• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian

1. Deskripsi Pelaksanaan Pembelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan adanya pengaruh penggunaan media Big Book terhadap minat dan hasil belajar IPS peserta didik UPT SDN 027 Limpomajang. Penelitian ini dilakukan di UPT SDN 027 Limpomajang dengan mengambil populasi seluruh peserta didik mulai dari kelas I hingga kelas VI dengan jumlah total 351 peserta didik. Dari populasi tersebut, peneliti mengambil sampel kelas IV sebanyak 2 kelas yaitu kelas IV-A berjumlah 31 peserta didik yang terdiri dari 15 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan, sedangkan kelas V-B yang berjumlah 31 peserta didik yang terdiri dari 17 peserta didik laki-laki dan 14 peserta didik perempuan.

Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu media pembelajaran terhadap minat dan hasil belajar IPS dengan memberikan perlakuan kepada kelompok eksperimen.

Prosedur dalam penelitian ini antara lain, pertama meminta surat izin penelitian dari pihak administrasi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar. Kedua, mengajukan surat izin penelitian ke UPT SDN 027 Limpomajang. Ketiga, keesokan harinya peneliti

berkonsultasi dan berkoordinasi dengan masing-masing guru pamong yaitu kepada Bapak Badaruddin, S.Pd selaku guru pamong kelas IV-A dan Ibu Afrianti, S.Pd selaku guru pamong kelas IV-B untuk membahas mengenai waktu penelitian. Setelah melakukan koordinasi akhirnya guru pamong memberikan waktu penelitian kepada kelas masing-masing, peneliti diperbolehkan melaksanakan penelitian di kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS pada kelas yang diajarkan dengan menggunakan media Big Book (IV-A) dengan kelas yang diajarkan tanpa menggunakan media Big Book (IV-B).

2. Analisis Deskriptif Data Hasil Penelitian a. Deskripsi Media Big Book ( Variabel X)

Pembelajaran dengan menggunakan media Big Book ini diterapkan pada kelas eksperimen (IV-A). Pembelajaran IPS dengan menggunakan media Big Book yaitu pembelajaran dimana materi pelajaran (Tema 4 Berbagai Pekerjaan ) dimana materi yang disajikan yang menarik dengan tujuan untuk menarik perhatian peserta didik sehingga menambah minat peserta didik dalam memahami pelajaran.

Sebelum melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media Big Book, peneliti terlebih dahulu harus membuat desain skenario pembelajaran (RPP) sebagai pedoman umum sekaligus sebagai alat kontrol dalam pelaksanaannya. Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (lampiran) untuk diterapkan pada kelas yang diberi

perlakuan yaitu kelas eksperimen (IV-A). RPP yang sudah jadi dikonsultasikan kepada guru pamong, dan kemudian peneliti membuat media Big Book yang sesuai dengan materi Tema 4 Berbagai Pekerjaan.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti sama halnya dengan pembelajaran biasanya yaitu dimulai dari kegiatan pendahuluan: peneliti mengucapkan salam dan menyapa peserta didik, berdoa bersama, absensi, dan menginformasikan materi pembelajaran yang akan diajarkan.

Kemudian pada kegiatan inti: peserta didik diajarkan materi Berbagai Pekerjaan. Setelah itu, peneliti memberikan soal pre test kepada masing- masing peserta didik untuk dikerjakan. Kemudian setelah semua hasil pekerjaan peserta didik sudah selesai. Barulah peneliti memberikan perlakuan dengan menggunakan media Big Book. Kemudian peneliti menjelaskan kembali materi pembelajaran dengan menggunakan media Big Book. Di sini peneliti memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya hal-hal apa saja yang mereka belum paham yang berkaitan dengan materi tersebut. Setelah semua peserta didik dirasa sudah paham dengan apa yang disampaikan oleh peneliti, kemudian peneliti memberikan soal post test, dimana soal post test tersebut sama persis dengan soal pre test di awal. Kegiatan yang terakhir, yaitu kegiatan penutup. Pada kegiatan ini peneliti bersama-sama peserta didik membuat kesimpulan, bertanya jawab mengenai hal yang belum diketahui, penilaian hasil belajar dan terakhir berdoa bersama-sama kemudian peneliti mengucapkan salam.

