• Tidak ada hasil yang ditemukan

Elemen-elemen yang Harus Diperhatikan

Bab II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kajian Pustaka

6) Elemen-elemen yang Harus Diperhatikan

Sebelum seorang guru menerapkan media dalam kegiatan proses belajar mengajar guru terlebih dahulu untuk memperhatikan elemen-elemen yang terkandung dalam media sebagaimana yang akan peneliti jelaskan.

29 Abdorrokhman Gintings, Esensi Belajar dan Pembelajaran (Yogyakarta, Humaniora

2008) hlm. 141

Dalam proses penataan elemen-elemen dalam audio-visual perlu di perhatikan prinsip-prinsip berikut :

a. Kesederhanaan : kesederhanaan mengacu pada pada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu audio –visual dalam elemen ini siswa sedikit memudahkan siswa menangkap dan memahami pesan yang di sajikan dalam audio dan visual.

b. Keterpaduan : keterpaduan mengcu pada hubungan yang terdapat di natara elemen-elemen visual yamg ketika di amati akan fungsi bersama-sama.

c. Penekanan : visualisasi yang di sajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang akan menjadi pusat perhatian siswa.

d. Kesimbangan : kesimbangan yang keseluruhannya semetris di sebut kesimbangan formal dan bersifat statis.

e. Bentuk : bentuk yang aneh dan asiing bagi siswa dapat memebangkitkan minat dan perhatian siswa.

f. Garis : garis di gunakan untuk menghubungkan unsure- unsur sehingga dapat menuntun siswa untuk mempelajari suatu urutan yang khusus. 30

Sebelum menerapkan media seorang guru harus memperhatikan elemen-elemen yang penting seperti, kesederhanaan, keterpaduan dengan materi, kesimbangan antara media dan materi, jika seorang guru tidak memperhatikan elemen yang disebut diatas maka media yang kita terapkan tidak akan sesuai dengan materi yang di ajarkan dan tidak akan bisa menciptakan proses pembelajaran menjadi efektif.

7) Tahapan penggunaan media dari media audio visual

Media audio visual akan terasa bermanfaat kalau yang menggunakannya mempunyai keahlian dan keterampilan yang lebih memadai dalam penggunaanya, pengguna harus tahu

30 Aan Hasanah, Pengembangan Profesi, ibid, hlm. 185

bagaimana menyajikan pelajaran atau menyampaikan informasi dengan alat yang digunakanya.31

Langkah-langkah dalam penggunaan media audio visual sebagai berikut :

a. Merumuskan tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan media audio visual sebagai media pengajaran

b. Persiapan guru, guru memilih dan menetapkan media yang akan gunakan untuk mencapai tujuan

c. Persiapan kelas, siswa atau siswa harus mempunyai persiapan sebelum mereka menerima pelajaran dengan menggunakan media

d. Penyajian pelajaran dan pemanfaatan media yakni penyajian bahan pelajaran dengan menfaatkan media pembelajaran e. Kegiatan belajar siswa, pada fase ini belajar dengan

menfaatkan media pelajaran yang ada

f. Evaluasi pembelajaran, pada fase ini kegiatan belajar dievaluasikan sampai sejauhmana tujuan pembelajaran yang dicapai sekaligus dapat dinilai sejauhmana pengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa.32

Sebelum seorang guru itu menggunakan media sebagai alat bantunya untuk mengajar maka sebaikanya seorang guru memperhatikan langkah-langkah sebelum menggunakan mediayang sudah peneliti tuliskan di atas supaya antara tidak terjadi kesalahan ketika dalam proses belajar mengajar, jika guru salah cara memakai media maka akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa itu sendiri bahkan bisa membuat siswa tidak tertarik lagi terhadap media yang digunakan oleh seorang guru.

