• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV Deskripsi Lokasi Penelitian

4.7 Profil Informan

4.7.1 Profil Informan Pertama Remaja

Nama : Wandi

Umur : 21 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Tingkat Pendidikan : SMA Suku Bangsa : Mandailing

Agama : Islam

Wandi merupakan remaja yang tinggal di Kelurahan Mandailing, yang saat ini Wandi membantu orang tuanya berjualan makanan di depan rumahnya.

Kegiatan Wandi Sehari – harinya hanya di rumah saja dan tidak memiliki pekerjaan sendiri. Wandi memiliki hubungan yang tidak baik dengan Ayah nya,

karena ayah Wandi selalu berlaku tidak adil padanya. Ayah Wandi tidak perduli terhadap dirinya, apapun yang Wandi lakukan Ayahnya tidaklah perduli. Ayah dan Ibunya sering bertengkar karena ibu Wandi selalu membela dirinya. Wandi menganggap ayahnya tidak pernah menyayangi dirinya, karena ayahnya tidak mau tau tentang keberadaan diri Wandi. Ayahnya tidak pernah mencari disaat Wandi tidak pulang kerumah ataupun Wandi pulang larut malam. Keluarga Wandi tidak pernah bertanya apa yang saat ini dirinya butuhkan, orang tuanya hanya memberikan hal-hal yang penting saja, seperti ketika dirinya meminta uang sekolah. Tapi keluarganya tidak dapat memberikan apa yang Wandi inginkan karena kondisi keluarganya yang hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Masalah keluarga tersebut yang membuat Wandi tertekan, sehingga Wandi menggunakan obat – obatan terlarang seperti shabu dan ganja. Wandi menggunakan narkoba sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, sudah sekitar 7 tahun Wandi menggunakan narkoba. Wandi memperoleh narkoba dari teman – temannya, menurut Wandi ia sering melihat teman - temannya menggunakan narkoba mereka merasa lebih tenang. Wandi mulai ingin mencoba menggunakanya untuk menghilangkan masalahnya. Teman – teman Wandi mengajarkan bagaimana cara menggunakan dan menghirub narkoba tersebut.

Narkoba tersebut ternyata membuat dirinya merasa lebih tenang dan aktif, sehingga Wandi dapat melupakan masalah – masalah yang di hadapinya dengan keluarga. Wandi mulai merasa ketagihan untuk menggunakan narkoba jenis Sabu, tapi ketika dirinya tidak memiliki uang untuk membelinya maka Wandi menggunakan cara lain seperti menjambret di jalan – jalan raya. Karena Wandi tidak memiliki uang untuk membeli narkoba. Ketika dirinya sedang menghadapi

masalah dengan keluarga, maka Wandi menggunakan sabu yang dapat membuat dirinya lebih aktif dan semangat untuk beraktifitas.

Menurut Wandi narkoba jenis sabu ini bisa membuat kita lebih semangat, selalu ingin bergerak dan rasanya melayang – layang ketika kita menggunakannya. Sedangkan narkoba jenis ganja membuat kita lebih ngantuk, malas dan telayang. Menurut Wandi dirinya menggunakan narkoba untuk menenangkan diri dari masalah – masalah yang dihadapinya. Ketika dirinya tidak menggunakan narkoba tersebut, maka dirinya merasa tidak nyaman dan gelisah.

Tapi Wandi menggunakan narkoba hanya ketika dirinya sedang menghadapi masalah saja. Ketika Wandi ingin menggunak narkoba dan tidak ada uang, maka Wandi berusaha menahanya walaupun rasa gelisah menghantuinya. Orang tua wandi mengetahui dirinya menggunakan narkoba, tapi orang tua nya hanya diam dan tidak mau perduli. Wandi menganggap orang tuanya tidak perduli dengan kondisinya, menurutnya orang tuanya beranggapan bahwa dirinya adalah anak yang tidak mau dengar perkataan orang tua. Orang tua nya tidak mau tau tentang apa yang sedang dirinya hadapi, ketika Wandi mengalami masalah dia bercerita kepada teman dekatnya yang bernama Wira. Karena Wira selalu mendengar keluh kesah dan masalah yang dihadapi Wandi. Wandi merasa takut untuk bercerita dengan ke dua orang tuanya, dirinya takut orang tuanya malahan akan memarahinya dan tidak mau mendengar.

