BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
Pada bab sebelumnya, penentuan besarnya sampel menggunakan sejumlah keseluruhan kuisioner ( 133 buah) yang telah peneliti sebarkan pada masing-masing Petani dan telah mendapat balasannya.
Tabel 4.1 Deskripsi Proses Pengumpulan Data Kuesioner
Keterangan JumlahKuesioner %
Kuesioner yang Disebar 133 100
Kuesioner yang Kembali 133 100
Kuesioner Valid/ yang Diolah 133 100
Kuesioner yang tidakMemenuhiSyarat 0 0
Sumber : Data diolah, 2021
Tabel 4.1 menunjukkan penyebaran dan tingkat pengembalian dengan jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 133 kuesioner, yang kemudian dari jumlah 133 kuesioner yang disebar, kembali sebanyak 133 kuesioner atau 100%. Dari 133 kuesioner yang kembali, 133 kuesioner di anggap memenuhi syarat.
4.3.1 Uji Validitas
Untuk menguji validitas instrument penelitian dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment, yaitu dengan cara mengkorelasikan tiap pernyataan dengan skor total. Kemudian, angka korelasi tersebut dibandingkan dengan angka kritis pada taraf signifikan 5% pada baris df (degreeof freedom) n-2, yaitu sebesar 133-2 = 131 sehingga akan diperoleh nilai r table sebesar 0,170 (Ghozali, 2002). Atau apabila nilai korelasi r hitung lebih besar dari angka kritis sebesar 0,170 maka pernyataan dalam kuesioner dinyatakan signifikan / valid.
Kriteria valid apabila korelasi masing-masing skor pernyataan dengan skor total menunjukan hasil yang signifikan (kurangdari 0,05) maka kuesioner dikatakan valid. Hasil pengujian validitas ditunjukkan pada Tabel 4.2 dibawah ini.
Tabel 4.2 Hasil Uji Validasi
Sumber : Lampiran
Berdasarkan hasil perhitungan r hitung yang merupakan koefisien korelasi, dibandingkan dengan tingkat signifikasi setiap pernyataan responden adalah di bawah 0,05 sehingga bisa di ambil kesimpulan bahwa semua item pernyataan adalah valid. Dengan demikian setiap item pernyataan responden di dalam kuesioner memiliki konsistensi internal dan dinyatakan valid.
Variabel r hitung (KoefisienKorelasi) Signifikasi r tabel Keterangan
X1.1 0.716 0.000 0.170 Valid
X1.2 0.594 0.000 0.170 Valid
X1.3 0.629 0.000 170 Valid
X1.4 0.693 0.000 0.170 Valid
X1.5 0.596 0.000 0.170 Valid
X1.6 0.514 0.000 0.170 Valid
X2.1 0.543 0.000 0.170 Valid
X2.2 0.590 0.000 0.170 Valid
X2.3 0.558 0.000 0.170 Valid
X2.4 0.523 0.000 0.170 Valid
X2.5 0.581 0.000 0.170 Valid
X2.6 0.574 0.000 0.170 Valid
Y1 0.647 0.000 0.170 Valid
Y2 0.713 0.000 0.170 Valid
Y3 0.530 0.000 0.170 Valid
Y4 0.774 0.000 0.170 Valid
Y5 0.485 0.000 0.170 Valid
Y6 0.414 0.000 0.170 Valid
4.3.2 Uji Reabilitas
Untuk menguji reliabilitas dilakukan dengan cara mencari angka reliabilitasnya dari butir-butir pernyataan dalam kuesioner dengan menggunakan rumus standardiced Item Alpha. Setelah diperoleh nilai α, di dalam kuesioner jumlah butir pertanyaan antara 30 pertanyaan, sehingga nilai kritis reliabilitas dapat ditemukan sebesar 0,60 (Ghozali, 2005) sehingga dapat dikatakan reliable jika nilai α > angka kritis reliabilitas. Hasil pengujian reliabilitas dapat ditunjukkan pada Tabel 4.3 dibawah ini.
Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Nilai α Reliabilitas Keterangan
1 X1 0,681 0,600 Reliabel
2 X2 0,621 0,600 Reliabel
Y Y 0,640 0,600 Reliabel
Sumber : Lampiran
Berdasarkan Tabel 4.3 terlihat bahwa semua nilai α lebih besar dari nilai angka kritis reliabilitas sebesar, sehingga semua butir pertanyaan dapat dipercaya dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
4.3.3 Uji Regresi Linear Berganda
Setelah melalui tahap analisis statistic deskriptif guna memperoleh gambarannya tentang variabel yang diteliti, selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis lebih lanjut dalam tahap analisis statistik inferensial.
Adapun alat statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Analisis regresi linear berganda berkaitan dengan studi ketergantungan suatu variable dependen pada satu atau lebih variable independen dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variable independen terhadap variable dependen. Hasil analisis regresi linear berganda antara variable independen yaitu kualitas produk dan kualitas layanan serta variable dependen kepuasan nasabah yang ditunjukkan pada Tabel 4.4dibawah ini.