31 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zaen, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta, Renika

Cipta, 2002 ) hlm. 156

32 Ibid hlm 157

8) Kelebihan dan Kekurangan dari Media Audio Visual

Seorang guru harus menyadari kekurangan dan kelebihan dari media yang digunakan untuk menyampaikan materi ajar sehingga guru akan bisa menerapkan media dengan baik dan tidak menggap bahwa media adalah suatu yang mutlak atau yang harus dipakai oleh seorang guru untuk mengajar agar proses kegiatan pembelajaran menjadi terarah, akan tetapi setiap media yang digunakan oleh guru tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan.

Setiap media pembelajaran bahwa “pasti ada kelebihan dan kekurangannya, begitu pula dengan media audio visual. Dalam penggunaannya ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam media audio visual.

Kelebihan dari media audio visual

a. Perpaduan teks dan gambar dapat menambah daya tarik,serta dapat memperlanjar pemahaman informasi yang di sajikan dalam bentuk verbal dan visual.

b. Dapat menampilkan obyek yang terlalu besar ,yang tidak memungkinkan utuk di bawa didalam kelas, gunung, sungai, masjid dan ka‟bah obyek tersebut bisa di tampilkan melalui gambar dan film.

c. Memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap siswa d. Meletakkan dasar-dasar yang konkrit dari konsep yang

abstrak sehingga dapat mengurangi kepahaman yang verbalisme.33

Adapun kelemahan dari media audio visual

33 Syaiful Bahri Djmari dan Aswan Zaen Strategi Belajar Mengajar (Jakarta, Renika Cipta, 2002 ) hlm. 156

a. Kecepatan dan merekam dan pengaturan trek yang bermacam-macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang rekam pada suatu mesian yang berbeda dengan mesin lainya.

b. Film dan video yang tersdia selalu sesuaidengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan kecuali film atau video dirancang dan diprukduksi untuk kebutuhan sendiri

c. Pengadaan film atau video memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang banyak

d. Kehwatiran muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru dan siswa bisa jadi bersikap pasif selama penayangnya.34

Setiap media pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, akan tetapi tugas seorang guru harus bisa memilih media yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan supaya media yang digunakan menjadi terarah dan siswa lebih mudah untuk memahami materi yang diajarkan, jika seorang guru tidak bisa mencocokkan anatara media yang digunakan dengan materi yang akan di ajarkan maka media tersebut tidak akan efektif.

B. Kerangka Berpikir

Media audio visual adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang guru untuk melakukan proses pembelajaran yang lebih baik sehingga ssiwa bisa langsung melihat materi dan mendengar materiyan di ajarkan , diantaranya berupa LCD, proyek projector, untuk mengetahui ilmu pengetahuan atau tahap pemahamannya peserta didik supaya proses pembelajaran menjadi terarah Sehingga dengan adanya media audio visual

34 Nana Sudjana, Media Pengajaran (Penggunaan dan Pembuatan ) (Bandung, Sinar Baru, 1991) hlm. 131

ini maka siswa tidak akan pernah jenuh untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Ketika suatu penyampaian yang disampaikan pada saat proses pembelajaran dengan hanya menggunakan buku teks saja tanpa menggunakan media maka tentu siswa mengalami suatu kebosanan sehingga minat untuk belajar berkurang dalam proses belajar mengajar.

Guru atau siswa tentu pernah merasakan kebosanan dan kejenuhan dalam proses belajar mengajar dengan adanya media audio visual ini sehingga siswa semangat untuk melakukan dan berbuat dalam proses pembelajaran lebih bersemangat. Dalam melakukan proses pembelajaran dan hasil belajar yang di harapkan oleh guru kepada siswa dapat tercapai tujuan yang diinginkan.

