• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Pendukung Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah

Dalam dokumen MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (Halaman 77-93)

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

B. Temuan

3. Faktor Pendukung Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah

madrasah dengan guru, staf, peserta didik, wali murid dan juga masyarakat yang berada di lingkungan sekitar madrasah.

Kepala madrasah harus berbuat untuk semua unsur yang ada di bawah kepemimpinannya. Karena pada hakikatnya seorang pemimpin merupakan pelayan bagi yang dipimpinnya, bukan sebaliknya yang minta dilayani oleh yang dipimpin. Melalui gaya kepemimpinan kepala madrasah yang diterapkan, kepala madrasah dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara kepala madrasah dan bawahannya ataupun dengan atasanya sehingga pelaksanaan pendidikan yang berlangsung di madrasah bisa berjalan sesuai dengan visi, misi dan tujuan madrasah.

Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kepala MAN 1 Lombok Timur mempunyai kebijakan tersendiri dalam pelaksanaan budaya belajar, seperti halnya ketika mengambil keputusan dalam menindak lanjuti guru atau peserta didik yang bermasalah, hal itu tak lain bertujuan untuk kebaikan seluruh warga madrasah dan demi terlaksananya tujuan madrasah. Sebagai seorang pemimpin, dalam menjalankan kepemimpinannya kepala MAN 1 Lombok Timur menganut model gaya kepemimpinan partisipatif (kepala madrasah menjadi Uswah hasanah, dapat menerima saran, masukan, memberikan motivasi kepada bawahan serta tegas dalam memimpin).

3. Faktor Pendukung Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam

bisa memposisikan dirinya dalam berbagai situasi yang dijalaninya. Sangat dibutuhkan sosok kepala madrasah yang mempunyai kemampuan, dedikasi dan komitmen yang tinggi untuk bisa menjalankan peran-peran tersbut.

Selain itu, seorang kepala madrasah dalam menerapkan budaya belajar dituntut juga untuk memegang teguh nilai-nilai luhur yang menjadi acuanya dalam bersikap, bertindak, dan mengembangkan madrasah. Nilai-nilai luhur menjadi keyakinan kepala madrasah dalam hidupnya sehingga dalam memimpin madrasah bertentangan atau menyimpang dari nilai-nilai luhur yang diyakinya, baik langsung maupun tidak langsung kepercayaan masyarakat madrasah terhadap kepala madrasah maupun madrasah tersebut akan pudar.

Karena sesungguhnya nilai-nilai luhur yang diyakinnya merupakan anugrah dari Allah SWT. Berdasarkan peran-peran tersebut, peran yang paling vital adalah dalam hal kepemimpinan. Hal ini tak lepas dari pentingnya kepemimpinan kepala madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan, karena di dalam lembaga pendidikan, kepala madrasah merupakan tokoh kunci yang sangat menentukan berhasil tidaknya pendidikan yang ada dalam lembaga pendidikan. Selain itu, ia juga merupakan uswatun hasanah bagi para masyarakat madrasah maupun di luar lingkungan madrasah.

Dalam mengembangkan budaya belajar di madrasah, kepala madrasah selaku top leader dalam ranah madrasah harus mampu mengambil peran dengan sebaik mungkin guna mempertahankan dan mengembangkan budaya yang telah di sepakati dan dilaksanakan dengan baik. Dengan budaya yang baik, maka setelah itu akan terlahir iklim yang baik dan mutu madrasah juga akan meningkat.

Untuk tercapainya mutu pendidikan di MAN 1 Lombok Timur, Mutu pendidikan adalah relatif bahwa mutu dapat dikatakan ada, apabila sebuah layanan memenuhi spesifikasi yang ada. Sehingga tidak dipungkiri bahwa untuk menarik perhatian masyarakat bahwa MAN 1 Lombok Timur adalah bermutu maka tampilannya harus menarik, fasilitas-fasilitas diperbanyak

dan diperbaharui serta melakukan sosialisasi. Mutu jasa yang dihasilkan ditentukan oleh sejauh mana dia memenuhi kebutuhan pelanggan. Agar jasa yang dihasilkan itu secara terus-menerus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, maka feedback dari pelanggan sangat penting untuk dijadikan dasar dalam menentukan derajat mutu yang harus dicapai.

