pada tahun 2020 dan 2021 proporsi dana yang didistribusikan lebih banyak dari pada dana yang diterima. Karena dana yang diterima lebih sedikit dari dana yang didistribusikan, maka untuk mengatasi hal tersebut
menggunakan dana zakat pada saldo di tahun sebelumnya sehingga bisa mencukupi pendistribusian yang ada.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendistribusian dana zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat efektif. Dilihat dari tahun 2018 hingga tahun 2021 jika dirata-ratakan hasilnya sebesar 89% (Efektif). Karena di setiap tahunnya pendistribusian selalu meningkat bahkan melebihi dana yang diterima. Hal ini memberikan arti bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat selalu berusaha meningkatkan pelayanan mustahiq salah satunya pendistribusian yang terus meningkat setiap tahunnya.
2. Kecepatan Distribusi
Perhitungan yang kedua adalah kecepatan waktu distribusi.
Kecepatan waktu distribusi zakat yang diukur adalah distribusi zakat yang terprogram. Di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat memliki lima program distribusi yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah. Namun yang termasuk dalam zakat distribus yang terprogram ada empat program diantaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi dan dakwah. Karena program kemausiaan merupakan program yang incidental bukan program distribusi yang terprogram.
Dalam kecepatan distribusi zakat terbagi dalam dua kategori yakni kategori program konsumtif dan program produktf. Berikut hasil pengukuran kecepatan distribusi, yaitu:
a. Kecepatan Waktu Distribusi Konsumtif
Zakat Core Principle pada kecepatan waktu distribusi untuk program konsumtif terbagi dalam lima kategori diantaranya: <3 bulan (Cepat); 3-6 bulan (Baik), 6-9 Bulan (Adil), 9-12 Bulan (Lambat), >12 (Sangat Lambat).208 Adapun pengukuran secara rinci dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.4
Hasil Kecepatan Waktu Distribusi Program Konsumtif di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
Provinsi Nusa Tenggara Barat209
No Nama Program Waktu Ke te rangan
1 Pendidikan 1 Bulan Cepat
2 Dakwah 1 Bulan Cepat
3 Kesehatan 1 Bulan Cepat
4 Ekonomi 1 Bulan Cepat
Pada program pendidikan waktu yang disalurkan adalah satu bulan. Ini menunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mendistribusikannya dengan waktu yang cepat. Pada program dakwah waktu disalurkan juga sama yaitu satu bulan ini juga menunjukkan mendistribusikan dengan waktu yang cepat. Pada program kesehatan dan ekonomi juga disalurkan diwaktu
208 Bank Indonesia dan Universitas Islam Indonesia, Pengelolaan Zakat yang Efektif:
Konsep dan Praktik di Beberapa Negara (Jakarta: Bank Indonesia, 2016), 139.
209 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dokumentasi, Tanggal 15 April 2022.
yang sama yaitu satu bulan. Ini menunjukkan pendistribusian untuk program kesehatan dan juga ekonomi termasuk kategori cepat. Jika disimpulkan untuk program konsumtif yang ada di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk kategori cepat. Karena distribusi yang ada di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk setiap programnya dilakukan setiap sebulan sekali.
b. Kecepatan waktu Distribusi Produktif
Zakat Core Principle pada kecepatan waktu distribusi untuk program produktif terbagi dalam tiga kategori diantaranya: <6 bulan (Cepat), 6-12 bulan (Baik), >12 (Lambat). Adapun pengukuran secara rinci dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.5
Kecepatan Waktu Distribusi Program Produktif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
Provinsi Nusa Tenggara Barat210 No Nama Program Waktu Terencana Waktu
Pelaksanan Keterangan 1 Modal Usaha
Perorangan 6 bulan 1 Bulan Cepat
2 Modal Usaha
Bersama 6 Bulan 1 Bulan Cepat
Pada program produktif yang ada di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat hanya pada program ekonomi. Program ekonomi bersifat produktif yang ada di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat ada dua
210 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dokumentasi, Tanggal 15 April 2022.
yaitu modal usaha perorangan dan modal usaha bersama. Pada kedua program tersebut dari hasil wawacara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat merencanakan distribusi pada program tersebut setiap semester atau selama enam bulan sekali.
Akan tetapi, pada realita di lapangan melalui dari hasil wawancara kepada mustahiq tidak menunggu sampai ada periode tersebut hanya menunggu kurang lebih satu bulan saja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah mendistribusikan kepada mustahiq yang membutuhkan bantuan modal usaha baik perorangan maupun bersama.
Pada program modal usaha perorangan didistribusikan satu bulan setelah mustahiq mengajukan bantuan. Ini menunjukkan bahwa waktu pendistribusian yang dilakukan pada program tersebut cepat.
Sama halnya pada program modal usaha bersama didistribusikan satu bulan setelah pengajuan bantuan yang dilakukan oleh mustahiq. Ini juga menunjukkan bahwa waktu pendistribusian dikategorikan cepat.
Jadi dapat diartikan bahwa pelaksanaan kecepatan distribusi yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat baik program distribusi konsumtif maupun program distribusi produktif dikategorikan cepat, yang berarti bahwa lembaga zakat telah memiliki program yang efektif dan target yang jelas untuk program berbasis konsumtif dan juga produktif sehingga zakat yang terkumpul dapat mencapai penerima dengan segera.
