• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertimbangan Putusan Hakim tentang Pengajuan Permohonan

Dalam dokumen pengajuan permohonan dispensasi kawin pasca (Halaman 86-102)

BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pertimbangan Putusan Hakim tentang Pengajuan Permohonan

Perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 di Pengadilan Agama Ende

Permohanan dispensasi kawin merupakan permohonan yang tidak membutuhkan waktu lama dalam menanganinya. Dalam proses pendaftaran sudah ditentukan syarat dan prosedur dalam melakukan persidangan dispensasi kawin. Dispensasi kawin beracara dengan hakim tunggal, artinya tanpa adanya majelis hakim. Hakim dalam mengadili permohonan dispensasi kawin ini adalah hakim yang sudah berpengalaman mengadili permohonan dispensasi kawin, sudah memiliki Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Sebagai Hakim Anak dan sudah bersertifikat Sistem Peradilan Pidana Anak sebagaimana dalam PERMA Nomor 5 Tahun 2019 pada pasal 20 bagian huruf a dan b yaitu:100

a. Hakim yang sudah memiliki Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung sebagai hakim anak, mengikuti pelatihan dan/atau bimbingan teknis tentang perempuan berhadapan dengan hukum atau bersertifikat Sistem Peradilan Pidana Anak atau berpengalaman mengadili permohonan dispensasi kawin.

b. Jika tida ada hakim sebagaimana dimaksud pada huruf a, maka setiap hakim dapat mengadili permohonan dispensasi kawin. 101

100 Mahkamah Agung RI, Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 5 tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.

101 Peraturan Mahkamah Agung Republic Indonesia Nomor 5 tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.

Hakim tunggal pada persidangan dispensasi kawin harus menghadirkan para pihak di muka persidangan guna untuk mendengarkan keterangan para pihak pemohon dispensasi untuk menjadikan suatu petimbangan yang mengabulkan ataupun menolak perkara ini.

Pertimbangan tersebut juga dapat dilihat dari bukti-bukti dan hal lainnya sesuai dengan pertimbangan hakim. Setiap hakim mempunyai pertimbangannya masing-masing. Berikut ini beberapa petimbangan hakim di Pengadilan Agama Ende.

1. Alat bukti yang sah dan lengkap

Menurut Bapak H. Abdulloh Al Manan, Lc. selaku hakim senior di Pengadilan Agama Ende, pertimbangan permohonan dispensasi kawin ini secara umum sama seperti lainnya yaitu pemeriksaan bukti-bukti, seperti bukti surat maupun bukti saksi. Bukti surat seperti yang paling utama akta kelahiran, ijazah terakhir, kartu keluarga, KTP orang tua dan sebagainya termasuk juga identitas calon pasangannya laki-laki maupun perempuan, orang tua/wali, KTP calon mertua juga akan diperiksa.102

Alat bukti ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin. Hakim dalam memeriksa pembuktian untuk bukti surat bertujuan agar dapat mengetahui apakah calon suami/isteri dan anak ini mempunyai hubungan nasab atau tidak.

Dalam pemeriksa pembuktian, tentu ada alasan mengapa pemohon mengajukan permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Ende.

Dalam PERMA Nomor 5 tahun 2019 sudah diatur syarat-syarat yang dipenuhi oleh pemohon sebagai berikut:

102 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

a. Surat permohonan

b. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk orang tua/wali c. Fotokopi kartu keluarga

d. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau identitas anak dan/akta kelahiran anak

e. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau identitas calon suami/isteri dan f. Fotokopi ijazah pendidikan anak dan/atau Surat Keterangan Masih

Sekolah dari sekolah anak

g. Surat penolakan dari kantor urusan agama (KUA) setempat

Jika persyaratan pada nomor b dan f tidak dapat dipenuhi pemohonon, maka dapat digunakan dokumen lain yang sesuai dengan identitas dan status pendidikan anak dan identitas orang tua/wali.103 Persyaratan ini dapat dijadikan sebagai alat bukti surat dalam persidangan yang menjadi pertimbangan hakim.