Wandi merasa dirinya lebih nyaman bersama teman – teman sepermainanya, karena menurut Wandi teman – temanya adalah orang –orang yang senasib dengan dirinya. Teman – temannya sering mengajarin hal – hal yang tidak baik, seperti mengunakan narkoba. Wandi menggunakan narkoba terkadang

secara bersama- sama dengan temanya, karena dapat membuat kebersamaan antara mereka. Sesama pemakai biasanya teman –temannya selalu mengajak dirinya untuk menggunakan narkoba. Wandi mengatakan bahwa teman – temannya akan marah ketika dirinya tidak memakai narkoba lagi. Wandi sering diteror melalui SMS atau telepon oleh teman – temannya yang ingin mengajaknya untuk menggunakan narkoba. Wandi sendiri kesulitan untuk tidak menggunakan narkoba, karena dirinya sudah tergantung memakai narkoba tersebut.

Wandi memiliki hubungan yang baik – baik saja dengan masyarakat sekitar lingkunganya. Masyarakat mengetahui kalau Wandi menggunakan narkoba, tapi masyarakat tidak perduli dirinya menggunakan narkoba. Masyarakat di lingkungan Wandi tidak perduli apa yang dilakukan masyarakat. Masyarakat di lingkungan Wandi bebas melakukan kegiatan apa saja, yang penting mereka tidak mengganggu kehidupan orang lain. Masyarakat di lingkungan Wandi sering minum – minuman dan berjudi didaerah tempat tinggal Wandi, tapi tanggapan masyarakat biasa saja. Masyarakat sudah terbiasa dengan hal tersebut, karna kegiatan tersebut sudah biasa mereka lihat di lingkungannya.

4.7.2 Profil Informan Kedua Remaja

Nama : Hari

Umur : 22 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Tingkat Pendidikan : STM Suku Bangsa : Melayu

Agama : Islam

Hari kegiatanya sehari – hari hanya duduk dan berkeliling – liling saja, karena hari tidak memiliki pekerjaan. Hari biasanya bekerja ketika hari diajak oleh masyarakat lingkungan untuk memperbaiki jalanan. Hari tidak memiliki pekerjaan yang tetap pada saat ini, karena Hari tidak mengetahui mau bekerja apa.

Hari memiliki hubungan yang tidak baik dengan Ayahnya, karena Hari sering bertengkar dengan ayahnya dirumah. Hari bertengkar jarena ketidak cocokan dirinya dengan ayah, ayah Hari sering membesar –besarkan masalah yang kecil.

Keluarga Hari tidak memperdulikan anak –anaknya, apa lagi memperdulikan Hari. Apapun yang dilakukan Hari ayahnya tidak pernah perduli. Sehingga Hari tidak betah dengan kondisi dirumah.

Hari menggunakan narkoba karena dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan ketika sedang ada masalah. Hari menggunakankan narkoba karena diajak oleh teman – temannya. Pertama Hari hanya melihat teman –temanya menggunakan narkoba, karena Hari sering melihat temannya menggunakan narkoba maka dirinya mulai tertarik untuk mencoba. Teman Hari mengajari Hari menggunkan narkoba jenis sabu, dari cara memakai sampai menggulung Hari ketahui dari teman – temannya. Hari mulai menggunakan narkoba semenjak dirinya duduk di kelas 2 SMP sampai saat ini ketika umurnya sudah beranjak 22 tahun. Hari memperoleh narkoba dari teman - temannya yang sering memberikan Hari secara cuma – Cuma, tapi itu hanya beberapa kali. Hari mengatakan kalau

tidak mungkin Hari meminta uang pada orang tuanya. kondisi keluarha Hari sangatlah memperihatinkan, karena Ayah Hari bekerja sebagai pemulung dan ibu Hari sebagai tukang cuci. Keluarga Hari hanya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari itu pun terkadang kurang. Kondisi keluarga yang tidak memperhatikan anak – anaknya membuat Hari terkadang mencari kenyaman di luar sana.

Hari mengatakan ketika dia menggunakan narkoba jenis sabu maka akan membuat hari lupa dengan semua masalah yang sedang dihadapinya. Ketika Hari menggunakan sabu maka dia akan merasa pengen bergerak terus dan buat semangat. Narkoba jenis sabu semakin kita diam kita makin tidak tenang, biasanya dibawa gerak dan keinginan berhubungan seks semakin tinggi. Ketika Hri tidak menggunakan narkoba, makan dia akan merasa ada yang kehilangan dari dirinya, karena Hari merasa tidak tenang apa lagi masalah terus bertambah.

