• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Pendukung Terciptanya pola komunikasi antar

BAB III. PEMBAHASAN

B. Faktor Pendukung Terciptanya pola komunikasi antar

Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Komunikasi antar manusia, termasuk dalam komunikasi antarbudaya, selalu mempuyai tujuan tertentu untuk menciptakan komunikasi yang efektif melalui pemaknaan yang sama atas pesan yang di pertukarkan. Komunikasi antarbudaya, terjadi bila pengirim pesan adalah anggota dari suatu budaya lain.

Komunikasi antarbudaya, komunikasi antar orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam ras, etnik ataupun perbedaan sosioekonomi).78

78Ahmad Sihabudin, Komunikasi Antarbudaya,(Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h,13

Setiap orang yang berkomunikasi antarbudaya menginginkan hasil yang efektif. Harapan atas efektivitas itu tergantung atas sejauhmana orang memahami aksioma-aksioma efektivitas komunikasi antarbudaya. Dikatakan sebagai aksioma karena konsep yang hendak dipahami itu selalu ada dalam perikehidupan manusia. Apabila konsep-konsep komunikasi antarbudaya digali lebih dalam maka kita akan menemukan beberapa bentuk atau modus perilaku komunikasi efektif yang relatif konstan, dimana :

1. Efektivitas komunikasi antarbudaya sangat dibutuhkan dalam hubungan antarbudaya.

2. Efektivitas komunikasi antarbudaya sangat ditentukan oleh dukungan iklim komunikasi yang efektif.

3. Semua variabel penentu komunikasi antarbudaya harus dapat diidentifikasi.

4. Tanpa keterampilan berkomunikasi secara efektif maka setiap orang akan merasa diasingkan dalam hubungan antarpribadi.79

Masyarakat di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dalam kehidupannya sehari-hari berintraksi dengan satu sama lain selama ini berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat saat mereka berintraksi setiap hari, disaat mereka tanpa sengaja bertemu dijalan mereka saling tegur sapa,dan mulai pembicaraan yang ringan-ringan sampai pada suatu yang lebih serius. Dalam berkomunikasi, mereka juga terlihat seperti biasa saja tanpa

79 Ibid,. h. 258-259.

ada terlihat perbedaan diantara mereka. Tidak ada terlihat rasa segan diantara mereka ketika proses berkomunikasi berlangsung mereka terlihat lacar saja sambil sedikit bercanda.

Faktor pendukung terciptanya komunikasi antar budaya masyarakat Islam dan Hindu di Dusun Endut dalam menciptakan toleransi antar umat beragama ini dipengaruhi oleh bebebrapa faktor pendukung.

1. Saling menghormati

Dengan cara kita saling menghormati dengan satu sama lain, maka akan terjalinlah suatu kehidupan yang baik dengan orang lain. Apalagi dalam kehidupan ditengah masyarakat, dengan saling menghormati satu sama lain diantara kita terutama saling menghormati perbedaan agama, kultur, budaya masing-masing yang kita miliki maka akan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang rukun dan toleransi di tengah keberagaman.

Perbedaan budaya (agama/keyakinan) yang dimiliki oleh masyarakat Dusun Endut Desa Batu Mekar ini bukanlah suatu halangan bagi mereka untuk selalu menjalin komunikasi dan bisa hidup rukun daan toleransi ditengah keberagaman. Hal ini dapat dilihat dari ketika salah satu masyarakat mengadakan acara baik itu dari muslim atau hindu maka masyarakat yang satu dan yang laiinya ikut berpartisifasi dalam acara tersebut. Maka partisifasi inilah yang menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya kehidupan masyarakat muslim dan hindu di Dusun Endut untuk tetap menciptakan toleransi dalam keberagaman di tengah masyarakat.

2. Saling undang (dalam acara adat)

Memiliki hubungan sosial yang baik itulah sifat yang harus dimiliki oleh setiap warga masyarakat karena dengan kita memiliki hubungan sosial yang baik maka kita akan selalu bisa hidup berdampingan dengan siapapun.

Lebih-lebih jika kita hidup di tengah keberagaman budaya masyarakat yang majemuk. Karena dengan adanya hubungan sosial yang baik maka terciptalah kehidupan yang rukun, aman dan damai dalam setiap perbedaan kultur budaya yang dimiliki. Maka hal semacam inilah yang terjadi di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamaatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Adanya hubungan sosial yang baik ini dapat dilihat ketika ada acara adat masing- masing seperti resepsi pernikahan (begawe) mereka di sana saling undang dan bahkan kalau ada orang meninggal maka masyarakat yang ada di Dusun Endut datang kerumah orang yang meninggal tersebut, untuk ikut berbela sungkawa bahasa sasaknya (belangar).

