METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Metode kualitatif, dimana penelitian ini tidak berdasarkan atau menggunakan analisis statistika dimulai dengan mengumpulkan dan menyaring data serta keterangan yang masuk berupa non angka dengan menggunakan wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dimana di lakukan pada lingkungan tertentu untuk melakukan suatu pengamatan pada tempat tersebut.
Sebuah penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui variable individu atau lebih tanpa mengambil perbandingan variable dan mencari hubungan dengan variable lain ( Sugiyono, 2012 ).
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian
Lokasi atau objek penelitian dilakukan di TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Jl. Manggis Aspol,Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Dan akan dilaksanakan dalam jangka Waktu 2 Bulan Dimulai setelah seminar proposal dilaksanakan.
C. Sumber Data
Penelitian ini sumber datanya akan di ambil dari berbagai referensi yang telah dilakukan dalam pengujian ini, adalah :
1. Data primer
Data yang diperoleh dengan mengumpulkan sejumlah
keterangan atau fakta melalui wawancara dengan kepala sekolah dan beberapa staf guru di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
2. Data Sekunder
Data sekunder dapat diperoleh melalui beberapa hasil studi pustaka,karya ilmiah, dan sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan Strategi pemasaran jasa pendidikan untuk meningkatkan kepercayaan (Truts) Stakeholders di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dengan menggunakan beberapa tahap antara lain :
1. Wawancara Langsung/Interview
Penulis melakukan tanya jawab secara langsung dengan kepala sekolah serta beberapa staf pengajar di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng sehubungan dengan pengambilan data tentang strategi pemasaran jasa pendidikan yang akan di lakukan, sehingga data yang di peroleh merupakan data yang akurat dan dapat di percaya serta di pertanggung jawabkan.
2. Pengamatan/Observasi lapangan
Penulis melakukan pengamatan secara langsung terhadap Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng yang akan diteliti guna mengetahui tentang Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan yang di terapkan oleh pihak pengelola Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng. Pengamatan ini juga dilakukan untuk melengkapi data yang akan diperlukan dan sebagai bahan atas data penelitian.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan melalui pencatatan dan pengcopyan atas data-data guna mendapatkan data sekunder yang akan mendukung penelitian ini. Dalam hal ini penulis dapat mendapatkan hasil yang memuaskan.
4. Triagulasi
Usaha mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda dengan cara mengurangi sebanyak mungkin bias yang terjadi pada saat pengumpulan dan analisis data.
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang akan digunakan dalam metode ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, dimana tahap ini memandang sebuah lembaga pendidikan sebagai acuan suatu dinamis, interpresentasi terhadap gejala yang akan diamati serta hasil konstruksi pemikiran karna dalam setiap aspek dari lembaga pendidikan tersebut memiliki satu kesatuan yang tidak akan terpisahkan.
Proses mengumpulkan data secara kualitatif yang akan diperoleh dengan pengamatan serta wawancara dapat diuraikan dalam bentuk deskriptif secara pragmatis dengan apa yang terjadi dilapangan. Selain itu, juga digunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan teknik analisis SWOT. Langkah-langkah untuk menyusun strategi pemasaran untuk meningkatkan kepercayaan stakeholders pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng dapat dilihat dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, maka digunakan analisis SWOT.
Hasil dari wawancara mendalam yang berkaitan dengan strategi pemasaran yang digunakan oleh Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng merupakan informasi dalam bentuk narasi, yang akan diarahkan pada analisis SWOT yang kemudian diterapkan dalam strategi pemasarannya dan akan digunakan teknik matriks SWOT untuk menganalisis hasil dari 3 tahap yaitu:
a. Tahap pengumpulan data (evaluasi faktor internal dan eksternal) b. Tahap analisis Matriks SWOT (Kelemahan, Kekuatan, Peluang
dan Ancaman)
c. Tahap pengambilan keputusan.
40 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Gambar 4.1 TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Peresmian Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng pada tanggal 1 juli 1971. Di bangun oleh Sry Abandonza Amu Rarosmian, oleh Bupati kepala Daerah Tk II Bantaeng dalam hal ini Bapak Sholtan sebagai Bupati Kepala Daerah Tk II Bantaeng.
