BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Tabel 4.2
Daftar biodata Informan
No. Biodata Informan
Nama Nur Hikmah, S.pd.
Jenis kelamin Perempuan Tempat Tanggal
Lahir
Bantaeng, 12 April 1977
Ijazah kelulusan S1 2010
Agama Islam
Status PNS/SWT PNS
Pangkat/Jabatan Kepala Sekolah Mulai tugas di
sekolah ini
1 oktober 2001
Tanggal dan No SK
1 oktober 2017 823.3/514/X/2017 Nama
Umur Status Alamat
Sri Wati Ningsih 35 tahun
Ibu Rumah Tangga Jalan Nenas Nama
Umur Status Alamat
Lina Kambaru 30 Tahun Guru SD Jalan Pemuda Sumber: Data yang diolah 2022
Penelitian ini menyajikan data dan hasil yang di peroleh dari lapangan seperti wawancara, observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis yaitu “Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Untuk Meningkatkan Kepercayaan (Trust) Stakeholders Pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng”.
Adapun tabel perkembangan jumlah murid PADA tk kemala bhayangkari 16 bantaeng, sebagai berikut:
Tabel 4.3
Laporan Jumlah Murid dari Tahun Ajaran 2017 Sampai 2021
No. Tahun Ajaran
Jumlah Murid kelas A (L) (P)
Jumlah Murid Kelas B (L) (P)
Jumlah Keseluruan 1. 2017 / 2018 Laki-laki :12 orang
Perempuan :24 orang
Laki-laki :41 orang Perempuan : -
Jumlah kelas AB (LK = 53) (PR = 53)
=111 orang 2. 2018 / 2019 Laki-laki :26 orang
Perempuan :14 orang
Laki-laki :37 orang Perempuan : 41 orang
Jumlah kelas AB (LK = 63) (PR = 55)
=119 orang 3. 2019 / 2020 Laki-laki :12 orang
Perempuan :25 orang
Laki-laki :49 orang Perempuan :28 orang
Jumlah kelas AB (LK = 61)
(PR = 53)
=114 orang 4. 2020 / 2021 Laki-laki :6 orang
Perempuan :8 orang
Laki-laki :33 orang Perempuan :33 orang
Jumlah kelas AB (LK = 39) (PR = 41 )
=80 orang 5. 2021 / 2022 Laki-laki :17 orang
Perempuan :7 orang
Laki-laki :34 orang Perempuan :20 orang
Jumlah kelas AB (LK = 51) (PR = 27)
=78 orang Sumber: Data yang diolah 2022
Dari tabel di atas, terlihat bahwa setiap tahun ajaran baru jumlah murid yang mendaftar pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng jumlahnya berbeda-beda serta selalu naik turun. Apalagi dua tahun belakangan ini mengalami penurunan yang sangat signifikan akibat pandemi covid-19, sebab banyak orang tua yang menganggap bahwa sekolah Tk di masa pandemi sekarang tidak melaksanakan proses belajar mengajar padahal ada proses pembelajaran melalui daring dan luring.
2. Bauran Pemasaran TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan pihak TK diperoleh hasil bahwa pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng menggunakan system bauran pemasaran 7P (Marketing Mix) dalam
menggait calon murid dengan harapan agar jumlah murid yang mendaftar akan bertambah.
a. Produk ( Produck )
Pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng menyediakan 2 ( dua ) kelompok belajar yaitu kelompok A terdiri dari anak usia 4-5 tahun, sedangkan kelompok B terdiri dari anak usia 5-6 tahun.
Pada kelompok belajar A membutuhkan waktu selama 2 tahun baru bias dinyatakan lulus, pada kelompok belajar B memang prioritaskan cuma 1 ( satu ) tahun belajar langsung dinyatakan lulus tetapi peran indicator penilaian terhadap setiap anak didik tetap di terapkan agar bisa menghasilkan anak didik yang bias bersaing di tingkat sekolah dasar nantinya. Tetapi tidak menutup kemungkinan setiap kelompok anak didik tersebut bisa dinyatakan lulus walaupun baru 1 tahun belajar dengan syarat anak didik tersebut di nilai telah mampu dan mengerti serta telah mampu dan mengerti serta telah menguasai materi yang di ajarkan oleh setiap guru yang bertanggung jawab pada setiap kelompok, di samping itu ada juga atas permintaan orang tua dari anak didik tersebut.
