• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Kepemimpinan yang Diterapkan oleh Kepala MAN 1

Dalam dokumen MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (Halaman 70-77)

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

B. Temuan

2. Gaya Kepemimpinan yang Diterapkan oleh Kepala MAN 1

Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam sebuah madrasah, tanpa adanya kepemimpinan maka semua aktivitas dalam madrasah tidak akan berjalan lancar. Kepemimpinan yang baik adalah yang mengetahui seluk beluk madrasah yang akan dipimpin, ini memudahkan

23M. Nurul Wathani, Kepala MAN 1 Lombok Timur, ruang kepala MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 27 September 2019 pukul 09.00 wita.

pemimpin dalam menyusun segala perencanaan yang akan dibuat.

Kepemimpinan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan cara memimpin, peran kepala madrasah dalam mengembangkan budaya madrasah belajar yang ada. Sejarah kepemimpinan di madrasah ini bersifat estafet yang bergilir berdasarkan keilmuan yang dimiliki.

Gaya kepemimpinanan kepala madrasah dalam pembahasan ini adalah bagaimana seorang kepala madrasah mempengaruhi seluruh warga madrasah demi tercapainya tujuan organisasi. Keberhasilan yang paling tampak dalam mempengaruhi warga madrasah tersebut adalah cara bagaimana menggerakkan dan mengarahkan unsur prilaku warga madrasah untuk berbuat sesuatu dengan kehendak pemimpin dalam rangka mencapai tujuan madrasah tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, bapak M. Nurul Wathani selaku kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur dalam melaksanakan kepemimpinannya beliau menjadikan dirinya sebagai Uswatun hasanah, yaitu memberikan suri tauladan, artinya sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah memberikan teladan bagi warga madrasah.24 Hal ini ditunjukkan dengan sikap beliau yang selalu berperan aktif dalam segala kegiatan yang ada di madrasah.

Dari hasil wawancara bersama kepala madrasah tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya belajar, maka beliau menjelaskan sebagai berikut:

“Berbicara tentang kepemimpinan maka kita berbicara tentang cara memimpin, maka dengan tegas saya katakan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang berazaskan musyawarah, yang bisa melihat dari banyak sisi bukan hanya satu sisi. Kemudian yang mampu merealiasasikan visi misi serta tujuan madrasah. Dan yang paling penting adalah bagaimana caranya mempengaruhi, mengajak tanpa ada rasa terpaksa para stakeholder madrasah agar mau bekerjasama memahami tugas pokok mereka dan tidak menjadikannya beban sehingga dengan senang hati mereka mengerjakannya”.25

24Observasi,pada tanggal 28 September 2019.

25M. Nurul Wathani, Kepala MAN 1 Lombok Timur, ruang kepala MAN 1 Lombok

Hasil wawancara di atas, sejalan dengan ungkapan wakil kepala madrasah bidang kurikulum terkait tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan budaya belajar, maka beliau menjelaskan sebagai berikut:

“Berbicara tentang kepemimpinan kepala MAN 1 Lombok Timur sebenarnya secara gamblang dikatakan baik, tidak ada permasalahan.

Karena tugas pemimpin itukan mempengaruhi dalam ilmu manajemen. Sampai hari ini pengaruh-pengaruh yang baik itu terus ditularkan dan disampaikan oleh bapak Kepala Madrasah. Meskipun kita semua yakin bahwa proses kepemimpinan itu kan relatif, mungkin saja baik dipandang menurut seseorang mungkin kurang baik di mata yang lain. Hanya saja kita harus menilai secara objektif, karena kalau kita berbicara tentang kepemimpinan berarti kan kita berbicara tentang kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan. Dan sampai saat ini apa yang dilaksanakan bapak kepala MAN 1 Lombok Timur berkaitan dengan kebijakan tidak ada yang merugikan pihak manapun, bahkan kebijakan-kebijakan itu membahagiakan dan menyenangkan semua pihak.”26

Hal yang senada juga diungkapkan oleh wakil kepala madrasah bidang kesiswaan mengenai kepemimpinan kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur beliau mengatakan bahwa:

“Kepemimpinan kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur ini secara garis besar seperti presiden sekarang ini, yakni kepemimpinan yang merakyatlah, yang dekat dengan rakyat dan dekat dengan guru- guru, dengan bawahan, artinya segala kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan itu adalah kebijakan-kebijakan yang dilandasi dan didasari oleh rasa tenggang rasa dan solidaritas yang tinggi, walaupun tetap ada ketegasan-ketagasan yang harus dilakukan sebagai kepala madrasah”.27

Ketika ditanyakan kepada Guru BK MAN 1 Lombok Timur tentang kepemimpinan Kepala Madrasah dalam mengembangkan budaya belajar, maka beliau menjelaskan sebagai berikut:

“Kepemimpinan kepala MAN 1 Lombok Timur berjalan baik sebagaimana teori-teori kepemimpinan yang ada. Karena tolak ukur dari sebuah kepemimpinan dapat dilihat dari keputusan dan kebijakan.

