Penyusunan kajian risiko nasional tindak pidana pencucian uang di Indonesia bukanlah hal baru. Pemutakhiran National Holistic Money Laundering Risk Assessment (HAML) tahun 2021 merupakan langkah penting dan relevan untuk merespons dinamika perkembangan kebutuhan nasional dan internasional.
ANALISIS RISIKO UTAMA PENCUCIAN UANG TAHUN 2021
KESIMPULAN PENILAIAN RISIKO
- Latar Belakang
- Tujuan
- Output
- Sistematika Laporan
Makalah Penilaian Risiko Kejahatan Pencucian Uang Indonesia Research Group 2019: https://www.ppatk. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT) dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPSPM) secara komprehensif pada tahun 2021.
Pendahuluan
Metodologi Penelitian
Kerangka Hukum Anti Pencucian Uang di Indonesia
Analis Risiko Utama Pencucian Uang Tahun 2021 di Indonesia
Kesimpulan dan Aksi Prioritas Mitigasi Risiko Pencucian Uang di Indonesia
Metode Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan dalam pemutakhiran Penilaian Risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Holistik Nasional Tahun 2021 adalah desain metode campuran sekuensial eksplanatori. Panduan yang digunakan dalam pemutakhiran Penilaian Risiko Pencucian Uang Nasional (TPPU) Holistik 2021 mengacu pada praktik terbaik internasional dalam Penilaian Nasional Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris (FATF Guidance)3, Dukungan Penilaian Risiko untuk Pencucian Uang/Pendanaan Teroris (Bank Dunia)4 dan tinjauan terhadap strategi Dana Anti Pencucian Uang dan Anti Pendanaan Teroris (IMF)5.
Ruang Lingkup dan Kerangka Pikir Penilaian Risiko
Pedoman ini juga menjadi acuan dalam penyusunan kajian risiko nasional Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada tahun 2015 dan 2019. Secara keseluruhan, gambaran konsep kajian risiko nasional dimaksudkan sebagai masukan bagi Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. kejahatan.
Faktor Pembentuk Risiko
Jenis bidang usaha pelaku badan usaha • Jumlah nominal TKM yang masuk IFTI sesuai dengan jenis bidang usaha pelaku badan usaha. Jenis bidang usaha pelaku badan usaha • Jumlah nominal TKM keluar IFTI sesuai dengan jenis bidang usaha pelaku badan usaha.
Basis Data
Responden yang berasal dari perwakilan aparat penegak hukum JPZH (pusat dan daerah) sebanyak 583 orang dengan rata-rata respon rate sebesar 95,33%. 8 disurvei oleh perwakilan lembaga pengawas dan pengatur dengan tingkat respons rata-rata 100%.
Tahapan Kegiatan Penilaian Risiko Nasional Terhadap Pencucian Uang Tahun 2021 Dalam melakukan penilaian risiko nasional terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang
Tahapan Persiapan (Januari-Oktober 2020)
Pelaksanaan Pendalaman dan Pendampingan kepada Pelapor dan Asosiasi secara virtual pada tanggal 12 Oktober 2020.
FGD Policy Briefing NRA Indonesia 2021 bersama Penyedia Platform E-Trade dan Asosiasi Teknologi Finansial Reksa Dana Indonesia serta Kemenko Perekonomian pada 19 Mei 2021. FGD Pameran Virtual Hasil Konsolidasi dan Penilaian Risiko 2021 bersama Tim NRA 2021220.
Tahapan Peluncuran atau Diseminasi (Agustus 2021)
FGD Analisa PESTEL dan kajian risiko bersama pakar dalam negeri antara lain pakar politik (Dr. Yunus Husein, S.H., LL.M.), pakar ekonomi (Faisal H. Basri, S.E., M.A.), pakar sosial (Prof. FGD rumusan awal langkah TPPU Langkah Perbaikan dan Tindakan Prioritas pada 22-24 November 2020 di Bandung.
