• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pengumpulan Data

BAB I. PENDAHULUAN

G. Metodologi Penelitian

5. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Tanpa mengetahui prosedur pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

Peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data sebagai berikut: Metode Observasi, Metode Wawancara, dan Metode Dukumentasi.

35. Husein Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007), h.42

1. Metode Observasi

Observasi dalam Kamus besar Bahasa Indonesia berarti pengamatan atau peninjauan secara cermat.

Data yang diperoleh dalam kegiatan observasi untuk dicatat dalam suatu catatan observasi. Kegiatan pencatatan dalam hal ini adalah merupakan kegiatan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti. Peneliti memilih menggunakan observasi partisipasi pasif (passive participation). Dalam observasi ini, peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut dalam kegiatan tersebut.36 Dengan observasi partisipasi pasif ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tigkat makna dari setiap prilaku yang nampak.

Observasi dilakukan peneliti untuk mengetahui fenomena yang terjadi disekitar masyarakat. Hal ini supaya penelitii mempuyai gambaran umum soal wilayah yang diteliti tersebut.

2. Metode Wawancara

Wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu; ini merupakan proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik. Terdapat dua pihak dengan kedudukan yang berbeda dalam proses wawancara . pertama berfungsi sebagai penanya disebut juga sebagai interviewer, sedangkan pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (informatin supplyer), interviwer atau informan.

36 Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, (Bandung:CV Pustaka Setia, 2008), h. 185

Ada dua cara membedakan tipe wawancara dalam tataran yang luas:

terstruktur dan tidak tersruktur.Wawancara tersruktur digunakan karena informasi yang akan diperlukan penelitian sudah pasti. Proses wawancara tersruktur dilakukan dengan menggunakan instrumen wawancara tertulis wawancara yang berisi pertayaan yang akan diajukan kepada informan.Wawancara tidak tersruktur bersifat lebih luwas dan terbuka.

Wawancara tidak tersruktur dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara tersruktur karena dalam melakukan wawancara lebih alamiah untuk menggali ide dan gagasan informan secara terbuka dan tidak menggunakan pedoman wawancara. Pertayaan yang diajukan bersifat fleksibel, tetapi tidak meyimpang dari tujuan wawancara yang telah ditetapkan.37

Namun dalam hal ini peneliti hanya akan menggunaka metode wawancara tak terstruktur, wawancara ini sanngat berbeda dari wawancara terstruktur dalam hal waktu bertanya dan cara memberikan respons, yaitu jenis ini jauh lebih bebas iramanya. Responden biasanya terdiri atas mereka yang terpilih saja karena sifat-sifatnya yang khas. Biasanya mereka memiliki pengetahuan dan mendalami situasi, dan mereka lebih mengetahui informasi yang diperlukan. 38

Dan Masalah yang akan diwawancarai adalah sesuai dengan rumusan masalah. Dan yang akan diwawancarai dalam penelitian ini

37. Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik,(Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2014), H.160-163

38. Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, (Bandung:

PT.Remaja Rosdakarya, 2013), H. 191.

diantarnya adalah Kepala Dusun,Rt, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Masyarakat muslim dan hindu. \

Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai sejumlah narasumber diantaranya kepala Dusun Endut, peneliti mewawancarai narasumber ini karena merupakan pemimpin wilayah tersebut, adapun tokoh masyarakat untuk memperoleh data dari kedua belah pihak.

Dengan metode penelitian wawancara ini, peneliti mewawancarai masyarakat di Dusun Endut desa Batu Mekar untuk mengetahui informasi tentang toleransi antar umat beragama. Wawancara dilakaukan peneliti untuk mengetahui hubungan masyarakat setempat.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan pembuatan dan peyimpanan bukti-bukti (gambar, tulisan, suara, dll). Terhadap segala hal baik objek atau pristwa yang terjadi.39

Tehnik pengumpulan data yang juga berperan besar dalam penelitian kualitatif naturalistik adalah dokumentasi. Dokumentasi, dalam asal katanya dokumen yang berasal dari kata latin yaitu docere, yang berarti mengajar.