Biasanya Hari membeli narkoba di lingkungantempat tinggalnya, karena di lingkunganya banyak sekali pengedar. Menurut Hari di samping rumahnya penjual narkoba dan di belakang rumah para pengguna narkoba. Keinginan Hari untuk menggunakan narkoba sangatlah kuat karena Hari sering sekali melihat orang sekelilingnya memakai narkoba.

Hari memiliki hubungan yang baik dengan teman – teman sepermainanya, apa lagi teman – teman Hari adalah para pengguna narkoba. Hari dan teman – temannya biasanya menggunakan narkoba bersama – sama, karena mereka bisa saling berbagi dan belajar bagi yang baru menggunakanya. Menurut Harisulit bagi dirinya untuk keluar dari kelompok tersebut, karena ketika ada yang ingin keluar dari kelompok maka mereka akan terus mengajak dan menelepon

untuk terus mengajak kita menggunakanya. Hari sendiri kesulitan untuk tidak memakai narkoba dan keluar dari kelompoknya. Banyak hal yang menurut Hari dia pelajari dari kelompok pengguna narkoba, dari cara memakai sampai mengedarkan narkoba. Hari saat ini mulai menjadi pengedar narkoba, karena dengan itu dia bisa terus mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

Hari memiliki hubungan yang tcukup baik dengan para tetangganya.

Padahal masyarakat mengetahui kalau Hari adalah pengguna narkoba, tapi masyarakat tidak perduli. Meurut Hari di lingkungan tempatnya tinggal banyak masyarakat yang hidup dari menjual narkoba. Masyarakat di lingkungannya tidak memperdulikan hal tersebut, karena itu merupakan kegiatan yang sudah biasa mereka lihat sehari – hari. Menurut Hari masyarakat lingkunganya tidak perduli apa yang kita lakukan yang penting kita tidak mengganggu kehidupan mereka.

4.7.3 Profil Informan Ketiga Remaja

Nama : Fir

Umur : 23 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Tingkat Pendidikan : SMA Suku Bangsa : Mandailing

Agama : Islam

Kegiatan Fir saat ini hanya berkeliling – liling saja, tapi terkadang Fir membawa becak temannya. Fir mengatakan dia tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya. Fir sering sekali bertengkar dengan orang tuanya, karena ketidak cocokan diantara mereka. Orang tua Fir tidak perduli dengan keadaanya, mereka tidak pernah menanyakan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Di dalam keluarga Fir bukanlah anak yang disayang, orang tua Fir lebih sayang pada adiknya. Keluarga Fir tidak pernah mau tau dan perhatian pada Fir.

Keluarga hanya sibuk dengan urusanya masing – masing. Ayah Fir sering kali minum – minuman dan pulang sampai larut malam.

Fir mengatakan menggunakan narkoba karena sering meilhat teman – temannya memakai narkoba, sehingga Fir penasaran untuk mencobanya. Fir pertama belajar dari teman – temanya yang sudah terbiasa menggunakan narkoba.

Dari bagaimana cara memakai sampai menghirup narkoba tersebut. Fir mulai menggunakan narkoba sejak dirinya duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Fir menggunakan narkoba sudah sekitar 8 tahunan, sewaktu kelas 2 SMP sampai saat ini Fir berumur 23 Tahun. Fir mrndapatkan narkoba biasanya dari uang jajan yang diberikan orang tuanya, uang tersebut dikumpulkan sampai Fir bisa membeli narkoba tersebut. Kalau Fir tidak punya uang Fir terkadang melakukan kegiatan menjambret dijalan raya. Menurut Fir ketika kita menggunakan narkoba makan kita akan menjadi lebih pintar. Ketika Fir menggunakan narkoba maka Fir akan menjadi lebih tenang dan santai. Menurut Fir dia menggunakan narkoba jenis sabu ketika dirinya sedang ada masalah, sabu akan membuat Fir bergerak dan berjoget.

Ketika Fir tidak menggunakan narkoba makan iya merasa tidak tenang dan gelisah. Orang tua Fir mengetahui kalau iya menggunakan narkoba, tapi orang tua Fir tidak begitu memperdulikannya. Orang tua Fir hanya memarahi Fir sesaat saja dan tidak mau tau lagi tentang dirinya. Keluarga Fir tidak pernah menanyakan apa yang Fir inginkan dan tidak pernah memaksakan anak – anaknya untuk sekolah.

Fir memiliki hubungan yang baik dengan teman – teman sepermainanya.

