• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Penelitian

Dalam dokumen skripsi - Admin Digital Library (Halaman 75-86)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Penelitian

Kerjasama merupakan suatu proses sosial, yang didalamnya terdapat kegiatan tertentu yang ditujukan agar menggapai tujuan bersama dengan saling memahami dan saling membantu terhadap kegiatan masing-masing. Kerjasama senantiasa melibatkan pembagian pekerjaan, dimana setiap orang mengerjakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya untuk tercapainya tujuan bersama. Menurut Charles Horton Cooley, kerjasama dapat timbul apabila setiap orang mengerti bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan tersebut melalui kerjasama, kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerjasama yang berguna (Abdulsyani, 2015).

Kerjasama berarti “rencana sukarela dimana dua atau tiga entitas atau orang terlibat di dalam pertukaran saling menguntungkan sebagai pengganti berkompetensi”. Dalam istilah sederhana, kerjasama memadukan ciri-ciri

koordinasi dengan berbagai sumber daya (Kaswan, 2013). Kerjasama merupakan sebagai hubungan sukarela antara kelompok dengan lainnya, baik swasta maupun pemerintah yang seluruh orang didalamnya setuju untuk bekerjasama dalam meraih tujuan bersama, dan menjalankan kewajiban tertentu hingga menanggung risiko, tanggung jawab, sumber daya, kemampuan dan keuntungan secara bersama-sama, kunci utama terlaksananya kerjasama yaitu dengan menerapkan koordinasi, integrasi dan singkronisasi semua program-program dengan lembaga-lembaga terkait yang berpartisipasi dalam kerjasama tersebut, Jayagiri (Sulaeman, 2014).

Kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana non alam, diperlukan di Kabupaten Gowa yang melibatkan perangkat daerah Kecamatan Somba Opu dalam hal ini Posko penanganan Covid-19 Kecamatan Somba Opu dan masyarakat dalam hal ini masyarakat Kampung Rewako Kelurahan Paccinongan.

1. Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Pemerintah berperan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif, sedangkan masyarakat berperan dalam membangun interaksi sosial, ekonomi dan politik, termasuk mengajak kelompok-kelompok masyarakat agar berpartipasi dalam aktivitas ekonomi, sosial, dan politik.

Pemerintah yaitu aktor Negara yang menjadi badan pendorong terciptanya lingkungan yang bisa memfasilitasi pihak lain di sektor swasta dan komunitas agar aktif melaksanakan usaha pembangunan, penyedia jasa

pelayanan, dan infrastruktur. Pemerintah merupakan sentral pada pembangunan sosial dan ekonomi, bukan sebagai penyedia langsung pembangunan, namun menjadi partner, katalis dan fasilitator, (Laksana, 2013).

a. Peran Pemerintah Daerah

Peran pemerintah daerah dalam hal ini perangkat daerah kecamatan yaitu berperan dalam kordinasi pada perangkat daerah atau organisasi lainnya untuk saling membantu pada penanggulangan bencana.

Mensosialisasikan baik itu regulasi, kebijakan, maupun himbauan.

Kemudian peran masyarakat yaitu berpartisipasi dalam organisasi swadaya pada saat penanggulangan bencana. Ikut terlibat dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan baik itu himbauan, kebijakan, maupun regulasi.

Penyelenggara penanggulangan bencana secara khusus menjadi tanggungjawab pemerintah daerah dalam hal ini perangkat daerah kecamatan. Pada kasus penanganan Covid-19 di Kecamatan Somba Opu oleh Gugus Tugas Kecamatan Somba Opu telah berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Sehingga peran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Berdasarkan pernyataan dari pihak pemerintah kecamatan selaku Gugus Tugas penanganan wabah Covid-19 bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Gugus Tugas penanganan Covid- 19 Kecamatan Somba Opu melakukan pendekatan ke masyarakat bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk

mengedukasi masyarakat bahwa terkait dengan adanya pandemik Covid- 19. Pemerintah telah berupaya selalu berkordinasi dengan setiap RT dan RW di kelurahan apabila ada bencana Covid-19 di wilayah kelurahan.