26 Mahpuz, Waka kurikulum MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 30 September 2019 pukul 10.00 wita.

27Musmuliadi, Waka kesiswaan MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 30 September 2019 pukul 11.30 wita.

Ketika keputusan dan kebijakan ini ada kontradiktif diantara bawahannya, maka saya itu rasa itu adalah permasalahan besar pada model kepemimpinanya, tapi sampai hari ini Alhamdulillah tidak ada permasalahan dengan kebijakan dan kebijaksanaan yang diambil kepala MAN 1 Lombok Timur.”28

Dari hasil wawancara di atas, maka kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam madrasah, baik buruknya madrasah sering kali bergantung pada faktor pemimpin. Kepemimpinan yang baik dalam lingkup pendidikan adalah yang mampu merealisasikan visi dan misi madrasah yang telah disepakati bersama.

Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya. Dari proses mempengaruhi inilah kepemimpinan kepala madrasah dimulai agar setiap keinginan yang dituangkan dalam bentuk visi dan misi madrasah dapat terwujud.

Berdasarkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan mengenai kepemimpinan kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur sudah berjalan dengan baik. Kepala madrasah mampu memberi pengaruh yang positif kepada semua stakeholder madrasah.

Maka secara garis besar berdasarkan data yang peneliti peroleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah di MAN 1 Lombok Timur sudah mumpuni. Beliau mampu memberi kebijakan-kebijakan yang bisa diterima oleh semua stakeholder madrasah yang ada. Hal ini sangat baik untuk kelangsungan citra baik MAN 1 Lombok Timur. Karena apabila antara pemimpin dan yang dipimpin tidak memiliki titik temu lagi maka madrasah tidak bisa mewujudkan visi dan misinya.

Kepemimpinan kepala madrasah sebagai salah satu fungsi manajemen merupakan faktor yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi termasuk organisasi madrasah. Kepala madrasah adalah orang yang diberi

28 H. Lalu Fathurrahman, Guru BK/BP MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1

tugas dan tanggung jawab mengelola, menghimpun, memanfaatkan, dan menggerakkan seluruh potensi madrasah secara optimal untuk mencapai tujuan.

Kepemimpinan kepala madrasah diartikan cara usaha kepala madrasah dalam menggerakkan guru, siswa, staff, orang tua siswa, dan pihak lain yang terkait untuk bekerja, berperan serta guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran kepemimpinan kepala madrasah dalam menggerakkan kehidupan madrasah, memotivasi, membimbing madrasah guna tercapainya tujuan yang diinginkan.

Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.

Sedangkan manajemen tidak hanya mencakup kepemimpinan tetapi juga mencakup fungsi-fungsi lainnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi. Kemudian maksud dari kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memberikan pengaruh yang menyebabkan seseorang atau kelompok untuk melakukan tugas atau kegiatan secara bersama-sama dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Gaya kepemimpinan kepala madrasah mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahannya. Istilah gaya adalah sama dengan cara yang dipergunakan pemimpin di dalam mempengaruhi para pengikutnya.

Adapun gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala MAN 1 Lombok Timur berdasarkan hasil wawancara dengan warga madrasah di MAN 1 Lombok Timur sebagai berikut.

Guru Sejarah MAN 1 Lombok Timur mengatakan kepada peneliti waktu melakukan wawancara, ia mengatakan bahwa:

“Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala MAN 1 Lombok Timur dengan cara memberikan contoh dan menjadi teladan bagi warga madrasah yang dipimpinnya. Di samping itu, kepala madrasah selalu ikut andil dalam setiap kegiatan, memberi contoh yang baik kepada warga madrasah. Hal tersebut membuktikan bahwa kepala MAN 1 Lombok Timur dapat menjadi teladan yang baik bagi warga

madrasah, karena memang pada hakikatnya seorang pemimpin yang baik harus bisa memberikan panutan kepada bawahannya, bukan hanya sifat tetapi juga perilaku sehari-hari.”29

Berangkat dari pemimpin yang baik, maka tercipta anggota yang baik juga. Sebagai kepala madrasah, bapak M. Nurul Wathani mendukung kreatifitas baik dari para guru ataupun peserta didik, apa lagi ide-ide yang berhubungan dengan kegiatan yang mendukung budaya belajar di MAN 1 Lombok Timur. Ide-ide baru tersebut kemudian akan diterapkan jika memang mempunyai manfaat yang besar bagi pembentukan karakter peserta didik. Hal itu diungkapkan oleh guru Qur’an Hadis, ia mengatakan bahwa:

“…., dalam memimpin rapat kepala madrasah bisa menerima masukan, pendapat, dan ide-ide bawahan. Sehingga kepala madrasah mempunyai hubungan interpersonal yang sangat baik terhadap semua warga masyarakat. Di samping itu, sebagai seorang pemimpin kepala madrasah menjalin kerja sama dengan seluruh guru, staf, peserta didik dan wali murid demi terciptanya hubungan yang harmonis di lingkungan madrasah sehingga dalam mengembangkan budaya belajar dapat berjalan sesuai dengan visi, misi dan tujuan madrasah.