Kegiatan pembelajaran di kelas kontrol ini sama halnya dengan pembelajaran di kelas eksperimen, yaitu dengan membuat desain pembelajaran (RPP) terlebih dahulu untuk dijadikan pedoman dalam mengajar (lampiran 7) yang sudah dikonsultasikan dengan guru pamong yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang membedakan hanyalah pada kegiatan inti. Jika di kelas eksperimen pada kegiatan inti diberikan perlakuan dengan penggunaan media Big Book, namun di kelas kontrol tidak diberi perlakuan.

2. Deskripsi Minat Belajar (Variabel Y1)

Angket minat belajar peserta didik ada 30 pernyataan yang harus di isi. Di dalam angket sudah tertera pilihan kotak jawaban yang berupa angka, yaitu 5) sangat sesuai, 4) sesuai, 3) ragu-ragu, 2) tidak sesuai, dan 1) sangat tidak sesuai untuk pernyataan positif, dan untuk pernyataan negatif kebalikannya, yaitu 1) sangat sesuai, 2) sesuai, 3) ragu-ragu, 4) tidak sesuai, dan 5) sangat tidak sesuai. Peserta didik hanya diminta untuk memilih dan memberikan tanda check list (√) pada setiap pernyataan yang mewakili minat mereka.

Tujuan dari penggunaan angket ini adalah untuk memperoleh data tentang minat belajar IPS peserta didik. Karena diketahui bahwa mata pelajaran IPS adalah mata pelajaran yang dianggap mudah namun membosankan, sehingga peserta didik lebih bersifat pasif dalam pembelajaran.

Berikut tabel perolehan skor distrubusi frekuensi hasil angket minat belajar peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol:

Untuk mengetahui interval kelas eksperimen (IV-A) di gunakan rumus sebagai berikut :

Interval = nilai tertinggi – nilai terendah + 1 Kategori

=131 – 99 + 1 3

= 11

Berdasarkan perhitungan kelas interval diatas diketahui nilai intervalnya 11. Kemudian jumlah interval untuk variabel bebas penelitian ini (minat belajar), adalah data dari interval di atas dimasukkan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 4.1 Distrubusi Frekuensi Hasil Angket Minat Belajar IPS Kelas Eksperimen (IV-A)

No

Interval Presentase Skor

Frekuensi Kategori Presentase

1 99 – 109 3 Rendah 10%

2 110 – 120 16 Sedang 52%

3 121 - 131 12 Tinggi 38%

Jumlah 31 100%

Berdasarkan data tersebut maka dapat diketahui bahwa jumlah yang diperoleh interval nilai dari kelas eksperimen (IV-A) yaitu 99 - 109

adalah 3 orang peserta didik mencapai 10%, 110 - 120 adalah 16 orang peserta didik mencapai 52%, dan 121 - 131 adalah 12 orang peserta didik mencapai 38%.

Untuk mengetahui interval kelas kontrol (IV-B) di gunakan rumus sebagai berikut :

Interval = nilai tertinggi – nilai terendah + 1 Kategori

=117 – 91 + 1 3

= 9

Berdasarkan perhitungan kelas interval di atas diketahui nilai intervalnya 9. Kemudian jumlah interval untuk variabel bebas penelitian ini (minat belajar), adalah data dari interval di atas dimasukkan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 4.2 Distrubusi Frekuensi Hasil Angket Minat Belajar IPS Kelas Kontrol (IV-B)