Jenis bukti kedua yang diperiksa dalam persidangan yang menjadi pertimbangan hakim adalah bukti keterangan saksi. Kemudian juga diperiksa saksi-saksi terdiri dari 2 orang untuk menguatkan alat bukti surat. Saksi yang diperiksa adalah saksi yang memberikan keterangan kepada hakim terkait dengan apa yang didengar atau dialami sendiri sebagai bukti terjadinya peristiwa atau keadaan tersebut.104

103 Mahkamah Agung RI, Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 5 tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.

104 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

2. Alasan yang mendesak

Menurut bapak Abdullah Al Manan, Lc berdasarkan pertimbangan faktor alasan yang mendesak yaitu:

Meskipun alasan mendesak itu tidak menjelaskan secara spesifik, mendesaknya seperti apa. Makanya hakim berinterpretasi masing- masing, ada yang mengabulkan karena hamil duluan dan lainnya.

Alasan dari mengabulkan karena sebab hamil adalah kemaslahatan calon bayi, jika dia lahir tidak terlantar begitu saja, tidak lahir dengan status tidak punya ayah dan lainnya. Halnya begini jika mengabulkan dispenasi karena hamil duluan berarti kita diskriminatif padahal undang-undang ini tidak diperuntukkan kepada orang yang hamil duluan artinya kalau kita hanya mengabulkan dengan sebab hamil duluan seakan-akan kita malah melegalkan perzinahan, tetapi bukan berarti kita mudahkannya juga artinya di sisi lain ada orang yang mengajukan karena takut zina dan dia belum hamil duluan ada pintu terbuka untuk bisa saja dikabulkan selama memenuhi unsur-unsur secara hukum bisa diterima misalnya, dia sudah siap berumah tangga, sudah cukup dan sudah siap menjadi orang tua.105 Jadi alasan mendesak ini bukan diperuntukkan untuk orang yang sudah hamil saja, melainkan yang kira-kira hakim pada saat memeriksa persidangan itu memang sudah cukup untuk dikabulkan.106

Namun hanya saja kebanyakan faktor pengajuan permohonan dispensasi kawin ini adalah hamil sebelum melangsungkan perkawinan alasan yang mendesak menurut hakim di Pengadilan Agama Ende. Faktor kecelakaan ini merupakan faktor terbanyak yang dijadikan pertimbangan dikabulkan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Ende. Namun di PA Ende juga ada faktor yang dikabulkan selain faktor kecelakaan yaitu menurut hakim sudah cukup untuk dikabulkan dispensasi kawinnya.

105 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

106 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

3. Tidak ada larangan perkawinan

Menurut bapak Firdaus Fuad Helmy S.H.I.,M.H, dalam persidangan kita hakim akan menanyakan identitas para pemohon sesuai dengan persyaratan yang dikumpulkan. Tujuannya agar melihat apakah calon suami/isteri dan anak yang berusia 19 tahun ini memiliki hubungan nasab atau tidak. Ini tentu juga menjadi pertimbangan hakim yang mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.107 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan bahwa perkawinan dilarang antar dua orang yang:108

a. Berhubungan darah dalan garis keturunan lurus ke bawah atau ke atas109

b. Berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara, antara seorang dengan seorang saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya;

c. Berhubungan semenda, yaitu mertua, anak tiri, menantu dan ibu/bapak tiri;

d. Berhubungan susuan, anak susuan, saudara dan bibi/paman susuan;

e. Berhubungan saudara dengan isteri atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri, dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang;

f. Yang mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau praturan lain yang berlaku dilarang kawin.

107 Firdaus Fuad Helmy, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

108 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

109 hlm. 99

Menurut bapak Abdulloh Al Manan, Lc, melihat alasan-alasan ini hakim dapat saja menolak perkara ini terkait dengan hukum Islam dan hukum acara yang berlaku di Pengadilan Agama.

Terkait dengan adanya dalil-dalil yang diajukan sebagaimana dalam surat permohonan pemohon harus dihubungkan dengan peristiwa hukum yang terjadi dan dikorelasikan dengan hukum yang berlaku

4. Mementingkan asas kemanfaatan dan kemudharatan

Maksudnya kemanfaatan dalam hukum islam di sini adalah asas yang mnyertai asas keadilan dan kepastian hukum yaitu segala pegambilan keputusan hukum yang ditimbang dan didasarkan pada manfaat atau maslahat tidaknya suatu keputusan tersebut.110

