• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab V Interpretasi Data

5.3 Penyebab Remaja Menggunakan Narkoba

5.3.1 Faktor Internal

5.3.1.1 Narkoba Dapat Membuat Ketenangan Sesaat Bagi Remaja

Efek dari menggunakan narkoba dapat membuat para remaja lebih tenang, karena narkoba bisa membuat pikiran yang melayang – layang yang sering mereka sebut dengan istilah “ flay” dan efek dari sekali mereka pakai narkoba dapat mereka rasakan ketengannya walaupun hanya beberapa jam saja.

“ Narkoba dapat membuat kami tenang ty, masalah yang kami hadapi semuanya dapat terlupakan. Kalau pake narkoba ini buat kita telayang – layang dan santain. Kalau akau lagi ada masalah aku pake narkoba semua masalah bisa terlupakan.” ( Hari, 22 )

Hal serupa juga dikatakan informan sebagai berikut:

“ Biasanya banyak kali masalah ku dirumah, aku sering berantem sama bapak ku. Aku sama Bapak itu sering gak sependapat kami sering salah paham. Kadang aku pergi aja dari rumah suntuk aku dirumah berantem aja. aku bisanya peke narkoba kalau lagi suntuk, narkoba buat aku lebih tenang semua masalah ilang dari pikiran ku. “( Wan, 21 ) Hal sama juga diungkapkan oleh informan lainya sebagai berikut:

“ Enak pake narkoba kalau lagi gak ada kerjaan,saat kita suntuk gak tau mau ngapain. Biasanya kalau udah pake narkoba rasanya dunia ini indah sekali. Apapun yang sedang kita hadapi dapat kita lupakan. (Fir, 23 )

Narkoba dapat membuat remaja melupakan masalah yang sedang di hadapinya. Ketika mereka sedang menghadapi masalah dengan keluarga dan keluarga tidak perduli dengan keberadaan mereka, maka jiwa mereka akan tergoncang. Barikut hasil wawancara dengan remaja pengguna narkoba yang mengakatan sebagai berikut.

“ Kalau aku pake narkoba ngilangin stres aja. Ngilangi masalah. Karena aku gak tau mau cerita masalah ku sama siapa. Pake ini semua masalah terlupakan, walaupun hanya sesaat. “ ( Poe, 20 )

Keadaan remaja yang sedang labil, membuat remaja mudah untuk terpengaruh. Ketika remaja sedang memiliki masalah, maka mudah sekali untuk remaja melakukan penyimpangan. Yang ternyata penyimpangan tersebut dapat membuat jiwa mereka lebih bahagia. Salah satu yang dapat membuat mereka bahagia adalah dengan memakai narkoba, yang bisa membuat mereka melupakan segala masalah yang sedang dihadapi.

5.3.1.2 Narkoba Membuat Remaja Ketergantungan

Remaja yang menggunakan narkoba dapat memiliki ketergantungan terhadap rasa dari narkoba tersebut. Hal ini tidak terlepas dari rasa gelisah yang sering dialami jika remaja tidak menggunakan narkoba. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dengan remaja pengguna narkoba.

“ Aku pake narkoba karena untuk ngilangin stres aja, Ty.

Kalau aku gak pake narkoba, aku merasa gelisah. Gak bisa gak pake narkoba badan rasanya panas. Jadi aku harus pake narkoba supaya aku tenang dan gak kemana – mana. ( Wan, 21 )

Hal yang sama juga diperoleh dari informan remaja pengguna narkoba lainya, sebagai berikut ini:

“ Kalau pake narkoba enak rasanya tenang, semua yang ada di pikiran ku hilang sesaat. Kalau gak pake aku kecaria badan ku jadi lemes. Pertama pake narkoba memang tidak enak, tapi setelah itu kita bakal kecarian lagi. Karena rasa dari narkoba yang buat kita nagih ” (Fir, 23)

Salah seorang remaja pamakai narkoba juga mengakui ketagihan dan tidak dapat melepaskan menggunakan narkoba. Berikut hasil wawancaranya.