No

Interval Presentase Skor

Frekuensi Kategori Presentase

1 91 – 99 14 Rendah 45%

2 100 – 118 17 Sedang 55%

3 119 - 128 0 Tinggi 0%

Jumlah 31 100%

Berdasarkan data tersebut maka dapat diketahui bahwa jumlah yang diperoleh interval nilai dari kelas kontrol (IV-B) yaitu 91 - 99 adalah 14 orang peserta didik mencapai 45%, 100 - 117 adalah 17 orang peserta didik mencapai 55% dan 119 – 128 adalah 0 peserta didik. Maka dapat di simpulkan bahwa perolehan skor minat belajar kelas eksperimen (IV-A) lebih tinggi dari pada perolehan skor minat belajar kelas kontrol (IV-B). Hal ini di karenakan pada kelas kontrol tidak diberikan perlakuan dengan media Big Book. Ternyata hal ini berpengaruh pada hasil angket minat belajar peserta didik. Kelas yang di berikan perlakuan dengan media Big Book mempunyai minat yang lebih tinggi dari pada kelas yang tidak di berikan perlakuan.

Diagram Batang Perbedaan Minat Belajar Kelas Eksperimen(IV-A) dan Kelas Kontrol (IV-B)

Berdasarkan diagram batang di atas dapat di lihat perbedaan minat belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

rendah sedang tinggi

Eksperimen kontrol

dimana kelas eksperimen minat belajar tertinggi 38%, sedang 52%, dan rendah 10%. Sedangkan pada kelas kontrol tertinggi 0%, sedang 55%, dan rendah 45% sehingga dapat di lihat minat belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi di banding kelas kontrol setelah dilakukan perlakuan dengan menggunakan media Big Book pada kelas eksperimen.

3. Deskripsi Hasil Belajar (Variabel Y2)

Tes untuk mengukur hasil belajar ada 5 soal pertanyaan yang berbentuk uraian. Dalam tes ini peserta didik diminta untuk menjawab sesuai dengan pemahaman mereka. Setiap butir soal bernilai 5 (jawaban benar dan sesuai materi), 4 (jawaban benar namun kurang sesuai dengan materi 3 (jawaban kurang tepat), 2 (jawaban tidak tepat), da 1 (tidak menjawab). Sehingga jika peserta didik mampu menjawab semua soal pertanyaan dengan benar maka jumlah nilai mereka adalah 25. Nilai tersebut kemudian diakumulasikan dengan rumus sebagai berikut:

Nilai akhir mata pelajaran IPS = (perolehan skor : jumlah skor maksimum (5)) x bobot (20).

Jadi, semisal peserta didik mendapat jumlah nilai 25 maka (25 : 5) x 20 = 100. Nilai yang didapat peserta didik tersebut adalah 100.

Data perolehan skor hasil belajar IPS kelas IV UPT SDN 027 Limpomajang dapat dilihat di (lampiran).

Berikut hasil dari test awal (pretest) pada kelas eksperimen(IV-A) dan kelas kontrol(IV-B).

Tabel 4.3 Perhitungan untuk mencari mean(rata-rata) pretest kelas ekspermen (IV-A) dan kelas kontrol (IV-B)

Eksperimen(IV-A) Kontrol(IV-B)

X F F.X X F F.X

32 1 32 48 2 96

52 1 52 52 1 52

56 2 112 56 2 112

60 4 240 60 2 120

64 4 256 64 4 256

68 5 340 68 1 68

72 3 216 72 2 144

76 2 152 76 4 304

80 5 400 80 8 640

84 3 252 84 3 252

88 1 88 88 2 176

Jumlah 31 2140 Jumlah 31 2220

Dari data tabel 4.3 di atas dapat diketahui bahwa nilai dari ∑fx kelas eksperimen adalah 2.140 dan kelas kontrol adalah 2.220 sedangkan nilai n sendiri adalah 31. Oleh karena itu, dapat diperoleh nilai rata – rata (mean) sebagai berikut:

̅ =

=

.

= 69

̅ =

=

. = 72

Berdasarkan hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata – rata dari hasil belajar peserta didik sebelum penerapan media Big Book di kelas eksperimen IV-A) yaitu 69 sedangkan di kelas kontrol yaitu 72.

