• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Observasi Aktivitas Murid pada Siklus II

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

1) Hasil Observasi Aktivitas Murid pada Siklus II

Data aktivitas murid pada siklus II diperoleh melalui hasil lembar observasi selama proses pembelajaran di setiap pertemuan. Adapun descriptif tentang aktivitas murid selama mengikuti proses pembelajaran pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Aktivitas dan Sikap Murid pada Siklus II

No. Komponen yang Diamati

Pertemuan ke- Rata- rata

Persentase (%)

1 2 3 4

1 Murid yang hadir mengikuti pelajaran

20 26 24

T E S

S I K

23,33 89,73 2 Murid yang memperhatikan

penjelasan guru dengan

18 21 22 20,33 78,19

3 Murid yang menerima pembagian kelompok tanpa protes.

18 22 22 20,67 79,5

4 Murid yang membantu temannya dalam mendalami materi.

18 20 22 20 76,93

5

Murid yang mampu memberikan informasi dengan baik pada saat menggunakan model IOC.

19 21 21 20,33 78,19

61

I I 7 Murid yang menjawab

pertanyaan guru.

18 21 23 20,67 79,5

8 Murid yang bertanya kepada ke guru

18 20 22 20 76,93

Sumber : Lampiran 15,18 dan 21

Berdasarkan tabel 4.10 di atas pada siklus II dilakukan 4 kali pertemuan dengan 3 kali pertemuan kegiatan pembelajaran dan 1 kali pertemuan untuk tes akhir siklus dengan jumlah murid keseluruhan yaitu 26 orang. Aktivitas murid dapat dijabarkan secara rinci sebagai berikut:

a) Murid yang hadir mengikuti pelajaran pada pertemuan pertama ada 20 murid, pada pertemuan kedua 26 murid dan pada pertemuan ketiga menurun disebabkan karena sakit menjadi 24 murid. Jika dirata-ratakan jumlah yang hadir mengikuti pelajaran pada siklus II yaitu 22,33 dengan persentase 89,73%

b) Murid yang memperhatikan penjelasan guru dengan pada pertemuan pertama ada 18 murid, pada pertemuan kedua ada 21 murid dan pada pertemuan ketiga ada 22 murid. Jika dirata- ratakan maka jumlah murid yang memperhatikan penjelasan guru selama siklus II yaitu 20,33 dengan persentase yaitu 78,19%.

c) Murid menerima pembagian kelompok tanpa protes pada pertemuan pertama ada 18 murid, pada pertemuan kedua ada 22 murid dan pada pertemuan ketiga ada 22 murid. Jika dirata-

62

d) Murid yang membantu temanya dalam mendalami matari pada pertemuan pertama ada 18 murid, pada pertemuan kedua ada 20 murid dan pada pertemuan ketiga ada 22 murid. Jika dirata- ratakan jumlah murid yang membantu temannya dalam mendalami materi selama siklus II yaitu 20 dengan persentase yaitu 76,93%.

e) Murid yang mampu memberikan informasi dengan baik pada saat menggunakan model IOC pada pertemuan pertama ada 19 murid, pada pertemuan kedua ada 21 murid danpada pertemuan ketiga ada 21 murid. Jika dirata-ratakan jumlah murid yang mampu memberikan informasi dengan baik pada saat menggunakan model IO. selama siklus II yaitu 20,33 dengan persentase yaitu 78,19%.

f) Murid yang antusias dan semangat tanpa paksaan dalam belajar menggunakan model IOC pada pertemuan pertama yaitu 20 murid, pada pertemuan kedua ada 22 murid dan pada pertemuan ketiga ada 24 murid. Jika dirata-ratakan jumlah murid yang antusias dan semangat tanpa paksaan dalam belajar menggunakan model IOC selama siklus II yaitu 22 dengan persentase yaitu 84,61%.

