BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Gambaran Umum Penerapan SAKIP Pada Badan Pengelolaan
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, setiap Perangkat Daerah mempunyai kewajiban untuk menyusun
Pengawai Pelaksana
59%
Pengawai Penjabat
41%
Rencana Strategis (Renstra) sesuai dengan tugas, pokok dan fungsinya serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) masing-masing wilayahnya.
Adapun gambaran umum sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dimulai dengan penyusunan rencana strategis (restra), penetapan rencana kerja tahunan (RTK), penetapan perjanjian kinerja, proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja, pelaporan kinerja dan terakhir reiviu dan evaluasi laporan kinerja.
1. Penyusunan Rencana Strategis
Renstra perangkat daerah memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi tugas dan fungsi setiap perangkat daerah, yang disusun berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bersifat indikatif. Oleh karenanya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng (BPKPD) sebagai perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi mengkoordinasikan urusan pemerintahan dibidang keuangan juga berkewajiban menyusun renstra perangkat daerah sejalan dengan periode RPJMD Kabupaten Soppeng.
Rencana strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng, bersifat indikatif memuat visi, misi, tujuan dan sasara, strategi, kebijakan program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Soppeng yang disertai target indikator kinerja yang akan dilasanakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng.
Renstra merupakan instrumen untuk memberikan arah dan acuan pembangunan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dibidang pengelolaan keuangan, aset dan pendapatan daerah dan menjadi acuan dalam penyusunan perencanaan tahunan sebagai Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya ditetapkan sebagai Rencana Kerja Tahunan (RKT) Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng. Disamping itu renstra ini disusun sebagai wujud komitmen Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dalam meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Adapun penyusunan renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng Tahun 2021–2026 ini mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Soppeng Tahun 2021–2026 dengan memperhatikan keterkaitan antara kegiatan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Soppeng dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, sehingga tercapai tujuan dan sasaran yang sama dengan pembangunan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah dijabarkan kedalam program tahunan yang disebut Rencana Kerja Perangakat Daerah (Renja PD) yang dipertanggungjawabkan dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJiP) setiap tahun.
Keterkaitan penyusunan Renstra BPKPD dengan RPJMD Kabupaten Soppeng Tahun 2021-2026 mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, sebagaimana Gambar 1.1 di bawah ini:
Gambar 4.2
Keterkaitan Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Dengan RPJMD
Berdasarkan pemendagri Nomor 86 Tahun 2017.
Sumber: Dokumen Rencana Strategis Tahun 2021-2026 BPKPD Kabupaten Soppeng
2. Penetapan Rencana Kerja Tahunan
Perubahan rencana pembangunan tahunan yang selanjutnya disebut dengan perubahan rencana kerja satuan kerja perangkat daerah untuk periode 1 (satu) tahun ini merupakan penjabaran dari visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang direncanakan dalam kurun waktu satu Tahun. Penyusunan rencana kerja perubahan tetap berpedoman pada renstra SKPD dan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD). Perubahan dalam Renja Tahun 2021 memuat perubahan perubahan anggaran dan perubahan indikator kinerja program dan kegiatan, perubahan renja didasarkan pada
hasil evaluasi Renja Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah sampai dengan Triwulan II Tahun 2021 dan disesuaikan dengan perubahan daerah yang telah mengalami revisi atau recofusing anggaran mendahului perubahan akibat penanganan bencana Nasional Non Alam Pandemi Covid- 19 yakni yang melanda mulai tahun 2020.
Pada dasarnya penjabaran program dan kegiatan pada perubahan rencana kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng Tahun 2021 ini senantiasa mengacu pada pelaksanaan kegiatan dengan tidak mengabaikan Protokol Kesehatan Covid-19. Hal ini berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor : 119/2813/SJ, Nomor : 177/KMK.07/2020, Peraturan Menteri Keuangan No.17/ PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan dampaknya.
Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Negara dalam rangka mewujudkan good govermance dituntut untuk mampu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan strategik.
Perubahan rencana kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng adalah dokumen perencanaan yang dijadikan pedoman, acuan dan arahan dalam melaksanakan program, kegiatan, arah,
tujuan dan strategi kebijakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dalam kurun waktu Tahun 2021 dalam rangka menciptakan Sistem dan Prosedur yang ideal dalam pengelolaan keuangan daerah. Tugas lain yang tak kalah pentingnya adalah dalam melaksanakan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan anggaran demi terciptanya pengelolaan keuangan yang baik
3. Penetapan Perjanjian Kinerja
Perjanjian kinerja berisikan penungasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pemimpin instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atau kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.
Penetapan perjanjian kinerja di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dimulai dengan pertemuan kepala satuan perangkat daerah (SKPD) dengan kepala daerah (Bupati) dengan menandatagi perjanjian kinerja dengan ingin mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai lampiran dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja menjadi tanggung jawab kepala instansi sedangkan kepala daerah akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja terhadap
capaian dari perjanjian dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian perhargaan dan sanksi.
Setelah pertemuan kepala SKPD dengan kepala daerah maka perjanjian kinerja akan dilanjutkan dengan pertemuan Eselon III dengan Kepala SKPD dan pertemuan Eselon IV dengan Eselon III.
