• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Pembentuk Risiko

Bab V Kesimpulan dan Aksi Prioritas Mitigasi Risiko Pencucian Uang di Indonesia

2.3 Faktor Pembentuk Risiko

Berdasarkan ruang lingkup yang telah ditentukan, maka langkah berikutnya yaitu penentuan konteks risiko yang akan dilakukan guna mengetahui skala prioritas risiko. Adapun faktor pembentuk dalam penilaian risiko TPPU mencakup hal-hal berikut:

a. Risiko TPPU Domestik

i. Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Jenis Tindak Pidana Asal

Tabel 2 Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Jenis Tindak Pidana Asal

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi LTKT-TKM terindikasi TPA

Jumlah Frekuensi LT-TKM terindikasi TPA

Jumlah Frekuensi LTKM terindikasi TPA

Jumlah Frekuensi HA TPPU terindikasi TPA

Jumlah Frekuensi HP TPPU terindikasi TPA

Jumlah Frekuensi Penyidikan TPPU menurut TPA

Jumlah Frekuensi Penuntutan TPPU menurut TPA

Jumlah Frekuensi Putusan TPPU menurut TPA

Self-Assessment (expert judgement)

Karakteristik Pemidanaan TPPU pada Tindak Pidana

Kemampuan Deteksi Indikasi TPA oleh Pihak Pelapor

Kesulitan Asset Tracing menurut TPA oleh FIU

Kebijakan Penanganan Perkara TPPU (Pedoman Penanganan Perkara, Pemahaman NRA/

SRA, Penerapan RBI (Risk Based Investigation)

Self-Assessment (expert judgement)

Jumlah Nominal LTKT-TKM terindikasi TPA

Jumlah Nominal LT-TKM terindikasi TPA

Jumlah Nominal LTKM terindikasi TPA

Jumlah Nominal HA TPPU terindikasi TPA

Jumlah Nominal HP TPPU terindikasi TPA

Jumlah Nominal Penyidikan TPPU menurut TPA

Jumlah Nominal Penuntutan TPPU menurut TPA

Jumlah Nominal Putusan TPPU menurut TPA

Self-Assessment (expert judgement)

Adapun karakteristik pemidanaan TPPU berdasarkan jenis tindak pidana asal terbagi menjadi 3 (tiga) diantaranya: kejahatan extraordinary, kejahatan Ordinary tanpa Alternative Dispute Resolution atas penanganan perkara pidananya, dan kejahatan Ordinary dengan Alternative Dispute Resolution atas penananganan perkara pidananya. Pada kondisi Ordinary dengan Alternative Dispute Resolution, apabila proses pidana sudah tidak berjalan karena perkara dinilai telah selesai melalui penyelesaian secara alternative melalui penyelesaian administrative atau perdata, maka secara hukum tindak pidana asal tersebut diangap selesai tanpa melalui peradilan pidana.

ii. Faktor Risiko Menurut Profil Pelaku

Tabel 3 Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Profil Pelaku

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi LTKT-TKM menurut profil terlapor

Jumlah Frekuensi LT-TKM menurut profil terlapor

Jumlah Frekuensi LTKM menurut profil terlapor

Jumlah Frekuensi HA menurut profil terduga TPPU

Jumlah Frekuensi HP menurut profil terduga TPPU

Jumlah Frekuensi Penyidikan menurut profil pelaku TPPU

Jumlah Frekuensi Penuntutan menurut profil pelaku TPPU

Jumlah Frekuensi Putusan menurut profil pelaku TPPU

Self-Assessment (expert judgement)

Kemampuan Penanganan Perkara TPPU menurut profil pelaku TPPU

Jumlah Nominal LTKT-TKM

Jumlah Nominal LT-TKM menurut profil terlapor

Jumlah Nominal LTKM menurut profil terlapor

Jumlah Nominal HA menurut profil terduga TPPU

Jumlah Nominal HP menurut profil terduga TPPU

Jumlah Nominal Penyidikan menurut profil pelaku TPPU

Jumlah Nominal Penuntutan menurut profil pelaku TPPU

Jumlah Nominal Putusan menurut profil pelaku TPPU

Self-Assessment (expert judgement)

iii. Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

Tabel 4 Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Profil Pekerjaan Pelaku Individu