Adapun dikategorikan pada pedoman Departemen pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud), maka keterangan murid dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 4.4 Tingkat Hasil Belajar Pretest Kelas Eksperimen (IV-A)

No. Interval Frekuensi Persetase (%) Kategori Hasil Belajar

1 0 – 69 17 55% Rendah

2 70 – 79 5 16% Sedang

3 80 – 100 9 29% Tinggi

Jumlah 31 100%

Tabel 4.5 Tingkat Hasil Belajar Pretest Kelas Kontrol (IV-B)

No. Interval Frekuensi Persetase (%) Kategori Hasil Belajar

1 0 – 69 12 39% Rendah

2 70 – 79 6 19% Sedang

3 80 – 100 13 42% Tinggi

Jumlah 31 100%

Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel 4.4 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada tahap pretest di kelas eksperimen (IV-A) dengan menggunakan instrument test dikategorikan rendah yaitu 55%, sedang 16%, tinggi 29%. Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat hasil belajar murid sebelum diterapkan media Big Book tergolong rendah. Dan hasil belajar tabel 4.5 pada tahap pretest kelas kontrol (IV-B) yaitu dikategorikan rendah 39%, sedang 19%, tinggi 42%. Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat hasil belajar IPS peserta didik pada kelas eksperimen (IV-A) sebelum diterapkan media Big Book tergolong rendah.

Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS kelas Eksperimen (IV-A)

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 ≤ × < 69 Tidak Tuntas 17 55%

70 ≤ × ≤ 100 Tuntas 14 45%

Jumlah 31 100%

Tabel 4.7 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS kelas Kontrol (IV-B)

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 ≤ × < 69 Tidak Tuntas 12 39%

70 ≤ × ≤ 100 Tuntas 19 61%

Jumlah 31 100%

Apabila Tabel 4.6 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah peserta didik yang mencapai atau melebihi nilai KKM (70) ≥ 65%, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPS, belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana murid yang tuntas hanya 45% pada kelas eksperimen.

Sedangkan pada tabel 4.7 kelas kontrol hanya 61%.

Setelah peneliti melakukan tes awal (pretest) pada kelas eksperimen (IV-A) dan kelas kontrol (IV-B) maka peneliti memberikan perlakuan dengan menggunakan media Big Book pada proses pembelajaran pada kelas eksperimen (IV-A) dan media cetak biasa pada kelas kontrol (IV-B) kemudian memberi tes akhir (posttest) dengan tes berbentuk essay sebanyak 5 butir soal untuk mengukur hasil belajar peserta didik setelah di berikan perlakuan.

Berikut hasil dari tes akhir (posttest) pada kelas eksperimen (IV-A) dan kelas kontrol (IV-B) :

Tabel 4.8 Perhitungan untuk mencari mean(rata-rata) posttest kelas ekspermen (IV-A) dan kelas kontrol (IV-B)

Eksperimen(IV-A) Kontrol(IV-B)

X F F.X X F F.X

52 1 52 47 1 47

64 2 128 56 2 112

68 3 204 60 7 420

72 4 288 64 3 192

76 2 152 68 3 204

80 4 320 72 2 144

84 4 336 76 3 228

88 5 440 80 6 480

92 5 460 84 3 252

96 1 96 85 1 85

Jumlah 31 2476 Jumlah 31 2164

Dari data tabel 4.8 di atas dapat diketahui bahwa nilai dari ∑fx kelas eksperimen adalah 2.476 dan kelas kontrol adalah 2.164 sedangkan nilai n sendiri adalah 31. Oleh karena itu, dapat diperoleh nilai rata – rata (mean) sebagai berikut:

̅ =

=

. = 80

̅ =

=

. = 70

Berdasarkan hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata – rata dari hasil belajar peserta didik setelah penerapan media Big Book di kelas eksperimen (IV-A) terdapat peningkatan yaitu 80 sedangkan, di kelas kontrol yaitu 70 dengan menggunakan media cetak biasa.