Dalam bahasa inggris disebut document yaitu “somehting written or printed, to be used as a record or evidece”, atau seuatu tetulis atau di cetak untuk digunakan sebagai suatu catatan atau bukti. Dengan tehnik dokumentasi ini, peneliti dapat memproleh informasi bukan dari orang sebagai narasumber,tetapi mereka memproleh informasi dari macam-macam sumber

39. Sutanto, Buku Pintar Bikin Proposal Tepat Sasaran, (Yogyakarta, Mitra Buku, 2013), h. 75

tertulis atau dari dokumen yang ada pada informan dalam bentuk peninggalan budaya, karya seni dan karya fikir.40

Metode dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh hasil berbetuk teks atau gambar berupa fakta yang menggambarkan suatu wilayah tersebut.

6. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.41

Analisa data merupakan bagian yang tidak bisa ditinggalkan, karena dengan analisa, data-data yang diperoleh akan memberi arti yang berguna dengan memecahkan masalah, data yang terkumpul selama peneliti melakukan penelitian perlu dianalisis dengan baik dan diterapkan dalam bentuk gambaran kata-kata dan langkah-langkah tersebut dapat difahami.42

Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data. Milles dan Huberman mengungkapkan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara intraktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas,

40. Ibid h.146-148

41Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1996), hlm.103.

42Rohayani, “Tingkat Kesadaran Pegawai di Lingkungan Kementerian Agama dalam Menggunakan Jasa Keuangan Perbankan Syariah Di Kota Mataram, (Tesis, FASCASARJANA UIN Mataram, Mataram, 2017), hlm.47.

sehingga datanya sudah jernih. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verfication.43

Analisis terdiri atas tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verfikasi. Berikut penjelasan mengenai komponen- komponen diatas:

a. pengumpulan data, yaitu proses pengumpulan data dilakukan sebelum penelitian, pada saat penelitian, dan diakhir penelitian. Proses pengumpulan data tidak mempunyai segmen atau waktu sendiri, melainkan sepanjang penelitian yang dilakukan proses pengumpulan data dapat dilakukan.44

b. Reduksi data, yaitu memilih data dan penyederhanaannya dari data kasarnya dan memberikan kode pada data yang dianalisa. Reduksi data berlanjut terus sesudah penelitian lapangan, sampai laporan akhir lengkap tersusun. Reduksi data bukanlah sesuatu yang terpisah dari analisis, ia merupakan bagian dari analisis.

c. Penyajian data, yaitu setelah mereduksi data kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk kata-kata atau kalimat yang dapat dimengerti. Pada kegiatan ini peneliti akan memilih data yang kira-kira dapat mewakili dan data yang lain tidak menunjang akan dihapus.

d. Verivikasi data, yaitu memberikan kesimpulan berupa pembenaran terhadap data yang telah dianalisis.

43Nurul Yakin, Menejemen Pendidikan Islam Tradisional, (Mataram: (LEPPIM) IAIN Mataram, 2013), Hlm.76-77.

44Ibid., hlm.77-78

Telah dikemukakan tiga hal utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verfikasi sebagai suatu yang jalin menjalin, pada saat sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar untuk membangun wawasan umum yang disebut “analisis”.

Berdasarkan intraktif Model dari Milles dan Hubberman terdapat tiga jenis kegiatan analisis dan kegiatan pengumpulan data itu sendiri merupakan proses siklus dan intaktif. Peneliti harus siap bergerak di antara empat sumbu itu selama pengumpulan data, selanjutnya bergerak bolak-balik diantara kegiatan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan/verfikasi selama sisa waktu penelitian.45

Dengan menggunakan ketiga alur kegiatan di atas maka akan mempermudah peneliti dalam menganalisis data yang didapat di lapangan dalam rangka mendapatkan data yang valid dan benar ada tentang, “Pola Komunikasi Antar Budaya Dalam Menciptakan Toleransi antar umat beragama di Dusun Endut Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat”.

7. Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data diperoleh peneliti.46 Penentuan validitas data penelitian ini ditentukan oleh kredibilitas temuan dan interpretasinya dengan mengupayakan temuan dan penafsiran yang

45Nurul Yakin, Menejemen Pendidikan Islam..., hlm.82.

46Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitataif, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm.64.

dilakukan sesuai dengan kondisi senyatanya dan disetujui oleh subjek penelitian.