b. Promosi ( Promotion )
Gambar 4.3
Brosur promosi TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Promosi yang di gunakan oleh pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng untuk memperkenalkan dan mencari calon murid baru adalah dengan menggunakan promosi secara langsung dengan mendatangi tempat umum untuk membagikan brosur kepada masyarakat contoh brosur dapat di lihat pada gambar di atas, mengadakan lomba di tribun pantai seruni dengan mengundang pihak Tk yang lain untuk menghadiri dan mengikuti lomba tersebut, melakukan pawai keliling dengan menggunakan seragam polisi dengan kendaraan bermotor dan mobil patroli
setiap minggu, memasang spanduk di pinggir jalan yang di lalui banyak orang serta menggunakan media social untuk mempromosikan Tk tersebut secara lebih luas lagi.
c. Lokasi ( Place )
Lokasi Tk yang sangat strategis karena letaknya berada tidak jauh dari jalan raya dan berada pada kawasan padat penduduk serta dekat dari Pertokoan, Pasar, Puskesmas, Serta Perpustakaan Daerah dengan demikian, masyarakat luas maupun orang tua calon murid dapat dengan mudah mengakses lokasi Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
d. Harga ( Price )
Pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng menetapkan daftar biaya pendaftaran sudah termasuk biaya pakaian seragam yang dapat di jangkau oleh masyarakat luas serta membebaskan pembayaran SPP bagi anak didik yang kurang mampu. Dengan demikian peluang untuk menarik minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng semakin besar.
e. Orang ( Person )
Gambar 4.4
Tenaga Pengajar TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Pihak sekolah dalam hal ini Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng selalu meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam hal melaksanakan pembelajaran dengan berbagai media dan metode, di samping para tenaga pendidik di wajibkan agar bisa memahami minat dan bakat para anak didik agar minat dan bakat yang dimiliki para anak didik tersebut dapat diasah dan dikembangkan, para tenaga pendidik harus mampu memfasilitasi kebutuhan para anak didik dalam segala hal serta menjalin hubungan baik dengan para orang tua peserta didik. Dengan demikian para orang tua akan merasa puas dan yakin akan sekolah tersebut.
f. Proses ( Process )
Gambar 4.5 Proses Belajar Mengajar
Siswa TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Dalam hal ini Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng mengambil langkah-langkah dengan memberikan souvenir pada saat pengembalian formulir pendaftaran, menampilkan selayang pandang tentang kegiatan Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng di berbagai media sosial dan melaporkan setiap perkembangan anak didik kepada orang tua masing-masing serta pihak sekolah juga akan membebaskan pembayaran SPP bagi anak didik yang kurang mampu, selain itu pihak sekolah juga selalu mengadakan pawai keliling kota dengan menggunakan kendaraan polisi berupa motor dan mobil patrol dengan demikian akan membuat para orang tua didik merasa puas dan percaya akan Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng. Serta para calon orang tua didik pun
akan yakin untuk mendaftarkan anaknya pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
g. Prasarana ( Physical Ividence )
Gambar 4.6
Saran dan Prasarana TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Dalam hal untuk meningkatkan rasa kepercayaan serta kepuasan terhadap para orang tua didik Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng telah menyediakan berbagai macam sarana dan
prasarana yang berupa, taman bermain, ruang kelas yang di lengkapi berbagai macam alat peraga yang dapa membantu para anak didik agar cepat mengerti dan memahami apa yang di sampaikan oleh guru, menyiapkan fasilitas peribadatan, alat tulis seperti buku dan pensil serta fasilitas lainnya yang berhubungan dengan proses pembelajaran, dengan demikian para orang tua serta calon orang tua didik puas dan yakin serta percaya akan akridititas Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
3. Kekuatan, Peluang, Kelemahan, Ancaman Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Kriteria pembobotan dan rating faktor internal dan eksternal
Analisis IFAS dipergunakan dalam menganalisis factor internal sebuah perusahaan atau lembaga untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan atau lembaga tersebut. Kekuatan dari perusahaan atau lembaga bisa digunakan untuk bersaing dengan perusahaan atau lembaga lainnya, sedangkan dengan kelemahan dari perusahaan atau lembaga tersebut harus di perbaiki untuk menghadapi perubahan system yang ada pada lingkungan tersebut “Freddy dan Rangkuti ( 2002 )”.
