• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Objek Penelitian

Dalam dokumen pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis (Halaman 56-64)

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Objek Penelitian

1. Sejarah Lingkungan Wetan Pasar

Lingkungan Wetan pasar merupakan suatu wilayah yang terletak di pinggir sebelah timur bagian pasar tanjung yang berada di Jl. Wahidin, Tembaan, Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sekitar 150 KK yang bertempat tinggal di wetan pasar dengan jumlah penduduk sekitar kurang lebih 400 orang. Lingkungan ini yang terletak bersebelahan dengan area pasar tanjung membuat warga sekitar memiliki pekerjaan lebih banyak sebagai pedagang pasar. Pasar tanjung merupakan salah satu pasar rakyat yang terdapat di tengah Kota Jember, Jawa Timur. Pasar tanjung didirikan pada tahun 1973 dan merupakan pasar terbesar di Jember dengan luas 25.105 M². Sehingga pusat perbelanjaan di kota Jember berada di pasar tanjung. Berdasarkan letak Wetan pasar yang bersebelahan dengan area pasar tidak membuat masyarakatnya menjadi minder atau bahkan terkucilkan, melainkan banyak kegiatan dalam sosial budaya agama Wetan pasar yang menjadi acuan bagi masyarakat lain.

Struktur perangkat Wetan Pasar ini sangat berpengaruh di wilayahnya. Struktur inilah yang memantau dan memberikan ide beberapa kegiatan aktif yang dilakukan di wilayah Wetan Pasar tersebut. Beberapa kegiatan aktif yang dilakukan oleh masyarakat wetan pasar seperti tahlil,

fatayat, muslimat, rutinan tadarus Al-qur’an, dzikrul ghofilin, darma wanita dan masih banyak lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan dengan adanya kerjasama antara masyarakat yang sudah berumur dengan pemuda wetan pasar. Masyarakat wetan pasar dikenal atas kekompakannya oleh masyarakat lain dari kegiatan gotong royong hingga kegiatan besar yang dilakukan secara bersama-sama. Walaupun terlihat kompak tetapi dalam melakukan pekerjaan tetaplah dilakukan oleh setiap keluarga masing- masing. Rata-rata pekerja di masyarakat wetan pasar 70% pedagang, 15%

pegawai, 10% lain-lain, dan 5% pengangguran.

“Kalau warga sini ya mba lebih kompak dalam kegiatan sosial budaya agamanya. Banyak kegiatan yang dilakukan di warga wetan pasar dalam bentuk kerjasama antara pemuda dengan yang tua-tua, ntah kegiatan gotong royong ataupun kegiatan besar seperti tahlilan, dzikrul ghofilin, darma wanita, dan banyak lainnya. Tapi untuk rata-rata pekerjaan disini tuh ga mesti, 70%

pedagang di pasar, ada 15% pegawai kantor atau bank, sisanya lain-lain, dan 5% nya para pemuda yang mengalami pengangguran.”59

Menyikapi fakta dan realita tentang pekerjaan masyarakat diatas terlebih lagi bagi pemuda yang mengalami pengangguran , membuat salah satu pemuda wetan pasar tersebut tergugah untuk membuat suatu wadah bagi mereka yang mengalami pengangguran dengan memunculkan suatu lapangan pekerjaan. Fungsi dari suatu wadah ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran pemuda di wilayah wetan pasar tersebut.

“Ada satu pemuda di sini membuat suatu wadah untuk membantu kurangnya angka pengangguran di wetan pasar ini. Kan disini

59 M. Isa Anshori, diwawancara oleh penelusi, Jember, 13 Desember 2022

terkenal kompak pemudanya tetapi pemuda tersebut banyak yang mengalami pengangguran maka dari itu salah satu pemuda yang kreatif membuatkan wadah bagi mereka dengan membuka lapangan pekerjaan tersebut.”60

Berkenaan dengan semangat yang diberikan kepada pemuda wetan pasar membuat pengurangan angka pengangguran terjadi dengan sangat baik. Sehingga mereka yang mengalami pengangguran saat ini dapat melakukan pekerjaan sesuai wadah yang telah dipersiapkan serta dengan pekerjaan yang halal.

2. Biografi Founder Tumbasno.id

Pendiri atau founder dari Platform digital Tumbasno.id merupakan pemuda Wetan Pasar yang berpengaruh baik di lingkungan tempat tinggalnya. Nama dari founder platform digital ini yaitu Ferly Juli Herlambang. Latar pendidikan SMK Telkom Malang dan kuliah di Universitas Budi Luhur Jakarta dengan jurursan Teknologi Informasi.

Beliau lulus SMK sempat bekerja di beberapa perusahaan teknologi di Jakarta pada bagian Publlisher, softwere house,dan terakhir di edit tace.

