BAB II TINJAUAN TEORETIS ...................................................................... 18-31
B. Hasil Belajar Akidah Akhlak
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
28
yaitu: ranah kognitif (kognitif), ranah afektif (sikap), dan ranah psikomotorik (keterampilan).
4. Mata Pelajaran Akidah Akhlak a. Pengertian Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Akhlak adalah perbuatan yang tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga menjadi kepribadian. Akhlak menurut Al-Ghazali ialah “Al Khuluq (jamaknya Al- Akhlaq) merupakan ibarat (sifat atau keadaan) dari perilaku yang konstan (tetap) dan meresap dalam jiwa, dari padanya tumbuh perbuatan-perbuatan dengan wajar dan mudah, tanpa memerlukan pikiran dan pertimbangan”.13
Secara umum mata pelajaran Akidah Akhlak mengarah kepada pemahaman dan penghayatan isi yang terkandung dalam Akidah Akhlak yang diharapkan mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Akidah Akhlak adalah salah satu mata pelajaran dalam rumpun Pendidikan Agama Islam yang mengandung makna sebagai pengetahuan, pemahaman, serta penghayatan ajaran agama Islam sebagai sebuah pedoman dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu mata pembelajaran Akidah Akhlak tidak hanya mengarah kepada persoalan teoretis dalam aspek kognitif saja, akan tetapi juga mengarah kepada afektif dan psikomotorik peserta didik.14
Dari penjelasan di atas, maka penulis pahami bahwa mata pelajaran Akidah Akhlak adalah salah satu bagian dari Pendidikan Agama Islam pada kurikulum 2013,
13Khayat Hidayatullah, Pembelajaran Akidah Akhlak dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Sosial Siswa Kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Karangmangu Desa Dukuhjati Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu, Skripsi (Indramayu: Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, 2015), h. 8.
14Sufiani, Efektivitas Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Manajemen Kelas, Jurnal Al- Ta`dib Vol. 10. 2, (Juli-Desember 2017): h. 136.
30
dimana pelajaran Akidah Akhlak menekankan kepada ketauhidan kepada Allah serta implementasinya dalam bentuk perbuatan sehingga mencerminkan akhlak yang mulia sesuai yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw dan yang paling penting adalah diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu mata pelajaran Akidah Akhlak ini sebagai upaya untuk meneruskan cita-cita baginda Rasulullah saw untuk menyempurnakan akhlak manusia agar tidak terjatuh pada derajat yang serendah- rendahnya.
5. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Ruang lingkup mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah meliputi:
a. Aspek akidah terdiri atas dasar dan tujuan Akidah Islam, sifat-sifat Allah, al- asmaul-husna, iman kepada Allah, kitab-kitab Allah, hari akhir serta qada dan qadar Allah swt.
b. Aspek akhlak terpuji yang terdiri atas tauhid, ikhlas, taat, khauf, taunat, sabar, tawakkal, qona`ah, tasamuh, ikhtiar, husnuzan, kreatif, inovatif, dan produktif.
c. Aspek akhlak tercela meliputi kafir, syirik, riya, tidak pesimis, sombong, hasad, ghibah, dendam, fitnah, licik, tamak, ghadab dan namimah.15
6. Tujuan Mata Pelajaran Akidah Akhlak
Mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah memiliki beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, penghayatan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang akidah Islam sehingga dapat
15Lukman Chakim dan Moh. Solehuddin, Buku Guru Akidah Akhlak (Jakarta: Kementrian Agama, 2012), h.12.
menjadi manusia muslim yang terus meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah swt.
b. Mewujudkan manusia yang berakhlak mulia serta menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat, sebagai manifestasi dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam yang begitu indah.16 c. Pelajaran Akidah Akhlak tersebut sangat menunjang peningkatan keimanan dan
ketaqwaan kepada Allah swt serta dapat memberikan pengetahuan seputar Pendidikan Agama Islam ke arah yang lebih baik dan tentunya akan tercapai apabila peserta didik mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat.
16Dian Hardika Sari, Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Kelas VIII MTsN Lampung Timur, Skripsi (Lampung: Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Merto, 2018), h. 18.
32
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian
1. Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya.
Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, tabel, grafik, atau tampilan lainnya.1
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto. Penelitian kuantitatif sendiri merupakan penelitian yang menggunakan data yang berbentuk angka, pada dasarnya penelitian ini menggambarkan data melalui angka-angka dan biasanya lebih banyak menggunakan hipotetik verifikatif.2 Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post fact, disebut demikian karena sesuai dengan arti dari ex post facto itu sendiri, yaitu
“dari apa dikerjakan setelah kenyataan”, maka penelitian ini disebut sebagai penelitian sesudah kejadian. Penelitian ini juga biasa disebut sebagai penelitian after
1Sandu Siloyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), h. 17.
2Suryadi, Metode Riset Kuantitatif: Teori dan Aplikasi pada Penelitian Manajemen dan Ekonomi Islam (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), h. 109.
the fact atau sesudah fakta selain itu ada juga peneliti yang menyebutnya sebagai retrospective study atau studi penelusuran kembali.1
Pada penelitian ini, peneliti berusaha meneliti tentang Pengaruh Penggunaan Aplikasi Google Meet di Masa Pandemi Covid-19 terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa.
2. Lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa yang bertempat di Jalan Sirajuddin Rani No.1, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut dipilih atas dasar pertimbangan keterjangkauan lokasi, baik dari segi waktu, biaya, maupun tenaga yang diperlukan untuk mengumpulkan data.
3. Pendekatan penelitian
Pendekatan penelitian adalah pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan perspektif dalam membahas objek penelitian, maka pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.2
1Sitti Mania, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Makassar: Alauddin University Press, 2013), h. 79.
2Sandu Siloyoto dan Ali Sodik, “Dasar Metodologi Penelitian” (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), h. 17.
34
Populasi adalah suatu himpunan dengan sifat-sifat yang ditentukan oleh peneliti sehingga setiap individu/variabel/data dinyatakan dengan tepat apakah individu tersebut menjadi anggota atau tidak. Dengan kata lain, populasi adalah himpunan semua individu yang dapat memberikan data dan informasi untuk suatu penelitian.3
Berdasarkan keterangan di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa populasi adalah jumlah subjek atau objek yang menjadi fokus peneliti yang ingin diteliti untuk diperoleh datanya untuk dipelajari oleh peneliti sehingga dapat menarik sebuah kesimpulan dari hasil penelitiannya.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik yang belajar di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 255 peserta didik.
Tabel 3.1 Populasi Penelitian
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
X MIA 17 26 43
X IIS 9 8 17
XI MIA 8 27 35
XI IIS 1 14 7 21
XI IIS 2 18 6 24
XII MIA 1 10 17 27
XII MIA 2 12 18 30
XII IIS 1 8 21 29
XII IIS 2 13 16 29
JUMLAH 109 146 255
Sumber data : Tata Usaha Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa.
3Kadir, Statistika Terapan (Depok: Radjagrafindo Persada, 2015), h. 118.
2. Sampel
Sampel adalah himpunan bagian atau sebagian dari populasi yang karakteristiknya benar-benar diselidiki.4 Berdasarkan keterangan diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sampel adalah bagian dari populasi yang betul-betul representatif (mewakili) untuk menjadi fokus peneliti. Suharsimi Arikunto mendefinisikan pengertian sampel sebagai berikut:
“Sampel adalah bagian dari hasil populasi yang akan diteliti. Apabila subjeknya kurang dari 100 maka lebih baik diambil semua dan apabila subjeknya lebih besar dari 100 maka dapat diambil antara 10%-15%, atau 20%-25% dari jumlah populasinya.5
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengambil 15% populasi yang ada untuk memudahkan memperoleh data yang konkret dan relevan dari sampel. Sampel pada penelitian ini adalah berjumlah 35 peserta didik. Adapun teknik sampling yang digunakan peneliti adalah teknik sampel random sampling. Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu dan peneliti mengambil secara acak sesuai dengan jumlah yang dikehendaki oleh peneliti.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian.6
4Kadir, Statistika Terapan (Cet II; Radjagrafindo, 2015), h. 118.
5Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Cet XIX: Alfabeta, 2011), h. 118.
6Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Praktek, h. 109.
36
Metode-metode yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu:
1. Angket
Angket merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.
Indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolok ukur untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.
2. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah alat pengumpulan datanya disebut form pencatatan dokumen, dan sumber datanya berupa catatan atau dokumen yang tersedia. Seperti halnya kehadiran peserta didik dalam mengikuti acara-acara pelajaran di kelas, dokumennya dilihat dari daftar hadir peserta didik.7
Dokumentasi juga ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian yang bersangkutan, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, file dokumenter, data yang relevan dengan penelitian.
