• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian Dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Penyusunan LKJiP pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng melalui proses pengumpulan data kinerja dilanjutkan dengan pengukuran kinerja dan disusun draf laporan kinerja dan akan dirapatkan secara internal dan akan diasistensi laporan kinerja oleh bagian Ortala (Biro organisasi dan Tata Laksana) dan akan dirivu SAKIP oleh Inspektorat.

6. Riviu Dan Evaluasi Laporan Kinerja

Setelah pelaporan kinerja maka tahap terakhir dalam pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah adalah melakukan riviu dan evaluasi laporan kinerja dengan proses penyusunan draf laporan kinerja dan akan di asistensi laporan kinerja oleh bangian Ortala (Biro Organisasi dan Tata Laksana) selanjutnya pemenuhan dokumen-dokumen yang tekait dengan SAKIP itu sendiri dan akan diriviu dan evaluasi oleh pihak Inspektorat dan terakhir penandatanganan laporan hasil riviu dan evaluasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).

Berdasarkan data wawancara, data dokumentasi dan observasi langsung pada BPKPD Kabupaten Soppeng maka dilakukan kategori-kategori berdasarkan pertanyaan penelitian. Selanjutnya dilakukan pemahaman yang mendalam untuk menemukan rumusan masalah yang ada. Untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu “Bagaimana sistem nilai yang dianut dalam penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng” dan ditemukan 6 tahapan yaitu proses penyusunan Rencana Strategis, proses penetapan Rencana Kerja Tahunan, proses Penetapan Perjanjian Kinerja, proses Pengelolaan Data Kinerja Dan Pengukuran Kinerja, proses Pelaporan Kinerja, serta Rivu dan Evaluasi Laporan Kinerja. Hasil analisis data dapat ditunjukkan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.4

Analisis Data Untuk Pertanyaan Wawancara Penelitian

Triangulasi

Tema Yang Ditemukan Informasi yang disampaikan (dari hasil wawancara) Data-data

lain Renstra disusun berdasarkan pedoman rencana

pembagunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2021- 2026 BPKPD Kabupaten Soppeng

Proses Penyusunan Rencana Strategis Ditetapkannya indikator kinerja utama BPKPD

Kabupaten Soppeng Sesuai Peraturan Bupati Soppeng Nomor 34 Tahun 2021.

Renstra perwakilan disusun oleh tim pelaksana yang telah ditetapkan melalui SK yang dikeluarkan oleh Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng.

Tim pelaksana renstra adalah orang-orang yang berpotensi dan ahli dalam penyusunan renstra.

Tim Pelaksana memiliki pemahaman atas dasar penyusunan renstra.

Renstra disusun dengan berkordinasi dengan semua bidang dan bagian untuk menyusun renstra.

Renstra dirapatkan secara internal yang di hadiri oleh seluruh kepala bidang dan tim pelaksana.

Rencana kerja tahunan (RKT) turunan dari rencana strategis (renstra).

Pengesaan Renja Perubahan BPKPD Kabupaten Soppeng

Proses Penetapan Rencana Kerja Tahunan Rencana kerja tahunan (RKT) berpedoman pada renstra

SKPD dan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD).

Rencana kerja tahunan (RKT) disusun oleh tiap kepala bidang dan berkoordinasi dengan tim pelaksana.

Rencana kerja tahunan (RKT) didistribusikan ke bagian- bagian dan semua bidang berdasarkan tugas dan fungsingnya.

Perjanjian kinerja merupakan dokumen yang berisi perjanjian antara kepala daerah (Bupati) dengan Kepala SKPD (Ketua BPKPD).

Perjanjian Kinerja Eselon II, III Dan IV BPKPD 2021

Proses Penetapan Perjanjian Kinerja Isi dari perjanjian kinerja adalah Kepala SKPD berjanji

akan mewujudkan target kinerja dan Kepala Daerah akan melakukan supervisi dan evaluasi atas capaian kinerja.

Perjanjian kinerja memuat terget kinerja, indikator kinerja dan output.

Perjanjian kinerja ditandatangani oleh Kepala SKPD dan Kepala Daerah.

Dibentuk tim pelaksanaan penerapan SAKIP sesuai keputusan Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng.

