VI. PEMBAHASAN DAN DISKUSI
6.4. Evaluasi penyuluhan TikTok dan YouTube
Proses pembelajaran saat ini semakin mudah dilakukan melaui media apa saja. Era modern yang sudah banyak menggunakan android dan jejaring internet, memudahkan manusia mempelajari hal apapun.
Dalam android terdapat beberapa media sosia untuk dapat memperoleh informasi. Implementasi dari penyuluhan pertanian dengan memanfaatkan media modern masa kini, TikTok dan YouTube menjadi media popular yang diminati masyarakat umum. Rahmawati (2018) menjelaskan bahwa TikTok merupakan aplikasi video musik dan jejaring sosial asal China resmi yang meramaikan industri digital di Indonesia. Syafri (2021), menjelaskan bahwa penggunaan TikTok dapat menghubungkan model mental audio sekaligus visual peserta didik melalui konten video materi yang dibuat.
Hubungan model mental audio dan visual serta pembelajaran yang menyenangkan berkaitan erat dengan konsep pembelajaran berdasarkan Video Penonton Suka Komentar Share Nilai Presentase
+ - + - Vp Vn Vp Vn
1 92 16 0 15 0 0 1.396 100
2 37 44 1 16 0 0 2.220 37 98 2
3 727 179 0 4 0 0 133.041 100
4 638 184 0 2 0 0 118.668 100
5 72 24 0 3 0 0 1.944 100
6 291 12 0 1 0 0 3.783 100
7 60 14 0 3 0 0 1.020 100
8 462 162 0 0 0 0 74.844 100
2.379 635 1 40 0 0 336.916 37
pengalaman. TikTok menjadikan ponsel pengguna sebagai studio berjalan.
Media sosial ini menghadirkan efek khusus yang menarik dan mudah digunakan, sehingga siapapun dapat dengan mudah membuat video keren disertai dengan informasi. Saat ini video TikTok merupakan salah satu konten yang paling populer bagi pengguna internet di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Video TikTok mudah fyp dan banyak mendapatkan komentar antusias positif.
Selain TikTok, video penyuluhan juga diunggah pada media YouTube yang memiliki fungsi saluran, seperti saluran TV atau acara radio yang dapat memberikan informasi bagi masyarakat. Saluran YouTube memungkinkan pengguna mengunggah video, mengatur saluran, mengomentari video pengguna lain, membuat daftar putar video mereka sendiri, serta melihat statistik saluran dan video. Seperti halnya media sosial, pengguna dapat mengikuti pengguna lain untuk memperbarui statusnya dengan menjadi subscriber (Surya, 2019). Sebagai media penyuluhan peternakan, YouTube sebagai media informasi memiliki kelebihan antara lain, penonton dapat menyukai dan memilih video mana yang dikehendaki sesuai minatnya, seperti pada hasil pengamatan bahwa video penyuluhan YouTube 98% memberikan pengaruh yang positif.
Retensi penonton TikTok mengalami pertumbuhan pengikut sebesar 5.7% dimana yang mulanya 409 pengikut bertambah menjadi 439 pengikut.
Presentase rata-rata tayang sebesar 41.5% dimana rata-rata menonton pada pukul 21.00. Penonton 96% orang Indonesia dan 2% orang Malaysia, dimana 27% laki – laki dan 73% perempuan. Jumlah komentar sebanyak 18 dengan berbagai komentar antusias positif.
Sedangkan video YouTube berseri dengan total 8 video yang diunggah, 98% memiliki pengaruh positif dengan berbagai komentar positif sebagai berikut:
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Penyuluhan TikTok lebih popular dibandingkan dengan Penyuluhan YouTube. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah tayangan yang terjadi pada video TikTok maupun YouTube. Hasil analisis TikTok menunjukkan bahwa penyampaian
Gambar 29. Komentar Positif YouTube Gambar 28. Komentar Positif TikTok
informasi lebih mudah tersebar melalui portal TikTok dibandingkan dengan portal YouTube. Dalam waktu 30 menit – 60 menit, video penyuluhan pada TikTok sudah masuk beranda atau fyp sehingga informasi sangat cepat tersebar. Sedangkan pada video penyuluhan YouTube peneliti, dalam waktu 24 jam sulit sekai untuk menyebar atau masuk ke beranda. Hal tersebut disebabkan karena era modern saat ini lebih banyak masyarakat yang menggunakan TikTok dibandingkan dengan YouTube. Informasi yang tersebar melaui TikTok dinilai lebih kreatif, ringkas, dan mudah dipahami, sehingga banyak diminati masyarakat luas.
