• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen Prongram Studi : Ilmu Administrasi Negara (Halaman 59-72)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Kualitas pelayanan berbasis teknologi informasi di kantor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan kabupaten Gowa, dapat diketahui dengan menggunakan 5 dimensi kualitas pelayanan publik yang dikemukakan oleh Zeithahaml, Parasuraman & Berry, yaitu bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphty). Selain itu peneliti juga meneliti apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat Kualitas pelayanan berbasis teknologi informasi di kantor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan kabupaten Gowa.

1.Bukti langsung ( Tangible)

Bukti fisik ( tangible ) dalam kualitas pelayanan adalah bentuk aktualisasi nyata secara fisik dapat terlihat atau digunakan oleh pegawai sesuai dengan

penggunaan serta pemanfaatannya dalam hal ini berupa fasilitas serta media komunkasi. Untuk mengukur dimensi bukti fisik dalam upaya mengetahui kualitas pelayanan dapat diukur melalui indikator sebagai berikut :a.Fasilitas

Bentuk dari fasilitas fisik dapat dilihat melalui perlengkapan yang dimiliki oleh penyedia jasa layanan dalam melayani masyarakat. Fasilitas fisik yang dimiliki oleh kantor Sekretariat Daerah kabupaten Gowa yaitu dengan tersedianya perlengkapan seperti computer,TV dan kipas angin sebagai bentuk fasilitas nyata terlihat yang bertujuan untuk dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sehingga membuat persepsi positif dari masyarakat terhadap pemerintah daerah Kabupaten Gowa dalam melayani berbagai pengaduan, aspirasi ataupun keluhan yang dilakukan masyarakat berbasis teknologi informasi. Fasilitas merupakan faktor penting dalam proses pelayanan karena suatu pelayanan dapat diukur melalui fasilitas nyata terlihat yang diberikan oleh penyedia layanan kepada masyarakat pengguna layanan tersebut. Aparatur tim admin pengelola lapor dalam rangka menciptakan pelayanan yang baik terhadap masyarakat dapat dilihat dari segi fasilitas melalui upaya-upaya yang dilakukan oleh aparatur yang ditunjukan kepada masyarakat dengan menyediakan komputer maupun laptop untuk melayani penampungan pengaduan masyarakat di Kabupaten Gowa, untuk menginput data pengaduan keluhan masyarakat pelanggan dan software lain untuk menambah aplikasi baru pada tampilan lapor serta jaringan internet untuk mendukung pelaksanaan pelayanan yang tepat.

Jaringan internet merupakan upaya dari Sekretrariat Daerah Kabupaten Gowa untuk menghindari proses pelayanan yang memakan waktu dalam menanggapi

pengaduan maupun aspirasi yang dilakukan masyarakat pelanggan melalui lapor.Laptop dan alat pendukungnya adalah usaha yang dilakukan oleh aparatur Sekretariat Daerah Segala perangkat fasilitas ini ditujukan agar masyarakat pelanggan merasa nyaman dalam berurusan dengan hal yang berkaitan dengan layanan-layanan yang digunakan dalam mengadukan keluhan pelayanan.

Hal ini sesuai dengan pernyataan SR selaku kepala bidang pelayanan, mengatakan bahwa:

“Kami menggunakan laptop untuk mempermudah pelayanan dalam melakukan tugas, laptop kantor yang di pakai menggunakan wifi kantor bappeda gowa, selain itu kami juga memakai handphone untuk mengelola informasi media sosial dan sebagai media koordinasi admin dan laporan ke pimpinan daerah. Dan menurut saya ini sudah memadai dengan menggunakan teknologi informasi”. (Wawancara tanggal 25 maret 2021).

Selanjutnya NY selaku kepala sub bidang pelayanan BPHTB, mengatakan bahwa:

“Fasilitas yang disediakan dikantor,yang pertama ada wifi,yang kedua fasilitas lainnya seperti kipas angin serta ketika pengguna pelayanan publik itu datang langsung maka kami sediakan ruangan 1khusus untuk pengaduan”. (Wawancara tanggal 25 Maret 2021).