“ Aku gak bisa ngelepas narkoba, karena aku udah terbiasa pake narkoba. kalau aku gak pake Ty, aku malas badan ku semua sakit – sakit (Poe, 20 ) “

Hal yang sama juga diungkapkan informan sebagai berikut:

“ Pertama pake narkoba memang gak enak, tapi sekali pake aja buat kita ketagihan besoknya cari lagi. Sampe umur aku 22 tahun ini aku belum bisa melepaskan untuk pake narkoba.

Karena kalau gak pake ada yang hilang, buat aku gelisan dan gak tenang. Apa lagi kalau aku gak ada kerjaan ya pasti kecarian. “ (Hari, 22 )

Hal yang sama juga diungkapkan oleh informan sebagai berikut:

“ Pertama pake sih biasa aja, terus pusing tapi buat pengen pake lagi. Dari situ aku mulai pake sampai sekarang umur aku 19 tahun. Aku pengen sih berhenti, tapi gak bisa. Badan ku kalau gak pake lemas dan panas. Walaupun aku bisa ngontrol pemakaian, tapi aku satu hari itu pasti ada pakai narkoba. “ (Smith, 19)

Ketagihan dapat membuat remaja sulit untuk meniggalkan kebiasaan memakai narkoba. Hal ini dapat membuat remaja menjadikan narkoba sebagai kebiasaan yang menyenangkan karena membuat mereka tenang dan melupakan segala masalah yang sedang di hadapi. Walaupun narkoba hanya dapat memberikan dampak sesaat bagi diri mereka.

5.3.2 Faktor Eksternal

5.3.2.1 Keluarga Tidak Menjalankan Peranannya Dengan Baik Keluarga tidak menjalankan perananya dengan baik seghingga remaja mudah untuk terpengaruh dengan hal – hal buruk dari lingkungan sekitarnya.

Keluarga tidak secara langsung mengakibatkan remaja untuk memakai narkoba, tetapi keluarga menjadi penyebab remaja melakukan perilaku menyimpang. Hal ini karena remaja kurang mendapatkan sosialisasi di dalam keluarga. Keluarga kurang dapat memberikan pengarahan dan perhatiannya pada anak.

“ Ayah dan ibu ku tidak sayang sama aku, mereka tidak pernah peduli dengan apa yang aku lakukan. Mereka pernah bilang gini, kau ini dian gk ada rezeki mu dirumah ini. Jadi apapun yang kau lakukan gk pernah ada hasilnya. Aku tu kurang deket ty ma keluarga ku. Keluarga ku tau aku pake narkoba, tapi mereka biasanya saja.”(Poe, 20 )

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh informan sebagai berikut :

“ Keluarga ku tau kak aku pake narkoba,tapi mereka biasa saja. Ibu aku Cuma bilang apa gak capek pake narkoba terus apa gak bosan. Ibu ku tu bilang kak kalau kami masih sekolah dasar (SD) kami masih dianggap anak, tapi kalau kami udah tamat sekolah dasar(SD) kami itu dianggap kayak teman kak.

Ibi ku beranggapan kami tau apa yang terbaik, aku jarang minta uang sama ibu ku lagi. Ibu ku kerja di Malaysia, jadi jarang pulang kak. Biasanya kakak ku yang ngasih uang, tapi ibu ku kadang – kadang juga ngasih sih. Mereka tau kalau aku peka uang itu untuk beli narkoba. Tapi tetep aja gak ada yang peduli, kami udah masih – masing aja sekarang. Apapun yang

Hal yang sama juga diungkapkan oleh informan sebagai berikut:

“ Mana da yang perhatiin aku, aku pulang gak pulang pun gak ada yang perhatiin aku. Aku tu jarang dirumah, soalnya aku gak cocok dengan bapak ku. Aku sering berantem sama bapakku. Bapak ku itu malas, waktu mamak ku masih hidup biasanya dia aja yang kerja cari uang. Sekarang mamak ku gak ada lagi. Aku pun dah makin jarang dirumah, aku biasanya tidur dirumah teman atau dirumah saudara. Mana ada yang cariin aku, aku mau pulang atau gak pun terserah.

Bapak ku malahan gak anggap aku ada lagi, aku gak pernah cakapan sama bakap ku. “( Hari, 22 )

Selain itu, kurangnya penddidikan agama dan kurangnya teladan yang baik dari keluarga juga mempengaruhi anak melakukan penyimpangan sosial.