Hal menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan permohonan dispensasi kawin menurut Bapak Hakim Fidaus Fuad Helmy, S.H.I., M.H, dalam pertimbangannya, hakim juga berdasarkan hukum Islam yakni menolak bahaya didahulukan atas mendatangkan kebaikan dan kemudharatan harus dihilangkan yang pada dasarnya setiap insan tidak diizinkan mengadakan suatu kemudharatan, baik berat maupun ringan terhadap dirinya atau terhadap orang lain. Pada prinsipnya kemadharatan harus dihilangkan, tetapi dalam menghilangkan kemadharatan itu tidak boleh sampai menimbulkan kemadharatan lain baik ringan apalagi lebih berat.”111

Namun, bila kemadharatan itu tidak dapat dihilangkan kecuali dengan menimbulkan kemadharatan yang lain maka haruslah memilih kemadharatan yang relatif lebih ringan dari yang telah terjadi. Menurut persepsi hakim, madharatnya adalah ditakutkan bila tidak dinikahkan akan menambah dosa dan terjadi perkawinan di bawah tangan yang akan

110 Syamsiah, “ Dispensasi …, hlm. 73.

111 Firdaus Fuad Helmy, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

mengacaukan proses-proses hukum yang akan terjadi berikutnya atau mengacaukan hak-hak hukum anak yang dilahirkannya menurut undang- undang. 112

5. Mendengarkan keterangan para pemohom

Dalam hal ini, hakim wajib mendengarkan keterangan dari pemohon. Aturan ini sudah ada dalam Peraturan Mahkamah Agung nomor 5 tahun 2019 bagian kedua pasal 13 yang berbunya:113

Hakim harus mendengarkan keterangan:

a. Anak yang dimintakan permohonan dispemsasi kawin

b. Calon suami/isteri yang diminakan permohonan dispensasi kawin c. Orang tua/wali anak yang dimintakan dispensasi kawin

d. Orang tua/wali dari calon suami/isteri

Dalam meminta keterangan pemohon terakit bukti meminta surat keterangan usia kandungan di rumah sakit , ini menjadi kendala karena hakim juga tidak akan mengaulkan sebelum mengetahui anak tersebut apakah ini merupakan lelaki yang menghamilinya ataukah bukan karena menikah merupakan ibadah terlama.

Menurut bapak Firdaus Fuad Helmy dengan adanya bukti surat keterangan dari dokter itu adalah bukti pertama, untuk mengetahui laki-laki yang menghamilinya ataukah tidak nanti pada saat meminta keterangan dari orang tua anak, orang tua calon dan keterangan saksi disertakan dengan sumpah agar saksi tidak memberikan keterangan yang palsu. Saksi dalam persidangan tidak ditanya secara keseluruhan dan mengajuakan pertanyaan yang sama melainkan secara pergantian dan berbeda pertanyaan terkait

112 Sri Ahyani, “Pertimbangan …, hlm. 43.

113 Mahkamah Agung RI, Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 5 tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.

kesaksiannya. Dengan demikian saksi tidak akan mengetahui apa yang ditanyakan pada saksi lainya.114

Oleh karena itu keterangan para pemohon ini sangatlah penting bagi pertimbangan hakim karena hakim ingin melihat apakah pembuktian tersebut itu sama dengan keterangan yang diberikan atau tidak.

Menurut pengakuan Bapak Abdulloh Al Manan, Lc dalam persidangan, ada kendala/masalah yang terjadi pada para pihak.

Yang menjadi kendala kalau misalnya orang tuanya tidak bisa hadir dan mengkuasakan pada kuasa hukum, atau orang tua mengkuasakan kuasa isidentil pada keluarganya. Karena tidak sepenuhnya kuasa hukum mengetahui segalanya. Orang tualah yang lebih menjadi pemeran utama dalam mendidik anaknya. Oleh karena itu dalam peraturan sudah di atur jalan persidangan jika pemohon tidak hadir dalam persidangan maka permohonan ini dapat batal demi hukum artinya permohonan ini dianggap tidak pernah ada. Untuk itu pemohon harus hadir dan tidak boleh menguasai kuasanya kepada orang lain karena akan dimintakan keterangannya dalam persidangan.115

Karena orang tua juga harus memberikan keterangan terkait anaknya, atau orang tua menunjukan itikad baik bahwa pemohon peduli dengan anaknya. Yang ditemukan masalah juga apabila orang tuanya tidak mengetahui keberadaan tempat tinggal (ghaib), itu menjadi sebuah permasalahan karena antara orang tua harus dimintakan semua keterangannya. Apabila salah satu yang tidak dimintakan keterangannya maka perisdangan tersebut dapat mengakibatkan batal demi hukum.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam PERMA Nomor 16 tahun 2019 pasal 13 ayat 3.

