PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah terkait dengan konsep New Public Management (NPM) yang menjadi topik penting dalam reformasi sektor publik. Diadopsi dalam penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng.”
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dalam menanamkan nilai-nilai dalam setiap tindakan pegawainya khususnya dalam penerapan sistem akuntabilitas instansi pemerintah. Kami berharap penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan dapat dijadikan bahan referensi dalam penelitian selanjutnya.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Teori Keagenan
- Teori Birokrasi
- Analisis
- Sistem Nilai
- Sistem Nilai Yang Dianut Oleh Seseorang
- Sistem Nilai Yang Dianut Oleh Organisasi
- Konsep Akuntabilitas
- Konsep Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerinta (SAKIP) 20
- Perjanjian Kinerja
- Pengukuran Kinerja
- Pengelolaan Data Kinerja
- Pelaporan Kinerja
- Tata Reviu Ata Laporan Kinerja
Instruksi Presiden no. 7 Tahun 1999 menyatakan bahwa akuntabilitas penyelenggaraan instansi pemerintah merupakan wujud kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan misi organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan akuntabilitas berkala. Sistem akuntabilitas lembaga pemerintah diterapkan terhadap seluruh kegiatan pokok lembaga pemerintah yang berkontribusi terhadap terwujudnya visi dan misi pemerintah.
Penelitian Terdahulu
Kinerja instansi pemerintah di Kabupaten Sumba Timur berjalan efisien, terlihat pada tiga dimensi berikut: 1) pencapaian tujuan umumnya tidak tercapai dari segi ketepatan waktu; Kualitatif Hasil penelitian evaluasi SAKIP menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi SAKIP di Kabupaten Gunungkidul adalah kejelasan pedoman SAKIP, komitmen Pemerintah Daerah dan bantuan dari pemerintah pusat. Kuantitatif Hasil penelitian uji hipotesis menunjukkan bahwa komitmen pemerintah daerah dan peran APIP berpengaruh positif signifikan, sedangkan pedoman SAKIP dan.
Efektivitas Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Pemerintah Daerah Kota Bandung (Studi Kasus Lembaga Kesatuan Bangsa dan Politik). Kuantitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SAKIP yang berorientasi insentif tidak berpengaruh terhadap kinerja PNS dan SAKIP yang berorientasi penelitian berpengaruh terhadap kinerja PNS dimana penggunaan sistem pengukuran kinerja penelitian yang mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM) seperti pembelajaran, pelatihan dan eksperimen cenderung meningkatkan dan meningkatkan kinerja dibandingkan dengan ukuran kinerja insentif. Kualitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum komponen SAKIP Kabupaten Kebumen belum menunjukkan kesesuaian informasi (hubungan logis) dan beberapa kekurangannya disebabkan oleh ketidakkonsistenan indikator sasaran.
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan peneliti dalam pelaksanaan penelitiannya adalah pada sistem nilai yang dianut dalam penerapan SAKIP, dimana penelitian ini lebih menitikberatkan pada nilai-nilai yang dimiliki oleh staf atau pegawai. dalam mencapai tujuan visi dan misi dalam penerapan SAKIP dan Penelitian ini juga menggunakan subjek Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Soppeng, sedangkan penelitian sebelumnya lebih fokus pada proses penerapan, efisiensi, evaluasi dan faktor-faktornya. dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Fokus Penelitian
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Jenis Dan Sumber Data
- Data Primer
- Data Sekunder
Pengumpulan Data
- Teknik Wawancara
- Observasi
- Studi Dokumentasi
Setelah dilakukan pemeriksaan, APIP harus memberikan surat pernyataan telah dilakukan pemeriksaan dan surat ini merupakan bagian dari laporan kinerja. Rangkaian kegiatan pelaporan reviu difokuskan pada tanggung jawab atas kinerja reviu, yang intinya mengungkapkan prosedur reviu yang dilakukan, kesalahan atau kelemahan yang teridentifikasi, langkah-langkah perbaikan yang disepakati, langkah-langkah perbaikan yang dilakukan, dan saran perbaikan yang dilakukan atau tidak dilakukan. dilakukan. Sedangkan kendala yang dihadapi Kabupaten Gunungkidul adalah kurangnya pemahaman terhadap pedoman SAKIP, kurangnya komitmen dari pemerintah daerah yang dibuktikan dengan kecilnya anggaran SAKIP, sehingga pelaksanaan SAKIP di Kabupaten Gunungkidul kurang optimal.
Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa evaluasi pelaksanaan SAKIP pada Kantor Hukum Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah terlaksana dengan baik, sehingga memudahkan dalam pembuatan rencana kerja, pelaporan dan evaluasi kinerja yang telah dilakukan. keluar, dan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah. Penelitian ini akan dilakukan dengan cara: (1) tanya jawab atau wawancara terhadap staf yang terlibat dalam penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Daerah Soppeng yaitu kepala Dinas. Suku Dinas Program dan Pelaporan, anggota mewakili tim pelaksana perencanaan strategis, anggota tim, perwakilan pelaksana LAKIP, serta staf senior yang terlibat dan memiliki pengetahuan relevan dengan proses penerapan SAKIP di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Soppeng; (2) observasi langsung; dan (3) studi sastra. Pendokumentasian dalam hal ini dilakukan dengan melakukan kegiatan pencarian dan pengambilan dokumen terkait pelaksanaan SAKIP pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Daerah Soppeng.
Definsi Operasional Variabel
Metode Analisis Data
Gambaran umum penerapan SAKIP pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng serta Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng. Gambaran keseluruhan sistem akuntabilitas kinerja otoritas publik pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dimulai dari penyusunan rencana strategis (restra), penetapan rencana kerja tahunan (RTK), penetapan kesepakatan kinerja, proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja, pelaporan kinerja dan review akhir serta evaluasi laporan kinerja. Selain itu, rencana strategis ini disusun sebagai bentuk komitmen Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja otoritas publik.
7 Menyusun data kinerja yang digunakan sebagai dasar penyusunan laporan kinerja Badan Pengelola Perekonomian dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng. Informan yang diwawancarai benar-benar terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Badan Negara (SAKIP) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng. Dua sistem nilai visi (wawasan masa depan) yang terdapat dalam penyusunan renstra BPKPD Kabupaten Soppeng terbukti.
Berdasarkan uraian di atas maka sistem nilai yang penulis temukan dalam penetapan Rencana Kerja Tahunan (RKT) pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng adalah konsistensi, kerjasama, efisiensi dan efektivitas. Berdasarkan pemaparan di atas maka sistem nilai yang peneliti temukan dalam proses kesepakatan kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng adalah komitmen, kepercayaan dan kejujuran. Sistem nilai yang digunakan dalam pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja di BPKPD Kabupaten Soppeng adalah keadilan dan kerjasama, hal ini tercermin dari hasil wawancara dengan koordinator tim pelaksana yaitu Bapak H.
5 Bagaimana proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng. 7 Bagaimana proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Objek Penelitian
- Sejarah Singkat Perusahaan/Lembaga
- Visi Misi Organisasi
- Struktur Organisasi
- Tugas Dan Fungsi
Sumber Daya Manusia Badan Pengelolaan Keuangan Dan
Kinerja tugas pokok dan fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng didukung oleh sumber daya utamanya yaitu sumber daya manusia sebanyak 99 orang (kondisi per 31 Desember 2021).
Gambaran Umum Penerapan SAKIP Pada Badan Pengelolaan
Sebelum menerapkan pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan data kinerja. Data kinerja diperoleh dari dua sumber yaitu (1) kepala subbagian perencanaan dan pelaporan dan (2) data yang diperoleh dari masing-masing bidang di BPKPD Kabupaten Soppeng. Alur pendataan kinerja dan penanggung jawab data kinerja Badan Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan Daerah Kabupaten Soppeng dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi laporan kinerja instansi pemerintah Kabupaten Soppeng, alur pendataan kinerja dan penanggung jawab data kinerja didesain lebih fokus dengan hasil yang lebih akurat.