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data untuk data yang sudah siap, sudah berlalu atau disebut dengan data sekunder. Peneliti hanya mengambil data yang sudah ada yang berhubungan dengan variabel penelitian yang dibutuhkan.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan dalam pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan penelitian. Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang dipergunakan dalam mengukur fenomena atau gejala alam
7Sanapiah Faisal, Format-format Penelitian Sosial (Jakarta: Raja Grafindo, 2007), h. 53.
maupun sosial yang diamati oleh peneliti. Semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah angket (kuesioner) dengan bentuk skala likert, dan dokumentasi hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa.
1. Angket (kuesioner)
Adapun jenis kuesioner yang digunakan ialah kuesioner (angket) tertutup. Di mana alat ukur yang digunakan ialah skala likert. Skala likert biasanya digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala ini menilai sikap atau tingkah laku yang diinginkan oleh peneliti dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan atau pernyataan dengan pilihan alternatif empat kategori jawaban yang akan dipilih responden untuk melihat pengaruh penggunaan aplikasi Google Meet di masa pandemi Covid-19 peserta didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sunggumin dengan skala ukur yang telah disediakan, misalnya sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS) dengan memberikan tanda checklist (√).
Tabel 3.2 Jawaban Alternatif
Favourable Unfavourable
Sangat Sesuai (SS) 4
Sesuai (S) 3
Tidak Sesuai (TS) 2 Sangat Tidak Sesuai (STS) 1
Sangat Sesuai (SS) 1
Sesuai (S) 2
Tidak Sesuai (TS) 3 Sangat Tidak Sesuai (STS) 4
38
Adapun pernyataan-pernyataan yang merupakan item angket yang kemudian dikembangkan dari indikator pada masing-masing variabel penelitian, mengenai penggunaan aplikasi Google Meet.
Tabel 3.3
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Angket Penggunaan Aplikasi Google Meet
No Aspek Indikator Deskripsi Item
1. Internet
Penggunaan media online menggunakan Google Meet
Memiliki peralatan laptop atau Hp android untuk mengakses mata pelajaran Akidah Akhlak
1
2. Input
1. Respon peserta didik dalam kemudahan mengakses
aplikasi Google Meet
2. Pengetahuan tentang pembelajaran online
a. Dapat mengoperasikan laptop atau android dan perlengkapan
pendukung lainnya b. Dapat menjalankan
aplikasi Google Meet dengan menggunakan internet
c. Memahami
pembelajaran berbasis e-learning
2,3
4
5
No Aspek Indikator Deskripsi Item
3. Proses
Kemampuan peserta didik
a. Kemampuan peserta didik
b. Kemampuan
menggunakan fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi Google Meet
6 7
4. Produk
Tingkat pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran online berbasis Aplikasi Google Meet
a. Kemudahan dalam memahami materi b. Peningkatan
kreativitas peserta didik
8,9 10
Jumlah pernyataan 10
2. Format Dokumentasi
Format dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa berupa hasil tes yang sudah diberikan oleh pendidik, setelah itu peneliti akan melakukan analisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.
3. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas Instrumen
Suatu instrumen dapat dikatakan valid jika instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.8 Instrumen tes diuji
8Sugiyono, Metodologi Penelitian Kombinasi (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 168.
40
validitasnya dengan cara validitas isi dan validitas konstruk. Yang dimaksud dengan validitas isi yaitu ketepatan instrumen tersebut ditinjau dari segi materi yang akan diteliti. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas apabila butir-butir soal mengukur aspek berpikir tersebut sudah sesuai dengan aspek berpikir yang menjadi tujuan instruksional.9
Pada penelitian ini, validitas instrumen diuji dengan menggunakan rumus Product Moment Correlation, uji ini dilakukan dengan melihat korelasi/skor masing- masing item pernyataan atau soal tes. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi variabel X dan Y
X: Jumlah skor dalam distribusi X
Y : Jumlah skor dalam distribusi Y N : Jumlah subyek keseluruhan item.10Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid dan sebaliknya jika rxy < rtabel, maka butir soal tersebut dinyatakan tidak valid sekaligus tidak memenuhi persyaratan.
b. Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat
9Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), h. 33.
10Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, h, 160.
memberikan hasil yang tepat, maka yang dimaksud dengan reliabilitas tes yaitu sesuatu yang berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Atau seandainya hasilnya berubah-ubah perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti.11
Reliabilitas instrumen pada penelitian ini menggunakan rumus Alpha, dengan alasan karena rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 atau 0, misalnya angket atau soal berbentuk uraian.12
Adapun rumus Alpha tersebut adalah:
Keterangan:
r
11 : Reliabilitas instrumenk : Banyaknya butir pernyataan atau banyaknya soal
b2: Jumlah varians butir t2 : Varians total.13Dimana hasil dari perhitungan Alpha tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ketentuan bahwa suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Alpha > 0,06.
E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data hasil penelitian menggunakan dua teknik statistika, yakni analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana.
11Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, h. 160.
12Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, h. 86.
13Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, h. 191.
2 2
11 1
1 t
b
k r k
42
1. Analisis Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.14 Adapun analisis deskriptif digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus sebagai berikut:
a) Menghitung rentang kelas, yakni data terbesar dikurangi data terkecil
Keterangan:
R : Rentang
Xt : Data terbesar dalam kelompok Xr : Data terkecil dalam kelompok15 b) Menghitung jumlah kelas interval
Keterangan:
K : Jumlah kelas interval
N : Banyaknya data atau jumlah sampel
14Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, h.
207-208.
15Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, h.
55.
𝑅 = 𝑋𝑡− 𝑋𝑟
𝐾 = 1 + (3,3) log 𝑁
Log : Logaritma16
c) Menghitung panjang kelas interval
Keterangan:
P : Panjang kelas interval R : Rentang
K : banyaknya kelas17 d) Rata-rata (Mean)
Skor rata-rata atau mean dapat diartikan sebagai jumlah nilai kelompok data dibagi dengan jumlah nilai responden.18Rumus rata-rata adalah:
Keterangan:
X̅= Rata-rata untuk variabel fi= Frekuensi untuk variabel Xi= Tanda kelas interval variabel19
16Syarifuddin Siregar, Statistik Terapan untuk Penelitian (Cet. I; Jakarta: Grasindo, 2005), h.
24.
17Syarifuddin Siregar, Statistik Terapan untuk Penelitian , h. 32.
18Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), h.
327.
19M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Statistik (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 72.
44
e) Standar Deviasi
Keterangan:
SD : Standar Deviasi
fi : Frekuensi untuk variabel
xi : Tanda kelas interval variabel
X̅ : Rata-rata
n : Jumlah populasi20
f) Persentase (%) nilai rata-rata
Keterangan:
P : Angka persentase
F : Frekuensi yang dicari persentasenya N : Jumlah responden21
g) Kategorisasi
Penggunaan aplikasi Google Meet (variabel X) dan hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik (variabel Y). Pada analisis deskriptif ini, penelitian menggunakan kategorisasi penggunaan aplikasi Google Meet terhadap hasil
20Nana Sudjana, Statistika Pendidikan (Cet. I; Bandung: Remaja Rosdakarya, 1996), h. 97.
21Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar (Cet. XIII; Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2014), h. 130.
belajar Akidah Akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa dengan rumus sebagai berikut:
Rendah : x < (𝜇 − 1,0 (𝜎))
Sedang : (𝜇 − 1,0(𝜎)) ≤ x < (𝜇 + 1,0(σ)) Tinggi : x ≥ (φ + 1,0(σ0))22
2. Analisis Inferensial
Statistika inferensial adalah bagian dari statistik deskriptif yang berfungsi untuk meramalkan dan mengontrol kejadian. Pada bagian ini dipelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi berdasarkan data oleh gejala dan fakta suatu penelitian.23 Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.
Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang diajukan dan membuat kesimpulan dari data yang telah disusun untuk diolah. Adapun rumus yang digunakan dalam menguji kebenaran hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:
a. Analisis Regresi Sederhana
Regresi linear sederhana memperkirakan satu variabel terikat berdasarkan satu variabel bebas. Variabel terikat diberi notasi Y dan variabel bebas diberi notasi X, sehingga bentuk yang dicari adalah regresi Y atas X.
Dengan menggunakan persamaan:
22Saifuddin Azwar, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), h. 109.
23Sugiyono, Statistic Penelitian (Cet. X; Bandung: Alfabeta, 2006), h. 244.