Berikut wawancara dengan informan remaja sebagai berikut:

“ Orang tua ku tau aku pake narkoba. pertama – tama mereka tau aku dimarahin, tapi habis itu mereka biasa aja. malahan mereka kayak gak peduli sama aku. Malahan aku biasanya pake narkoba dikamar mandi. Mamak ku itu gak pernah maksain kami sekolah, aku mau sekolah atau gak ya terserah aku. Malahan dirumah ku jarang yang solat, kalau mamak ku solat gak adanya dia nyuruh kami solat. “( Ardi, 21 )

Hal yang sama juga dikatakan oleh informan sebagai berikut:

“ Tau kok keluarga ku aku pake narkoba, awalnya mereka marah tapi habis itu gak lagi. Malahan sekarang mereka gak pernah ngelarang aku lagi, udah gak peduli sih katanya. Orang tua ku aja gak pernah suruh aku sholat, kalau mereka solat mana ada aku disuruhnya. Mereka malahan diam aja. Mereka juga jarangnya sholat, paling sekali – sekali aja. “ (Fir, 23 )

Berikut wawancara dengan orang tua remaja yang mengetahui anaknya menggunakan narkoba sebagai berikut:

“ Saya tau anak saya pakai narkoba, tapi mau bagaimana lagi anak – anak sekarang gak bisa di bilangin. Saya tau dia pake narkoba sejak sekolah menengah pertama. Kayakmana mereka gak pake orang temen – temannya aja pada pake narkoba. Sekarang saya sudah terbiasa, kalau anak saya pulang pagi dan mabuk – mabuk saya diemin aja. gak bisa anak – anak sekarang dimarahin. Terserah mereka aja mau ngapain, orang mereka juga sudah besar. “ (Teti, )

Hal yang sama juga diungkapkan oleh informan sebagai berikut:

“ Saya mengetahui anak saya pakai narkoba, waktu itu saya pernah menemuin bungkusan dikamar didalam kardus. Lalu saya buang aja bungkusan itu ketong sampah. Saya diam saja, gak mau saya tanya – tanya. Anak tersebut yang bertanya

pada saya tentang bungkusan di dalam kamar, saya pura – pura gak tau. Sampe sekarang pun dia masih pake narkoba.

Mereka kan sudah besar dan sudah punya akal pasti tau mana yang terbaek. Kalau mereka rusak berarti diri mereka sendiri yang menanggung. “ (Nur, )

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa keluarga remaja pemakai narkoba mengetahui kalau anak – anak mereka mengkonsumsi narkoba.

Ketidak pedulian keluarga dan ketidak perhatian keluarga pada anak membuat anak – anak remaja mencari kesenangan diluar sana yang bisa membuat mereka lebih bahagia.

5.3.2.2 Pengaruh Teman Sepermainan

Teman - teman biasanya mempunyai pengaruh yang besar bagi anak-anak remaja , mereka merasa dekat satu sama lain dan biasanya sudah membentuk kelompok (Geng) mereka mempunyai rasa senasib dan sepenanggungan, rasa solidaritas tinggi. Dengan demikian, mereka akan dengan mudahnya melakukan hal-hal yang dianggap menyenangkan kelompoknya. Mereka tidak memikirkan baik buruknya, tetapi memikirkan apakah itu menyenangkan atau tidak. Juga tidak dipertimbangkan akan adanya risiko-risiko bagi dirinya. Bahkan, untuk memenuhi keinginannya agar diterima kelompoknya, mereka tidak segan-segan melakukan hal-hal yang sebenarnya disadari merupakan perbuatan yang tidak baik.