68 BAB VII PENUTUP 7.1. Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian, budidaya maggot black soldier fly berlangsung selama 30 – 40 hari. Siklus hidup berlangsung secara sempurna melalui 5 fase antara lain: telur, maggot (larva), prapupa, pupa, dan black soldier fly. Teknis budidaya maggot black soldier fly diawali dengan penetasan telur black soldier fly selama 4 hari menggunakan limbah organik basah berupa limbah semangka, ampas kelapa, poor, dan limbah resto. Hari ke-5 telur black soldier fly menetas disebut 5-DOL (five – day old larva), dipelihara selama 14 hari di biopond dengan pemberian pakan berupa limbah organik basah sebanyak 5 kg/hari. Hari ke-15 saat pemanenan, menghasilkan produk berupa fresh maggot dan kasgot (media bekas maggot). Sebagian yang menjadi prapupa, dimasukkan ke dalam box plastik berisi pasir hitam untuk bermetamorfosis menjadi pupa berlangsung selama 14 hari. Setelah 14 hari, pupa dimasukkan ke kandang gelap untuk berkembang menjadi black soldier fly (bsf). Tiga hari kemudian pupa akan menetas menjadi black soldier fly dan akan mencari pasangan untuk bereproduksi dan bertelur pada eggies yang sudah disiapkan dalam kandang. Telur pada eggies kemudian dipanen dan kembali ke siklus awal.
2. Analisis usaha mulai dari biaya kandang, pembesaran, pengolahan pakan, produk, dan biaya operasional mencapai Rp. 55.415.000,-.
Pendapatan diperoleh dari penjualan telur black soldier fly dan maggot black soldier fly yang dikalkulasikan selama 12 bulan diperoleh sekitar Rp. 201.663.000,- (belum ditambah hasil penjualan
kasgot). Pendapatan lebih besar daripada pengeluaran, sehingga budidaya maggot black soldier fly dapat dikatakan sebagai usaha yang menguntungkan.
3. Hasil penyuluhan di TikTok ditonton sebanyak 7.045 penonton.
Sedangkan penyuluhan di YouTube, ditonton sebanyak 2.379 penonton. Keduanya memiliki pengaruh yang positif, dengan hasil penyuluhan TikTok lebih trending dibandingkan YouTube.
7.2. Saran
Pengelolaan limbah organik perlu dilakukan secara optimal untuk mengurangi penumpukan limbah organik di lingkungan. Biokonversi limbah organik yang terintegrasi dengan peternakan melaui budidaya maggot black soldier fly hendaknya memperhitungkan skala pembangunan sebelum memulai budidaya untuk menghindari high cost dan menghasilkan profit.
70
DAFTAR PUSTAKA
Auliani, R., Elsaday, B., Apsari, D. A., Nolia, H. 2021. Kajian Pengelolaan Biokonversi Sampah Organik melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (Studi Kasus: PKPS Medan). Medan: Serambi Engineering, Volume VI, No. 4. E-ISSN : 2541-1934.
Ambarningrum, T. B., Srimurni, E., dan Basuki, E. 2019. Teknologi Biokonversi Limbah Organik Rumah Tangga Menggunakan Larva Lalat Tentara Hitam (Black Soldier Fly/BSF), Hermetia Illucens. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.
Azir, A., Haris, H., dan Haris, R. B. K. 2017. Production and Nutrition Maggot (Chrysomya Megacephala) Using Different Culture Media Composition.
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Volume 12, Nomor 1, Juni 2017. Palembang: Universitas PGRI Paembang.