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi LTKT-TKM menurut profil pekerjaan terlapor individu

Jumlah Frekuensi LT-TKM menurut profil pekerjaan terlapor individu

Jumlah Frekuensi LTKM menurut profil pekerjaan terlapor TPPU individu

Jumlah Frekuensi HA menurut profil pekerjaan terlapor TPPU individu

Jumlah Frekuensi HP menurut profil pekerjaan terlapor individu

Jumlah Frekuensi Penyidikan TPPU menurut profil pekerjaan pelaku TPPU individu

Jumlah Frekuensi Penuntutan TPPU menurut profil pekerjaan pelaku TPPU individu

Jumlah Frekuensi Putusan TPPU menurut profil pekerjaan pelaku TPPU individu

Self-Assessment (expert judgement)

Kemampuan Penanganan Perkara TPPU menurut profil pekerjaan pelaku TPPU individu

Jumlah Nominal LTKT-TKM menurut profil pekerjaan terlapor individu

Jumlah Nominal LT-TKM menurut profil pekerjaan terlapor individu

Jumlah Nominal LTKM menurut profil pekerjaan terlapor individu

Jumlah Nominal HA menurut profil pekerjaan terlapor TPPU individu

Jumlah Nominal HP menurut profil pekerjaan terlapor TPPU individu

Jumlah Nominal Penyidikan TPPU menurut profil pekerjaan pelaku TPPU individu

Jumlah Nominal Penuntutan TPPU menurut profil pekerjaan pelaku TPPU individu

Jumlah Nominal Putusan TPPU menurut profil pekerjaan pelaku TPPU individu

Self-Assessment (expert judgement)

iv. Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Jenis Pelaku Badan Usaha

Tabel 5 Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Jenis Pelaku Badan Usaha

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Self-Assessment (expert

judgement) Self-Assessment (expert

judgement) Self-Assessment (expert

judgement)

v. Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Sektor Industri

Tabel 6 Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Sektor Industri

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi LTKT-TKM menurut sektor industri pelapor

Jumlah Frekuensi LT-TKM menurut sektor industri pelapor

Jumlah Frekuensi LTKM menurut sektor industri pelapor

Kerentanan Total Pihak Pelapor (Implementasi Program APUPPT, Kemampuan deteksi LTKM, Pengawasan Direksi, Pengawasan Dewan Komisaris, Kebijakan dan Prosedur, Pengendalian Internal, Sistem Informasi, Sumber Daya Manusia

Kerentanan Total Pengawasan dan Pengaturan Pihak Pelapor (Unit Khusus Pengawasan APUPPT, Pedoman PMPJ, Penerapan Risk Based Supervision (RBS), Cakupan Pembinaan dan Pengawasan, Pengenaan Sanksi)

Jumlah Nominal LTKT-TKM menurut sektor industri pelapor

Jumlah Nominal LT-TKM menurut sektor industri pelapor

Jumlah Nominal LTKM menurut sektor industri pelapor

vi. Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Wilayah Geografis

Tabel 7 Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Wilayah Geografis

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi LTKT-TKM menurut wilayah geografis kejadian transaksi

Jumlah Frekuensi LTKM menurut wilayah geografis kejadian transaksi

Jumlah Frekuensi HA TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Frekuensi HP TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Total Frekuensi Penyidikan TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Frekuensi Penuntutan TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Frekuensi Putusan TPPU menurut wilayah geografis

Self-Assessment (expert judgement)

Kemampuan Penanganan Perkara TPPU menurut wilayah geografis wilayah hukum

Jumlah Nominal LTKT-TKM menurut wilayah geografis kejadian transaksi

Jumlah Nominal LTKM menurut wilayah geografis kejadian transaksi

Jumlah Nominal HA TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Nominal HP TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Nominal Penyidikan TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Nominal Penuntutan TPPU menurut wilayah geografis

Jumlah Nominal Putusan TPPU menurut wilayah geografis

Self-Assessment (expert judgement)

vii. Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Tipologi

Tabel 8 Faktor Risiko TPPU Domestik Menurut Tipologi

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Self-Assessment (expert

judgement) Self-Assessment (expert

judgement) Self-Assessment (expert judgement)

b. Risiko TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk)

i. Faktor Ancaman TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Jenis Tindak Pidana Asal

