• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen skripsi - Admin Digital Library (Halaman 57-75)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

45

dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan baik itu himbauan, kebijakan, maupun regulasi.

Penyelenggara penanggulangan bencana secara khusus menjadi tanggungjawab pemerintah daerah dalam hal ini Perangkat Daerah kecamatan. Pada kasus penanganan Covid-19 di Kecamatan Somba Opu oleh Gugus Tugas Kecamatan Somba Opu telah berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Sehingga peran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Untuk mengetahui lebih jelas terkait peran pemerintah daerah dalam hal ini Perangkat Daerah Kecamatan dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu, berikut pernyataan dari informan A selaku Gugus tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020):

“Jadi kami melakukan pendekatan ke masyarakat bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk mengedukasi masyarakat bahwa terkait dengan adanya pandemik Covid-19 sekarang ini jangan ada dulu keluar rumah kalau tidak pentingji.

Memberikan pemahaman, kalau keluar rumahki wajib pakaiki masker”.

Berdasarkan wawancara tersebut dari informan A selaku Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020): menunjukkan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu melakukan pendekatan ke masyarakat bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk mengedukasi masyarakat bahwa terkait dengan adanya

pandemik Covid-19. Seperti pula pernyataan dari informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu (27 Juli 2020):

“Yang sudah dilaksanakan mulai dari yang pertama yang terpapar itu di evakuasi, baik evakuasi ke Hotel yang sudah di tentukan salah satunya Sisbel, kemudian ke Rumah sakit rujukan. Kemudian memberikan bantuan, baik dalam bentuk bantuan sembako, maupun bantuan tunai. Kemudian yang diisolasi ini, diisolasi mandiri kita adakan pengawasan. Lanjut yang meninggal kita bantu proses pemakamannya di Macanda berdasarkan atau sesuai protokol kesehatan Covid-19”.

Berdasarkan wawancara tersebut dari informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu (27 Juli 2020) tersebut menunjukkan bahwa upaya pemerintah telah berupaya memberikan bantuan, baik dalam bentuk bantuan sembako, maupun bantuan tunai.

Kemudian yang diisolasi mandiri diadakan pengawasan. Lanjut yang meninggal dibantu proses pemakamannya di macanda berdasarkan atau sesuai protokol kesehatan Covid-19. Hal serupa juga dikatakan oleh informan C selaku Lurah kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020):

“Jadi Gugus Tugas kecamatan itu di kecamatan itu ada Posko Covid-19 di Posko itu di lengkapi dengan beberapa tenaga-tenaga kesehatan yang mana mereka selalu berkordinasi dengan setiap RT dan RW di kelurahan apabila ada bencana Covid-19 di wilayah kelurahan”

Berdasarkan wawancara tersebut dari informan C selaku Lurah Kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa pemerintah telah berupaya selalu berkordinasi dengan setiap RT dan RW di Kelurahan apabila ada bencana Covid-19 di

wilayah kelurahan. Seperti pula pernyataan dari informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menyatakan sebagai berikut:

“Upaya-upaya yang dilakukan sampai saat ini masih sebatas pencegahan jadi melakukan edukasi ke masyarakat ke warga dari tingkat kecamatan ke tingkat kelurahan turun ke tingkat RW dan RT. Selalu melakukan edukasi terkait Covid-19 ini”.

Berdasarkan wawancara tersebut dari informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa pemerintah berperan melakukan edukasi ke masyarakat ke warga dari tingkat kecamatan ke tingkat kelurahan turun ke tingkat RW dan RT. Selalu melakukan edukasi terkait Covid-19.

Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan, bahwa peran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari peran pemerintah yang telah memiliki upaya bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk bertindak dan mengedukasi masyarakat terkait dengan adanya wabah Covid-19.

b. Peran Masyarakat

Peran serta masyarakat pada suatu organisasi atau lembaga pada saat bencana dapat mengurangi beban pemerintah daerah dalam hal ini Perangkat Daerah kecamatan selaku penanggungjawab urusan kebencanaan di tingkat kecamatan. Pada kasus penanganan Covid-19 di Kecamatan Somba Opu keterlibatan masyarakat dalam hal ini masyarakat Kelompok Kampung Rewako RW 11 Kelurahan Paccinongan Kecamatan Somba Opu berpartisipsi aktif dalam

penanganan Covid-19. Sehingga peran masyarakat Kampung Rewako dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Untuk mengetahui lebih jelas terkait peran masyarakat dalam hal ini masyarakat Kampung Rewako dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu, berikut pernyataan dari informan A selaku Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020):

“Keterlibatan semua masyarakat untuk saling memberikan informasi dan menjaga terkait dengan Virus Covid-19. Jadi masyarakat selalu memberi informasi kepada publik tentang adanya bencana wabah Covid-19 kita saling menjaga diantara kita”.