Buchori, D. 2021. Tinjauan Ilmiah Black Soldier Fly dan Peluang Pemanfaatannya. Bogor: IPB.
David, B., Chen, X. & Zeng, J. 2020. The Co-Evolution of Two Chinese Mobile Short Video Apps: Parallel Platformization of Douyin and TikTok. Zurich Open Repository and Archive.
DLH. 2021. Limbah Organik Menjadi Kerajinan. https://dlh.blitarkab.go.id /limbah-organik-menjadi-kerajinan/ [01 November 2021].
Data Rumah Maggot Boon Pring. 2021. Malang.
Declaro II, Joseph W., and Phillip E. Kaufman. "Black Soldier Fly - Hermetia Illucens." Black Soldier Fly - Hermetia Illucens. University of Florida, July 2009. Web. 06 Dec. 2015.
Fauzi, R. U. A., dan Sari, E. R. N. 2018. Analisis Usaha Budidaya Maggot sebagai Alternatif Pakan Lele. Madiun: Department of Management, Faculty of Economics and Bussiness, University of PGRI Madiun. Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, Volume 7 Nomor 1 : 39-46.
Holmes, L. A., Vanlaerhoven, A. L., dan Tomberlin, J. K. 2013. Substrate Effects on Pupation and Adult Emergence of Hermetia illucens (Diptera:
Stratiomyidae). Source: Environmental Entomology, 42(2):370-374. 2013.
Entomological Society of America.
KKN T-IPB. 2021. Buku Saku Rumah Maggot. Bogor.
Kurniawan, K. U, Parmiti, dan I Dewa K. T. 2016. Pengembangan Multimedia Ular Tagga Model Hanaffin dan Peck Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA pada Siswa Kelas VIII Semester Genap. Universitas Pendidikan Ganesha: Singaraja.
Leanza, M. 2017. Proses Pengolahan Limbah Organik dengan Black Soldier Fly (BSF). Eawag – Swiss Federal Institute of Aquatic Science and
Technology: Departemen Pengembangan Sanitasi, Air, dan Limbah Padat.
Mukti, R. S., Widyana, A. R., Rahmadani, Z. V.P., Lukman, A., dan Oktanella, Y.
2021. Optimalisasi Metode Pembudidayaan Maggot Black Soldier Fly di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan. Malang: Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
Nugroho, A. Y., dan Mas’ud, A. A. 2020. Proyeksi BEP, RC Ratio dan R/L Ratio Terhadap Kelayakan Usaha (Studi Kasus pada Usaha Taoge di Desa Wonoagung Tirtoyudo Kabupaten Malang). Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi “Koperasi Malang”.
Oktaheriyani, D., Wafa, M. A., dan Shadiqien, S. 2020. Analisis Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial TikTok (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNISKA MAB Banjarmasin).
Banjarmasin: Universitas Islam Kalimantan MAB NIDN.
Popa R, Green T. 2012. Biology and ecology of the black soldier fly. Amsterdam (NL): DipTerra LCC e-Book.
Prasetyo, D. O. 2021. Diseminasi Penambahan Sludge Anaerobic Industri Pengolahan Susu Pada Pupuk Organik Cair Urin Sapi Terhadap Produktivitas Fodder Jagung (Zea Mays L.) Melalui Media Sosial YouTube. Politeknik Pembangunan Pertanian Malang: Malang.
Putra, Y., dan Ariesmayana, A. 2020. Efektifitas Penguraian Sampah Organik Menggunakan Maggot (BSF) di Pasar Rau Trade Center. Vol. 3 No. 1 Februari 2020 e-ISSN : 2622 8785 P-ISSN : 2622 4984. Universitas Banten Jaya.
Rachmawati, Buchori, D., Hidayat, P., Hem, S., Fahmi, M. R. 2010.
Perkembangan dan Kandungan Nutrisi Larva Hermetia Illucens (Linnaeus) (Diptera: Stratiomyidae) Pada Bungkil Kelapa Sawit. Jurnal Entomologi Indonesia. 7(1): 28-41.
