• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMAHAMI SENI MELALUI ESTETIKA

Dalam dokumen BUKU ESTETIKA - Edisi Kedua (Halaman 108-113)

BAB V SENI ESTETIKA

A. MEMAHAMI SENI MELALUI ESTETIKA

Kata seni merupakan suatu kata yang semua orang pasti mengetahuinya meskipun dengan kadar pemahaman yang berbeda-beda. Banyak pendapat mengenai apa itu seni sebenarnya karena masing-masing individu memiliki pendapat sendiri tentang apa itu seni. Seni merupakan karya manusia yang diperoleh melalui pengalaman dan pengamatan yang memiliki nilai-nilai keindahan yang dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan perasaan. Kegiatan berseni merupakan kegiatan berekspresi yang melibatkan adanya ide, gerak hati, dan perasaan. Pada dasarnya seni dapat diwujudkan dalam kegiatan seperti bermain, berekspresi, bercipta, dan berkehendak. Dalam pengertian lain, seni adalah suatu bentuk aktivitas manusia yang diungkapkan menjadi sebuah keindahan dalam betuk yang menyenangkan dimulai dari gerak hati, perasaan, dan gagasan.

Seni memiliki sifat-sifat dasar yang meliputi 3 elemen yaitu elemen konsep, elemen operasional, dan elemen sintesis. Dimana elemen konsep meliputi ide, gerak hati, dan perasaan. Elemen operasional meliputi adanya media dan materi dan untuk elemen sintesis sendiri meliputi adanya persepsi.

Seni memiliki nilai-nilai keindahan yang dapat menggerakkan perasaan. Hal ini memiliki kaitan yang erat dengan adanya estetika dimana dalam kajian estetika membahas adanya nilai keindahan (estetik) dan adanya perasaan yang ikut terlibat di

dalamnya. Pengertian estetika sendiri merupakan ilmu yang membahas tentang keindahan,bagaimana dapat terbentuk,dan bagaimana seseorang dapat merasakan keindahan tersebut.

Estetika sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang keindahan, dengan kata lain estetika merupakan filsafat yang mempertanyakan keindahan. Estetika juga berarti studi tentang estetis, studi tentang persepsi, dan studi tentang seni sebagai hasil dari estetik. Dalam kajian estetika mempelajari adanya nilai-nilai keindahan dimana dalam penilaian estetika sendiri dapat dipengaruhi oleh pandangan maupun pola pikir yang berkembang dalam masyarakat.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa estetika merupakan ilmu tentang keindahan, dengan kata lain, ilmu pasti memiliki manfaat. Adapun manfaat dari mempelajari estetika ialah:

Pertama, estetika dapat memperdalam pengertian tentang rasa indah pada umumnya dan tentang kesenian pada khususnya.

Sehingga orang yang mempelajari tentang estetika akan secara langsung dapat memahami definisi tentang perasaan indah yang dimaksudkan.

Kedua, estetika bisa memperluas pengetahuan dan penyempurnaan pengertian tentang unsur-unsur objektif yang membangkitkan rasa indah pada manusia dan faktor-faktor objektif yang berpengaruh kepada pembangkitan rasa indah tersebut.

Ketiga, estetika juga dapat memperluas pengetahuan dan penyempurnaan pengertian tentang unsur-unsur subjektif (unsur terkait subjek/manusia itu sendiri) yang berpengaruh terhadap kemampuan menikmati rasa indah.

Keempat, estetika bisa memperkokoh rasa cinta kepada kesenian dan kebudayaan bangsa pada umumnya serta mempertajam kemampuan untuk mengapresiasi (menghargai) kesenian dan kebudayaan bangsa.

Kelima, mempelajari ilmu estetika dikemudian hari akan memupuk kehalusan rasa pada umumnya.

Keenam, estetika dapat memperdalam pengertian keterkaitan wujud berkesenian dengan tata kehidupan, kebudayaan, dan perekonomian masyarakat yang bersangkutan.

Ketujuh, estetika dapat mantapkan kemampuan menilai karya seni yang secara tidak langsung mengembangkan apresiasi seni di dalam masyarakat pada umumnya.

Kedelapan, estetika dapat memantapkan kewaspadaan atas pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak mutu kesenian dan berbahaya terhadap kelestarian aspek-aspek dan nilai-nilai tertentu dari kebudayaan kita.

Kesembilan, estetika bisa secara tidak langsung, dengan bobot baik yang dibawakan kesenian, dapat memperkokoh masyarakat dalam keyakinan akan kesusilaan, moralitas, perikemanusiaan, dan ketuhanan.