Berdasarkan dari pernyataan yang telah dijelaskan oleh pihak pemerintah Kecamatan Somba Opu. Hal tersebut serupa dengan pernyataan dari pihak anggota Kelompok Kampung Rewako bahwa pemerintah berperan melakukan edukasi ke masyarakat ke warga dari tingkat kecamatan ke tingkat kelurahan turun ke tingkat RW dan RT. Selalu melakukan edukasi terkait Covid-19.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa peran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari peran pemerintah yang telah memiliki upaya bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk bertindak dan mengedukasi masyarakat terkait dengan adanya wabah Covid-19.

b. Peran Masyarakat

Peran masyarakat, peran serta masyarakat dalam bentuk organisasi atau lembaga pada saat bencana dapat mengurangi beban pemerintah daerah dalam hal ini perangkat daerah kecamatan selaku penanggungjawab urusan kebencanaan di tingkat kecamatan.

Peran serta masyarakat melakukan partisipasi dalam organisasi swadaya pada saat penanggulangan bencana non-alam wabah Covid- 19 di Kecamatan Somba Opu yaitu bagaimana masyarakat ikut terlibat

dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan baik itu himbauan, kebijakan, maupun regulasi dan berpartisipasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran masyarakat Kampung Rewako dalam keterlibatan penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari peran masyarakat Kampung Rewako yang telah memiliki upaya berkordinasi dengan pihak puskesmas apabila diduga ada warga yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa informan tersebut, bahwa peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan. Hal tersebut dilihat dari Peran masing- masing, peran pemerintah yang telah memiliki upaya bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk bertindak dan mengedukasi masyarakat terkait dengan adanya wabah Covid-19.

Sedangkan peran masyarakat Kampung Rewako yang telah memiliki upaya berkordinasi dengan pihak puskesmas apabila diduga ada warga yang terpapar Covid-19.

2. Bentuk kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Menurut Soekanto (Paramita: 2016) mengemukakan bentuk kerjasama, yaitu: 1). Kerukunan, kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong. 2). Koalisi, koalisi yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. 3). Usaha patungan (Joint

venture), usaha patungan (Joint venture) yakni kerjasama dalam usaha bersama-sama.

a. Kerukunan

Salah satu bentuk kerjasama adalah bentuk kerjasama kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong, yakni pemerintah daerah dan masyarakat Kecamatan Somba Opu kerja berdampingan secara damai dan melaksanakan kerjasama secara bersama-sama.

Kerukunan bisa ditunjukkan dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan masyarakat atau secara bergiliran melaksanakan ronda agar menjaga keamanan kampung. Kemampuan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk kerukunan dapat dilihat bila ada aktivitas atau kegiatan kerja bakti atau gotong royong yang dilakukan warga. Hal ini sangat berpengaruh langsung terhadap kegiatan penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu, kegiatan kerja bakti atau gotong royong merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gowa No. 1 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Bencana di Kabupaten Gowa mengamanatkan adanya keterlibatan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat pada pelaksanaan penanggulangan bencana. Pasal 10 ayat 1 huruf b menyebutkan hak orang: “Mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan keterampilan dalam upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana.” Pasal 10 ayat 1 huruf d menyebutkan hak orang: “berperan serta baik pada pengoperasian, perencanaan, dan

pemeliharaan kegiatan penyediaan bantuan pelayanan kesehatan termasuk dukungan psikososial”. Pasal 10 ayat 1 huruf e menyebutkan hak orang: “Berpartisipasi dalam fase pengambilan keputusan pada kegiatan penyelenggaran penanggulangan bencana, khususnya yang berkaitan dengan diri dan komunitasnya”. Berdasarkan hal tersebut keterlibatan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 sangat berpengaruh langsung terhadap tercapainya tujuan bersama.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa dalam kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu terdapat kerukunan. Hal tersebut dapat dilihat dalam bentuk kerukunan yang mencakup gotong royong, pemerintah berupaya mengembalikan sifat ke gotong-royongan di tengah-tengah masyarakat termaksud dalam hal penanganan, pemberian informasi terkait dengan Covid-19 dengan adanya wadah Kampung Rewako supaya mengembalikan sifat kegotong-royongan masyarakat, dengan adanya Kampung Rewako sebagai tempat aspirasi terkait dengan Covid- 19.