Pernyataan dari informan A selaku Gugus Tugas penanganan Covid- 19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020) menunjukkan bahwa masyarakat selalu memberi informasi kepada publik tentang adanya bencana wabah Covid-19. Hal serupa juga dikatakan oleh informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba opu (27 Juli 2020):

“Perannya cukup bagus karena disitu merupakan tempat kordinasi, Posko penanganan, Posko penyaluran sembako kemudian disitu ada juga tempat pelatihan kerajinan seperti menjahit”.

Berdasarkan wawancara tersebut dari informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu (27 Juli 2020) menunjukkan bahwa peran masyarakat cukup bagus karena memiliki wadah Kampung Rewako sebagai kordinasi terkait wabah Covid-19.

Sama halnya pernyataan oleh informan C selaku Lurah Kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020):

“Jadi di kampung rewako itu kan ada tempat isolasi disana ada tempat pemeriksaan juga. Jadi apabila ada warga RW atau warga kelurahan yang terindikasi Covid-19 yang mana berada di dekat wilayah Kampung Rewako tentunya ada yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan. Itu berkordinasi dengan pihak Puskesmas Samata”.

Berdasarkan wawancara tersebut dari informan C selaku Lurah Kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa peran masyarakat Kampung Rewako yang berkordinasi dengan pihak Puskesmas setempat, apabila ada warga RW atau warga kelurahan yang terindikasi Covid-19 yang mana berada di dekat wilayah Kampung Rewako segera berkordinasi dengan pihak Puskesmas. Hal serupa juga dikatakan oleh informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020):

“Peran masyarakat di Kampung Rewako dalam penanganan Covid-19 ini sangat aktif dimana jika terjadi ada salah satu warga terpapar Covid-19 ini kita bergotong royong membantu dalam hal ini kita membantu dari segi moril dan materil agar warga tersebut dapat melewati masa-masa isolasinya”.

Berdasarkan wawancara tersebut dari informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa peran masyarakat Kampung Rewako sangat aktif apabila ada salah satu warga terpapar Covid-19 masyarakat Kampung Rewako bergotong royong membantu dalam hal membantu dari segi moril dan materil agar warga tersebut dapat melewati masa-masa isolasinya.

Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana penanggulangan bencana wabah Covid-19 dalam hal ini prosedur atau panduan dalam menghadapi wabah Covid-19. Berdasarkan observasi peneliti di Posko Kampung Rewako RW 11 Kelurahan Paccinongan (22 Juli 2020) berikut hasil dokumentasi:

Gambar 4. Informasi panduan dalam menghadapi wabah Covid-19 Berdasarkan dokumentasi tersebut (22 Juli 2020) menunjukkan bahwa prosedur atau panduan dalam menghadapi wabah Covid-19 sebagai berikut:

1). Panduan dalam menghadapi wabah Covid-19: a). membuat sistem komunikasi warga, bisa melalui Whatsapp, SMS, atau Aplikasi

komunikasi lainnya. b). membuat peraturan yang perlu dilaksanakan bagi keselamatan masyarakat, terutama mengenai: larangan berkumpul, larangan melakukan acara di wilayah, larangan lain mengenai keselamatan dan keamanan warga secara sosial dan fisik, serta disertai sanksi yang disetujui bersama-sama pengurus RT dan warga. c). melakukan komunikasi yang cepat ketika terjadi sebuah insiden apapun di wilayahnya. d). menunjuk warga atau meminta kesukarelawan warga untuk menjadi penanggung jawab bidang tertentu. e). bidang yang diperlukan, bidang komunikasi, kesehatan, tanggap darurat, logistik, dan keamanan.

2). Tugas RT

a). Membentuk sistem komunikasi warga

b). Membentuk Satgas dan penanggung jawab per bidang c). Mengeluarkan peraturan untuk keselamatan warga

d). Memastikan komunikasi dilakukan kepada seluruh masyarakat e). Memastikan komunikasi terkait warga dengan status ODP dan

PDP tidak membuat warga terkait menjadi malu f). Mencegah timbulnya stigma sosial

3). Tugas penanggung jawab komunikasi

a). Membuat dan menyebarkan poster tentang Covid-19

b). Mengumpulkan semua nomor telepon penting (Ambulans, Dokter, Hotline Covid-19) dan memastikan semua warga juga memilikinya

c). Memberikan informasi yang tepat, akurat dan tanpa stigma kepada seluruh apabila ada warga yang menjadi ODP atau PDP d). Memastikan semua warga paham aturan RT terkait kewaspadaan

