TUGAS AKHIR
PENYULUHAN BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY MENGGUNAKAN MEDIA TIKTOK DAN YOUTUBE
PROGRAM STUDI
PENYULUHAN PETERNAKAN DAN KESEJAHTERAAN HEWAN
SEFRINDA BYARTIKA SABILA (04.03.18.220)
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
2022
TUGAS AKHIR
PENYULUHAN BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY MENGGUNAKAN MEDIA TIKTOK DAN YOUTUBE
SEFRINDA BYARTIKA SABILA (04.03.18.220)
Diajukan sebagai syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Terapan (S.Tr)
PROGRAM STUDI
PENYULUHAN PETERNAKAN DAN KESEJAHTERAAN HEWAN
SEFRINDA BYARTIKA SABILA (04.03.18.220)
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
2022
Tugas Akhir ini kupersembahkan kepada:
Bapak & Ibu tercinta yang telah memberikan motivasi, Bapak & Ibu Dosen Pembimbing yang telah sabar dalam membimbing, Yang terkasih telah memberikan dukungan & bantuan dalam pengerjaan, Rekan Satya Bhakti Arjuna Wiraprasta dan Blantik Berdasi’18, Sebagai rasa hormat dan cinta kasih, Terima Kasih.
Teruntuk Diriku, Terima Kasih sudah melawan ego, berjuang keras dan kuat hingga sejauh ini. Bukan hal mudah untuk meraih mimpi, tapi aku tahu kamu telah bertanggungjawab untuk semua ini.
PERNYATAAN
ORISINALITAS TUGAS AKHIR
Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa sepanjang pengetahuan saya, didalam naskah Tugas Akhir ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain sebagai Tugas Akhir untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi, dan tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka. Apabila ternyata di dalam naskah TA ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur PLAGIASI, saya bersedia TA ini digugurkan dan gelar vokasi yang telah saya peroleh (S.Tr) dibatalkan, serta diproses sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
Malang,...
Mahasiswa,
Sefrinda Byartika Sabila NIM: 04.03.18.220.
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING TUGAS AKHIR
PENYULUHAN BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY MENGGUNAKAN MEDIA TIKTOK DAN YOUTUBE
SEFRINDA BYARTIKA SABILA 04.03.18.220
Malang, ……….……. 2022
Pembimbing I, Pembimbing II,
Luki Amar H., S.Pt., M.Sc. Dr. drh. Rudy Rawendra,M.App., Sc.
NIP. 19690223 199803 1 003 NIP. 19580630 198503 1 001
Mengetahui, Direktur
Politeknik Pembangunan Pertanian Malang
Dr. Setya Budhi Udrayana, S.Pt., M.Si.
NIP: 19690511 199602 1 001 22 Juli
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI TUGAS AKHIR
PENYULUHAN BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY MENGGUNAKAN MEDIA TIKTOK DAN YOUTUBE
SEFRINDA BYARTIKA SABILA 04.03.18.220
Telah dipertahankan didepan penguji pada tanggal………
Dinyatakan telah memenuhi syarat
Mengetahui,
Penguji I, Penguji II,
Luki Amar H., S.Pt., M.Sc. Dr. drh. Rudy Rawendra,M.App., Sc.
NIP. 19690223 199803 1 003 NIP. 19580630 198503 1 001
Penguji III,
Dr. Sad Likah, S.Pt., MP.
NIP: 19690114 200112 2 001 05 Juli 2022
RINGKASAN
Sefrinda Byartika Sabila, Penyuluhan Budidaya Maggot Black Soldier Fly Menggunakan Media TikTok dan YouTube. NIM: 04.03.18.220. Pembimbing:
Luki Amar Hendrawati, S.Pt, M.Sc., dan Dr. drh. Rudy Rawendra, M.App., Sc.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui budidaya maggot black soldier fly, (2) Menganalisis pendapatan budidaya maggot black soldier fly, (3) Mengetahui respon pengguna TikTok dan YouTube terhadap penyampaian materi mengenai budidaya maggot black soldier fly. Metode yang digunakan deskriptif dengan studi literatur, observasi, dan wawancara. Penelitian dilakukan di Rumah Maggot Kerto Raharjo Boon Pring Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Penyuluhan dilakukan menggunakan TikTok dan YouTube dengan Model Hanaffin dan Pack. Penyuluhan dilakukan secara berseri dengan mengunggah 20 Video TikTok dan 8 Video YouTube.
Hasil penelitian adalah (1) Berdasarkan hasil penelitian, budidaya maggot black soldier fly berlangsung selama 30 – 40 hari. Siklus hidup berlangsung secara sempurna melalui 5 fase antara lain: telur, maggot (larva), prapupa, pupa, dan black soldier fly. Budidaya maggot black soldier fly di Rumah Maggot Boon Pring diawali dengan penetasan telur black soldier fly 40 gr dibagi menjadi 4.
Penetasan dilakukan dengan pemberian telur 10 gr/box plastik ukuran 36 cm x 30 cm x 12 cm. Penetasan menggunakan limbah organik basah berupa limbah semangka, ampas kelapa, poor, dan limbah resto. Hari ke-5 telur black soldier fly menetas disebut 5-DOL (five – day old larva). Dipelihara selama 14 hari di biopond 2 m x 1 m x 16 cm dengan pemberian pakan berupa limbah organik basah sebanyak 5 kg/hari. Hari ke-15 saat pemanenan, menghasilkan produk berupa fresh maggot dan kasgot (media bekas maggot). Sebagian yang menjadi prapupa, dimasukkan ke dalam box plastik 64 cm x 43,5 cm x 14,5 cm berisi pasir hitam untuk bermetamorfosis menjadi pupa berlangsung selama 14 hari. Setelah 14 hari, pupa dimasukkan ke kandang gelap untuk berkembang menjadi black soldier fly (bsf). Tiga hari kemudian pupa akan menetas menjadi black soldier fly dan akan mencari pasangan untuk bereproduksi dan bertelur pada eggies yang sudah disiapkan dalam kandang. Telur pada eggies kemudian dipanen dan kembali ke siklus awal. (2) Biaya pengeluaran awal pembangunan rumah maggot black soldier fly hingga biaya operasional mencapai Rp. 55.415.000,-.
Pendapatan dari budidaya maggot black soldier fly mencapai Rp. 775.000,-/hari dari hasil penjualan telur black soldier fly dan fresh maggot. Jika diperhitungkan per-tahun mencapai Rp. 201.663.000,-. Jumlah pendapatan dapat menutup biaya pengeluaran, sehingga dapat dinyatakan bahwa budidaya maggot black soldier fly memberikan keuntungan. (3) Penyuluhan yang dilakukan pada TikTok ditonton sebanyak 7.045 penonton. Sedangkan penyuluhan di YouTube ditonton sebanyak 2.379 penonton. Keduanya memiliki pengaruh positif, dengan hasil penyuluhan TikTok lebih trending dibandingkan dengan penyuluhan YouTube.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penyampaian informasi lebih mudah tersebar melalui portal TikTok dibandingkan dengan portal YouTube.
Kata Kunci: Budidaya, Maggot Black Soldier Fly, TikTok, YouTube.
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur dihaturkan pada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan Judul: “Penyuluhan Budidaya Maggot Black Soldier Fly Menggunakan Media TikTok dan Youtube”. Tugas Akhir ini dapat terselesaikan dengan baik tidak terlepas dari dukungan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Luki Amar Hendrawati, S.Pt. M.Sc., selaku Dosen Pembimbing I dan Bapak Dr. drh. Rudy Rawendra, M.App., Sc., selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing, memberikan fasilitas penelitian, dukungan, serta nasihat dalam penulisan Tugas Akhir.
2. Ibu Dr. Wahyu Windari, S.Pt. M.Sc., selaku Ketua Jurusan Peternakan dan Ibu Dr. Sad likah S.Pt, MP., selaku Dosen Penguji dan Ketua Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan yang telah memberikan arahan dan saran.