Dalam proses belajar mengajar pada hakikatnya dalam rangka proses penyampaian materi pelajaran berupa pesan atau informasi baik dari ilmu pengetahuan, sikap dan ketrampilan sehingga keahlian pengalaman dari guru yang berikan kepada siswa secara optimal yang akan berpengaruh kepada peningkatan hasil belajar siswa

Masa sekarang ini, teknologi pendidikan semakin berkembang begitu juga dalam proses belajar mengajar akan berkembang dari zaman dahulu hanya menggunakan papan tulis dan buku teks saja yang di jadikan sebagai alat pembelajaran dan sekarang dalam proses belajar menggunakan media audio visual yang bisa didengar dan dilihat langsung leh peseta didik sehingga dalam proses belajar mengajar lebih berkembang

dari segi pengetahuan atau pemahaman, sikap, dan ketrampilan menjadi lebih baik dan dengan media audio visual ini proses pembelajaran semakin berkembang pula semangat dan minat siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam hasil belajarnya dapat meningkat karena telah memiliki semangat yang tinggi.

C. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatu jawaban sementara terhadap rumusan masalah dalam penelitian, dimana rumusan masalah berupa pertanyaan. Sugiyono mengatakan bahwa hipotesis adalah “jawaban sementara kerena jawaban yang diberikan berdasarkan teori yang relavan atau ada, hipotesis juga merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian,n dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.”35

Jadi hipotesis dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis belum dinyatakan jawaban yang empirik. Adapun hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Ho (Hipotesis nol) : Terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan media audio visual pada mata pelajaran Fiqih kelas VII di MTs Darul Muhajirin Praya tahun pelajaran 2017/2018.

35Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung, Alfabeta, 2014) hlm. 64

Ha (Hipotesis alternatif) :

Tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan media audio visual pada mata pelajaran Fiqih kelas VII di MTs Darul Muhajirin Praya tahun pelajaran 2017/2018.

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono bahwa penelitian kuantitatif adalah “penelitian yang menggunakan angka dalam penyajian data. adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji statistik.”36

Dalam penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya dengan membuktikan penyajian data dengan menggunakan angka.

Dari pengertian di atas, maka pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuantitatif. Alasan peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena dalam penelitian ini membutuhkan data menggunakan angka dan mendapatkan data yang valid.

subjek penelitiannya adalah pengaruh media audio visual dalam meningkatan hasil belajar siswa kelas VII mata pelajaran fiqih di MTs Darul Muhajirin Praya

B. Populasi dan Sampel

Menurut Sugiyono mengatakan bahwa populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan

36Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif R & D (Bandung, Alfabeta, 2016) hlm 7.

27

krakteristiknya tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga menemukan kesimpulan.”37

Sedangkan pengertian sampel menurut beni Ahmad Saebani dalam bukunya mengartikan bahwa adalah “bagian yang refresentatif yang dijadikan sumber data atau bisa dikatakan bagian kecil dari populasi atau mewakili dari populasi.”38

Berdasarkan pengertian di atas bahwa dalam penelitian ini menggunakan penelitian populasi karena memperhatikan jumlah siswa sebanyak 43 orang hal ini sesuai dengan pandangan Suharsimi bahwa penelitian sampel “apabila subjeknya kurang dari 100 akan lebih baik diambil semuanya. sehingga penelitiannya adalah penelitian populasi, selanjutnya jika jumlah sampelnya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.”39

C. Waktu Dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, terhitung sejak bualn Maret sampai bulan Mei 2018.

2. Tempat Penelitian

Adapun lokasi atau tempat penelitian dilaksanakan di MTs Darul Muhajirin Praya pada kelas VII karena ditemukan data bahwa media audio visual tiak diterapkan secara maksimal sehingga dapat

37 Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian (Bandung, Alfabeta, 2016) hlm. 61

38 Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian (Bandung, CV. Pustaka Setia, 2008) hlm. 165

39 Suharsimi Arikonto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta, Rineka Cipta, 2006) hlm. 176

mengakibatkan siswa yang mengikuti proses belajar mengajar menjadi membosankan dan hasil belajar siswa tidak dapat mencapai nilai KKM Fikih yang data awal ditemukan nilai yang dicapai siswa kelas VII pada mata pelajaran fikih yaitu 7,5.

