• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Profil Dusun Kekait II

Desa Kekait merupakan salah satu desa di antara 16 Desa yang ada di Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Desa Kekait merupakan salah satu desa paling pinggir di bagian utara kabupaten Lombok Barat karena desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Utara. Desa kekait memiliki 7 dusun diantaranya Dusun Batu Butir, Dusun Wadon, Dusun Kekait Puncang, Dusun Kekait II, Dusun Kekait I, Dusun Kekait Thaebah dan Dusun Kekait Daye.

Dusun kekait II merupakan salah satu dusun dari 7 dusun yang berada di depan masjid Baitturrahman desa Kekait kecamatan gunungsari kabupaten Lombok barat. Masyarakat di dusun kekait II masih memiliki mata pencaharian sebagai petani, dan masih memanfaatkan hasil kebun seperti air tuak yang dijadikan gula aren sebagai peningkatan perekonomian keluarga. Dusun kekait II sama halnya dengan dusun-dusun pada umumnya yang mempunyai anak- anak yang masih menempuh pendidikan di jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

2. Data deskriptif 1. Uji validitas

Sebelum seorang peneliti melalukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji validitas untuk data soal hasil belajar dan data angket minat yang akan digunakan oleh peneliti. Uji validitas bertujuan untuk mengetahui apakah suatu instrumen soal dan angket yang peneliti gunakan akan diberikan kepada siswa tersebut layak atau tidak untuk dipergunakan. Adapun hasil uji validitas sebagai berikut:

Tabel 4.1

Hasil Analisis Validitas Minat Belajar

NO

Minat Belajar

Kategori

Rhitung Rtabel

1 0.57 0.44 Valid

2 0.49 0.44 Valid

3 0.54 0.44 Valid

4 0.58 0.44 Valid

5 0.55 0.44 Valid

6 0.50 0.44 Valid

7 0.51 0.44 Valid

8 0.53 0.44 Valid

9 0.48 0.44 Valid

10 0.49 0.44 Valid

11 0.46 0.44 Valid

12 0.56 0.44 Valid

13 0.45 0.44 Valid

14 0.49 0.44 Valid

15 0.47 0.44 Valid

16 0.48 0.44 Valid

17 0.47 0.44 Valid

18 0.48 0.44 Valid

19 0.53 0.44 Valid

20 0.50 0.44 Valid

Tabel 4.2

Hasil Analisis Validitas Soal Pilihan Ganda

NO

Soal Pilihan Ganda

Kategori

Rhitung Rtabel

1 0.52 0.44 Valid

2 0.52 0.44 Valid

3 0.48 0.44 Valid

4 0.52 0.44 Valid

5 0.56 0.44 Valid

6 0.48 0.44 Valid

7 0.51 0.44 Valid

8 0.63 0.44 Valid

9 0.55 0.44 Valid

10 0.71 0.44 Valid

11 0.47 0.44 Valid

12 0.58 0.44 Valid

13 0.50 0.44 Valid

14 0.53 0.44 Valid

15 0.55 0.44 Valid

Tabel 4.3

Hasil Analisis Validitas Soal Essay

NO

Soal Essay

Kategori

Rhitung Rtabel

1 0.52 0.44 Valid

2 0.52 0.44 Valid

3 0.72 0.44 Valid

4a 0.63 0.44 Valid

4b 0.52 0.44 Valid

5 0.59 0.44 Valid

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah uji untuk menentukan apakah soal dan angket yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data variabl penelitian reliabel atau tidak. Uji reliabilitas ini digunakan untuk menentukan apakah instrumen yang dalam penelitian ini bisa digunakan lebih dari satu kali. Untuk hasil uji reliabilitas lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran 05. Adapun hasil uji reliabilitas berikut ini:

Tabel 4.4

Hasil Analisis Uji Reliabilitas

Minat Belajar

rhitung rtabel Keterangan Kategori

0.844 0.44 rhitung > rtabel Reliabel Soal Pilihan Ganda 0.823 0.44 rhitung > rtabel Reliabel Soal Essai 0.601 0.44 rhitung > rtabel Reliabel

3. Hasil Analisis Data Tes

Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan disesuaikan dengan keperluan analisis, yakni analisis minat belajar siswa dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Make A Match dengan Mind Mapping pada kelas eksperimen dan menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol.

a. Minat belajar siswa

Minat belajar siswa pada kelas eksperimen akan peneliti ukur dengan memberikan angket sebanyak 20 pernyataan yang diberikan kepada siswa sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan sesudah diberikan perlakuan (post-test) dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dengan Mind Mapping.