Pada hari raya Idul Adha tanggal 18 April 1997 oleh bapak kapolres Drs. Ibnu Pramono beserta ketua yayasan Kemala Bhayangkari meletakkan batu pertama pembangunan gedung Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng cabang Bantaeng. Gedung berlantai dua, pengganti gedung semi permanan menjadi permanen.
Sedangkan peresmian mushollah Tk Kemala Bhayangkari
16 Bantaeng yang berada di lantai 2 dari yayasan Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng di hadiri oleh :
1. Ketua komite Tk 2. Kepala cabang dinas 3. Pengurus Y.K.B
4. Kepala atau guru Tk dalam gugus Tk Bhayangkari 2. Visi dan Misi
Visi dan Misi Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng adalah sebagai berikut :
Visi : Mempersiapkan anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan, serta potensi anak, kemandirian serta nilai-nilai moral agama, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat tercapai secara optimal.
Misi :
1. Menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan.
2. Menjadikan lingkungan sekolah sebagai sarana / sumber belajar.
3. Menjalin hubungan kerja sama yang baik antara masyarakat sekitar, orang tua anak didik serta yayasan selaku organisasi penyelenggara.
3. Tujuan
1. Mendidik anak agar menjadi generasi yang berkualitas, berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
2. Menyiapkan anak didik memasuki jenjang pendidikan dasar dengan ketercapaian kompetensi dasar sesuai tahapan
perkembangan anak.
3. Mengembangkan kreatifitas anak didik untuk mengekspresikan diri dalam berkarya seni.
4. Menciptakan suasana sekolah yang bernuansa agamais dan disiplin.
5. Membantu anak-anak yang cerdas, berkualitas dan berkembang sesuai dengan usianya.
4. Profil Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
1. Nama taman kanak-kanak : Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng 2. N.I.S : 40316736
3. S.S.S : 002.19-10-3-005 4. Provinsi : Sulawesi Selatan 5. Otonomi : Daerah
6. Kecamatan : Bantaeng 7. Desa/Kelurahan : Tappanjeng 8. Jalan dan Nomor : Jl. Manggis No.02 9. Kode pos : 92411
10. Daerah : Perkotaan 11. Status Sekolah : Swasta 12. Bangunan sekolah : Milik Sendiri 13. Jarak kepusat kecamatan : ± 1 KM 14. Jarak ke pusat otoda : ± 3 KM
15. Jumlah keanggotaan rayon : 7 ( Tujuh ) Sekolah
5. Struktur Organisasi Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Sumber : Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Gambar 4.2
Struktur Organisasi
Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing departemen struktur organisasi Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng sebagai berikut :
Ketua Yayasan Ny. Ririn Rachmat
Seksi Seni dan Olahraga
Seksi Uks Guru kelompok B.4
Rosmawati R, S.pd Guru kelompok B.2 Andita Puteri, S.pd
Bendahara Nur ANNISA
Seksi Kurikulum Guru kelompok B.3 Raeny Asriani, S.pd Guru kelompok A.1
Kartini, S.pd
Guru kelompok B.1 Irawati, S.pd Sekretaris
Irwati, S.pd
Kepala Sekolah Nur Hikmah, S.pd
Operator Nur Annisa
1. Ketua Yayasan
a. Memimpin dan mengkordinasikan seluruh anggota dan pengurus yayasan.
b. Berhak melakukan tugas dan wewenang setiap anggota dengan berdasarkan rapat anggota.
c. Sebagai penasehat dan pemberi arahan.
2. Kepala Sekolah
a. Bertugas dan berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator dan supervisor pembimbing/leader, innovator dan minivator.
3. Sekretaris
a. Bertugas menyiapkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip.
b. Bertanggung jawab atas tata tertib administrasi sekolah.
4. Bendahara
a. Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan/pengeluaran uang/biaya yang di perlukan.
b. Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan/pengeluaran uang/biaya yang di perlukan.
c. Menyiapkan laporan keuangan secara berkala.
5. Guru
a. Bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.