Selain itu peneliti juga mewawancarai NS selaku Ka.sub. Bagian umum dan kepegawaian, mengatakan bahwa :

“Intinya dalam proses fasilitas pelayanan kami usahakan memberikan yang terbaik berbasis teknologi informasi, jadi saya biasanya menggunakan komputer

dengan HP, tapi karena keterbatasan jika menggunakan HP maka saya memakai komputer atau di laptop sesuai dengan pemda Gowa tentang pelanan berbasis teknologi informasi BPHTB Di kantor Bappeda Gowa. (Wawancara tanggal 26 Maret 2021).

Hal ini juga dikatakan oleh NH selaku masyarakat yang mendapatkan pelayanan di Kantor Bappeda Gowa mengatakan bahwa :“Setelah kantor ini di renovasi proses pelayanannya semakin baik dan lancar dan kami tidak terlalu capek menunggu”. (Wawancara tanggal 25 Maret 2021).

Menurut hasil wawancara peneliti dengan beberapa tim pelayanan Bappeda di Kabupaten Gowa dijelaskan bahwa aparatur selalu mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat yaitu dengan pemberian fasilitas fisik seperti perangkat komputer serta jaringan internet indihome yang berkapasitas 40 mbps untuk menampung aspirasi pengeluhan masyarakat pelanggan atas pelayanan yang diberikan, sehingga proses pelayanan dapat berjalan dengan baik sehingga apa yang dikeluhkan masyarakat tersampaikan dan tidak menimbulkan kesalahpahman dan ketidakefektifan dalam melayani masyarakat secara efisien.

Hasil observasi yang dilakukan peneliti juga menunjukkan bahwa fasilitas yang dimiliki Kantor Bappeda Kabupaten Gowa ini sudah memadai, berupa perangkat komputer yang ada di dalam ruangan dan handphone,selain itu jaringan internet yang digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat berbasis teknologi informasi dalam pelayanan BPHTB. Hal ini terlihat dari akses cepat dari jaringan internet yang digunakan aparatur dalam melayani masyarakat secara efisien teratur dan terarah dengan baik sehingga informasi pengaduan kepada bidang

terkait pengaduan yang dilakukan masyarakat lebih cepat untuk ditindak lanjuti.

b.Media Komunikasi Media komunikasi yang tersedia merupakan salah satu unsur yang harus terpenuhi. Media komunikasi dibutuhkan aparatur dalam rangka menunjang kinerja, media komunikasi seperti alat-alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Media komunikasi adalah salah satu unsur besar untuk meyakinkan masyarakat pelanggan agar mengubah sikap dan perilakunya terhadap pelayanan yang diberikan dalam hal ini diarahkan untuk mendorong kita menggunakan jasa pelayanan yang dapat diketahui melalui media komunikasi seperti brosur, koran dan media massa lain seperti iklan di televisi, koran dan radio. Sebagai penyampaian pesan melalui media, pada biro iklan, pemancar televisi, atau berbagai bidang lain yang berkaitan dengan materi komunikasi 2. Kehandalan (Reliability) Kehandalan adalah setiap pegawai memiliki kemampuan yang handal, mengetahui seluk beluk prosedur kerja, memperbaiki berbagai penyimpangan yang tidak sesuai dengan prosedur kerja dan mampu mengarahkan, menunjukkan arahan yang benar kepada setiap bentuk pelayanan yang belum dimengerti oleh masyarakat. Kehandalan dalam pemberian pelayanan dapat terlihat dari kehandalan memberikan pelayanan sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki serta mengusai bidang kerja yang diterapkan. Adapun indikator keandalan yaitu sebagai berikut :a.Kecermatan pegawai dalam melayani pengguna layanan Kecermatan pegawai dalam melayani pengguna layanan sangat penting bagi proses pelayanan. Jika pegawai tidak cermat dalam melayani maka akan terjadi kesalahan dan dapat menimbulkan pekerjaan baru. Aparatur yang melaksanakan diharapkan oleh masyarakat untuk dapat memberikan pelayanan-