Beliau mengambil jurusan bidang teknologi karena melihat kakaknya yang mendalami tentang pemograman. Dari modal melihat kakaknya yang sangat mendalami digitalisasi muncullah keinginan untuk belajar dan membaca beberapa buku sehingga beliau ketagihan juga dalam bidang teknologi yang dilakukannya hingga sekarang.

“Saya tuh bisa suka dan bisa menjadi bidang digitalisasi karena waktu SMP saya melihat kakak saya yang sering mengotak-atik komputernya dan saya di kasih tau kalo di dunia ini ada namanya

60 Shohibul Iqbal, diwawancara oleh penulis, Jember, 13 Desember 2022

pemograman digital. Dari situ saya ingin belajar mendalami dan membaca buku-buku sehingga saya SMA nya masuk di SMK dan lanjut ke kuliah dengan mengambil jurusan teknologi informasi.

Semenjak saya dan keluarga saya pindah ke Jakarta, saya banyak melakukan pengalaman baru dalam dunia pekerjaan di bidang digitalisasi sehingga banyak ilmu yang saya ambil dari pekerjaan itu. Jadi waktu saya berada di Wetan Pasar ini dan awal terjadinya corona saya melihat banyak teman saya dan sekaligus tetangga- tetangga saya yang mengalami pengangguran akibat terjadinya pandemi ini, maka dari situ saya muncul ide yang berkaitan dengan digitalisasi pada masa ini.”61

Dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang beliau miliki terciptalah pemikiran yang sangat kreatif dan inovatif dengan melakukan penerapan dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan media teknologi dengan mengikuti zaman dan pertumbuhan ilmu pengetahuan yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis jasa layanan pesan antarmelalui platform digital Tumbasno.id yang bertepatan di Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates, Jember. Misi beliau ialah mengurangi tingkat pengangguran dilingkungannya serta mengoptimalkan hilirisasi di Pasar Tanjung. Beliau sudah merangkul kurang lebih 15 anak muda dari kompleks perumahannya untuk menjadi kurir Tumbasno.id.

3. Sejarah Berdirinya Tumbasno.id

Sejarah awal terbentuknya Platform digital Tumbasno.id berawal dari masa pandemi yang saat itu sedang merajalela dan sangat pesat di bulan Juli pada tahun 2021, pendiri dari platform digital ini melihat masyarakat di sekitar rumahnya serta teman-temannya yang berada di Wetan Pasar banyak yang mengalami pengangguran dikarenakan

61 Ferly Juli Herlambang, diwawancara oleh penulis, Jember, 14 Desember 2022

kehilangan pekerjaannya, pekerjaan mereka sebelum pandemi yaitu banyak sebagai tukang parkir di area pasar, pedagang di pasar dan beberapa yang bekerja sebagai pegawai. Dengan latar tempat tinggal yang dekat dengan pasar tanjung membuat pendiri Tumbasno.id bertanya dalam benaknya, kenapa masyarakat Wetan Pasar masih merasa bingung dengan keadaan ekonomi yang mereka lalui karena tidaknya sinkron dengan latar tempat tinggal yang diarea dekat dengan pasar yang dapat dijadikan peluang dalam bekerja.

“Sebenarnya ide ini muncul karena saya melihat teman-teman saya mengalami kehilangan pekerjaannya saat pandemic di tahun 2021 bulan Juli. Padahal lingkungan sini dekat dengan pasar kenapa mereka bingung, padahal pasar bisa dijadikan wadah bagi mereka untuk bekerja. Keadaan seperti ini membuat saya berfikir tidak sinkron antara tempat dan tidak adanya pekerjaan. Kenapa sih kita hidup ditengah pasar tapi kita ga hidup dan bingung dalam ekonomi padahal tinggal didekat pasar yang buka 24 jam plus ditengah kota. Kenapa kita ga bisa hidup dari sana”

62

Ferly sebagai salah satu masayarakat Wetan pasar yang melihat masyarakat dan teman-temannya mengalami pengangguran tersebut sehingga beliau berinisiatif menciptakan suatu platform dengan mengandalkan ilmu pengetahuan dan pengalamannya di bidang teknologi, beliau membuat layanan pesan antar yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi teman-temannya yang mengalami pengangguran. Beliau mencoba berkomunikasi dengan beberapa temannya yang berada di Jakarta tentang idenya untuk dapat membantu teman-temannya yang mengalami pengangguran.

62 Ferly Juli Herlambang, diwawancara oleh penulis, Jember, 14 Desember 2022

“Awalnya saya hanya berfikir sambil merenung, kayaknya bisa nih saya bikin suatu website yang dapat membuka lapangan pekerjaan buat teman-teman saya. Ide itu tercetus saat saya selesai makan bersama keluarga. Akhirnya saya menghubungi teman-teman saya yang berada di Jakarta. Teman-teman saya pun bilang kalo ide yang kamu pikirkan memang ada dan bisa nih kayaknya contoh- contoh website yang ada di sana dikirim ke saya. Akhirnya saya berani mencoba”63

Misi yang beliau miliki ialah mengurangi tingkat pengangguran dilingkungannya serta mengoptimalkan hilirisasi di Pasar Tanjung.