114 Firdaus Fuad Helmy, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

115 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

Dalam meminta keterangan hakim akan menjelaskan kepada orang tua bahwasannya orang tua harus siap akan bertanggung jawab menafkahi kedua calon tersebut. Sebagai mana hasil wawancara menurut bapak Abdulloh Al Manan, Lc:

Termasuk yang diperiksa itu juga adalah kesanggupan pemohon dalam hal ini orang tua untuk membantu anaknya apabila nanti mereka berumah tangga mengalami kesulitan, baik itu kesulitan secara ekonomi maka orang tua apakah sanggup membantu kesulitan dalam sosial kesulitan dalam hal berumah tangga atau tidak. Maksudnya dalam hal kematangan pasangannya atau tidak dan kemampuan kecakapan merekalah, baik itu kecakapan secara fisik, psikis yang sebenarnya kecakapan finansial apakah calonnya ini juga penting sekali. Mau nikah juga bagaimana jika secara finansialnya itu masih belum siap.”116

Ada beberapa pertimbangan lainnya hakim disamping itu juga mempertimbangkan faktor secara umum menurut Bapak Abdulloh Al Manan, Lc, sebagai berikut:

a. Faktor Fisik.

Fisik merupakan kekuatan mental seseorang dalam pertumbuhan.

Jika dilihat dari pertimbangan fisik merupakan kematangan pasangan, kecakapan fisik dalam kesiapan berumah tangga. Dari kesiapan ada organ yang memang sudah harus siap menerima.

Karena dalam organ ada fisik yang belum matang. Untuk itu, kalau masih kecil belum layak untuk berumah tangga. Karena ini akan membuat seseorang wanita trauma akan perobekan Rahim yang masih terlalu muda untuk melakukan hubungan.117

Maksud di sini adalah bahayanya nikah di bawah umur karena organ reproduksi belum siap untuk melakukan hubungan dampak biologisnya apabila ia melakukan hubungan seks dengan suaminya, terlebih lagi hingga melahirkan, maka berpotensi akan menimbulkan

116 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

117 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

bahaya lain. Bahayanya ialah trauma dan perobekan hingga infeksi dan penyakit lain yang membahayakan jiwanya.118

b. Faktor Psikis.

Anak remaja masih jauh dari kedewasaan (mature, matang dan mantap) dan kondisi kejiwaannya masih labil dan karenanya belum siap benar menjadi isteri apalagi orang tua. Psikis ini dapat dilihat dari keridhoan anak dalam perkawinan ini, apakah atas persetujuan sendiri atau adanya paksaan. Karena banyak kasus anak yang menikah di bawah umur karena keterpaksaan orang tua ingin melunasi utang. Dengan utang tersebut orang tua menjadikan anak sebagai tebusan utang orang tua.119

Secara psikis, seorang anak perempuan yang melakukan pernikahan dini akan mengalami ketidaksiapan dan ketidak mengertian tentang hubungan suami isteri. Keawaman akan hal tersebut akan menimbulkan efek domino terhadap perkembangan psikologisnya, yaitu berpotensi menyebabkan trauma, kemurungan dan penyesalan. Karena pernikahan “yang belum waktunya” tersebut akan membuat dunia anak- anaknya menjadi hilang, seperti dunia belajar, hingga dunia bermain.120

Jika dilihat dari faktor kedua di atas, bahwa perkawinan menjadi salah satu wadah pelunasan utang orang tua kepada orang lain. Tentu saja ini merupakan kemauan orang tua tetapi tanpa persetujuan anaknya. Ini merupakan salah satu faktor yag dapat dijadikan sebagai pertimbangan hakim di Pengadilan Agama Ende. Karena yang penulis tau perkawinan adalah ibadah yang dijalani bukan paksaan. Faktor lain jug adapt dipertimbangkan hakim yaitu:

118 Yusuf, “Dinamika …, hlm. 213.

119 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

120 Yusuf, “Dinamika Batasan Usia Perkawinan Di Indonesia: Kajian Psikologi Dan Hukum Islam”, Journal of Islamic Law, Vol. 1, No. 2, 2020, hlm. 214.

c. Faktor Pendidikan

Menurut Bapak H. Abdulloh Al Manan, Lc, pendidikan salah satu faktor yang cukup penting dalam mempertimbangkan putusan.