3. Drs. Sukoyo Samsul Arifin, M.Si., selaku Direktur BUMDES Kerto Raharjo Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang yang telah memberikan perizinan serta fasilitas dalam pelaksanaan penelitian Budidaya Maggot Black Soldier Fly.
4. M. Azik Rivan selaku Kepala Rumah Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly yang telah memberikan arahan dalam penelitian di Boon Pring.
5. Bapak Suwarji, S.Sos. dan Ibu Titin Indarwati, S.Pd., selaku orang tua, terima kasih atas fasilitas, dukungan, dan do’a yang telah diberikan.
6. Firnanda Bilqis Indramukti, adik tercinta yang memberikan semangat.
ii
7. Ujan Satrio yang sudah memberikan semangat, do’a, dan bantuan agar penulisan Tugas Akhir terselesaikan dengan baik.
8. Achmad Saddam Firdaus Prasetyo selaku rekan penelitian satu tim dalam penelitian tugas akhir.
9. Timses Rizal (Rizal, Fivy, Dhilla) yang sudah berbagi kisah dan support dengan baik mulai dari awal Organisasi ISMAPETI hingga Demisioner dan semua telah melaksanakan Skripsi.
10. Rekan-rekan Satya Bhakti Arjuna Wiraprasta dan Blantik Berdasi’18 terima kasih telah melukiskan cerita indah selama menempuh pendidikan di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.
Semoga penyusunan laporan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti dan pembaca. Disadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan tugas akhir ini masih banyak kekurangan dan perlu adanya perbaikan walaupun sudah diusahakan dengan maksimal. Oleh karena itu ide-ide dan saran yang bersifat membangun diharapkan demi kesempurnaan Laporan Tugas Akhir ini.
Malang, 22 Juli 2022
Sefrinda Byartika Sabila
iii DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... vii
I. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 4
1.3. Tujuan ... 4
1.4. Manfaat ... 5
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 6
2.1. Penelitian Terdahulu ... 6
2.2. Landasan Teori ... 10
2.2.1. Aspek Teknis Agribisnis Maggot Black Soldier Fly ... 10
2.2.2. Recording ... 20
2.2.3. Produk yang dihasilkan ... 22
2.2.4. Biokonversi Limbah Organik ... 22
2.2.5. Analisis Pendapatan Budidaya Maggot Black Soldier Fly ... 22
2.2.6. Aspek Penyuluhan ... 23
2.3. Kerangka Berpikir ... 26
III. METODE PELAKSANAAN ... 27
3.1. Lokasi dan Waktu ... 27
3.2. Populasi dan Sampel ... 27
3.3. Metode Kajian ... 27
3.3.1. Alat dan Bahan ... 30
3.3.2. Variabel Pengamatan ... 31
3.3.3. Definisi Operasional Variabel ... 31
3.3.4. Skema Alur Kajian ... 32
3.4. Metode Perencanaan Penyuluhan ... 32
3.5. Evaluasi Video TikTok dan YouTube ... 33
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN... 35
4.1. Hasil Analisis Pengamatan ... 35
4.1.1. Karakteristik Limbah Organik ... 35
4.1.2.Siklus Hidup Maggot Black Soldier Fly ... 35
4.1.3.Penetasan Telur Black Soldier Fly ... 36
4.1.4.Produktifitas Maggot Black Soldier Fly ... 36
iv
4.1.5.Metamorfosis Prapupa menuju Pupa ... 37
4.1.6.Karakteristik Black Soldier Fly ... 37
4.1.7. Standarisasi Struktur Bangunan Kandang ... 37
4.1.8. Pendapatan ... 38
V. PERANCANGAN DAN UJI COBA RANCANGAN PENYULUHAN ... 39
5.1. Perancangan Penyuluhan ... 39
5.1.1. Lokasi dan Waktu Penetapan Materi ... 39
5.1.2. Penyuluhan ... 39
5.1.3. Materi Penyuluhan ... 40
5.2. Implementasi ... 41
5.2.1. Respon Penonton Video TikTok ... 42
5.2.2. Respon Penonton Video YouTube... 43
VI. PEMBAHASAN DAN DISKUSI ... 44
6.1. Budidaya Maggot Black Soldier Fly ... 44
6.2. Analisis Pendapatan ... 61
6.3. Penyuluhan ... 63
6.3.1. Penyuluhan Video TikTok ... 63
6.3.2. Penyuluhan Video YouTube ... 63
6.4. Evaluasi penyuluhan TikTok dan YouTube ... 64
VII. PENUTUP ... 68
7.1. Kesimpulan ... 68
7.2. Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... 70
LAMPIRAN ... 73
v
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Perbedaan dengan penelitian terdahulu ... 9
2. Alat dan Bahan dalam Saung Bina Larva (Rumah Maggot) ... 30
3. Alat dan Bahan dalam Saung Lathi ... 30
4. Alat dan Bahan dalam Tempat Penampungan Limbah ... 30
5. Alat yang digunakan untuk Pengamatan ... 30
6. Analisis Video TikTok (23 April – 11 Mei 2022) ... 42
7. Analisis Video TikTok (10 – 13 Juni 2022) ... 42
8. Analisis Video YouTube ... 43
9. Analisis Suka dan Tidak Suka ... 43
10. Analisis Komentar ... 43
11. Pendapatan ... 62
12. Analisis Video Positif dan Negatif ... 64
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
Gambar 1. Tampak Atas ... 10
Gambar 2. Tampak Samping ... 10
Gambar 3. Anatomi Kelamin Black Soldier Fly ... 11
Gambar 4. Anatomi Kepala Black Soldier Fly ... 11
Gambar 5. Tahapan perkembangan telur di bawah stereo mikroskop; (a) 1 jam; (b) 24 jam; (c) 48 jam; (d) 72 jam ... 13
Gambar 6. Maggot Black Soldier Fly... 14
Gambar 7. Prapupa – Pupa ... 15
Gambar 8. Kandang Maggot dan Black Soldier Fly ... 16
Gambar 9. Tempat Pengolahan Limbah ... 18
Gambar 10. Suhu Budidaya Maggot Black Soldier Fly ... 19
Gambar 11. Contoh Recording Masuknya Baby Maggot ... 21
Gambar 12. Kerangka Pikir Penelitian ... 26
Gambar 13. Penetasan Telur Black Soldier Fly ... 28
Gambar 14. Pemeliharaan pada Biopond ... 29
Gambar 15. Substrat Prapupa Berbeda ... 29
Gambar 16. Skema Alur Kajian ... 32
Gambar 17. Capaian Kinerja pengelolaan limbah ... 44
Gambar 18.Diagram Komposisi Limbah ... 44
Gambar 19. Eggies ... 48
Gambar 20. Telur Black Soldier Fly ... 48
Gambar 21. Penetasan Telur Black Soldier Fly ... 49
Gambar 22. Siklus Hidup Black Soldier Fly ... 50
Gambar 23. Substrat prapupa yang berbeda ... 53
Gambar 24. Bina Larva Permanen ... 57
Gambar 25. Kandungan Nutrisi Maggot Black Soldier Fly ... 60
Gambar 26. Produk Turunan ... 61
Gambar 27. Pencacahan limbah ... 88
Gambar 28. Fermentasi limbah ... 88
Gambar 29. Pembersihan media kultur ... 88
Gambar 30. Fermentasi limbah organik ... 88
Gambar 31. Serbuk kayu untuk media kultur ... 88
Gambar 32. Rumah Maggot ... 88
Gambar 33. Substrat Prapupa ... 89
Gambar 34. Recording... 89
Gambar 35. Penjelasan saung lathi ... 89
Gambar 36. Pengambilan media kultur ... 89
Gambar 37. Bina Larva ... 89
Gambar 38. Pemanenan Maggot ... 89
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Rencana Kegiatan Penelitian ... 73
2. Matrik Penetapan Pemilihan Materi Penyuluhan ... 74
3. Rancangan Anggaran Biaya ... 75
4. Naskah Video Penyuluhan ... 77
5. Dokumentasi Kegiatan ... 88
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Berdasarkan data SIPSN (2021), jumlah sampah di Pulau Jawa mencapai 34.595,25 ton/hari dengan total keseluruhan 12.627.268,26 ton/bulan. Dimana 40,9% berupa limbah organik (sisa makanan 28,36%
dan kayu atau ranting 12,54%). Pengelolaan limbah diberbagai daerah merupakan hal mendesak dan merupakan permasalahan lingkungan yang serius. Kecamatan Turen Kabupaten Malang merupakan daerah penghasil limbah organik dengan rata-rata 150 kg/hari. Daur ulang limbah organik yang masih terbatas, BUMDES Kerto Raharjo Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang memunculkan inovasi teknologi berupa
“Rumah Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly” yang membantu dalam penanganan limbah di lingkungan dan sebagai alternatif pakan ternak. Dalam pengelolaan limbah organik basah seperti limbah makanan, buah, maupun sayuran dapat dimanfaatkan dengan optimal sebagai pakan maggot black soldier fly dan limbah organik kering seperti serbuk kayu halus dapat dimanfaatkan sebagai media kultur dalam budidaya maggot. Selain dapat mengurangi potensi limbah organik, budidaya maggot black soldier fly menjadi potensi yang berpeluang besar karena banyak peternak unggas maupun ikan mencari maggot sebagai penunjang pakan ternak. Berkaitan dengan hal tersebut, budidaya maggot black soldier fly menarik untuk ditelititi.
Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari makhluk hidup yang dapat terurai secara alami. Limbah organik tanpa pengolahan merupakan masalah bagi lingkungan hidup. Limbah organik berdasarkan
jenisnya dibedakan menjadi 2 yaitu, limbah organik basah dan limbah organik kering. Limbah organik basah merupakan limbah yang banyak mengandung air seperti limbah sayuran, buah, dan lain sebagainya.
Sedangkan limbah organik kering merupakan limbah yang sedikit mengandung air, contohnya kayu dan daun, ranting pohon, serbuk kayu, dan lain sebagainya (DLH Blitar Kab., 2021).
Menurut Auliani, dkk. (2021) dalam budidaya maggot black soldier fly, terdapat 5 fase hidup yang bermetamorfosis secara sempurna: fase telur, larva, prapupa, pupa, dan black soldier fly. Budidaya maggot black soldier fly yang diawali dari telur, penetasan dilakukan dengan menggunakan media tetas yang mudah didapat pada lingkungan sekitar misalnya limbah ampas tahu, buah papaya matang, semangka matang, melon matang, nasi (dibuat basah), roti (dibuat basah), pellet yang dilembutan (Setyawan, 2020). Biomassa maggot black soldier fly dipengaruhi oleh kualitas kandungan nutrien terutama protein ketika fase penetasan (Rahayu, Novianto, dan Viana, 2020). Berdasarkan referensi tersebut, dalam penelitian ini penetasan telur black soldier fly dilakukan penetasan menggunakan media tetas berupa limbah semangka, limbah resto (sayuran campur nasi dan tulang), ampas kelapa, dan poor untuk mengkaji media penetasan telur black soldier fly terbaik.
Pengamatan selanjutnya pada pemeliharaan baby maggot dari tetasan telur black soldier fly tersebut. Wicaksono (2020) melakukan penelitian mengenai maggot black soldier fly dengan media tumbuh ketebalan pemberian pakan 5 cm yang disusun menggunakan rak.
Penebaran telur black soldier fly berbasis sabut sawit fermentasi diberikan sebanyak 0.5 g kemudian diamati selama 28 hari untuk dihitung produksinya. Berdasarkan referensi, penerapan yang dilakukan dibedakan
dengan memelihara baby maggot black soldier fly di biopond dengan media kultur serbuk kayu ketebalan 4 cm, 5 cm, 6 cm, dan 8 cm yang diberi pakan 5 kg/hari untuk diketahui hasil produksinya.
Pengamatan selanjutnya dilakukan dengan membandingkan substrat dalam stadia prapupa. Holmes et al. (2013), membandingkan lima substrat stadia prapupa: serbuk kayu, tanah, humus, pasir, dan tanpa substrat. Tujuan dari penelitian tersebut untuk membandingkan pengaruh substrat kepompong yang berbeda terhadap pasca makan, waktu kepompong, dan keberhasilan kemunculan black soldier fly. Untuk membedakan dengan penelitian tersebut, penyesuaian dengan bahan yang ada dilingkungan sekitar dilakukan dengan membandingkan 4 substrat stadia prapupa: pasir, pasir laut, serbuk kayu, dan cacahan cangkang telur.
Hal tersebut menarik diteliti karena penggunaan substrat stadia yang berbeda, bertujuan untuk mengetahui pengaruh substrat yang berbeda terhadap kecepatan perubahan metamorfosis prapupa menuju pupa.
Menurut Nugroho dan Mas’ud (2020), secara umum sebuah usaha mengharapkan untuk memperoleh keuntungan. Dalam proses budidaya maggot black soldier fly diperlukan biaya peralatan, tenaga kerja, dan bahan baku. Keuntungan yang lebih tinggi pendapatannya dari biaya pengeluaran, menjadi perbandingan antara pengeluaran dan pemasukan.
Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui nilai manfaat dan perkembangan atas usaha yang dijalankan. Budidaya maggot di Boon Pring Andeman menghasilkan Rp. 775.000,- laba kotor per-hari dari hasil penjualan telur dan fresh maggot. Hal tersebut belum ditambah dengan pemasukan dari penjualan kasgot Rp. 10.000,-/kg apabila ada permintaan konsumen. Berdasarkan uraian tersebut, perhitungan laba rugi perlu
diperhitungkan untuk mengetahui keuntungan dari usaha yang telah dijalankan.
Era Revolusi Industri 4.0 mengakibatkan dampak perubahan pada pembelajaran yang menggunakan teknologi digital. Dalam penyuluhan pertanian, penyuluhan merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada sasaran untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menarik minat sasaran dengan memanfaatkan media trending seperti TikTok dan YouTube merupakan salah satu pemanfaatan teknologi masa kini.
Menurut David, Chen, dan Zeng (2020) menjelaskan bahwa konten TikTok yang berupa video singkat ini lebih rendah dalam biaya produksi dan lebih mudah menyebar untuk menjadi viral. Sedangkan menurut Rasman (2021), YouTube merupakan media yang digunakan untuk berbagi informasi dalam bentuk video dan suara. Banyak kalangan setiap hari menggunakan TikTok dan YouTube, sehingga hal tersebut menarik apabila TikTok dan YouTube dijadikan sebagai media pembelajaran.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan kondisi lapangan dari hasil identifikasi, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana teknis budidaya maggot black soldier fly?
2. Bagaimana analisis pendapatan budidaya maggot black soldier fly?
3. Bagaimana respon pengguna TikTok dan YouTube terhadap penyampaian materi budidaya maggot black soldier fly?
1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, dapat diambil tujuan penelitian sebagai berikut:
1. Mengetahui teknis budidaya maggot black soldier fly.
2. Mengetahui analisis pendapatan budidaya maggot black soldier fly.
3. Mengetahui respon pengguna TikTok dan YouTube terhadap penyampaian materi budidaya maggot black soldier fly.
1.4. Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
a. Mahasiwa dapat mengetahui tentang teknis budidaya maggot black soldier fly.
b. Mahasiswa dapat melakukan sharing informasi budidaya maggot black soldier fly dengan metode penyuluhan yang sesuai.
2. Bagi Sasaran
a. Sasaran dapat mengetahui manfaat budidaya maggot black soldier fly.
b. Sasaran dapat menerapkan budidaya maggot black soldier fly untuk meningkatan perekonomian.