Covid-19

e). Memonitoring kondisi warga f). Mencegah timbulnya stigma sosial 4). Tugas bagian keamanan

a). Memastikan semua aturan RT yang telah disepakati dan dikomunikasikan ditegakkan secara konsisten

b). Mengatur cara untuk menyaring orang yang masuk ke wilayah c). Membentuk satuan penjagaan sukarela dengan jumlah anggota 2

orang per kelompok, untuk melakukan ronda keliling. Jumlah kelompok bisa disesuaikan dengan besaran wilayah

d). Membuat jadwal pemeriksaan wilayah secara rutin sesuai kebutuhan

e). Membangun komunikasi terhadap aparat setempat, Ambulans maupun Rumah sakit terdekat demi membantu mengatasi bila terjadi insiden

f). Menyiapkan alat keamanan yang dibutuhkan seperti senter, sistem alarm, dan lainnya

g). Menegakkan sanksi sosial yang mudah disepakati bersama apabila ada pelanggaran

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dari semua informan, dapat disimpulkan bahwa peran masyarakat Kampung Rewako dalam keterlibatan penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari peran masyarakat Kampung Rewako yang telah memiliki upaya berkordinasi dengan pihak Puskesmas apabila diduga ada warga yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan pernyataan dari pihak pemerintah kecamatan selaku Gugus Tugas penanganan wabah Covid-19 bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu melakukan pendekatan ke masyarakat bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk mengedukasi masyarakat bahwa terkait dengan adanya pandemik Covid-19. Pemerintah telah berupaya selalu berkordinasi dengan setiap RT dan RW di kelurahan apabila ada bencana Covid-19 di wilayah kelurahan. Berdasarkan dari pernyataan yang telah di jelaskan oleh pihak pemerintah Kecamatan Somba Opu. Hal tersebut serupa dengan pernyataan dari pihak anggota Kelompok Kampung Rewako bahwa pemerintah berperan melakukan edukasi ke masyarakat ke warga dari tingkat kecamatan ke tingkat kelurahan turun ke tingkat RW dan RT. Selalu melakukan edukasi terkait Covid-19.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dari beberapa informan tersebut, bahwa peran pemerintah daerah dan peran masyarakat dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Hal tersebut dilihat dari peran masing-masing, peran

pemerintah yang telah memiliki upaya bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk bertindak dan mengedukasi masyarakat terkait dengan adanya wabah Covid-19. Sedangkan peran masyarakat Kampung Rewako yang telah memiliki upaya berkordinasi dengan pihak puskesmas apabila diduga ada warga yang terpapar Covid-19.

Penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa tidak semata memerlukan kepedulian dari pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah Kecamatan Somba Opu.

Namun juga peran dari masyarakat setempat yang menjadi wilayah dengan kasus Covid-19 terbanyak. Masyarakat mesti ikut berperan aktif dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19. Kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 amat diperlukan terutama di Kelurahan Paccinongan Kecamatan Somba Opu yang menjadi episentrum wabah Covid-19 di Kabupaten Gowa.

Peneliti menggunakan teori Soekanto (Paramita: 2016) untuk mengetahui lebih dalam bentuk kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dibutuhkan indikator untuk menakar kerjasama, menurut Soekanto (Paramita: 2016) mengemukakan bentuk kerjasama, yaitu: (1). Kerukunan yang meliputi beberapa indikator yaitu gotong royong dan tolong menolong;

(2). Koalisi yang meliputi beberapa indikator yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih dan tujuan yang sama; (3). Usaha patungan (Joint venture) yang meliputi beberapa indikator yaitu kerjasama dalam usaha bersama-sama.

2. Bentuk Kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Non-alam

a. Kerukunan

Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong, yakni pemerintah daerah dan masyarakat Kecamatan Somba Opu kerja berdampingan secara damai dan melaksanakan kerjasama secara bersama-sama. Kerukunan bisa ditunjukkan dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan masyarakat. Supaya mengetahui lebih jelas terkait dengan bentuk kerjasama meliputi kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong, yang bisa ditunjukkan dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan masyarakat. Berikut pernyataan dari informan A selaku Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020):

“Iya terdapat memang gotong royong kita harus gotong royong mengembalikan sifat ke gotong-royongan di tengah-tengah masyarakat kita kembalikan sifat gotong-royong masyarakat termaksud dalam hal penanganan, pemberian informasi terkait dengan Covid-19 dengan adanya wadah Kampung Rewako kita mengembalikan sifat kegotong-royongan masyarakat dengan adanya Kampung Rewako sebagai tempat aspirasi terkait dengan Covid-19’.