Sehingga misi yang beliau jalani sesuai dengan keadaan kondisi dilapangan, kondisi yang dimaksud ialah adanya koneksi baik antara masyarakat pasar dengan masyarakat Wetan pasar sehingga dapat saling menguntungkan dalam hal pekerjaan. Beliau membuat platform ini dengan sangat baik dan tidak menimbulkan kebingungan bagi penggunanya tanpa harus download karena dapat langsung terhubung menggunakan whatsapp dan dapat dilihat melalui instagram. Sehingga pembeli dengan layanan pesan antar sangat nyaman saat melakukan transaksi. Layanan pesan antar yang dilakukan oleh Tumbasno.id ini hanya berfokus pada pengambilan bahan makanan yang berada di pasar tanjung dan dapat juga jasa pengantar untuk masyarakat pasar.

“Akhirnya saya membuat Tumbasno.id ini dengan sangat sederhana mungkin yang dimana tujuan utamanya agar pengguna ataupun ibu-ibu yang mau menggunakan Tumbasno.id tidak bingung jadi untuk saat ini masih menggunakan whatsapp tanpa repot-repot untuk men-download aplikasi. Tapi untuk masa yang akan mendatang kami harap Tumbasno.id akan memiliki aplikasi yang layak untuk digunakan. Untuk sekarang dengan adanya Tumbasno.id ini sangat berpengaruh bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang pekerjaannya memang memasak masakan

63 Ferly Juli Herlambang, diwawancara oleh penulis, Jember, 14 Desember 2022

seperti beberapa catering. Adanya Tumbasno.id ini juga membuat teman-teman saya dan masyarakat yang mengalami pengangguran di Wetan Pasar ini dapat mendapatkan pekerjaan sebagai kurir atau menjadi layanan pesan antar. Alhamdulillah nya mereka juga bekerja dengan sangat giat hingga sekarang.”64

Munculnya Platform digital Tumbasno.id sangat berpengaruh bagi masyarakat Wetan pasar khususnya yang sedang mengalami pengangguran dalam pekerjaannya. Saat ini mereka mendapatkan pekerjaan secara halal melalui layanan pesan antar dan dapat bekerja sama dengan pedagang-pedagang yang ada di Pasar tanjung. Banyak nilai-nilai baik yang timbul dengan adanya Tumbasno.id ini, salah satu clien dari Tumbasno.id mengatakan bahwa dengan adanya layanan pesan antar bahan pokok kebutuhan makanan yang diambil langsung dari pasar tanjung membuat clien tersebut tidak jauh-jauh harus ke pasar melainkan dapat menggunakan Tumbasno.id untuk membeli bahan-bahan tersebut dan untuk kurir sebagai pekerja di Tumbasno.id mendapatkan pekerjaan sehingga dapat menunjang perekonomiannya.

4. Visi dan Misi Tumbasno.id a. Visi Tumbasno.id

1) Membantu para pedagang pasar dalam menjualkan dagangannya dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat

2) Alternatif belanja bagi ibu rumah tangga masa pandemi dengan menggunakan layanan fasilitas kurir

64 Ferly Juli Herlambang, diwawancara oleh penulis, Jember, 14 Desember 2022

3) Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar pasar melalui wadah Tumbasno.id

b. Misi Tumbasno.id

1) Mempercepat jangkauan antara pedagang dan pembeli secara efektif melalui wadah Tumbasno.id

2) Terwujudnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat wetan pasar dan sekitarnya

3) Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara pedagang pasar tanjung dengan platform digital Tumbasno.id dalam pelaksanaan transaksi jual beli

4) Mempermudah masyarakat untuk membeli bahan pokok pasar dengan memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada pelanggan

5. Susunan Kepengurusan Tumbasno.id

Berikut merupakan susunan kepengurusan Tumbasno.id yang merupakan pemuda-pemuda dari Wetan Pasar :

a. Owner atau founder : Ferly Juli Herlambang b. Tim startup : Ferly

: Andrean : Adhan

c. Admin : Shohibul Iqbal

d. Konten creator : Iqbal

: Helga Project : M.Nurul

e. Tim Kurir : Achmad Ryan : M.Dimas Guntur : Abdur Rohman Hakim : Nanang Hariadi : M. Fajrul Falah : Vega Adhi Pratama : Basuki Rahmad : Yanuar Rizki : M.Arief Siswanto : M.Firzon Ibnu Tsaqif

Dalam dokumen pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis (Halaman 56-64)

Dokumen terkait