Adaya hubungan sosial yang baik antar umat Muslim dan Hindu di dusun Endut ditengah keberagaman masyarakat ini sudah terjalin lama sehingga sampai dengan saat ini tidak ada pernah terdengar suatu konflik apapun yang mengatasnamakan karena perbedaan agama/keyakinan di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamaatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

3. Sering bertemu di lembaga pendidikan

Pendidikan merupakan suatu hal yang wajib di dapatkan oleh setiap warga negara apalagi pemerintah sekarang ini sudah memiliki program wajib belajar 9 tahun. Pendidikan masyarakat yang ada di Dusun Endut pada saat

ini sudah sangatlah baik dan pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung terciptanya sikap saling toleransi yang ada di Dusun Endut.

Karena dengan adanya jenjang pendidikan yang sama antar remaja yang ada di sana maka semakin bayak pula ruang untuk menjalin sebuah komunikasi antar remaja yang ada di Dusun Endut dengan memiliki jenjang pendidikan yang sama mulai dari SD sampai SMA inilah yang membangun sikap saling toleransi antar umat beragama Muslim dan Hindu yang ada di Dusun Endut. Dalam dunia pendidikan mereka dapat bertemu dan berintraksi tanpa ada pemisah sekalipun maka itulah yang menjadi penghubung mereka untuk saling berkomunikasi sehingga sifat saling toleransi yang ada di Dusun Endut tersebut sudah ada mulai dari sejak masih berada di jenjang pendidikan.

4. Saling menghargai budaya masing-masing

Masyarakat antara muslim dan hindu di Dusun Endut ini sudah bisa dikatakan masyarakat yang sudah bisa saling menghargai budaya masing- masing sehinggga terjalinlah masyarakat yang penuh toleransi tanpa ada pernah terjadi suatu konflik apapun. Kesadaran diri tentang akan pentingnya saling menghargai adalah salah satu kunci untuk bisa menjalin hubungan masyarakat yang damai, harmonis, penuh rasa toleransi. Dengan rasa saling menghargai satu dengan yang lainnya dapat dijadikan suatu dasar untuk menciptakan suatu komunikasi yang efektif terutama ketika kita berkomunikasi dengan orang yang memilki budaya berbeda. Teryata hal semacama ini sudah disadari oleh masyarakat yang ada di Dusun Endut Desa Batu Mekar akan keberagaman yang dimiliki.

Kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati budaya masing- masing ialah suatu keharusan yang dimiliki oleh masyarakat muslim dan hindu di Dusun Endut ini mampu akan meminimalisir konflik yang bisa saja terjadi. Kesalahpahaman dan sebagainya yang mengatasnamakan perbedaan budaya agama/keyakinan yang dimiliki pada akhirnya dapat dihindari dengan cara saling menghargai budaya masing-masing.

Pada penelitian ini menunjukkan antara masyarakat muslim dan hindu di Dusun Endut ini sudah terjalin rukun dan toleransi yang tinggi, terutama yang berhubungan dengan perbedaan budaya. Mereka disana hidup saling menghargai budaya masing-masing dan bahkan perbedaan kebudayaan bukanlah suatu penghalang bagi mereka untuk tetap menciptakan kerukunan dan toleransi antar umat beragama di tengah-tengah keberagaman.

5. Saling bait / saling ambil (dalam pernikahan)

Adanya tali pernikahan antara kedua masyarakat muslim dan hindu di Dusun Endut juga merupakan salah satu faktor pendukung terciptanya kerukunan antar umat beragama di tengah keberagaman masyarakat yang ada di Dusun Endut. Kita kembali kepada sejarah bagaimana juga agama Islam ini, sehingga bisa tesebar sampai di pelosok-pelosok nusantara iyalah karena adanya faktor pernikahan antara agama islam dan hindu. Pada saat sekarang ini itulah yang dapat kita lihat pada masyarakat di dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Ada beberapa pernikahan yang terjadi antara masyarakat Muslim dan Hindu di Dusun Endut.

