BAB V Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan
5.3 Evaluasi
Evaluasi adalah proses penting untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan program.
Evaluasi dalam rumah belajar ceria dilakukan untuk menilai secara berkala apa yang telah dihasilkan, untuk mengetahui apakah rumah belajar ceria berhasil mencapai tujuan-tujuan utamanya melalui pengukuran indikator kinerja utama. Evaluasi difokuskan pada keluaran dan dampak proyek apakah sesuai dengan tujuan dan rencana yang ditetapkan titik evaluasi ini akan dilakukan pada pertengahan pelaksanaan proyek dari setelah keseluruhan program selesai. Model evaluasi yang cocok digunakan untuk pelaksanaan evaluasi program Rumah Belajar Ceria adalah model CIPP (Context, Input, Process, Product). Model ini memiliki gambaran yang jelas dan terstruktur dalam mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan suatu program (Hidayati, 2010). Model ini memiliki empat komponen evaluasi, diantaranya:
a. Context (Konteks)
Menurut Stufflebeam, konteks adalah landasan dari evaluasi, karena pemahaman yang baik tentang konteks program dapat membantu mengidentifikasi kesesuaian program dalam mencapai tujuan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan program. Sehubung dengan adannya program Rumah Belajar Ceria yang dilaksanakan oleh tim KKN UM 2023, kami sebagai tim evaluator akan berupaya untuk menilai beberapa unsur seperti, pemahaman anak-anak akan program yang diikuti, kesesuaian pelaksanaan program dengan tujuan, serta hambatan yang dirasakan oleh anak-anak terhadap program Rumah Belajar Ceria.
b. Input (Masukan)
Menurut Eko Putro Widoyoko, input atau masukan membantu mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternative apa yang diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapai tujuan, dan bagaimana prosedur kerja untuk mencapainya.
Evaluasi input bertujuan untuk menilai sumber daya dan komponen yang diperlukan dalam pelaksanaan program "Rumah Belajar Ceria." Berikut adalah beberapa aspek yang dapat dievaluasi dalam tahap input:
1. Evaluasi Sumber Daya Manusia:
Kualifikasi Pengajar dan Relawan: Evaluasi apakah pengajar dan relawan yang terlibat dalam program memiliki kualifikasi pendidikan dan keahlian yang relevan untuk mengajar dan membimbing siswa secara efektif. Kualikasi pengajar dan relawan umumnya dapat dipertimbangkan melalui pengalaman mengajar, hasil rekap nilai pendidikan terakhir, dan tes pengetahuan dan kepribadian yang bersifat umum.
Seorang pengajar dan relawan harus memiliki sifat yang menjunjung nilai Pancasila sebab hal tersebut berkaitan erat dengan sikap dan tata cara mengajar yang baik sehingga tercipta peserta didik berkualitas secara akhlak dan perilaku.
2. Evaluasi Sumber Daya Finansial
Anggaran Program: Evaluasi apakah program "Rumah Belajar Ceria" memiliki anggaran yang memadai untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan kegiatan pendukung lainnya. Anggaran keluar dan masuk perlu dicek secara berkala. Tidak selalu bersumber dari dana kelompok, Rumah Belajar Ceria juga dapat membuka donasi untuk menambah anggaran dana finansial. Dana finansial tersebut kemudian akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan fasilitas dan mendukung kelengkapan program yang ada di Rumah Belajar Ceria.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaporan:
● LPJ (Lembar Pertanggung Jawaban) adalah informasi lengkap tentang pelaksanaan operasi dan penggunaan dana yang digunakan. Laporan pertanggungjawaban dapat mencakup bagian yang menjelaskan latar belakang, tujuan, dan manfaat hingga jadwal pelaksanaan yang lebih rinci. Dengan bantuan LPJ, memuat tentang tanggungjawab atas tindakan atau perencanaan hal-hal yang diperlukan saat melaksanakan kegiatan. Laporan ini juga dapat digunakan untuk membuat penilaian sebagai bahan untuk perbaikan dan peningkatan operasional di masa yang akan datang. Secara umum, LPJ berfungsi sebagai indeks kinerja acara dan sebagai penilaian untuk perbaikan operasi di masa mendatang.
● SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) merupakan sebuah laporan dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam SPJ memuat pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan, realisasi belanja, siapa yang melaksanakan, dan keluaran (output) dari kegiatan tersebut. SPJ merupakan mekanisme pertanggungjawaban pengeluaran uang (belanja) dan kinerja yang diperoleh.
3. Evaluasi Materi Pembelajaran:
Kelengkapan Materi: Evaluasi apakah materi pembelajaran yang disiapkan sesuai
usia siswa. Setiap tingkat siswa memerlukan penyajian kurikulum berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan. Target peserta didik yang ada di Rumah Baca Ceria adalah siswa tingkat TK dan SD. Jadi proses kelengkapan materinya perlu diperhatikan sesuai tingkat dan metode apa yang sedang diterapkan di dunia kependidikan saat ini.
4. Kualitas Materi
Evaluasi kualitas materi pembelajaran, termasuk kejelasan informasi, daya tarik visual, dan relevansi konten. Rumah Belajar Ceria berusaha memaksimalkan budaya gemar membaca baik secara fisik maupun digital. Sebagai upaya pemaksimalannya, Rumah Belajar Ceria perlu mengubah stereotip bahwa membaca buku membosankan dengan evaluasi kualitas materi dan penyampaiannya yang menarik, seperti adanya gambar ilustrasi di buku.
