• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penghambat Pengelolaan Sampah Di Kabupaten

Dalam dokumen peran dinas tata ruang dan cipta karya (Halaman 82-86)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pengelolaan Sampah

2. Faktor Penghambat Pengelolaan Sampah Di Kabupaten

kebersihan.

Dari hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perubahan pemahaman masyarakat kearah yang positif terhadap kebersihan lingkungan sekitar mampu menjadi faktor penunjang dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, serta dengan tersedianya lahan TPA yang luas dapat mempermudah dalam proses pemusnahan sampah di TPA.

2. Faktor Penghambat Pengelolaan Sampah Di Kabupaten

di bagian kebersihan masih sangat minim jika dibandingkan dengan luas lokasi yang harus dibersihkan.”

(Wawancara dengan MS. Rabu, 21-05-2014)

Analisis dari hasil wawancara dengan informan adalah sumber daya manusia dianggap menjadi salah satu faktor penghambat dalam pengelolaan sampah karena masih minimnya petugas yang bekerja di bagian kebersihan jika dibandingkan dengan luas lokasi yang harus dibersihkan.

Lanjut dari itu Kepala Seksi Kebersihan, Pertanaman dan Pemakaman Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba juga mengatakan bahwa:

”Karena sumber daya manusia yang tersedia saat ini khususnya dibagian kebersihan itu masih sangat minim, dimana kami saat ini hanya memiliki 143 tenaga kebersihan dengan spesifikasi: 98 orang petugas penyapu jalan, 10 orang pengawas penyapu jalan, 15 orang petugas motor sampah, 1 orang pengawas motor sampah, 16 orang petugas mobil yang mengangkut ke TPA, 2 orang pengawas TPA dan 1 orang operator alat berat. Jika dibandingkan dengan luas lokasi yang harus kita jaga kebersihannya yakni 14,44 km² maka jumlah petugas kami sangat jauh dari kata cukup untuk menjaga kondisi kebersihan tersebut, oleh karena itu kami menetapkan hanya jalan-jalan besar dalam kota yang disapu oleh petugas penyapu jalan.” (wawancara dengan AA. Jumat, 16-05-2014).

Analisis dari hasil wawancara dengan informan adalah jika dibandingkan dengan luas lokasi yang harusnya dijaga kebersihannya, jumlah petugas kebersihan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba masih sangat sedikit untuk menjaga kondisi kebersihan lingkungan, olehnya itu ditetapkan oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba hanya jalan-jalan besar dalam kota yang disapu oleh petugas penyapu jalan.

b. Masih Minimnya Sarana dan Prasarana Yang Tersedia

Sarana merupakan fasilitas utama yang digunakan untuk mencapai tujuan sedangkan prasarana merupakan fasilitas pendukung yang digunakan untuk mencapai tujuan. Berikut hasil wawancara dengan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba terkait dengan Sarana dan Prasarana sebagai faktor penghambat pengelolaan sampah menyatakan bahwa:

”Sarana dan prasarana juga dikategorikan sebagai faktor penghambat khususnya dalam pengelolaan sampah karena sampai pada saat ini fasilitas yang kami miliki itu belum cukup memadai untuk digunakan dalam proses pengelolaan sampah.” (wawancara dengan PA. Senin, 12-05-2014).

Analisis dari hasil wawancara dengan informan adalah sarana dan prasarana dikategorikan sebagai faktor penghambat dalam proses pengelolaan sampah karena fasilitas-fasilitas yang tersedia saat ini belum cukup memadai untuk digunakan dalam proses pengelolaan sampah.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba mengatakan bahwa:

”Jadi khusus untuk bagian kebersihan, sarana dan prasarana dikatakan sebagai salah satu faktor penghambat dalam proses pengelolaan sampah karena baik sarana maupun prasarana yang kami miliki saat ini belum cukup memadai untuk kami gunakan dalam proses pengelolaan sampah.

Adapun sarana yang kami miliki saat ini terdiri dari: Bak penampungan sampah ada ± 300 pasang termasuk yang dipakai oleh petugas penyapu jalan, Motor sampah ada 15, Amrol 4, truk 2 dan pic-up 2, Bak sampah amrol ada 16, Eskafator 1 buah dan untuk prasarana sebagai fasilitas penunjang pengelolaan sampah juga belum cukup memadai.”

(Wawancara dengan MS. Rabu, 21-05-2014).

Analisis dari hasil wawancara dengan informan adalah baik sarana dan prasarana Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba yang tersedia saat ini

itu belum cukup memadai untuk digunakan dalam proses pengelolaan sampah, oleh sebab itu sarana dan prasarana dikategorikan sebagai salah satu faktor penghambat dalam pengelolaan sampah.