3. Variabel Penelitian

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel bebas.40

Variabel bebas dalam penelitian atau yang menjadi X adalah pengaruh penerapan media audio visual sedangkan variabel terikatnya yang menjadi Y yaitu hasil belajar siswa kelas VII mata pelajaran fiqih di MTs Darul Muhajirin Praya tahun 2017/2018

D. Desain Penelitian

Nasution mengatakan bahwa definisi desain penelitian adalah “suatu rencana tentang bagaimana cara mengumpulkan dan menganalisis data dengan baik dan sesuai dengan tujuan penelitian.”41

Dengan pengertian di atas dapat dipahami bahwa yang di maksud dengan desain penelitian adalah suata cara atau teknik seseorang dalam proses penelitian dan tujuan penelitian yang akan dicapai. adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena menggunakan angka dalam menganalisis dan

40 Amirul Hadi, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung, CV pustaka setia, 2005) hlm.

128 41 Nasution, Metode Research (Jakarta, Bumi Aksara, 2014) hlm. 23

mengumpulkan data dengan menggunakan analisis statistik. dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif.

E. Instrumen atau Alat Penelitian

Wina Sanjaya mengungkapkan bahwa instrumen penelitian adalah

“suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan dalam penelitian. karena alat atau instrumen adalah yang menggambarkan cara pelaksanaan suatu penelitiain.”42

Adapun instrumen alat atau yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi diartikan “sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.”43 observasi yang dikatakan secara langsung karena langsung melakukan pengamatan di tempat kelangsungan peristiwa tersebut.

Sedangkan observasi yang tidak dikatakan langsung karena pengamat tidak ada dalam berlangsungnya suatu peristiwa sehingga di observer contoh yang diamati adalah video, film, rangkaian slide atau rangkaian foto.

Adapun langkah-langkah dalam pengamatan yang baik agar memperoleh data yang refresentatif yaitu:

a. Memiliki pengetahun dan menentukan akan diobservasi.

42 Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan Jenis, Metode dan Prosedur (Jakarta, Kencana, 2014) hlm. 247

43Amirul Hadi, Metodelogi Penelitian Pendidikan (Bandung, CV. Pustaka Setia, 2005) hlm.

129

b. Menyelidiki tujuan penelitian, kejelasan tujuan akan mempermudah apa yang hasur diobservasi.

c. Menentukakn cara untuk mencatatat hasilobservasi penelitian, memilih cara yang dipandang paling efektif dan efesien.

d. Membatasi macam tingkat kategori secara tegas.

e. Berlaku sangat cermat dan sangat kritis

f. Mencatatat Tiap gejala terpisah, ini dimaksudkan supaya gejala yang dicatat tidak dipengaruhi pencatatan, karena keadaan dan kondisi waktu mencatat dapat berpengaruh kepada observasi.44 2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah untuk memperoleh data atau informasi dengan cara menyelidiki catatan, sehingga dokumentasi ini sebagai pengumpul data untuk melengkapi pembahasan skiripsi dalam penelitian.

3. Tes

Wina Sanjaya mengatakan bahwa tes adalah “suatu instrumen atau alat penelitian untuk mengumpulkan data tentang kemampuan seseorang dengan melakukan pengukuran”.45

Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes Formatif. Tes ini untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio visual dan sebelum menggunakan media audio visual.

Tes sebagai alat ukur, kemudian “suatu data yang dihasilkan oleh tes adalah berupa suatu angka-angka. karena menggunakan pendekatan kuantitatif.”46sehingga dengan menggunakan tes ini

44Supardi, Metode Penelitian (Mataram, Yayasan Cerdas Press, 2006) hlm. 88.

45Ibid, hlm. 251

46Ibid, hlm. 252

peneliti mendapatkan data tentang hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran fiqih di MTs darul muhajirin praya .