63

yang menjawab pertanyaan guru selama siklus II yaitu 20,67 dengan persentase yaitu 79,5%.

h) Murid yang bertanya kepada ke guru pada pertemuan pertama ada 18 murid, pada pertemuan kedua ada 20 murid dan pada pertemuan ketiga ada 22 murid. Jika dirata-ratakan jumlah murid yang bertanya kepada ke guru selama siklus II yaitu 20 dengan persentase yaitu 76,93%.

64

berdiri membentuk lingkaran dalam melingkar menghadap keluar dan lingkaran luar berdiri melingkar menghadap kedalam.

Dengan demikian antara anggota lingkaran dalam dan lingkaran luar saling berpasangan disebut kelompok asal

- Memberikan tugas. Guru memberikan tugas tiap-tiap pasangan asal sesuai dengan indikator pembelajaran yang dirumuskan

K H I R

S I K L U S

I I - Berdiskusi. Memberikan waktu

secukupnya untuk berdiskusi kepada tiap-tiap pasangan - Bergerak berputar lingkaran

dalam dan lingkaran luar membentuk pasangan baru.

Setelah mereka berdiskusi, guru meminta kepada anggota

kelompok lingkaran dalam bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran luar. Setiap pasangan membentuk pasangan baru.

Pasangan ini wajib memberi informasi berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok asal, demikian seterusnya. Pergerakan akan berhenti jika anggota kelompok lingkaran dalam dan lingkaran luar bertemu dengan pasangan asal. Hasil diskusi tiap- tiap kelompok besar tersebut dipaparkan sehingga terjadilah diskusi antar kelompok.

- Penilaian dan mengevaluasi.

Guru memberikan ulasan dan mengevaluasi hal-hal yang telah didiskusikan

3 3 4

65 Kegiatan

Akhir

- Memberikan tugas berupa PR untuk dikerjakan di rumah - Memberikan motivasi dan

pesan-pesan moral - Salam dan doa

3 3 3

Jumlah 13 14 14

Rata-rata 3,25 3,50 3,50

Persentase (%) 81,25 87,50 87,50

Sumber : Lampiran 16, 19 dan 22

Berdasarkan tabel 4.11 di atas pada siklus II maka terlihat bahwa tingkat penguasaan aktivitas guru pada pertemuan pertama yaitu 81,25% terlaksana dari apa yang telah direncanakan sebelumnya, pada pertemuan kedua yaitu 87,50% dan pada pertemuan ketiga meningkat menjadi 87,50% telaksana kegiatan yang telah direncanakan.

c. Analilisis dan Refleksi Siklus II

Menyikapi berbagai masalah yang terjadi selama siklus I, maka diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II untuk menyelesaikan masalah tersebut. Adapun hasil analisis dan refleksi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada siklus II yaitu:

1) Guru senantiasa berkomunikasi dengan murid baik didalam maupun diluar kelas sehingga murid tidak lagi takut dan malu untuk bertanya atau menyampaikan pendapatnya.

66

teman untuk lebih mendalami materi.

3) Tanggung jawab dan rasa kepercayaan diri murid makin meningkat, sehingga penggunaan waktu untuk saling bertukar lebih singkat. Dan waktu untuk menyelesaikan soal tes dan pembelajaran sesuai yang diharapkan. Hal ini terlihat pada hasil aktivitas murid dalam hasil belajar pada siklus II semakin meningkat;

Hasil belajar murid pada siklus II menunjukan peningkatan dari siklus I yaitu jumlah murid yang tidak tuntas belajar berkurang dan jumlah murid yang tuntas meningkat hampir setengahnya ddri jumlah murid yang tuntas pada siklus I. Selain dari peningkatan hasil belajar, aktivitas murid pun terlihat sangat meningkat terjadi perubahan aktivitas dan sikap pada murid.

Pelaksanaan tindakan siklus II sebagai perbaikan dari pelaksanaan siklus I memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajar maupun aktivitas murid. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model Inside Outside Circle (IOC) pada pembelajaran IPS dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar IPS sesuai dengan yang diharapkan.