Sedangkan kelas kontrol diberikan dengan perlakuan yang sama namun untuk model pembelajaran diberikan perlakuan dengan model pembelajaran konvensional. Untuk hasil minat belajar siswa lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran .

Tabel 4.5

Nilai rata-rata, Standar deviasi, dan Varians minat belajar

Keterangan Eksperimen Kontrol

Pretest Posttest Pretest Posttest

Rata-Rata 60,5 87 59,75 68,75

Standar Deviasi 3,395258 3,545341 3,476109 2,763854 Varians 11,52778 12,56944 12,08333 7,638889

Berdasarkan hasil rata-rata pada minat belajar siswa kelas eksperimen dinyatakan bahwa rata-rata minat belajar sebelum diberikan perlakuan (pre-test) yaitu 60.5. Sedangkan nilai rata- rata minat belajar sesudah diberikan perlakuan (post-test) yaitu 87 dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dengan Mind Mapping. Sedangkan hasil rata-rata pada minat belajar

siswa kelas kontrol dinyatakan bahwa rata-rata minat belajar sebelum diberikan perlakuan (pre-test) yaitu 59.75. Sedangkan nilai rata-rata minat belajar sesudah diberikan perlakuan (post-test) yaitu 68.75 dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.

b. Hasil belajar

Pada hasil belajar siswa akan peneliti ukur dengan memberikan soal pilihan ganda dan soal essay kepada siswa sebelum dilakukan perlakuan (pre-test) dan sesudah diberikan perlakuan (post-test) dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dengan Mind Mapping untuk mendapatkan perbandingan data sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Untuk hasil belajar siswa lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran 11-12.

Tabel 4.6

Nilai rata-rata, Standar deviasi, dan Varians hasil belajar

Keterangan Eksperimen Kontrol

Pretest Posttest Pretest Posttest Rata-Rata 45,2 80,71724 46,91034 70,44138 Standar Deviasi 5,539419 4,268589 4,854637 5,382276 Varians 30,68516 18,22085 23,5675 28,9689

Berdasarkan hasil rata-rata pada hasil belajar siswa kelas eksperimen dinyatakan bahwa rata-rata hasil belajar sebelum diberikan perlakuan (pre-test) yaitu 45.2. Sedangkan nilai rata-

rata hasil belajar sesudah diberikan perlakuan (post-test) yaitu 80.7 dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dengan Mind Mapping. Pada hasil belajar untuk nilai KKM sudah ditentukan yaitu 75. Sedangkan hasil rata-rata pada hasil belajar siswa kelas kontrol dinyatakan bahwa rata-rata hasil belajar sebelum diberikan perlakuan (pre-test) yaitu 47.

Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar sesudah diberikan perlakuan (post-test) yaitu 70.4 dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.

4. Uji Prasyarat a. Uji Normalitas

Uji normalitas ini bertujuan untuk apakah data yang peneliti peroleh berdistribusi normal atau tidak dengan ketentuan bahwa berdistribusi normal apabila memenuhi kriteria nilai sig > 0,05. Hal ini untuk mempermudah perhitungan dan analisis data yang telah diperoleh di lapangan. Pengujian uji normalitas dilakukan terhadap dua data yaitu data pre-test dan data post-test kelompok kelas eskperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji Shapiro- Wilk. Untuk hasil uji normalitas lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran 06. Adapun hasil analisis uji normalitas sebagai berikut:

Tabel 4.7

Hasil Uji normalitas Minat Belajar Siswa kelas eksperimen dan kotrol

Tests of Normality

kelas Shapiro-Wilk

Statistic df Sig.

Minat_bela jar

pretest eskperimen .892 10 .177

posttest eksperimen .886 10 .155

pretest kontrol .913 10 .301

posttest kontrol .910 10 .284

*. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan tabel di atas hasil uji normalitas terhadap minat belajar siswa pada dua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa nilai sig Shapiro-Wilk > 0,05, jadi kesimpulan dari distribusi ini yaitu hasil semua data berdistribusi normal.