Rahayu, T. P., Novianto, E. D., dan Viana, C. D. N. 2020. Pengaruh Lama Fermentasi Dedak dan Limbah Kulit Nanas Terhadap Biomassa Larva Hermetia Illucens. Jurnal Sains Peternakan: Volume 8, pp:114-121. ISSN 2579-4450. Magelang: Universitas Tidar.
Rasman. 2016. Penggunaan YouTube Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Pada Masa Pandemi Covid 19. MTSN Luwu Utara.
Sabila, S. B. 2022. Dokumentasi Penelitian. Malang.
Sabila, S. B. 2022. Link Profil Penyuluhan TikTok:
https://vt.TikTok.com/ZSdubEgX4/ Link Penyuluhan YouTube:
https://youtube.com/channel/UC7mZ8KCEkJJzdkttY8Lg3oA. Blitar.
Sastro, Y. 2016. Teknologi Pengomposan Limbah Organik Kota Menggunakan Black Soldier Fly. Jakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
SIPSN. 2021. Data Timbulan Limbah Pulau Jawa.
https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/public/data/timbulan.
Suciati, R., dan Faruq, H. 2017. Efektifitas Media Pertumbuhan Maggots Hermetia Illucens (Lalat Tentara Hitam) Sebagai Solusi Pemanfaatan Limbah Organik. Jakarta Timur: Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. BIOSFER, J. Bio. & Pend. Bio. Volume 02, Halaman: 08.
Surya, Y. P. 2019. Penerapan Media Penyuluhan Berbentuk Video Melalui Laman YouTube. Konser Karya Ilmiah Nasional 2019. Salatiga:
Universitas Kristen Satya Wacana.
Syafri, E. P. E. 2021. TikTok; Media Pembelajaran Alternatif dan Atraktif pada Pelajaran PPKn Selama Pandemi di SMP Negeri 2 Mertoyudan.
Yogyakarta: Pascasarjana PIPS - Universitas PGRI Yogyakarta.
Tomberlin, Jeffery K., Peter H. Adler, and Heidi M. Myers. "Development of the Black Soldier Fly (Diptera: Stratiomyidae) in Relation to Temperature:
Table 1." Environ Entomol Environmental Entomology 38.3 (2009): 930- 34.
UU Nomor 16. 2006. Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
[01 November 2021].
Wardhana, A. H. 2016. Black Soldier Fly sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak. Bogor: Balai Besar Penelitian Veteriner.
Wicaksono, A. 2020. Fermentasi Limbah Sabut Kelapa Sawit Dengan Mikroorganisme Lokal (MOL) Terhadap Kandungan Nutrisi Media dan Produksi Maggot Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens). Sumatera Utara: Universitas Sumatera Selatan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian.
Wirga, E. W. 2016. Analisis Konten Pada Media Sosial Video Youtube Untuk Mendukung Strategi Kampanye Politik. Jawa Barat: Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma.
73 LAMPIRAN Lampiran 1. Rencana Kegiatan Penelitian
No. Uraian Kegiatan Tanggal Pelaksanaan
1. Penentuan Topic Penelitian 19 – 27 Oktober 2021 2. IPW dan Konsultasi dengan Dinas
Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
29 – 30 Oktober 2021 3. Konsultasi dengan Dosen Pembimbing 01 November 2021
4. Pembuatan Proposal 01 – 07 November 2021
5. Konsultasi Proposal 10 November 2021
6. UTS, Mengikuti Pelatihan Budidaya Maggot BSF, Perijinan penggalian data, dan Revisi Bab I – Bab III
Minggu ke – III November 2021
7. Konsultasi Bab I – Bab III Minggu ke – III s/d IV November 2021 8. Revisi Bab I – Bab III Minggu ke – III s/d IV November 2021