67

masyarakat. Melalui pembelajaran IPS murid diharapkan dapat mengenal masalah masalah yang timbul dikehidupannya dan kemudian mengupayakan pemecahan masalah tersebut. IPS membekali murid dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang penting untuk menunjang kelanjutan pendidikan dan kesiapan untuk hidup bermasyarakat.

Pemahaman tentang pembelajaran IPS sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran yang memberiakn motVIasi kepada murid merupakan strategis untuk meningkatkan pemahaman murid terhadapa pelajaran IPS. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas belajar murid yaitu dengan penggunaan model Inside Outside Circle (IOC).

Kualitas pembelajaran dalam kelas menjadi faktor penentu terhadap keberhasilan belajar murid. Kualitas pembelajaran dinilai dari keterlibatan murid secara aktif dalam proses belajar, respon positif murid, dan hasil belajar yang dicapai. Penerapan model Inside Outside Circle (IOC) dapat meningkatkan kepercayaan dan rasa tanggung jawab serta minat belajar murid yang diharapkan memberi dampak positif terhadap hasil belajar. Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) merupakan pembelajaran yang menyenangkan dengan cara membentuk kelompok dalam bentuk lingkaran dan saling bertukar informasi.

68

aktivitas dan hasil belajar murid kelas VI SD Negeri 1 Watampone.

Hal ini juga didukung dengan penelitian yang relevan yang dilaksanakan oleh Defi Rochayani tahun 2013 menemukan bahwa penggunaan model pembelajaran Inside Outside dapat meningkatkan hasil belajar IPS pokok bahasan masalah sosial, dimana penelitian ini dilakukan sebanyak tiga siklus. Pada siklus I jumlah siswa yang belum tuntas (N<70) sebesar 24% menurun menjadi 12% pada siklus II kemudian pada siklus III menurun menjadi 8%. Begitu pula dengan siswa yang mengalami tuntas (N≥70) meningkat tiap siklusnya, yaitu sebesar 76% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II kemudian 92% pada siklus III. Hasil evaluasi siswa yang tuntas dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 12%, sedangkan dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan sebesar 4%.

Selain penelitian diatas, penelitian relevan juga dilakukan oleh Meilyani Wiguna tahun 2013, menunjukkan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas V semakin meningkat dengan penerapan model IOC. Hal tersebut ditunjukkan pada presentase jumlah siswa yang tuntas KKM, yaitu ≥ 70 pada pretes sebanyak 39,1% dan persentase siswa yang belum tuntas 60,9%, meningkat pada siklus I sebanyak 82,6%, dan persentase siswa yang belum tuntas pada siklus I sebanyak 17,4%. Selanjutnya setelah dilaksanakan siklus II presentase jumlah siswa yang memperoleh nilai KKM, yaitu≥ 70 meningkat

69

95,7%, mengalami peningkatan dari siklus II. Dan persentase siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari siklus II menjadi 4,3%.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan dua kali tes setiap akhir siklus dari 26 jumlah murid diperoleh peningkatan hasil belajar murid dari siklus I ke siklus II. Dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I adalah 64,61 sedangkan nilai rata-rata pada siklus II yaitu meningkat menjadi 80,19. Dilihat dari ketuntasan belajar pada siklus I frekuensi murid yang tidak tuntas adalah 11 murid sedangkan pada siklus II frekuensi murid yang tidak tuntas menurun menjadi 4 murid. Dan jika dilihat pada siklus I frekuansi murid yang tuntas adalah 15 murid, sedangkan pada siklus II frekuensi murid yang tuntas meningkat menjadi 22 murid. Jika dilihat dari persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I persentase yang tidak tuntas adalah 42,30% sedangkan pada siklus II persentase yang tidak tuntas menurun menjadi 15,38%. Begitu pula jika dilihat pada siklus I persentase yang tuntas adalah 57,68% sedangkan pada siklus II persentase yang tuntas adalah 84,63% (lampiran 25).

Berdasarkan hal tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Inside Outside Circle (IOC) pada mata pelajaran IPS kelas VI murid SD Negeri 1 Watampone memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPS. Dari itu maka dapat diindikasikan

70

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Inside Outside Circle (IOC) dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada murid kelas VI SD Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I adalah 64,61 sedangkan nilai rata-rata pada siklus II yaitu meningkat menjadi 80,19.