Agar kondisi di atas dapat terpenuhi maka dengan cara akan memperpanjang observasi, pengamatan yang terus-menerus, triangulasi dan membicarakan hasil temuan dengan orang lain, menganalisis kasus penting, dan menggunakan bahan refrensi.47 Dalam penelitian ini ada tiga cara yang akan ditempuh, yaitu:

1. Kredibilitas Data.

Pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal dari non kualitatif. Fungsinya untuk melaksanakan inkuiri sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai dan mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.

2. Memperpanjang observasi

Peneliti memerlukan perpanjangan waktu obserpasi jika informasi yang di dapat masih dianggap kurang lengkap. Namun dengan waktu yang akan diberikan kepada peneliti, peneliti merasa akan cukup waktu untuk mengumpulkan data-data yang akurat untuk dipertanggungjawabkan.

3. Triangulasi

Moleong mengatakan triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan mengecek atau sebagai pembanding terhadapat data.

47Muhammad Idrus, Metode Penelitian Ilmu Sosial, (Yogyakarta: PT. Gelora Aksara Pratama,2009), hlm.248.

Menurut Norman K. Denkin mendefinisikan triangulasi digunakan sebagai gabungan atau kombinasi berbagai metode yang dipakai untuk mengkaji fenomena yang saling terkait dari sudut pandang dan perspektif yang berbeda.48 Menurut iatriangulasi meliput empat hal, yaitu:

Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi dengan cara yang berbeda. Sebagaimana dikenal dengan penelitian kualitatif peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.

a. Triangulasi

Triangulasi dalam penelitian ini adalah untuk mengecek keabsahan data tertentu dengan membandingkan data yang diperoleh sumber lain.

Triangulasi yang digunakan antara lain:

1. Triangulasi antar peneliti dilakukan dengan cara menggunakan lebih dari satu orang dalam pengumpulan dan analisis data. Cara ini diakui memperkaya khazanah pengaturan mengenai informasi yang digali dari subjek peneliti.

2. Tringulasi sumber data adalah menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data.

3. trianguliasi teori. Hasil akhir penelitian kualitatif berupa sebuah rumusan informasi atau thesis statmen, yang kemudian informasi tersebut dibandingkan dengan teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas data yang ditemukan.

48http://phisiceducation09.blogspot.co.id/2013/03/triangulasi-dalam-penelitiankualitatif.

Diakses pada 24 April 2018 pukul 11.03

b. Membicarakan dengan temen sejawat

Membicarakan dengan temen sejawat bertujuan untuk memperoleh kriti-kritik pertayaan yang tajam yang menentang tingkat kepercayaan dan kebenaran data. Dengan cara ini peneliti dapat mempengaruhi tafsiran yang kurang jelas.

c. Kecukupan referensi

Refrensi yang digunakan adalah bahan dokumuntasi, catatan lapangan yang tersimpan berkaitan dengan fokus penelitian. Dengan refrensi peneliti dapat mengecek kembali data dan informasi yang peneliti dapatkan di lapangan. Hal ini untuk mengetahui apakah data tersebut sesuai dengan kenyataan.49

d. Ketekunan Pengamatan

Bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari kemudian memusatkan pada hal-hal tersebut secara rinci. Dengan kata lain, jika perpanjangan keikutsertaan menyediakan lingkup maka ketekunan pengamatan menyediakan kedalaman. Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik ini dengan menggunakan pengamatan secara teliti, rinci serta berkesinambungan terhadap fokus penelitian.50

e. Confirmability Data

Objektivitas-subjektivitasnya sesuatu hal bergantung pada orang seorang, menurut Scriven (1971). Selain itu masih ada unsur kualitas

49 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung, CV Alfabeta, 2008), h. 423.

50 sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 43

yang melekat pada konsep objektivitas itu. Hal itu digali dari pengertian bahwa jika sesuatu itu objek, berarti dapat dipercaya, factual, dan dapat dipastikan. subjektif berarti tidak dapat dipercaya, atau menceng.

Pengertian terakhir inilah yang dijadikan tumpuan pengalihan pengertian objektivitas-subjektivitas menjadi kepastian

f. Transferability Data.