Kesepuluh, belajar estetika pada mulanya akan melatih diri berdisiplin dalam cara berfikir dan mengatur pemikiran secara sistematis, membangkitkan potensi untuk berfalsafah yang akan memberikan kemudahan dalam menghadapi segala permasalahan, memberi wawasan yang luas dan bekal bagi kehidupan spiritual dan psikologi kita.

Karena estetika adalah ilmu yang mempelajari keindahan, maka keindahan itu sendiri juga pasti berhubungan dengan seni walaupun tidak semua seni itu indah. Persoalan tentang seni tidak selalu terbatas pada penciptaan benda seni, melainkan timbul

sebagai nilai (value) respon estetis dari publik melalui pengalaman seni. Sedangkan estetika sendiri dibutuhkan dalam kehidupan untuk menilai sesuatu yang baik maupun buruk. Walaupun membahas tentang keindahan, estetika yang dimaksudkan bukan hanya keindahan suatu karya seni, melainkan segala sesuatu tentang aspek kehidupan yang berhubungan dengan keindahan seperi pengetahuan, jiwa, emosi, dll.

Estetika memiliki tiga aspek penilaian yakni :

1. Aspek Absolutisme. Aspek ini merupakan aspek penilaian sebuah karya seni tentang estetika yang mutlak atau tidak dapat ditawar lagi, serta berdasarkan pada pemahaman mengenai unsur-unsur estetika atau didasari pada aturan yang telah ada.

2. Aspek Anarki, yaitu penilaian estetika berdasarkan pendapat masing-masing orang yang bersifat subjektif dan tidak perlu adanya pertanggungjawaban. akan tetapi penilaian tersebut tetap didasari oleh aturan seni yang berlaku.

3. Aspek Relativisme, yaitu penilaian estetika oleh seseorang yang tidak mutlak (absolut) akan tetapi masih bersifat objektif.

Selain memiliki aspek penilaian tersendiri, keindahan juga memiliki dua sifat yakni subjektif yang berarti keindahan itu ada pada mata yang melihat, dan sifat objektif yang berarti keindahan itu ada berdasarkan benda dari seni itu sendiri. Keindahan tidak sama dengan seni karena seni tidak selalu terbatas pada keindahan.

Untuk memahami sebuah seni, dibutuhkan beberapa cara yakni, pertama, melibatkan sisi intelektual dan bukannya emosional seperti memberi sebuah apresiasi dan penilaian. Kedua,

dengan penalaran, yakni melalui logika dan argumentasi. Ketiga, harus membutuhkan wawasan seni sebagai dasar melakukan pemahaman. Keempat, memiliki pengetahuan dasar untuk memahami

Pengetahuan dasar yang dimaksud merupakan pengetahuan seperti pengetahuan akan unsur-unsur seni, mengetahui aspek- aspek teknis dalam seni (baik alat, bahan, teknik, dll.), memahami tentang semiotika atau pemahaman terhadap tanda dan symbol yang bermakna dalam seni, serta memiliki kepekaan dalam menikmati seni. Dalam hal ini menikmati dan memahami merupakan dua istilah yang berbeda bagi seni, menikmati bermaksud sebagai merasakan bagusnya atau keindahan sebuah seni, sedangkan memahami bermakna mengerti kenapa seni itu bisa dikatakan bagus.

Seni juga memiliki sifat-sifat dasar yaitu kreatifitas atau penciptaan baru berdasarkan kegiatan terus-menerus, individualitas atau ciri khas personal dalam seni, relatichoritas atau ragam pengungkapan makna dalam seni, serta kesemestaan naluri atau seni bisa dinikmati oleh berbagai kultur yang berbeda.

Seni dan estetika merupakan hubungan yang saling berkaitan. Estetika atau keindahan bisa berhubungan dengan seni, akan tetapi seni itu sendiri tidak selalu indah. Nilai-nilai keindahan dalam seni berbeda-beda baik itu tergantung pada benda seni itu sendiri (secara indrawi) maupun tergantung pada subjek yang mengamati seni (emosional). Sehingga untuk menciptakan nilai estetika dalam sebuah seni itu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan ketelitian, sensitivitas, dan kepekaan terhadap realitas seni agar seni yang telah diciptakan memiliki keindahan dan dapat diterima oleh setiap lapisan masyarakat

Dalam dokumen BUKU ESTETIKA - Edisi Kedua (Halaman 108-113)