Serta persentase ketuntasan hasil belajar murid secara klasikal meningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I persentase yang tuntas adalah 57,68%

sedangkan pada siklus II persentase yang tuntas adalah 84,63%.

Selama prose pembelajaran berlangsung dari siklus I sampai siklus II terjadi perubahan sikap positif murid. Hal ini terlihat dari jumlah murid yang memperhatikan penjelasan, keaktivan bertanya ataupun menjawab, kerjasama dalam kelompok serta jumlah murid yang mampu menjawab pertanyaan meningkat.

Dengan demikian penerapan model Inside Outside Circle (IOC) pada pembelajaran IPS di kelas VI SD Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas murid.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Guru hendaknya mampu menciptakan suasana menyenangkan serta menanamkan rasa tanggung jawab dalam belajar. Suasana tersebut dapat tercipta apabila guru menyajikan pembelajaran dengan menggunakan mode-model pembelajaran yang inovatif salah satunya adalah dengan menggunakan model Inside Outside Circle (IOC).

2. Hendaknya model pembelajaran Inside Outside Circle dapat diterapkan oleh peneliti lain yang berminat pada subjek dan objek yang berbeda dengan memperhatikan kekurangan-kekurangan yang ada pada penelitian ini.

3. Guru sebaiknya memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk berekspresi dan berkreasi dalam proses pembelajaran.

4. Diharapkan kepada tenaga-tenaga pengajar khususnya bidang studi IPS untuk menerapkan model pembelajaran yang tepat dalam mengajar disetiap pokok bahasan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

73

Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Gunawan, Rudy. 2011. The Multi of Performance Based Teacher Education.

eprints.uny.ac.id/9829/2/bab2.pdf. diakses pada tanggal 8 juli 2014 Hamalik, Oemar. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara Ischak, dkk. 2005. Materi Pokok Pendidikan IPS di SD. Jakarta : Universitas

Terbuka.

Khaeruddin, Erwin Akib. 2009. Metodologi Penelitian. Makassar : Lembaga Perpustakaan dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Komalasari, Kokom. 2013. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi.

Bandung: Refika Aditama.

Madya, Suwarsih. 2006. Teori dan Praktik Penelitian Tindakan (Action Research). Bandung: Alfabeta.

Paizaluddin. 2012. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Panduan Teoritis Dan Praktis. Bandung: Alfabeta.

Pallawa, Rukmana. Modul Etika Profesi Keguruan. Makassar : FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.

Rahim, Rahman. 2012. Bunga Rampai Pembelajaran. Makassar: Membumi Publishing.

Slameto, Drs. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rieneka Cipta

Suprijono, Agus. 2012. Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM.

Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Tim Penyusun FKIP Unismuh Makassar. 2014. Pedoman Penulisan Skripsi.

Makassar : Panrita Press Unismuh Makassar.

Winataputra, S. Udin, dkk. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka

74

http://beduatsuko.blogspot.com/2009/02/makalah-konsep-pendidikan-ips- dan.html. Diakses tanggal tanggal 8 Juni 2014

http://belajar-sabar-ikhlas.blogspot.com/2012/12/model-pembelajaran-inside- outside-circle.html. diakses pada tanggal 8 juli 2014

Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Bebrbasis Komputer Nebgenbangkan Profesionalisme Guru Abad 21, Bandung : Alfabetha http://dedi26.blogspot.com/2013/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi- hasil.html. diakses pada tanggal 8 juli 2014.

