BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
20 orang dari 32 auditor Inspektorat. Hal ini disebabkan karena mayoritas responden adalah auditor madya.
C. Hasil Penelitian
jawaban responden terhadap pernyataan variabel integritas auditor dikatakan reliabel.
Tabel 4.4.2
UJI RELIABILITAS OBJEKTIVITAS AUDITOR
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.892 .891 6
Sumber: Data Diolah 2021
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian variabel objektivitas auditor diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,891. Nilai tersebut lebih besar dari 0,60 (0,891 > 0,60) maka dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap pernyataan variabel objektivitas auditor dikatakan reliabel.
Tabel 4.4.3
UJI RELIABILITAS KOMPETENSI AUDITOR
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.690 .719 3
Sumber: Data Diolah 2021
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian variabel kompetensi auditor diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,719. Nilai tersebut lebih besar dari 0,60 (0,719 > 0,60) maka dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap pernyataan variabel kompetensi auditor dikatakan reliabel.
Tabel 4.4.4
UJI RELIABILITAS KERAHASIAAN AUDITOR
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.817 .878 3
Sumber: Data Diolah 2021
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian variabel kerahasiaan auditor diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,878. Nilai tersebut lebih besar dari 0,60 (0,878 > 0,60) maka dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap pernyataan variabel kerahasiaan auditor dikatakan reliabel.
Tabel 4.4.5
UJI RELIABILITAS PERILAKU PROFESIONAL AUDITOR
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.539 .610 4
Sumber: Data Diolah 2021
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian variabel perilaku profesional auditor diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,610.
Nilai tersebut lebih besar dari 0,60 (0,610 > 0,60) maka dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap pernyataan variabel perilaku profesional auditor dikatakan reliabel.
Tabel 4.4.6
UJI RELIABILITAS KUALITAS AUDIT
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.957 .965 12
Sumber: Data Diolah 2021
Berdasarkan tabel diatas, hasil pengujian variabel kualitas audit diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,965. Nilai tersebut lebih besar dari 0,60 (0,965 > 0,60) maka dapat disimpulkan bahwa jawaban responden terhadap pernyataan variabel kualitas audit dikatakan reliabel.
Hal ini berarti bahwa item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten dan jika pernyataan tersebut diajukan lagi akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban yang pertama. Sehingga daapat dikatakan bahwa semua pernyataan dalam setiap variabel adalah reliabel.
2. Uji Validitas
Pada penelitian kali ini, jumlah sampel (n) yang akan diuji adalah 32 responden dengan taraf (α) 5%, dengan ketentuan df = 32-2 = 30, maka didapat r tabel sebesar 0.350. berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa semua pernyataan dikatakan valid, karena koefisien korelasi (r hitung) > r tabel.
Tabel 4.5.1
UJI VALIDITAS INTEGRITAS AUDITOR Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r tabel Keterangan
Int 1 0,874 0,350 Valid
Int 2 0,850 0,350 Valid
Int 3 0,837 0,350 Valid
Int 4 0,755 0,350 Valid
Int 5 0,412 0,350 Valid
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji validitas terhadap variabel integritas auditor dengan menggunakan pearson correlations memperlihatkan
semua nilai korelasi (r) hitung lebih besar dari r tabel (product moment), berarti butir pernyataan tersebut dinyatakan valid.
Tabel 4.5.2
UJI VALIDITAS OBJEKTIVITAS AUDITOR Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r tabel Keterangan
Obj 1 0,749 0,350 Valid
Obj 2 0,815 0,350 Valid
Obj 3 0,893 0,350 Valid
Obj 4 0,654 0,350 Valid
Obj 5 0,893 0,350 Valid
Obj 6 0,820 0,350 Valid
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji validitas terhadap variabel objektivitas auditor dengan menggunakan pearson correlations memperlihatkan semua nilai korelasi (r) hitung lebih besar dari r tabel (product moment), berarti butir pernyataan tersebut dinyatakan valid
Tabel 4.5.3
UJI VALIDITAS KOMPETENSI AUDITOR Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r tabel Keterangan
Kom 1 0,861 0,350 Valid
Kom 2 0,739 0,350 Valid
Kom 3 0,785 0,350 Valid
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji validitas terhadap variabel kompetensi auditor dengan menggunakan pearson correlations memperlihatkan semua nilai korelasi (r) hitung lebih besar dari r tabel (product moment), berarti butir pernyataan tersebut dinyatakan valid
Tabel 4.5.4
UJI VALIDITAS KERAHASIAAN AUDITOR Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r tabel Keterangan
Ker 1 0,904 0,350 Valid
Ker 2 0,860 0,350 Valid
Ker 3 0,904 0,350 Valid
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji validitas terhadap variabel kerahasiaan auditor dengan menggunakan pearson correlations memperlihatkan semua nilai korelasi (r) hitung lebih besar dari r tabel (product moment), berarti butir pernyataan tersebut dinyatakan valid
Tabel 4.5.5
UJI VALIDITAS PERILAKU PROFESIONAL AUDITOR Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r tabel Keterangan
Per 1 0,565 0,350 Valid
Per 2 0,663 0,350 Valid
Per 3 0,733 0,350 Valid
Per 4 0,688 0,350 Valid
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji validitas terhadap variabel perilaku professional auditor dengan menggunakan pearson correlations memperlihatkan semua nilai korelasi (r) hitung lebih besar dari r tabel (product moment), berarti butir pernyataan tersebut dinyatakan valid.
