Sebagaimana diketahui, tindak pidana pencucian uang (TPPU) merupakan ancaman serius bagi bangsa (kejahatan luar biasa). Pada tahun 2019, Indonesia merilis dokumen terkini tentang Penilaian Risiko Kejahatan Pencucian Uang Nasional Indonesia 2015 (NRA TPPU 2015 Diperbarui).
Peraturan dan Legislasi Anti Pencucian Uang
Rezim Anti Pencucian Uang di Indonesia
Risiko pencucian uang melalui pengaturan hukum berdasarkan subjek hukum: Perusahaan dan pihak yang tidak melapor. Secara umum, peraturan anti pencucian uang di Indonesia telah mengurangi risiko pencucian uang dengan menggunakan skema legal.
Stakeholders Rezim Anti Pencucian Uang
Kejaksaan mengadili perkara pidana pencucian uang dan tindak pidana terkait yang timbul akibat pelimpahan berkas perkara oleh penyidik sesuai kewenangan Kejaksaan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tugas pokok PPATK sesuai Pasal 39 UU PFMP adalah mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang.
Risiko Utama Pengkinian NRA TPPU 2015
Risiko Domestik
Penyelenggaraan kegiatan di bidang pemberantasan dan pencegahan tindak pidana pencucian uang dengan mengoptimalkan kerjasama antara PPATK dan Direktorat Jenderal Pajak. Ruang lingkup perjanjian meliputi: pertukaran data dan/atau informasi, perumusan peraturan perundang-undangan, penanganan tindak pidana pencucian uang dan perpajakan, pengembangan sistem teknologi informasi, penugasan pegawai, pelaksanaan pengkajian, sosialisasi, penyuluhan, pendidikan dan pelatihan.
Foreign In-Ward Risk dan Foreign Out-Ward Risk
- Foreign In-Ward Risk
- Foreign Out-Ward Risk
Mengidentifikasi tingkat ancaman tindak pidana asal yang terjadi di luar negeri sebagai sumber pencucian uang di Indonesia. Mengidentifikasi tingkat ancaman kejahatan asal yang terjadi di Indonesia sebagai sumber dana pencucian uang di luar negeri.
Mitigasi Pencucian Uang Tahun 2015 s.d. 2018
Tindak Pidana Narkotika
Tingginya tingkat ancaman Tiongkok dipengaruhi oleh jumlah keluarnya IFTI yang paling besar dibandingkan negara lain, sedangkan Hong Kong memiliki nilai yang relatif tinggi untuk seluruh faktor penyebab ancaman, meskipun tidak ada satu faktor pun yang paling dominan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil kejahatan di Indonesia memiliki potensi pencucian uang yang lebih besar di Singapura, Tiongkok, dan Hong Kong dibandingkan negara lain. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkoba.
10 Tahun 2018 tentang Implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Menerbitkan Peraturan BNN Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Organisasi Tata Kerja Badan Narkotika Nasional, Provinsi, dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota. BNN bersama Kepolisian dan PPATK menerbitkan penilaian risiko terjadinya tindak pidana pencucian uang dalam tindak pidana Narkotika (SRA Narkotika) pada tahun 2017.
Surat Edaran kepada penyedia jasa keuangan mengenai contoh tanda tangan sehubungan dengan permintaan data mutasi, pemblokiran, penyitaan blok, dan pembukaan blokir karena tidak terbukti merupakan tindak pidana.
Tindak Pidana Korupsi
Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri IACA dan tercatat sebagai negara pihak ke-49 dalam perjanjian pembentukan IACA. Pada pertemuan tersebut, delegasi Indonesia menyampaikan pandangan Indonesia bahwa pendidikan antikorupsi merupakan salah satu alat utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Penyempurnaan sistem manajemen Direktorat Pengembangan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Badan (PJKAKI) sesuai standar internasional berdasarkan sistem manajemen mutu SNI ISO 9001 dan sistem manajemen anti suap SNI ISO 37001.
Tindak Pidana Perbankan
Pada tahun 2017, OJK bersama PPATK menerbitkan penilaian risiko tindak pidana pencucian uang di sektor jasa keuangan di Indonesia (SRA Sektor Jasa Keuangan). Terbitnya peraturan sektoral mengatur bahwa setiap cabang wajib menaati peraturan pelaksanaan program APU dan PPT yang ada, yaitu. Pengembangan alat pengawasan berbasis risiko (RBS Tools) dengan bantuan bantuan teknis IMF (TA-IMF).