SK Alur Data Kinerja 2021 BPKPD Kabupaten Soppeng Dan Pengkuran

Proses Pengelolaan Data Kinerja Dan

Pengukuran Kinerja Pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja

dilaksanakan oleh tim pelaksanaan penerapan SAKIP.

Tim pelaksanaan penerapan SAKIP terdiri dari Pembina, Ketua, Kordinator I, II, III, IV dan V , Sekretaris, dan Anggota.

Sebelum pengelolaan kinerja dan pengukuran kinerja maka dilakukan terlebih dahulu pengumpulan data kinerja.

Kinerja Triwulan I, II, III, IV.

Pengelolaan data kinerja dengan membuat format pengumpulan data kinerja, mengisi format data kinerja, dan dikembalikan kepada tim pelaksana untuk dievaluasi, pengklasifikasian dan diverifikasi.

Pengukuran kinerja dengan dilakukan triwulan pengukuran Kepala SKPD dengan Kepala Daerah, Kepala SKPD dengan Eselon III, dan Eselon III dengan Eselon IV.

Dievaluasi tiap eselon dan jika ada masukan atau tambahan akan di perbaiki lebih lanjut di riviuw oleh tim pelaksana.

Hasil dari pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja di buat dalam bentuk draft LAKIP yang dikenal sekarang menjadi LKJiP.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BPKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2021 (LKJiP)

Proses Pelaporan Kinerja Draft LKJiP akan dirapatkan secara internal.

Draft LKJiP akan diasistensi oleh Bagian Ortala (Biro Organisasi dan Tata Laksana).

Akan direiviu oleh inspektorat

Draft LKJiP akan diriviu secara bertahap dan akan dilakukan perbaikan dan penyerpurnaan jika diperlukan.

Penyediaan dan pemenuhan dokumen-dokumen yang terkait dengan SAKIP.

Evaluasi Internal Triwulan I, II, III, IV BPKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2021

Proses Riviu dan Evaluasi Laporan Kinerja Diriviu dan dievaluasi oleh inspektorat

Setelah diriviu dan dievaluasi akan menhasilkan Draft Final dari LKJiP.

Draft Final LKJiP akan ditandatangani atas laporan hasil riviu dan evaluasi pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP).

Sumber: Penulis

1. Sistem Nilai Yang Dianut Dalam Proses Penyusunan Rencana Strategis

Sistem nilai konsistensi yang pertama ditemukan dalam proses penyusunan rencana strategis terbukti dari pernyataan narasumber yang mengatakan bahwa rencana strategis disusun dengan berpedoman pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Soppeng Tahun 2021-2026, berikut pernyataan dari hasil wawancara dengan tim pelaksana SAKIP, Ibu Andi Nur Maya, SE., MM.

“Renstra itu disusun berdasarkan dan berpedoman terhadap pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dengan memperhatikan keterkaitan antara kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah”.

Beliu juga mengatakan:

“Intinya di sini setelah rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dibentuk maka baru dibuatkan renstra BPKPD yang di mana RPJMD ini menjadi pedoman nanti”.

Pernyataan di atas dapat menunjukkan bahwa renstra BPKPD Kabupaten Soppeng disusun berdasarkan RPJMD yang akan disesuaikan dan dikaitkan dengan kondisi BPKPD Kabupaten Soppeng dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Hal ini menunjukkan bahwa adanya nilai konsintensi dalam menyusun rencana strategis BPKPD Kabupaten Soppeng dalam tujuan dan sasaran yang sama dengan pembangunan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Nilai konsistensi di sini adalah prinsip dasar yang digunakan dalam pelaporan kinerja yang digunakan secara konsisten dan tidak berubah-ubah metode dan prosedurnya.

Kedua sistem nilai vision (wawasan kedepan) yang ditemukan dalam penyusunan rencana strategis BPKPD Kabupaten Soppeng yang terbukti

dalam wawancara dengan Tim Pelaksana, Ibu Andi Nur Maya, SE., MM. yang mengatakan:

“Di sini dalam penyusunan Rentra BPKPD akan dianalisa terlebih dahulu isu-isu yang tejadi dan juga akan melihat kedepan bagaimana dalam mencapai visi misi dan tujuan sasaran yang akan dicapai dengan selalu berpedoman kepada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)”.