Adapun di kategorikan pada pedoman Departemen pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud), maka keterangan murid dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.9 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS kelas Ekperimen (IV-A)

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 ≤ × < 69 Tidak Tuntas 6 19%

70 ≤ × ≤ 100 Tuntas 25 81%

Jumlah 31 100%

Tabel 4.10 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPS kelas Kontrol (IV-B)

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 ≤ × < 69 Tidak Tuntas 16 52%

70 ≤ × ≤ 100 Tuntas 15 48%

Jumlah 31 100%

Dari tabel 4.9 dan 4.10 di atas dapat dilihat bahwa perbedaan skor pre test dan post test pada kelas eksperimen (IV-A) lebih tinggi dan jumlahnya lebih banyak daripada kelas kontrol (IV-B). Hal ini terbukti

bahwa pada pembelajaran IPS jika menggunakan media pembelajaran yang sesuai (media Big Book) akan berdampak baik pada hasil belajar peserta didik.

3. Analisis Data Hasil Penelitian a. Uji Prasyarat Analisis

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji data apakah berdistribusi normal atau tidak. Model t-Test yang baik adalah memiliki data yang berdistribusi normal. Berdasarkan data yang diperoleh dari perhitungan hasil uji Kolmogorov-Smirnov untuk instrumen angket dan untuk instrumen tes. Adapun hasilnya dalam tabel berikut:

Tabel 4.11

Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Instrumen Angket One-Sample Kolmogorov-Smirnov

Test

Test distribution is Normal.

angketeks angketkontrl

N 31 31

Normal Parametersa

Mean 118.00 105.35

Std. Deviation 7.465 5.370

Most Extreme Differences

Absolute .154 .082

Positive .082 .082

Negative -.154 -.080

Kolmogorov-Smirnov Z .857 .457

Asymp. Sig. (2-tailed) .454 .985

Berdasarkan tabel 4.11 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata (mean) lebih tinggi kelas eksperimen daripada kelas kontrol. Mean pada kelas eksperimen sebesar 118.00 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 105.35. Kemudian standar deviasi kelas ekperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu standar deviasi pada kelas eksperimen sebesar 7.465 sedangkan standar deviasi pada kelas kontrol sebesar 5.370.

Jadi dapat disimpulkan bahwa data rata- rata berdistribusi normal karena memiliki Asymp. Sig. > 0,05. Maka dari hasil pengujian di atas menunjukkan nilai Asymp. Sig. = 0,454 pada kelas eksperimen dan Asymp. Sig. = 0,985 pada kelas kontrol. Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Asymp. Sig. > 0,05 ini berarti data diatas berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05.

Tabel 4.12

Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Instrumen Tes One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Tes distribution is Normal.

posteksperimen postkontrol

N 31 31

Normal Parametersa

Mean 80.39 69.81

Std. Deviation 10.601 10.320

Most Extreme Differences

Absolute .151 .161

Positive .104 .152

Negative -.151 -.161

Kolmogorov-Smirnov Z .839 .896

Asymp. Sig. (2-tailed) .482 .398

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata (mean) lebih tinggi kelas eksperimen daripada kelas kontrol. Mean sebesar 69.81.

Kemudian standar deviasi kelas ekperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu standar deviasi pada kelas eksperimen sebesar 10.601 sedangkan standar deviasi pada kelas kontrol sebesar 10.320.

Jadi dapat disimpulkan bahwa data rata- rata berdistribusi normal karena memiliki Asymp. Sig. > 0,05. Maka dari hasil pengujian di atas menunjukkan nilai Asymp. Sig. = 0,482 pada kelas eksperimen dan Asymp. Sig. = 0,398 pada kelas kontrol. Dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Asymp. Sig. > 0,05 ini berarti data diatas berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05.

b. Uji Homogenitas

Setelah kedua kelas sampel dinyatakan berdistribusi normal, selanjutnya pada kelas sampel tersebut dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas kedua kelas dalam penelitian ini menggunakan uji homogenitas varian.

Uji homogenitas ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah varian pada masing-masing data itu sejenis atau tidak. Perhitungan hasil uji homogenitas sebagaimana terlampir. Suatu distribusi dikatakan homogen jika taraf signifikansinya lebih besar dari 0,05, sedangkan taraf signifikansinya kurang dari 0,05 maka distribusi dikatakan tidak homogen.

Berikut tabel 4.15 uji homogenitas instrumen angket dan tabel 4.16 uji homogenitas instrumen pre test dan tabel 4.13 uji homogenitas instrumen

post- test menggunakan SPSS 16.0.