NO NAMA KELAMIN (L/P)

NILAI KETERANGAN

1 Muh. Shafwan Afiq L 80 Tuntas

2 Aldi Setiawan L 70 Tuntas

3 M.Reza Syahputra L 80 Tuntas

4 M. Alif Abid Tsaqif L 75 Tuntas

5 Muh. Abhy Zhena L 70 Tuntas

6 M. Rizaldi S. L 65 Tidak Tuntas

7 Sahrul M. L 85 Tuntas

8 Risaldi Putra Awal L 70 Tuntas

9 Andi Wahyu Ade S. L 35 Tidak Tuntas

10 Muh. Alif Firmansya L 70 Tuntas

11 Ahmad Safrianto L 45 Tidak Tuntas

12 Adrian Maulana L 65 Tidak Tuntas

13 Tirta Juli Arta L 85 Tuntas

14 Nadira Batari P 50 Tidak Tuntas

15 Islamiah Massura P 55 Tidak Tuntas

16 Sharifah Amin P 65 Tidak Tuntas

17 A. Mutiara Raudatul P 70 Tuntas

18 Adillah Royani P 75 Tuntas

22 Salsa Bonita Rasya P 40 Tidak Tuntas

23 Inulia M. P 50 Tidak Tuntas

24 Syahdiha Hamzah P 35 Tidak Tuntas

25 A. Putri Juludzil P 40 Tidak Tuntas

26 Nur Awalia Sofyanti P 55 Tidak Tuntas

Jumlah 1620

Rata-rata kelas 62,30

% Ketuntasan Belajar 50%

% Ketidaktuntasan Belajar 50%

Sumber: Daftar nilai guru kelas VI SD NEGERI 1 WATAMPONE

Watampone , 12 Juli 2014

Mahasiswa, Guru Pamong,

Muhammad Akbar A. Rahmanani, BA.

NIM. 1054 04 534 10 NIP. 19591012 198012 2 005

Mengetahui,

Kepala SD Negeri 1 Watampone

Dra. A. Mariani

NIP. 19610910 198203 2 009

PADA SIKLUS I

NO NAMA

JENIS KELAMIN

(L/P)

Pertemuan

1 2 3 4

1 Muh. Shafwan Afiq L √ √ √ √

2 Aldi Setiawan

L a √ a √

3 M.Reza Syahputra

L √ √ √ √

4 M. Alif Abid Tsaqif

L √ i √ √

5 Muh. Abhy Zhena

L √ √ √ √

6 M. Rizaldi S.

L s √ √ √

7 Sahrul M.

L √ √ √ √

8 Risaldi Putra Awal

L √ √ √ √

9 Andi Wahyu Ade S.

L √ a √ √

10 Muh. Alif Firmansya L √ √ √ √

11 Ahmad Safrianto

L √ √ I √

12 Adrian Maulana

L √ √ √ √

13 Tirta Juli Arta

L i √ √ √

14 Nadira Batari

P √ √ √ √

15 Islamiah Massura

P √ √ √ √

16 Sharifah Amin

P a √ √ √

20 Yuliani

P √ √ A √

21 Jiham Azzahrah

P √ √ √ √

22 Salsa Bonita Rasya

P √ √ √ √

23 Inulia M.

P √ √ √ √

24 Syahdiha Hamzah

P s s √ √

25 A. Putri Juludzil

P √ √ √ √

26 Nur Awalia Sofyanti

P s √ S √

Jumlah 20 22 21 26

% Kehadiran 76,92 84,62 80,77 100

% Ketidakhadiran 23,08 15,38 19,23 0

NO NAMA

JENIS KELAMIN

(L/P)