Dorongan dari kepala madrasahsangat penting diberikan kepada bawahannya agar dapat menumbuhkan semangat dalam menjalankan tugas. Bapak M. Nurul Wathani selalu memberikan semangat dengan cara memotivasi mereka ketika kurang semangat dalam menjalankan tugasnya, menegur dan mengingatkan mereka ketika lalai dalam menjalankan tugasnya.”30

Bapak Mahpuz yang memiliki tugas sebagai waka kurikulum MAN 1 Lombok Timur mengatakan:

“…, bapak kepala madrasah selalu mendorong warga madrasah untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berlangsung di lingkungan MAN 1 Lombok Timur. Hal itu disampaikan oleh beliau pada saat apel guru pada pagi hari ataupun saat upacara bendera untuk memotivasi warga madrasah yang dipimpinnya.”31

29Harmaen, Guru Sejarah MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur, wawancara,pada tanggal 5 Oktober 2019 pukul 09.30 wita.

30Sahraini, Guru Qur’an Hadis MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok Timur,wawancara,pada tanggal 5 Oktober 2019 pukul 08.00 wita.

31 Mahpuz, Waka kurikulum MAN 1 Lombok Timur, ruang guru MAN 1 Lombok

Sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah harus bisa menempatkan dirinya. Dalam bersikap ada kalanya seorang pemimpin bersikap demokratis, ada kalanya pula bersikap tegas dalam mengambil keputusan saat tidak ditemukan solusi atas permasalahan yang diselesaikan dengan cara musyawarah. Kepala MAN 1 Lombok Timur mempunyai sikap tegas dalam setiap tindakannya. Hal ini ditunjukkan dalam proses pengawasan yang dilakukan dalam melaksanakan budaya belajar, proses pengawasan dilakukan oleh kepala madrasah baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengawasan langsung dilakukan secara insidentil, jika kepala madrasah menemukan ada guru dan peserta didik yang melanggar peraturan, maka langsung ditindak lanjuti. Sedangkan pengawasan secara tidak langsung yakni kepala madrasah mengawasi setiap pelanggaran yang dilakukan sebagian warga madrasah yang bersifat umum, maka beliau akan menyampaikan pada saat apel dan upacara. Dalam hal ini kepala madrasah bersikap tegas, dan memberikan hukuman disesuaikan dengan jenis pelanggarannya.

Kepemimpinan kepala madrasah sangat berkaitan dengan kepribadian itu sendiri. Kepemimpinan kepala madrasah bukan hanya sekedar penampilan lahiriah saja, tetapi juga bagaimana cara mereka mendekati orang yang ingin dipengaruhi.

Untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah, harus menilai dari perspektif bawahan yang melihat dan merasakan gaya kepemimpinan kepala madrasah yang ditunjukkan dengan sifat, dan perilaku setiap hari. Melalui teori gaya kepemimpinan yang telah di bahas pada bab sebelumnya, bahwasanya gaya kepemimpinan di pengaruhi oleh sifat, prilaku, dan situasi. Maka dari itu, sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah tidak hanya mengelola kurikulum, mengelola administrasi, mengatur peserta didik, dan lain-lain, karena pada dasarnya hal tersebut dapat diwakilkan kepada staf atau guru. Akan tetapi dalam membangun lingkungan madrasah yang efektif, khususnya dalam mengembangkan budaya belajar harus memperhatikan hubungan yang baik antara kepala

madrasah dengan guru, staf, peserta didik, wali murid dan juga masyarakat yang berada di lingkungan sekitar madrasah.

Kepala madrasah harus berbuat untuk semua unsur yang ada di bawah kepemimpinannya. Karena pada hakikatnya seorang pemimpin merupakan pelayan bagi yang dipimpinnya, bukan sebaliknya yang minta dilayani oleh yang dipimpin. Melalui gaya kepemimpinan kepala madrasah yang diterapkan, kepala madrasah dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara kepala madrasah dan bawahannya ataupun dengan atasanya sehingga pelaksanaan pendidikan yang berlangsung di madrasah bisa berjalan sesuai dengan visi, misi dan tujuan madrasah.

Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kepala MAN 1 Lombok Timur mempunyai kebijakan tersendiri dalam pelaksanaan budaya belajar, seperti halnya ketika mengambil keputusan dalam menindak lanjuti guru atau peserta didik yang bermasalah, hal itu tak lain bertujuan untuk kebaikan seluruh warga madrasah dan demi terlaksananya tujuan madrasah. Sebagai seorang pemimpin, dalam menjalankan kepemimpinannya kepala MAN 1 Lombok Timur menganut model gaya kepemimpinan partisipatif (kepala madrasah menjadi Uswah hasanah, dapat menerima saran, masukan, memberikan motivasi kepada bawahan serta tegas dalam memimpin).

3. Faktor Pendukung Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam

Dalam dokumen MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (Halaman 70-77)