Keteralihan sebagai persoalan empiris bergantung pada kesamaan konteks pengirim dan penerima. Untuk melakukan pengalihan tersebut, seorang peneliti mencari dan mengumpulkan kejadian empiris tentang kesamaan konteks. Dengan demikian peneliti bertanggung jawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya jika ia ingin membuat keputusan tentang pengalihan tersebut.

g. Kebergantungan (dependability)

Merupakan subsitusi istilah realibilitas dalam penelitian non kualitatif, yaitu bila ditiadakan dua atau beberapa kali pengulangan dalam kondisi yang sama dan hasilnya secara esensial sama. Sedangkan dalam penelitian kualitatif sangat sulit mencari kondisi yang benar-benar sama. Selain itu karena faktor manusia sebagai instrumen, faktor kelelahan dan kejenuhan akan berpengaruh

BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A.Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Singkat Terbentuknya Desa Batu Mekar

Desa Batu Mekar merupakan salah satu desa dari 15 (lima belas) desa yang berada di wilayah Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, merupakan desa terkecil dengan luas wilayah 1.1953 Ha atau 1,191,595 Km2, yang terdiri dari 11 (sebelas) dusun.

Menurut sejarahnya Desa Batu Mekar, adalah pecahan dari desa Batu Kumbung dan dipersiapkan menjadi desa pemekaran pada tahun 1998, dan sebagai Kepala Desa persiapan sampai desa dipinitip Drs. Kamarudin.

Desa Batu Mekar sebelum bergabung dengan Kecamatan Lingsar merupakan Desa dalam Desa dalam wilayah Kecamatan Narmada yang karena pengembangan wilayah Kecamatan Narmada menjadi 2 (dua ) Kecamatan maka setelah Kecamatan Lingsar menjadi Kecamatan yang difinitif pada tahun 1999 maka Desa Batu Mekar bergabung menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Lingsar.

Nama Desa Batu Mekar diambil dari bahasa Sasak yang berasal dari kata “Batu” yang berarti “Tegl Kuat” oleh karena Desa Batu Kumbung dimekarkan menjadi desa Batu Mekar karena sebelum menjadi desa sendiri Desa Batu Mekar merupakan wilayah dari Desa Batu Kumbung dan pada tahun

46

1998 Desa Batu Mekar menjadi Desa tersendiri dan berada di wilayah Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Sejak terbentuknya, Desa Batu Mekar terdiri dari 7 (tujuh ) Dusun yaitu Dusun Pemangkalan, Endut, Karang Temu, Nyurbaya Gawah, Montang, Punikan Utara, Punikan Selatan. Berdasarkan Undang – Undang Nomor 2 tahun 1999 tentang pemerintah daerah tahun 2001 Desa Batu Mekar melaksanakan pemekaran Dusun menjadi 4 (empat) Dusun sehingga Wilayah Desa Batu Mekar bertambah menjadi 11 (sebelas) Dusun, yaitu.

1. Dusun Batu Rimba 2. Dusun Rumbuk 3. Dusun Peraba 4. Dusun Kali Ranget

Adapun pejabat Kepala Desa yang menjabat sejak terbentuknya Desa Batu Mekar pada tahun 1998 sampai saat sekarang ini :

1. Drs. Kamarudin (TH,1999 – 2012).

2. H.M. Sarnah, S.Sos. (th, 2013 sampai dengan saat sekarang ini) Gambar 2.1

ARTI LAMBANG DESA BATU MEKAR

Keterangan:

1. Latar belakang pemilihana lambang warna

- Sebelah kanan warna hijau yang berarti “Subur”. Artinya wilayah Desa Batu Mekar memiliki lahan / tanah yang subur baik itu didalam hal pertanian maupun perkebunan.

- Sebelah kiri warna biru yang berarti “Damai” artinya Desa Batu Mekar selalu berusaha untuk selalu hidup dalam kedamaian dan ketentraman.

2. Sebelas batu melambangkan Desa Batu Mekar terdiri dari 11(sebelas) dusun.

3. Empat gambar goresan air menandakan menandakan ada 4 (empat) pekasih atau kasubak.

4. Bunga mekar sebagai symbol Desa Batu Mekar.

5. Susunan bata juga mengingatkan kembali pada sejarah terbentuknya Desa Batu Mekar yang dipelopori oleh orang-orang yang beragama Hindu.