F. Teknik Pengumpulan Data/Prosedur Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode dalam pengumpulam data melalui metode observasi, angket, dokumentasi dan tes sebagai berikut:

1. Metode Observasi

Sutrisno Hadi dalam Sugiyono mengatakan dalam bukunya bahwa observasi adalah “suatu proses kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses dan yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan.”47

Adapun Sugiyono menyebutkan bahwa jenis-jenis observasi ada dua yaitu “observasi berperan serta (participant obsevation) dan observasi nonpartisipan yang termasuk dalam observasi nonpartisipan adalah observasi terstruktur dan observasi tidak struktur.”48

Dalam hal ini, peneliti menggunakan observasi partisipan yaitu

“peneliti ikut serta dalam penelitian sehingga memperoleh data yang lengkap terhadap aktivitas yang ada.” 49 Metode observasi peneliti gunakan untuk memperoleh data tentang letak geografis sekolah MTs Darul Muhajirin Praya.

47Ibid, hlm. 145

48Ibid, hlm. 145-146

49Ibid, hlm. 145

2. Metode Dokumentasi

Dokumentasi adalah “mencari data yang mengenai hal yang berbentuk gambar, catatan, sejarah, boigrafi karya seni dan sebagainya.” 50 Dokumentasi dalam penelitian digunakan untuk mendapatkan data keadaan sekolah MTs Darul Muhajirin Praya, data siswa, struktur organisasi MTs Darul Muhajirin.

3. Tes

Tes adalah “suatu seperangkat rangsangan yang diberikan kepadas siswa dengan maksud untuk mendapatkan jawaban dan dapat menetapkan skor angka.”51 Jenis tes yang digunakan adalah tes formatif. Tes formatif ini untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa kelas VII di MTs Darul Muhajirin Praya setelah diterapkan media audio visual pada kegiatan pembelajaran.

Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio visual. Sehingga dengan menggunakan tes ini, peneliti mendapatkan data tentang peningkatan hasil belajar siswa kelas VII pada Mata Pelajaran Fiqih di MTs Darul Muhajirin Praya

G. Tekhnik Analisis Data

Analisis data merupakan sumber data yang terkumpul yang sudah di jawab oleh responden dan analisis data ini menggunakan analisis statistic

50Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif...,hlm. 240

51 Amir Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan…, hlm. 139

infrensial, karena peneliti hanya menginginkan kesimpulan yang berlaku dalam populasi.

Sugiyono mengatakan bahwa analisis data adalah “data yang seluruh responden atau sumber data lain yang terkumpul. Adapun tekhnik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial karena peneliti ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi”.52

Adapun analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui tiga langkah yaitu dengan melakukan persiapan, mentabulasi dan melakukan data sesuai dengan pendekatan yang digunakan sehingga dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan oleh peneliti.

Dalam penelitian ini, untuk menguji ada atau tidaknya perbandingan variabel X (Hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio visual) dengan variabel Y (Hasil belajar siswa sebelum menggunakan media audio visual).

Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut.

1. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak.

52Ibid, hlm. 147-148

Untuk analisis data, penulis menggunakan statistik parametrik.

Karena skala datanya adalah interval. Statistik parametrik ini menggunakan teknik komparasi Uji Beda (t-test) sampel bebas (Independent Sample Test). Ada dua bentuk formulasi uji-t untuk sampel bebas, namun terlebih dahulu diuji Homogenitas Populasi dengan Uji F.

Varian Besar Varian Kecil

“Adapun kriteria uji homogenitas ini adalah populasi homogen jika nilai F hitung < F tabel, dan populasi tidak homogen jika nilai

F hitungF tabel.”53 2. Uji Normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk menguji normal tidaknya data tiap-tiap variabel penelitian. Untuk itu sebelum peneliti akan menggunakan statistik parametris sebagai peneliti akan menggunakan teknik statistik parametris sebagai analisisnya, maka peneliti harus membuktikan terlebih dahulu, apakah data yang akan dianalisis itu berdistribusi normal atau tidak. “Berdasarkan hal tersebut maka uji normalitas dalam penelitian ini adalah pengujian normalitas data dengan menggunakan Uji chi-kuadrat.”54 Rumus chi kuadrat :

X2 =∑ (Oi - Ei)2 Ei

Keterangan : Oi : jumlah kelas interval Ei : frekuensi ekspektasi

53 Sugiyono, Metode..., hlm. 140.

54 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 79.