KERANGKA HUKUM
ANTI PENCUCIAN UANG DI INDONESIA
Kerangka Hukum Anti Pencucian Uang di Indonesia
Komite TPPU akan memfokuskan tugasnya pada perumusan kebijakan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang menggunakan pendekatan “follow the money” dalam mencegah dan memberantas tindak pidana.
Rezim Anti Pencucian Uang Di Indonesia
Komite NJPZ disempurnakan melalui penetapan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Hasil yang dihasilkan Komite MPPU adalah pembahasan dan tindak lanjut isu-isu strategis serta penyusunan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (STRANAS TPPU).
Stranas TPPU Tahun 2007-2011
Stranas TPPU-TPPT Tahun 2012-2016
Stranas TPPU-TPPT Tahun 2017-2019
Stranas TPPU Tahun 2020-2024
- Peraturan dan Legislasi Anti Pencucian Uang
- Rancangan Undang-Undang (RUU)
- Peraturan dan Regulasi
- Lembaga Pengawas dan Pengatur
- Lanskap Pengawasan dan Pengaturan Pencucian Uang Di Indonesia
- Otoritas Jasa Keuangan
Jurnalis dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2021. Surat Edaran Kepala PPATK Nomor 08 Tahun 2019 Tentang Indikator Transaksi Keuangan Mencurigakan Terkait Kejahatan Narkoba.
Peraturan dan Kebijakan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan salah satu Lembaga Pengawas dan Pengatur (SRA) dalam Rezim APU-PPT. OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap seluruh kegiatan sektor jasa keuangan. Kegiatan jasa keuangan di sektor asuransi, dana pensiun, lembaga keuangan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.
Ketentuan Eksternal
- Capaian Keberhasilan
- Upaya Mitigasi Risiko TPPU Periode 2016-2020
- Kerjasama Domestik
- Kerjasama Internasional
- Bank Indonesia
- Peraturan dan Kebijakan a. Ketentuan Eksternal
Kegiatan peningkatan kapasitas selanjutnya adalah menyelenggarakan workshop pendampingan penerapan program APU-CFT berbasis risiko untuk tingkat teknis. Pedoman Penerapan APU-PPT Berbasis Risiko bagi Penyelenggara Transfer Dana Non Bank (PTD) dan KUPVA. Pedoman pemantauan APU-PPT berbasis risiko terhadap uang elektronik (UE), dompet elektronik (DE), dan alat pembayaran kartu (APMK).
Risk and Policy
Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Penerapan APU-PPT bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran Non Bank dan KUPVA Non Bank sesuai dengan rekomendasi FATF 40. Bank Indonesia telah menerbitkan pedoman penerapan APU-PPT berbasis risiko bagi operator serta pedoman pengawasan APU-PPT berbasis risiko bagi internal Bank Indonesia. 23/24/PADG INTERN/2021 tentang Pedoman Pengawasan APU-PPT Berbasis Risiko Terhadap KUPVA BB dan PTD BB; sebaik.
Licensing
Bank Indonesia menerbitkan pedoman umum pemeriksaan dalam keadaan tertentu sebagai pedoman pengawasan pada masa pandemi COVID-19.
Supervision
Bank Indonesia secara berkala melakukan pengawasan tematik berdasarkan inisiasi Bank Indonesia dan masukan dari otoritas terkait sesuai dengan perkembangan permasalahan TPPU/TPPT/PPSPM yang memerlukan perhatian. Pengenaan sanksi administratif dan pencabutan izin terhadap PJSP non bank dan KUPVA non bank yang melanggar ketentuan APU-PPT.
Enforcement
National & International Coordination
Communication and Outreach
- Kerjasama Domestik
- Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah
- Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
- Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan
- Direktorat Jenderal Adminstrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Ham Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) adalah salah satu
- Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional
- Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, Kementerian Keuangan
- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Penerapan Prinsip Pengakuan Pengguna Jasa Notaris. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Penerapan Prinsip Pengakuan Pengguna Jasa Notaris telah diterbitkan. Peraturan Pokok PPATK Nomor 11 Tahun 2017 tentang Penerapan Prinsip Pengenalan Pemakai Jasa Pada Pejabat Pembuat Akta Tanah.