pelayanan yang akurat baik itu berupa informasi ataupun yang lainnya yang berkaitan dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Maka dari itu pegawai harus cermat dalam mengerjakan tanggung jawab khususnya yang berkaitan dengan pelayanan agar tercipta pelayanan yang baik dan juga masyarakat akan menilai baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pegawai kantor Bappeda Kabupaten Gowa sudah cermat atau teliti.Dalam melaksanakan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang melakukan pengaduan keluhan aparatur menanggapi keluhan yang dilakukan masyarakat dengan akurat yaitu dengan meminta masyarakat untuk melengkapi semua hal mulai dari nama pelapor, isi laporan, lokasi serta bukti jika diperlukan dari masyarakat tersebut. Upaya tersebut dilakukan oleh aparatur yang mengendalikan agar tidak terjadi kesalahan dalam berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik. Menurut NH selaku pengguna layanan yang peneliti wawancarai, mengatakan bahwa:

“Pegawai disini saya rasa sudah cermat, karena saya pernah melapor dan pejabat disana mengembalikan laporan lagi kepada saya karena data yang saya masukan tidak lengkap, dan menurut saya itu adalah bentuk kecermatan pegawai agar nanti ketika aparatur turun lapangan tidak lagi mengalami kesalahan dalam penanganan“.(Wawancara tanggal 25 Maret 2021).

Pernyataan senada juga di perkuat NS selaku Kepala Sub. Bagian umum :

“Sebagai pegawai Bappeda dalam bidang umum kami mengusahakan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dalam proses pelayanan di kantor kami baik BPHTB, PBB dan lain-lain karena kepentingan masyarakat

menjadi prioritas kami apalagi sistem kami sudah diperbaharui menjadi lebih baik dari tahun ke tahun dan sekarang menerapkan pelayanan teknologi informasi BPHTB untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang cepat dan baik”. (Wawancara tanggal 26 Maret 2021).

Hasil observasi yang telah dilakukan peneliti di lapangan didapatkan data bahwa, aparatur selalu meminta masyarakat yang melakukan pengaduan keluhan maupun aspirasi berbasis pelayanan yang telah diberikan dan memberikan penilain terhadap proses pelayanan yang diterima berdasarkan ketentuan yang ada. Ketentuan yang harus diisi tersebut berguna agar proses pelayanan dapat berjalan dengan akurat terhadap masyarakat, hal tersebut harus dilaksanakan agar komuniksi antara tim pengelola data masyarakat di Bappeda dengan pejabat penghubung sertat aparatur terkait pengaduan yang dilakukan masyarakat dapat terselenggara dengan tepat sasaran dan akurat tanpa terjadi kesalahpahaman antara aparatur dengan aparatur terkait proses pelayanan ataupun pengaduan yang dilakukan masyarakat tersebut. Keahlian Pegawai dalam melakukan proses pelayanan Keahlian pegawai dalam melayani masyarakat juga sangat di perlukan sehingga proses pelayanan lebih cepat dan tidak mengandalkan orang lain.Kemampuan dalam melaksanakan pelayanan yang berorientasi kepada masyarakat didapat melalui pembinaan diklat dan pelatihan yang dilakukan demi menciptakan aparatur yang handal. Sebelum diterjunkan langsung ke lapangan kerja para aparatur harus mempunyai kematangan terlebih dahulu dalam bidang yang akan dipertanggung jawabkan.