Setelah data kinerja berhasil diperoleh dan dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah mengelola data kinerja dengan menyusun formulir pengumpulan data kinerja yang disiapkan oleh Tim Pelaksana dan. Setelah menguasai data kinerja, akan dilakukan pengukuran kinerja terhadap capaian kinerja dan evaluasi hasil kinerja dengan penilaian berhasil tidaknya pelaksanaan kegiatan yang telah ditentukan dalam rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Hasil pengukuran ini akan dianalisa pada setiap tingkatan dan apabila ada masukan atau perbaikan, apabila terdapat data kinerja yang kurang maka akan dikembalikan kepada pengelola data kinerja untuk perbaikan lebih lanjut dan selanjutnya akan diserahkan untuk direview oleh pimpinan. ketua Tim Pelaksana.
Penyusunan LKJiP pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng melalui proses pengumpulan data kinerja, dilanjutkan dengan pengukuran kinerja dan penyusunan rancangan laporan kinerja, akan ditangani secara internal dan pembuatan laporan kinerja akan dibantu oleh Ortala. bagian (Organisasi dan Tata Usaha Kantor) dan akan dinilai oleh Inspektorat secara SAKIP.
Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Ketiga sistem nilai keterbukaan dan transparansi yang terdapat dalam proses perencanaan strategis di BPKPD Kabupaten Soppeng diperkuat melalui wawancara dengan Tim Pelaksana SAKIP, Ibu. Andi Nur Maya, SE., MM. Hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di BPKPD Kabupaten Soppeng yang juga menemukan sistem nilai komitmen. Selain itu, sistem nilai yang dianut dalam proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja memiliki profesionalisme yang dibuktikan dari hasil wawancara dengan koordinator tim pelaksana I yaitu Bapak H.
Selanjutnya sistem nilai yang dianut adalah efisiensi dan efektivitas dalam proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja di BPKPD. Sistem nilai akhir yang digunakan dalam pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja adalah saling menghormati dan saling mengingat. Sistem nilai kebenaran dan keakuratan dalam penerapannya pada proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja ada pada manajemen.
Berdasarkan pemaparan di atas, penulis menemukan bahwa sistem nilai dalam proses pelaporan kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng adalah konsistensi, ketepatan waktu dan transparansi, tanggung jawab dan akuntabilitas. Sistem nilai yang penulis temukan dalam proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) adalah konsistensi, visi (wawasan masa depan), keterbukaan dan transparansi, profesionalisme dan kompetensi. Sistem nilai yang penulis temukan dalam proses penelaahan dan evaluasi laporan kinerja adalah profesionalisme, kejujuran, transparansi dan ketepatan waktu.
PENUTUP
Kesimpulan
Sistem nilai yang penulis temukan dalam proses penetapan rencana kerja tahunan (AWP) adalah konsistensi, kerjasama, efisiensi dan efektivitas. Sistem nilai yang penulis temukan dalam proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja adalah keadilan dan kerjasama, kejujuran, profesionalisme, efisiensi dan efektivitas, kebenaran dan ketepatan, serta saling menghormati dan mengingat satu sama lain. Sistem nilai yang penulis temukan dalam proses pelaporan kinerja adalah konsistensi, ketepatan waktu, transparansi, tanggung jawab dan akuntabilitas.
Saran
Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Polri Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 (Studi Kasus Pada Kepolisian Daerah Jawa Tengah). Keputusan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng nomor 41/BPKPD/VIII/2021 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng Tahun 2021-2026. Keputusan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng nomor 27/BPKPD/I/2021 tentang Alur Pengumpulan Data Kinerja dan Penanggung Jawab Data Kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng Tahun 2021.
Gambaran umum SAKIP di BPKPD Kabupaten Soppeng dimulai dari penyusunan rencana strategis (restra), penyusunan rencana kerja tahunan (RTK), penyusunan perjanjian kinerja, proses pengelolaan data kinerja dan pengukuran kinerja, pelaporan kinerja dan terakhir, peninjauan dan evaluasi laporan kinerja. 3 Tugas apa saja yang dilaksanakan oleh pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan SAKIP pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan. 4 Dalam pelaksanaan SAKIP apakah dibentuk tim pelaksanaan SAKIP pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng dan apa yang dilakukan oleh setiap pegawai yang terlibat?
Seluruh pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng berjumlah 99 orang yang terdiri dari pelaksana 58 orang dan pejabat 41 orang.