Tabel 4.8

Uji normalitas Hasil belajar Siswa kelas eksperimen dan kotrol

Uji normalitas pada hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan hasil semua data berdistribusi normal. Hal ini sesuai dengan nilai sig pada tabel tersebut yaitu > 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal.

kelas Shapiro-Wilk

Statistic df Sig.

Hasil_Be lajar

pretest eksperimen .950 10 .672

posttest eksperimen .907 10 .263

pretest kontrol .911 10 .289

posttest kontrol .963 10 .815

*. This is a lower bound of the true significance.

Karena nilai yang didapatkan sesuai dengan kriteria di atas maka dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa dengan uji Shapiro-Wilk pada kedua kelas yaitu berdistribusi normal.

b. Uji homogenitas

Setelah dilakukan uji normalitas pada kedua kelas, selanjutnya mencari nilai homogenitas. Dalam penelitian ini uji homogenitas peneliti menggunakan uji Homogen of Variance.

Pada sampel ini dinyatakan homogen apabila nilai sig Based on Mean > 0,05. Untuk hasil uji homogenitas lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran 07. Adapun hasil uji homogenitas sebagai berikut:

Tabel 4.9

Hasil Uji Homogenitas Minat Belajar

Test of Homogeneity of Variance

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Minat_belajar

Based on Mean .630 3 36 .600

Based on Median .594 3 36 .623

Based on Median and with

adjusted df .594 3 27.412 .624

Based on trimmed mean .626 3 36 .603

Berdasarkan tabel di atas uji homogenitas dengan bantuan SPSS dapat dinyatakan bahwa semua data hasil minat belajar siswa yang diperoleh pada penelitian ini baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol bersifat homogen karena hasil dari nilai sig > 0,05.

Tabel 4.10

Hasil Uji Homogenitas Hasil Belajar

Test of Homogeneity of Variance

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Hasil_Belajar

Based on Mean .276 3 36 .842

Based on Median .154 3 36 .926

Based on Median and with

adjusted df .154 3 34.178 .926

Based on trimmed mean .260 3 36 .854

Berdasarkan tabel di atas uji homogenitas dengan bantuan SPSS dapat dinyatakan bahwa semua data hasil belajar siswa yang diperoleh pada penelitian ini baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol bersifat homogen karena hasil dari nilai sig > 0,05.

c. Uji hipotesis

Uji hipotesis dinyatakan sebagai asumsi sementara terhadap rumusan masalah pada penelitian. Kebenaran dari hipotesis dapat dibuktikan dengan data yang telah dikumpulkan.

Sedangkan untuk statistik hipotesisnya yaitu dengan menguji kebenaran pada keadaan populasi berdasarkan data yang diperoleh pada sampel penelitian (statistik). Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perlakuan pada tes awal dan tes akhir di kelas eksperimen. Untuk hasil uji hipotesis lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran 08.

Adapun hasil uji hipotesis sebagai berikut:

Tabel 4.11

Hasil Uji Hipotesis Kovarian (Anakova) Minat Belajar Siswa

Tests of Between-Subjects Effects

Source Type III Sum of Squares

df Mean Square F Sig. Partial Eta

Squared

Corrected Model 1692.800a 1 1692.800 166.142 .000 .902

Intercept 120745.800 1 120745.800 11850.733 .000 .998

kelas 1692.800 1 1692.800 166.142 .000 .902

Error 183.400 18 10.189

Total 122622.000 20

Corrected Total 1876.200 19

a. R Squared = ,902 (Adjusted R Squared = ,897)

Berdasarkan hasil tabel uji hipotesis di atas, dapat diketahui bahwa, hasil Uji F kelas menunjukkan nilai sebesar 166,142 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan minat belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat pada tabel tersebut nilai sig 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara perlakuan minat belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena itu dapat diartikan terdapat pengaruh minat belajar siswa melalui model pembelajaran Make A Match dengan Mind Mapping.