Hasil observasi yang peneliti lakukan di MAN 1 Lombok Timur mengenai budaya yang ada di MAN 1 Lombok Timur, yang merupakan faktor pendukung gaya kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya belajar adalah guru (pendidik) dan peserta didik, diantaranya pembiasaan-pembiasaan setiap hari seperti membaca surat-surat pendek sebelum pelajaran dimulai, pemberian tugas-tugas untuk mengingat pelajaran kemarin, pembiasaan untuk sholat dhuha bersama, dan sholat dhuhur berjamaah, semua guru dan peserta didik ketika waktunya sholat dhuhur tiba, maka semua guru dan peserta didik melaksanakan sholat berjamaah.32

Hal lain dalam menciptakan budaya yang baik di MAN 1 Lombok Timur bisa dilihat dengan aktifitas peserta didik guru dan karyawan yang ada di lembaga tersebut. Kebiasaan yang berkembang bagi peserta didik setelah datang di madrasah, maka mereka akan mendapatkan sambutan yang hangat dari segenap karyawan dan dewan guru, penjemputan di depan halaman madrasah merupakan penanaman nilai-nilai akhlak bagi peserta didik mereka merasa mendapatkan kasih sayang dari gurunya. Nilai-nilai inilah yang harus terus dikembangkan dan dilestarikan di MAN 1 Lombok Timur.

Di samping faktor pendidik dan peserta didik, menjalin komunikasi yang baik dengan warga madrasah juga merupakan faktor pendukung lainnya. Dalam melaksanakan kepemimpinannya, kepala madrasah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di madrasahnya. Menciptakan iklim madrasah yang kondusif, memberikan nasehat kepada warga madrasah, memberikan dorongan kepada

seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Dengan demikian, mutu yang diinginkan untuk dicapai akan sesuai dengan sasaran.

Untuk dapat melaksanakan kepemimpinannya sebagai kepala madrasah tersebut, sebagaimana yang diungkapkan Bapak M. Nurul Wathani selaku kepala Madrasah, ia mengungkapkan bahwa:

“Target yang dimiliki agar MAN 1 Lombok Timur tetap berkualitas sehingga memiliki daya saing yang tinggi meski dengan madrasah lainnya, yaitu MAN 1 Lombok Timur dapat tetap bertahan di dunia pendidikan, sukses melaksanakan pembelajaran, memiliki peserta didik yang berprestasi, memiliki rasa disiplin yang tinggi, memiliki dedikasi yang baik bagi masyarakat dan tentunya tidak melupakan nilai Islam, yaitu di samping tujuan hidup untuk dunia tercapai maka tujuan akhirat pun tercapai.”33

Menurut pandangan peneliti, di samping harapannya sendiri untuk menjadikan MAN 1 Lombok Timur sebagai ladang jihad, kepala MAN 1 Lombok Timur telah melakukan fungsi sebagai kepala madrasah dengan baik, yaitu dengan mengutamakan komunikasi. Dalam sebuah organisasi, komunikasi memiliki nilai yang sangat penting karena sesuatu yang dilakukan tanpa komunikasi akan menimbulkan kesalah-pahaman dan menjadikan tujuan organisasi tidak akan terselenggara dengan baik.

Madrasah bermutu adalah ketika seluruh komponen di dalamnya dapat saling bekerjasama dengan baik. Antara kepala madrasah terjalin komunikasi yang baik dengan tenaga pengajar dan juga terhadap seluruh peserta didik dan karyawan, sebaliknya jika komunikasi tidak baik maka tujuan untuk mencapai kriteria minimal yang ditetapkan dalam mencapai kesuksesan kegiatan pembelajaran tidak akan tercapai dengan baik.

Di samping itu, wakil kepala madrasah urusan kurikulum mengatakan bahwa:

“Kepala MAN 1 Lombok Timur selalu mengupayakan proses belajar mengajar yang maksimal dan memaksimalkan kualitas guru dengan

33M. Nurul Wathani, Kepala MAN 1 Lombok Timur, ruang kepala MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 27 September 2019 pukul 09.00 wita.

selalu memberikan pengarahan dalam setiap kesempatan baik ketika rapat, brieving maupun ketika diadakan supervisi. Tujuannya adalah agar komunikasi yang dilakukan akan menjadikan sarana untuk menjaga stabilitas madrasah sehingga pembelajaran dapat tetap berjalan dengan baik. Dengan komunikasi, harapan agar MAN 1 Lombok Timur dapat berkembang dengan cara menciptakan lingkungan madrasah yang islami dan melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan baik akan tercipta tanpa mengurangi peran sebagai kepala madrasah dan sebagai edukator.”34