6. Seksi Kurikulum
a. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan pembagian tugas guru, program pengajaran dan penyusunan kurikulum.
7. Seksi Seni dan Olahraga
a. Menyusun kegiatan anak didik untuk melaksanakan kegiatan olahraga dan kesenian.
8. Seksi Uks
a. Mengatur dan menyusun alat atau bahan kesehatan di sekolah.
6. Daftar Pertanyaan
Adapun tabel pedoman wawancara sebagai berikut : Tabel 4.1
Daftar pertanyaan wawancara
No. Pertanyaan
1. Bagaimana strategi pemasaran yang di terapkan oleh pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng untuk menarik minat para orang tua agar mau menyekolahkan anaknya di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng?
2. Apakah jumlah siswa baru yang di terima Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng mengalami peningkatan atau tidak pada setiap tahun ajaran baru?
3. Apabila penerimaan jumlah siswa baru mengalami penurunan, langkah-langkah apa yang di ambil oleh pihak sekolah agar bisa meningkatkan kembali jumlah siswa baru yang di terima?
4. Berapa jumlah siswa baru yang bisa di terima pada setiap tahun ajaran baru?
5. Bagaimana cara pihak sekolah agar para orang tua siswa yang telah di terima tidak memindahkan anaknya ke sekolah lain?
6. Siapa saja yang berperan penting dalam proses peningkatan penerimaan siswa baru pada setiap tahun ajaran baru?
7. Langkah-langkah apa yang di ambil oleh pihak sekolah untuk mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi persaingan dunia pendidikan tingkat usia dini saat ini?
8. Hal apa saja yang menjadi kelemahan pihak sekolah dalam menghadapi persaingan dengan lembaga pendidikan usia dini yang lain?
9. Faktor-faktor apa saja yang membuat pihak sekolah merasa terkendala dalam mendapatkan kepercayaan para calon orang tua murid?
10. Bagaimana cara pihak sekolah untuk menciptakan peluang agar para calon orang tua murid mau mendaftarkan anaknya pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng?
11. Apa yang membuat bapak atau ibu ingin menyekolahkan anaknya di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng, padahal banyak TK lain yang memberikan kemudahan dibandingkan dengan TK Kemala Bhangkari 16 Bantaeng.
12. Apakah bapak atau ibu merasa puas dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng, kalau merasa puas apa yang membuat bapak atau ibu merasa puas atau sebaliknya?
13. Disamping system dan metode pembelajaran yang diterapkan pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng yang membuat bapak atau ibu merasa puasa dan percaya untuk menyekolahkan anaknya di Tk tersebut. Apakah ada hal-hal lain yang membuat bapak atau ibu percaya untuk menyekolahkan anaknya di Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
Sumber: Data yang diolah 2022 7. Daftar Biodata Informan
Adapun narasumber tertentu yang dijadikan informan inti untuk memperoleh data yang di perlukan untuk mendapatkan hasil dari penelitian. Berikut daftar biodata informan tersebut :
Tabel 4.2
Daftar biodata Informan
No. Biodata Informan
Nama Nur Hikmah, S.pd.
Jenis kelamin Perempuan Tempat Tanggal
Lahir
Bantaeng, 12 April 1977
Ijazah kelulusan S1 2010
Agama Islam
Status PNS/SWT PNS
Pangkat/Jabatan Kepala Sekolah Mulai tugas di
sekolah ini
1 oktober 2001
Tanggal dan No SK
1 oktober 2017 823.3/514/X/2017 Nama
Umur Status Alamat
Sri Wati Ningsih 35 tahun
Ibu Rumah Tangga Jalan Nenas Nama
Umur Status Alamat
Lina Kambaru 30 Tahun Guru SD Jalan Pemuda Sumber: Data yang diolah 2022
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Perkembangan Jumlah Murid pada TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Penelitian ini menyajikan data dan hasil yang di peroleh dari lapangan seperti wawancara, observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis yaitu “Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Untuk Meningkatkan Kepercayaan (Trust) Stakeholders Pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng”.