Tabel 4.4 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Variabel
Koefisien
B Std. Error
Konstanta 14.017 3.332
X1 1.162 0.096
X2 1.271 0.106
Sumber : Lampiran
Berdasarkan koefisien regresi pada Tabel 4.4 maka persamaan regresi yang dibentuk adalah sebagai berikut:
Y = 14,017 + 1,162X1 + 1,271X2 A. Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi digunakan untuk menentukan seberapa besar variabel independent dapat menjelaskan variable dependen. Kelemahan mendasar penggunaan koefisiendeterminasi adalah bias terhadap jumlah variable independen yang dimasukan kedalam model (Putri,2010).
Tabel 4.5 Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .277a .077 .062 2.173
a. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1
Sumber : Lampiran
Tabel 4.5 dalam model summary menunjukkan bahwa nilai adjusted R2 sebesar 0,077 atau 7,7%. Hal ini berarti bahwa variabel independent kualitas produk dan layanan mampu menjelaskan variable dependen yaitu kepuasan nasabah sebanyak 7,7%. Sedangkan sisanya 92.3% dijelaskan oleh factor atau variabel lain yang tidak diketahui dan tidak termasuk dalam analisis regresi ini.
B. Uji t
Uji t dilakukan untuk mengintrepretasikan hasil analisis regresi berganda.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independent berpengaruh terhadap variable dependen secara signifikan dan secara parsial. Hasil analisis regresi berganda adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan layanan terhadap kepuasan nasabah.
Tabel 4.6 Hasil Uji Parsial t Variabel
Koefisien
Signifikansi Α
B Std. Error t Tabel
Konstanta 14.017 3.332 0.000 1.978 0.05
X1 1.162 0.096 0.042 1.978 0.05
X2 1.271 0.106 0.012 1.978 0.05
Sumber : Lampiran 11
Berdasarkan Tabel 4.6 diatas, dengan uji t (dalam hal ini untuk menguji pengaruh secara parsial) diperoleh hasil yang dapat dinyatakan sebagai berikut : a. Variabel kualitas produk dalam kepuasan nasabah memiliki tingkat signifikansi
(sig t) sebesar 0,042. Nilai ini kurang dari α (=0,05), maka Ho ditolak yang berarti secara parsial variable kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah.
b. Variabel kualitas layanan memiliki tingkat signifikansi (sig t) sebesar 0,012.
Nilai ini kurang dari α (=0,05), maka Ho ditolak yang berarti secara parsial variabel kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah.
Berdasarkan hasil uji t maka koefisien-koefisien persamaan regresi linear berganda dapat diartikan sebagai berikut :
a. Variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan. Artinya setiap peningkatan atau penurunan variable kualitas produk satu satuan berpengaruh terhadap kepuasan nasabah sebesar 1,162.
b. Variabel kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan artinya setiap peningkatan variable kualitas layanan sebesar satu satuan berpengaruh terhadap peningkatan atau penurunan kepuasan nasabah sebesar 1,271.
C. Uji F
Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan terhadap variable dependen yaitu kepuasan nasabah secara simultan. Apabila Ho: b1 :b2 : bk = o ; maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya secara simultan kualitas produk dan kualitas layanan tidak
mempunyai pengaruh terhadap kepuasan nasabah di Bank Sulselbar Jeneponto. Jika Ho ditolak dan Ha diterima berarti kualitas layanan dan kualitas produk secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan nasabah di Bank Sulselbar Jeneponto.
Menurut Pardede (2014) uji F dapat digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan variable bebas terhadap variable terikatnya. Jika variable bebas memiliki pengaruh secara simultan terhadap variable terikatnya (Y), uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi nilai Fhitung > Ftabel maka model yang dirumuskan sudah epat. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka dapat diartikan bahwa mode regresi sudah tepa tartinya berpengaruh secara bersama, dengan melihat Ftabel = f(k; n – k ), F = (4 ; 133 – 4 ), Ftabel= (2;129) = 3, 07 dengan tingkat kesalahan 5%.
Uji F yang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.16 dibawah ini.
Tabel 4.7 Hasil Uji F
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 50.928 2 25.464 5.391 .006b
Residual 614.064 130 4.724
Total 664.992 132
a. Dependent Variable: TOTAL_Y
b. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1
Sumber : Lampiran
Berdasarkan hasil pengujian pada table di atas dapat dilihat pada nilai Fhitung
sebesar 5.391 dengan nilai Ftabel adalah 3,07 sehingga Fhitung > Ftabel atau 5.391 >
3,07 dan tingkat signifikan 0,006 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima maka dapat diambil kesimpulan bahwa variable kualitas produk dan kualitas layanan
secara simultan berpengaruh positf dan signifikan terhadap kepuasan nasabah di Bank Sulselbar Jeneponto.