Hal yang serupa juga dijelaskan oleh wakil kepala madrasah urusan kesiswaan, ia menjelaskan bahwa:

“Kepala madrasah dalam melaksanakan kepemimpinannya memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis dan sangat menghargai guru dan karyawan sebagai bawahannya juga merupakan faktor pendukung. Hal serupa diungkapkan oleh salah satu guru di MAN 1 Lombok Timur, yang menurutnya kepala MAN 1 Lombok Timur adalah pemimpin yang demokratis dan bersahabat, yang dirasakan oleh guru dan warga madrasah. Kepala madrasah bisa memposisikan diri menjadi teman, kadang menjadi rekan kerja, kadang menjadi bapak dan kadang menjadi atasan yang memiliki kewibawaan dan bertanggung jawab sebagai pemimpin.Bahkan, kepala madrasah memiliki satu poin yang terlihat lebih itu disiplinnya bagus sekali dan beliau itu selaluon time setiap mengerjakan tugas jadi tidak menunda-nunda pekerjaan, kemudian beliau juga ibaratnya sangatdown to earthjadi tidak terlihat batas antaratop-downnya.”35

Demikian halnya yang disampaikan oleh guru BK kepada peneliti waktu wawancara, ia menyampaikan bahwa:

“Sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah juga terbuka dengan para tenaga kependidikan agar mereka dapat mengemukakan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga kependidikan. Dengan demikian, setiap permasalahan yang dihadapi oleh para tenaga kependidikan dapat diselesaikan dan dipecahkan bersama. Kepala MAN 1 Lombok Timur selalu menjadi pendengar yang baik bagi bawahannya. Seringkali ketika guru ada suatu masalah, maka kepala MAN 1 Lombok Timur akan memberikan solusi. Bahkan untuk masalah pribadi pun beliau siap mendengarkan.

Menjadi pendengar sangat penting dalam kaitannya menjalin kedekatan antara kepala madrasah dan para tenaga kependidikan di

34 Mahpuz, Waka kurikulum MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 30 September 2019 pukul 10.00 wita.

35Musmuliadi, Waka kesiswaan MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok

MAN 1 Lombok Timur. Seorang kepala madrasah dituntut untuk mengerti bawahannya dan dituntut untuk bisa memposisikan diri diantara bawahannya.”36

Guru Sejarah juga memberikan pemaparan kepada peneliti, ia memaparkan bahwa:

“Pada kenyataannya, ada kepala madrasah yang terlihat eksklusif dan terdapat batas yang sangat jauh antara atasan dan bawahan, seorang kepala madrasah yang demikian tidak tergolong dalam kepala madrasah yang melaksanakan fungsinya sebagai seorang manager dan hanya melaksanakan fungsinya sebagai seorang pemimpin dari sebuah organisasi. Kepala MAN 1 Lombok Timur tidak menunjukkan ciri-ciri pemimpin yang menjaga jarak dengan bawahannya, sebaliknya kepala MAN 1 Lombok Timur dengan kepemimpinannya yang demokratis tetap menjalin hubungan dekat dengan guru dan terlihat kewibawaan yang tetap terjaga. Sebisa mungkin beliau akan memberikan kenyamanan kepada para tenaga pendidik yang dipimpin olehnya. Hal itu menunjukkan bahwa dalam perannya sebagai seorang manager, kepala MAN 1 Lombok Timur telah dengan baik melaksanakannya, dengan pengambilan keputusan yang dilakukan secara bersama dengan tenaga kependidikan dan dengan berusaha melakukan komunikasi yang baik, kepala MAN 1 Lombok Timur telah menciptakan iklim yang baik dalam melakukan hubungan kerja sama dengan berbagai pihak.”37

Hal yang tidak jauh berbeda juga diutarakan oleh guru Qur’an Hadis, ia mengutarakan bahwa:

“Pada pelaksanaan kepemimpinannya, kepala MAN 1 Lombok Timur menjadikan komunikasi sebagai sarana untuk mengelola program madrasah yang dipimpinnya. Jadi dapat dilihat bahwa sesuai fungsinya sebagai kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur, kepala MAN 1 Lombok Timur telah melaksanakan fungsinya sebagai seorang kepala madrasah yang baik, maka pengembangan mutu yang diharapkan di MAN 1 Lombok Timur dapat dilaksanakan dengan maksimal. Dengan sikap yang ditunjukkan kepala madrasah yang menjadi pusat dari berjalannya proses pembelajaran di MAN 1 Lombok Timur tersebut, kualitas pembelajaran yang ada di MAN 1

36 H. Lalu Fathurrahman, Guru BK/BP MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 30 September 2019 pukul 09.00 wita.