Lanjut dari itu Kepala Seksi Kebersihan, Pertanaman dan Pemakaman Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba juga mengatakan bahwa:

”Sarana dan prasarana kami anggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam proses pengelolaan sampah karena sampai pada saat ini fasilitas- fasilitas tersebut jumlahnya masih sangat minim dan bahkan ada dari beberapa fasilitas yang tersedia saat ini rusak, seperti bak sampah amrol ada dua buah yang sudah harus kami perbaiki, serta belum adanya komputer yang seharusnya kami gunakan untuk menginput data-data yang ada.” (wawancara dengan AA. Jumat, 16-05-2014).

Analisis dari hasil wawancara dengan informan adalah sarana dan prasarana dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam proses pengelolaan sampah karena fasilitas-fasilitas yang tersedia saat ini masih belum memadai untuk digunakan dalma proses pengelolaan sampah.

Dari hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan bahwa keberadaan sumber daya manusia tidak selamanya menjadi faktor pendukung dalam setiap kegiatan, terkadang sumber daya manusia sendiri bisa menjadi faktor penghambat dalam mencapai suatu tujuan. Begitupun dengan sarana dan prasarana sebagai fasilitas yang akan digunakan bisa menjadi faktor penghambat.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di Kabupaten Bulukumba, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Didalam melaksanakan peran sebagai pengelolah sampah di Kabupaten Bulukumba, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba bertindak sebagai implementor atau sebagai pelaksana kebijakan sekaligus sebagai pengawas terhadap jalannya kegiatan pengelolaan sampah.

Didalam mengaplikasikan kedua peran tersebut, sampai saat ini Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba belum bisa menunjukkan hasil yang diharapkan oleh banyak orang dikarenakan fasilitas yang digunakan masih belum memadai.

2. Didalam melaksanakan peran sebagai pengelolah sampah terdapat dua faktor yang mempengaruhi hasil dari kinerja Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba, yaitu adanya faktor pendukung (adanya partisipasi masyarakat serta tersedianya lahan TPA yang luas) dan faktor penghambat (SDM yang masih kurang serta masih minimnya sarana dan prasarana yng tersedia). Diantara kedua faktor tersebut, faktor penghambat lebih mendominasi hasil dari kinerja Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten Bulukumba sehingga membuat tujuan yang ingin dicapai bersama belum bapat terwujud.

B. Saran

Dengan memperhatikan kesimpulan diatas dan menganalisis pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka penulis merasa perlu memberikan masukan sebagai berikut:

1. Untuk lebih mengoptimalkan peran pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, maka sebaiknya pengadaan/penambahan segala fasilitas yang dibutuhkan agar segera direalisasikan.

2. Terkait masalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah, agar kiranya dapat diupayakan sosialisasi rutin mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya, sehingga keberadaan faktor pendorong dapat lebih mendominasi yang kemudian akan menghasilkan hasil yang maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, Rahardjo, 2011. Manajemen Pemerintah Daerah, Yogyakarta: Graha Ilmu

Afandi, Fian, 2010. Konsep Pengelolaan Sampah Di Masyarakat

http://fianafandi.wordpress.com/2010/05/24/konsep-pengelolaan-sampah- di-masyarakat/ Pada 28 April 2014

Agil, 2010. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

http://agil.wordpress.com/2010/07/03/pemberdayaan-masyarakat-dalam- pengelolaan-sampah/ Pada 28 April 2014

Anonim, 2012. Pentingnya Pengelolaan Sampah

http://jujubandung.wordpress.com/2012/09/28/pentingnya-pengelolaan- sampah/. Pada 28 April 2014

Anonim, 2012. Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

http://jujubandung.wordpress.com/2012/09/28/peran-serta-masyarakat- dalam-pengelolaan-sampah.BLIT.html. Pada 28 April 2014

Anonim, 2012. Peran Serta Pemerintah Dalam Pengurangan Sampah

http://jujubandung.wordpress.com/2012/09/28/peran-serta-masyarakat- dalam-pengelolaan-sampah. Pada 29 April 2014

Anonim, 2013. Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah.http://www.pustaka.ut.ac.id/dev25/index.php

option=com_content&view=article&id=1376:peningkatan-peran-serta- masyarakat-dalam-pengelolaan-sampah. Pada 30 April 2014

Anonim, 2013. Wujud Peran Serta Masyarakat

maszoom.blogspot.com/2013/05/wujud-peran-serta-masyarakat.html. Pada 29 April 2014

Anonim, 2014. Makalah Pengelolaan Sampah

http://blackcmd.blogspot.com/2014/01/makalah-pengolahan-sampah.html Pada 13 Januari 2015

Artiningsih, 2008. Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

http://artiningsih.wordpress.com/2008/01/20/peran-serta-masyarakat- dalam-pengelolaan-sampah-rumah-tangga/ Pada 28 April 2014

Bahagia, 2009. Peran Pemerintah Daerah dan Partisipasi Masyarakat Dalam

Rehabilitasi Hutan Mangrove, Sumatra: Universitas Sumatra Utara.