5. Evaluasi Fasilitas dan Infrastruktur
Lingkungan Belajar: Evaluasi ketersediaan dan kondisi lingkungan belajar, termasuk ruang belajar, papan tulis, proyektor, dan peralatan lainnya yang mendukung pembelajaran. Dalam penggunaannya, peralatan dan perlengkapan ini harus mengalami pengecekan secara rutin untuk mengetahui apakah fungsinya telah bekerja optimal ataukah perlu perbaikan untuk menunjang kelancaran program. Fasilutas dan infrastruktur merupakan permasahalan yang cukup vital sehingga evaluasi yang dilakukan harus secara intens.
6. Evaluasi Ketersediaan Waktu
Ketersediaan waktu tidak akan jauh dengan perihal jadwal kegiatan. Pad tahapan evaluasi akan dinilai apakah jadwal kegiatan "Rumah Belajar Ceria" telah dirancang untuk mengakomodasi waktu luang siswa di luar jam sekolah formal. Jadwal juga menjadi hal penting dikarenakan pemilihan wakti merupakan salah satu tahapan yang sulit dan perlu dipikirkan secara matang-matang.
7. Evaluasi Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat:
Dukungan Orang Tua: Evaluasi sejauh mana orang tua terlibat dalam program dan memberikan dukungan terhadap perkembangan belajar anak-anak mereka di Rumah Belajar Ceria. Peranan orang tua sangat penting dalam meningkatkan kemajuan Rumah Belajar Ceria. Orang tuadan masyarakat sekitar bisa memberikan saran, masukan, dan kritik sebagai bentuk proses evaluasi keberlangsungan program-program literasi dan edukasi di Rumah Belajar Ceria apakah telah memberikan dampak yang signifikan untuk anak-anak.
8. Evaluasi Sumber Daya Pendukung Lainnya
Peralatan dan Bahan Tambahan: Evaluasi ketersediaan peralatan dan bahan tambahan yang mendukung kegiatan belajar, seperti komputer, perangkat audio visual, buku- buku referensi, dan lain-lain. Sumber fasilitas yang ada di dalam Rumah Belajar Ceria membutuhkan pembaruan selama beberapa periode untuk menumbuhkan suasana baru sehingga kelangsungannya dapat terus menarik minat masyarakat. Sumber Daya Pendukung tidak hanya mencakup peralatan, tetapi juga adanya undangan untuk tamu-tamu dari dunia pendidikan yang berasal dari luar desa untuk memberikan sosialisasi atau penyuluhan.
c. Process (Proses)
Evaluasi proses bertujuan untuk memahami sejauh mana program Rumah Belajar Cerita dengan benar dan efisien. Evaluasi proses membantu mengidentifikasi kelemahan dalam implementasi dan memastikan bahwa program dijalankan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Sebagai evaluator kami menilai beberapa unsur pada evaluasi proses yakni terkait kesesuaian pelaksanaan dengan rencana yang telah disusun, keaktifan, dan kontribusi anak-anak pada proses pembelajaran, pemanfaatan sumberdaya pada proses pembelajaran, dan terutama pelayanan pada proses pembelajaran.
d. Product (Produk)
Produk adalah hasil yang dihasilkan oleh program atau kebijakan. Ini mencakup output (hasil langsung dari program) dan outcome (dampak jangka panjang dari program).
Evaluasi produk fokus pada penilaian terhadap hasil program, sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai, dan dampak jangka panjang dari program tersebut.
Evaluasi produk membantu dalam menilai efektivitas dan kesuksesan program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa unsur yang kami identifikasi dan kami nilai ialah efek atau dampak yang dirasakan oleh anak-anak yang mengikuti program terkait keberhasilan maupun permasalahan serta tingkat kepuasan yang dirasakan setelah mengikuti program Rumah Belajar Ceria yang dilaksanakan oleh KKN UM 2023.
Dalam mengevaluasi pencapaian kinerja program Rumah Belajar Ceria, evaluator yakni seksi program sebagai pemegang tugas evaluasi dapat meninjau pencapaian dari beberapa indikator. Indikator tersebut dapat dilihat pada tabel 5.1 dibawah ini.
Tabel 5.1 Indikator pencapaian keberhasilan Rumah Belajar Ceria
No. Indikator Pencapaian Definisi Sumber Data 1. Tingkat Partisipasi
Anak-anak Persentase <75% dari jumlah anak-anak yang mengikuti program "Rumah Belajar Ceria"
Data kehadiran dan pendaftaran
program 2. Penyelenggaraan
Kegiatan Rutin
Frekuensi dan ketepatan pelaksanaan sesi belajar rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Observasi dan catatan jadwal kegiatan
3. Peningkatan Hasil
Belajar anak-anak Perbandingan hasil tes awal dengan hasil tes akhir untuk mengukur peningkatan
pemahaman materi anak-anak
Data hasil tes awal (pretest)dan tes akhir (posttest) 4. Kepuasan Orang Tua
dan anak-anak
Tingkat kepuasan orang tua dan anak-anak terhadap program
"Rumah Belajar Ceria"
berdasarkan survei.
Survei kepuasan orang tua dan anak-anak 5. Partisipasi Pengajar
dan Relawan Tingkat partisipasi pengajar dan relawan dalam
menyelenggarakan kegiatan belajar.
Data kehadiran dan partisipasi
pengajar 6. Ketersediaan dan
Kualitas Materi Evaluasi ketersediaan dan kualitas materi pembelajaran yang digunakan dalam program.
Observasi dan evaluasi materi pembelajaran 7. Kehadiran dan
Keteraturan Kelas Tingkat kehadiran anak-anak dalam rumah belajar dan keteraturan kegiatan pembelajaran.
Catatan kehadiran dan keteraturan Rumah Belajar Ceria