F =

3. Uji Hipotesis

Setelah dilakukan uji homogenitas dan normalitas, maka dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan menggunkan rumus uji beda (t-test), adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

x – y

Keterangan : t : Nilai Uji t x : Nilai rata-rata X y : Nilai rata-rata Y N1 : Jumlah sampel X N2 : Jumlah sampel Y S1 : Varian X

S2 : Varian Y

SG : Standar Deviasi Gabungan Kriteria Hipotesis, jika :

to ≥ t-tabel, berarti Ha diterima dan Ho ditolak.

to ≤ t-table, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Dengan db = (N1+N2-2) dan tarif signifikansi α 0,05 atau 5%.55

55 Syofian Siregar, Statistik..., hlm. 241.

t =

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Data Madrasah Tsanawiyah a. Profil Madrasah Tsanawiyah Nomor Statistik

Madrasah (NSM) : 121252020009 Nomor Pokok

Sekolah Nasional

(NPSN) : 69727688

Nama Madrasah : MTs. DARUL MUHAJIRIN PUTRI

Status : SWASTA

Alamat : Jalan Diponegoro No. 40 Praya Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Telefon : ( 0370 ) 654060

E-mail : [email protected] Status Tanah : Milik Yayasan Darul Muhajirin Praya Luas Tanah : 31.236 m2

Tahun Pendirian

Madrasah :

14 JULI 1971 ( Akte : 87 Notaris Abdurrahim, S.H. tertanggal 2 Februari 1985 dirubah

SK MENKUMHAM Nomor : AHU – 0035547. AH.01.04 TAHUN 2016)56 b. Sejarah Berdirinya Madrasah

Pondok Pesantren Darul Muhajirin terletak di kota Praya, Ibukota Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 30 Km, sebelah timur kota Mataram – Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pondok Pesantren Darul Muhajirin didirikan pada hari Rabu, 22 Rabiul Awwal 1318 H – 14 Juli 1971) kemudian dibentuk sebuah

56 Dokumentasi, 10 Maret 2018

37

Yayasan yang diberi nama : ” Yayasan Darul Muhajirin “ dengan Akte Notaris Nomor : 87, tanggal 2 Februari 1985, Notaris H.

Abdurrahim, SH. Dan diperbaharui dengan Akte Notaris Nomor AHU-0035547.AH.01.04 Tahun 2016. Sebagai lembaga pendidikan, sebenarnya telah mulai sejak tahun 1943, dirintis oleh TGH.

MUHAMMAD NAJMUDDIN MAKMUN, setelah beliau pulang dari tanah suci Makkah (di sana Beliau belajar pada Madrasah Darul Ulum). Lembaga pendidikan yang dirintis tersebut dikenal dengan nama “ Nurul Yakin “ yang terletak di kampung Karang Lebah, Praya, Lombok Tengah.

Dalam perkembangannya Perguruan Nurul Yakin, memiliki jumlah santri semakin banyak memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai. Untuk itulah, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah membantu dengan menghadiahkan tanah seluas 31.236 m2. Pada tahun 1971, dimulailah pembangunan gedung Pondok Pesantren yang baru. Pondok Pesantren ini diberi nama Darul Muhajirin “ nama pemberian ulama terkemuka di Makkah, Syekh Muhammad Yasin Isa Al-Fadani, Guru utama dari Tuan Guru Haji Muhammad Najamuddin Makmun ketika belajar di Makkah.

Kesadaran dan keyakinan bahwa di tempat baru ini prospek penyelenggaraan pendidikan akan lebih baik. Berawal dengan 20 lokal ruang belajar 6 ruang perkantoran, sebuah ruang Laboratorium

Dokumen terkait