Selain itu, dalam dokumen Rencana Strategis Kabupaten Soppeng juga penulis menemukan pernyataan ini sebagai berikut:

“Rencana Strategis BPKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2021-2026 merupakan turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Soppeng Tahun 2005-2025 yang berisi visi, misi, tujuan, sasaran kegiatan yang dilaksanakan selama periode Renstra. Dimana dalam visi nya iyalah Soppeng Yang Lebih Melayani, Maju dan Sejahtera”.

Pernyataan di atas dapat menunjukkan bahwa dalam penyusunan rencana strategis BPKPD Kabupaten Soppeng akan menetapkan visi, misi organisasi yang akan menunjukkan arah organisasi untuk lima tahun kedepan dan menetapkan arah program-program dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk lima tahun kedepan.

Ketiga sistem nilai keterbukaan dan transparansi yang ditemukan dalam proses penyusunan renstra pada BPKPD Kabupaten Soppeng terbukti dari wawancara dengan Tim Pelaksana SAKIP, Ibu Andi Nur Maya, SE., MM. yang mengatakan:

“Setelah ada draft dibentuk maka saya juga diminta untuk mengoreksi dan menganalisis lebih lanjut yang akan diperbaiki oleh Tim Pelaksana. Terus waktu itu diadakan rapat kepada semua Tim Pelaksana Penerapan SAKIP dan semua tim dan tiap tiap bidang hadir”.

Dalam pernyataan narasumber di atas, disebutkan bahwa “Semua Tim dan Tiap-tiap bidang hadir” yang dimana di sini dapat dikatakan bahwa dalam

penyusunan renstra akan ada keterbukaan dan transparansi dalam proses ini karena dihadiri semua pihak yang terlibat dan dipresentasikan secara keterbukaan dan transparansi. Selain itu peneliti juga menemukan bukti di dokumen Renstra BPKPD Kabupaten Soppeng sebagai berikut:

“Restra BPKPD Kabupaten Soppeng diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten, transparansi, profesionalisme dan bertanggung jawab dengan kaidah-kaidah pelaksanaan”.

Pernyataan di atas dapat menunjukkan bahwa dalam proses penyusunan restra BPKPD Kabupaten Soppeng ada sistem nilai keterbukaan dan transparansi didalam organisasi yang tunjukkan dalam terlibatnya semua bagian-bagian organisasi melalui perwakilan tiap-tiap bidang dalam memberikan kontribusi mengenai isu strategis dan dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang dimana isu ini menjadi hal mendasar dalam penyusunan Renstra.

Keempat atau yang terakhir ditemukan dalam penyusunan rencana strategis adalah sistem nilai profesionalisme dan kompetensi yang baik dapat dibuktikan dari wawancara dengan anggota tim pelaksana, Ibu Andi Nur Maya, SE., MM. yang mengatakan:

“…….dalam penyusunan Renstra itu harus sikap profesionalisme dan kompetensi yang menjadi hal utama dalam pembentukan tim pelaksana karena dalam penysusnan renstra akan mempunyai pemahaman yang lebih baik dan akan menjadi lebih berkualitas, terukur dan logis”.

Pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa dalam pemilihan tim pelaksana harus mempunyai pemahaman dasar (kompetensi) dalam menyusun restra dan jika mempunyai kompetensi maka tidak akan lepas dari namanya profesionalisme karena dua hal ini tidak dapat dipisahkan.

Berdasarkan perjelasan di atas dapat disimpulkam bahwa sistem nilai yang terkandung dan penulis temukan dalam proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng adalah konsistensi, vision (wawasan kedepan), keterbukaan dan transaparansi, profesionalisme dan kompetensi yang baik.

Adapun gambaran penerapan sistem nilai yang ditemukan peneliti di atas adalah sistem nilai konsistensi penerapannya dalam penyusunan rencana strategis (Renstra) ketika tim penyusun selalu mengacu dan berpedoman pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Soppeng Tahun 2021-2026 dengan prinsip pelaporan kinerja selalu konsisten dan tidak diubah-ubah dalam metode penyusunan renstra ini. Selain itu manfaat dari sistem nilai konsistensi dalam penyusunan rencana strategis adalah akan memberikan hasil renstra yang berkualitas tinggi, efisien dan mudah dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Selanjutnya sistem nilai vision (wawasan kedepan) penerapannya dalam penyusunan renstra ini tim penyusun akan menetapkan visi dan misi organisasi yang menunjukkan arah lima tahun kedepan dengan selalu melihat wawasan kedepan berupah program-program kerja dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BPKPD Kabupaten Soppeng. Adapun manfaat dari sistem nilai vision (wawasan kedepan) akan memberikan pengawai kemudahan untuk memahami dengan jelas apa yang menjadi tujuan dari pekerjaannya dan memotivasi semangat pengawai dalam bekerja dan mewujudkan tujuan BPKPD Kabupaten Soppeng.