Tabel 4.12

Hasil Uji Hipotesis Kovarian (Anakova) Hasil Belajar Siswa

Tests of Between-Subjects Effects

Source Type III Sum of Squares

df Mean Square F Sig. Partial Eta

Squared

Corrected Model 530.450a 1 530.450 22.925 .000 .560

Intercept 114156.050 1 114156.050 4933.515 .000 .996

kelas 530.450 1 530.450 22.925 .000 .560

Error 416.500 18 23.139

Total 115103.000 20

Corrected Total 946.950 19

a. R Squared = ,560 (Adjusted R Squared = ,536)

Berdasarkan hasil tabel uji hipotesis di atas, dapat diketahui bahwa, hasil Uji F kelas menunjukkan nilai sebesar 22,925 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat pada tabel tersebut nilai sig 0,00 <

0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara perlakuan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena itu dapat diartikan terdapat pengaruh hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Make A Match dengan Mind Mapping.

d. N-gain

Uji gain ternormalisasi (N-gain) dilakukan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan.

Peningkatan ini diambil dari nilai pretest dan posttest yang sudah dikerjakan oleh siswa. Gain ternormalisasi atau yang disingkat N-gain merupakan perbandingan skor gain aktual dengan skor gain maksimum57. Skor gain aktual yaitu skor gain yang diperoleh siswa sedangkan skor gain maksimum yaitu skor gain tertinggi yang mungkin diperoleh siswa. Adapun hasil perhitungan uji N-gain pada kelas eskperimen dan kelas kontrol diantaranya:

57 Hake, R, R. (1999). Analyzing Change/Gain Score. AREA-D American Education Research Association’s Devision. D, Measurement and Research Methodology.

Tabel 4. 13 Perhitungan uji N-gain minat belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol

Berdasarkan hasil perhitungan uji N-Gain score tersebut, menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain score untuk kelas eksperimen (model pembelajaran make a match dengan mind mapping) adalah sebesar 67.0296 atau 67.03% termasuk dalam kategori cukup efektif. Dengan nilai N-gain score minimal 56%

dan maksimal 76%.

Berdasarkan hasil perhitungan uji N-Gain score tersebut, menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain score untuk kelas No Kelas eksperimen

N-Gain Score (%)

1 68.89

2 55.81

3 72.22

4 75.61

5 69.44

6 58.14

7 65.85

8 75.00

9 71.43

10 57.89

Rata-rata 67.0296 Minimal 55.81 Maksimal 75.61

No Kelas kontrol N-Gain Score (%)

1 27.50

2 24.44

3 19.51

4 22.50

5 8.33

6 21.74

7 27.50

8 19.51

9 22.22

10 17.14

Rata-rata 21.0406 Minimal 8.33 Maksimal 27.50

kontrol (model pembelajaran konvensional) adalah sebesar 21.0406 atau 21.04% termasuk dalam kategori tidak efektif. Dengan nilai N-gain score minimal 8% dan maksimal 27%.

Tabel 4.14 Perhitungan uji N-gain hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol

Berdasarkan hasil perhitungan uji N-Gain score tersebut, menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain score untuk kelas eksperimen (model pembelajaran make a match dengan mind mapping) adalah sebesar 64.9851 atau 67.98% termasuk dalam No Kelas eksperimen

N-Gain Score (%)

1 67.35

2 75.56

3 56.00

4 71.70

5 63.33

6 62.90

7 68.33

8 58.93

9 67.86

10 57.89

Rata-rata 64.9851 Minimal 56.00 Maksimal 75.56

No Kelas kontrol N-Gain Score (%)

1 51.85

2 58.49

3 43.55

4 48.33

5 57.41

6 47.06

7 34.78

8 24.00

9 30.00

10 42.00

Rata-rata 43.7473 Minimal 24.00 Maksimal 58.49

kategori cukup efektif. Dengan nilai N-gain score minimal 56%

dan maksimal 76%.

Berdasarkan hasil perhitungan uji N-Gain score tersebut, menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain score untuk kelas kontrol (model pembelajaran konvensional) adalah sebesar 43.7473 atau 43.75% termasuk dalam kategori tidak efektif. Dengan nilai N-gain score minimal 24% dan maksimal 59%.

Dokumen terkait