Pernikahan inilah yang menambah kerukunan dan toleransi ditengah

keberagaman masyarakat Dusun Endut. Maka dari itu silaturrahmi antara masyarakat Muslim dan Hindu ini semakin erat karena antara keduanya sudah menjadi satu keluarga dalam ikatan pernikahan. Hubungan sosial antara kedua masyarakat ini menjadi semakin erat karena sudah terikat dalam suatu sistem kekeluargaan melalui pernikahan dan ini semakin menambah jalan untuk semakin dekat sampai sudah tidak ada kendala lagi untuk menjalin komunikasi setiap hari serta semakin membuat kerukunan antar kedua masyarakat yang berbeda budaya tersebut.

6. Posisi letak rumah yang berdekatan

Yang menjadi salah satu faktor juga sebagai pendukung terciptanya komunikasi antar umat beragama muslim dan hindu pada masyarakat di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dalam menciptakan toleransi dalam keberagaman ialah salah posisi letak rumah yang berdekatan dan saling bertetanggaan. Dalam kehidupan sehari- hari tidaklah dapat untuk dihindari lagi akan terjadinya sebuwah komunikasi antara kedua masyarakat tersebut karena posisi letak rumah yang sudah berdekatan . hal tersebut sudah tidak lagi pemisah wilayah atau tempat berdasarkan agama/keyakinan yang dimiliki oleh masing-masing masyarakat di Dusun Endut ini.

Maka dengan keadaan yang semacam ini semakin menambah kedekatan antara kedua masyarakat yang berbeda budaya tersebut dan ini juga menambah faktor pendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat

yang toleransi antar umat beragama muslim dan hindu di dalam keberagaman masyarakat Dusun Endut ini.

7. Memiliki kesempatan yang sama dalam pemerintahan

Dalam kehidupan setiap orang akan selalu ingin diperlakukan sama atau setara sepadan dengan orang yang lebih tinggi strata kehidupan sosialnya dan yang demikian itu adalah suatu yang wajar. Seperti dalam hal pelayanan yang disediakan, setiap orang pasti akan berkeinginan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan orang lain untuk bisa mendapatkan dan menikmati pelayanan yang ada. Di dalam Sebuah kehidupan masyarakat yang majemuk atau beragam kultur, budaya yang berbeda, maka dengan dengan cara memiliki kesempatan yang sama dengan orang lain untuk sama- sama bisa menikmati sebuah pelayanan yang tersedia pada masyarakat maka akan membantu proses kerukunan dalam keberagaman budaya yang ada pada masyarakat karena merasa diperlakukan dengan cara yang sama tanpa ada rasa di beda-bedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Maka oleh sebab itu untuk bisa meraih kehidupan masyarakat yang toleransi antar umat beragama di tengah-tengah keberagaman maka dari itu memiliki kesempatan yang sama haruslah di berikan kepada semua masyarakat, entah itu dari masyarakat yang beragama Islam maupun Hindu.

Masyarakat yang berada di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dalam setiap satu bulan sekali di rumah Kepala Dusun diadakan sebuah pelayanan kesehatan yaitu posyandu, semua masyarakat yang ada di Dusun Endut yang mempuyai anak balita maka boleh

datang untuk bisa menikmati pelayanan kesehatan yang sudah disediakan tersebut baik itu dari kalangan masyarakat yang beragama muslim maupun hindu.

Ketika semua masyarakat diberikan untuk bisa memiliki kesempatan yang sama tanpa ada dibeda-bedakan, maka tidak ada lagi alasan untuk bisa menimbulkan suatu konflik apapun di tengah masyarakat yang majemuk karena semua masyarakat tersebut merasa haknya sudah terpenuhi.

8. Memiliki sikap terbuka.

Sikap toleransi antar umat beragama di dalam masyarakat akan terjalin ketika kita saling terbuka tidak saling meyembuyikan dan tidak tertutup dengan orang lain lebih-lebih itu dari pimpinan atau masyarakat itu sendiri.

a. Pimpinan

Menjadi seorang pemimpin dalam masyarakat haruslah memiliki sikap terbuka kepada masyarakat yang di pimpinnya. Karena dengan memiliki sikap terbuka kepada yang dipimpin maka tidak akan ada yang bisa menimbulkan suatu kecurigaan apapun dari seorang yang di pimpinnya itu. Hal semacam inilah yang terjadi di Dusun Endut. Yang dilakukan oleh Kepala Dusun (Kadus) Endut Desa Batu Mekar memiliki sikap terbuka kepada seluruh masyarakat yang dipimpinnya, baik itu dari kalangan masyarakat yang beragama Islam atau Hindu.