Sistem nilai keterbukaan dan transaparansi dalam penerapan penyusunan rencana strategis ini akan diadakan rapat dan di presentasikan dengan tiap- tiap bidang atau semua yang terlibat akan hadir dan di sini sudah jelas akan ada nya keterbukaan dan transparansi dalam penyusunan renstra BPKPD Kabupaten Soppeng. Adapun manfaat dari sistem nilai keterbukaan dan transparansi akan memberikan kesempatan kepada seluruh pengawai yang terlibat untuk mengetahui dan berkontribusi dalam menghadapi isi-isu strategis dalam penyusunan renstra.

Terakhir sistem nilai profesionalisme dan kompetensi yang baik dalam penerapan rencana strategis ini pemilihan tim pelaksana harus memiliki kompetennsi atau pengetahuan yang mendasar tentang sakip sehingga dalam penyusunan renstra akan lebih mudah dan memiliki sikap profesionalisme didalamnya. Adapun manfaat dari sistem nilai profesionalisme dan kompetensi adalah tim penyusun akan mampu dan kreatif dalam melaksanakn penyusunan rencana strategis BPKPD Kabupaten Soppeng.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wiwik Andriani, Irda Rosita dan Hidayatul Ihsan (2015), dengan judul Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dalam Mewujudkan Good Governance Pada Politeknik Negeri Padang dengan hasil penelitiannya dalam proses Rencana Strategis sistem nilai vision dan konsitensi sangat berpengaruh dalam proses ini dapat dilihat dengan jelas visi, misi, tujuan, sasaran, dan program kerja dalam proses renstra dan sudah mengacu sesuai dengan pedoman. Hal Ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti1 pada BPKPD

Kabupaten soppeng yang juga menemukan sistem nilai vision (wawasan kedeapan) dan konsistensi.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Nomor 1 Tahun 2016 dalam rangka pelaksanaan pasal 263 ayat (3) dan pasal 264 (1) undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka sistem nilai konsistensi, vision (wawasan kedepan), keterbukaan dan transaparansi, profesionalisme dan kompetensi yang baik ada pada peraturan perundang- undang ini. Dapat dilihat pada pasal 6 nilai konsistensi dalam penyusunan renstra mengacu pada RPJMD, pasal 9 nilai vision (wawasan kedepan) dalam penyusunan renstra visi dan misi SKPD juga berpedoman pada RPJMD lima tahun kedepan, pasal 16 nilai keterbukaan dan transparansi, profesionalisme dan kompetensi yang baik dalam proses evaluasi rencana strategis akan melakukan pengendalian terhadap renstra SKPD maka pasti akan adanya petemuan antara tiap-tiap bidang dan mepresentasikan lalu di laporkan kepada kepala SKPD.

2. Sistem Nilai Yang Dianut Dalam Proses Penetapan Rencana Kerja Tahunan

Sistem nilai konsitensi ditemukan pada proses penetapan rencana kerja tahunan di BPKPD Kabupaten Soppeng terbukti dari wawancara dengan tim pelaksana, Ibu Lies Utini, SE, M.Si yang mengatakan:

“Rencana kerja Tahunan (RKT) itu turunan dari rencana strategis (Renstra)”.

Selain itu beliau juga mengatakan:

“Rencana kerja tahunan juga berpedoman kepada rencana strategis BPKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2021-2026, di sini RTK dibentuk menjadi 1 tahun dengan selalu melihat renstra ini”.

Pernyataan di atas dapat menujukkan bahwa RKT merupakan turunan dari rencana strategis. RKT disusun akan selalu perdoman pada sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra sehingga semua program kerja akan ada dalam RKT. Hal ini yang menujukkan adanya sistem nilai konsisten dalam penetapan RKT tersebut.