b. Koalisi

Kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk koalisi yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan- tujuan yang sama, yakni kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat Kecamatan Somba Opu kerjasama dalam bentuk koalisi yang merupakan

bentuk-bentuk kerjasama yang umumnya terdapat dalam sebuah kerjasama tim. Pada penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 diperlukan kerjasama meliputi koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama antara pemerintah daerah dan masyarakat agar dalam sebuah kegiatan penanggulanagan bencana bisa berjalan sesuai harapan. Koalisi dapat ditunjukkan apabila pemerintah daerah dan masyarakat membentuk wadah atau kelompok sebagai tempat kombinasi dan kordinasi dalam mencapai tujuan bersama dalam penanggulangan bencana. Wadah atau kelompok sangat membantu terhadap kegiatan penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu, kegiatan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat berjalan baik apabila terdapat suatu wadah atau kelompok sebagai tempat kombinasi dan kordinasi dalam mencapai tujuan bersama dalam penanggulangan bencana yang didalamnya terdapat sifat kerja bakti atau gotong royong.

Berdasarkan pernyataan dari pihak pemerintah kecamatan selaku Gugus Tugas penanganan wabah Covid-19 bahwa pihak pemerintah bersama masyarakat membentuk wadah Kampung Rewako sehingga melalui Kampung Rewako ini kita dapat mengedukasi masyarakat untuk bisa menghindari yang Virus Covid-19, Kampung Rewako inisiatif dari bapak Kapolres Gowa, bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Gowa.

Tujuan dari pembentukan Kampung rewako itu terutama di RW 11 Kelurahan Paccinongan sebagai wadah berkordinasi antara organisasi

lain. Berdasarkan dari pernyataan yang telah di jelaskan oleh pihak pemerintah Kecamatan Somba Opu, hal tersebut serupa dengan pernyataan dari pihak anggota Kelompok Kampung Rewako bahwa Kampung Rewako dibentuk untuk membuat masyarakat dapat mandiri dan secara bergotong royong untuk bisa menanggulangi masalah Covid- 19 yang ada disetiap Kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT, Kampung Rewako dibentuk khususnya di RW 11 sebagai sarana untuk warga yang ada di sekitar wilayah RW 11 bisa melakukan penanganan dari tingkat RT RW.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa dalam kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu terdapat koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Hal tersebut dapat dilihat dalam bentuk koalisi yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama, pemerintah telah membentuk wadah masyarakat Kampung Rewako sebagai tempat kombinasi dan kordinasi antara masyarakat, pemerintah setempat dan Puskesmas setempat dalam penanganan bencana wabah Covid-19 di Kelurahan Paccinongan.

c. Usaha patungan

Salah satu bentuk kerjasama adalah bentuk kerjasama usaha patungan (Joint venture) yaitu kerjasama dalam usaha bersama-sama, yakni kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat Kecamatan Somba Opu

kerjasama dalam bentuk usaha patungan (Joint venture) yang merupakan bentuk-bentuk kerjasama yang umumnya terdapat dalam sebuah kerjasama tim. Pada penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 diperlukan kerjasama meliputi usaha patungan (Joint venture) yakni kerjasama dalam usaha bersama-sama antara pemerintah daerah dan masyarakat agar dalam sebuah kegiatan penanggulanagan bencana bisa berjalan sesuai harapan.