3. Bagi Instansi terkait
a. Dapat dijadikan acuan bagi peternak Maggot untuk melaksanakan program kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang melalui bidang akademik dan penelitian.
b. Dapat dijadikan acuan maupun pembanding dengan penelitian sejenis atau bahan referensi penelitian bidang akademik apabila terdapat inovasi budidaya maggot black soldier fly di kemudian hari.
6 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu
Holmes et al. (2013) dengan judul “Substrate Effects on Pupation and Adult Emergence of Hermetia illucens (Diptera: Stratiomyidae)”
membandingkan lima substrat prapupa: serbuk kayu, tanah, humus, pasir, dan tanpa substrat. Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengetahui pengaruh substrat kepompong yang berbeda terhadap pasca makan, waktu kepompong, dan keberhasilan kemunculan imago. Hasil dari penelitian menunjukkan tanpa substrat membuat prapupa cepat menjadi pupa, namun daya tetas imago rendah. Sedangkan prapupa berubah cepat menjadi pupa pada substrat tanah dan serbuk kayu.
Wardhana (2016) dengan Judul “Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak” menjelaskan bahwa hal ini Maggot Black Soldier Fly dapat sebagai salah satu alternatif pakan ternak. Magot mengandung 40 – 50%, termasuk asam amino esensial yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung ikan dan bungkil kedelai untuk pakan ternak.
Fauzi dan Sari (2018) dengan judul “Analisis Usaha Budidaya Maggot Sebagai Alternatif Pakan Lele” menjelaskan bahwa potensi analisis usaha budidaya maggot serta penghematan dapat dilakukan jika maggot diberikan sebagai alternatif kombinasi pellet untuk pakan lele. Dalam proses budidayanya, biaya peralatan, tenaga kerja, dan bahan baku diperlukan, sehingga pengeluaran dan pemasukan diperhitungkan.
Rahayu, Novianto, dan Viana (2020) dengan judul “Pengaruh Lama Fermentasi Dedak dan Limbah Kulit Nanas Terhadap Biomassa Larva Hermetia Illucens”, menjelaskan mengenai penetasan larva Hermetia illucens dengan media berbeda. Penelitian tersebut bertujuan untuk
mengetahui media penetasan meliputi pH, suhu, warna dan bau serta biomassa larva dengan lama fermentasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan antara media penetasan yang tidak difermentasi dengan yang difermentasi. Lama fermentasi media penetasan mempengaruhi pH dan suhu media penetasan, namun tidak berpengaruh terhadap biomassa larva.
Penelitian Mukti, dkk. (2021) dengan Judul “Optimalisasi Metode Pembudidayaan Maggot Black Soldier Fly di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan” menjelaskan bahwa inovasi pengelolaan limbah melalui biotransformasi limbah organik dapat mengurangi limbah dan meningkatkan ekonomi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, media pemeliharaan larva dengan ampas kelapa dan campuran serbuk kayu sebagai media pertumbuhan dapat menekan biaya. Serbuk kayu digunakan untuk mengurangi kelembapan media kultur pertumbuhan maggot, sedangkan ampas kelapa merupakan media yang kurang dianjurkan karena masih mengandung air yang menyebabkan telur black soldier fly sulit menetas.
Penelitian Surya (2019) dengan Judul “Penerapan Media Penyuluhan Berbentuk Video Melalui Halaman YouTube” menjelaskan bahwa penyebaran informasi secara spasial dan temporal tidak terbatas melalui penggunaan Internet. Media sosialisasi pertanian audiovisual juga dapat digunakan, didistribusikan secara nasional di halaman YouTube. Alur kerjanya dengan membuat media sosialisasi pertanian berupa video yang kemudian di upload di halaman YouTube. Video yang diunggah dari ekstensi kemudian dianalisis menggunakan Google Analytics.
Penelitian Oktaheriyani (2020), dengan judul “Analisis Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial TikTok (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNISKA MAB Banjarmasin)”
menjelaskan mengenai penelitian kualitatif yang merujuk pada Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial TikTok yang trending pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNISKA MAB Banjarmasin. Berbagai macam fitur menarik dalam TikTok, dinilai dapat menyegarkan dan menghilangkan beban pikiran. Penggunaan TikTok sangat antusias dan rutin. Membuat konten video dapat mudah viral, mengedukasi pengguna media sosial TikTok dan menyalurkan bakat melalui media sosial TikTok, menjadikan media sosial TikTok sebagai saran hiburan dan sumber informasi maupun sebagai media pembelajaran.
9 Tabel 1. Perbedaan dengan penelitian terdahulu
Judul Jurnal Penulis Hasil Terbaik Perbedaan
“Substrate Effects on Pupation and Adult Emergence of Hermetia illucens (Diptera: Stratiomyidae)”
Holmes et al.
(2013)
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tanpa substrat membuat prapupa berubah menjadi pupa, namun daya tetas menjadi imago rendah. Sedangkan prapupa berubah cepat menjadi pupa pada substrat tanah dan serbuk kayu.
Kajian teknis dilaksanakan di Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang, yaitu Biokonversi Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot black soldier fly.
Kajian dilaksanakan pada 25 Januari – 15 Februari 2022 pukul 07.00 – 15.00 WIB.
Penyuluhan dilakukan melalui media TikTok dan YouTube, 23 April – 10 Mei 2022 dan 10 Juni 2022. Metode penelitian deskriptif dimana penyuluhan menggunakan Model Hanaffin dan Peck (Kurniawan, 2016) yang memperhatikan 3 tahapan: analisis kebutuhan, desain, pengembangan dan implementasi. Evaluasi respon pengguna TikTok dan YouTube.
“Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak”
Wardhana (2016)
Magot black soldier fly mengandung 40 – 50%, termasuk asam amino esensial yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung ikan dan bungkil kedelai untuk pakan ternak.
“Analisis Usaha Budidaya Maggot sebagai Alternatif Pakan Lele”
Fauzi dan Sari (2018)
Analisis usaha budidaya maggot serta penghematan dapat dilakukan jika maggot diberikan sebagai alternatif kombinasi pellet untuk pakan lele. 50% pellet dan 50%
maggot dapat menghemat biaya pengadaan pakan sebesar 22,74%.
“Pengaruh Lama Fermentasi Dedak dan Limbah Kulit Nanas Terhadap Biomassa Larva Hermetia Illucens”,
Rahayu, Novianto, dan Viana (2020)
Lama fermentasi media penetasan mempengaruhi pH dan suhu media penetasan, namun tidak berpengaruh terhadap biomassa larva.
“Optimalisasi Metode Pembudidayaan Maggot Black Soldier Fly di Desa Takmbakasri Kecamatan Tajinan”
Mukti, dkk.
(2021)
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, media pemeliharaan larva dengan ampas kelapa dan campuran serbuk kayu sebagai medi dapat menekan biaya. Serbuk kayu dapat langsung digunakan untuk mengurangi kelembapan.
“Penerapan Media Penyuluhan Berbentuk Video
Melalui Halaman YouTube” Surya (2019) Media sosialisasi pertanian audiovisual juga dapat digunakan, didistribusikan secara nasional di halaman YouTube.
“Analisis Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial TikTok (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNISKA MAB Banjarmasin)”
Oktaheriyani (2020)
Membuat konten video mudah viral, mengedukasi dan menyalurkan bakat melalui media sosial TikTok, menjadikan media sosial TikTok sebagai saran hiburan, informasi, media pembelajaran.
2.2. Landasan Teori
2.2.1. Aspek Teknis Agribisnis Maggot Black Soldier Fly a. Morfologi Black Soldier Fly
Sumber: Declaro et al., dan Tomberlin et al., 2002 dalam riset Biorefinery Society dan Global Organik Farm 2016.
