ANTI PENCUCIAN UANG DI INDONESIA
G. Kerja Sama Bilateral dengan US Department of Justice – OPDAT
5. Kerjasama Luar Negeri
h. Nota Kesepahaman antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada tanggal 29 Januari 2020 tentang Pelaksanaan Penegakan Hukum di Bidang Pelayaran.
i. Perjanjian Kerjasama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia tentang Penegakan Hukum di Bidang Perpajakan tanggal 29 Maret 2021.
j. Keputusan Bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Jaksa Agung Republik Indonesia tentang Penegakan Hukum Terpadu terhadap Pelaku Tindak Pidana Kebakaran Hutan dan/atau Lahan dalam Lingkup Tindak Pidana Lingkungan Hidup tanggal 6 Mei 2021.
k. Nota Kesepahaman antara Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia dengan Kejaksanan Republik Indonesia dan Kepolsian Negara Republik Indonesia tentang Kerjasama dalam Pemberantasan Korupsi tanggal 22 Mei 2021.
e. Kerja sama dengan Negara Jerman dalam Declaration of Intent between the Indonesian National Police and The Federal Ministry of The Interior of The Federal Republic of Germany On Preventing and Combating Transnational Crimes and Capacity Building.
f. Kerja sama dengan Negara Rumania dalam Agreement between the Government of The Republic of Indonesia And the Government of Romania On Cooperation in Preventing and Combating Transnational Organized Crime, Terrorism and Other Types of Crime.
g. Kerja sama dengan Negara Turki dalam Memorandum of Intent between The Indonesian National Police and The National Police of The Republic of Turkey on Preventing and Combating Transnational Crime and Building Capacity.
h. Kerja sama dengan Negara Republik Rakyat Tiongkok dalam Agreement on Cooperation between the National Police of the Republic of Indonesia and the Ministry of Public Security of the People’s Republic of China.
i. Kerja sama dengan Negara Korea Selatan dalam Arrangement on Cooperation Between the National Police of Korea and the Indonesian National Police.
j. Kerja sama dengan Negara Brunei Darusalam Memorandum of Understanding between the Indonesian National Police and the Royal Brunei Police Force on Cooperation in Combating Transnational Crime and Capacity Building.
k. Kerja sama dengan Negara Malysia dalam Memorandum of Understanding on Combating Illicit Trafficking in Narcotic Drugs, Psychotropic Substances, Precursors, Hazardous Materials and Enhancement of Police Cooperation.
l. Kerja sama dengan Negara Filipina dalam Memorandum of Understanding on Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes
m. Kerja sama dengan Negara Timor Leste Technical Arrangement Between the Indonesian National Police and Timor Leste National Police on Capacity Building.
n. Kerja sama dengan Negara Australia dalam Arrangement between the Indonesian National Police and the Australian Federal Police on Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes.
o. Kerja sama dengan Negara Namibia dalam Memorandum of Understanding on Preventing and Combating Transnational Crimes and Capacity Building.
p. Kerja sama dengan Negara Arab Saudi dalam Cooperation Agreement in Combating Crimes between the Indonesian National Police of the Republic of Indonesia and the Ministry of Interior of the Kingdom of Saudi Arabia.
o. Kerja sama dengan Negara Iran dalam Letter of Intent between the Indonesian National Police and the Law Enforcement Force of the Islamic Republic of Iran on People Cooperation.
r. Kerja sama dengan Negara Iran dalam Memorandum of Understanding between the Indonesian National Police of the Republic of Indonesia and the Public Security Directorate of Jordan on Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes and Enhancing Capacity Building.
3.5.2 Kejaksaan Agung Republik Indonesia
Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, Kejaksaan adalah lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan Negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan Undang-Undang. Dalam perkembangan sistem ketatanegaraan di Indonesia, lembaga Kejaksaan merupakan bagian dari lembaga eksekutif yang tunduk kepada Presiden. Akan tetapi, apabila dilihat dari segi fungsi Kejaksaan merupakan bagian dari lembaga yudikatif. Berdasarkan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, berikut adalah tugas dan wewenang Kejaksaan yaitu sebagai berikut:
(1) Di bidang pidana
a. Melakukan penuntutan;
b. Melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putuan pidana beryarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat;
d. Melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang-undang;
dan
e. Melengkapi berkas perkar tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik.
(2) Di bidang perdata dan tata usaha negara
Kejaksaan dengan kuasa khusus, dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah.