6. Moto : Tekad Tunggal bermakna:

- Tekad : berarti kemauan

- Tunggal : mengandung arti, bahwa masyarakat Desa Batu Mekar dalam menjalankan hidup sehari-hari tetap bersatu padu tanpa adanya petentangan antara satu dengan yang lainnya. Untuk berpatisipasi dalam pembangunan dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai “Patut patuh Patju”.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa setiap penduduk dan pimpinan di Desa Batu Mekar haruslah bertindak sesuai hukum, bijaksana berbudi pekerti luhur serta tidak belebih-lebihan, rukun, saling harga- menghargai, kerjasama dalam hal-hal yang baik serta giat, tidak mengenal putus asa dalam tugas kewajiban demi pembangunan Desa, Daerah dan Negara.

2. Letak Geografis

Wilayah desa Batu Mekar secara geograpis berada disebelah timur ibu kota Kecamatan Lingsar, dilihat dari topograpinya berbukit-bukit, secara administrasi Desa Batu Mekar terletak diwilayah kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Adapun batas batas Desa Batu Mekar yang merupakan pemekaran dari desa batu kumbung :

 Sebealah Utara : Hutan Tutupan

 Sebelah Barat : Desa Karang Bayan Desa Sari Baye

 Sebelah Timur : Desa Buwun Sejati

 Sebelah Selatan : Desa Batu Kumbung

Desa Batu Mekar menurut data dari Google Maps menggunakan Fitur GPS berada pada Longitude -6.559391 (Lintang Selatan), Atittude 106.083358 (Bujur Timur)

 Ketinggian dari Permukaan laut : 170 M/DPL

 Curah Hujan Rata – Rata : 2.000 – 4.000 mm/tahun

 Tofografi ( Struktur Tanah ) : Datara Rendah/berbukit

 Suhu Udara rata – Rata : 24,5o C – 29,9o C

Luas wilayah Desa Batu Mekar 1.191.595 Ha luas. Dengan masyarakat yang memiliki karakteristik yang sama dengan dengan desa yang lain. Pada umumnya desa yang satu dengan desa yang lain saling berdekatan.

Gambar 2.2 Peta Desa Batu Mekar

Secara administratif, Desa Batu Mekar yang merupakan pemekaran dari Desa Batu Kumbung yang terdiri dari 11 dusun yaitu:

1. Pemangkalan 2. Endut

3. Karang Temu 4. Nyurbaye Gawah 5. Montang

6. Batu Rimba 7. Rumbuk 8. Peraba

9. Punikan Utara 10. Punikan Selatan 11. Kali Ranget

Dari sebelas dusun yang ada di Desa Batu Mekar tersebut, peneliti melakukan penelitian di Dusun Endut yang memiliki jumlah penduduk laki- laki 768, perempuan 977, dan jumlah keseluruhannya 1,745 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 526 kk, yang sebagian besar mata pencahariannya petani dengan luas wilayah Desa Batu Mekar1.191.595 Ha.

Dari tahun ke tahun kinerja pemerintah Desa berjalan dengan cukup baik, ini dibuktikan dengan adanya perubahan –perubahan yang terus terjadi setiap tahunnya seperti perubahan wilayah kantor desa serta adanya perbaikan- perbaikan jalan raya maupun jalan-jalan kesetiap Dusun-Dusun dan serta adanya Posyandu di setiap Dusun. Itulah kemajuan yang nampak terlihat dari indikator sesuai dengan frofil Desa yaitu:

a. Orbitasi

Desa Batu Mekar berjarak 4 Kilometer dari Ibu Kota Kecamatan dengan jarak tempuh sekitar + 15 menit menggunakan kendaraan

bermotor. Sedangkan jarak tempuh dengan Ibu Kota Kabupaten Lombok Barat sekitar + 25 kilometer dengan jarak tempuh sekitar + 1 jam / 60 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Dan jarak dari dengan Ibu Kota Propinsi sekitar + 18 kilometer dengan jarak tempuh + 40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

b. Kondisi Geografis

Desa Batu Mekar berada pada ketinggian 5-75 mdpl diatas permukaan laut dengan curah hujan rata-rata 2.000 – 4.000 mm/tahun dan memiliki suhu udara rata-rata 30o C (derajat celcius) dengan bentang wilayah datar-tinggi.51

3. Visi dan Misi

Visi dan Misi Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat:

a. Visi

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang massa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa itu sendiri.