9. Konsultasi Minggu ke – I Desember 2021
10. Konsultasi dan Persiapan Sempro Minggu ke – II s/d IV Desember 2021 11. Libur Tahun Baru
12. Revisi dan Persiapan Sempro Minggu ke – II Januari 2022
13. Seminar Proposal Minggu ke – III Januari 2022
14. UAS Minggu ke – IV Januari 2022
15. Penelitian ke lapangan Februari – Mei 2022
16. Konsultasi dan Revisi Mei 2022
17. Seminar Hasil Minggu ke – II Juni 2022
18. Revisi Minggu ke – II Juni 2022
19. Konsultasi ke Dosen Pembimbing Minggu ke – III Juni 2022 20. Ujian Komprehensif
74 Lampiran 2. Matrik Penetapan Pemilihan Materi Penyuluhan
No Materi penyuluhan Pertimbangan Penetapan Materi Penyuluhan Prioritas
Keputusan A B C D E F G H I J K L M N Jumlah Peringkat
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Materi penyuluhan
yang diberikan diawali mulai dari:
Biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot BSF, Produk dan Manfaat,
Perkandangan, Penetasan pada media tetas berbeda, kecepatan metamorfosis pada substrat berbeda 1
Biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot BSF
- - - - 10 1
2 Perkandangan - - - - - - 8 2
3 Produk dan Manfaat - - - - - - 8 2
3 Penetasan di Media
Tetas Berbeda - - - - - - - - - 5 3
4
Kecepatan
metamorfosis prapupa pada substrat berbeda
- - - - - - - - - - 4 4
KETERANGAN :
A. Menguntungkan B. Pelengkap C. Daya Saing D. Sederhana E. Tersedia
F. Mudah diaplikasikan G. Mahal
H. Resiko Rendah I. Spektakuler J. Dapat Diperluas K. Sangat Penting L. Penting
M. Membantu N. Tidak Berguna
75 Lampiran 3. Rancangan Anggaran Biaya
NO URAIAN KEBUTUHAN VOL SATUAN HARGA SATUAN
(Rp)
TOTAL HARGA (Rp)
KET
A. KANDANG BSF 16.304.000
1 Telur BSF 500 Gram 7.000 3.500.000
2 Ongkos Kirim Telur 5 Kg 20.000 100.000
3 Pupa 100 kg 75.000 7.500.000
4 Sapu + Pengki 1 pcs 15.000 15.000
5 Jaring 2 roll 320.000 640.000
6 Kayu Penetasan 40 pcs 3.000 120.000
7 Box plastic 50 pcs 75.000 3.750.000 Ukuran 64 x 43,5 x 14,5 cm
8 Box plastic 25 pcs 15.000 375.000 Ukuran 36 x 30 x 12 cm
9 Timbangan Duduk 1 unit 135.000 135.000
10 Timbangan Digital 1 unit 169.000 169.000
B. PEMBESARAN 16.528.500
1 Media Pembesaran 36 pcs 429.000 15.444.000
2 Lori Barang 1 unit 1.002.000 1.002.000
4 Sendok Taman 10 pcs 8.250 82.500
C. PENGOLAHAN PAKAN 15.627.500
1 Mesin Cacah 1 unit 14.500.000 14.500.000 CV. SHT Menganti Gresik
2 Ongkos Kirim Mesin 135 kg 6.500 877.500 Indah Logistik
3 Hand Spayer 2 pcs 100.000 200.000
4 Gloves 10 psg 5.000 50.000
76
D. PRODUK 3.975.000
1 Label 1000 pcs 1.000 1.000.000 Percetakan
2 Sealer Mesin 1 unit 2.600.000 2.600.000
3 Aluminium foil 5 Pack 75.000 375.000
E. BIAYA OPERASIONAL 2.980.000
1 Transport Limbah 30 Hari 20.000 600.000
2 Listrik Bulan 200.000 200.000
3 Solar Hari 6.000 180.000
4 Operasional Team Bulan 2.000.000 2 orang
TOTAL 55.415.000
Lampiran 4. Naskah Video Penyuluhan
NASKAH VIDEO PEMBUKAAN
Judul : Kajian Offline, Tugas Akhir (Skripsi) Online. Lho kok bisa?
Durasi : 01 menit 41 detik Bentuk : Video dubbing Pembukaan:
Halo sobat ternak Indonesia? Lama tak bersua ya. Hilang seperti ditelan bumi datang kembali sudah Tugas Akhir aja niiiiii. Hahahah yaudah nikmati.