Hal ini bertujuan untuk menimbulkan rasa nyaman dari masyarakat terhadap layanan-layanan yang diberikan. Kemampuan yang diberikan oleh aparatur yang mempunyai pengetahuan yang mencukupi terhadap masyarakat yang melakukan pengaduan keluhan dengan pelayanan yang tidak pernah keliru dalam menilai permasalahan yang menjadi kendala dalam proses pemberian layanan.

3.Ketanggapan (Responsiviness)Ketanggapan (Responsiviness) yaitu sikap tanggap pegawai didalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan dan dapat menyelesaikan pelayanan dengan cepat sesuai dengan jangka waktu yang telah dijanjikan. Kecepatan pelayanan yang diberikan ini merupakan sikap tanggap dari pegawai dalam memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Adapun indikatornya yaitu sebagai berikut :a.Merespon setiap pengguna layananAdapun upaya yang dilakukan oleh aparatur dalam mewujudkan penyelengaraan pelayanan ini dengan mengaplikasikan SOP yang telah di sepakati yang sesuai peraturan yang telah diterapkan bertujuan untuk memberikan membantu masyarakat yang mendapatkan masalah dalam layanan-layanan yang diberikan yang dapat diakses selama 24 jam oleh masyarakat sebagai bentuk respon aparatur dalam membantu masyarakat pengguna layanan jasa yang diberikan .Seperti yang dikatakan NY selaku kepala sub.bidang pelayanan BPHTB bahwa:

“Tetap kita layani,ketika informasi dari admin kabupatenmasuk ke OPD khususnya Dinas BPHTB maka kami langsung merespon walaupun bukan pada jam kerja tetapi selalu diusahakan ontime, tindak lanjut yang pertama yaitu saya selaku penghubung merespon terlebih dahulu kemudian saya koordinasikan melalui WA kepimpinan untuk menyampaikan bahwa ada aduan yang masuk

dengan masalah seperti ini, dan pimpinan akan cepat memberikan informasi kepada kepala bidang yang bersangkutan”. (Wawancara tanggal 25 Maret 2021).Adapun wawancara peneliti dengan masyarakat mengenai ketangapan yang dilakukan aparatur. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada Bapak mengatakan bahwa :

“Ketika saya melakukan pegaduan langsung ada respon, sehingga masyarakat tidak harus datang langsung ke kantor untuk mencari informasi ataupun melakukan pengaduan keluhan”. (Wawancara tanggal 25 maret 2021).

Hal tersebut senada dengan pernyataan HD selaku TK.1 Bappeda mengatakan bahwa:“Ya tetap kami layani walaupun itu hari ahad dan bukan jam kerja misalnya jam kerja kami dari pukul 07:30 sampai pukul 16:00, ketika ada pengaduan yang masuk tetap ditangani dan tetap kami tindak lanjuti”.

(Wawancara tanggal 22 Maret 2021).

Hasil observasi yang dilakukan peneliti di lapangan didapatkan data bahwa daya tanggap telah dilakukan oleh aparatur dengan baik yaitu dengan membuka pelayanan melalui website resmi Bappeda, instagram, twitter, facebook bahkan sms selama 24 jam meskipun bukan pada jam kerja tetapi tetap ditanggapi oleh aparatur atau tim pengelola. Pegawai melakukan pelayanan dengan cepat Pengguna layanan akan merasa puas ketika pegawai layanan melakukan proses layanan dengan cepat dan tepat. Tepat dalam arti pegawai memberikan pelayanan sesuai dengan dengan keperluan pengguna layanan sehingga apa yang menjadi keperluan yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik.