Selanjutnya sistem nilai yang dianut adalah kerja sama dalam proses penetapan RKT terbukti dari wawancara dengan tim pelaksana koordinator I, Bapak H. Irfan, SE., MM yang mengatakan:

“RKT yang disusun akan melalui kordinasi dengan tiap-tiap bidang yang akan dimintai data-data bidangnya, kegiataan yang dilakukan dan dilaksanakan”.

Beliau juga mengatakan:

“Na setelah tiap-tiap bidang telah mengembalikan data data yang diminta maka akan dianalisis oleh tim pelaksana apa sudah baik atau masih ada tambahan atau koreksinya. Setelahnya ini akan di kembalikan ke tiap bidang untuk memperoleh tanggapan”.

Pernyataan hasil wawancara di atas menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara tim pelaksana dengan tiap-tiap bidang dalam melaksanakan tugas masing-masing dalam menyusun rencangan RKT BPKPD Kabupaten Soppeng untuk menetapkan usulan kegiatan tahunan yang akan dilaksanakan oleh organisasi.

Selanjutnya nilai terakhir yang dianut dalam proses penetapan Rencana Kerja Tahunan adalah efesiensi dan efektivitas yang dibuktikan dengan hasil wawancara dengan tim Pelaksana koordinator I, Bapak H. Irfan, SE., MM yang mengatakan:

“Setelah rancangan RKT BPKPD Kabupaten Soppeng dan sudah dirapatkan maka semua proses yang dilakukan dalam proses RKT sudah menggunakan perangkat elektronik seperti yang ada di ruangan

ini sudah menggunakan komputer dengan basis aplikasi yang dinamakan Logos yang mempermudah dalam proses penyusunan”.

Pernyataan di atas dapat membuktikan nilai efisiensi dan efektivitas juga terdapat dalam RKT ini dengan pengunaan aplikasi Logos sehingga kegiatan berjalan secara efisien dan efektif.

Berdasarkan uraian di atas maka sistem nilai yang ditemukan penulis dalam proses penetapan rencana kerja tahunan (RKT) pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng adalah konsisten, kerja sama, efesiensi dan efektifitas.

Adapun gambaran penerapan sistem nilai yang ditemukan pada penetapan rencana kerja tahunan adalah sistem nilai konsisten dimana RKT ini turunan dari renstra tahun 2021-2026 dan sebagai pedoman dalam penyusunan RKT satu tahun. Adapun manfaat sistem nilai konsitensi dari penyusunan RKT ini yaitu tim pelaksana akan lebih mudah dalam penetapan visi dan misi dalam jangka waktu 1 tahun dan pelaksanaan program kerja akan lebih efisien dan efektif.

Selanjutnya sistem nilai kerja sama dalam penerapan penetapan rencana kerja tahunan akan dimintai tiap-tiap bidang data-data kinerjanya apa yang telah dilakukan dan dilaksanakan akan menimbulkan kerja sama antara tiap tiap bidang dengan tim pelaksana. Adapun manfaat dari sistem nilai kerja sama dalam penetapan rencana kerja tahunan akan membuat tiap-tiap bidang dan tim penyusun lebih dekat dalam melaksanakan tugasnya masing-masing sehingga dalam mencapai tujuan BPKPD Kabupaten Soppeng lebih baik dan mudah.

Terakhir sistem nilai efesiensi dan efektifitas dalam penerapan rencana kerja tahunan sudah menggunakan komputer dengan aplikasi Logos yang sangat membantu dalam proses penyusunan. Adapun manfaat dari sistem nilai efesiensi dan efektifitas adalah mempermudah dan persingkat proses penyusunan sehingga lebih efesiensi dan efektifitas.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dwi Septi Haryani (2019), dengan judul Evaluasi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Di Biro Hukum Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan hasil penelitiannya dalam Rencana Kerja Tahunan sistem nilai konsistensi, efesiensi dan efektifitas sangat berpengaruh pada RKT ini dapat di lihat dalam proses RKT selalu mengacuh pada Renstra dan pengunaan Aplikasi SAKIP sangat membantu penyusunan RKT lebih efesien dan efektif.