Black Soldier Fly merupakan lalat tentara hitam, berwarna transparant (wasp waist), sekilas menyerupai lebah tetapi tidak memiliki penyengat sebagaimana lebah. Panjang black soldier fly kisaran 15 – 20 mm. Ketika black soldier fly dewasa berkembang dari pupa, kondisi sayap masih terlipat kemudian mengembang sempurna hingga menutupi bagian toraks. Black Soldier Fly dewasa tidak memiliki bagian mulut fungsional, sebab semasa hidupnya hanya digunakan untuk bereproduksi dan produksi telur. Menurut
Gambar 1. Tampak Atas
Gambar 2. Tampak Samping
Makkar et al. 2014 dalam presentasi Prof. Damayanti Buchori, M.Sc., P.hd, kebutuhan nutrient black soldier fly dewasa tergantung pada kandungan lemak yang disimpan saat masa pupa. Ketika simpanan lemak habis, maka lalat akan mati.
Anatomi kelamin black soldier fly betina mengalami pemanjangan (lancip), sedangkan anatomi kelamin black soldier fly jantan tumpul. Cerci pada lalat betina berfungsi sebagai organ sensoria atau perkawinan. Clasper pada kelamin jantan berfungsi untuk alat perkawinan yang secara spesifik menyalurkan cairan seminal kepada betina.
Anatomi kepala black soldier fly betina memiliki lebih banyak bulu putih disekitar clypeus jika dibandingkan dengan jantan. Jantan dan betina sama – sama memiliki antena sebagai organ sensori untuk mendeteksi lingkungan sekitar. Seluruh tubuh black soldier fly
Gambar 3. Anatomi Kelamin Black Soldier Fly
Gambar 4. Anatomi Kepala Black Soldier Fly
berwarna hitam kecuali kakinya berwarna putih (Sastro, 2016).
Morfometri (bagian tubuh black soldier fly meliputi: panjang tubuh, panjang antena, panjang dan lebar sayap), black soldier fly betina lebih besar daripada jantan. Black Soldier Fly jantan memiliki panjang tubuh 12,7 mm, panjang antena 3,2 mm, panjang sayap 9,4 mm, dan lebar sayap 3,3 mm, sedangkan betina memiliki panjang tubuh 13,5 mm, panjang antena 3,8 mm, panjang sayap 10,6 mm, dan lebar sayap 3,9 mm (Rachmawati et al., 2010).
b. Taksonomi
Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Insecta
Ordo : Dipptera (only have a single pair of wings) Suborder : Brachycera (flies)
Infraorder : Tabanomorpha Family : Stratiomydae Subfamily : Hermetiineae Genus : Hermetia
Species : Hermetia illucens c. Penetasan Telur Black Soldier Fly
Di alam, black soldier fly betina tertarik pada bau senyawa aromatik dari limbah organik (attractant), sebagai tempat untuk bertelur. Telur black soldier fly berwarna putih, lonjong, panjang sekitar 1 mm, dan dikumpulkan dalam koloni (Wardhana, 2016).
Dalam buku saku maggot KKN – T IPB 2021, menjelaskan mengenai siklus hidup fase telur black soldier fly menandakan permulaan dari siklus hidup sekaligus berakhirnya tahap hidup
sebelumnya. Telur black soldier fly melewati masa inkubasi selama 72 jam atau 3 hari. Lalat betina akan bertelur sekitar 400 hingga 800 telur didekat bahan organik yang membusuk dan memasukkannya ke dalam rongga-rongga yang kecil, kering, dan terlindung atau disebut eggis sebagai tempat bertelur (Holmes et al., 2012). Masa inkubasi telur black soldier fly beragam, karena faktor suhu dan kelembaban udara dapat berpengaruh. Suhu lingkungan dan kelembaban berkorelasi negatif dengan waktu inkubasi telur atau perkembangan embrio.
Gobbi et al. (2013) dalam penelitian Wardhana (2016) menyebutkan bahwa jumlah telur berbanding lurus dengan ukuran tubuh lalat dewasa. Black Soldier Fly betina yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dan sayap lebih lebar, cenderung lebih subur dibandingkan dengan jantan yang tubuh dan sayapnya kecil. Dalam pemeliharaan, telur black soldier fly ditetaskan menggunakan media yang mudah didapat dilingkungan sekitar seperti limbah organik seperti limbah sayur, limbah buah, limbah resto, ampas kelapa, dan lain sebagainya.
d. Maggot Black Soldier Fly
Telur black soldier fly menetas setelah 3 – 4 hari dan membentuk baby maggot. Pada fase ini baby maggot sudah makan Gambar 5. Tahapan perkembangan telur di bawah stereo mikroskop;
(a) 1 jam; (b) 24 jam; (c) 48 jam; (d) 72 jam
limbah organik untuk menunjang pertumbuhannya. Kemudian setelah 15 hari akan menjadi maggot dewasa. Pada siklus ini maggot akan menyimpan cadangan lemak dan protein yang cukup untuk berpupa sampai menjadi black soldier fly (lalat tentara hitam), kemudian menemukan pasangan, kawin, dan bertelur (bagi betina) sebelum akhirnya mati (Wardhana, 2016).
Tomberlin et al. (2009) dalam penelitian Wardhana (2016), menjelaskan bahwa maggot black soldier fly betina akan berada dalam media lebih lama dan mempunyai bobot yang lebih berat dibandingkan dengan maggot black soldier fly jantan.
e. Prapupa
Prapupa merupakan tahapan pertumbuhan maggot yang sudah tidak lagi melakukan aktivitas makan, yang akan berubah menjadi pupa. Perubahan warna kulit terjadi, dari cream berubah menjadi warna kecoklatan kemudian berubah menjadi coklat kehitaman pada hari ke-19 prapupa terbentuk (Rachmawati, 2010).
Perkembangan dari pengumpulan telur hingga black soldier fly kembali bertelur, berlangsung sekitar 46 hari. Durasi ini berbeda dari yang dilaporkan oleh (Mei, 1961; Tingle et al., 1975 dalam
Gambar 6. Maggot Black Soldier Fly
Tomberlin et al., 2002) bahwa faktor suhu atau kelembaban juga dapat mempengaruhi panjang siklus (KKN IPB, 2021).
f. Pupa
Fase pupa disebut dengan fase kepompong, dimana pupa memuasakan diri dan mulai mengeras. Penelitian Wardhana (2016) menjelaskan bahwa Holmes et al. (2013), membandingkan lima substrat dalam stadia pupa, yaitu serbuk gergaji, tanah, humus, pasir dan tidak menggunakan substrat. Stadia pupa tanpa substrat berjalan sangat cepat karena mengurangi risiko predator atau ancaman lingkungan. Namun, kondisi tersebut menyebabkan daya tetas pupa menjadi imago lebih rendah. Hal tersebut diduga karena energi yang tersimpan selama menjadi maggot banyak digunakan untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Bobot pupa betina rata-rata 13% lebih berat dibandingkan dengan bobot pupa jantan (Tomberlin et al. 2009 dalam Wardhana, 2016).
g. Reproduksi Black Soldier Fly
Saat proses perkawinan, lalat muncul keluar dari kandang gelap (black box) dilakukan dengan menghubungkan kandang gelap ke "kandang cinta". Pupa dalam bak dikandang gelap yang
Gambar 7. Prapupa - Pupa
sudah menjadi black soldier fly akan terbang dari kandang gelap ke kandang kawin. Kandang kawin harus sering disemprot untuk menjaga kelembaban pada kandang. Daun pisang kering juga diberikan untuk tempat hinggap lalat. Ada juga kotak berisi pancingan (menggunakan tempe busuk atau buah busuk atau bekas black soldier fly yang sudah mati) dimana diatasnya diberikan eggies untuk menarik black soldier fly bertelur.