Peyusunan dari visi misi ini dilakukan dengan pendekatan partisifatif, serta melibatkan para aparatur desa seperti Pemerintah Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, BPD, Tokoh Masyarakat, Lembaga Masyarakat Desa dan masyarakat Desa pada umunya. Pertimbangan kondisi eksternal seperti satuan kerja wilayah pembangunan di Kecamatan Lingsar mempuyai titik

51Observasi, Kantor Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Tanggal 9 mei 2018.

sektor pertanian, maka berdasarkan pertimbangan diatas Visi dari Desa Batu Mekar ialah :

“Terwujudnya Desa Batu Mekar Yang Nyaman, Aman, Sejahtra, Taqwa, Dan Berhati Mulia”.

b. Missi

Selain peyusunan vissi juga ditetapkan missi-missi yang memuat suatu peryataan yang harus dilaksanakan oleh desa agar vissi Desa tersebut.

Vissi berada diatas missi. Peryataan missi terus dijabarkan kedalam missi untuk memudahkan didalam pelaksanaan program. Sebagaimana peyusunan vissi, missi pun dalam peyusunan menggunakan partisifatif dan pertimbangan potensi serta kebutuhan masyarakat Desa Batu Mekar, sebagaimana proses yang dilakukan maka misi Desa Batu Mekar adalah : 1. Meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata pemerintah desa 2. Meningkatkan tata kelembagaan.

3. Meningkatkan prekonomian masyarakat dalam bidang pertanian, peternakan dll.

4. Keadaan Jumlah Penduduk a. Desa Batu mekar

Penduduk Desa Batu Mekar dari tahun ketahun terus mengalami perubahan, baik itu disebabkan oleh kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, maupun kedatangan penduduk baru. Jumlah penduduk desa Batu Mekar saat ini adalah 13.072 jiwa penduduk tetap, laki – laki 4.754, perempuan 5.055 dengan jumlah kepala rumah tangga 3.263 KK.

b. Dusun Endut

Secara keseluruhan, penduduk Dusun Endut berjumlah sampai dengan tahun ini berjumlah sebayak 1,746 jiwa dengan rincian laki-laki sebayak 768 jiwa, perempuan 977 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 526 kk.

5. Struktur Organisasi Pemerintah

a. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Batu Mekar

Adapun struktur organisasi dari lembaga pemerintahan yang ada di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat diantaranya terdiri dari Kepala Desa beserta aparaturnya dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan juga dibantu oleh sekertaris desa yang dibawahnya langsung dibantu oleh tenaga teknis seperti Kiyai dan Penghulu, baik itu Kiyai dan Penghulu Desa maupun Dusun. Dan sekaligus ada juga Kepala Dusun di setiap Dusunnya, sebagai berikut:

Tabel 2. 1

Daftar Nama Kepala Dusun yang ada di setiap Dusun di Desa Batu Mekar

NO NAMA KEPALA DUSUN NAMA DUSUN

1 I GEDE ARGA Pemangkalan

2 DEDI IRAWAN Endut

3 HERI SUSANTO Karang Temu

4 RAIMAN S.PD Nyurbaye Gawah

5 I MADE SUKARTA Montang

6 KAMALUDIN Batu Rimba

7 SAUFI Rumbuk

8 MISBAH HULTIRTA Praba

9 IMRON SAHRONI Punikan Utara

10 SYAMSUDIN Punikan Selatan

11 MAWAN HIDAYAT Kali Ranget

Adapun bentuk bagan dari struktur organisasi dari pemerintahan Desa Batu Mekar. ( dapat di lihat di lampiran )

Dari sebelas dusun yang ada di Desa Batu Mekar tersebut dapat di ketahui bahwa yang menjadi Kepala Dusun (Kadus) ialah bukan haya dari yang beragama Islam saja akan tetapi ada juga dari yang beragama Hindu walaupun di Desa Batu Mekar masyarakatnya mayoritas beragama islam.

Dokumen terkait