• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. FACILITY MANAGEMENT MODEL 7D

5.6. Evaluasi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan cara memilih jawaban yang Benar di antara pilihan jawaban yang ada.

1. Di bawah ini adalah beberapa aplikasi BIM untuk manajemen fasilitas, kecuali:

a. Analisis organisasi dan Kebutuhan energi

b. Analisis Keberlanjutan dan Penjadwalan Perawatan Preventif c. Manajemen Aset dan Manajemen Pemanfaatan Ruang d. Perencanaan Bencana dan Keadaan Darurat

2. Karakteristik data dalam FM harus adaptif sehingga catatan pemeliharaan dan basis data diharapkan memungkinkan pemeliharaan yang mudah seperti dibawah ini, kecuali:

a. Membangun pemodelan di akhir proyek b. Membangun pembaruan basis data informasi c. Memetakan pembaruan

d. Pembaruan formulir

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 105 3. Perekaman data-data BIM merupakan kombinasi dari atribut terbaik baik dari gambar yang dibuat secara tradisional maupun rekaman gambar, dan catatannya harus sepenuhnya diisi dengan data yang akan membuatnya berguna untuk operasi yang berkelanjutan dan pemeliharaan gedung, untuk itu harus berisi deskripsi virtual bangunan dan data terkait sebagai berikut, kecuali:

a. gambar 2D dan model 3D

b. langkah-langkah menggunakan software c. aset berwujud, dan manual pemeliharaan

d. spesifikasi, dan informasi lain yang biasanya diminta.

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 106

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 107

DAFTAR PUSTAKA

Singapore VDC (Virtual Design and Construction) Guide-Version 1, 2017.

National BIM Standard - United States® Version 3

Panduan Adopsi BIM dalam Organisasi, BIM PUPR-Institut BIM Indonesia, Mei 2018.

Level of Development Specification Guide, BIMForum, 2013.

Revit Family Untuk Pemodelan Berbagai Elemen Bangunan, M. Zainal Abdi, 2016.

Tekla Structures Detailing, © Trimble Solution Corporation, April 2016.

Ma Z., Wei Z., Zhang X. Semi-automatic and specification-compliant cost estimation for tendering of building projects based on IFC data of design model. Automation in Construction, 30, 126-135, 2013.

Training TEKLA Xsteel, Pusat Pelatihan MBT, Sepriyandi, Agustus 2017.

http://www.greenspacencr.org/building/pros/how_b/envision_b/elements_of_green_building.h tml

http://www.dci-engineers.com/news/bim-green-building

http://sibima.pu.go.id/pluginfile.php/32703/mod_resource/content/1/03-PTPP.pdf https://teklastructures.support.tekla.com/201/en/mod_creating_a_visualization http://wiki.bk.tudelft.nl/toi-pedia/Revit_Energy_Analysis

http://campus.tekla.com

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 108

GLOSARIUM

BIM adalah Building Information Modeling, yaitu kumpulan penggunaan model yang ditentukan, alur kerja, dan metode pemodelan yang digunakan untuk mencapai hasil informasi yang spesifik, dapat diulang, dan dapat diandalkan dari "Model".

Model Element adalah bagian dari model yang merepresentasikan komponen, sistem, atau rakitan dalam sebuah bangunan atau lahan perencanaan. Model element tidak hanya berupa representasi grefis dan geometri, melainkan termasuk data yang melekat pada model tersebut.

Level of Development (LOD) adalah Ketentuan yang menggambarkan informasi minimal berupa dimensi, kualitas spasial, besaran- besaran kuantitatif dan kualitatif lain yang termasuk dalam Model Element.

IFC (Industry Foundation Class) adalah spesifikasi netral dan terbuka yang tidak dikontrol oleh satu vendor atau kelompok vendor; sebuah format file berbasis objek dengan model data yang dikembangkan oleh buildingSMART untuk memfasilitasi interoperabilitas dalam industri bangunan, format yang umum digunakan untuk BIM.

AEC adalah singkatan dari architect, engineering, construction yang merupakan kegiatan- kegiatan dibidang arsitektur, dibidang enjineering, dan dibidang konstruksi.

Milestone adalah suatu bagian item pekerjaan yang dibuat seolah-olah menjadi temporary finish atau selesai sementara atas sekelompok atau serangkaian pekerjaan-pekerjaan yang menjadi bagian dari jadwal besar. Item pekerjaan yang dijadikan milestone haruslah item pekerjaan yang dianggap menjadi bagian penting sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya atau berpengaruh atas kelangsungan pekerjaan berikutnya.

Level of Detail adalah Tingkat Detail yang pada dasarnya seberapa banyak detail dimasukkan dalam elemen model.

Critical Path Method (CPM) adalah alogaritma berbasis matematika untuk menjadwalkan sekelompok aktivitas proyek. CPM merupakan salah satu peralatan terpenting untuk manajemen proyek.

Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah alat statistik yang digunakan dalam manajemen proyek yang dirancang untuk menganalisis dan mewakili tugas - tugas yang terlibat dalam menyelesaikan proyek yang diberikan.

Sistem HVAC (Heating, Ventilation, dan Air-Conditioning) adalah sistem pengendali suhu dan kelembaban udara dalam sebuah gedung dan juga menyediakan kontrol asap, menjaga tekanan antar ruang, dan menyediakan udara segar bagi penghuni. Dalam rancangan gedung modern, rancangan, instalasi dan sistem kontrol dari fungsi ini dijadikan menjadi sistem tunggal

"HVAC".

Building Automation System (BAS) adalah sebuah pemrograman, komputerisasi, intelligent network dari peralatan elektronik yang memonitor dan mengontrol sistem mekanis dan sistem

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 109 penerangan dalam sebuah gedung. Building Automation Systems (BAS) mengoptimasi start- up dan performansi dari peralatan HVAC dan sistem alarm.

COBie adalah singkatan dari Construction Operations Building Information Exchange, merupakan spesifikasi yang dikembangkan oleh Angkatan Darat AS pada tahun 2007, bisa sebagai data format pertukaran dan bisa juga sebagai alat pengecekan dalam proses desain.

Envelope Thermal Transfer Value (ETTV) adalah nilai transfer panas lingkungan untuk mengurangi konsumsi energi AC untuk mendinginkan lingkungan indoor gedung karena mengambil suhu udara luar bangunan. Ini hanya berlaku untuk bangunan dengan Gross Floor Area (GFA) ≥ 2000m2 dan luas area yang ber-AC ≥ 500 m2.

TBEC adalah Total building energy consumption (kWh/year) DCEC adalah Data centre energy consumption (kWh/year)

GFA tidak termasuk parkir adalah Gross floor area exclusive of car park area (m2) DCA adalah Data centre area (m2)

GLA adalah Gross lettable area (m2),

VCR adalah Weighted floor vacancy rate of gross lettable area (%)

55 adalah Typical weekly operating hours of office buildings in Singapore (hrs/week)

OH adalah Weighted weekly operating hours of gross lettable area exclusive of data centre area (hrs/week)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 110

KUNCI JAWABAN

JAWABAN EVALUASI

SOAL BAB II 1. C

2. B 3. D

SOAL BAB III 1. C

2. C 3. C

SOAL BAB IV 1. B

2. D 3. B

SOAL BAB V 1. A

2. A 3. B

JAWABAN SOAL LATIHAN BAB II

1. Tujuan utama adanya dokumen LOD ini adalah:

• Untuk membantu tim, termasuk pemilik, untuk menentukan pengiriman BIM dan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang akan dimasukkan dalam BIM dapat dikirimkan

• Untuk membantu manajer desain menjelaskan kepada tim mereka informasi dan detail yang perlu disediakan di berbagai titik di proses desain

• Untuk memberikan standar yang dapat direferensikan oleh kontrak dan rencana pelaksanaan BIM

2. Pemodelan pada sistem teknologi BIM dilakukan pada tahap, konstruksi dan operasi alasannya adalah agar:

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 111

• Memberikan dukungan untuk proses pengambilan keputusan proyek

• Antar stakeholder memiliki pemahaman yang jelas

• Memvisualisasikan solusi desain

• Membantu dalam proses desain dan koordinasi desain

• Meningkatkan keselamatan selama konstruksi dan sepanjang siklus hidup bangunan

• Mendukung analisis biaya dan siklus hidup proyek

• Mendukung transfer data proyek ke perangkat lunak pengelolaan data selama pengoperasian

• Menekan biaya dengan jumlah anggota tim yang lebih sedikit dan meminimalisir penggunaan kertas karena interaksi secara digital.

• Kecepatan kerja lebih tinggi karena ketika suatu perubahan dilakukan dalam database secara otomatis akan terkoordinasikan dalam proyek.

• Kualitas lebih tinggi karena adanya perencanaan dan pengelolaan informasi yang terkontrol sehingga membuat proses konstruksi lebih efektif dan efisien 3. LOD menurut AIA:

• LOD 100 Elemen Model dapat ditampilkan secara grafis dalam Model dengan simbol atau representasi generik lainnya, tetapi tidak memenuhi persyaratan untuk LOD 200. Terkait dengan Elemen Model (yaitu biaya per kaki persegi, tonase HVAC, dll.) dapat diturunkan dari Elemen Model lainnya.

• LOD 200 Elemen Model secara grafis diwakili dalam Model sebagai sistem umum, objek, atau perakitan dengan perkiraan jumlah, ukuran, bentuk, lokasi, dan orientasi. Informasi non-grafis juga dapat dilampirkan ke Elemen Model.