Tabel 9 Faktor Ancaman TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Jenis Tindak Pidana Asal

ANCAMAN

Jumlah Frekuensi Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan (Incoming) menurut indikasi TPA TPPU

Jumlah Frekuensi Permintaan Mutual Legal Assisstance (MLA Incoming) menurut indikasi TPA TPPU

Jumlah Frekuensi Kasus TPPU dari FIU Luar Negeri menurut indikasi TPA

Analisis PESTEL

ii. Faktor Risiko TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Negara Asal TPA

Tabel 10 Faktor Risiko TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Negara Asal TPA

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi Permintaan Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan (Incoming) menurut negara

Jumlah Frekuensi Permintaan Mutual Legal Assisstance (MLA Incoming) menurut negara

Jumlah Frekuensi IFTI Incoming-TKM menurut negara pengirim

Basel AML Index Menurut

Negara Periode 2020 Jumlah Nominal Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan (Incoming) menurut negara

Jumlah Nominal Permintaan Mutual Legal Assisstance (MLA) menurut negara

Jumlah Nominal IFTI Incoming-TKM menurut negara pengirim

iii. Faktor Risiko TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

Tabel 11 Faktor Ancaman TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi IFTI Incoming- TKM menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

Kemampuan Penanganan Perkara TPPU menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

Jumlah Nominal IFTI Incoming-TKM menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

iv. Faktor Ancaman TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Jenis Bidang Usaha

Tabel 12 Faktor Ancaman TPPU dari Luar Negeri (Inward Risk) Menurut Jenis Bidang Usaha

ANCAMAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi IFTI Incoming-TKM menurut

Jenis Bidang Usaha Pelaku Badan Usaha Jumlah Nominal IFTI Incoming-TKM menurut Jenis Bidang Usaha Pelaku Badan Usaha

c. Risiko TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk)

i. Faktor Ancaman Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Jenis Tindak Pidana Asal

Tabel 13 Faktor Ancaman TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Jenis Tindak Pidana Asal

ANCAMAN

Jumlah Frekuensi Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan (Outgoing) menurut indikasi TPA TPPU

Jumlah Frekuensi Permintaan Mutual Legal Assisstance (MLA Outgoing) menurut indikasi TPA TPPU

Jumlah Frekuensi Kasus dari FIU Luar Negeri menurut indikasi TPA TPPU

Analisis PESTEL

ii. Faktor Risiko TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Negara Tujuan

Tabel 14 Faktor Risiko TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Negara Tujuan

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi Permintaan Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan (Outgoing) menurut negara

Jumlah Frekuensi Permintaan Mutual Legal Assisstance (MLA Outgoing) menurut negara

Jumlah Frekuensi IFTI Outgoing -TKM menurut negara penerima

Basel AML Index menurut

negara periode 2020 Jumlah Nominal Pertukaran Informasi Intelijen Keuangan (Outgoing) menurut negara

Jumlah Nominal Permintaan Mutual Legal Assisstance (MLA) menurut negara

Jumlah Nominal IFTI Outgoing -TKM menurut negara penerima

iii. Faktor Risiko TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

Tabel 15 Faktor Risiko TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Jenis Profil Pekerjaan Pelaku Individu

ANCAMAN KERENTANAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi IFTI Outgoing

-LTKM Kemampuan Penanganan

Perkara TPPU Jumlah Nominal IFTI Outgoing -LTKM

iv. Faktor Ancaman TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Jenis Bidang Usaha

Tabel 16 Faktor Ancaman TPPU Ke Luar Negeri (Outward Risk) Menurut Jenis Bidang Usaha

ANCAMAN DAMPAK

Jumlah Frekuensi IFTI Outgoing -TKM menurut

Jenis Bidang Usaha Pelaku Badan Usaha Jumlah Nominal IFTI Outgoing-TKM menurut Jenis Bidang Usaha Pelaku Badan Usaha

d. Faktor Ancaman TPPU Yang Baru Muncul dan/atau Berkembang

Tabel 17 Faktor Ancaman TPPU Yang Baru Muncul dan/atau Berkembang

ANCAMAN

Kajian Literatur

Self-Assessment (expert judgement)

Focus Group Discussion

Analisis PESTEL

e. Metode Penilaian Risiko

Setelah proses identifikasi terhadap faktor pembentuk risiko atas setiap masing- masing konteks atau PoC (Point of Concern) dari setiap variabel yang telah diidentifikasi, maka pada tahap selanjutnya dilakukan teknik pembobotan atas fakor pembentuk risiko tersebut. Berikut adalah pembobotan yang telah dilakukan berdasarkan pendekatan Analisis Hierarki Proses (AHP).