Adapun tabel perkembangan jumlah murid PADA tk kemala bhayangkari 16 bantaeng, sebagai berikut:
Tabel 4.3
Laporan Jumlah Murid dari Tahun Ajaran 2017 Sampai 2021
No. Tahun Ajaran
Jumlah Murid kelas A (L) (P)
Jumlah Murid Kelas B (L) (P)
Jumlah Keseluruan 1. 2017 / 2018 Laki-laki :12 orang
Perempuan :24 orang
Laki-laki :41 orang Perempuan : -
Jumlah kelas AB (LK = 53) (PR = 53)
=111 orang 2. 2018 / 2019 Laki-laki :26 orang
Perempuan :14 orang
Laki-laki :37 orang Perempuan : 41 orang
Jumlah kelas AB (LK = 63) (PR = 55)
=119 orang 3. 2019 / 2020 Laki-laki :12 orang
Perempuan :25 orang
Laki-laki :49 orang Perempuan :28 orang
Jumlah kelas AB (LK = 61)
(PR = 53)
=114 orang 4. 2020 / 2021 Laki-laki :6 orang
Perempuan :8 orang
Laki-laki :33 orang Perempuan :33 orang
Jumlah kelas AB (LK = 39) (PR = 41 )
=80 orang 5. 2021 / 2022 Laki-laki :17 orang
Perempuan :7 orang
Laki-laki :34 orang Perempuan :20 orang
Jumlah kelas AB (LK = 51) (PR = 27)
=78 orang Sumber: Data yang diolah 2022
Dari tabel di atas, terlihat bahwa setiap tahun ajaran baru jumlah murid yang mendaftar pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng jumlahnya berbeda-beda serta selalu naik turun. Apalagi dua tahun belakangan ini mengalami penurunan yang sangat signifikan akibat pandemi covid-19, sebab banyak orang tua yang menganggap bahwa sekolah Tk di masa pandemi sekarang tidak melaksanakan proses belajar mengajar padahal ada proses pembelajaran melalui daring dan luring.
2. Bauran Pemasaran TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan pihak TK diperoleh hasil bahwa pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng menggunakan system bauran pemasaran 7P (Marketing Mix) dalam
menggait calon murid dengan harapan agar jumlah murid yang mendaftar akan bertambah.
a. Produk ( Produck )
Pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng menyediakan 2 ( dua ) kelompok belajar yaitu kelompok A terdiri dari anak usia 4-5 tahun, sedangkan kelompok B terdiri dari anak usia 5-6 tahun.
Pada kelompok belajar A membutuhkan waktu selama 2 tahun baru bias dinyatakan lulus, pada kelompok belajar B memang prioritaskan cuma 1 ( satu ) tahun belajar langsung dinyatakan lulus tetapi peran indicator penilaian terhadap setiap anak didik tetap di terapkan agar bisa menghasilkan anak didik yang bias bersaing di tingkat sekolah dasar nantinya. Tetapi tidak menutup kemungkinan setiap kelompok anak didik tersebut bisa dinyatakan lulus walaupun baru 1 tahun belajar dengan syarat anak didik tersebut di nilai telah mampu dan mengerti serta telah mampu dan mengerti serta telah menguasai materi yang di ajarkan oleh setiap guru yang bertanggung jawab pada setiap kelompok, di samping itu ada juga atas permintaan orang tua dari anak didik tersebut.
b. Promosi ( Promotion )
Gambar 4.3
Brosur promosi TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Promosi yang di gunakan oleh pihak Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng untuk memperkenalkan dan mencari calon murid baru adalah dengan menggunakan promosi secara langsung dengan mendatangi tempat umum untuk membagikan brosur kepada masyarakat contoh brosur dapat di lihat pada gambar di atas, mengadakan lomba di tribun pantai seruni dengan mengundang pihak Tk yang lain untuk menghadiri dan mengikuti lomba tersebut, melakukan pawai keliling dengan menggunakan seragam polisi dengan kendaraan bermotor dan mobil patroli
setiap minggu, memasang spanduk di pinggir jalan yang di lalui banyak orang serta menggunakan media social untuk mempromosikan Tk tersebut secara lebih luas lagi.
