BAB V SENI ESTETIKA
C. ESTETIKA DAN KREATIFITAS
memahaminya tanpa harus menunggu lama dalam menyelesaikan masalah atau sesuatu, jika dalam artian lain hal ini bisa disebut sebagai orang yang memiliki otak encer.
2. Keterampilan berpikir luwes atau fleksibel (flexibility). Berpikir luwes disini bermakna berpikir dengan terbuka atau tidak berpikir dengan mengandalkan satu pandangan saja, melainkan juga berpikir dengan sudut pandang berbeda baik itu pandangan yang masuk akal maupun tidak. Jadi ketika ada sebuah masalah, seseorang tidak hanya berpikir bahwa masalah tersebut hanya bisa diselesaikan dengan satu cara melainkan bisa juga dengan banyak cara lain yang mungkin masih belum ditemukan.
3. Keterampilan berpikir orisinal (originality). Berpikir orisinal merupakan cara berpikir dimana seseorang benar-benar memikirkan suatu hal dengan sudut pandang lain dengan cara yang ia buat sendiri, dan bukan melalui cara yang sama pernah dipakai oleh orang lain. Jadi pemikiran yang ia hasilkan benar- benar ori atau asli hasil pemikirannya sendiri.
4. Keterampilan merinci (elaboration). Merinci yang dimaksud adalah keterampilan dimana seseorang bisa menjelaskan sesuatu yang ia pikirkan secara detail, baik itu maksud dari pemikirannya maupun tujuan dari pemikiran kreatifnya.
5. Keterampilan menilai (evaluation). Yang dimaksud dari keterampilan menilai disini adalah kemampuan menilai sesuatu dengan baik, sehingga ketika seseorang berpikir maka ia akan menilai pemikirannya sendiri, apakah pemikirannya itu baik,
tepat, sesuai, bisa diterima, bisa dikembangkan, maupun bisa dipraktekkan.
Sedangkan aspek afektif, merupakan aspek kreatifitas yang berkaitan dengan sikap dan perasaan seseorang atau bisa disebut juga ciri-ciri non aptitude, yang meliputi :
1. Rasa ingin tahu. hal ini merupakan rasa atau sikap seseorang dimana ia ingin selalu mengetahui berbagai hal baik itu hal baru maupun hal lama, serta hal hal yang belum diketahui.
Sehingga ketika ia berpikir, akan muncul pertanyaan seperti
“apakah ini mungkin?, bagaimana jika aku melakukan cara yang lain?, apa yang terjadi bila aku menggunakan cara ini?” dan lain lain.
2. Bersifat imajinatif. Hal ini memiliki makna sifat seseorang yang suka memikirkan sesuatu dengan berkhayal atau berangan-angan dengan baik atau jelas, sehingga ketika memikirkan sesuatu yang belum pernah ada, seseorang yang imajiatif akan memikirkannya dengan berkhayal atau imajinasi yang tidak hanya sekedar khayalan tidak jelas, melainkan bisa khayalan tersebut akan bisa dijelaskan secara rinci.
3. Merasa tertantang oleh kemajemukan. Hal ini bermaksud tentang sifat dalam diri seseorang yang selalu berpikir bahwa hal majemuk, ganjil, aneh, atau mengganjal merupakan suatu hal yang menarik dan mereka tertantang untuk bisa menyelesaikan atau mengetahui maksud dari kemajemukan tersebut.
4. Berani mengambil resiko. Yakni sifat seseorang dimana ketika ada suatu resiko atau peluang yang buruk, mereka
tetap bisa menerimanya dengan berani dan siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi nantinya, sehingga ketika nantinya mereka berhasil mengatasi atau melewati resiko tersebut, mereka mungkin tidak hanya mendapat pengalaman baru, tetapi juga mendapatkan hasil yang mereka inginkan melalui pilihannya sendiri.
5. Bisa menghargai. Hal ini merupakan sifat penting dimana ketika seseorang yang bisa menghargai segala sesuatu baik itu dari dirinya maupun dari orang lain dan tidak meremehkan hal apapun baik hal-hal kecil maupun besar, maka ia juga akan dihargai dan disegani.
6. Terbuka terhadap pengalaman baru. Arti terbuka yang dimaksud merupakan sifat menerima dan mau terhadap pengalaman baru, sehingga pengalaman yang didapat tidak hanya berputar pada beberapa pengalaman saja, tetapi juga bisa merasakan banyak pengalaman baru yang lebih luas.