Menurut Fir teman – temannya adalah orang –orang yang jahat dan para pemakai narkoba. Teman – teman Fir yang baik menjauhi dirinya, sedangkan yang jahat mendekatinya. Fir memakai narkoba karena sering melihat teman –temanya

menggunakan narkoba, sehingga Fir belajar untuk memakai narkoba. Fir memakai narkoba diajari oleh teman – teman dan sering melihat mereka menggunakanya.

Fir mulai pintar menggunakan narkoba dari cara memakai, menggulungnya dan menghisapnya. Narkoba jenis sabu tidak bisa digunakan diluar ruangan karena aromanya akan cepat hilang. Biasanya narkoba digunakan di dalam ruangan tertutup agar aromanya bisa dihirup dengan lebih tenang. Menurut Fir ada keinginan dirinya untuk berhenti, tapi semua perlu proses. Ketika kita ingin keluar dari kelompok tersebut, maka kita akan kesulitan untuk melepaskannya.

Kelompok akan terus mengajak dan menawarkan kita memakai narkoba. Sulit buat Fir untuk tidak memakai narkoba lagi, karena ketika iya sedang ada masalah makan dirinya akan balik menggunakan narkoba tersebut.

Fir memiliki hubungan baik dengan lingkungan masyarakat tempat iya tinggal. Menurut Fir masyarakat lingkunganya tidak begitu perduli dengan apa yang iya lakukan tersebut. Tapi masyarakat lebih menghargai orang yang tidak menggunakan narkoba dari pada orang yang menggunakan narkoba. Menurut Fir masyarakat lingkungannya bebas untuk minum – minum, berjudi dan menjual narkoba. Masyarakat di tempat Fir tinggal tidak perduli apa yang dilakukan, yang terpenting kita tidak mengganggu kehidupan mereka.

4.7.4 Profil Informan Keempat Remaja

Nama : Ardi (Dian)

Umur : 21 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Tingkat Pendidikan : SMK Suku Bangsa : Minang

Agama : Islam

Ardi kegiatanya saat ini membantu orang tuanya berjualan sate di pasar.

Ardi hanya menganterkan gerobak jualan orang tuanya saja, sehabis itu Ardi

dan tidur seharian dirumah, karena Ardi tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Ardi mengatakan kalau dirinya tidak memiliki hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya. Orang tua Ardi lebih sayang pada abang dan adik – adiknya. Ibu Ardi lebih sayang dengan abang no 2 dan adik no 4, sedangkan ayah Ardi sayang pada abang no 1. Ardi merasa dirinya tidak ada yang memperdulikan lagi, dari Ardi duduk di bangku Sekolah dasar iya mulai merasa perbedaan di dalam keluarganya.

Ardi menggunakan narkoba karena iya sedih karena orang tuanya tidak ada yang sayang padanya. Ardi mulai menggunakan narkoba sejak duduk di bangku kelas 2 SMP. Ardi menggunakan karena sering melihat teman – teman disekolahnya memakia narkoba, iya melihat temannya sangat ahli sekali menggunakan narkoba. Ardi mulai memiliki keinginan untuk mencoba narkoba.

Ardi melihat teman – temannya sangat asik sekali ketika mereka memakai narkoba, keinginannya cukup kuat untuk memakai narkoba. Ardi memperoleh narkoba pertama kali dari teman – teman sekolahnya dengan cara gratis. Ardi mempelajari semua dari team – temanya, dari bagaimana memakai dan menggulung sabu untuk dihisap. Menurut Adri dirinya mengalami kesulitan untuk menggulung atau mengeletek sabu tersebut, biasanya teamn – teamn Ardi yang membantunya untuk menggulung. Ardi memperoleh uang untuk membeli narkoba dari mengompas teman – teaman sekolahnya. Ardi tidak pernah meminta uang pada orang tuanya, karena pasti orang tua Ardi tidak akan memberikan. Ketika Ardi menggunakan narkoba iya merasa semua masalah yang iya hadapi hilang dan lebih tenang. Narkoba dapat membuat Ardi lebih aktif untuk bergerak kesana kemari, karena narkoba jenis sabu membuat tubuh kita terus ingin bergerak.

Ketika Ardi tidak mengunakan narkoba iya akan merasa ada yang hilang dari dirinya. Ardi merasakan badan ini terus gelisah ketika iya tidak mendapatkan narkoba. Orang tua Ardi mengetahui iya menggunakan narkoba, tapai meraka hanya memarahi Ardi sebentar saja. Ardi merasa orang tuanya tidak memperdulikan dirinya lagi.

