BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Lokasi Penelitian
1. Gambaran Umum Kota Makassar
Makassar adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan, yang terletak di bagian Selatan Pulau Sulawesi yang dahulu disebut Ujung Pandang, terletak antara 119º24’17’38” Bujur Timur dan 5º8’6’19” Lintang Selatan yang berbatasan sebelah Utara dengan Kabupaten Maros, sebelah Timur Kabupaten Maros, sebelah selatan Kabupaten Gowa dan sebelah Barat adalah Selat Makassar. Kota Makassar memiliki topografi dengan kemiringan lahan 0-2°(datar) dan kemiringan lahan 3-15° (bergelombang).
Luas Wilayah Kota Makassar tercatat 175,77 km persegi. Suhu udara di Kota Makassar tahun 2018maksimun 28,2oC, minimum 27,90C, dan rata- rata 28,10C. Kelembaban udara rata-rata 79 %,kecepatan angin rata-rata 4,0 knots, dan penyinaran matahari rata-rata 75 persen.
Secara administrasi Kota Makassar dibagi menjadi 15 kecamatan dengan 153 kelurahan. Di antara 15 kecamatan tersebut, ada tujuh kecamatan yang berbatasan dengan pantai yaitu Kecamatan Tamalate, Kecamatan Mariso, Kecamatan Wajo, Kecamatan Ujung Tanah, Kecamatan Tallo, Kecamatan Tamalanrea, dan Kecamatan Biringkanaya.
40
Tabel 4.1
Tabel : Wilayah Administrasi Kota Makassar Wilayah
administrsi
2017 2018 2019
Kecamatan
15 15 15
Kelurahan
153 153 153
RT
996 996 996
RW
4.979 4.978 4.978
Sumber : (Badan Pusat Statistika Kota Makassar, 2020) Batas-batas administrasi Kota Makassar adalah:
• Batas Utara: Kabupaten Maros
• Batas Timur: Kabupaten Maros
• Batas Selatan: Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar
• Batas Barat: Selat Makassar
Secara umum topografi Kota Makassar dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :
a) Bagian Barat ke arah Utara relatif rendah dekat dengan pesisir pantai.
b) Bagian Timur dengan keadaan topografi berbukit seperti di Kelurahan Antang Kecamatan Panakukang.
Perkembangan fisik Kota Makassar cenderung mengarah ke bagian Timur Kota. Hal ini terlihat dengan giatnya pembangunan perumahan
41
di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Mangggala, Panakkukang, dan Rappocini.
Komposisi penduduk Kota Makassar didominasi oleh penduduk usia muda. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Kota Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan yang menyediakan sarana pendidikan khususnya perguruan tinggi yang cukup banyak dengan berbagai jenis jurusan pendidikan yang tersedia, sehingga menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan para alumni SLTA di bagian timur Indonesia untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi. Demikian juga karena Kota Makassar berkembang cukup pesat sehingga menjadi alternatif penduduk usia muda/dewasa sebagai tempat mencari pekerjaan. Jumlah penduduk yang berumur 15–24 tahun mencapai 362.212 jiwa atau sekitar 23,73 % pada tahun 2019. Jumlah penduduk Kota Makassar tahun 2018 sebanyak 1.508.154 jiwa, kemudian pada
tahun 2019 meningkat menjadi 1.26.677 jiwa. Pada periode 2018- 2019 laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,23 persen. Dengan luas wilayah sebesar 175,77 km2, setiap km2 ditempati penduduk sebanyak 8.686 jiwa pada tahun 2019.
42
Tabel 4.2
Tabel Indikator Kependudukan Kota Makassar
Uraian 2017 2018 2019
Jumlah Penduduk (000 Jiwa)
1.489,0 1.508,0 1.527,0
Pertumbuhan Penduduk Antar Tahun (%)
1,32 1,28 1,23
Kepadatan Penduduk (jiwa/Km2 )
8.471 8.580 8.68
Sex Ratio (L/P) (%)
98,04 98,13 98,09
Jumlah Rumah Tangga
337.125 341.460 345.969
Rata-rata ART (jiwa/ ruta)
4 4 4
% Pddk Menurut Kelompok Umur
0-14 Thn 25,82 25,60 25,21
15-64 Thn 70,53 70,68 70,91
≥ 65 Thn 3,65 3,72 3,88
43
Sumber : (Badan Pusat Statistika Kota Makassar, 2020)
2. Gambaran Umum Posko Induk Satuan Tugas Covid-19 Kota Makassar
Menutup tahun 2019, masyarakat dunia dikejutkan dengan mewabahnya virus baru yang menjadi persoalan global dan berdampak sangat serius pada aspek-aspek kehidupan lainnya. WHO sebagai organisasi kesehatan dunia menetapkan wabah pandemi global dan menyebutnya sebagai COVID-19 (coronavirus disease 2019) (WHO, 2020). Masing-masing negara melakukan upaya untuk meminimalisir penyebaran penyakit Covid-19 di negaranya, dengan berbagai kebijakan pencegahan penyebaran kasus penyakit dapat diminimalisir atau bahkan dihindari di negara tersebut.