Halo kembali dengan saya Sefrinda Byartika, Mahasiswi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Kajian Offline, Tugas Akhir Online?? Lho kok bisa? Bisa dong! Simak video ku selanjutnya ya!
Isi:
(Cuplikan Video singkat) Penutup:
Halooo kalian ada yang tau ngga sih saya mau bahas apa? Boleh komentar ya.
Terima kasih teman-teman sudah menonton cuplikan video ini. Lhah kok cuma cuplikan? Subscribe channel ini ya teman-teman, dan jangan lupa nyalakan notifikasinya, karena akan ada video-video baru lanjutan yang akan kamu sesali jika tidak menontonnya. Ssssssssttttttttssssss jangan lupa Like, Coment, dan Share yaa.
NASKAH VIDEO I
Judul : PART 1. Cara Unik Ubah Limbah Organik??
Durasi : 7 menit 51 detik Bentuk : Video dubbing Pembukaan:
Haii, haiii, haiii! sobat ternak Indonesia? Balik lagi dengan saya ya hahahahah.
sesuai janjiiii, video lanjutan tayang tiap senin pukul 15.00 WIB yiiiiiiii!
PART 1. Cara menarik ubah limbah organik, menjadi berkah banyak manfaat yang bisa dipetik. (Sub Tema Limbah, BSF, Komposisi Nutrisi). Eiiiiiitttsss!
Sebelumnya jangan lupa tekan tombol Subscribe channel, Like, Coment, dan Share konten ini ya teman-teman.
Seperti yang telah kita ketahui, limbah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup yang dapat terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai. Namun, limbah organik yang tanpa pengolahan merupakan masalah bagi lingkungan hidup. Berdasarkan jenisnya, limbah organik dibedakan menjadi 2 yaitu, limbah organik basah dan limbah organik kering. Berdasarkan data SIPSN tahun 2021, jumlah sampah di Pulau
Jawa mencapai 34.595,25 ton/hari dengan total keseluruhan 12.627.268,26 ton/bulan. Dimana 40,9% berupa sampah organik (sisa makanan 28,36% dan kayu atau ranting 12,54%). Di Pulau Jawa jumlah limbah organik sisa makanan sebesar 1.357,07 % dan kayu atau ranting 350.022%. Pengelolaan sampah diberbagai daerah merupakan hal mendesak dan merupakan permasalahan lingkungan yang serius. Nah lhoh! lalu bagaimana cara mengatasinya?
Daur ulang sampah organik yang masih terbatas, akhir – akhir ini memunculkan ide inovasi teknologi berupa biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot black soldier fly yang dapat membantu penanganan limbah organik di lingkungan sekitar dan juga bermanfaat sebagai alternatif pakan ternak. Hah gimana, gimana? Biar ga bingung, yuk simak cara menarik ubah limbah organik, menjadi berkah semoga banyak manfaat yang bisa dipetik.
Isi:
Limbah organik berupa makanan, buah, maupun sayuran dapat digunakan sebagai pakan maggot BSF. Limbah organik kering seperti serbuk kayu, dapat dimanfaatkan sebagai media kultur dalam budidaya maggot. Selain dapat mengurangi potensi limbah organik, budidaya maggot BSF menjadi potensi yang berpeluang besar karena banyak peternak unggas maupun ikan mencari maggot sebagai penunjang pakan ternak mereka. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk kajian. Perlunya pengelolaan limbah organik seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot black soldier fly merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menangani limbah tersebut. Cara ini sudah popular lho teman-teman! Ngomong-ngomong soal black soldier fly, kalian ada yang tau ngga sih siapa black soldier fly itu?
Belajar sama-sama yuk teman-teman.
Hermetia illucens (dalam Linnaeus, 1758) dikenal sebagai Black Soldier Fly (BSF) merupakan serangga yang termasuk dalam ordo Dipteran, family Stratiomyidae, subfamili Hermetiinae. Berasal dari daerah tropis, subtropis dan beriklim sedang di benua Amerika, BSF saat ini hadir di seluruh dunia, antara garis lintang 40° selatan dan 45° utara, dan telah ditemukan di banyak negara di Eropa, Afrika, Oseania (Australia dan Selandia Baru) dan Asia (seperti Indonesia, Jepang, Filipina, dan Sri Lanka).