Tabel 4.13 Hasil Uji Homogenitas Instrumen Angket

ANOVA angket

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

Between Groups 2478.452 1 2478.452 58.613 .000 Within Groups 2537.097 60 42.285

Total 5015.548 61

Berdasarkan tabel 4.13 di atas diperoleh signifikansi 0,076 berarti

hasil angket menyatakan bahwa data tersebut homogen karena Sig. > 0,05.

Test of Homogeneity of Variances Angket

Levene Statistic df1 df2 Sig.

3.255 1 60 .076

Tabel 4.14

Hasil Uji Homogenitas Instrumen Tes (Pre Test) Test of Homogeneity of Variances

pretest

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.119 1 60 .732

ANOVA pretest

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

Between Groups 455.226 1 455.226 2.112 .151 Within Groups 12933.161 60 215.553

Total 13388.387 61

Berdasarkan tabel 4.14 di atas diperoleh signifikansi 0,732 berarti hasil soal pre test menyatakan bahwa data tersebut homogen karena Sig. > 0,05.

Tabel 4.15

Hasil Uji Homogenitas Instrumen Tes (Post Test) Test of Homogeneity of Variances

posttest

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.115 1 60 .736

ANOVA posttest

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

Between Groups 1735.226 1 1735.226 15.856 .000 Within Groups 6566.194 60 109.437

Total 8301.419 61

Berdasarkan tabel 4.15 di atas diperoleh signifikansi 0,736 berarti hasil soal post test menyatakan bahwa data tersebut homogen karena Sig. > 0,05.

3. Uji Hipotesis

Setelah melakukan pengujian prasyarat analisis, yaitu uji normalitas dan homogenitas, diketahui bahwa kedua kelas sampel tersebut berdistribusi normal dan bersifat homogen. Karena kedua kelas berdistribusi normal dan homogen, maka pengujian hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan uji “t” untuk mengetahui “Pengaruh Penggunaan Media Big Book Terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar IPS Peserta Didik UPT SDN 027 Limpomajang Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara”.

Uji hipotesis yng digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik parametik, yaitu Independent Sample t-test. Uji ini digunakan untuk mengambil keputusan apakah hipotesis diterima atau ditolak.

Kriteria pengujiannya berdasarkan t hitung:

Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak Kriteria pengujiannya berdasarkan taraf signifikansi:

Jika Sig. > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Jika Sig.< 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu (1) untuk menjelaskan pengaruh penggunaan media Big Book terhadap minat belajar IPS UPT SDN 025 Limpomajang. (2) untuk menjelaskan pengaruh penggunaan media Big Book terhadap hasil belajar IPS UPT SDN 027 Limpomajang, dan (3) untuk menjelaskan pengaruh penggunaan media Big Book terhadap minat belajar dan hasil belajar IPS UPT SDN 027 Limpomajang, peneliti menggunakan tehnik t-test.

Tabel 4.16

Hasil Uji T-Test Angket Independent Samples Test

Berdasarkan tabel 4.16 di atas dapat diinterpretasikan dari tabel terlihat hasil thitung sebesar 7.656 dengan df 60, perbedaan mean

=12.645. Perbedaan standart error = 2.741, perbedaan minat angket belajar terendah = 9.341 dan perbedaan minat angket belajar tertinggi = 15.949. Penghitungan thitung adalah 7.656, sedangkan ttabel adalah 2.0003, sehingga dapat dikatakan bahwa thitung 7.656 > ttabel 2.0003, sementara itu diperoleh hasil Sig. (2- tailed) adalah 0,000. Karena nilai Sig. (2- tailed) 0,000 < taraf nyata (a= 0,05) maka H0 ditolak, dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh yang signifikan penggunaan media

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig

. (2- tailed)

Mean Differe

nce

Std.

Error Differe

nce

95%

Confidence Interval of the Difference

Low er

Upper a

n g k e t

Equal variances assumed

3.25

5 .076 7.656 60 .000 12.645 1.652 9.341 15.949 Equal

variances not assumed

7.656 54.