37Harmaen, Guru Sejarah MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur, wawancara,pada tanggal 5 Oktober 2019 pukul 09.30 wita.

Lombok Timur akan tetap baik dan dapat dimungkinkan untuk terus meningkat.”38

Gaya kepemimpinan dalam setiap organisasi merupakan faktor yang berhubungan dengan produktifitas dan efektifitas organisasi. Pimpinan yang demokratis berusaha lebih banyak melibatkan anggota kelompok dalam memacu tujuan. Tugas dan tanggung jawab dibagi menurut bidangnya masing-masing. Pola demokratis tetap diprioritaskan sebagai dasar utama kepala madrasah dalam memutuskan setiap kebijakan yang dibuat. Dengan mewujudkan ciri-ciri kepemimpinan ini, efektifitas dan efisiensi pemberdayaan potensi sumber daya madrasah telah tercapai, kriteria dari pola kepemimpinan yang telah dijalankan kepala madrasah antara lain musyawarah, adil, memberikan kebebasan berfikir dan berpendapat.

Menurut pandangan peneliti, kepala MAN 1 Lombok Timur merupakan seorang pemimpin yang menerapkan sikap demokratis, menghargai guru dan karyawannya dan selalu terbuka dan siap mendengarkan permasalahan yang dihadapi oleh guru maupun karyawan.

Beliau tidak segan membantu setiap kali terdapat permasalahan. Dengan demikian, dalam menjalankan kewajiban yang diembannya guru dan karyawan akan merasa lebih dihargai dan tidak merasa takut untuk bertanya dan bertukar pendapat ketika diperlukan. Nuansa demokratis berdampak pula pada pola hubungan yang harmonis dan bersifat kekeluargaan di lingkungan MAN 1 Lombok Timur, kerjasama teamwork yang solid senantiasa mewarnai langkah-langkah dalam menjalankan setiap tugas dan kewajiban. Sehingga tercipta kekompakan dan hubungan yang dekat antara kepala madrasah dan para anggota, meliputi tenaga pengajar, karyawan, dan peserta didik.

Menurut waka kurikulum MAN 1 Lombok Timur mengenai factor pendukung gaya kepemimpinan kepala MAN 1 Lombok Timur, ia mengatakan bahwa:

38Sahraini, Guru Qur’an Hadis MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok

Faktor pendukung gaya kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan manajerial kepala madrasah. Kepala madrasah hendaknya berupaya untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di madrasah secara optimal.

Manajemen madrasah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang professional untuk mengoperasikan madrasah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik peserta didik, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan, sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, serta partisipasi masyarakat yang tinggi. Bila salah satu hal di atas tidak sesuai dengan yang diharapkan dan/atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka efektivitas dan efisiensi pengelolaan madrasah kurang optimal.”39

Hal yang serupa juga diungkapkan oleh waka kesiswaan MAN 1 Lombok Timur, ia mengungkapkan bahwa:

“Kepala MAN 1 Lombok Timur telah menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial yang baik dengan dapat mengatur komponen yang ada di MAN 1 Lombok Timur, membagi tugas sesuai bidangnya dan melakukan pendekatan dengan menjalin komunikasi yang baik serta tidak menerapkan hubungan kerja yang formal berupa atasan dan bawahan kepada tenaga pendidik dan peserta didik. Agar madrasah dapat menyelenggarakan pendidikan dengan sebaik-baiknya, MAN 1 Lombok Timur menyusun petunjuk administrasi madrasah yang dijadikan panduan dalam pengelolaan administrasi terhadap komponen-komponen pendidikan di madrasah diantaranya administrasi kurikulum, saran prasarana, kesiswaan, perpustakaan, dan sebagainya. Sistem administrasi tersebut digunakan sebagai bahan acuan sehingga semua kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Selain itu, adanya sistem administrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di MAN 1 Lombok Timur sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan program pendidikan.”40

Untuk menjalankan tugas sebagai kepala madrasah yang baik diperlukan seseorang yang memiliki syarat-syarat tertentu. Di samping syarat-syarat ijazah (yang merupakan syarat formal), juga pengalaman kerja

39 Mahpuz, Waka kurikulum MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 30 September 2019 pukul 10.00 wita.

40Musmuliadi, Waka kesiswaan MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 30 September 2019 pukul 11.30 wita.

dan kepribadian yang baik perlu diperhatikan. Seorang kepala madrasah hendaknya memiliki kepribadian yang baik dan sesuai dengan kepemimpinan yang akan dipegangnya. Seorang kepala madrasah hendaknya memiliki sifat-sifat jujur, adil dan dapat dipercaya, suka menolong dan membantu guru dalam menjalankan tugas dan mengatasi kesulitan-kesulitannya. Di samping itu, seorang kepala madrasah juga harus memberikan contoh dengan memiliki sikap disiplin dan rasa percaya diri.