4. Proses Pengelolaan Data Kinerja Dan Pengukuran Kinerja
Proses pengukuran kinerja dilakukan oleh tim yang telah di bentuk berdasarkan keputusan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng Nomor 010/BPKPD/I/2020 tentang pembentukan tim pelaksanaan penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng. Adapun pihak-pihak yang telibat dalam tim pelaksanaan penerapan SAKIP yaitu:
Tabel 4.2
Susunan Keanggotaan Tim Pelaksanaan Penerapan SAKIP
No Jabatan Dalam Tim Jabatan Dalam Dinas
1 Pembina Kepala BPKPD
2 Ketua Sekretaris BPKPD
3 Koordinator I Kepala Bidang Anggaran Koordinator II Kepala Bidang Akuntansi
Koordinator III Kepala Bidang Pembendaharaan dan Pengelolaan Kas
Koordinator IV Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Koordinator V Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik
Daerah
4 Sekretaris Kasubag Perencanaan dan Pelaporan
5 Anggota Analisi Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Sumber: Dokumen SK Pembentukan Tim Pelaksana Penerapan SAKIP
Sebelum melaksanakan pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja maka hal yang pertama di lakukan iyalah mengumpulkan data kinerja. Data kinerja di dapat dari dua sumber yaitu dari (1) kasubag perencanaan dan pelaporan dan (2) data-data yang di dapat dari tiap bidang di BPKPD Kabupaten Soppeng. Data yang di dapatkan dari tiap-tiap bidang akan berfungsi sebagai pembanding dengan data yang di peroleh dari kasubag perencanaan dan pelaporan untuk dilakukan penyesuaian apabila terdapat perbedaan.
Alur pengumpulan data kinerja dan penanggungjawab data kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efesiensi laporan kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Soppeng maka dibuatkan alur pengumpulan data kinerja dan penaggungjawab data kinerja supaya akan lebih terarah dengan hasil yang lebih akurat.
Tabel 4.3
Alur Pengumpulan Data Kinerja
No Uraian Prosedur Sekretaris Daerah
Tim
Pelaksana Kabag Persyaratan /
Kelengkapan Waktu 1 Ketua Tim Pelaksana,
memerintahkan untuk mengumpulkan data kinerja
SK Tim Pelaksana Laporan Kinerja
10 menit
2 Menyusun format pengumpulan data kinerja
Perjanjian Kinerja dan Rencana Aksi
120 menit 3 Menyampaikan format
pengumpulan data kinerja ke bidang terkait
Format yang telah di susun
4 jam
4 Mengisi format data kinerja oleh bidang terkait
Data Kinerja dari Penanggungjawab Data Kinerja
4 hari
5 Menerima data kinerja yang telah diisi oleh masing-masing bidang terkait
Data Kinerja dari Bidang dan Data Sumber Lainnya
5 hari
6 Menverifikasi, mengidenfikasi dan mengevaluasi kesesuaian data kinerja yang
diserahkan oleh bidang
Data yang diserahkan, Perjanjian Kinerja dan Rencana Aksi
1 hari
7 Mengkompilasi data kinerja yang dijadikan dasar penyusunan laporean kinerja badan pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah kabupaten soppeng
Dokumen hasil pengumpulan data kinerja
1 hari
Sumber: Dokumen SK Alur Data Kinerja 2021
Setelah data kinerja berhasil didapatkan dan dikumpulkan maka langkah selanjutnya adalah pengelolaan data kinerja dengan menyusun format pengumpulan data kinerja yang telah di susun oleh Tim Pelaksana dan
menyampaikan format tersebut ke semua kepala bidang yang terkait dalam pelaksanaan SAKIP, setiap kepala bidang yang menerima format yang akan mengisi data kinerja dan mengembalikannya ke Tim Pelaksana untuk menverifikasi, mengklasifikasian dan mengevaluasi kesusaian data kinerja yang telah di serahkan oleh setiap bidang.
Setelah pengelolaan data kinerja maka akan dilakukan pengukuran kinerja atas capaian kinerja serta mengevaluasi terhadap hasil capaian kinerja dengan menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanan kegiatan yang telah ditetapkan dalam rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Proses pengukuran kinerja pada BPKPD Kabupaten Soppeng dilakukan pertriwulan dengan mengukur pencapaian kinerja fisik dan keuangan yang terdiri dari atas pengukuran kinerja Kepala SKPD dengan Kepala Daerah, pengukuran kinerja Eselon III dengan Kepala SKPD dan terahir pengukuran kinerja Eselon IV dengan Eselon III. Hasil dari pengukuran ini akan dianalisis tiap-tiap eselon dan jika terdapat masukan atau perbaikan jika terdapat data kinerja yang tidak sesuai maka akan dikembalikan kepada pengelolaan data kinerja untuk diperbaiki lebih lanjut kemudian akan dipresentasikan untuk direview oleh ketua Tim Pelaksana.
5. Pelaporan Kinerja
Hasil dari pengukuran kinerja yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya akan dibentuk dalam laporan kinerja yang disebut dengan nama Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) atau LKJiP yang merupakan wujud pertanggunjawaban pejabat publik kepada masyarakat tentang kinerja lembaga pemerintah atas selama satu tahun anggaran.
Penyusunan LKJiP pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng melalui proses pengumpulan data kinerja dilanjutkan dengan pengukuran kinerja dan disusun draf laporan kinerja dan akan dirapatkan secara internal dan akan diasistensi laporan kinerja oleh bagian Ortala (Biro organisasi dan Tata Laksana) dan akan dirivu SAKIP oleh Inspektorat.
6. Riviu Dan Evaluasi Laporan Kinerja
Setelah pelaporan kinerja maka tahap terakhir dalam pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah melakukan riviu dan evaluasi laporan kinerja dengan proses penyusunan draf laporan kinerja dan akan di asistensi laporan kinerja oleh bangian Ortala (Biro Organisasi dan Tata Laksana) selanjutnya pemenuhan dokumen-dokumen yang tekait dengan SAKIP itu sendiri dan akan diriviu dan evaluasi oleh pihak Inspektorat dan terakhir penandatanganan laporan hasil riviu dan evaluasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).