Pada 30 Agustus 2014

BPS, 2013. Bulukumba Dalam Angka 2013, Bulukumba: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulukumba

Edu, 2013. Sistem Pengawasan Di Indonesia

http://www.academia.edu/4516922/SISTEM_PENGAWASAN_DI_INDO NESIA.

El- Kabumaini, Nasin, 2009. Dari Sampah Malam Pun Benderang, Bandung: CV Walatra

Fabanyo, Suryanti, 2011. Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Di Inspektorat Daerah Kota Tidore Kepulauan

http://suryantifabanyo.wordpress.com/2011/06/15/pelaksanaan-fungsi- pengawasan-di-inspektorat-daerah-kota-tidore-kepulauan/

Pada 10 Mei 2015

Hardinata, 2010. Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Otonomi Daerah, Vol. No. 6

Ivonilia, 2009. Gerakan 3R

http://ivonila.wordpress.com/2009/09/09/gerakan-3r/ Pada 28 April 2014 Khoiriyah, Siti, 2010. Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat

Dalam Pengolaan Sampah 3R, Semarang: Universitas Diponegoro.

Pada 28 April 2014

Liata, Nofal, 2012. Pelayanan Masyarakat Dalam Lembaga Pemerintah

http://nofalliata.wordpress.com/2012/08/26/pelayanan-masyarakat-dalam- lembaga-pemerintah/ Pada 13 Juli 2015

Madani, Muhlis, 2013. Pedoman Penulisan Proposal Penelitian Dan Skripsi, Makassar: Fisipol Unismuh Makassar

Mardikanto, Totok, 2012. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik, Bandung: Alfabeta

Mifbakhuddin, 2010. Gambaran Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Vol 6 No. 1. Pada 29 April 2014

Nikita, 2013. Bank Sampah Adalah Salah Satu Strategi Penerapan 3R Dalam Pengelolaan Sampah

http://nikita.wordpress.com/2013/04/19/bank-sampah-adalah-salah-satu- penerapan-3r-dalam-pengelolaan-sampah/ Pada 29 April 2014

Nurholis, 2012. Konsep Peran. http://nurholis.wordpress.com/2012/07/04/konsep- peran/ Pada 30 Agustus 2014

Nurmandi, Achmad, 2006. Manajemen Perkotaan, Yogyakarta: Sinergi Publishing Paranna, Karunia, 2013. Analisis Aspek Akuntansi Dan CSR Atas Pengolaan

Sampah Di Kota Kendari

http://karuniaparanna.wordpress.com/2013/07/14/analisis-aspek-akuntansi- dan-csr-atas-pengelolaan-sampah-di-kota-kendari/ Pada 29 April 2014 Primasari, Indi, 2010. Perencanaan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis 3R

http://indiprimasari.wordpress.com/2010/10/28/perencanaan-pengelolaan- sampah-terpadu-berbasis-3r/ Pada 29 April 2014

Rama, 2013. Pengelolaan Sampah

http://ayodarling.wordpress.com/2013/04/07/pengelolaan-sampah/.

Pada 28 April 2014

Sedarmayanti, 2012. Good Governance, Bandung: Mandar Maju

Subekti, Sri, 2008. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 3R Berbasis Masyarakat http://srisubekti.wordpress.com/2008/05/05/pengelolaan-sampah/

Pada 29 April 2014

Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Bandung:

Alfabeta

Sumantri, Arif, 2012. Kesehatan Lingkungan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Supriyatno, Budi, 2009. Manajemen Pemerintahan, Tangerang: CV. Media Brilian Wasistiono, Sadu, 2003. Kapita Selekta Manajemen Pemerintahan Daerah,

Bandung: CV. Fokusmedia

Wibowo, 2014. Pengertian Pegawai. Wibowo_ Pengertian Pegawai.html.

Pada 14 September 2014

Witaradya, Kertya, 2010. Tinjauan teoritis implementasi kebijakan publik https://kertyawitaradya.wordpress.com/2010/01/26/tinjauan-teoritis- implementasi-kebijakan-publik/ Pada 18 April 2015

Dalam dokumen peran dinas tata ruang dan cipta karya (Halaman 82-86)

Dokumen terkait