Black Soldier Fly kawin saat cuaca panas kisaran pukul 10.00 – 16.00, 2 – 3 hari betina akan bertelur. Setelah kawin, black soldier fly jantan akan mati dan black soldier fly betina bertelur, kemudian juga mati. Black Soldier Fly bertelur pada eggies yang sudah diletakkan diatas bak pancingan. Jumlah telur black soldier fly dipengaruhi dari ukuran induk betina. Semakin besar induk semakin banyak jumlah telurnya. Rata – rata seekor black soldier fly bertelur 500 – 1000 butir telur dan kumpulan telur tersebut dinamakan cluster (Setyawan, 2020).
h. Menejemen Perkandangan
Budidaya maggot black soldier fly diawali dengan persiapan alat dan bahan, kemudian berlanjut pada pembuatan saung lathi, persiapan box plastik dan rak untuk prapupa, saung bina larva
Gambar 8. Kandang Maggot dan Black Soldier Fly
(rumah maggot black soldier fly ) serta bina larva (biopond). Dalam pemeliharaan black soldier fly, secara sistematis kandang terdiri dari 2 jenis antara lain:
1. Saung Bina Larva atau Rumah Maggot, didalamnya terdapat biopond (bina larva), box penetasan, dan rak prapupa. Hal tersebut sebagai kandang penetasan, pembesaran baby maggot black soldier fly, dan tempat metamorfosa prapupa menjadi pupa. Saung Bina larva skala menengah berukuran 15 m x 8 m x 4 m. Menggunakan atap fiber dengan fiber glass berselang seling. Sisi samping tidak ditembok secara keseluruhan, hanya 1,5 m dari permukaan tanah. Sisanya diberi jaring – jaring untuk menanggulangi adanya air hujan atau predator lainnya. Bina larva (persegi panjang) menggunakan sistem panen otomatis, luas permukaannya 2 m x 1 m x 16 m. Sisi miring 450 dengan ketinggian 14 cm (bagian selokan) sebagai tempat panen otomatis untuk prapupa (lebar 10 cm). Modifikasi pada bina larva dengan sistem panen otomatis dilakukan dengan cara membuat jalan naik maggot (sisi kemiringan pada tengah bina larva yang di hubungkan dengan penadah selokan). Sedangkan untuk tempat menyimpan prapupa, menggunakan box plastik yang disusun dalam rak kayu ukuran 2 m x 60 cm x 2 m. Box plastik diisi substrat pasir sebagai media untuk prapupa menuju pupa.
Sedangkan untuk tempat penetasan telur, menggunakan box plastik dengan media kultur dedak dan limbah organik basah.
2. Saung Lathi atau kandang pemeliharaan black soldier fly merupakan tempat dimana black soldier fly melakukan
reproduksi dalam menghasilkan telur. Saung lathi terbuat dari gavalum atau kayu dengan ukuran 3 m x 1 m x 3 m, terbagi menjadi dua dimana 2 m dipakai sebagai reproduksi lalat, 1 m digunakan sebagai kandang gelap (black box) untuk meletakkan pupa yang akan menjadi black soldier fly. Untuk atap kandang dapat menggunakan fiber glass, supaya cahaya dapat masuk ke dalam kandang. Dalam kandang gelap terdapat lubang kecil sebagai jalan keluarnya black soldier fly dari penetasan pupa. Dalam saung lathi, box plastik dengan isi pemancing (bekas black soldier fly yang sudah mati) diletakkan ditengah kandang dan ditumpangi eggies sebagai tempat bertelurnya black soldier fly. Selain itu juga ditambahkan daun pisang kering di dalam kandang untuk hinggapnya black soldier fly supaya terlihat seperti lingkungan umumnya.
i. Standarisasi Tempat Penampungan Limbah
Tempat penyajian pakan, atau tempat dimana limbah organik dikumpulkan dan dicacah, disendirikan. Ukuran tempat penampungan limbah organik 2 m x 3 m x 3 m tanpa dinding.
Hanya diberi jaring – jaring 3 bagian, kanan dan kiri, serta belakang untuk menghindari tampuan hujan. Atap menggunakan fiber glass dan fiber untuk mengatur pencahayaan pada tempat tampungan
Gambar 9. Tempat Pengolahan Limbah
limbah. Lantai kandang dibangun menggunakan batu – bata dengan semen (di cor) dengan kemiringan 450 dan diberi selokan di depannya, tujuannya adalah untuk mengurangi kadar air saat limbah dikeringkan. Mesin pencacahan yang digunakan mempunyai standarisasi khusus. Pisau pencacah dalam mesin sangat tajam dan mencacah dengan ukuran 0,5 – 1 cm. Tujuannya limbah organik di cacah adalah untuk mengecilkan partikel limbah agar semakin mudah dirombak oleh maggot.
j. Suhu dan Kelembaban
Suhu optimum untuk pertumbuhan black soldier fly adalah antara 30 – 36°C. Maggot black soldier fly tidak tahan suhu di bawah 7°C dan suhu diatas 45°C (Popa dan Green, 2012). Jika terlalu panas, maggot akan keluar dari bina larva sumber makannya dan mencari tempat yang sejuk. Namun jika kondisi terlalu sejuk, maka metabolisme maggot akan lambat, sehingga akan sedikit makan dan pertumbuhannya pun menjadi lambat. Lingkungan teduh baik bagi perkembangan karena maggot black soldier fly menghindari cahaya (menyukai lingkungan gelap dan teduh). Jika sumber makanannya terpapar cahaya, maggot black soldier fly
Tidak tahan Terlalu panas
Gambar 10. Suhu Budidaya Maggot Black Soldier Fly Baik
akan berpindah ke lapisan sumber makanan yang lebih dalam untuk menghindari cahaya tersebut.
k. Sanitasi Kandang
Sanitasi kandang merupakan kegiatan yang meliputi pembersihan kandang dimana lingkungan yang bersih, dapat memberikan kenyaman, dan kesehatan ternak maupun pemiliknya akan terjamin. Tujuan sanitasi antara lain:
1) Membuat kenyamanan pada lingkungan kandang, 2) Memperbaiki, mempertahankan kesehatan ternak 3) Efisiensi produksi dapat dimaksimalkan, dan
4) Dapat menghasilkan produk yang aman serta sehat dari pengaruh hazard yang mungkin dapat menyebabkan penyakit bagi manusia.
2.2.2. Recording
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ternak, salah satunya adalah pemeliharaan yang baik.
Salah satu komponen dasar pemeliharaan adalah adanya recording ternak. Recording merupakan semua jenis kegiatan pencatatan, termasuk catatan produksi, kegiatan identifikasi, catatan pemeliharaan, catatan kesehatan hewan, dan lain-lain dalam suatu populasi tertentu.
Hasil kegiatan pencatatan tersedia misalnya dalam bentuk kartu ternak maupun papan recording. Dalam budidaya black soldier fly juga diperlukan recording, tujuannya adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan larva mana yang baru masuk atau keluar, pencatatan berat telur yang dihasilkan, serta pencatatan larva maupun prapupa yang dihasilkan.
A A
05-01-22
A
20-01-22
A A
10-12-21
A
20-01-22
B B
16-01-22
B
31-12-21
B
17-01-22
B B
C C
17-01-22
C C C
15-12-21
C
D D
01-01-22
D D
14-01-22
D D
E
24-12-21
E
01-01-22
E E E E
F F
20-01-22
F F F
02-01-22
F
Gambar 11. Contoh Recording Masuknya Baby Maggot ke Biopond
2.2.3. Produk yang dihasilkan dari Budidaya Maggot Black Soldier Fly Produk yang dihasilkan dari budidaya maggot black soldier fly berupa fresh maggot, prapupa, telur black soldier fly, dan lain sebagainya. Pada tahap pemanenan fresh maggot, nilai gizi maggot maksimal (Leanza, 2017). Fresh maggot dapat digunakan sebagai minyak maggot, sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kosmetik atau obat.