Tabel 4.5.6
UJI VALIDITAS KUALITAS AUDIT Pernyataan Corrected Item-
Total Correlation
r tabel Keterangan
Kual 1 0,923 0,350 Valid
Kual 2 0,682 0,350 Valid
Kual 3 0,923 0,350 Valid
Kual 4 0,742 0,350 Valid
Kual 5 0,923 0,350 Valid
Kual 6 0,923 0,350 Valid
Kual 7 0,923 0,350 Valid
Kual 8 0,742 0,350 Valid
Kual 9 0,890 0,350 Valid
Kual 10 0,893 0,350 Valid
Kual 11 0,893 0,350 Valid
Kual 12 0,712 0,350 Valid
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji validitas terhadap variabel kualitas audit dengan menggunakan pearson correlations memperlihatkan semua nilai korelasi (r) hitung lebih besar dari r tabel (product moment), berarti butir pernyataan tersebut dinyatakan valid.
3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Berdasarkan hasil pengujian terhadap data yang diperoleh, maka didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.6
UJI NORMALITAS KOLMOGOROV-SMIRNOV
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 32
Normal Parametersa,b
Mean .0000000
Std. Deviation 1.22176073
Most Extreme Differences Absolute .229
Positive .229
Negative -.184
Kolmogorov-Smirnov Z 1.294
Asymp. Sig. (2-tailed) .070
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji normalitas kolmogorov-smirnov diketahui bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,070 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan menunjukkan bahwa asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi.
b. Uji Multikolinieritas
Berdasarkan hasil pengujian terhadap data yang diperoleh, maka didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.7
UJI MULTIKOLINIERITAS
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 16.102 7.455 2.160 .040
Int .861 .299 .371 2.875 .008 .463 2.160
Obj .669 .295 .341 2.272 .032 .342 2.924
Kom -.914 .233 -.399 -3.922 .001 .745 1.343
Ker 1.024 .753 .215 1.360 .186 .307 3.256
Pro -.096 .187 -.053 -.513 .612 .711 1.406
a. Dependent Variable: Kual
Sumber: Data Diolah 2021
Dari tabel diatas, hasil uji multikolinieritas masing-masing variabel VIF tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1 dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model regresi linier berganda terbebas dari asumsi klasik statistik dan dapat digunakan dalam penelitian.
c. Uji Heteroskesdastisitas
Berdasarkan hasil pengujian terhadap data yang diperoleh, maka didapatkan hasil sebagai berikut:
Gambar 4.1 Scatterplot
Sumber: Data Diolah 2021
Berdasarkan gambar Scatterplot pada gambar diatas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak namun tidak tersebar secara baik, karena titik-titik tersebut lebih banyak mengumpul dibawah titik
nol pada sumbu Y. tetapi titik-titik tersebut juga ada yang menyebar diatas angka nol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskesdastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak untuk memprediksi kualitas audit berdasarkan masukan variabel integritas auditor, objektivitas auditor, kompetensi auditor, kerahasiaan auditor, dan perilaku profesional auditor.
4. Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Berganda
Tabel dibawah ini merupakan hasil analisis mengenai koefisien model regresi:
Tabel 4.8 KOEFISIEN REGRESI
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1
(Constant) 16.102 7.455 2.160 .040
Int .861 .299 .371 2.875 .008 .463 2.160
Obj .669 .295 .341 2.272 .032 .342 2.924
Kom -.914 .233 -.399 -3.922 .001 .745 1.343
Ker 1.024 .753 .215 1.360 .186 .307 3.256
Pro -.096 .187 -.053 -.513 .612 .711 1.406
a. Dependent Variable: Kual
Sumber: Data Diolah 2021
Berdasarkan tabel diatas, maka model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Y = α + βXX1 + βXX2 + βXX3 + βXX4 + βXX5 + е
Y= 16.102+0,861+0,669+-0,914+1,024+-0,096+7.455
Hasil koefisien regresi memperlihatkan nilai koefisien konstanta adalah sebesar 16.102 mempunyai arti bahwa jika variabel dianggap konstan, maka nilai variabel kualitas audit akan konstan sebesar 16.102. Nilai βX1 yang merupakan koefisien regresi dari X1 (integritas auditor) sebesar 0,861 mempunyai arti bahwa semakin tinggi integritas auditor atau bila terjadi peningkatan pada integritas auditor sebesar 1 tingkatan, maka akan terjadi peningkatan kualitas audit sebesar 0,861 satuan dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan.