Pertemuan

1 2 3 4

1 Muh. Shafwan Afiq

L √ √ √ √

2 Aldi Setiawan

L √ √ √ √

3 M.Reza Syahputra

L √ √ √ √

4 M. Alif Abid Tsaqif

L s √ √ √

5 Muh. Abhy Zhena

L √ √ √ √

6 M. Rizaldi S. L √ √ √ √

7 Sahrul M.

L √ √ S √

8 Risaldi Putra Awal

L √ √ √ √

9 Andi Wahyu Ade S.

L √ √ √ √

10 Muh. Alif Firmansya

L √ √ √ √

11 Ahmad Safrianto

L √ √ √ √

12 Adrian Maulana

L s √ √ √

13 Tirta Juli Arta

L √ √ √ √

14 Nadira Batari

P √ √ √ √

15 Islamiah Massura P √ √ √ √

16 Sharifah Amin

P a √ √ √

20 Yuliani

P √ √ √ √

21 Jiham Azzahrah

P √ √ √ √

22 Salsa Bonita Rasya

P √ √ √ √

23 Inulia M.

P √ √ √ √

24 Syahdiha Hamzah

P √ √ √ √

25 A. Putri Juludzil

P √ √ √ √

26 Nur Awalia Sofyanti

P √ √ √ √

Jumlah 22 26 24 26

% Kehadiran 84,62 100 92,31 100

% Ketidakhadiran 15,38 0 7,69 0

Negeri 1 Watampone Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Kabupaten Bone menerangkan bahwa:

Nama : Muhammad Akbar

Nim : 10540 4534 10

Jenis kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Mahasiswa Fakultas / jurusan : FKIP / PGSD

Benar-benar telah melakukan observasi di sekolah kami pada murid kelas VI dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguh-sungguhnya, diberikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Watampone, 12 Juli 2014

Guru kelas VI, Kepala SDN 1 Watampone

A. Rahmanani, BA. Dra. A. Mariani

NIP. 19610910 198203 2 009 NIP. 19591012 198012 2 005

1 Muh. Shafwan Afiq

L 2 Aldi Setiawan

L 3 M.Reza Syahputra

L 4 M. Alif Abid Tsaqif

L 5 Muh. Abhy Zhena

L 6 M. Rizaldi S.

L

7 Sahrul M. L

8 Risaldi Putra Awal

L

9 Andi Wahyu Ade S. L

10 Muh. Alif Firmansya

L 11 Ahmad Safrianto

L 12 Adrian Maulana

L 13 Tirta Juli Arta

L

14 Nadira Batari

P

15 Islamiah Massura

P

16 Sharifah Amin

P 17 A. Mutiara Raudatul

P

18 Adillah Royani P

19 A. Elfira Yusria

P

20 Yuliani

P

21 Jiham Azzahrah

P

25 A. Putri Juludzil

P 26 Nur Awalia Sofyanti

P Jumlah

Rata-rata kelas

% Ketuntasan Belajar

% Ketidak Tuntasan

Sumber: Daftar nilai guru kelas VI SD NEGERI 1 WATAMPONE

Watampone, 12 Juli 2014

Mahasiswa, Guru Pamong,

Muhammad Akbar A. Rahmanani, BA.

NIM. 1054 04 534 10 NIP. 19591012 198012 2 005

Mengetahui,

Kepala SD Negeri 1 Watampone

Dra. A. Mariani

NIP. 19610910 198203 2 009

Petunjuk Pengisian :

Berilah tanda tanda cek () pada kolom yang sesuai dengan kategori aktivitas murid yang muncul pada saat pengamatan

No Nama Murid Aspek Yang Diamati Kategori Aspek

1 2 3 4 5 6 7 8 1. Murid yang hadir mengikuti pelajaran 2. Murid yang

memperhatikan penjelasan guru dengan baik.

3. Murid yang mampu bekerja sama dalam kelompok

4. Murid yang membantu

temannya dalam memahami materi.

5. Murid yang menjawab

pertanyaan guru/teman.

6. Murid yang bertanya kepada ke guru.

7. Murid yang antusias dan semangat tanpa paksaan dalam mengikuti

pelajaran.

1 Muh. Shafwan Afiq

2 Aldi Setiawan

3 M.Reza Syahputra

4 M. Alif Abid Tsaqif

5 Muh. Abhy Zhena

6 M. Rizaldi S.

7 Sahrul M.

8 Risaldi Putra Awal

9 Andi Wahyu Ade S.

10 Muh. Alif Firmansya

11 Ahmad Safrianto

12 Adrian Maulana

13 Tirta Juli Arta

14 Nadira Batari

15 Islamiah Massura

16 Sharifah Amin

17 A. Mutiara Raudatul

18 Adillah Royani

19 A. Elfira Yusria

20 Yuliani

21 Jiham Azzahrah

22 Salsa Bonita Rasya

26 Nur Awalia Sofyanti Jumlah Murid

Watampone, 12 Juli 2014

Mahasiswa, Guru Pamong,

Muhammad Akbar A. Rahmanani, BA.