46
Keterangan:
Y = Nilai yang diprediksikan a = Koefisien regresi X b = Koefisien regresi Y
X = Nilai variabel independen24
Untuk koefisien-koefisien regresi a dan b dapat dihitung dengan rumus:
Keterangan:
X = Nilai variabel Independen Y = Nilai variabel dependen a = Koefisien regresi a b = Koefisien regresi b n = Jumlah sampel25
24Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Cet. XXIII; Bandung: Alfabeta, 2016), h. 262.
b. Uji Normalitas
Uji normalitas data yang dimaksud tentang apakah data-data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Untuk pengujian tersebut digunakan rumus Chi- kuadrat yang dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan:
X2 = Nilai Chi-kuadrat hitung Fo = Frekuensi hasil pengamatan Fh = Frekuensi harapan
Kriteria pengujian normal bila X2hitung lebih kecil dari X2tabel, sementara X2tabel diperoleh dari daftar X2 dengan dk = (k-1) pada taraf signifikan α = 0,05.
c. Uji Linearitas (kelinieran Persamaan regresi)
Uji linearitas adalah uji yang memastikan apakah data yang kita miliki sesuai dengan garis linear atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk mengkonfirmasikan apakah sifat linear antara dua variabel yang diidentifikasikan secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada. Rumus uji linearitas adalah sebagai berikut:
25Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Cet. I; Jakarta: Rajawali Press, 2008), h. 114.
48
Dengan taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan pembilang n-1 serta derajat kebebasan penyebut n-1, maka jika diperoleh jika dipengaruhi Fhitung ≤ Ftabel
berarti data linear.26 d. Uji Signifikan (Uji-t)
Uji t ini digunakan untuk menguji dan mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan aplikasi Google Meet di masa pandemi Covid-19 terhadap hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa.
Sebelum dilanjutkan dengan menguji yang telah ditentukan, maka terlebih dahulu dicari kesalahan baku regresi dan kesalahan baku koefisien b (penduga b) sebagai berikut:
1) Untuk regresi, kesalahan bakunya dirumuskan:
2) Untuk koefisien regresi b (penduga b) kesalahan bakunya dirumuskan:
Penguji Hipotesis
1) Menentukan formulasi hipotesis
Ho : β = βo = 0 (tidak ada pengaruh X terhadap Y)
26Ridwan, Dasar-dasar Statistika (Cet. VIII; Bandung: Alpabeta, 2010), h. 205.
H1 : β≠βo =(Ada pengaruh X terhadap Y) 2) Menentukan berat nyata (α) dan nilai ttabel
α = 5% = 0,05 → a/2 = 0,025 b = n – 2 t = 0,025n 3) Menentukan nilai thitung
Keterangan:
t = thitung / hasil regresi
Sb = Simpangan baku kesalahan baku.27
27M. Iqbal Hasan, Pokok-pokok Materi Statistik 2 Statistik Inferensial (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 227.
50
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa yang bertempat di Jalan Sirajuddin Rani No.1, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut dipilih atas dasar pertimbangan keterjangkauan lokasi, baik dari segi waktu, biaya, maupun tenaga yang diperlukan untuk mengumpulkan data.
Pada bab ini dapat diuraikan tentang yang telah diperoleh dari instrumen penelitian yang berkaitan dengan variabel penggunaan aplikasi Google meet di masa pandemi Covid-19 (X) dan hasil belajar Akidah Akhlak (Y) peserta didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa. Hasil penelitian ini adalah jawaban dari rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya, di mana terdapat tiga rumusan masalah. Pada rumusan masalah 1 dan 2 akan dijawab dengan menggunakan analisis deskriptif, sedangkan untuk rumusan masalah 3 akan dijawab dengan menggunakan analisis inferensial sekaligus menjawab hipotesis yang telah ditetapkan dengan bantuan program Statistical Package For Social Science (SPSS) versi 24, untuk mencari pengaruh penggunaan aplikasi Google Meet di masa pandemi Covid- 19 terhadap hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa. Adapun hasil penelitian yang diperoleh:
1. Deskripsi Hasil Penelitian Penggunaan Aplikasi Google Meet di Masa Pandemi Covid-19 Peserta Didik di Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa.
Indikator penggunaan aplikasi Google Meet, terdiri atas 4 yaitu: (1) Penggunaan media online menggunakan Google Meet, (2) Kemampuan peserta didik