c. Lokasi ( Place )
Lokasi Tk yang sangat strategis karena letaknya berada tidak jauh dari jalan raya dan berada pada kawasan padat penduduk serta dekat dari Pertokoan, Pasar, Puskesmas, Serta Perpustakaan Daerah dengan demikian, masyarakat luas maupun orang tua calon murid dapat dengan mudah mengakses lokasi Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
d. Harga ( Price )
Pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng menetapkan daftar biaya pendaftaran sudah termasuk biaya pakaian seragam yang dapat di jangkau oleh masyarakat luas serta membebaskan pembayaran SPP bagi anak didik yang kurang mampu. Dengan demikian peluang untuk menarik minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng semakin besar.
e. Orang ( Person )
Gambar 4.4
Tenaga Pengajar TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Pihak sekolah dalam hal ini Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng selalu meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam hal melaksanakan pembelajaran dengan berbagai media dan metode, di samping para tenaga pendidik di wajibkan agar bisa memahami minat dan bakat para anak didik agar minat dan bakat yang dimiliki para anak didik tersebut dapat diasah dan dikembangkan, para tenaga pendidik harus mampu memfasilitasi kebutuhan para anak didik dalam segala hal serta menjalin hubungan baik dengan para orang tua peserta didik. Dengan demikian para orang tua akan merasa puas dan yakin akan sekolah tersebut.
f. Proses ( Process )
Gambar 4.5 Proses Belajar Mengajar
Siswa TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Dalam hal ini Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng mengambil langkah-langkah dengan memberikan souvenir pada saat pengembalian formulir pendaftaran, menampilkan selayang pandang tentang kegiatan Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng di berbagai media sosial dan melaporkan setiap perkembangan anak didik kepada orang tua masing-masing serta pihak sekolah juga akan membebaskan pembayaran SPP bagi anak didik yang kurang mampu, selain itu pihak sekolah juga selalu mengadakan pawai keliling kota dengan menggunakan kendaraan polisi berupa motor dan mobil patrol dengan demikian akan membuat para orang tua didik merasa puas dan percaya akan Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng. Serta para calon orang tua didik pun
akan yakin untuk mendaftarkan anaknya pada Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
g. Prasarana ( Physical Ividence )
Gambar 4.6
Saran dan Prasarana TK Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng Dalam hal untuk meningkatkan rasa kepercayaan serta kepuasan terhadap para orang tua didik Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng telah menyediakan berbagai macam sarana dan
prasarana yang berupa, taman bermain, ruang kelas yang di lengkapi berbagai macam alat peraga yang dapa membantu para anak didik agar cepat mengerti dan memahami apa yang di sampaikan oleh guru, menyiapkan fasilitas peribadatan, alat tulis seperti buku dan pensil serta fasilitas lainnya yang berhubungan dengan proses pembelajaran, dengan demikian para orang tua serta calon orang tua didik puas dan yakin serta percaya akan akridititas Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng.
3. Kekuatan, Peluang, Kelemahan, Ancaman Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng
Kriteria pembobotan dan rating faktor internal dan eksternal
Analisis IFAS dipergunakan dalam menganalisis factor internal sebuah perusahaan atau lembaga untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan atau lembaga tersebut. Kekuatan dari perusahaan atau lembaga bisa digunakan untuk bersaing dengan perusahaan atau lembaga lainnya, sedangkan dengan kelemahan dari perusahaan atau lembaga tersebut harus di perbaiki untuk menghadapi perubahan system yang ada pada lingkungan tersebut “Freddy dan Rangkuti ( 2002 )”.
Pertama melakukan identifikasi faktor-faktor strategi internal terlebih dahulu, selanjutnya susun tabel IFAS untuk merumuskan faktor- faktor strategi internal. Tahapannya sebagai berikut :
1. Pada kolom 1, tentukan faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari perusahaan atau lembaga.
2. Pada kolom 2, memberikan bobot pada masing-masing faktor
tersebut dengan skala mulai dari satu (1,0) yakni paling penting sampai dengan nol (0,0) yakni tidak penting. Berdasarkan pengaruh dari faktor tersebut pada posisi strategis perusahaan (semua bobot jumlahnya tidak melebihi skor total 1,00).