Pertama melakukan identifikasi faktor-faktor strategi internal terlebih dahulu, selanjutnya susun tabel IFAS untuk merumuskan faktor- faktor strategi internal. Tahapannya sebagai berikut :
1. Pada kolom 1, tentukan faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari perusahaan atau lembaga.
2. Pada kolom 2, memberikan bobot pada masing-masing faktor
tersebut dengan skala mulai dari satu (1,0) yakni paling penting sampai dengan nol (0,0) yakni tidak penting. Berdasarkan pengaruh dari faktor tersebut pada posisi strategis perusahaan (semua bobot jumlahnya tidak melebihi skor total 1,00).
3. Pada kolom 3, hitung rating untuk masing-masing factor dengan cara memberikan skala dimulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor). Berdasarkan dengan pengaruh factor terhadap kondisi perusahaan tersebut, variable yang bersifat (semua variable yang masuk kategori kekuatan) diberi predikat sangat baik dengan nilai mulai dari +4 dan membandingkan dengan rata-rata industry atau dengan pesaing utama dan untuk variable yang bersifat negative, maka kebalikannya.
4. Pada kolom 4, kalikan bobot pada kolom 2 dengan perolehan rating yang ada pada kolom 3, demi memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya yakni berupa skor pembobotan untuk masing- masing factor yang nilainya bermacam-macam mulai dari angka 4,0- 1,00.
5. Berikutnya, berikan catatan atau alasan mengapa factor tersebut dipilih dan bagaimana pembobotan dihitung
6. Terakhir, jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4, untuk mendapatkan total skor pembobotan bagi perusahaan tersebut. Nilai total tersebut, menunjukkan bagaimana perusahaan tersebut berekasi terhadap faktor strategis internalnya.
Berikut tahan penentuan faktor EFAS (Strategi Eksternal) yakni :
1. Pada kolom 1, susunlah 1-10 peluang ancaman
2. Pada kolom 2, memberikan bobot masing-masing factor tersebut dengan skala mulai dari satu (1,0) yakni sangat penting sampai dengan nol (0,0) yakni tidak penting. Factor tersebut kemungkinan berpengaruh terhadap dampak faktori strategis perusahaan.
3. Pada kolom 3, hitung rating untuk masing-masing factor dengan cara memberikan skala dimulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor). Berdasarkan dengan pengaruh factor terhadap kondisi perusahaan tersebut, maka untuk pemberian factor bersifat positif (paluang semakin besar maka diberi nilai rating +4, akan tetapi ketika peluangnya kecil, maka diberi rating +1). Untuk pemberian rating ancaman adalah kebalikannya. Misal, ketika nilai ancamannya sedikit ratingnya maka diberi nilai -1.
4. Pada kolom 4, kalikan bobot pada kolom 2 dengan perolehan rating yang ada pada kolom 3, demi memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya yakni berupa skor pembobotan untuk masing-masing factor yang nilainya bermacam-macam mulai dari angka 4,0-1,00.
5. Berikutnya, berikan catatan atau alasan mengapa factor tersebut dipilih dan bagaimana pembobotan dihitung
6. Terakhir, jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4, untuk mendapatkan total skor pembobotan bagi perusahaan tersebut.
Nilai total tersebut, menunjukkan bagaimana perusahaan tersebut berekasi terhadap faktor strategis eksternalnya.