Dalam mekanisme terjadinya penyalahgunaan zat, teman kelompok sebaya (peer group) mempunyai pengaruh yang dapat mendorong atau mencetuskan penyalahgunaan narkoba pada diri seseorang. Pada banyak kasus, perkenalan pertama dengan narkoba biasanya justru datang dari teman. Teman sebaya ini bisa merupakan teman sekolah, teman sepermainan di lingkungan masyarakatnya,

usia, karakteristik, permasalahan dan pola pikir yang hampir sama. Pengaruh teman ini sangat sukar dilepaskan, karena dapat menciptakan keterikatan dan kebersamaan dalam diri remaja. Pengaruh teman ini tidak hanya dirasakan pada saat perkenalan pertama dengan narkoba, melainkan juga menyebabkan seseorang tetap menggunakan atau mengalami kekambuhan (relapse). Berikut wawancara dengan remaja yang mengggunakan remaja karena diajak oleh teman sebagai berikut:

“ Aku pake narkoba karena sering lihat teman – teman pake narkoba. aku lihat teman – teman pake kayaknya enak, akhirnya aku diajak oleh teman ku Fir, dia ngajarin aku pake narkoba. Pas aku pake narkoba jenis sabu aku lebih enakan, semua masalah ku hilang. Jadi aku diajari oleh teman – teman aku ty.”( Wandi, 21 )

Hal yang sama juga diungkapkan oleh remaja lainya, yang menggunakan narkoba karena diajak oleh teman sebagai berikut:

“ Aku pake narkoba karena diajak oleh teman. Pada saat aku SMP teman – teman ku pada pake narkoba. Aku dikasih sama mereka dan aku juga pengen ngerasain bagaimana rasanya.

aku biasanya pake sama teman – teman ku. Karena kalau kami gak punya uang kami bisa sum – suman uang. Sekarang akau lebih sering pake sendiri aja. “ (Hari, 22)

Hal sama juga dikatakan oleh informan lainya, sebagai berikut:

“ Teman – teman ku pada pake narkoba semua, aku dlu kan sekolah di swasta yang dikenal dengan anak – anaknya nakal – nakal. Aku dikasih sama teman ku, ya aku pengen coba karena gak enakkan sudah dikasih gak aku pake. Ya aku hargai teman ku yang ngasih. Yang pertama ngasih itu teman cewek waktu SMP, Ty. Dia bilang biar aku bisa percaya diri dan gak takut sama cewek. Akhirnya sampai sekarang ini aku pake narkoba. “ (Ardi, 21)

Hal yang sama juga di tuturkan oleh informan sebagai berikut:

“ Liat temen – temen pake kayaknya enak, trus aku dikasih sama temen waktu sekolah SMP. Sampe sekarang aku masih pake. Dulu teman – teman yang ngajarin bagaimana cara pakainya dan menghirup narkoba. Dari cara pakai sampai cara

menikmati narkoba yang santai aku dikasih tau teman – teman. Teman ku pada ahli – ahli pakenya. (Fir, 23)

Dari hasil wawancara diatas maka dapat kita lihat bahwa sebagian besar remaja menggunakan narkoba karena diajak oleh teman – temannya dan sering melihat teman – teman mereka menggunakan narkoba. Sehingga mereka memiliki keinginan untuk mencoba dan mengetahuai tentang narkoba tersebut.

Para remaja yang menggunakan narkoba, biasanya belajar dari teman mereka yang sudah terbiasa memakai narkoba. Mereka belajar dari bagaimana cara memakai, hingga cara menjualkan narkoba yang dapat memberikan keuntungan bagi diri mereka. Remaja di Kelurahan Mandailing tidak hanya memakai narkoba saja tapi mereka juga ikut menjual narkoba. Para pengguna biasanya menjual secara eceran, karena mereka mendapatkan untung yang lebih banyak dengan menjual eceran.

5.3.2.3 Lingkungan Tempat Tinggal

Tempat tinggal di daerah hitam atau teralu padat penduduknya, suasana hiburan yang menggoda bagi anak-anak remaja awal, kebiasaan hidup orang- orang yang mempunyai aktivitas di tempat - tempat hiburan dan gayanya yang kurang pas bagi anak-anak, bahwa ini mempunyai dampak negative bagi perkembangan remaja. Remaja yang tinggal dilingkungan masyarakat yang berperilaku menyimpang, akan memudahkan remaja untuk meniru apa yang dilakukan, seperti penggunaan narkoba yang terdapat dilingkungan remaja.

Berikut adalah penuturan informan sebagai berikut:

“ Lingkungan ku ini gampang lah kalau mau cari narkoba.