2.2.4. Biokonversi Limbah Organik
Biokonversi limbah organik merupakan kegiatan mendaur ulang limbah organik menjadi sumber energi metan dengan proses fermentasi yang melibatkan organisme hidup. Proses ini biasa disebut degradasi anaerobik. Secara umum organisme yang berperan dalam proses ini adalah bakteri, jamur, dan larva. Menurut Ambarningrum, dkk., (2019), limbah merupakan masalah serius yang belum diolah atau dimanfaatkan secara maksimal. Oleh sebab itu solusi perlu dicari agar limbah organik dapat diminimalisir serta menjadi lebih bernilai guna. Maggot black soldier fly dengan kemampuannya sebagai pendegradasi limbah organik dapat dimanfaatkan untuk mengkonversi limbah organik menjadi bernilai ekonomi. Suciati dan Faruq (2017) menjelaskan bahwa maggot black soldier fly mampu mereduksi limbah organik hingga 56%, dan menghasilkan produk yang dapat dijadikan sebagai pakan ternak.
2.2.5. Analisis Pendapatan Budidaya Maggot Black Soldier Fly
Menurut Fauzi dan Sari (2018), dalam proses budidaya maggot black soldier fly diperlukan biaya peralatan, tenaga kerja dan bahan baku. Biaya peralatan merupakan biaya yang dikeluarkan dalam
proses budidaya, sedangkan biaya tenaga kerja merupakan biaya yang diberikan kepada seseorang yang melakukan proses budidaya maggot. Biaya bahan baku diperlukan untuk menyiapkan media tempat bertelur black soldier fly dan tempat berkembangnya maggot black soldier fly. Biaya peralatan tidak dihitung dalam perhitungan karena dianggap sebagai investasi awal yang kemudian diasumsikan dapat tertutupi oleh keuntungan yang didapatkan.
2.2.6. Aspek Penyuluhan
Menurut Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006, penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan diri dalam akses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya buntuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sasaran penyuluhan pertanian merupakan petani dan peternak, dimana penyampaian informasi menggunakan media yang disesuaikan.
a. TikTok dan YouTube
Rahmawati (2018) menjelaskan bahwa TikTok merupakan aplikasi video musik dan jejaring sosial asal China resmi yang meramaikan industri digital di Indonesia. TikTok menjadikan ponsel pengguna sebagai studio berjalan. Media sosial ini menghadirkan efek khusus yang menarik dan mudah digunakan, sehingga siapapun dengan mudah membuat video keren. Saat ini TikTok salah satu konten yang paling populer bagi pengguna
internet di seluruh dunia, termasuk Indonesia. TikTok menjadi senjata pemasaran baru sebagai strategi komunikasi.
YouTube merupakan situs web yang menyediakan video.
Mengunggah video informatif merupakan salah satu langkah penyebaran informasi melalui internet. Saluran YouTube memungkinkan pengguna mengunggah video, mengatur saluran, mengomentari video pengguna lain, membuat daftar putar video mereka sendiri, serta melihat statistik saluran dan video. (Surya, 2019). YouTube merupakan media sosial yang memiliki jangkauan luas sehingga mudah digunakan untuk interaksi. Menurut (Surya, 2019) video pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa kriteria yaitu: 1) video menjelaskan sebuah materi dengan tuntas, 2) video dibuat singkat, 3) video dilengkapi dengan narasi yang jelas, 4) pemilihan judul dan thumbnail hendaknya kreatif, dan 5) isi video menyesuaikan dengan kondisi yang sedang diminati masyarakat.
b. Model Penyuluhan Hanaffin dan Pack
Untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, media interaktif perlu digunakan. Media Interaktif merupakan teknologi penyampaian pesan yang dapat digunakan untuk tujuan interaktif.
Media pembelajaran merupakan sarana fisik untuk menyampaikan konten atau materi interaktif seperti buku, film, dan video. Media pembelajaran dapat berupa materi cetak atau audio.
Kesimpulannya, media pembelajaran dapat menyampaikan pikiran, emosi, dan pesan yang menginspirasi siswa sehingga dapat tercipta proses belajar peserta didik. Dalam model pembelajaran, pemilihan model Hannafin dan Peck merupakan
model desain pembelajaran yang penyajiannya sederhana dan tidak memerlukan waktu lama. Model Hannafin dan Peck terdiri dari tiga fase, yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, dan fase pengembangan implementasi (Kurniawan et al., 2016).
2.3. Kerangka Berpikir
Rumusan Masalah:
1. Bagaimana teknis budidaya maggot black soldier fly?
2. Bagaimana analisis pendapatan budidaya maggot black soldier fly?
3. Bagaimana respon pengguna TikTok dan YouTube terhadap penyampaian materi mengenai budidaya maggot black soldier fly?
Kajian:
Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly di Desa Sanankerto BUMDES Kerto Raharjo Kecamatan Turen Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur.
Penyuluhan:
Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly
Materi:
Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly, Perkandangan, Pemeliharaan, Produk, Penetasan pada Media Tetas Berbeda, Metamorfosis Prapupa pada Substrat yang Berbeda.
Tujuan:
1. Mengetahui teknis budidaya maggot black soldier fly.
2. Menganalisis pendapatan budidaya maggot black soldier fly.
3. Mengetahui respon pengguna TikTok dan YouTube terhadap penyampaian materi mengenai budidaya maggot black soldier fly.
Keadaan sekarang:
1. Pakan alternatif pengganti tepung ikan belum ada.
2. Limbah organik pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal.
Sasaran:
Masyarakat Umum Pengguna TikTok dan
YouTube
Keadaan yang diinginkan:
1. Merubah limbah organik menjadi sumber ekonomi masyarakat.
2. Pemanfaatan limbah organik melalui budidaya maggot bsf dapat dijadikan solusi pengurangan limbah dan penghasil produk alternatif pengganti pakan ternak.
Media:
Tayangan TikTok dan
YouTube
Metode:
Pendekatan Massal
Evaluasi:
Evaluasi respon pengguna TikTok dan
YouTube terhadap materi yang disampaikan Identifikasi Potensi Wilayah:
1. Jumlah limbah organik di Kecamatan Turen Kabupaten Malang mencapai 150 kg/hari.
2. Pengelolaan limbah organik dengan teknologi biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot black soldier fly terletak di Boon Pring, Desa Sanankerto.
3. Limbah organik basah berupa sayuran, buah, ampas kelapa, dan limbah organik kering berupa serbuk kayu kurang dimanfaatkan dengan optimal.
Gambar 12. Kerangka Pikir Penelitian
27 BAB III
METODE PELAKSANAAN 3.1. Lokasi dan Waktu
Lokasi penelitian biokonversi limbah organik melalui budidaya maggot black soldier fly dilaksanakan di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penyuluhan dilaksanakan menggunakan media TikTok dan YouTube.
Kajian : 25 Januari – 15 Februari 2022, pukul 07.00 – 15.00 WIB.
Penyuluhan : 23 April – 09 Mei 2022 dan 10 Juni 2022.
3.2. Populasi dan Sampel
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek secara keseluruhan yang peneliti pelajari dan ditarik kesimpulan. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling yang artinya keseluruhan populasi dijadikan sampel.
3.3. Metode Kajian
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan data yang diambil dari data primer dan data sekunder. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode studi literatur, observasi, dan wawancara di Rumah Maggot Kerto Raharjo Boon Pring Andeman (Sanankerto).
1. Langkah – langkah dalam budidaya maggot black soldier fly:
a) Penetasan 40 gr telur black soldier fly:
M1 = media tetas limbah semangka / 10 gr M2 = media tetas ampas kelapa / 10 gr M3 = media tetas limbah resto / 10 M4 = media tetas poor ikan / 10 gr
Langkah-langkah penetasan:
Ke-empat media tetas diletakkan dalam box plastik ukuran 36 cm x 30 cm x 12 cm.
Ditumpangi kawat penyangga, diatasnya diberi tisu berisikan telur black soldier fly.