Di Indonesia, budidaya BSF menjawab dua permasalahan besar antara lain, penanganan lingkungan. Melalui maggot BSF (larva hasil tetasan lalat BSF), limbah organik dapat dikonsumsi secara cepat. Yang kedua sebagai aternatif pakan ternak. Lalu apakah BSF berpotensi sebagai hama? Hama merupakan serangga yang menyebabkan kerugian ekonomi. BSF bukan vector born diseases, sehingga tidak perlu dilakukan upaya pengendalian atas penyebaran lalat tersebut. Selama BSF tidak menyebabkan kerugian ekonomi, maka BSF bukan disebut sebagai hama (BSF bukan herbifor).
Black Soldier Fly (BSF) merupakan lalat tentara hitam, dengan bagian segmen basal abdomen berwarna transparant (wasp waist) sehingga sekilas menyerupai abdomen lebah. Panjangnya berkisar antara 15 – 20 mm. Saat lalat dewasa berkembang dari pupa, kondisi sayap masih terlipat kemudian mengembang sempurna hingga menutupi bagian toraks. Lalat dewasa tidak memiliki bagian mulut fungsional, sebab lalat dewasa hanya beraktivitas untuk kawin dan bereproduksi sepanjang hidupnya. Menurut Makkar et al. 2014 dalam presentasi Prof. Damayanti Buchori, M.Sc., Phd, kebutuhan nutrient lalat dewasa tergantung pada kandungan lemak yang disimpan saat masa pupa. Ketika simpanan lemak habis, maka lalat akan mati. Anatomi kelamin lalat betina
memiliki pemanjangan, sedangkan lalat jantan tidak. Cerci pada lalat betina berfungsi sebagai organ sensoria tau perkawinan. Clasper pada kelamin jantan berfungsi untuk alat perwkawinan yang secara spesifik menyalurkan cairan seminal kepada betina. Anatomi kepala BSF, betina memiliki lebih banyak bulu putih disekitar clypeus jika dibandingkan dengan jantan. Jantan dan betina sama – sama memiliki antenna sebagai organ sensori untuk mendeteksi lingkungan sekitar. Morfometri (bagian tubuh lalat meliputi: panjang tubuh, panjang antenna, serta panjang dan lebar sayap) BSF betina lebih besar daripada jantan. BSF Jantan memiliki panjang tubuh 12,7 mm, panjang antena 3,2 mm, panjang sayap 9,4 mm, dan lebar sayap 3,3 mm. Sedangkan BSF Betina memiliki panjang tubuh 13,5 mm, panjang antena 3,8 mm, panjang sayap 10,6 mm, dan lebar sayap 3,9 mm.
Teman-teman, tahukah kamu? Fakta unik mengenai BSF?
Fakta Unik BSF antara lain:
1. Lalat dewasa tidak memiliki mandibula atau rahang untuk makan.
2. Lalat dewasa betina berukuran lebih besar daripada lalat jantan.
3. Masa hidup lalat dihabiskan untuk kawin dan bertelur.
4. Seekor lalat betina dapat menetaskan 500++ telur.
Nah, menarik bukan? Wow!
Lalu Bagaimana perubahan komposisi nutrisi sepanjang siklus hidup BSF?
Black Soldier Fly mempunyai kandungan nutrisi yang berbeda pada setiap tahapan siklus hidupnya. Parameter seperti kadar protein, lemak, serta berat kering. Selain itu, perbedaan parameter tersebut juga bervariasi di antara lalat betina dan jantan. pre-pupa tahap awal (E- prapupa) memiliki berat kering tertinggi jika dibandingkan dengan tahapan lainnya. Secara umum, berat kering mengalami tren peningkatan mulai dari tahap telur hingga E-prapupa diikuti tren menurun saat menjadi lalat dewasa (P-Adult). kadar protein tertinggi didapatkan pada fase tahap awal pupa sedangkan yang terendah ada pada tahap telur.
kadar lemak tertinggi didapatkan pada fase tahap awal pre-pupa (E-prapupa) sedangkan yang terendah ada pada tahap telur. Setelahnya, kadar lemak berfluktuasi sepanjang perubahan dari siklus hidup pupa ke lalat dewasa. Lalat betina memiliki kadar protein, lemak, serta berat kering yang lebih tinggi dibandingkan lalat jantan. Dan kadar asam lemak tak jenuh (unsaturated fat) pada lalat jantan lebih besar jika dibandingan dengan lalat betina.