5/SEDK.01/2018 tentang Petunjuk Sistem Informasi Program APU dan CFT Sebagai Pedoman Penelusuran Data dan Informasi mengenai Pengawasan APU dan CFT di OJK pada tanggal 7 Mei 2018. 9/SEDK.03/2018 sehubungan dengan Instruksi Pengawasan Penerapan Program APU dan PPT berdasarkan risiko bagi bank umum pada tanggal 3 Desember 2018. Berdasarkan instruksi internal yang telah diterbitkan, pengawas telah melakukan penilaian terhadap tingkat risiko bank umum. PJK yang diawasinya antara lain industri Perbankan Komersial, Perusahaan Efek, Manajer Investasi.
Hal lain yang juga dilakukan OJK mengenai pengawasan adalah dengan memberikan surat pembinaan, dimana surat pembinaan tersebut diberikan kepada PJK yang menunjukkan kekurangan berdasarkan hasil pengawasan di luar lokasi dan/atau pengawasan di lapangan. e. FKKSJK merupakan wujud sinergi antara OJK dan industri jasa keuangan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap pelaksanaan program APUPPT di industri jasa keuangan antara lain melalui pertukaran informasi, edukasi/sosialisasi, penyusunan peraturan, penelitian dan pengembangan. Selanjutnya berdasarkan SOP Pertukaran Informasi dengan pengawas penyedia jasa keuangan luar negeri (SOP Pertukaran Informasi) ditetapkan bahwa pertukaran informasi dapat terjadi atas permintaan atau inisiatif salah satu pihak (spontan).
Keberhasilan Mitigasi Pencucian Uang
Risiko Domestik
- Tindak Pidana Narkotika
- Tindak Pidana Korupsi
- Tindak Pidana Perbankan
SRA Narkotika 2017 mengidentifikasi jenis tindak pidana narkotika yang memiliki risiko tinggi TPPU, yaitu sabu, heroin, dan kokain. Data statistik kasus yang ditangani BNN selama tahun 2017-2018 menunjukkan bahwa jenis tindak pidana narkotika jenis sabu, ganja, dan ekstasi merupakan jenis tindak pidana narkotika yang paling banyak terjadi. SRA Tipikor 2017 mengidentifikasi jenis tindak pidana korupsi yang memiliki risiko TPPU tinggi, yaitu kerugian keuangan negara, suap, dan gratifikasi.
Pada tahun 2018, ditemukan jenis tindak pidana korupsi yang paling banyak terjadi adalah suap dan pengadaan barang/jasa/keuangan publik. Berdasarkan putusan TPPU tahun 2018, bank ilegal menjadi yang paling banyak disusul kredit fiktif, pemalsuan dokumen bank, pembobolan dana nasabah, dan penggelapan dana nasabah.
Mitigasi yang dilakukan PPATK
Ketentuan Prinsip Pengakuan Pengguna Jasa (PMPJ) mewajibkan seluruh pihak pelapor untuk melakukan penilaian risiko TPPU (risk-based approach) terhadap entitas dan pengguna jasanya. Mengetahui latar belakang dan identitas serta pemantauan transaksi yang dilakukan oleh pengguna jasa akan memberikan nilai tambah bagi pihak pelapor terutama dalam membangun hubungan baik dengan pengguna jasa yang bermanfaat dari aspek bisnis. Peraturan perundang-undangan tentang kewajiban penerapan Asas Pengakuan Pengguna Jasa (PMPJ) yaitu Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU), “Pelapor wajib melaksanakan Asas tersebut Pengakuan dilaksanakan pengguna Jasa yang ditetapkan oleh masing-masing Badan Pengawas dan Pengatur (BPRS).
Peraturan Pimpinan PPATK Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penerapan Prinsip Pengakuan Pengguna Jasa Terhadap Penyedia Barang dan/atau Jasa Lainnya. Peraturan Kepala PPATK No. 11 Tahun 2017 tentang Penerapan Prinsip Pengakuan Pengguna Jasa Bagi Pejabat Yang Membuat Akta Pertanahan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 12/POJK.01/2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris di Sektor Jasa Keuangan.
Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/10/PBI/2017 Tentang Penegakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris Bagi Penyedia Jasa Sistem Pembayaran Non Bank dan Penyelenggara Kegiatan Usaha Devisa Jobankar. Peraturan no. 9 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2017 tentang Penerapan Prinsip Pengakuan Pengguna Jasa Notaris. Peraturan no. 06/Per/M.KUKM/V/2017 Menteri Koperasi dan UKM tentang Penerapan Prinsip Pengakuan Pengguna Jasa Bagi Koperasi Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Simpan-Kredit.
Studi Kasus
Tipologi ini disusun berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta 57/Pid.Sus/2019/PT.DKI dengan terpidana atas nama DY nomor 56/Pid.Sus/2019/PT.DKI dengan terpidana atas nama DY. SDM nomor 55 /Pid.Sus /2019/PT.DKI dengan terpidana atas nama FHP. Transfer ke rekening TLT (mantan direktur PT.DUV) sebesar Rp untuk terdakwa mentransfer uang terdakwa ke rekening yang dikuasainya. Menggunakan rekening atas nama orang lain untuk menyimpan, memindahtangankan, mengalihkan atau melakukan transaksi akibat tindak pidana.
Tipologi ini ditetapkan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya 2650/Pid.Sus/2018/PN.SBY atas nama AY yang didakwa melakukan pencucian uang dengan tindak pidana pembuatan narkotika. PCM, PT.PBT dan ke akun SE yang ternyata merupakan akun palsu yang dioperasikan oleh AAS. JV, dimana dana hasil penukaran kepada PT.JV sebagian besar diklaim dan diakuisisi oleh TA yang juga memiliki perusahaan KUPVA dan PTD di Pekanbaru.
Uang yang ditransfer dari TA ke rekening RU dan AN atas perintah TH ditarik dan kemudian dengan prinsip jual beli mata uang asing, RU dan AN menyetorkan uang rupiah TA ke kantor (PT.JV) untuk disetorkan. ditukarkan dengan dolar Singapura yang akan mereka kumpulkan sendiri. TA tunai ke Batam. Tipologi ini disusun berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 16/Pid.Sus-TPK/2018/PT.DKI tentang kasus korupsi dan gratifikasi yang melibatkan terpidana atas nama NA. Mengikuti arahan NA, IR bertemu dengan WA (Direktur PT. BI) yang juga dikenal sebagai penasehat pemenang NA saat mencalonkan diri sebagai Gubernur ST.
Kemudian, AA mentransfer sejumlah Rp50 juta ke rekening atas nama HL yang dikuasai IJ. IJ menguasai rekening bank atas nama pihak lain, termasuk HL dan HK (ipar), yang digunakan untuk mentransfer uang hasil tindak pidana korupsi.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Kesimpulan
Jenis kejahatan narkoba yang melibatkan sabu, ganja, dan ekstasi merupakan jenis kejahatan narkoba yang paling banyak terjadi. Jenis kejahatan korupsi: penyuapan dan perolehan barang/jasa/keuangan pemerintah merupakan jenis kejahatan korupsi yang paling banyak terjadi. Berdasarkan SK TPPU, modus kejahatan perbankan yang paling banyak dilakukan adalah illegal banking, disusul kredit fiktif, pemalsuan dokumen bank, peretasan dana nasabah, dan penggelapan dana nasabah.
Prioritas Aksi Tahun 2019 s.d. 2020
Lampiran
NRA TPPU 2015 Update merupakan dokumen konsolidasi penilaian risiko TPPU nasional Indonesia tahun 2015 hingga tahun 2015. TPPU Risiko Luar Negeri narkotika dan korupsi merupakan tindak pidana yang berpotensi menjadi TPPU risiko luar negeri, antara lain karena banyaknya penyelundupan dan penyelundupan narkoba. kemudahan mendirikan perusahaan di luar negeri. Analisis Risiko Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme pada Bidang Kegiatan Usaha Devisa Bukan Bank (KUPVA BB) dan Penyelenggaraan Transfer Dana.
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, 2018. Penilaian Risiko Sektoral Koperasi Yang Melaksanakan Kegiatan Simpan Pinjam Terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Penilaian risiko sektoral (sectoral risk assessment) bagi pemasok barang dan/atau jasa lainnya terhadap tindak pidana pencucian uang.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, Otoritas Jasa Keuangan, Ernst & Young, dan USAID, 2017. Penilaian Risiko Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme Menggunakan Skema Pengaturan Hukum (Risiko.. Penilaian Risiko Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme Menggunakan Pengaturan Hukum Skema). Update penilaian risiko sektoral akuntan dan akuntan publik atas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme di Indonesia tahun 2017.