Kemudian nilai βX2 yang merupakan koefisien regresi dari variabel X2 (objektivitas auditor) sebesar 0,669 mempunyai arti bahwa jika terjadi peningkatan objektivitas auditor sebesar 1 tingkatan, maka akan terjadi peningkatan kualitas audit sebesar 0,669 satuan dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan.
Kemudian nilai βX3 yang merupakan koefisien regresi dari variabel X3 (kompetensi auditor) sebesar -0,914 mempunyai arti bahwa jika terjadi peningkatan kompetensi auditor sebesar 1 tingkatan maka akan terjadi penurunan kualitas audit sebesar -
0,914 satuan dengan asumsi variabel lainnya tetap atau berubah.
Kemudian nilai βX4 yang merupakan koefisien regresi dari variabel X4 (kerahasiaan auditor) sebesar 1,024 mempunyai arti bahwa jika terjadi peningkatan kerahasiaan auditor sebesar 1 tingkatan, maka akan terjadi peningkatan kualitas audit sebesar 1,024 satuan dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan.
Sedangkan nilai βX5 yang merupakan koefisien regresi dari variabel X5 (perilaku profesional auditor) sebesar -0,096 mempunyai arti bahwa jika terjadi peningkatan kompetensi auditor sebesar 1 tingkatan maka akan terjadi penurunan kualitas audit sebesar -0,096 satuan dengan asumsi tetap atau berubah.
b. Uji Koefisien Determinasi
Dari pengujian yang dilakukan diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.9
UJI KOEFISIEN DETERMINASI
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .894a .799 .761 1.334
a. Predictors: (Constant), X5sum, X4sum, X3sum2, X1sum, X2sum b. Dependent Variable: Ysum
Sumber: Data Diolah 2021
Hasil pengujian menunjukkan besarnya koefisien korelasi (R), koefisien determinasi (R Square), koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R square), dan Standar Error (SE). pada tabel diatas terlihat bahwa koefisien determinasi yang disesuaikan (Adjusted R square) sebesar 0,761 memberi pengertian bahwa variasi yang terjadi pada variabel Y (kualitas audit) adalah sebesar 76,1%
ditentukan oleh variabel integritas auditor, objektivitas auditor, kompetensi auditor, kerahasiaan auditor, dan perilaku professional auditor, selebihnya sebesar 23,9% (100% - 76,1%) ditentukan oleh faktor lain yang tidak diketahui dan tidak termasuk dalam analisa regresi ini.
c. Uji Statistik t
Tabel dibawah ini merupakan hasil analisis mengenai uji statistik t yang telah dilakukan, diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.10 UJI STATISTIK t
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1
(Constant) 16.102 7.455 2.160 .040
Int .861 .299 .371 2.875 .008 .463 2.160
Obj .669 .295 .341 2.272 .032 .342 2.924
Kom -.914 .233 -.399 -3.922 .001 .745 1.343
Ker 1.024 .753 .215 1.360 .186 .307 3.256
Pro -.096 .187 -.053 -.513 .612 .711 1.406
a. Dependent Variable: Kual
Sumber: Data Diolah 2021
Hasil pengujian antara variabel independen (integritas auditor, objektivitas auditor, kompetensi auditor, kerahasiaan auditor, dan perilaku profesional auditor) terhadap variabel dependen (kualitas audit) secara individu yang dilakukan dengan uji t diatas adalah sebagai berikut:
Hipotesis yang menyatakan bahwa etika auditor seorang akuntan publik atau auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Dari tabel diatas variabel integritas auditor mempunyai angka signifikansi 0,008 sehingga nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, kemudian variabel objektivitas auditor mempunyai angka signifikansi 0,032 sehingga nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, kemudian variabel kompetensi auditor mempunyai angka signifikansi 0,001 sehingga nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, kemudian variabel kerahasiaan auditor mempunyai angka signifikasi 0,186 sehingga nilai tersebut lebih besar dari 0,05, kemudian variabel perilaku profesional auditor mempunyai angka 0,612 sehingga nilai tersebut lebih besar dari 0,05.
Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa secara individu dari 5 variabel etika auditor ada 3 variabel yang memiliki nilai lebih kecil dari 0,05, sedangkan 2 variabel memiliki nilai lebih besar dari 0,05. Dan tabel diatas memperlihatkan bahwa dari 5 variabel etika auditor, ada 3 variabel memiliki nilai t positif dan 2 variabel memiliki niali t negatif.