4.Jaminan ( Assurance )Jaminan yang diberikan penyedia layanan berkaitan dengan kemampuan penyedia layanan memberikan rasa kepercayaan yang tinggi kepada pengguna layanan. Jika pengguna layanan sudah diberikan jaminan terkait pelayanan, maka akan menumbuhkan kepercayaan penggunalayanan kepada pemberi layanan, dalam hal ini pemberi layanan memberikan jaminan tepat waktu dalam pelayanan. Peneliti juga mewawancarai HD selaku Pembina TK.1 Bappeda Kabupaten Gowa, yang mengatakan bahwa :

“Selama proses pelayanan yang masuk itu diverifikasi dulu oleh admin kabupaten, apabila tidak ada faktor yang menghambat misalkan tidak ada tunggukan pemabayarn dari tahun sebelumnnya maka kami akan proses dengan cepat dan memberikan jaminan bahwa kami akan tindak lanjut sesuai dengan SOP di kantor kami dengan kepuasan masyarakat menjadi prioritas dan apabila ada kesalahan dari kami maka kami akan perbaiki dengan cepat tanpa menganggu aktivitas masyarakat selanjutnya..“.(Wawancara tanggal 22 Maret 2021)..

Peneliti juga mewawancarai NH selaku penerima layanan yang mengatakan bahwa:“Untuk jaminan waktunya itu sudah sesuai dengan yang di janjikan karena saya memiliki aktivitas yang lain yang harus saya lakukan jadi saya butuh pelayanan yang baik dan cepat supaya pekerjaan saya tidak terganggu dan Alhamdulillah dari tahun sebelumnya dan sampai sekarang pelayanannya semakin baik dan lancar.“.( Wawancara tanggal 26 Maret 2021).

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti bahwa untuk jaminan ketepatan waktu dalam pelayanan ini sudah cukup baik hanya saja ada beberapa pengguna yang bandel atau pejabat yang tidak sesuai ekspektasi dimana lamabt

mengimput data-data dari masyarakat yang sudah membayar jadi perlu cukup waktu untuk menyelesaikannnya.

5.Empati (Emphaty)Indikator emphaty ( Emphaty) adalah perhatian yang dilaksanakan secara pribadi atau individu terhadap pengguna layanan. Untuk mengukur dimensi empati dalam upaya mengetahui kualitas pelayanan dapat diukur melalui indikator sebagai berikut :Kemudahan dalam berkomunikasi dengan masyarakat merupakan suatu hal yang wajib dijalankan oleh aparatur, Kemudahan dalam berkomunikasi adalah cara aparatur dalam beradaptasi denganlingkungan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan yang baik.

Pemanfaatan sarana dan prasarana yang baik akan mencerminkan kualitas pelayanan yang baik pula. Timbulnya persepsi positif dari masyarakat mengenai kemudahan dalam berhubungan dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang disediakan oleh penyedia jasa layanan.

Timbulnya persepsipositif dari masyarakat mengenai kemudahan dalam berkomunikasi dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang disediakan oleh penyedia jasa layanan. Seiring dengan berkembang kemajuan teknologi pemanfaaatan sarana teknologi telah menjadi budaya masyarakat dalam berkomunikasi dan lain sebagainya. Sebagai instansi pemerintah yang berorientasi kepada pelayanan publik dihadapkan pada segala bentuk cara untuk memberikan pelayanan yang bersifat mengikuti perkembangan jaman. Berhubungan dengan kemajuan teknologi, kualitas pelayanan publik yang baik adalah melakukan inovasi dan kreatifitas dalam penciptaan pelayanan yang memudahkan masyarakat. Website adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi yang mudah

dimengerti dan dipahami oleh masyarakat. Penggunaan website sebagai media informasi dan komunikasi telah banyak dilakukan oleh banyak instansi yang berorientasi kepada pelayanan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah yang telah melaksanakan kegiatan tersebut yang bertujuan memudahkan dalam berhubungan atau berkomunikasi antara masyarakat dengan aparatur ..Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan NH masyarakat pengguna lapor yang mengatakan bahwa :

“Adanya sistem berbasis teknologi yang telah di canangkan oleh pemkab Gowa ini memang sangat membantu untuk berkomunikasi dengan pegawai, khususnya untuk melakukan pelayanan dan mencari informasi sehingga kita tidak diharuskan datang langsung ke kantor untuk mencari informasi ataupun untuk menyampaikan pengaduan”. (Wawancara tanggal 26 Maret 2021).