Berdasarkan Penjelasan rating rating dan pembobotan di atas maka dapat digambarkan pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Kriteria rating dan pembobotan faktor internal dan eksternal No. Kriteria
Bobot
1 0,20: Ketika indikator kekuatan berpengaruh sangat penting terhadap posisi strategis usaha
2 0,15: Ketika indikator kekuatan berpengaruh penting terhadap posisi strategis usaha
3 0,10: Ketika indikator kekuatan berpengaruh cukup penting terhadap posisi strategis usaha
4 0,05: Ketika indikator kekuatan tidak berpengaruh terhadap posisi strategis usaha
Rating
1 4: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kondisi usaha
2 3: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang besar bagi kondisi usaha
3 2: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang kecil bagi kondisi usaha
4 1: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang sangat kecil bagi kondisi usaha
Sumber: Data yang diolah 2022 1. Analisis Faktor Internal
a. Kekuatan ( Strenght )
1) Meningkatkan kemampuan pendidikan dalam hal melaksanakan pembelajaran dalam berbagai media dan metode pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng. Pihak sekolah melaksanakan pelatihan bagi para tenaga pendidiknya agar mutu dan kualitas serta kemampuan dalam melaksanakan tugasnya dengan berbagai macam metode dapat terlaksana dengan baik,
sehingga para murid dapat memahami dan mengerti apa yang di ajarkan oleh para guru tersebut.
Dengan demikian para murid lulusan dari Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng dapat dengan mudah dan cepat mengerti materi pelajaran pada tingkat sekolah dasar. Dengan pencapaian tersebut membuat para orang tua merasa puas dengan system pembelajaran yang di terapkan oleh pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
Dalam hal peningkatan kemampuan tenaga pendidik untuk melaksanakan pembelajaran dalam berbagai media dan metode mendapatkan skor bobot sebesar 0,20 yang artinya indikator kekuatan tersebut memiliki peran yang sangat penting terhadap posisi strategi pemasaran jasa pendidikan. Untuk rating sendiri mendapatkan angkat sebesar 4 yang artinya indikator sangat berpengaruh besar bagi pihak sekolah. Sehingga hasil skor yang diperoleh dari perkalian bobot dan rating sebesar 0,8.
2) Memfasilitasi kebutuhan anak didik dalam segala bidang.
Menurut hasil observasi peneliti terhadap fasilitas kebutuhan para anak didik dalam segala hal dapat terpenuhi dengan baik sehingga para anak didik tersebut dapat menyalurkan bakat serta minat yang di miliki masing-masing anak didik.
Dengan demikian pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng dapat dikatakan sangat mengerti dan memahami akan kebutuhan para anak didik usia dini. Sehingga para orang tua ingin sekali menyekolahkan anaknya di sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng dengan harapan bakat dan minat anaknya dapat di tingkatkan.
Dalam hal memfasilitasi kebutuhan anak didik dalam segala bidang, pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng mendapatkan skor bobot 0,15 yang artinya indikator ini mempunyai peran penting terhadap strategi pemasaran jasa pendidik pada tingkat usia dini. Sedangkan untuk rating mendapatkan angka 3 yang artinya indikator ini memiliki pengaruh besar dalam situasi pemasaran jasa pendidikan. Untuk itu perolehan skor dari hasil perkalian bobot dan rating mendapat angka sebesar 0,45.
3) Menjalin hubungan yang baik antara orang tua anak didik dan pihak sekolah
Dari hasil wawancara peneliti dengan pihak kepala sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng, dapat diketahui bahwa salah satu kekuatan yang dimiliki oleh pihak sekolah adalah menjalin hubungan baik dengan orang tua anak didik. Dengan usia 49 tahun berdirinya sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng bisa
dikatakan sekolah tersebut telah berpengalaman sehingga dalam hal menjalin hubungan dan komunikasi dengan para orang tua didik dapat dikatakan berjalan dengan baik.
Dengan demikian pihak sekolah mendapatkan skor bobot sebesar 0,15. Yang artinya indikator ini mempunyai pengaruh yang penting terhadap strategi pemasaran jasa pendidikan. Sementara rating mendapatkan angka sebesar 3 yang berarti indikator ini mempunyai pengaruh yang besar bagi situasi strategi pemasaran jasa pendidikan.
Sehingga perolehan akhir skor dari bobot dan rating didapatkan hasil sebesar 0,45.
b. Kelemahan ( Weakness )
1) Penyediaan seragam sekolah yang tidak tepat waktu dibagikan
Berdasarkan hasil wawancara serta observasi peneliti dengan pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng, diketahui bahwa masalah yang menjadi kelemahan yang dihadapi adalah sering terjadinya keterlambatan seragam sekolah untuk dibagikan kepada anak didik. Hal ini disebabkan karena penyediaan seragam sekolah tersebut dilakukan oleh pihak polda langsung dan bukan pihak sekolah.