NIM. 1054 04 534 10 NIP. 19591012 198012 2 005

Mengetahui,

Kepala SD Negeri 1 Watampone

Dra. A. Mariani

NIP. 19610910 198203 2 009

Petunjuk Pengisian :

Berilah tanda tanda cek () pada kolom yang sesuai dengan pelaksanaan yang dilakukan oleh guru.

No Kategori yang diamati

Ya Tidak

1 Guru membuka pelajaran 2 Guru melakukan apersepsi 3 Guru memotivasi murid

4 Guru menyanmpaikan tujuan pembelajaran

5 Guru membentuk kelompok untuk belajar bersama 6 Guru menyajikan pelajaran dengan menggunakan

media pembelajaran

7 Guru memberikan pertanyaan kepada murid 8 Guru menerapkan pembelajaran kreatif/ inovatif 9 Guru bersama dengan murid menyimpulkan

materi pelajaran

10 Guru memberikan pesan moral 11 Guru menutup pelajaran

Watampone, 12 Juli 2014

Mahasiswa, Guru Pamong,

Muhammad Akbar A. Rahmanani, BA.

NIM. 1054 04 534 10 NIP. 19591012 198012 2 005

Mengetahui,

Kepala SD Negeri 1 Watampone

Dra. A. Mariani

NIP. 19610910 198203 2 009

Negeri 1 Watampone Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Kabupaten Bone menerangkan bahwa:

Nama : Muhammad Akbar

Nim : 10540 4534 10

Jenis kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Mahasiswa Fakultas / jurusan : FKIP / PGSD

Benar-benar telah melakukan observasi di sekolah kami pada murid kelas VI dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguh-sungguhnya, diberikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Watampone, 12 Juli 2014

Guru kelas VI, Kepala SDN 1 Watampone

A. Rahmanani, BA. Dra. A. Mariani

NIP. 19610910 198203 2 009 NIP. 19591012 198012 2 005

Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/semester : VI (enam) / I (satu )

Standar Kompetensi : 1. Memahami perkembangan wilayah Indonesia, kenampakan alam dan keadaan sosial di negara-negara Asia Tenggara, serta benua-benua

KOMPETENSI DASAR

MATERI POKOK/

PEMBELAJAR AN

KEGIATAN

PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

1.2. Mengidentifikasi Benua-Benua

Benua-benua di Di dunia (Benua Amerika)

 Mengidentifikasi keadaan alam di benua amerika

 Menyebutkan sejarah benua Amerika

 Menyebutkan batas-batas wilayah benua Amerika

 Menyebutkan batas-batas wilayah

 Teknik : Tulisan Lisan

 Bentuk Instrume:

Essai (tugas individu)

6x35 JP  Buku paket IPS kelas VI

Indrastuti, Drs.

dkk.,2008,Il mu

Pengetahua n Sosial,

 Mengidentifikasi keadaan

penduduk, sosial, dan ekonomi benua Amerika

Amerika

 Menjelaskan kenampakan alam benua Amerika

 Menjelaskan keadaan penduduk, sosial, ekonomi benua amerika utara

 Menjelaskan keadaan penduduk, sosial, ekonomi benua amerika tengah

 Menjelaskan keadaan penduduk, sosial,

6x35 JP

histira

 Widodo SW. Dkk., 2008,Ilmu Pengetahua n Sosial, Jakarta : Pusat Perbukuan Departmen Pendidikan Nasional

 Buku penunjang lain.