Ardi memiliki hubungan yang baik dengan teman – temanya. Menurut Ardi teman –temannya yang mengajak iya untuk memakai narkoba, karena teman Ardi mengetahu masalah yang iya hadapi. Teman – teman Ardi hampir semua para pengguna narkoba. Ardi membeli narkoba bersama teman – temannya dan memakainya bersama – sama. Ardi mengatakan sulit untuk kita untuk keluar dari kelompok pemakai narkoba, apa lagi teman – teman Ardi para pengguna narkoba.

Ketika Ardi ingin keluar dari kelompok tersebut iya terus – terusan di SMS dan di telepon oleh temannya. Sulit buat Ardi unti berhenti, ketika Ardi harus menghargai temannya yang mengajak untuk menggunakan narkoba. Menurut Ardi ketika kita memasuki suatu kelompok yang memiliki keterikatan yang sama makan sulit untuk dirinya melepasakan kelompok tersebut.

Ardi memiliki hubungan yang baik – baik saja dengan lingkungan tempat tinggalnya. Menurut Ardi di lingkungan tempat tinggalnya banyak para pengedar dan pengguna narkoba. Narkoba jenis sabu dan ganja banyak terdapat ditempatmya, sehingga dirinya tidak kesulitan untuk membeli dan mempelajari menggunakan narkoba dengan baik. Masyarakat tidak perduli dengan kegiatanya yang dilakukan masyarakat tersebut yang terpenting mereka tidak mengganggu kehidupan orang lain. Masyarakat kurang menghargai para pemakai narkoba, tapi

Ardi dan pemakai narkoba lainya tetap berinteraksi dengan baik dengan anggota masyarakat lainya.

. 4.7.5 Profil Informan Kelima Remaja

Nama : Poe

Umur : 20 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Tingkat Pendidikan : SMA Suku Bangsa : Minang

Agama : Islam

Poe kegiatanya saat ini hanya membantu orang tuanya berjualan di warung. Ayah Poe berjualan baju di pasar sedangkan ibu Poe hanya berjualan makanan anak – anak di warung. Poe biasanya bergantian dengan ibunya untuk berjualan. Orang tua Poe tidak sering sekali memarahi dirinya, Poe tidak cocok dengan ibunya. Poe mengatakan bahwa dirinya sering bertengkar dengan ibunya hanya karena masalah kecil. Ibu Poe terkadang suka membanding – bandingkan iya dengan abangnya. Ibu selalu membela abangnya yang dianggap selalu patuh pada ke dua orang tuanya. Poe merasa ibunya tidak pernah perhatian dan sayang pada dirinya.

Poe menggunakan narkoba karena sering melihat teman – teamn dan lingkunganya memakai narkoba, sehingga Poe memiliki keinginan untuk mencoba memakai narkoba. poe menggunakan narkoba dari kelas 3 SMP. Poe sendiri belajar memakai narkoba dengan melihat teman – temanya dan diajari juga oleh salah satu teman Poe. Poe belajar menggulung narkoba jenis sabu dan memakai ganja dari teman perempuanya yang sudah biasa menggunakan narkoba.

Pertaman Poe menggunakan narkoba iya diberikan secara gratis oleh teman - temannya, selanjutnya iya harus membelinya dengan uang sendiri. Poe terkadang mendapatkan uang dengan cara mencuri, karena tidak mungkin orang tua Poe

memberikan uang. Kondisikeluarga Poe hanya cukup untuk kehidupan sehari – harinya. Poe mengatakan ketika dirinya menggunakan narkoba pikiranya lebih tenang dan semua masalah dapat iya lupakan walaupun hanya sesaat. Tapi ketika Poe tidak memakai narkoba, makan Poe merasa ada yang kurang dan badannya terasa gelisah atau tidak tenang. Orang tua Poe mengetui kalau iya menggunakan narkoba, tapi orang tua Poe hanya memarahi dirinya sesaat saja. Sehingga sampai saat ini Poe masih terus menggunakan narkoba. Poe mengatakan iya tidak pernag bercerita kepada orang tuanya ketika sedang ada masalah. Poe biasanya bercerita kepada teman – teman dekatnya.