7. Serta menonjol dalam salah satu bidang seni. Salah satu bidang seni disini bisa mencakup banyak hal semisal dalam bidang seni rupa murni, seni rupa terapan, seni digita, seni pahat, seni teater, tari, dan lain sebagainya, karena seni itu tdak hanya terpaku pada beberapa bidang saja, melainkan juga banyak bidang yang bisa mencakup hal-hal yang berkaitan dengan seni.
Berbicara mengenai ciri-ciri kretifitas, Proses penciptaan kreativitas selalu melalui tahapan-tahapan yang rumit dan panjang.
Di dalamnya dibutuhkan perenungan dan pengalaman-pengalaman batin yang dalam, oleh karena itulah hasil dari proses keratifitas sendiri juga memiliki ciri-ciri yakni :
1. Unik. Unik berarti baru dan lain daripada yang lain, sehingga unik memiliki makna sesuatu yang belum pernah dibuat orang baik dalam hal teknik, medium, ide, maupun unsur yang lain. Karena berhubungan dengan kraeatifitas, maka sesuatu yang dihasilkan dari berpikir kreatif pastilah unik, karena menurut yang telah dijelaskan dalam ciri-ciri kreatifitas, si pembuat sesuatu ini telah berpikir secara luwes dan orisinal atau berpikir secara kreatif dengan cara yang ia pikirkan sendiri, sehingga sesuatu yang dihasilkan itu menarik, unik, dan berbeda dari yang lain.
2. Individual (pribadi). Yang bermaksud bahwa hasil karaya seni ini bersifat pribadi atau hanya milik seniman penciptanya. Sifat ini muncul karena kekhususan-kekhususan yang dikandungnya. Kekhususan setiap pencipta seni itu berbeda.
Kekhususan yang bersifat pribadi inilah yang membuat karya seorang dikenal. Hal ini terjadi karena setiap seniman mempunyai pandangan, penghayatan, pengalaman dan ruh yang berbeda terhadap seni. Sehingga ketika ada seseorang yang meniru tanpa ijin hasil kreatifitas yang telah ia buat, orang tersebut bisa dikenai hukuman atau dicap sebagai penjiiplak bagi orang-orang.
3. Universal. Artinya sebuah karya seni dapat dinikmati oleh setiap lapisan masyarakat. Hasil kreatifitas yang telah dibuat itu dapat diterima dengan baik oleh orang-orang tanpa menyinggung dengan keras suku, agama, ras, budaya, jabatan, dan lain lain, sehingga orang-orang dapat dengan mudah menerima hasil kreatifitas tersebut. Sebagai contoh lukisan seniman barat dapat dinikmati orang dari benua lain, demikian sebaliknya, dengan kata lain, karya seni yang dibuat tidak memandang pendidikan, jabatan, harta atau status sosial lainnya. Karya seni
bersifat universal karena rasa estetik dan artistik dimiliki setiap orang. Demikian pula proses penciptaannya.
4. Ekspresif. Ekspresif disini bermaksud bahwa hasil kreatifitas yang telah dibuat oleh seseorang itu menggambarkan keadaan si pembuat sendiri saat membuat karyanya baik menggambarkan ekspresi sang pembuat secara jelas maupun tidak.
Karena sebuah karya seni sendiri merupakan pembabaran ide dan perenungan pengalaman perasaan seniman, sehingga karya seni cenderung menjadi ekspresi seniman.
5. Survival. Yang bermaksud bahwa nilai seni dalam suatu karya bersifat abadi karena nilai estetika dalam seni bersifat konsisten. Hasil kreatifitas yang telah dibuat bisa bertahan dengan lama tanpa adanya perubahan makna dalam hasil kreatifitas tersebut. Oleh karena itu seni dari hasil kreatifitas tersebut memiliki nilai estetika yang bersifat konsisten atau tidak berubah walaupun waktu terus berjalan dan dapat dinikmati sepanjang waktu. Hal ini dapat kita buktikan dengan melihat seni peninggalan zaman purba. Walau sudah melampaui kurun waktu yang panjang namun nilai estetikanya masih dapat kita nikmati.
Kreatifitas memiliki hubungan dengan estetika karena hal- hal yang bersifat kreatif itu memiliki estetika atau keindahan tersendiri. Kreatifitas juga sangat diperlukan dalam kehidupan.
Orang yang kreatif adalah orang yang mampu menciptakan sesuatu yang baru. Kreatifitas merupakan unsur terpenting dalam seni baik itu seni digital maupun konvensional, dari hasil kreatifitas itulah akan terlihat nilai estetik atau keindahan dari seni
tersebut. Nilai estetika muncul dari dalam individu itu sendiri dan bukan dari bendanya.