Dalam hal penyediaan seragam termasuk tingkat rendah pada faktor kelemahan yang mendapatkan nilai skor bobot 0,20 yang artinya tingkat penyediaan ini apabila
dilakukan lebih awal akan mempunyai peran yang sangat penting dalam kondisi pemasaran jasa pendidikan.
Sedangkan untuk rating memperoleh nilai 4 yang artinya tingkat pengadaan seragam merupakan indikator kelemahan utamaa dari pihak sekolah tersebut yang mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi situasi pemasaran jasa pendidikan. Dan memperoleh hasil akhir skor bobot kali rating sebesar 0,8.
2) Taman Bermain Yang Kurang Luas
Berdasarkan hasil observasi peneliti disekolah TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng, di ketahui bahwa masalah yang masih menjadi kelemahan dari pihak sekolah adalah kurang luasnya taman bermain yang di miliki sehingga jenis sarana dan prasarana bermain anak didik pun kurang. Sehingga anak didik sering memperebutkan alat bermain yang tersedia.
Dalam hal ini taman bermain yang kurang luas termasuk tingkat rendah pada faktor kelemahan yang mendapat nilai skor bobot 0,20 yang artinya apabila taman bermain yang di miliki lebih luas sarana dan prasarana bermain akan lebih bervariasi. Sedangkan untuk rating memperoleh nilai 4 yang artinya taman bermain yang kurang luas merupakan indikator kelemahan utama dari pihak sekolah yang mempunyai pengaruh besar bagi kesenangan dan kenyamanan bermain anak didik dan
memperoleh hasil akhir skor bobot kali rating sebesar 0,8.
3) Tidak Adanya Ruang Olahraga Bagi Anak Didik
Dari hasil observasi peneliti di sekolah TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng, pihak sekolah tidak memiliki ruang berolahraga bagi anak didik, sehingga setiap kali para anak didik tersebut pada saat jadwal olahraga mereka harus menggunakan ruang aula Polres yang terletak tidak jauh dari gedung sekolah TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
Dalam hal ini tidak adanya ruang olahraga bagi anak didik termasuk tingkat rendah pada faktor kelemahan yang mendapat nilai skor bobot 0,20 yang artinya tingkat penyediaan ruangan ini di adakan para anak didik tidak perlu lagi meninggalkan sekolah mereka pada saat ingin berolahraga. Sedangkan untuk rating memperoleh nilai 4 yang artinya tingkat pengadaan ruang olahraga tersebut merupakan indikator kelemahan utama dari pihak sekolah tersebut yang mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi fasilitas yang di miliki pihak sekolah tersebut. Dan memperoleh hasil akhir skor bobot kali rating sebesar 0,8.
Adapun hasil analisis factor internal (IFAS) pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.5
Analisis Faktor Internal (IFAS) FAKTOR STRATEGIS INTERNAL
(IFAS) BOBOT RATING SKOR
Kekuatan 1. Meningkatkan kemampuan
pendidik dalam hal
melaksanakan pembelajaran dalam berbagai media dan metode pembelajaran
0,20 4 0,8
2. Memfasilitasi kebutuhan anak didik dalam segala bidang
0,15 3 0,45
3. Menjalin hubungan yang baik antara orang tua anak didik dan pihak sekolah.
0,15 3 0,45
Jumlah 0,5 1,7
Kelemahan
1. Penyediaan seragam sekolah yang tidak tepat waktu di bagikan
2. Taman bermain yang kurang luas
3. Tidak adanya ruang olahraga bagi anak didik
0,20
0,20 0,20
4
4 4
0,8
0,8 0,8
Jumlah 0,6 4.1
Jumlah skor Internal 1.1 5.8
Selisih 5.27
Sumber: Data yang diolah 2022
Total perolehan nilai skor dari indikator faktor internal yakni kekuatan dan kelemahan sebesar 5,27, yang berarti posisi internal Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng kuat. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan David ( 2006 ), dimana dia mengemukakan tentang berapa saja faktor yang dimasukkan ke table matriks analisis. Dengan total rata-rata antara 1,0 yang terendah hingga 4,0 yang tertinggi dengan nilai rata-ratanya 4,9. Nilai rata-rata yang di bawa angkat 4,9 dapat di artikan bahwa perusahaan atau lembaga tersebut lemah secara internal. Sedangkan nilai rata-rata di atas 4,9
menunjukkan bahwa keadaan perusahaan atau lembaga tersebut kuat secara internal.