Penutup:
Nah, lalu sebenarnya siapa maggot BSF itu? Apa hubungannya dengan BSF? Apakah ada perbedaan? Penasaran kan bagaimana? Ikuti terus hasil dari penelitian saya kali ini ya! Stay tune! Sampai bertemu Senin depan!
NARASI VIDEO II
Judul : PART 2. Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly
Durasi : 05 menit 33 detik Bentuk : Video dubbing Pembukaan:
Halo sobat, Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu bahagia dan terus semangat pelajari hal baru ya! BTW, kalian tau nggak sih Maggot Black Soldier Fly? Yang kabarnya populer akhir-akhir ini dan marak jadi perbincangan peternak millenial Ituloh! Mikroorganisme yang terkenal bisa membantu dalam pengurangan tumpukan limbah organik di lingkungan, dan karena kandungan proteinnya yang tinggi, hewan ini dijadikan sebagai alternatif pakan ternak. Kaya apa sih penjelasannya, simak videoku ya!
Isi:
Maggot BSF merupakan larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prapupa, pupa, dan lalat dewasa, yang semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja. Literatur menyebutkan bahwa seekor betina BSF dapat bertelur dengan jumlah produksi 546 sampai 1.505 butir lho! Wahhh banyak banget kan. Telurnya bulat kuecil banget, berubah dari warna krem menjadi kuning selama masa inkubasi.
Telur BSF menetas setelah 3 sampai 4 hari dan membentuk baby maggot.
Dalam penelitian kali ini, penetasannya dilakukan dengan menggunakan media limbah resto, buah semangka, ampas kelapa, dan poor. Diletakkan dalam box plastik, dimana masing-masing box diberi telur 10 gr untuk ditetaskan. Dari hasil pengamatan, yang paling cepat menetas, menggunakan media semangka dan poor. Sobat, Tahukah kamu? Suhu optimum pertumbuhan BSF antara 30-36°C.
Larva BSF tidak dapat bertahan pada suhu kurang dari 7°C dan suhu lebih dari 45°C. Wahh istimewa ya sobat ternak! Larva hari ke 5 disebut dengan Five Day Old Larva. Tumbuh dan berkembang memakan limbah organik untuk menyimpan cadangan lemak. 10 gr telur dapat menghasilkan 20-25 kg maggot. Pakan yang diberikan perharinya disesuaikan dengan kira-kira berat baby maggot. semisal dari 10 gr telur yang ditetaskan maka pakan per-hari diberikan 10 kg. Pemberian pakan sebaiknya dibagi, pagi dan sore. Caranya ditabur merata dibagian atas media pertumbuhan maggot.
Ngomong-ngomong soal pakan maggot BSF, limbah yang digunakan sebagai pakan dalam rumah maggot ini adalah limbah resto dan limbah sayuran atau buah, yang sudah dicacah dan dikeringkan atau bahkan di fermentasi.
Tujuannya, untuk mengurangi kadar air limbah, supaya mengurangi bau, yang mungkin dapat timbul saat limbah di tabur pada bina larva. Berdasarkan standar nasional indonesia (SNI 01-3929-2006) Maggot BSF mengandung protein 55%.
Larva BSF bersifat rakus setelah menetas. Substrat tempat mereka hidup jenuh yang terdehidrasi, akan membuat akses ke makanan menjadi mudah. Namun, jika substrat menjadi sangat lembab, larva cenderung pergi (atau panen sendiri).
Oleh sebab itu Media kultur yang digunakan pada bina larva, menggunakan serbuk kayu dengan ketebalan kurang lebih 5 cm sebagai pengurangan kadar air