b. Masyarakat

Sebagai masyarakat juga haruslah bisa memiliki sikap terbuka kepada pemimpinnya agar orang yang menjadi pemimpinnya itupun bisa terbuka. Karena dengan adanya sikap saling terbuka antara pemimpin dengan yang dipimpin maka segala persoalan apapun akan bisa di selesaikan. Hal semacam inilah yang terjalin pada masyarakat Dusun Endut dalam kehidupannya bermasyarakat. Misalnya jikalau dia memilki suatu masalah yang tidak bisa dia selesaikan dengan sendirinya maka dari masyarakat tersebut datang untuk menemui pemimpinnya atau Kepala Dusun (Kadus) untuk menceritakan masalah yang tengah di hadapi.

Dengan adanya sikap saling terbuka baik itu dari masyarakat maupun pemimpin maka persoalan apapun akan bisa teratasi dan untuk menciptakan sebuah kehidupan masyarakat yang toleransi antar umat beragama akan mudah dipertahankan. Dan hal semacam inilah yang dilakukan oleh para pemimpin dan masyarakat yang ada di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dalam menciptakan toleransi antar umat beragama dalam keberagaman di tengah masyarakat.

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan paparan data dan temuan data serta pembahasan pada bab sebelumnya, maka pada bab terakhir ini peneliti dapat meyimpulkan sebagai berikut:

1. Pola komunikasi antar budaya dalam menciptakan toleransi antar umat beragama di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat selama ini sudah berjalan efektif dan toleransi ditengah keberagaman tanpa ada suatu konflik apapun. Disebabkan karena masyarakat muslim dan hindu di Dusun Endut ini yang mempuyai kesadaran serta sifat saling menghargai yang tinggi, dan mereka mempuyai tempat atau wadah untuk berkomunikasi antar pribadi sehingga mewujudkan masyarakat yang toleran. Perbedaan agama/keyakinan yang dimiliki oleh masyarakat Dusun Endut bukanlah suatu penghalang baginya untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan menciptakan masyarakat yang saling toleransi di tengah keberagaman.

2. Faktor pendukung terciptanya pola komunikasi antar budaya dalam menciptakan toleransi antar umat beragama di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat ialah:

a. Saling menghormati

b. Saling Mengundang (dalam acara adat) 96

c. Sering bertemu di lembag sekolah

d. Saling menghargai budaya masing-masing e. Saling bait / saling ambil (dalam pernikahan)

f. Memiliki kesempatan yang sama dalam pemerintahan

g. Memiliki sikap terbuka baik itu dari pimpinan maupun masyarakat dan h. Posisi letak rumah yang berdekatan

B. SARAN-SARAN

1. Kepada masyarakat yang ada di Dusun Endut.

Komunikasi antar budaya dalam menciptakan toleransi antar umat beragama di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan agar kerukunan antar umat beragama ini tetap terjalin serta harmonis dan agar tidak pernah terjadi konflik apapun lebih-lebih konflik yang berlatar belakang karena perbedaan agama/keyakinan.

2. Kepada masyarkat umum

Komunikasi antar budaya di tengah perbedaan dan keberagaman yang diperlihatkan oleh masyarakat yang berada di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat ini dapat di jadikan contoh bagi masyarakat Lombok dan Indonesia umumnya yang memiliki masyarakat yang majemuk dengan beragam kultur, budaya, agama yang berbeda untuk menciptakan komunikasi yang efektif serta menjaga kerukuna antar umat beragama di tengah perbedaan.

3. Kepada tokoh agama, tokoh masyarakat/adat, pemuda, dan pemerintah desa di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat agar kerukunan antar umat beragama ini terus di jaga kerukunannya serta saling menghargai satu sama lain di tengah keberagaman budaya masing- masing.

4. Bagi peneliti selanjutnya yang hendak melakukan penelitian yang sama, agar bisa melakukan penelitian yang lebih baik dari peneliti yang dilakukan sekarang untuk menyempurnakan segala kekurangan sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Sihabudin, Komunikasi Antarbudaya, Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

Alo Liliweri, Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.

Amri Marzali, Antropologi & Pembangunan Indonesia,(Jakarta: Kencana, Prenada Media Group, 2005.

Ardial, Paradigma dan Model Penelitian Komunikasi, Jakarta: PT.Bumi Aksara 2015.

Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014 Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, Bandung:CV Pustaka Setia, 2008.

Deddy Mulyana dan Gembirasari, Bandung: Remaja Rosdakrya, 2001

Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Antarbudaya, Bandung:PT.Remaja Rosdakarya , 2005.

Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005.

Deddy Mulyana, Komunikasi Efektif, Bandung: PT.Remaja Rosdakaraya, 2004 Elly M. Setiadi dkk, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Jakarta, Prenada Media

Group, 2006

Fitri Handayani, “Komunikasi Antar Pedagang Muslim Sasak dan Hindu Bali di Pasar Tradisional Cakra Negara Kota Mataram (Analisi Komunikasi Antarbudaya”), (Skripsi IAIN Mataram, 2015).

Franz –Josef Eilers, SVD, Berkomunikasi Antara Budaya, Flores-NTT-Indonesia:

Nusa Indah 1995

Furqon, Harmoni Dalam Keberagaman ( Studi Pada Relasi Antarbudaya Tiga Etnis di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur).

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, 2015.

Hamka haq, Islam Rahmah untuk Bangsa, Jakarta: PT. Wahana Semesta Intermedia 2009.

Henry Thomas Simarmata dkk, Indonesia Zamrud Toleransi, Jakarta: Psik- Indonesia, 2017.

http://marapuinerie.blogspot.com/2016/10/pola-pola-komunikasi.html, diambil tgl 17 januari 2019, pukul 09:44 wita

https://tipsserbaserbi.blogspot.com/2015/03/bentuk-bentuk-komunikasi.html, diambil tgl 17 januari 2019, pukul 09:30 wita

https://www.pendidikanku.org/2018/05/pengertian-toleransi-dan-manfaat.html diambil tgl 17 januari 2019, pukul 10:01 wita.

Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007

Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik, Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2014.

Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik, Jakarta: PT.Bumi Aksara2014.

Kamus Ilmiah Populer, Gama Press, 2010

Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung:

PT.Remaja Rosdakarya, 2013.

Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik, Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2006.

Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik, Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2006.

Q.S. Al-hujurat [49]: 13.

Rusli Nasrullah, Komunikasi antar Budaya di Era Budaya Siber, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.

Saeful Huna, Pola Komunikasi Masyarakat Islam dan Hindu Dalam Mempertahankan Keharmonisan Bermasyarakat (Study Kasus di Dusun Sangiang Desa Langko Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat).

Skripsi Universitas Negeri Mataram, 2017.

Sainun, Ringkasan Disertasi Interaksi Nilai Islam dan Nilai Adat (Studi Upacar Adat Perkawinan Masyarakat Suku Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat), Surabaya, UIN Sunan Ampel, 2014.

Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung, CV Alfabeta, 2008.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI), Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006.

Sutanto, Buku Pintar Bikin Proposal Tepat Sasaran, Yogyakarta, Mitra Buku, 2013.

Lampiran –lampiran

KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT

KEPALA DESA H.SARNAH. S.SOS

SEKDES SUPANDI USMAN

TATA USAHA NI KETUT CATRI

KAUR KEUANGAN ARINIWATI

PERENCANAAN MINARWAN KASI PELAYANAN

MARZUKI KASI KESEJAHTRAAN

ROSDIANA S KASI PEMERINTAHAN

IHYA ULUMUDDIN

KEPALA DUSUN

PEMANGKALAN IGEDE ARGA

ENDUT DEDI IRAWAN KARANG TEMU

HERI SUSANTO

NYURBAYE GAWAH RAIMAN. S.PD

BATU RIMBA KAMALUDIN MONTANG

I MADE SUKARTA

RUMBUK SAUFI

PERABA MISBAH HULTIRTA

PUNIKAN UTARA IMRON SAHRONI

PUNIKAN SELATAN

SYAMSUDIN KALI RANGET WAWAN HIDAYAT STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA BATU MEKAR

KECAMATAN LINGSARKABUPATEN LOMBOK BARAT

RT : 06 A.SUBE

BAGAN 2.2

Struktur Organisasi Pemerintahan Dusun Endut KEPALA DUSUN

DEDI IRAWAN

KETUA RT

RT: 01 SINARTA

RT : 02

AGUS SUMARYADI

RT : 03 SUNARDI

RT : 04 NARIPIN

RT : 05 A.SAITE

RT : 07 A.MIRIADI

RT : 10 A.MURDAN RT : 09

A.SERA’I

RT : 08 A.MAY

Poto – Poto lokasi penelitian

1.Photo Kantor Desa Batu Mekar

2. Poto Kegiatan Posyandu di Rumah Kepala Dusun

Dokumen terkait