2. Analisis Faktor Eksternal a. Peluang ( Opportunities )
1) Memberikan souvenir pada saat pengembalian formulir Sebagai sebuah produsen jasa pendidikan kita harus mampu menarik minta dan kepercayaan para orang tua agar mereka mau menyekolahkan anaknya pada sekolah tersebut dengan cara memberikat souvenir pada saat pengembalian formulir agar orang tua para calon murid mendapat kesan yang baik awal. Sehingga pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng mendapat nilai tersendiri di mata para calon orang tua murid.
Indikator menarik minat bagi para calon orang tua murid untuk mendaftarkan anaknya pada sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng sebagai faktor peluang dan memperoleh skor bobot sebesar 0,20. Yang artinya indikator ini memberikan pengaruh yang sangat penting bagi strategi pemasaran jasa pendidikan, sedangkan rating memperoleh nilai sebesar 4, yang menunjukkan bahwa indikator ini menjadi peluang utama yang memberikan pengaruh sangat besar bagi pemasaran jasa pendidikan.
Untuk skor yang dihasilkan dari skor bobot kali rating memperoleh nilai sebesar 0,8.
2) Menampilkan selayang pandang Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng di social media
Sebagai lembaga jasa pendidikan Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng harus mampu melihat dan memaksimalkan peluang yang ada. Untuk itu pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng bisa memposisikan diri sebagai lembaga jasa pendidikan dengan menawarkan berbagai macam keunggulan yang di milikinya pada para calon orang tua didik dengan cara menampilkan selayang pandang tentang Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng pada social media. Dengan demikian minat para calon orang tua didik untuk menyekolahkan anaknya di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng akan mengalami peningkatan.
Peningkatan minat para orang tua tersebut sebagai indikator peluang yang menghasilkan skor bobot dengan nilai sebesar 0,20. Yang artinya indikator tersebut mempunyai peran yang sangat penting terhadap situasi strategi pemasaran jasa pendidikan, kemudian untuk rating mendapatkan nilai sebesar 4. Yang artinya indikator ini sangat berpengaruh besar terhadap situasi strategi pemasaran jasa pendidikan. Terakhir menghasilkan skor bobot sebesar 0,8 yang di peroleh dari bobot kali rating.
3) Adanya pembebasan pembayaran SPP bagi anak didik yang kurang mampu
Pada saat ini banyak lembaga pendidikan anak usia dini bermunculan, dimana lembaga-lembaga pendidikan tersebut memberikan banyak kemudahan bagi para orang tua dengan cara menggeratiskan biaya pendidikan sehingga banyak para orang tua merasa terbantu dengan menyekolahkan anaknya pada lembaga- lembaga tersebut.
Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng, salah satu lembaga pendidikan usia dini yang telah lama berdiri dengan mengambil langkah-langkah yang cukup signifikan agar tetap bisa bersaing dengan lembaga-lembaga lain.
Salah satu langkah yang di ambil adalah membebaskan pembayaran SPP bagi anak didik yang kurang mampu.
Dengan demikian animo para orang tua baik yang mampu maupun yang kurang mampu tetap tinggi untuk menyekolahkan anaknya di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
Indikator ini mendapatkan skor bobot dengan nilai sebesar 0,20. Yang menunjukkan bahwa indikator ini berpengaruh sangat penting bagi strategi pemasaran jasa pendidikan, serta ratingnya menghasilkan nilai sebesar 4, yang artinya indikator ini sebagai peluang yang sangat besar pengaruhnya bagi pemasaran jasa pendidikan.
Sementara skor mendapatkan nilai sebesar 0,8, yang di hasilkan dari skor bobot kali rating.