Wujud empati pemerintah dapat dilihat dari bagaimana pemerintah selalu mengusahakan untuk memudahakan masyarakat dalam berkomunikasi dengan memberikan wadah untuk melakukan pengaduan dari berbagai macam masalah yang dihadapi masyarakat mulai dari masalah pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pendidikan dst.

Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat pelayanan publik berbasis teknologi informasi yaitu sebagai berikut:1.Faktor Pendukung Pada setiap pelayanan tentunya harus ada hal-hal yang dapat membuat kenyamanan bekerja agar mendapatkan hasil yang maksimal. Menurut Tjiptono (2011:185), mengungkapkan ada beberapa faktor yang dapat memperlancar pelayanan yang berkualitas. Faktor yang digunakan yaitu komunikasi internal antar pimpinan

dengan pegawai lainnya berupa koordinasi yang baik satu sama lain serta sumber daya manusia yang memadai dengan dilakukannya pelatihan kepada pegawai yang terlibat sebagai pengelola pelayanan. Pernyataan ini sesuai hasil wawancara peneliti dengan NY selaku Kepala Sub Bagian umum yang mengatkan bahwa :

“Faktor yang mendukung pelayanan publik berbasis teknologi informasi antara lain komitmen pimpinan (Bupati Gowa) yang menginginkan setiap pelayanan harus sesuai dengan SOP yang tidak memerlukan waktu lama dalam proses layanan dan menanggapi semua keluhan masyarakat terkait masalah yang di hadapi serta pimpinan selalu memantau, alokasi anggaran pengelolaan pengaduan untuk melakukan bimbingan teknis, sosialisasi secara berkala, komitmen kepala perangkat daerah dan pejabat penghubung dalam menindaklanjuti pengaduan secara cepat dan tuntas, dan pemberian reward kepada pengelola terbaik”.

(Wawancara tanggal 25 Maret 2021).

Sedangkan faktor lain yang mendukung terwujudnya pelaksanaan pelayanan publik yang berkualitas yaitu pendukung sistem. Sesuai dengaan pernyataan SR bahwa :

“Kalau faktor yang mendukung menurut saya yang pertamaitu wifi karena jika jaringannya bagus makaresponnya juga akan cepat kemudian kedua dari pejabat yang bersangkutan,kalau dari pejabat cepat ditindaklanjuti maka sebagai pejabat penghubung juga akan cepat melaporkan hal itu”. (Wawancara tanggal 25 Maret 2021).

2.Faktor Penghambat Dalam pelayanan publik bukan hanya ada faktor yang mengdukung terciptanya pelayanan publik tetapi ada pula faktor yang

menghambat . Salah satu faktor yang menghambat yaitu sumber daya manusia, ketika sumber daya manusianya memiliki kompetensi yang baik maka akan tercipta pula pelayanan yang baik begitu pun sebaliknya . Hal ini sesuai dengan pernyataan SR yaitu:

“Menurut saya salah satu hal yang menghambat yaitu pejabat penghubungnya, apabila pejabat penghubung lambat menindaklanjuti,maka respontimenya juga akan lambat”.(Wawancara tanggal 25 Maret 2021).Adapun faktor lain yang menghambat yaitu seperti pernyataan NY selaku tim admin kabupaten bahwa :

“Faktor penghambat antara lain aplikasi kadang terganggu/eror, kurang tuntasnya hasil tindaklanjut pelayanan dan pengaduan kurang puas. serta tidak dilengkapi bukti pendukung hasil tindaklanjut pengaduan “. (Wawancara tanggal 26 Maret 2021)

Dalam dokumen Prongram Studi : Ilmu Administrasi Negara (Halaman 59-72)

Dokumen terkait