 LKS

 Gambar yang relevan

benua amerika selatan

Watampone, 18 November 2014

Guru kelas VI, Kepala SDN 1 Watampone

A. Rahmanani, BA. Dra. A. Mariani

NIP. 19610910 198203 2 009 NIP. 19591012 198012 2 005

Nama sekolah : SD Negeri 1 Watampone Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VI / I

Alokasi Waktu : 2 X 35 menit

Hari / tanggal : Selasa, 18 November 2014 A. STANDAR KOMPETENSI

1. Memahami perkembangan wilayah Indonesia, kenampakan alam dan keadaan sosial di negara-negara Asia Tenggara, serta benua-benua B. KOMPETENSI DASAR

1.2. Mengidentifikasi benua-benua.

C. INDIKATOR a. Kognitif

 Proses :

- Mengidentifikasi keadaan alam di benua Amerika

 Produk :

- Menyebutkan sejarah benua Amerika

- Menyebutkan batas-batas wilayah benua Amerika b. Afektif

 Karakter :

- Berani dalam mengemukakan pendapat - Mandiri dan jujur dalam mengerjakan tugas - Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

 Sosial :

- Menghargai pendapat teman

- Membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar - Memberi tanggapan dengan bahasa yang baik dan benar c. Psikomotorik

- Terampil dalam menjelaskan batas wilayah benua Amerika.

 Produk :

- Murid dapat menyebutkan batas-batas wilayah benua Amerika b. Afektif

 Karakter :

- Murid mampu berani dalam mengemukakan pendapat - Murid mampu mandiri dan jujur dalam mengerjakan tugas - Murid mampu bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

 Sosial :

- Murid mampu menghargai pendapat teman

- Murid mampu membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar

- Murid mampu memberi tanggapan dengan bahasa yang baik dan benar

c. Psikomotorik

- Murid dapat terampil dalam menyebutkan batas-batas wilayah benua Amerika

E. MATERI PEMBELAJARAN Benua-benua di Dunia

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran

- Cooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC)

 Metode pembelajaran - Ceramah

- Kerja kelompok - Tanya jawab - Penugasan

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN a) Kegiatan Awal

- Mengecek kesiapan belajar murid dan kondisi ruang kelas - Membaca doa sebelum belajar

- Mengecek kehadiran murid - Apersepsi dan memotivasi murid - Menyampaikan tujun pembelajaran

keluar dan lingkaran luar berdiri melingkar menghadap kedalam.

Dengan demikian antara anggota lingkaran dalam dan lingkaran luar saling berpasangan disebut kelompok asal

- Memberikan tugas. Guru memberikan tugas tiap-tiap pasangan asal sesuai dengan indikator pembelajaran yang dirumuskan

- Berdiskusi. Memberikan waktu secukupnya untuk berdiskusi kepada tiap-tiap pasangan

- Bergerak berputar lingkaran dalam dan lingkaran luar membentuk pasangan baru. Setelah mereka berdiskusi, guru meminta kepada anggota kelompok lingkaran dalam bergerak berlawanan arah dengan anggota kelompok lingkaran luar. Setiap pasangan membentuk pasangan baru. Pasangan ini wajib memberi informasi berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok asal, demikian seterusnya. Pergerakan akan berhenti jika anggota kelompok lingkaran dalam dan lingkaran luar bertemu dengan pasangan asal.

Hasil diskusi tiap-tiap kelompok besar tersebut dipaparkan sehingga terjadilah diskusi antar kelompok.

- Penilaian dan mengevaluasi. Guru memberikan ulasan dan mengevaluasi hal-hal yang telah didiskusikan.

c) Kegiatan Akhir

- Guru bersama dengan murid menyimpulkan materi pelajaran - Memberikan tugas jika perlu

- Memberikan motivasi dan pesan-pesan moral - Salam dan doa

H. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

 Buku paket IPS kelas VI :

Indrastuti, Drs. dkk.,2008,Ilmu Pengetahuan Sosial, Bogor :Yudhistira Widodo SW. Dkk., 2008,Ilmu Pengetahuan Sosial, Jakarta : Pusat

Perbukuan Departmen Pendidikan Nasional

 Buku penunjang lain.

 LKS

 Gambar yang relevan I. PENILAIAN

 Teknik Penilaian

Dokumen terkait