Berdasarkan wawancara tersebut menunjukkan bahwa pihak pemerintah menginginkan masyarakat untuk terlibat aktif dan bergotong royong dalam hal penanganan dan pemberian informasi terkait Covid-19.

Seperti halnya pernyataan dari informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu (27 Juli 2020):

“Ada gotong royong, waktu pembentukan Kampung Rewako kita sama-sama jalan saling kordinasi di Posko itu dengan Masyarakat sekitar Kampung Rewako”

Berdasarkan wawancara dari informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu (27 Juli 2020) menunjukkan bahwa dalam penanganan bencana Covid-19 terdapat aktivititas gotong royong, pernyataan tersebut sejalan dengan pernyataan dari informan C selaku Lurah kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020):

”Pasti ada gotong royong, namanya kita bekerja itu di masyarakat pasti ada gotong royong. Mulai dari dibangunnya Kampung Rewako sampai sekarang itu gotong royong masyarakat. Kemudiankan setiap malam mereka ronda itu bentuk gotong royong juga”

Pernyataan dari informan C selaku Lurah kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa terdapat aktivitas gotong royong dalam penanggulangan bencana Wabah Covid- 19. Mulai dari dibangunnya Kampung Rewako sampai sekarang terdapat gotong royong masyarakat. Lebih lanjut terkait kerukunan dalam penanganan Covid-19, informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menyatakan sebagai berikut:

“Iya secara bergotong royong untuk bisa menanggulangi masalah Covid-19 yang ada disetiap kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT sehingga tidak selalu mengharapkan pemerintah dalam hal ini dalam penanganan Covid-19. Bersama-sama bergotong royong untuk proses implementasi suatu program kegiatan.”.

Berdasarkan hasil wawancara dari informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa masyarakat selalu bergotong royong untuk bisa menanggulangi masalah Covid-19 yang ada disetiap kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT.

Berdasarkan hasil wawancara dari semua informan, bahwa dalam kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu terdapat kerukunan yang mencakup gotong royong. Hal tersebut dapat dilihat dalam bentuk kerukunan yang mencakup gotong royong, pemerintah berupaya mengembalikan sifat ke gotong-royongan di tengah-tengah masyarakat termaksud dalam hal penanganan, pemberian informasi terkait dengan Covid-19 dengan adanya wadah Kampung Rewako supaya mengembalikan sifat kegotong-royongan masyarakat, dengan adanya Kampung Rewako sebagai tempat aspirasi terkait dengan Covid-19.

b. Koalisi

Koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama, merupakan bentuk-bentuk kerjasama yang umumnya terdapat dalam sebuah kerjasama tim. Pada penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 diperlukan kerjasama meliputi koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama antara pemerintah daerah dan masyarakat agar dalam sebuah kegiatan penanggulanagan bencana bisa berjalan sesuai harapan. Supaya mengetahui lebih jelas terkait dengan bentuk kerjasama meliputi koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama, berikut pernyataan dari informan A selaku Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020):

“Pembentukan Kampung Rewako yang diperkasai oleh pihak Kepolisian dengan masyarakat adalah untuk mengembalikan sifat kegotong-royongan masyarakat terkait dengan penanganan Covid-19, sehingga melalui Kampung Rewako ini kita dapat mengedukasi masyarakat untuk bisa menghindari yang namanya Virus Covid-19”.

Berdasarkan wawancara tersebut menunjukkan bahwa pihak pemerintah bersama masyarakat membentuk wadah Kampung Rewako sehingga melalui Kampung Rewako dapat mengedukasi masyarakat untuk bisa menghindari Virus Covid-19. Sama halnya pernyataan dari informan C selaku Lurah kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020):

“Kampung Rewako itu terus terang inisiatif bapak Kapolres Gowa terus beliau bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Gowa jadi tujuan dari pembentukan Kampung Rewako itu terutama di RW 11 Kelurahan Paccinongan itu melihat situasi dan kondisi dimana pada saat kemarin terjadi PSBB dimana masyarakat kita khususnya di Kelurahan Paccinongan itu tentunya dengan berbagai status pekerjaan yang berbeda-beda itu biasanya mereka bekerja jadi tidak bekerja lagi”.