• LOD 300 Elemen Model secara grafis direpresentasikan dalam Model sebagai sistem, objek atau perakitan spesifik dalam hal kuantitas, ukuran, bentuk, lokasi, dan orientasi. Informasi non-grafis juga dapat dilampirkan ke Elemen Model.

• LOD 400 Elemen Model secara grafis direpresentasikan dalam Model sebagai sistem, objek, atau perakitan tertentu dalam hal kuantitas, ukuran, bentuk, orientasi, dan antarmuka dengan sistem bangunan lain. Informasi non- grafis juga dapat dilampirkan ke Elemen Model.

• LOD 500 Elemen Model secara grafis diwakili dalam Model sebagai sistem, objek atau perakitan tertentu dalam hal ukuran, bentuk, lokasi, kuantitas, dan orientasi dengan detail, informasi fabrikasi, perakitan, dan pemasangan.

Informasi non-grafis juga dapat dilampirkan ke Elemen Model.

BAB III

1. Fungsi kurva S dalam manajemen waktu adalah menentukan waktu pendatangan material, alat dan pekerja yang akan dipakai untuk pekerjaan tertentu. Kurva S akan menunjukkan persentase pekerjaan yang harus dicapai pada waktu tertentu. Bobot tiap pekerjaan ditentukan dengan menghitung volume pekerjaan. Kurva S dapat menunjukkan kemajuan proyek berdasarkan kegiatan, waktu, dan bobot pekerjaan yang direpresentasikan sebagai persentase kumulatif dari seluruh kegiatan proyek.

2. Kalau Rencana kerja (time schedule) merupakan pembagian waktu secara rinci dari masing-masing jenis kegiatan atau jenis pekerjaan pada suatu proyek konstruksi, mulai

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDA DAN KONSTRUKSI 112 dari pekerjaan awal sampai pekerjaan akhir. Sedangkan Jadwal (schedule) kerja, terbagi menjadi dua yaitu master schedule dan detailed schedule. Master schedule berisikan kegiatan-kegiatan utama dari suatu proyek yang dibuat untuk level executive management, sedangkan detailed schedule merupakan bagian dari master schedule yang berisikan detail dari kegiatan-kegiatan utama yang dibuat untuk membantu para pelaksana dalam pekerjaan dilapangan.

3. Metode tradisional Gantt dan Pert charts untuk lokasi konstruksi atau manajemen waktu proyek memiliki batasan dan masalah kritis, yaitu:

• kehilangan data dari perancang ke perusahaan.

• kurangnya komunikasi antara manajemen pekerjaan dan pemasok.

• kehadiran yang efektif dan penempatan material yang tepat di lokasi konstruksi.

• kemajuan pelaksanaan pekerjaan.

BAB IV

1. Langkah-langkah untuk melakukan efisiensi BIM adalah sebagai berikut.

• Penggabungan teknik pasif matahari dalam desain bangunan untuk meminimalkan beban pada sistem konvensional. Sistem pasif memberikan kenyamanan termal dan visual dengan menggunakan sumber energi alami, mis.

radiasi sinar matahari, udara luar, vegetasi permukaan basah, dan keuntungan internal.

• Meningkatkan aliran energi dalam sistem ini adalah dengan cara alami seperti radiasi, konduksi, dan konveksi dengan penggunaan mekanik yang minimal atau tidak ada sama sekali. Sistem pasif matahari bervariasi dari satu iklim ke yang lain.

• Merancang pencahayaan hemat energi dan sistem HVAC sekali konsep arsitektur surya pasif diterapkan ke desain. Beban pada sistem konvensional berkurang.

Lebih lanjut, konservasi energi dimungkinkan oleh desain yang bijaksana dari pencahayaan buatan dan sistem HVAC menggunakan peralatan hemat energi, kontrol, dan strategi operasi.

• Penggunaan sistem energi terbarukan (solar photomosaic system I sistem pemanas air tenaga surya) untuk memenuhi sebagian beban bangunan.

2. Hambatan lain untuk pemanfaatan BIM yang lebih luas dalam analisis energi adalah implementasi antarmuka data interoperable yang hilang dalam alat simulasi termal dan kurangnya buku-buku pedoman.

3. Disain Building Energy Analysis (BEA) adalah pertukaran informasi BIM berbasis IFC terbuka yang memungkinkan desainer dan pemilik bangunan untuk menilai kinerja penggunaan energi yang diproyeksikan dari desain bangunan yang didefinisikan dalam BIM

BAB V

1. Fungsi Facility Management (FM) secara umun adalah melakukan manajemen dalam mengendalikan sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan berdasarkan dengan kondisi kerja dan lingkungan kerja yang dilandasi dengan kebutuhan kerja dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh elemen didalam perusahaan, seperti untuk administrasi

Dokumen terkait