3. Pada kolom 3, hitung rating untuk masing-masing factor dengan cara memberikan skala dimulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor). Berdasarkan dengan pengaruh factor terhadap kondisi perusahaan tersebut, variable yang bersifat (semua variable yang masuk kategori kekuatan) diberi predikat sangat baik dengan nilai mulai dari +4 dan membandingkan dengan rata-rata industry atau dengan pesaing utama dan untuk variable yang bersifat negative, maka kebalikannya.
4. Pada kolom 4, kalikan bobot pada kolom 2 dengan perolehan rating yang ada pada kolom 3, demi memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya yakni berupa skor pembobotan untuk masing- masing factor yang nilainya bermacam-macam mulai dari angka 4,0- 1,00.
5. Berikutnya, berikan catatan atau alasan mengapa factor tersebut dipilih dan bagaimana pembobotan dihitung
6. Terakhir, jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4, untuk mendapatkan total skor pembobotan bagi perusahaan tersebut. Nilai total tersebut, menunjukkan bagaimana perusahaan tersebut berekasi terhadap faktor strategis internalnya.
Berikut tahan penentuan faktor EFAS (Strategi Eksternal) yakni :
1. Pada kolom 1, susunlah 1-10 peluang ancaman
2. Pada kolom 2, memberikan bobot masing-masing factor tersebut dengan skala mulai dari satu (1,0) yakni sangat penting sampai dengan nol (0,0) yakni tidak penting. Factor tersebut kemungkinan berpengaruh terhadap dampak faktori strategis perusahaan.
3. Pada kolom 3, hitung rating untuk masing-masing factor dengan cara memberikan skala dimulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor). Berdasarkan dengan pengaruh factor terhadap kondisi perusahaan tersebut, maka untuk pemberian factor bersifat positif (paluang semakin besar maka diberi nilai rating +4, akan tetapi ketika peluangnya kecil, maka diberi rating +1). Untuk pemberian rating ancaman adalah kebalikannya. Misal, ketika nilai ancamannya sedikit ratingnya maka diberi nilai -1.
4. Pada kolom 4, kalikan bobot pada kolom 2 dengan perolehan rating yang ada pada kolom 3, demi memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya yakni berupa skor pembobotan untuk masing-masing factor yang nilainya bermacam-macam mulai dari angka 4,0-1,00.
5. Berikutnya, berikan catatan atau alasan mengapa factor tersebut dipilih dan bagaimana pembobotan dihitung
6. Terakhir, jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4, untuk mendapatkan total skor pembobotan bagi perusahaan tersebut.
Nilai total tersebut, menunjukkan bagaimana perusahaan tersebut berekasi terhadap faktor strategis eksternalnya.
Berdasarkan Penjelasan rating rating dan pembobotan di atas maka dapat digambarkan pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Kriteria rating dan pembobotan faktor internal dan eksternal No. Kriteria
Bobot
1 0,20: Ketika indikator kekuatan berpengaruh sangat penting terhadap posisi strategis usaha
2 0,15: Ketika indikator kekuatan berpengaruh penting terhadap posisi strategis usaha
3 0,10: Ketika indikator kekuatan berpengaruh cukup penting terhadap posisi strategis usaha
4 0,05: Ketika indikator kekuatan tidak berpengaruh terhadap posisi strategis usaha
Rating
1 4: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kondisi usaha
2 3: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang besar bagi kondisi usaha
3 2: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang kecil bagi kondisi usaha
4 1: Ketika indikator kekuatan mempunyai pengaruh yang sangat kecil bagi kondisi usaha
Sumber: Data yang diolah 2022 1. Analisis Faktor Internal
a. Kekuatan ( Strenght )
1) Meningkatkan kemampuan pendidikan dalam hal melaksanakan pembelajaran dalam berbagai media dan metode pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan pihak sekolah Tk Kemala Bhayangkari 16 Bantaeng. Pihak sekolah melaksanakan pelatihan bagi para tenaga pendidiknya agar mutu dan kualitas serta kemampuan dalam melaksanakan tugasnya dengan berbagai macam metode dapat terlaksana dengan baik,