Selanjutnya, Pelaksanaan pengamalan zakat, harus ditangani oleh lembaga amil zakat yang memiliki sistem manajemen fungsional dan profesional. Hal tersebut diharapkan akan memberikan hasil yang optimal dan efektif atas efek zakat dalam transformasi ekonomi. Seperti yang pernah diusukan oleh Dawam Rahardjo akan perlunya bank sosial Islam, Bank ini berfungsi mengelola dana zakat untuk didayagunakan bagi kepentingan pemberdayaan ekonomi umat.211
Zakat yang merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam sebagai upaya untuk menciptakan kesejahteran sosial perlu dibentuk institusi bank yang bebas bunga (zero interest bank) sebagai pengelola dana umat berupa zakat dan sumber lainnya, yang ditujukan untuk membantu permodalan bagi masyarakat ekonomi lemah.212 Dana zakat dapat digunakan untuk usaha-usaha kecil, seperti industri rumah tangga (home industry), pertukangan, perbengkelan dan jasa. Dengan demikian diharapkan dapat terciptanya pemerataan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dengan meningkatnya daya beli masyarakat, dan beredarnya harta kekayaan secara berkeadilan.
Untuk alasan inilah maka menjadi penting melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan efektifitas pendayagunaan zakat. Dengan keterbatasan dana zakat, diperlukan strategi pendistribusian yang tepat agar zakat menjadi efektif. Ada tiga hal penting yang harus mendapatkan penekanan dalam upaya meningkatkan efektifitas pendistribusian zakat, yaitu:
211 Mufti Afif, dkk, Optimalisasi Pengelolaan Filantropi Islam Berbasis Masjid (Gontor:
UNIDA Gontor Press, 2021), 16.
212 Basuki Darsono, Ekonomi (Magelang: Penerbit Pustaka Rumah Cinta, 2020), 114.
Pertama, prioritas target distribusi zakat. Distribusi zakat sudah ditentukan hanya untuk delapanashnaf (QS 9: 60). Namun demikian, Al- Quran menyebutkan fakir dan miskin sebagai kelompok pertama dan kedua dalam daftar penerima zakat. Mereka inilah yang mendapat prioritas dan pengutamaan oleh Al Qur’an. Ini menunjukkan bahwa mengatasi masalah kemiskinan merupakan tujuan utama zakat. Hal ini menjadi sangat penting ketika dana zakat adalah terbatas. Untuk mewujudkan kemaslahatan, diperbolehkan tidak menyamaratakan pemberian zakat pada semua sasaran zakat, bahkan diperbolehkan memberikan zakat untuk satu sasaran saja.213
Kedua, bentuk pendistribusian zakat yang sesuai. Kadar zakat untuk fakir miskin tidak ditentukan menurut besarnya dana zakat yang terkumpul. Hal ini karena tujuan zakat adalah memberikan tingkat hidup yang layak sebagai seorang Muslim dengan cara memampukan mustahiq untuk menghidupi dirinya sendiri dengan kemampuan yang dimilikinya.214
Bagi fakir miskin yang sanggup bekerja namun menjadi miskin karena tidak dapat menggunakan secara penuh sumber daya mereka karena keterbatasan modal manusia (human capital), modal fisik (physical capital), dan modal finansial (financial capital) yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas ekonomi agar memperoleh pendapatan yang layak, zakat harus ditujukan sebagai modal produktif. Disini zakat harus dijadikan sebagai
213 Yusuf Wibisono, Mengelola zakat Indonesia (Jakarta: Kencana, 2015), 55.
214 Ariel Heryanto, dkk, Zakat dan Pembangunan, Era Baru Zakat Menuju Kesejahteraan Ummat (Jakarta: PEBS FEUI, 2008), 172.
program spesifik yang didesain untuk mendukung penyediaan modal manusia, fisik, dan finansial yang dibutuhkan orang miskin.
Pemberian modal produktif mungkin tidak sesuai untuk kelompok pekerja atau buruh miskin yang memiliki keterbatasan waktu dan kontrak kerja. Disini zakat dapat ditujukan sebagai equity transfer yaitu pemberian zakat dalam bentuk modal saham sehingga pekerja buruh miskin mendapat manfaat dari aktivitas ekonomi yang luas, meningkatnya motivasi kerja, dan nilai saham yang cenderung stabil. Sedangkan bagi fakir miskin yang tidak sanggup bekerja dan mencari nafkah, zakat dapat ditujukan sebagai jaring pengaman sosial.215 Disini zakat dapat digunakan untuk menyediakan kebutuhan dasar kelompok orang tua dan jompo, orang-orang sakit dan cacat, dan anak-anak terlantar.
Ketiga, menyesuaikan dengan kondisi lokal dan perkembangan terkini.
Lembaga zakat perlu untuk memikirkan bentuk pendayagunaan zakat yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat lokal serta perkembangan pemikiran tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagai misal, dalam kondisi bencana alam, distribusi zakat semestinya tidak hanya dalam bentuk cash transfer namun juga bisa dalam bentuk cash for work.216
Pendistribusian zakat untuk usaha produktif harus melalui prosedur yang jelas dan sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No.
215 Hendri Tanjung, Ekonomi dan Keuangan Syariah: Isu-Isu Kontemporer (Jakarta: PT.
Elex Media Komputindo, 2020), 25.
216 Ariel Heryanto, dkk, Zakat dan Pembangunan, 175.