Tabel 18 Pembobotan Faktor Terhadap Kategori

KATEGORI FAKTOR BOBOT

Transaction Based LT-TKM, LTKT-LTKM, LTKM 1

Intelligence Based HA, HP 2

Investigation Based Hasil penyidikan 3

Prosecution Based Hasil penuntutan 4

Conviction Based Hasil putusan 5

Tabel 19 Perbandingan Pembobotan Riil dan Potensial

KATEGORI FAKTOR BOBOT

Riil Transaction, Intelligence, Investigation, Prosecution,

Conviction 2

Potensial Persepsi (Self-Assessment Pihak Pelapor, FIU, LPP,

Apgakum) 1

Sebagaimana diketahui dari tabel 18 di atas, pembobotan ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa putusan memiliki bobot terbesar yakni 5, sementara basis laporan transaksi paling kecil yakni 1. Alasan dari pembobotan ini terutama adalah bahwa basis putusan pengadilan telah memiliki kekuatan hukum tetap dan kerugian yang dinyatakan dalam putusan pengadilan tersebut telah terbukti secara sah melalui proses penyidikan hingga peradilan. Pembobotan pada faktor riil dengan bobot 2 dan faktor self- assessment yang akan digunakan dalam pengukuran tingkat potensial dengan bobot 1.

Selanjutnya dilakukan teknik kuantifikasi terhadap setiap variabel dengan mentransformasikan volume ancaman, kerentanan, dan dampak ke dalam skala 3-9 yang menunjukan skala risiko rendah, menengah dan tinggi. Transformasi kuantitatif ini dilakukan dengan menggunakan metode min-max. Transformasi kuantitatif dijelaskan dalam gambar 3.

Gambar 3 Tranformasi Kuantitatif

Skala terkecil adalah 3 dan skala terbesar 9, baik untuk variabel ancaman, kerentanan dan dampaknya. Sesuai dengan formula penilaian risiko, setelah memperoleh nilai kuantitas ancaman dan kerentanan, keduanya kemudian dijumlahkan untuk memperoleh nilai kecenderungan (likelihood). Sesuai dengan formula risiko, setelah memperoleh nilai kecenderungan yang telah dilakukan transformasi ke dalam skala 3-9, kemudian skala kecenderungan dikalikan dengan skala dampak untuk mendapatkan nilai risiko. Nilai risiko masing-masing PoC tersebut kemudian dibagi ke dalam tiga tingkatan, sebagai berikut:

Tabel 20 Rumusan Tingkat Risiko

RENTANG NILAI

RISIKO TINGKAT

RISIKO PENJELASAN

7 < x ≤ 9 Tinggi Jumlah dan nilai yang siginfikan terkait TPPU; serta

memerlukan perhatian yang sangat segera

5 ≤ x ≤ 7 Menengah

Jumlah dan nilai yang cukup signifikan terkait TPPU; serta memerlukan pemantauan berkelanjutan untuk menentukan kemungkinan diperlukan eskalasi penanganan secara seger

dan/atau pada waktunya

3 ≤ x < 5 Rendah Jumlah dan nilai yang rendah dan/atau terbatas terkait

TPPU; serta memerlukan Tindakan yang lebih rendah atau diperlukan respon berupa pemantauan

Tahapan evaluasi ini berisikan proses pengambilan hasil yang ditemukan selama proses analisis untuk menentukan prioritas dalam mengatasi risiko, dengan mempertimbangkan tujuan penilaian risiko pada awal proses penilaian. Tahapan ini sekaligus berkontribusi dalam pengembangan strategi untuk mitigasi risiko yang mengarah ke pengembangan strategi untuk mengatasi risiko.