Langkah yang di ambil oleh pemerintah Indonesia dengan membentuk posko-posko covid 19 di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar mendirikan Posko Covid-19 yang awalnya di beri nama Posko Gugus tugas Covid 19 Kota Makassar namun seiring dengan jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar yang mengalami perubahan maka posko Gugus Covid-19 di Ubah menjadi Posko Induk Satuan tugas Covid-19 Kota Makassar.
Berikut struktur Organisasi Posko Induk Satuan Tugas Covid-19 Kota Makassar :
43
Struktur Organisasi Posko Induk Satuan Tugas Covid 19 Kota Makassar
KETUA
PJ. WALIKOTA MAKASSAR
TIM AHLI
SEKRETARIAT
BIDANG DATA DAN
INFORMASI BIDANG PENANGANAN BIDANG PENEGAKAN BIDANG RELAWAN
KESEHATAN BIDANG
PERUBAHAN PERILAKU BIDANG
KOMUNIKASI PUBLIK
WAKIL KETUA VI KOMANDAN SATROL
LANTAMAL VI MAKASSAR WAKIL KETUA V
KOMANDAN DENPOM IV KODAM
XIV/HSN WAKIL KETUA IV
SEKRETARIS DAERAH KOTA MAKASSAR WAKIL KETUA III
KAPOLRES PELABUHAN MAKASSAR WAKIL KETUA II
KAPOLRESTABES MAKASSAR WAKIL KETUA I
KOMANDAN KODIM 1408/BS MAKASSAR
WAKIL KETUA VII KEPALA KEJAKSAAN
TINGGI NEGERI MAKASSAR
BPBD BPKAD INSPEKTORAT
KABAG UMUM Dr. A. Anshariadi
BAPPEDA KABAG. PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
KOMINFO KABAG. HUMAS
KESBANGPOL
DISNAKER KADIS KESEHATAN RSUD
SATPOL PP DISHUB KABAG. HUKUM KASIE INTEL KEJARI KABAG OPS POLRESTABES KABAG OPS POLRES PELABUHAN
DINAS SOSIAL PALANG MERAH INDONESIA
44
B. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam percepatan pengendalian COVID-19 ( Studi Kasus Kebijakan PSBB ) di Kota Makassar
Harus disadari bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan penyebaran COVID-19 merupakan pandemi di sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal tersebut meningkat dari waktu ke waktu, menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian materi yang sangat besar, serta berdampak pada masyarakat, politik, dan aspek kesejahteraan sosial lainnya.
Kolaborasi pemerintahan dan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 merupakan salah satu kunci utama dalam mencapai tujuan.
Pemerintahan dan masyarakat berperan tidak hanya menjadi sebagai objek , tetapi juga bisa menjadi subjek dalam penanganan Virus covid-19.
Penyebaran COVID-19 di Kota Makassar sendiri selalu mengalami peningkatan sejak awal kasus pertama masuk di Kota Makassar. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan berbagai peraturan-peraturan dalam rangka penanggulangan penyebaran COVID-19 Salah satunya Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang biasa disingkat PSBB. PSBB adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempercepat penanganan COVID-19 yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah, Peraturan PSBB dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. Dalam penanganan COVID 19 di Kota Makassar Pemerintah bekerjasama dengan masyarakat agar dapat menekan persebaran covid-19 di kota Makassar, Seperti wawancara yang telah di ungkapkan oleh Bapak Muhammad Khadafi selaku Kepala Bidang satu Pencegahan dan Kesiap siagaan bahwa :
45
“Pemerintah Kota Makassar melakukan berbagai kebijakan dalam penanganan Covid-19, sejak awal masuk kasus baru selalu terjadi peningkatan di tengah masyarakat sehingga Kota Makassar membentuk Gugus Tugas Covid-19 agar masyarakat dapat memperoleh informasi dan transparansi di satu tempat. Gugus Tugas Covid-19 di bentuk berdasarkan keputusan walikota ketua Gugus Tugas Covid-19 sendiri yaitu sekertaris Kota Makassar Bapak Muhammad Ansyar. Namun Seiring berjalan nya waktu Gugus Tugas Covid-19 kota Makassar di bubarkan kemudian di bentuk Satugan Tugas Covid-19 Kota Makassar” (Hasil Wawancara Pada Tanggal 3 Maret 2020).
Berdasarkan hasil wawancara Pemerintah melakukan berbagai bentuk kebijakan guna menekan persebaran Covid-19 di Kota Makassar.Pemerintah membentuk Posko induk sehingga informasi yang berkaitan dengan Covid-19 di peroleh melalui satu sumber dimana yang terlibat di dalam nya terdapat berbagai lembaga lembaga pemerintahan yang bekerja sama.Posko Induk Sendiri sudah mengalami dua kali berubahan nama namun hal ini tidak mengubah tujuan dari dirikannya Posko Induk yaitu agar masyarakat dapat memperoleh informasi dan transaparansi dalam satu tempat.