Berdasarkan dari informan C selaku Lurah Kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa Kampung Rewako itu inisiatif bapak Kapolres Gowa terus beliau bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Gowa, tujuan dari pembentukan Kampung rewako terutama di RW 11 Kelurahan sebagai wadah berkordinasi antara organisasi lain. Seperti halnya yang disampaikan oleh informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menyatakan sebagai berikut:

“Kampung Rewako ini untuk membuat masyarakat dapat mandiri dan secara bergotong royong untuk bisa menanggulangi masalah Covid-19 yang ada disetiap kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT”.

Pernyataan yang disampaikan oleh informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menunjukkan bahwa Kampung Rewako dibentuk untuk membuat masyarakat dapat mandiri dan secara bergotong royong untuk bisa menanggulangi masalah Covid-19 yang ada disetiap kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT. Sama halnya juga yang disampaikan oleh informan E selaku Sekretaris Kampung Rewako (29 Juli 2020):

“Kampung Rewako khususnya di RW 11 sebagai sarana untuk warga yang ada di sekitar wilayah RW 11 bisa melakukan penanganan dari tingkat RT RW”.

Berdasarkan hasil wawancara dari informan E selaku Sekretaris Kampung Rewako (29 Juli 2020) mengatakan bahwa Kampung Rewako dibentuk khususnya di RW 11 sebagai sarana untuk warga yang ada di sekitar wilayah RW 11 bisa melakukan penanganan dari tingkat RT RW.

Berdasarkan hasil wawancara dari semua informan, bahwa dalam kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu terdapat koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Hal tersebut dapat dilihat dalam bentuk koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama, pemerintah telah membentuk wadah masyarakat Kampung Rewako sebagai tempat kombinasi dan kordinasi

antara masyarakat, pemerintah setempat dan Puskesmas setempat dalam penanganan bencana wabah Covid-19 di Kelurahan Paccinongan.

c. Usaha patungan

Usaha patungan (Joint venture) yakni kerjasama dalam usaha bersama-sama merupakan bentuk-bentuk kerjasama yang umumnya terdapat dalam sebuah kerjasama tim. Pada penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 diperlukan kerjasama meliputi usaha patungan (Joint venture) yakni kerjasama dalam usaha bersama-sama antara pemerintah daerah dan masyarakat agar dalam sebuah kegiatan penanggulanagan bencana bisa berjalan sesuai harapan. Supaya mengetahui lebih jelas terkait dengan bentuk kerjasama meliputi usaha patungan (Joint venture) yakni kerjasama dalam usaha bersama-sama, berikut pernyataan dari informan A selaku Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020):

“Dengan adanya Kampung Rewako kita mengembalikan sifat kegotong-royongan masyarakat sebagai tempat aspirasi terkait dengan Covid-19”.

Berdasarkan hasil wawancara dari informan A selaku Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (27 Juli 2020) tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya Kampung Rewako untuk mengembalikan sifat kegotong-royongan masyarakat sebagai tempat aspirasi terkait dengan Covid-19. Berikut pula pernyataan dari informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu (27 Juli 2020):

“Waktu pembentukan Kampung Rewako kita sama-sama jalan saling kordinasi di posko itu dengan Kampong Rewako”

Berdasarkan wawancara dengan informan B selaku Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu (27 Juli 2020) tersebut menyatakan bahwa pembentukan Kampung Rewako secara bersama- sama saling kordinasi di posko di Kampong Rewako. Hal serupa pernyataan dari informan C selaku Lurah Kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020):

“Mulai dari dibangunnya Kampung Rewako sampai sekarang itu gotong royong masyarakat. Kemudiankan setiap malam mereka ronda itu bentuk gotong royong juga”.

Berdasarkan hasil wawancara dari informan C selaku Lurah kelurahan Paccinongan dalam wawancara pada (29 Juli 2020) mengatakan bahwa mulai dari dibangunnya Kampung Rewako sampai sekarang masyarakat bergotong royong . Hal serupa pernyataan dari informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menyatakan sebagai berikut:

“Untuk bisa menanggulangi masalah Covid-19 yang ada disetiap Kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT kami selalu bersama- sama dan berkordinasi. Sehingga tidak terlalu membebani pemerintah dalam hal ini dalam penanganan Covid-19 bersama-sama”.

Berdasarkan hasil wawancara dari informan D selaku Ketua Kampung Rewako (29 Juli 2020) menyatakan bahwa untuk bisa menanggulangi masalah Covid-19 yang ada disetiap Kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT kami selalu bersama-sama dan berkordinasi.

Berdasarkan hasil wawancara dari semua informan, bahwa dalam kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan

Dalam dokumen skripsi - Admin Digital Library (Halaman 57-75)

Dokumen terkait