Karena kalau misalnya dikabulkan dispensasi kawinnya ternyata dia putus sekolah, tetapi misalnya ada kasus memang betul jika kita kabulkan memang dia tidak sekolah lagi, secara fisik sudah terpenuhi, karena namanya dispensasi kawin itu berbeda antara manusia satu dengan manusia lainnya.121

Artinya gini mungkin di masyarakat akademis menikah dengan usia 30 tahunpun belum terlambat nikah, tapi kalau orang di kampung 18 atau 20 tahun sudah cukup lambat. Soal pendidikan banyak yang S2, S3 rumah tangganya bercerai. Sementara anak yang menikah dengan pendidikan terakhirnya SD malah lebih langgeng ini sebenarnya nisbi (relatif) karena kita harus melakukan pendekatan sesuai dengan fakta yang ada dalam peristiwa. Jadi tidak bisa menerapkan secara tekstual selagi tidak usianya belum cukup maka tidak boleh menikah, tidak begitu juga.

Makanya hakim mementingkan kemanfaatan. Karena asas-asas dalam memeriksa adalah keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum.

d. Faktor Ekonomi

Tidak kalah pentingnya faktor yang menjadi pertimbangan hakim adalah faktor ekonomi sebagaimana yang dijelaskan oleh bapak Firdaus Fuad Helmy, S.H.I., M.H sebagai berikut:

Menurut Bapak Firdaus Fuad Helmy, S.H.I., M.H, untuk faktor ekonomi suami dituntut agar mempunyai penghasilan sendiri agar dapat menafkahi calon isteri dan anaknya nanti. Nikah bukan hanya soal cinta tetapi isi perut juga harus dijamin. Makanya dalam persidangan jika menunda persidangan maka hakim tunggal akan

121 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

menyuruh dengan paksa kepada calon suami agar secepatnya mendapatkan pekerjaan setelah hadir pada sidang berikutnya.122 Ini merupakan salah satu pertimbangan yang harus dipenuhi oleh calon suami karena pernikahan bukan tentang saling cinta tetapi juga membutuhkan materi dalam menjalankan rumah tangga. Banyak sekali pasangan yang bercerai karena kekurangan ekonomi. Menurut penulis uang adalah hal yang sangat sensitif dan sangat dibutuhkan orang dimanapun. Untuk itu kita dituntut untuk bisa menyeimbangi hal tersebut.

e. Faktor Usia

Menrut Bapak H. Abdulloh Al Manan, Lc, kemudian pertimbangan mengenai usia karena tidak mungkin juga usia masih muda yang seharusnya masih bermain tetapi sudah menggendong anak, menggantikan popok di malam hari dan sebagainya. Jadi dalam dispensasi kawin ini tidak serta menerima dan menolak begitu saja123

Maksudnya di sini adalah hakim akan mempertimbangkan untuk mengabulkan dispensasi kawin ini tidak serta merta menolak begitu saja sedangkan pemohon mempunyai alasan mendesak yang mengharuskan melakukan perkawinan. Hakim akan mengabulkan dengan mempertimbangkan hasil yang sesuai dengan alat bukti yang dibawa pemohon pada saat persidangan.

Dari pemeriksa berkasa-berkas yang dijadikan bukti, faktor akitab/sebab-sebab pengajuan permohonan dispensasi sampai putusnya permohonan tersebut untuk persidangan permohonan dispensasi kawin tidak membutuhkan waktu lama bisa dengan satu

122 Firdaus Fuad Helmy, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

123 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

kali sidang ataupun dua kali sidang. Sidang bisa ditunda apabila belum melengkapi alat bukti.”124

Untuk waktu persidangan tidak begitu lama untu myelesaikan sampai pada hakim memutuskan. Karena dalam perisdangan dispensasi hanya hakim tunggal yang menangani perkara tersebut.