Pengamatan dilakukan selama 7 hari.
b) Pemeliharaan pada biopond dengan ketebalan media tumbuh (serbuk kayu halus) berbeda:
M1 = baby maggot dari media tetas limbah semangka / 5 cm M2 = baby maggot dari media tetas ampas kelapa / 4 cm M3 = baby maggot dari media tetas limbah resto / 8 cm M4 = baby maggot dari media tetas poor ikan / 6 cm Langkah-langkah pemeliharaan:
Masing – masing baby maggot dari media tetas berbeda diletakkan dalam biopond yang sudah diisi serbuk kayu halus (dengan ketebalan berbeda) dan diberi media pakan 5 kg/biopond.
Baby maggot kemudian diletakkan ditengah media pakan.
Baby maggot diberi pakan berupa limbah organik cacah sebanyak 5 kg sampai dengan 15 hari, kemudian dipanen.
Gambar 13. Penetasan Telur Black Soldier Fly
c) Metamorfosis prapupa menuju pupa dalam substrat berbeda:
S1 = substrat pasir hitam S2 = substrat pasir laut putih S3 = substrat serbuk kayu jati
S4 = substrat cangkang telur yang dihancurkan
Langkah-langkah pengamatan substrat:
Ke-empat substrat diletakkan dalam box plastik ukuran 20 cm x 10 cm x 5 cm.
Masing-masing substrat diberi Prapupa 50 ekor, diletakkan diatas substrat.
Pengamatan dilakukan selama 7 – 14 hari.
Gambar 15. Substrat Prapupa Berbeda Gambar 14. Pemeliharaan pada Biopond
3.3.1. Alat dan Bahan
Perlengkapan, serta alat dan bahan yang digunakan dalam kajian biokonversi limbah organik melaui budidaya maggot black soldier fly adalah:
Tabel 2. Alat dan Bahan dalam Saung Bina Larva (Rumah Maggot)
No. Alat Bahan
1 Box Plastik 64 x 43,5 x 14,5 cm Maggot Black Soldier Fly 2 Box Plastik 36 x 30 x 12 cm Prapupa
3 Timbangan Digital Kecil Pupa
4 Timbangan Duduk Substrat Stadia Pupa (Pasir Hitam, Pasir Laut Putih, Serbuk Kayu, Cangkang Telur)
5 Rak Bersusun Media Kultur Larva (Serbuk Kayu)
6 Sekrop Tanaman Media Penetasan Telur Black
Soldier Fly (Limbah Resto, Ampas Kelapa, Limbah Semangka, Poor)
7 Sapu Telur Black Soldier Fly
8 Hand Sprayer Bioaktivator Fermentasi
9 Box plastic 20 cm x 10 cm x 5 cm Minyak Ikan Sumber: Data Lapangan, 2022.
Tabel 3. Alat dan Bahan dalam Saung Lathi
No. Alat Bahan
1 Box Plastik 64 x 43,5 x 14,5 cm Black Soldier Fly
2 Eggies Pupa
Sumber: Data Lapangan, 2022.
Tabel 4. Alat dan Bahan dalam Tempat Penampungan Limbah
No. Alat Bahan
1 Box Plastik 64 x 43,5 x 14,5 cm Limbah Organik Basah 2 Timba plastik 5 kg-an
3 Kereta Sorong Arco Sumber: Data Lapangan, 2022.
Tabel 5. Alat yang digunakan dalam Pengamatan No. Alat
1 Buku Tulis 2 Mikroskop mini 3 Laptop
4 Bolpoin 5 Kamera HP
3.3.2. Variabel Pengamatan
1. Karakteristik limbah organik (limbah organik basah dan kering).
2. Karakteristik black soldier fly.
3. Kecepatan penetasan telur black soldier fly pada media tetas berbeda (media tetas limbah resto, ampas kelapa, limbah semangka, dan poor).
4. Produktifitas larva black soldier fly yang ditetaskan dari media tetas berbeda dan media kultur pertumbuhan berbeda.
5. Kecepatan metamorphosis prapupa menuju pupa pada substrat yang berbeda (substrat pasir hitam, pasir laut putih, cangkang telur yang sudah dihancurkan, serbuk kayu halus).
6. Standarisasi struktur bangunan rumah biokonversi (meliputi saung bina larva, bina larva, saung lathi, dan standarisasi penampungan limbah).
3.3.3. Definisi Operasional Variabel
1. Biokonversi limbah organik merupakan kegiatan perombakan limbah organik menjadi sumber energi metan dengan proses fermentasi yang melibatkan organisme hidup.
2. Maggot black soldier fly merupakan larva hasil tetasan telur lalat tentara hitam.
3. Media untuk penyampaian informasi yang digunakan adalah TikTok dan YouTube.
3.3.4. Skema Alur Kajian
3.4. Metode Perencanaan Penyuluhan
Perencanaan penyuluhan dilakukan dengan menggunakan Model Penyuluhan Hanaffin dan Peck (Kurniawan, 2016) yang menggunakan 3 tahapan sebagai berikut:
a. Analisis Kebutuhan
Fase analisis kebutuhan adalah fase pertama di mana kebutuhan diidentifikasi. Pengembangan media pembelajaran meliputi maksud dan tujuan media pembelajaran yang dibuat, pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan kelompok sasaran, serta perlengkapan yang digunakan dalam kebutuhan media pembelajaran.
Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly
Karakteristik Limbah
Media tetas:
Limbah resto, ampas kelapa, limbah semangka, poor
Pemeliharaan pada ketebalan media kultur berbeda Penetasan
Analisis Hasil Pengamatan Gambar 16. Skema Alur Kajian
Metamorfosis Prapupa
Substrat:
Pasir hitam, pasir laut putih, serbuk kayu halus, cangkang
telur yang dihancurkan Siklus Hidup Maggot Black Soldier FLY
Menejemen Perkandangan Ketebalan media
kultur 4 cm, 5 cm, 6 cm, 8 cm
Analisis Pendapatan
b. Fase Desain
Fase desain merupakan informasi dari analisis yang dituangkan dalam media pembelajaran. Identifikasi dan dokumentasi cara terbaik untuk mencapai tujuan pembuatan media dideskripsikan pada fase ini.
c. Fase Pengembangan dan Implementasi
Fase pengembangan dan implementasi merupakan fase ketiga dari model Hanaffin dan Peck menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam fase ini adalah pembuatan produk, penilaian formatif, dan penilaian keseluruhan.
3.5. Evaluasi Video TikTok dan YouTube
Evaluasi video TikTok dapat dilakukan dengan melihat insight atau fitur analisis yang ada pada TikTok dengan melihat jumlah rekomendasi konten (fyp), suka, komentar, dan berapa banyak video TikTok dibagikan.
Waktu pemutaran total, waktu menonton rata-rata, menonton video secara utuh, penonton yang dijangkau, penayangan video berdasarkan bagian dan wilayah, video popular, dapat dilihat pada bagian analisis ini.
Sedangkan YouTube dengan YouTube Studio atau YouTube Analytics dengan melihat jumlah penayangan, suka, dan komentar.
Variabel dapat diukur berdasarkan metrik seperti waktu yang dihabiskan untuk menonton video (waktu pemutaran), subscriber, dan waktu yang dihabiskan untuk menonton. Selain itu, perlu mengetahui karakteristik audiens, termasuk usia dan jenis kelamin (usia dan jenis kelamin), lokasi (negara teratas), dan jenis perangkat. Hasil dari video yang dianalisis adalah video positif dan negatif serta video popular (Prasetyo, 2021).
Selanjutnya bisa didapat dengan formula:
Rumus Video Positif = Vp = (Vv + Sv)*(L + P) Keterangan:
VP : Video Positif
Vv : Total view pada video Sv : Total Share pada video L : Total Like
P : Total Komentar Positif
Rumus Video Negatif = Vn = (Vv + Sv)*(dL + N) Keterangan:
Vn : Video Negatif
Vv : Total view pada video Sv : Total Share pada video dL : Total Dislike
N : Total Komentar Negatif