Disini banyak pengedar narkoba. Malahan masyarakatnya

menjadi pengedar. Pengedar narkoba di sini dapat berkeliaran bebas. Para pembeli dan pemakai dapat membeli dan memakai dengan bebas dilingkungan ku ini. Bisa di bilang enak lah tinggal di lingkungan ku ini masyarakatnya gak pedulian. Samping rumah ku para pengedar narkoba, malahan kalau mereka dikejar – kejar polisi sembunyinya dirumah ku.

Aku tuh sering liat orang pake narkoba didekat rumah ku, jadi aku sering liat mereka jualan dan pake narkoba. Aku panasaran dan akhirnya aku pengen coba – coba pake.

Biasanya aku beli di dekat rumah ku aja. “ (Hari, 22 ) Hal yang sama juga diungkapkan oleh informan sebagai berikut:

“ Mau beli narkoba ya dilingkungan ku aja, disini gampang mau beli narkoba. masyarakatnya mencari nafkah dengan menjual narkoba. karena cari kerja sekarang susah, jadi kalau jual narkoba gampang dapat uang banyak. Mana ada yang berani ngelapor kepolisi, orang kalau dilapor mereka gak makan lah mereka kan makan dari jual narkoba. aku juga kalau mau beli di lingkungan ku aja. orang tinggal beli di belakang rumah. Aku juga sering liat orang pake disini kalau malam hari. Mereka biasanya ngumpul – ngumpul di pondok sambil maen dam batu. “( Ardi, 21 )

Hal yang sama juga diungkapkan oleh informan:

“ Disini masyarakatnya ekonomi kebawah, jadi Cuma cukup buat beli yang penting – penting saja. Lingkungan ini enak lah bebas mau ngapaen aja, masyarakatnya gak peduli. Taunya masyarakat disini ada pengedar dan pemakai di lingkungan ku, tapi mau berbuat apa mereka. Gak mungkin mereka melaporkan kepolisi, orang mereka kerjaanya jualan narkoba mau makan apa keluarga mereka nanti. Aku juga beli di tempat ku aja, malahan aku diajarin sama mereka untuk jualan narkoba nanti aku bisa dapat komisi. Kadang aku dikasih sama mereka komisi narkoba atau uang. ( Poe, 20 )

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa remaja menggunakan narkoba karena sering melihat lingkungan tempat tinggal mereka memakai dan mengedarkan narkoba dengan bebas. Para remaja juga dapat membeli narkoba di lingkungan tempat mereka tinggal dan narkoba dapat mereka dapatkan dengan mudah.

5.4 Narkoba Berdampak Negatif Pada diri Remaja

5.4.1 Perubahan Tingkah Laku

5.4.1.1 Kandungan Narkoba Mempengaruhi Emosional Remaja

Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, pembiusan, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Kandungan dalan narkoba dapat merusak susunan syaraf pusat atau merusak organ-organ tubuh lainnya, seperti hati dan ginjal,serta penyakit dalam tubuh seperti bintik- bintik merah pada kulit seperti kudis, hal ini berakibat melemahnya fisik, daya fikir dan merosotnya moral yang cenderung melakukan perbuatan penyimpangan social dalam masyarakat.

tanggal 20 April 2012, Pukul 15.00 wib)

“ Kalau pake narkoba yang dirasakan ilusi, kadang kalau aku udah pake narkoba jenis ganja terlalu banyak, aku pikir disana ada orang ngintip rupanya gak ada orang.”( Smith, 19 Tahun)

Hal yang sama juga disampaikan oleh remaja pemakai narkoba lainya, seperti berikut ini.

“ Kalau aku udah ngisap narkoba , aku liat teman – teman ku bisa ngisap lebih banyak maka aku iri lihat mereka. Biasanya aku beli lagi sampai aku bisa ngisap lebih banyak ( Poe, 20 ) Berikut wawancara dengan informan yang mengungkapkan sebagai berikut:

“ Kalau orang udah pake narkoba gak bisa di ganggu, salah dikit aja bisa berantem. Orang pake narkoba emosinya gak stabil. Kadang bisa baik, senyum – senyum sendiri dan bahkan bisa jadi kasar. Apa lagi kalau gak ada uang untuk beli narkoba, apapun bisa dilakukan. aku kalau udah pake narkoba banyak, biasanya orang – orang disini kita anggap kecil sepele kita sama orang. Orang pake narkoba ini jadi