Menurut bapak Abdulloh Al Manan, Lc, untuk jumlah sidangnya bisa satu atau dua kali tapi kalau untuk waktunya relatief. Karena bisa jadi ada yang tidak hadir dalam persidangan maka sidang akan ditunda satu minggu kemudian. Umumya saat ini pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 biasanya satu kali sidang sudah diputus.125

Ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan menikah di usia dini seperti :

Pertama Faktor dari anak sendiri meliputi: Tidak sekolah. Faktor tidak sekolah ini dapat menjadi faktor terjadinya perkawinan dini dalam dua bentuk, yaitu:

a) Anak putus sekolah, baik pada usia wajib sekolah maupun diluarnya. Akibatnya anak mengisi waktu dengan bekerja. Dengan kondisi tertentu anak merasa sudah cukup mandiri, sehingga merasa mampu menghidupi diri sendiri.126

b) Dalam kekosongan waktu tanpa pekerjaan membuat mereka melakukan hal-hal negative yang salah satunya adalah menjalin hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini tidak menutup kemungikinan mengakibatkan hamil di luar nikah.

124 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

125 Abdulloh Al Manan, Wawancara, Ende, 4 April 2022.

126 Khairuddin Nasution, Hukum …, hlm. 383.

c) Melakukan hubungan biologis. Seperti yang disebutkan, tidak sekolah (pengangguran) dapat menjadi salah satu sebab terjadinya melakukan hubungan biologis dini. Menurut laporan beberapa Pengadilan Agama, ada beberapa kasus yang mengajukan dispensasi kawin karena anak-anak telah melakukan hubungan biologis layaknya suami isteri. Anak sudah tidak perawan lagi, tentu orang tua akan merasa malu dan dijadikan sebagai aib keluarga cenderung ingin menikahkan anaknya.127

d) Hamil sebelum menikah. Hamil sebelum melangsungkan perkawinan sama halnya dengan alasan melakukan hubungan seksual layaknya suami isteri. Namun tidak setiap hubungan seksual mengakibakan kehamilan. Dengan kondisi hamil seperti ini dengan terpaksa orang tua harus menikahkan anaknya. Menurut catatan Pengadilan Agama, ada beberapa kasus diantaranya orang tua tidak pernah setuju dengan hubungan anaknya akan tetapi dengan kondisi seperti ini mau tidak mau orang tua terpaksa untuk menikahkan anaknya dengan mengajukan permohonan dispensasi kawin.128

Kedua, Faktor dari luar anak yaitu khawatirnya melanggar ajaran agama adalah anak menjalin hubungan dengan lawan jenis dalam berbagai bentuk, seperti pergi bersama, main bersama, belajar bersama, bahkan saling kotakan (SMS atau kirim pesan singkat).

127 Ibid.

128 Ibid., hlm. 384.

Dengan kejadian-kejadian seperti ini tentu saja membuat orang tua khawatir terhadap perzinahan. Dalam rangka mencegah dari pelanggaran inilah muncul nikah dini agar terhindar dari zina tersebut.129

Tujuan dari permohonan dispensasi kawin ialah agar orang yang usianya belum cukup umur belum bisa melangsungkan perkawinan, maka dari itu, ada kemudahan untuk mereka yaitu dispensasi kawin, kalau dispensasi kawin dikabulkan maka usia tidak menjadi patokan utama. Tujuannya supaya tetap pihak yang kalau tidak bisa menikah mereka merasa berbahaya untuk calon suami/isterinya. Jadi tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan yang tidak baik. Lebih mengedepankan kemaslahan. Adanya aturan mengenai batas usia sebenarnya untuk meminimalisir terjadinya angka perceraian di bawah usia karena ditakutkan perceraian semakin banyak.

Jadi kesimpulan yang menjadi dasar pertimbangan hakim pasca berlakunya Udang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 adalah sebagai berikut: pertama, alat bukti yang sah. Bukti yang sah menurut hakim di sini adalah alat bukti saksi surat dan alat bukti saksi yang dihadirkan oleh pemohon di depan persidangan Kedua, alasan. Yang mendesak Pada persidangan Majelis Hakim menanyakan alasan anak pemohon, kemudian Majelis Hakim meneliti alasan anak pemohon dengan

129 Ibid., hlm. 385.

Dalam dokumen pengajuan permohonan dispensasi kawin pasca (Halaman 86-102)

Dokumen terkait