(3) Dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum, Kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan:
a. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat;
b. Pengamanan kebijakan penegakan hukum;
c. Pengawasan peredaran barang cetakan;
d. Pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masayarakat dan Negara;
e. Penceegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama; dan f. Penelitian dan pengembangan hukum serta statistik kriminal.
Di dalam UU TPPU, Kejaksaan memiliki kewenangan penyidikan terhadap tindak pidana pencucian uang dengan indikasi tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 UU TPPU sesuai dengan kewenangan Kejaksaan sebagaimana diatur di dalam peraturan perundang- undangan.
1. Peraturan dan Kebijakan
Kejaksaan Agung dalam melaksanakan tugas sebagai lembaga penegak hukum yang berwenang melakukan penanganan perkara pencucian uang telah menetapkan beberapa peraturan dan kebijakan program APU-PPT, diantaranya:
a. Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor PER-028/A/JA/10/2014 tentang Pedoman Penanganan Perkara Pidana Dengan Subyek Hukum Korporasi;
b. Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor Per-013/A/JA/06/2014 tentang Pemulihan Aset;
c. Surat Edaran Jaksa Agung Nomor: B-355/A/SKJA/10/2020 perihal Peningkatan Penerapan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Penanganan Kasus/Perkara Berkaitan dengan Kejahatan Finansial;
d. Surat Edaran Jaksa Agung Nomor: B-36/A/Ft.1/06/2009 tentang Korporasi sebagai Tersangka atau Terdakwa dalam Tindak Pidana Korupsi;
e. Pedoman Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pedoman Tuntutan Perkara Tindak Pidana Korupsi;
f. Pedoman Jaksa Agung Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Tuntutan Perkara Tindak Pidana Di Bidang Perpajakan;
g. Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-157/F/Fd.1/01/ 2019 tanggal 29 Januari 2019 perihal Petunjuk Teknis Permohonan Penanganan Harta Kekayaan dalam Tindak Pidana Pencucian Uang atau Tindak Pidana Lain;
h. Surat Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-397/F/Ft/03/2019 tanggal 20 Maret 2019 perihal Tuntutan Pidana Denda Dalam Perkara Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, Kepabeanan dan Cukai;
i. Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-845/F/Fjp/05/2018 tanggal 04 Mei 2018 perihal Petunjuk Teknis Pola Penanganan Perkara Tindak Pidana Khusus yang Berkualitas; 15. Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B360/F.2/
Fd.1/02/2014 tanggal 11 Februari 2014 perihal Penerapan Tindak Pidana Kolusi dan Nepotisme;
j. Surat Jampidsus Nomor B-1648/F/Fjp/09/2020 tanggal 14 September 2020 perihal Evaluasi Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi; dan
k. Surat Jampidsus Nomor B-1650/F/Fjp/09/2020 tanggal 14 September 2020 perihal Program Optimalisasi Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi.
2. Capaian Keberhasilan
Kejaksaan Agung dalam melaksanakan tugas sebagai lembaga penegak hukum telah menghasilkan beberapa capaian keberhasilan dalam penanganan perkara pencucian uang, diantaranya optimalisasi atau pengoptimalan penanganan perkara tindak pidana khusus di masa pandemi Covid-19 sebagai suatu proses atau cara untuk menjadi paling baik atau paling tinggi, adalah perlu dilakukan, yaitu dengan cara mengambil langkah dan strategi yang tepat. Dalam kaitan itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah membuat beberapa kebijakan dengan menerbitkan:
a. Surat Jampidsus Nomor B-1648/F/Fjp/09/2020 tanggal 14 September 2020 perihal Evaluasi Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi.
b. Surat Jampidsus Nomor B-1649/F/Fjp/09/2020 tanggal 14 September 2020 perihal Penyampaian Memorandum Jaksa Agung Republik Indonesia.
c. Surat Jampidsus Nomor B-1650/F/Fjp/09/2020 tanggal 14 September 2020 perihal Program Optimalisasi Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi.
Telah dilakukan penuntutan terhadap para terdakwa tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana investasi PT AJS sebagai berikut:
a. HP (mantan Dir. Keu PT. AJS), dituntut seumur hidup, dan telah divonis Pengadilan Negeri dengan hukuman seumur hidup (Proses Kasasi).
b. JHT (swasta), dituntut seumur hidup dan telah divonis Pengadilan Negeri dengan hukuman seumur hidup (Proses Kasasi).
c. HR (mantan Dirut PT. AJS), dituntut seumur hidup dan telah divonis Pengadilan Negeri dengan hukuman seumur hidup (Proses Kasasi).