Sesuai dengan pernyataan wakil kepala madrasah urusan kurikulum yang mengungkapkan bahwa proses memilih kepala madrasah yang dilakukan dalam menentukan kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur menerapkan syarat-syarat secara formal berupa batas mengajar yang sudah sampai 4 tahun. Di samping syarat formal, syarat informal seperti sikap dan kepribadian dari calon kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur sangat diutamakan. Hal ini sangat efektif karena syarat informal adalah syarat paling penting bagi sebuah lembaga untuk menentukan maju dan berkembangnya lembaga pendidikan yang dipegang oleh seorang kepala madrasah atau tidak.

Wakil kepala madrasah bidang kurikulum MAN 1 Lombok Timur mengungkapkan bahwa:

“Melihat pada persyaratan tersebut dan melihat pada sikap dan karakter yang dimiliki oleh kepala MAN 1 Lombok Timur yang menjabat sekarang adalah seorang kepala madrasah yang memiliki pembawaan dan sikap yang baik dalam menjalankan kepemimpinannya. Dengan demikian, menjadi nilai positif yang dapat diambil dan dapat menjadi langkah untuk memajukan MAN 1 Lombok Timur sendiri.”41

Menurut pandangan peneliti, sebagai kepala MAN 1 Lombok Timur telah melaksanakan kepemimpinannya dengan baik, yaitu melakukan pengawasan dan pemantauan terus menerus terhadap proses pembelajaran yang ada di MAN 1 Lombok Timur. Meski pada prakteknya dalam pengelolaan kurikulum dan peserta didik kepala MAN 1 Lombok Timur

41 Mahpuz, Waka kurikulum MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok

memiliki wakil kepala di bidang kurikulum dan bidang kesiswaan, akan tetapi kepala MAN 1 Lombok Timur akan secara langsung membantu dalam pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan kurikulum dan kesiswaan. Beliau akan mengamati dan mengevaluasi apakah kurikulum yang ditetapkan sudah dilaksanakan dengan baik dengan selalu mengecek kelengkapan pembelajaran tenaga pendidik baik ketika mengajar maupun ketika sedang dilaksanakan evaluasi. Dalam kesiswaan, kepala MAN 1 Lombok Timur akan meminta wali kelas untuk memberikan laporan tentang kesiswaan baik data administrasi maupun ketika terdapat peserta didik bermasalah.

Pada bidang kearsipan, pengelolaan sarana dan prasarana serta bagian keuangan, kepala MAN 1 Lombok Timur dibantu oleh bagian Tata Usaha.

Sementara untuk laporan keuangan biasanya akan dilaksanakan oleh kepala MAN 1 Lombok Timur secara bulanan dan kemudian semua laporan tersebut akan dilaporkan kembali oleh kepala MAN 1 Lombok Timur kepada Kantor Kementerian Agama sebagai pusat baik secara lisan maupun tulisan. Kepala MAN 1 Lombok Timur sebagai pemimpin berperan penting dalam mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan pendidikan melalui program-program yang telah dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala MAN 1 Lombok Timur juga memiliki manajemen yang tangguh sehingga dapat mendukung pengambilan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah tersebut. Dalam peningkatan mutu, kepala madrasah selalu berinovasi dalam pelayanan pendidikan, baik inovasi yang timbul dari dalam madrasah maupun dari luar madrasah.

Kegiatan utama pendidikan di madrasah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran, sehingga seluruh aktifitas organisasi madrasah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Oleh karena itu, salah satu tugas kepala madrasah adalah sebagai supervisor, yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Tujuan lain dari adanya supervisi adalah untuk memantau

bagaimana kepemimpinan yang telah diterapkan oleh kepala MAN 1 Lombok Timur sudah tepat dalam mempertahankan dan dapat mengembangkan budaya belajar dan mutu yang ada di MAN 1 Lombok Timur.