Usaha patungan (Joint venture) dapat ditunjukkan apabila pemerintah daerah dan masyarakat melakukan usaha swadaya bersama dalam usaha saling membantu. Usaha bersama yakni kerjasama dalam usaha bersama- sama antara pemerintah dan masyarakat dan organisasi lainnya.

Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Somba Opu telah membentuk wadah masyarakat Kampung Rewako tempat kordinasi sebagai upaya usaha bersama. Berdasarkan pernyataan dari pihak pemerintah kecamatan selaku Gugus Tugas penanganan wabah Covid-19 bahwa pembentukan Kampung Rewako secara bersama-sama, saling kordinasi di posko di Kampung Rewako mulai dari dibangunnya Kampung Rewako sampai sekarang masyarakat bergotong royong. Berdasarkan dari pernyataan yang telah di jelaskan oleh pihak pemerintah Kecamatan Somba Opu, hal tersebut serupa dengan pernyataan dari pihak anggota kelompok Kampung Rewako bahwa untuk bisa menanggulangi masalah Covid-19 yang ada disetiap kelurahan baik tinggat RW maupun tingkat RT kami selalu bersama-sama dan berkordinasi.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa dalam kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu terdapat usaha patungan atau usaha bersama yakni kerjasama dalam usaha bersama-sama. Hal tersebut dapat dilihat dalam bentuk usaha patungan atau usaha bersama yakni kerjasama dalam usaha bersama-sama, pemerintah telah membentuk wadah masyarakat Kampung Rewako sebagai tempat kordinasi dan sebagai tempat kerjasama dalam usaha bersama, melalui wadah Kampung Rewako masyarakat saling membantu satu sama lain dalam penanggulangan bencana wabah Covid-19 di Kelurahan Paccinongan.

74 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian ini yang dilakukan di lapangan tentang Kerjasama Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu sudah berjalan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal tersebut dilihat dari peran masing-masing, peran pemerintah yang telah memiliki upaya bersama dengan TRIPIKA (Camat, Kapolsek, Danramil) untuk bertindak dan mengedukasi masyarakat terkait dengan adanya wabah Covid-19.

Sedangkan peran masyarakat Kampung Rewako yang telah memiliki upaya berkordinasi dengan pihak puskesmas apabila diduga ada warga yang terpapar Covid-19.

2. Bentuk kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19 di Kecamatan Somba Opu adalah bentuk kerjasama koalisi karena dalam kerjasama tersebut terdapat suatu wadah Kampung Rewako sebagai tempat kombinasi dan kordinasi antara masyarakat, pemerintah setempat dan Puskesmas setempat dalam penanganan bencana wabah Covid-19 di Kelurahan Paccinongan Kecamatan Somba Opu.

B. Saran

1. Pemerintah dalam hal ini pemerintah Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dan masyarakat agar tetap konsisten menjaga budaya Kampung Rewako selama pandemik Covid-19 belum berakhir.

2. Pemerintah dalam hal ini pemerintah Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dan masyarakat agar tetap bergotong royong dalam penanggulangan bencana non-alam wabah Covid-19.

76

DAFTAR PUSTAKA

Abdulsyani. (2015). Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara.

Amirullah. (2015). Kepemimpinan & Kerjasama Tim. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Anggara, S. dkk (2020). Inovasi kebijakan publik tentang pencegahan dan penanggulangan corona virus disease 19 (Covid-19) di Jawa Barat.

ArtikelJurnal Digital Library, Halaman: 1.

Halim, F. & Irfan. (23 Agustus 2020). PSBB Gowa Selesai, Bupati Sebut Kesadaran Masyarakat Meningkat. Viva.co.id. Diperoleh dari https://www.viva.co.id.

Harisman, K. (2014). Pengaruh Kemampuan Kerjasama Kelompok Tani Terhadap Penerapan Teknologi System Of Rice Intensification (SRI) di Kabupaten Sumedang. Jurnal Istek. Volume 8 (2), Halaman: 220.

Hernawan, D. (2013). Kerjasama Antar Daerah (Disertasi). Diperoleh dari https://academia.edu. (20 April 2020).