Optimalisasi Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang
Penguatan Sinergitas Kelembagaan
Keterlibatan Aktif Berbagai Satuan Tugas (Satgas) (1) Satuan Tugas Waspada Investasi
Financial Action Task Force
Asia Pacific Group on Money Laundering
Egmont Group of Financial Intelligence Units
Berbagai bentuk kerja sama internasional terkait program anti pencucian uang yang dilaksanakan PPATK hingga tahun 2020 adalah sebagai berikut: 4) PPATK mengikuti pertemuan kelompok kerja Egmont pada bulan Februari 2021. Hasil pertemuan tersebut untuk melihat perkembangan saat ini proyek dan proyek baru yang akan dibahas oleh Information Exchange Working Group (IEWG), dan Technical Assistance Initiatives and Training Working Group (TATWG) dalam penerbitan Buku II Egmont Best Case Award (BECA). Buku tersebut memuat 8 kasus dari wilayah APRG, termasuk 1 kasus dari Indonesia yaitu: “Penggunaan sistem remitansi dan organisasi nirlaba untuk mendanai terorisme (Indonesia, PPATK)”.
Financial Intelligence Consultative Group (FICG)
Regional Sharing of Domestic PEPs List, dimana proyek ini bertujuan untuk memberikan pertukaran informasi secara spontan mengenai Politically Expose Persons (PEPs) kepada FIU di wilayah tersebut untuk deteksi dini pencucian uang. ii) Alur Kerja Platform Berbagi Informasi (ISP). Proyek ini bertujuan untuk membangun platform yang aman untuk pertukaran intelijen dan informasi antar FIU di wilayah tersebut. Hasil dari proyek ini adalah kompilasi perangkat gangguan terkait pendanaan teroris di wilayah tersebut.
Kerja Sama Bilateral dengan UNODC Indonesia
Kerja Sama Bilateral dengan AUSTRAC
Selain itu, program peningkatan kapasitas sumber daya manusia PPATK juga dilakukan melalui International Fundamental Course (IFC) dan Financial Intelligence Analysis Course (FIAC) secara daring. AUSTRAC juga mendukung Indonesia dalam menjalin Kemitraan Pemerintah Swasta (KPS) dengan mengadakan webinar yang mengundang negara-negara yang telah menerapkan KPS di negaranya masing-masing, antara lain Singapura, Malaysia, Australia, Inggris, dan Kanada. Pengalaman yang dibagikan para narasumber dalam webinar tersebut menjadi salah satu masukan bagi pembentukan PPP di Indonesia yang telah di-soft-launching pada Desember 2020.
Kerja Sama Bilateral dengan US Department of Justice – OPDAT
- Lembaga Penegak Hukum
- Kepolisian Negara Republik Indonesia
- Kerjasama Luar Negeri
- Kejaksaan Agung Republik Indonesia
Peraturan Kapolri Nomor 17 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pemberian Perlindungan Khusus Terhadap Pelapor dan Saksi Tindak Pidana Pencucian Uang. Pengungkapan tindak pidana pemerasan dan/atau tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka Tn. Sehubungan dengan hal tersebut, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus telah mengambil beberapa kebijakan dengan mengeluarkan :.
Penuntutan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Dana Investasi oleh PT AJS
Penuntutan terhadap para terdakwa tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dana investasi PT AJS telah dilakukan sebagai berikut: Isyarat PT. AJS), divonis penjara seumur hidup dan divonis oleh pengadilan seumur hidup (sidang kasasi). Mengoptimalkan pemulihan aset (asset recovery) sebagai upaya penyelamatan dan pemulihan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara yang timbul akibat tindak pidana khusus (korupsi).