Hal ini sama dengan penelitian yang peneliti temukan pada BPKPD Kabupaten Soppeng bahwa sistem nilai konsistensi, efesien dan efektifitas juga ada dalam proses penetapan rencana kerja tahunan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tahapan, Tatacara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Rencana Kerja BPKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2021 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2021. Maka sistem nilai konsistensi, kerja sama, efesiensi dan efektifitas ada dalam peraturan ini yang terletak pada RKT mengaju dan

berpedoman pada rencana strategis Tahun 2021-2026 dan dalam penyusunan RKT akan ada kerja sama antar orang dan menjadikan lebih efesiensi dan efektif dalam penetapan Rencana Kerja tahunan BPKPD Kabupaten Soppeng.

3. Sistem Nilai Yang Dianut Dalam Proses Penetapan Perjanjian Kinerja Sistem nilai yang dianut dalam proses penetapan perjanjian kinerja adalah komitmen terbukti dengan wawancara dengan anggota tim pelaksana, Ibu Andi Nur Maya, SE., MM. yang mengatakan:

“Perjanjian kinerja itu ringkasan dari rencana kerja tahunan (RKT), yang memuat semua program kerja seperti sasaran strategis, indikator kinerja ouput dengan targetnya juga. Terus perjanjian kinerja itu pertemuan tentang perjanjian kepala Daerah dengan kepala SKPD, kepala SKPD dengan Eselon II, Eselon II dengan Eselon III dan Eselon III dengan Eselon IV yang diisinya perjanjian yang akan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan”.

Pernyatan di atas menujukkan bahwa setiap pertemuan Kepala SKPD, Eselon II, III, IV berkomitmen untuk mencapai target kinerja yang telah di tetapkan dalam perjanjian kinerja ini pada BPKPD Kabupaten Soppeng.

Selanjutnya sistem nilai kepercayaan dan kejujuran dalam proses penetapan perjanjian kinerja yang dapat dibuktikan dalam hasil wawancara dengan tim pelaksana, Andi Nur Maya, SE., MM yang mengatakan:

“Na dalam perjanjian kinerja itu juga di pengarui dengan kepercayaan kepala Daerah dengan kepala SKPD, Kepala SKPD dengan Eselon II, Eselon II dengan Eselon III dan terakhir itu dengan Eselon III dengan Eselon IV. Di sini kepercayaan sangat berperang penting dalam proses ini….”.

Beliau juga mengatakan:

“Dari kepercayaan yang saya sebutkan tadi maka kejujuran juga sangat penting Di sini karena dalam menyusun perjanjian kinerja yang isinya itu mengenai target kinerja yang di tetapkan harus sesuai

dengan apa yang telah di tetapkan dengan sebelumnya apalagi BPKPD ini berkaitan dengan keuangan yang beresiko sekali dalam penyalagunaan wewenang”.

Pernyatan di atas menunjukkan bahwa sistem nilai kepercayaan dan kejujuran sangat mempengaruhi dalam proses perjanjian kinerja ini supaya target kinerja yang telah di tetapkan akan terlaksana dengan baik.

Berdasarkan penjelasan di atas maka sistem nilai yang temukan oleh peneliti pada proses perjanjian kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng adalah komitmen, kepercayaan dan kejujuran.

Adapun penerapan sistem nilai komitmen pada penetapan perjanjian kinerja adalah adanya pertemuan antar bupati dengan kepala SKPD, Kepala SKPD dengan Eselon II, Eselon II dengan Eselon III dan Eselon III dengan Eselon IV yang isi perjanjian kinerja akan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Adapun manfaat dari sistem nilai komitmen adalah akan menumbuhkan rasa semangat pengawai tiap tahapan dalam mencapai target kinerja yang ada dalam perjanjian kinerja.

Selanjutnya sistem nilai kepercayaan dalam penerapan perjanjian kinerja adalah adanya perjanjian kinerja dari Bupati, Kepala SKPD, Eselon II, III, dan IV maka terjadi kepercayaan antar tiap eselon dalam mencapai target kinerja dalam perjanjian kinerja. Adapun manfaat dari sistem nilai kepercayaan akan meningkatkan kerja sama antara pengawai BPKPD Kabupaten Soppeng karena kerja sama akan lebih baik dari pada dikerja sendiri dalam perjanjian kinerja.

Dokumen terkait