Ismawati, E. (2012). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Yogyakarta: Ombak.

Kaswan. (2013). Leadershipand Teamworking. Bandung: Alfabeta.

Laksana, N. S. (2013). Bentuk-Bentuk Partisipasi Masyarakat Desa dalam Program Desa Siaga di Desa Bandung Kecamatan Playen Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, Volume 1 (1), Halaman: 58-59.

Mahsyar, A. (2015). Public Private Partnership: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Dalam Pengelolaan Asset Publik di Kota Makassar. Jurnal Administrasi Publik. Volume 12 (1), Halaman: 73

Masithoh, L., & Simatupang, N. D. (2016). Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Melalui Metode Demonstrasi Dengan Menggunakan Media Balok Pada Anak. Jurnal PAUD Teratai,Volume 5 (1), Halaman: 1.

Meyana, Y. E., dkk. (2017). Kerjasama Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan Dengan Lembaga Lain Bidang Kejuruan. Jurnal Pendidikan, Volume 2 (1), Halaman: 157-165

Paramita, S. & Sari, W. P. (2016). Komunikasi Lintas Budaya dalam Menjaga Kerukunan antara Umat Beragama di Kampung Jaton Minahasa. Jurnal Pekommas, Vol. 1 No.(2), Halaman: 157

Pratiwi, W. K., & Nugrohoseno, D. (2014). Pengaruh Kepribadian Terhadap Kerjasama Tim dan Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Bisnis dan Manajemen, Volume 7 (1), Halaman: 65.

Pristiyanto, D. (2016). Perka BNPB No. 11/2014 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana, https://academia.edu, Halaman: 2.

(diakses 19 Juli 2020).

Santoso, M. B., Rachim , H. A., & Syauqina. D. A., (2018). Komunikasi Kelompok Sebagai Faktor Pendorong Terbentuknya Kerjasama Dalam Menyelesaikan Pekerjaan K3L di Lingkungan Universitas Padjadjaran.

Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Volume 5 (2), Halaman: 200.

Setiadi, E., dkk. (2011). Ilmu sosial budaya & Dasar Edisi Kedua. Jakarta:

Kencana.

Soyomukti, Nurani. (2016). Pengantar Sosiologi. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sulaeman. (2014). Kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat. Makassar:

Universitas Muhammadiyah.

Surminah, I. (2013). Pola Kerjasama Lembaga Litbang dengan Pengguna dalam Manajemen Litbang. Jurnal Bina Praja. Volume 5 (2), halaman: 103-104.

Wadi, R. (2020). Konstitusionalitas Pemerintah Daerah dalam Menetapkan Kebijakan Lockdown pada Penananganan Covid-19. Jurnal Sosial &

Budaya Syar-I, Volume 7 (7), Halaman: 613.

Yasin, M. (14 April 2020). Penyebaran Covid-19 Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional. Hukum Online.com. diperoleh dari https://www.hukumonline.com.

Zahrotunnimah. (2020). Langkah Taktis Pemerintah Daerah Dalam Pencegahan Penyebaran Virus Corona Covid-19 di Indonesia. Jurnal Sosial & Budaya Syar-i, Volume 7 (3), Halaman: 247

L A M

P

I

R

A

N

LAMPIRAN DOKUMENTASI

Posko Terpadu Kampung Rewako RW 11

Kantor Kecamatan Somba Opu

Posko Terpadu Kampung Rewako RW 11

Posko terpadu Kampung Rewako RW 11

Masyarakat menjaga Posko

Fasilitas Kampung Rewako RW 11

Sosialisasi dan Bantuan

LAMPIRAN FOTO WAWANCARA

Bersama Camat Kecamatan Somba Opu

Bersama Danramil Kecamatan Somba Opu

Bersama Lurah Kelurahan Paccinongan

Bersama Ketua Kampung Rewako

Bersama Sekretaris Kampung Rewako

Dalam dokumen skripsi - Admin Digital Library (Halaman 75-86)

Dokumen terkait