Penyelamatan Keuangan Negara
Penanganan tindak pidana korupsi hanya terfokus pada pemulihan kerugian keuangan negara, sedangkan di sisi lain kerugian ekonomi negara akibat tindak pidana korupsi belum menjadi pedoman baku penanganan aparat penegak hukum di Indonesia. Hal ini menyebabkan tingkat pemulihan keuangan masyarakat seringkali tidak sebanding dengan opportunity cost dan melipatgandakan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi.
Inisiasi dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi yang Merugikan Perekonomian Negara
Penyelamatan Keuangan Negara oleh Bidang Pidana Khusus
Kerjasama Domestik dan Luar Negeri
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- Badan Narkotika Nasional (BNN)
- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Pada tahun 2017, BNN bersama kepolisian Indonesia menyiapkan Penilaian Risiko Pencucian Uang (SRA) sektoral untuk kejahatan terkait narkoba. Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: SE-08/BC/2017 tentang Optimalisasi Penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: Kep-259/BC/2020 tentang Satuan Tugas Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Upaya Mitigasi Risiko Periode 2016-2020
- Direktorat Jenderal Pajak
- Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
- Hakim
Dalam hal terjadi tindak pidana di bidang perpajakan, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) hanya memberikan wewenang kepada PPNS Direktorat Jenderal Pajak untuk melakukan penyidikan. Hal ini berdasarkan pasal 44 ayat (1) yang menyatakan bahwa penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan hanya dapat dilakukan oleh pejabat Negara tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) yang mempunyai wewenang khusus sebagai penyidik tindak pidana. di bidang perpajakan. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2013 tentang Petunjuk Penanganan Perkara, Tata Cara Penyelesaian Permohonan Penanganan Harta Kekayaan Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang.
Langkah Mitigasi Risiko
- Jenis-Jenis Pencucian Uang dan Kriminalisasi Pencucian Uang
- Self-Laundering
- Stand Alone Money Laundering
- Third Party Money Laundering
- Lanskap Penilaian Risiko Pencucian Uang Di Indonesia Periode 2015-2020
Yang dimaksud dengan tindak pidana pencucian uang yaitu pencucian uang yang dilakukan oleh orang yang tidak terlibat langsung dalam tindak pidana sebelumnya. Atas perbuatan tersebut, NAW terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan “menahan harta benda yang diketahuinya atau patut diyakininya sebagai hasil tindak pidana korupsi” sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU TPPU. Berikut gambaran hasil penilaian risiko pencucian uang yang dihasilkan, yaitu:
Lanskap Risiko Utama TPPU Supra Nasional
Sejak tahun 2015-2020, identifikasi, analisis, dan penilaian risiko telah dilakukan di berbagai tingkatan, mulai dari risiko sektoral (SRA), risiko nasional (NRA), risiko regional atau supranasional melalui Regional Risk Assessment (RRA) di ASEAN. Ditambah wilayah Australia dan Selandia Baru. Indonesia telah melakukan penilaian risiko TPPU dan TPPT secara nasional pada tahun 2015 dan melakukan pemutakhiran pada tahun 2019. Perubahan risiko pajak TP dari TPA risiko tinggi dengan potensi TPPU menjadi risiko menengah disebabkan oleh menguatnya rezim perpajakan di Indonesia pasca NRA berupa pengesahan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty).
Resume Risiko Utama Sektoral
Loket (tunai) merupakan saluran distribusi yang mempunyai risiko tinggi untuk digunakan sebagai sarana transaksi keperluan TPPU. Pengusaha/pengusaha (perorangan), pejabat lembaga negara (eksekutif, legislatif, dan yudikatif), serta pengurus partai politik merupakan klien yang berisiko tinggi untuk melakukan TPPU. TEMUAN UTAMA DOKUMEN LPP/LPH. delivery channel) yang mempunyai risiko tinggi untuk digunakan sebagai sarana transaksi keperluan TPPU.