Kepala MAN 1 Lombok Timur melaksanakan evaluasi atau supervisi untuk guru selama setahun dua kali dalam setiap semester. Selain itu ada evaluasi setiap hari, yaitu keliling kelas untuk melihat apakah ada kelas yang kosong dan mana kelas yang terisi. Kemudian supervisi dadakan yaitu kepala madrasah masuk ke ruang kelas melihat guru mengajar tanpa melihat administrasi tetapi melihat proses KBM dalam kelas. Di samping melakukan supervisi, kepala madrasah memiliki disiplin yang tinggi dan selalu tepat waktu. Beliau memiliki catatan khusus bagi guru menyangkut dengan absensi, setiap bulan kepala madrasah akan menunjukkan penilaian tersebut pada rapat bulanan. Kedisiplinan sangat erat kaitannya dengan penciptaan lingkungan belajar dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif.

Jika kedisiplinan tidak diterapkan maka berlangsungnya proses belajar mengajar tidak akan efektif. Dengan menunjukkan sikap disiplin yang tinggi, kepala MAN 1 Lombok Timur menunjukkan kepada tenaga kependidikan dan para peserta didik agar turut memiliki sikap disiplin.

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, ada evaluasi dan strategi dalam meningkatkan minat belajar peserta didik yang dilakukan kepala madrasah, yaitu untuk kelas yang ada karena kelas itu semuanya kelas pararalel sehingga dikelompokkan sebagai berikut, kelas pertama adalah kelas yang terbaik, seumpamanya guru menjelaskan maka peserta didik cepat paham. Untuk kelas yang kedua itu, yaitu biasanya kelas yang sedang, walaupun diberi materi tapi guru tetap harus tetap memberi bimbingan. Dan yang golongan ketiga, yaitu kelas yang perlu perhatian khusus. Contohnya ketika menerangkan matematika aljabar satu kali untuk kelas yang pertama, maka di kelas yang ketiga harus dijelaskan tiga kali, harus ada perhatian khusus baik dari perilaku, hasil anak kemudian cara

belajarnya dan cara memberikan masukan ilmunya berbeda dengan kelas lainnya.

Menurut pandangan peneliti, kepala MAN 1 Lombok Timur dalam hal ini telah melaksanakan perannya sebagai pemimpin yang menjalankan tugasnya sebagai pengawas jalannya pembelajaran di MAN 1 Lombok Timur dengan baik dengan melaksanakan tiga supervisi diantaranya melalui diskusi kelompok, melalui kunjungan kelas dan pembicaraan individual.

Hasil pengamatan peneliti, setiap hari Sabtu akan diadakan brieving pagi untuk seluruh peserta didik di MAN 1 Lombok Timur dan pada kegiatan tersebut kepala Madrasah akan memberikan nasehat, arahan dan motivasi belajar bagi seluruh peserta didik. Di samping itu, ada pembiasaan hukuman untuk peserta didik yang terlambat untuk berdiri berhadapan langsung dengan seluruh peserta didik sekolah agar menciptakan rasa jera bagi mereka sehingga mereka lebih disiplin ketika berangkat ke madrasah, kegiatan lain yang dilakukan adalah memeriksa kerapian peserta didik baik baju, rambut, kuku maupun aksesoris yang berkaitan dengan pembelajaran, baik sepatu maupun kaos kaki.

Kepala MAN 1 Lombok Timur memiliki sikap dan pembawaan yang baik, memiliki kedisiplinan yang tinggi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang pelajar kelas XII, ia mengatakan bahwa:

“Kepala MAN 1 Lombok Timur selalu datang lebih awal sehingga hal tersebut menjadi motivasi yang kuat bagi para pengajar dan peserta didik untuk menjadi lebih disiplin. Bukan hanya pengajar dan peserta didikyang akan merasa lebih disiplin akan tetapi seluruh lingkungan MAN 1 Lombok Timur juga akan menerapkan hal sama.”42

Jika dilihat dari uraian di atas, maka kepala MAN 1 Lombok Timur dalam kepemimpinannya memiliki pembawaannya yang disiplin.

Kedisiplinan sendiri merupakan kunci utama untuk tercapainya tujuan pendidikan, dengan demikian semangat secara tidak langsung yang ditunjukkan oleh kepala madrasah dengan disiplin tersebut telah

42Mustini, Peserta didik kelas XII MAN 1 Lombok Timur, halaman MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 19 Oktober 2019 pukul 10.00 wita.

Dalam dokumen MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (Halaman 77-93)