5.4.2 Remaja Memiliki Keinginan Untuk Mencuri

Dalam memenuhi kebutuhan penggunaan narkoba, mereka sering kali menghalalkan segala cara untuk memperoleh narkotik. Yang awalnya menjual barang-barang hingga melakukan tindakan pidana. Pemakaian narkoba secara terus menerus akan membuat remaja berperilaku kriminal. Remaja yang sudah ketergantungan memakai narkoba, ketika mereka tidak memiliki uang untuk membelinya maka mereka akan mendapatkan uang dengan segala cara. Remaja akan melakukan apapun agar mereka mendapkan uang untuk dapat membeli narkoba, seperti remaja akan mencuri dirumah bahkan mereka mencopet dijalan – jalan. Dalam memenuhi kebutuhan penggunaan narkoba, mereka sering kali menghalalkan segala cara untuk memperoleh narkotik. Yang awalnya menjual barang-barang hingga melakukan tindakan pidana. Berikut hasil wawancara dengan remaja pengguna narkoba tentang perilaku mereka untuk mendapkan narkoba.

“ Kalau aku lagi pengen pake narkoba dan gak ada uang, aku cari segala cara untuk mendapatkanya. Kadang aku bermain – main dijalan seperti menjambret orang yang lagi jalan.

Pokoknya sampe aku dapat uang untuk beli narkoba.”

(Wandi, 21 )

Berikut hal yang sama juga disampaikan oleh remaja pengguna narkoba seperti ini.

“ Ketika aku gak ada uang untuk beli narkoba biasanya segala cara yang aku lakukan. Biasanya aku curi dirumah orang atau jambret dijalan.” (Fir, 23 )

Hal yang sama juga diungkapkan informan sebagai berikut:

“ Waktu aku masih sekolah dulu, biasanya kalau gak ada uang aku ngompas. Aku mintain aja uang teman dan anak – anak di sekolahan ku. Kalau sekarang paling mencuri aja lah, kadang

jambret dijalan. Soalnya aku gak ada kerjaan jadi ya mencuri aja lah untuk dapatin uang. “ (Ardi, 21 )

Hal sama juga diungkapkan oleh informan sebagai berikut:

“ Bisanya ambil uang jualan mamak aku aja lah. Kalau aku lagi jaga kede aku selipkan aja lah selembar. “ (Poe, 20 )

Dari Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa remaja memperoleh uang untuk membeli narkoba dengan cara – cara yang tidak baik, seperti mencuri dan menjambret dijalan. Perilaku tersebut karena mereka tidak memiliki pekerjaan dan uang untuk membeli narkoba, sehingga mereka melakukan perbuatan – perbuatan kriminal.

5.4.3 Para Pengguna Narkoba Tidak di hargai oleh Masyarakat

Lingkungan masyarakat yang tidak menghargai para pengguna narkoba.

Para pengguna sering sekali diremehkan keberadaanya oleh masyarakat dan dianggap sebagai pelaku kejahatan di lingkungan mereka. Berikut wawancara dengan salah satu remaja sebagai berikut:

“Aku sering kali dituduh oleh masayarakat sekitar, Ty.

Kadang aku di tuduh mencuri lampu rumah mereka dan dituduh ambil bensin jualan tetangga. Padahal aku gak pernah mencuri di lingkungan tempat aku tinggal. “ ( Hari, 22 )

Berikut penuturan salah seorang remaja yang juga sering di tuduh oleh masyarakat:

“Kalau aku udah biasa di bilang pencuri, malahan masyarakat bilang aku pencuri hand phone mereka yang hilang. Padahal gak semua barang – barang mereka yang hilang aku yang ambil.” ( Dian, 21 )

Begitu juga dengan penuturan salah seorang remaja lain yang mengatakan bahwa para pengguna narkoba selalu dianggap negative oleh masyarakat. Berikut hasil wawancara dengan remaja sebagai berikut:

“ Kami ini Ty sering dituduh sama masyarakat, masyarakat selalu menganggap kami itu malas, pencuri, dan jorok.

Dokumen terkait