• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

Dalam dokumen TAHUN 2016 (Halaman 30-36)

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RKPD DAN CAPAIAN KINERJA

2.2. Capaian Kinerja Pemerintah Daerah

2.2.1 Aspek Kesejahteraan Masyarakat

2.2.1.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

Capaian kinerja pemerintah daerah untuk aspek kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi dapat dilihat pada beberapa indikator, diantaranya adalah pertumbuhan PDRB, laju inflasi, PDRB per kapita, indek gini, jumlah penduduk diatas garis kemiskinan. Karena keterbatasan ketersediaan data disini hanya membahas pertumbuhan PDRB, PDRB per kapita, indek gini, jumlah penduduk diatas garis kemiskinan.

A. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Agam

PDRB merupakan salah satu indikator makro yang dapat menilai tingkat pencapaian ekonomi di suatu wilayah. PDRB Kabupaten Agam adalah PDRB menurut lapangan usaha atau sektor produksi yang merupakan jumlah dari nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh unit kegiatan ekonomi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Agam dalam periode waktu tertentu. Pada Tahun 2015 PDRB Kabupaten Agam diukur berdasarkan perhitungan 17 sektor lapangan usaha yang dominan di masyarakat, berbeda pada tahun–tahun sebelumnya perhitungannya berdasarkan 9 sektor lapangan usaha.

Perkembangan PDRB Kabupaten Agam disajikan dalam dua macam, yaitu PDRB atas dasar harga berlaku (PDRB ADHB) dan PDRB atas dasar harga konstan (PDRB ADHK). Sebagaimana tabel berikut:

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2017 19 Tabel. II.7

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Agam Tahun 2014 dan 2015 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) (milyaran

Rupiah)

No. Lapangan Usaha/Industri 2014 2015

ADHB ADHK ADHB ADHK

1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 4,747.91 3,598.90 5,277.50 3,960.69

2 Pertambangan dan Penggalian 631.98 444.97 687.19 515.13

3 Industri Pengolahan 1,728.82 1,505.29 1,996.20 1,498.12

4 Pengadaan Listrik dan Gas 2.11 2.56 2.37 1.20

5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang 6.30 5.68 7.09 5.38

6 KonstruksI 1,079.26 773.59 1,197.40 898.63

7 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi

Mobil dan Sepeda Motor 2,446.56 2,110.84 2,806.16 2,105.98 8 Transportasi dan Pergudangan 874.09 689.57 975.78 732.31 9 Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum 109.45 79.05 123.17 91.54

10 Informasi dan Komunikasi 674.58 631.46 755.75 566.58

11 Jasa Keuangan dan Asuransi 181.58 154.19 205.68 154.96

12 Real Estate 253.69 207.98 285.40 214.79

13 Jasa Perusahaan 4.84 4.29 5.45 4.19

14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan

dan Jaminan Sosial Wajib 587.09 438.96 644.14 504.36

15 Jasa Pendidikan 591.08 444.02 666.46 500.17

16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 147.98 116.88 169.72 124.44

17 Jasa lainnya 100.26 75.90 112.04 84.96

Produk Domestik Regional Bruto 14,167.61 11,284.12 15,917.52 11,963.42 PDRB Kabupaten Agam atas dasar harga berlaku Tahun 2015 sebesar 15.917 Milyar rupiah dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 14.167 Milyar rupiah terdapat peningkatan sebesar 1.749 Milyar rupiah atau sebesar 12,35%. Sedangkan PDRB Kabupaten Agam atas dasar harga konstan tahun 2015 sebesar 11.284 Milyar rupiah dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 11.963 Milyar rupiah mengalami peningkatan sebesar 679 Miliyar rupiah atau 6.02%. Hal ini mengindikasikan semakin membaiknya kinerja ekonomi di Kabupaten Agam.

Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Regional Per-Kapita Berdasarkan Harga Berlaku.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam Tahun 2011–2015, mengalami, fruktuasi dimana Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 sebesar 6,01 persen, tahun 2012 mencapai 6,18 persen. Sedangkan tahun 2013 sampai 2015 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam sedikit melemah yang disebabkan imbas terjadinya krisis ekonomi global dan tertekannya nilai rupiah terhadap mata uang asing. Walaupun pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam hanya 5,8 namun lebih tinggi dari petumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat sebesar 5,41% dan nasional sebesar 4,7 %. Gambaran kembangan Petumbuhan Ekonomi Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat dan Nasional dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2017 20 Grafik II.1

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat dan Nasional

Tahun 2011 – 2015

Sumber : Badan Pusat Statistik kabupaten Agam

Apabila dilihat pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha Tahun 2014, sektor Pengangkutan dan komunikasi pertumbuhannya tertinggi sebesar 8,55%, disusul sektor konstruksi 8,04%, sedangkan sektor yang tumbuhannya melambat yaitu sektor pertanian; sektor konstruksi, perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa. Sedangkan sektor yang relatif tetap pertumbuhannya yaitu sektor pertambangan dan penggalian. Perkembangan laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Agam pada Tahun 2010 s/d 2014, menurut lapangan usaha secara berurutan terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel II.8

Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2014 Menurut Lapangan Usaha (%)

No. Lapangan Usaha/Industri 2011 2012 2013* 2014**

1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 4.32 2.86 4.00 5.57 2 Pertambangan dan Penggalian 4.84 6.24 5.51 5.32 3 Industri Pengolahan

5.56 6.95 5.54 4.90

4 Pengadaan Listrik dan Gas 6.63 5.66 1.81 10.83 5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang 3.06 2.86 4.63 4.64

6 KonstruksI 6.77 7.55 9.01 6.93

7 Perdagangan Besar dan Eceran;

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 6.49 9.36 7.15 6.00 8 Transportasi dan Pergudangan 9.01 9.34 10.53 7.77

6.01 6.18 6.14 5.9 5.8

6.34 6.31

6.08 5.86

5.41

6.49 6.29

5.26 5.02

4.7

0 1 2 3 4 5 6 7

2011 2012 2013 2014 2015

AGAM PROVINSI NASIONAL

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2017 21

No. Lapangan Usaha/Industri 2011 2012 2013* 2014**

9 Penyediaan Akomodasi dan Makan

Minum 4.42 4.63 5.07 4.61

10 Informasi dan Komunikasi 9.76 11.59 10.64 9.20 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 5.97 9.15 6.83 4.62 12 Real Estate

4.54 4.78 4.60 5.40

13 Jasa Perusahaan 5.67 4.95 4.30 4.97

14 Administrasi Pemerintahan,

Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 9.51 2.09 2.61 2.89

15 Jasa Pendidikan 7.78 7.27 8.55 6.08

16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 9.65 9.43 8.76 8.97

17 Jasa lainnya 6.64 7.41 6.30 6.52

Produk Domestik Regional Bruto

6.01 6.18 6.14 5.90

Sumber : PDRB Kabupaten Agam dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2014 Catatan: ***) Angka sangat sangat sementara

Salah satu indikator mengetahui tingkat kemakmuran penduduk suatu daerah/wilayah dapat digunakan dengan mengetahui PDRB per kapita. Nilai PDRB per kapita Kabupaten Agam Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sejak tahun 2010 sampai 2015 mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 PDRB per kapita Kabupaten Agam sebesar Rp. 19, 53 juta,- mengalami kenaikan secara nominal hingga tahun 2015 mencapai Rp.28,34 juta..

Grafik. II.2

Nilai PDRB per kapita Kabupaten Agam Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Tahun 2010-2015

0 5 10 15 20 25 30

2010 2011 2012 2013*

2014**

2015***

19.533 21.848 24.135 26.729

29.953

28.341

ADH Berlaku

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2017 22 B. Ketimpangan Wilayah

Untuk mengetehui ketimpangan pembangunan antar kecamatan yang terjadi pada di pada suatu wilayah, dapat dianalisis dengan mengunakan indeks ketimpangan regional (regional in equality) yang dinamakan indeks ketimpangan Williamson.