488 .000 12.645 1.652 9.334 15.956

Big Book terhadap minat belajar IPS peserta didik di UPT SDN 027 Limpomajang. Jadi kesimpulannya ada pengaruh yang signifikan penggunaan media Big Book terhadap minat belajar peserta didik di UPT SDN 027 Limpomajang.

Tabel 4.17

Hasil Uji T-Test Soal Tes Independent Samples Test

Berdasarkan tabel 4.17 di atas dapat diinterpretasikan dari tabel terlihat hasil thitung sebesar 3.982 dengan df 60, perbedaan mean = 10.581. Perbedaan standart error = 2.657, perbedaan hasil belajar terendah = 5.266 dan perbedaan hasil belajar tertinggi = 15.896.

Penghitungan thitung adalah 3.982, sedangkan ttabel adalah 2.0003, sehingga dapat dikatakan bahwa thitung 3.982 > ttabel 2.0003, sementara

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig.

(2- tailed)

Mean Differe

nce

Std.

Error Differe

nce

95%

Confidenc e Interval of the

Difference Low er Upp er po

stt est

Equal variances assumed

.115 .736 3.982 60 .000 10.581 2.657 5.26 6

15.8 96 Equal

variances

not 3.982 59.

957 .000 10.581 2.657 5.26 5

15.8 96 assumed

itu diperoleh hasil Sig. (2- tailed) adalah 0,000. Karena nilai Sig. (2- tailed) 0,000 < taraf nyata (a= 0,05) maka H0 ditolak, dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh yang signifikan penggunaan media Big Book terhadap minat belajar dan hasil belajar IPS peserta didik di UPT SDN 027 Limpomajang.

C. Pembahasan

1. Minat belajar IPS peserta didik di UPT SDN 027 Limpomajang

Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara melalui pembelajaran menggunakan media BigBook

Berdasarkan hasil analisis data terdapat pengaruh yang signifikan antara media Big Book terhadap minat belajar IPS yang dibuktikan dari nilai thitung > ttabel (7.656 > 2.0003) untuk variabel angket. Nilai signifikansi t untuk variabel angket adalah sebesar 0,000 dan nilai tersebut lebih kecil daripada probabilitas 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga dalam pengujian ini bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara media Big Book dengan minat belajar IPS peserta didik di UPT SDN 027 Limpomajang.

Big Book atau buku besar adalah buku bacaan yang memiliki ukuran, tulisan, dan gambar yang besar. Ukuran Big Book beragam dari mulai ukuran A3, A4, A5 atau dengan ukuran yang lebih besar lagi.

Ukuran Big Book harus mempertimbangkan segi keterbacaan seluruh siswa di kelas. Big Book dapat digunakan di kelas awal karena Big Book memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru dapat

memilih Big Book dengan isi cerita atau topik yang disesuaikan dengan minat siswa atau sesuai dengan tema pelajaran.

Jadi, media Big Book merupakan buku besar bergambar yang menarik, membuat peserta didik tidak mudah bosan dan ingin membacanya sampai tuntas. Berkaitan dengan ketidaksukaan peserta didik terhadap buku pelajaran, penggunaan media Big Book dapat menjadi alternatif lain dari penanaman nilai-nilai baik yang berkaitan dengan akademik maupun non akademik.

Dari pemaparan penelitian tersebut dapat digambarkan pula bahwa faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik dapat berasal dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri sendiri, yang meliputi pemusatan perhatin, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang datangnya dari luar diri, seperti dorongan dari orang tua, dorongan dari guru, sarana dan prasarana atau fasilitas, dan keadaan lingkungan.

Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Amriani (2015) dalam penelitianyang berjudul “pengaruh penggunaan media Big Book terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI SDN Inpres Laserang” Hasil penelitian X2 hitung X2 tabel yaitu 6,63 <

23,12 > 3,84, hal ini berarti hipotesis no1 (Ho) tidak diterima sedangkan hipotesis (Ha) diterima. Dari nilai keputusan diatas dapat diketahui hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah penolakan terhadap hipotesis

Dokumen terkait