Poe sendiri memiliki hubungan yang baik – baik saja dengan teman – teman sepermainannya, walaupun terkadang Poe sering berselisih paham. Poe dan teman – temanya adalah para pengguna narkoba yang dulunya teman – teman Poe ini yang mengajarinya memakai narkoba. tapi sekarang Poe sudah banyak belajar dari kelompok para pemakai narkoba tersebut, hingga Poe sendiri sering menjual narkoba pada teman – temanya. Poe dan teman – temanya sering diikuti oleh para polisi, tapi iya dan teman – temanya mengetahui hal tersebut. Poe dan teman – temannya memilik banyak cara untuk menghindari incaran polisi tersebut. Poe mengatakan ketikaa kita memasuki seubuah kelompok, apalagi kelompok pengguna narkoba maka kita akan menjadi lebih pintar. Menurut Poe kita akan mengeluarkan berbagai macam cara yang secara tidak sadar dapat iya lakukan, seperti ketika Poe dikejar – kejar oleh polisi iya berhasil menghilangkan barang bukti tersebut, karena Poe belajar teknik tersebut dari teman – temannya. Poe sendri mengungkapkan bahwa sulit untuk kita keluar dari suatu kelompok pengguna narkoba, apalagi kita sudah terlanjur jauh memasuki kelompok tersebut.

Makan kelompok tersebut akan terus mengajak kita untuk menggunakan narkoba, sehingga sulit untuk Poe berhenti memakai narkoba.

Poe memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat lingkunganya. Poe sering bercerita – cerita dengan para tetangganya, seperti iya bercanda dan saling bergurau bersama – sama. Masyarakat di lingkungan Poe merupakan masyarakat yang tidak perduli dengan penyimpangan yang sering terjadi, seperti para pemakai, penjudi dan pengedar yang terdapat di lingjunganya. Masyarakat disini beranggapan yang penting kita tidak mengganggu kehidupan mereka, apapun yang mau kita lakukan mereka perduli. Termaksud Poe sendiri sebagai pengguna narkoba yang sering membeli narkoba atau transaksi pembelian di lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat mengetahui kalau Poe sering memakai dan membeli narkoba tersebut. Poe mengatakan masyarakat di lingkunganya sudah terbiasan melihat kegiatan tersebut. Masyarakat sendiri tidak pernah melaporkan hal tersebut, karena masyarakat disini sebahagian hidup dari menjual narkoba.

Mudah sekali menurut Poe untuk mendapatkan narkoba jenis ganja dan sabun di lingkunganya, karena daerahnya banyak sekali terdapat barang tersebut.

4.7.6 Profil Informan (Remaja)

Nama : Sadam (Smith)

Umur : 19 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Tingkat Pendidikan : SLTP Suku Bangsa : Melayu

Agama : Islam

Saat ini kegiatan Smith sehari – harinya hanya membantu abangnya berjualan di pasar. Abang Smith menjual makanan malam. Smith sudah berhenti sekolah semenjak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Dari kecil Smith tinggal bersama Nenek dan abangnya saja, karena orang tua Smith bekerja

di Luar Negeri. Di dalam keluarga Smith tidak memiliki aturan, karena orang tua Smith beranggapan bahwa setelah ia tamat sekolah dasar maka orang tuanya menganggap Smith sudah dewasa dan tau mana yang terbaik.

Smith mengatakan orang tuanya sudah lama bekerja di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sehingga Smith memutuskan berhenti untuk sekolah karena ia harus membiayai sekolahnya sendiri. Karena orang tua Smith hanya membiayai ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Sejak duduk di bangku Sekolah menengah pertama Smith tidak pernah meminta kepada orang tuanya.

Smith mengatakan ia menggunakan narkoba karena sering melihat Pamannya memakai narkoba dan berjualan narkoba. Pada saat itu Pamanya mengajak Smith untuk memakai narkoba dan membantunya berjualan. Sejak Smith duduk di bangku sekolah dasar ia sudah menggunakan narkoba. Smith diajari oleh Pamanya untuk memakai narkoba, dari bagaimana cara memakai narkoba sampai cara menjual narkoba semua Smith pelajarai dari Pamannya.

Smith juga mengatakan bahwa ia mendapatkan uang untuk membeli narkoba dari membantu Pamannya berjualan narkoba tersebut, karena ia biasanya diberikan persenan dari Pamannya. Orang tuanya mengetahui kalau ia menggunakan narkoba, tapi mereka hanya biasa saja. Sehingga tidak ada yang memperdulikan apa yang Smith lakukan. Smith mau berbuat apa saja tidak ada yang melarangnya.

Biasanya Smith menggunakan narkoba jenis sabu, ketika ia menggunakan sabu tersebut maka ia akan lebih semangat dan lebih tenang. Ketika Smith menggunakan sabu Smith tidak pernah merasa lelah, bahkan ia lebih aktif lagi

Dokumen terkait