Rumus indeks Williamson adalah:

Dimana:

IW= nilai indeks Williamson

Yi= PDRB per kapita Kecamatan-i Y= PDRB per kapita Kabupaten fi= Jumlah Penduduk Kecamatan-i n= Jumlah Penduduk Kabupaten i = 1,2,3,…,x

Untuk mengetahui besarnya ketimpangan yang terjadi maka diperlukan tingkat ketimpangan antar wilayah dengan kriteria sebagai berikut:

Indeks Ketimpangan

>1 Sangat Tinggi

0,7-1 Tinggi

0,4-0,69 Menengah

≤0,39 Rendah

Tabel.II.9

Ketimpangan Antar Kecamatan Di Kabupaten Agam Mengunakan Indeks Williamson Tahun 2013 Wilayah PDRB

ADHB Penduduk PDRB/Kapita Indeks Williamson.

Tanjung Mutiara 528.908 29.268 18,1 Lubuk Basung 1.729.394 70.605 24,5 Ampek Nagari 512.558 23.786 21,5 Tanjung Raya 860.822 33.784 25,5

Matur 337.473 16.801 20,1

IV Koto 426.596 23.189 18,4

Malalak 164.281 9.119 18,0

Banuhampu 704.843 37.990 18,6

Sungai Pua 430.331 23.661 18,2

Ampek Angkek 839.625 45.615 18,4

Canduang 347.899 22.217 15,7

Baso 567.065 33.328 17,0

Tilatang Kamang 625.919 35.168 17,8 Kamang Magek 422.953 20.058 21,1

Palembayan 816.880 29.174 28,0

Palupuh 247.585 13.125 18,9

Kabupaten Agam 9.610.139 466.888 20,6 0,169

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2017 23 Dari tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat disparitas regional atau tingkat ketimpangan pembangunan yang terjadi antar kecamatan di Kabupaten Agam pada tingkat ketimpangan tingkat menengah yaitu 0,169 yang artinya ketimpangan distribusi pendapatan antar kecamatan cendrung merata.

C. Jumlah Penduduk Miskin

Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, stabilitas ekonomi yang terjaga, serta berbagai kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin sehingga jumlah penduduk miskin terus turun dimana pada tahun 2010 penduduk miskin sebanyak 44.900 jiwa atau 9,85% jumlah penduduk Kabupaten Agam sampai akhir tahun 2015 jumlah penduduk miskin yang masih ada sebanyak 32.295 atau 6,82% jumlah penduduk. Melihat perkembangan jumlah penduduk miskin dapat terlihat dalam tabel berikut :

Tabel II.10

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Tahun 2010 - 2015

Sumber : Agam Dalam Angka dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2015

Grafik. II.3

Perkembangan Angka Kemiskinan Kabupaten Agam Tahun 2010 s.d 2015

Sumber : Data Olahan Tahun 2015 0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2010 2011 2012 2013 2014 2015*)

9.85 9.39

8.44

7.68

7.02 6.82

Realisasi (%)

Angka kemiskinan

Tahun Jumlah Presentase

2010 44.900 9,85

2011 43.280 9.39

2012 38.443 8.44

2013 35.535 7.68

2014 33.204 7.02

2015 32.295 6,82

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2017 24 Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar basic needs approach. Pendekatan ini memandang kemiskinan suatu ketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Metode yang digunakan adalah menetapkan Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM).

Penghitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.

Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan Makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Garis kemiskinan yang digunakan untuk menghitung penduduk miskin tahun 2015 adalah Rp. 293.564 /kapita/bulan. Terbatasnya ketersediaan data yang ada garis kemiskinan yang dihitung saat ini di sumbangkan oleh makanan dan belum memperhitungkan faktor non makanan.

Perkembangan Garis kemiskinan dan jumlah penduduk miskin Tahun 2008 – 2015 terlihat dalam Tabel II.11.

Tabel II.11

Garis Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2008 – 2015

Tahun Jumlah penduduk

Jumlah penduduk miskin (ribu)

Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bln)

2010 455.484 44.900 226.015

2011 459.155 43.280 241.355

2012 463.719 38.443 257.736

2013 467.564 35.535 270.035

2014 472.995 33.204 275.748

2015 476.894 32.295 293.564

Sumber BPS KabupatenAgam.

Dalam dokumen TAHUN 2016 (Halaman 30-36)