ANALISIS RISIKO UTAMA
PENCUCIAN UANG TAHUN 2021 DI INDONESIA
Analisis Risiko Tindak Pidana Pencucian Uang Domestik Di Indonesia
- Jenis Tindak Pidana Asal
- Pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang
- Sektor Industri
Berdasarkan hasil analisis faktor risiko TPPU yang dilakukan pelaku, diketahui bahwa badan hukum dan perseorangan termasuk dalam kategori risiko tinggi TPPU Dalam Negeri. Sedangkan risiko TPPU menurut profil pekerjaan individu menunjukkan bahwa pejabat lembaga legislatif dan pemerintah serta pegawai BUMN/BUMD (termasuk pensiunan) termasuk dalam kategori risiko tinggi terjadinya TPPU. Peta risiko TPPU secara lengkap berdasarkan sektor industri dirinci pada gambar berikut.
1) Tindakan Supresif oleh Bank Indonesia (BI)
Peningkatan kerjasama atau Nota Kesepahaman antara Lembaga Pengawas dan Pengatur dengan Kementerian/Lembaga lain serta perwakilan asosiasi dan industri. Peningkatan Koordinasi Dalam Negeri dengan Kementerian/Lembaga terkait dalam pengendalian kegiatan industri KUPVA BB, Investasi dan Peer to Peer Lending ilegal atau tidak berizin.13. Berikut tindakan represif yang dilakukan lembaga pengawas dan pengatur untuk menjaga integritas sistem keuangan terhadap tindak pidana TPPU, antara lain:.
2) Tindakan Supresif oleh Bank Indonesia (BI)
3) Tindakan Supresif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
5) Tindakan Supresif oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
- Wilayah Geografis
- Tipologi Pencucian Uang
- MONEYVAL Typologies Wor 14
- EGMONT Typologies
- APG Typologies 15
- Studi Kasus Pencucian Uang
- Kasus Pencucian Uang Hasil Tindak Pidana Korupsi
Berdasarkan sejumlah studi literatur internasional antara lain Council of Europe Anti-Money Laundering Group (MONEYVAL), EGMONT dan Asia/Pacific Money Laundering Group (APG), teridentifikasi beberapa tipologi yang muncul dan berkembangnya tipologi berdasarkan tentang praktik terbaik dalam menangani kasus pencucian uang. Sedangkan tipologi lainnya antara lain penggunaan sektor non-keuangan, valuta asing, pembauran (penggabungan hasil kejahatan menjadi transaksi yang sah), penggunaan kartu kredit, cek, kontrak utang, pencucian uang dan transfer pricing berbasis perdagangan, perdagangan perhiasan. dan logam mulia, bank, layanan transfer dana/hawala ilegal/alternatif, penggunaan mata uang virtual, pembelian aset berharga (seni, barang antik, dll.), penggunaan bank luar negeri, perusahaan bisnis internasional dan perwalian luar negeri, penggunaan perusahaan depan untuk Hasil tindak pidana, tindak pidana di bidang perpajakan dan kegiatan perjudian online merupakan tipologi kategori pencucian uang dengan risiko sedang. Perluasan jumlah pelapor, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2015 tentang Pelapor dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
1) Kasus Terpidana Atas Nama ES
SS dikirim dari rekening PT AA ke rekening Summerville Pacific Inc di Bank U Singapura dengan nomor rekening 132xxx. SS meneruskannya ke rekening WI, Ltd di Bank U Singapura dengan nomor rekening 153xxx PROSES PEMBELIAN 3. ES juga menerima dana dari SS sebesar SGD.6.470 dan SGD.975 untuk menutup rekening A.N Woodlake International Limited di Bank. U Singapura dengan nomor rekening 153xxx.
KASUS TERPIDANA ATAS NAMA ES
PENERIMAAN UANG SEHUBUNGAN DENGAN PEMBELIAN PESAWAT 21 ATR 72 SERI 600 ES menerima uang dalam bentuk investasi sebesar SGD 1.181.763.
2) Kasus Terpidana Atas Nama NA
KASUS TERPIDANA ATAS NAMA NA
3) KASUS TERPIDANA ATAS NAMA ZH