• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen HENRIKA UTAMI 105731137217 (Halaman 60-66)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

45

Tanaman Pertanian tersebut diatas, Desa Garing telah menatapkan misi sebagai berikut:

a. Mewujudkan perekonomian masyarakat yang tangguh dan berdaya saing berbasis potensi lokal

b. Meningkatakan ketersediaan dan kualitas infrastruktur secara umum

c. Meningkatakan kualitas sumber daya manusia yang amanah dan berakhlak mulia

d. Menfasilitasi peningkatan sarana prasarana serta kesadara pendidikan

e. Menfasilitasi pengembangan dan peningkatan hasil budidaya tanaman pertanian

f. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan Desa

1. Akuntabilitas dan Transparansi Sistem Pengelolaan Keuangan ADD a. Akuntabilitas sistem informasi pengelolaan keuangan desa

Akuntabilitas dalam pemerintahan melibatkan pemerintah desa untuk pertanggungjawaban kegiatan yang di laksanakan dalam kaitannya dengan pembangunan dan pemerintah desa.

Pertanggungjawaban tersebut menyangkut masalah finansial dengan alokasi dana desa sebagai salah satu komponen di dalamnya. Fungsi akuntabilitas bukan hanya sekedar ketaatan kepada peraturan perundangan yang berlaku. Tetapi, fungsi akuntabilitas tetap memperhatikan penggunaan sumber daya secara bijaksana, efesien, efektif, dan ekonomis dengan menjalankan 2 komponen yaitu pertanggungjawaban dan pelaporan untuk mencapai tujuan pemerintah desa yang Good Government Governance. Dimana dalam wawancara sebagai berikut:

1) Pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa

Pengelolaan keuangan desa dilakukan secara efesien dan efektif, transparan dan akuntabel. Alokasi Dana Desa salah satu sumber utama pendapatan desa yang juga harus dipertanggunggjawabkan secara transparan kepada masyarakat maupun kepada pemerintah kabupaten sebagai institusi pemberi kewenangan. Berikut ini hasil wawancara sebagai berikut:

“Pertanggungjawaban sudah melalui sistem online dan Laporan Pertanggujawaan (LPJ) tiap bulan laporan realisasi

47

dana desa diserahkan ke beberapa dinas yang terkait PDM, Inspekorat, Badan Keuangan, Pemerintah Kecamatan, setiap bulannya kita masukkan laporan ke-4 dinas tersebut”.(Hasil wawancara dengan Bedahara Desa Garing pada tanggal 7 september 2021).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa pertanggungjawaban mengenai Alokasi Dana Desa dilakukan setiap bulan sekali Kepada dinas yang terkait sehingga dinas tersebut mampu mengetahui perkembangan tentang realisasi ADD yang Ada di desa Garing.

2) Pelaporan Alokasi Dana Desa

Penyampaian laporan yang dilakukan melalui dengan struktural yaitu dari tim pelaksanaan tingkat desa dan diketahui oleh kepala desa. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh para informan.

“Iya, karena dimana semua pelaporan itu kita harus mengikuti semua dengan struktural atau mekanisme yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah”. (Hasil wawancara dengan Sekdes Garing, pada tanggal 13 september 2021).

Prinsip akuntabiltas pelaksanaan Alokasi Dana Desa di tempuh melalui sistem pelaporan dalam hal kegiatan dan pembangunan. Hal bukti tersebut dari hasil wawancara informan yang dikatakan bahwa:

“Keterbukaan Pemerintah Desa melalui realisasi pertriwulan tiap tahunnya dijadikan baliho dan diletakkan di depan kantor desa ( hasil wawancara kepala desa garing, tanggal 21 setember 2021).”

Dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa pemerintah desa telah terbukan mengenai laporan realisasi

yang ditunjukkan dengan adanya baliho yang di pasang didepan kantor desa sehingga masyarakat dapat melihat dan mengetahui program apa saja yang dilakukan pemerintah desa melalui anggaran tersebut.

b. Transparansi sistem pengelolaan keuangan ADD

Transparansi adalah memberikan informasi kuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengatahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggung jawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundang-undangan sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 6 Tahunn 2014 tentang bagaimana pemerintah desa yang menyebutkan pelaksanaan pembangunan desa harus sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam proses perencanaan dan masyarakat berhak untuk mengetahui dan melakukan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan desa. Sebagai mana yang dilakukan di Desa Garing.

1) Perencanaan Alokasi Dana Desa

Partisipasi masyarakat dalam perencanaan ADD adalah melalui musyawarah desa (musrembang). Hasil wawancara tersebut:

“Pemerinah desa telah melakukan musyawarah desa langsung kedalam RKP, lalu di buatkan spanduk tentang RKP tersebut. Partisipasi masyarakat sangat baik pemerintah melibatkan semua masyarakat saat adanya pertemuan musrembang agar masyarakat bisa hadir semua untuk

49

memberikan masukan-masukan. Dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan untuk mengusulkan pendapat mereka apa saja yang perlu dibenahi di desa tersebut. Dan semua masyarakat juga dilibatkan untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan keuangan ADD itu sendiri. (Hasil wawancara kepala desa garing, tanggal 21 september 2021).”

Hasil wawancara di atas bahwa partisipasi masyarakat sangat perlu untuk mendukung program pembangunan yang akan dijalankan dan apa saja yang harus dibenahi. Sehingga masyarakat bisa mengetahui alur dan sistem tentang pengadaan infrastruktur yang akan dibangun oleh pemerintah desa .

2) Pelaksanaan Alokasi Dana Desa

Pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang pembiayaannya besumber dari Alokasi Dana Desa sepenuhnya dilaksnakan oleh Tim Pelaksanaan Desa (TPD). Guna mendukung keterbukaan dan penyampaian informasi secara jelas kepada masyarakat, maka disetiap kegiatan fisik wajib dilengkapi dengan papan infomasi tersebut sekurang-kurangnya yang memuat kegiatan apa saja yang di lakukan, sebesar anggaran dari Alokasi Dana Desa.

“Iya… Pelaksanaan ADD di desa kami sangat terbuka, karna setiap ada kegiatan masyarakat yang diadakan di kantor desa saya selalu di ajak oleh pak desa untuk mengetahui hal-hal dari pelaksanaan kegiatan termasuk pengelolaan dana desa yang diterima dari pemerintah. (Hasil wawancara dengan masyarakat desa).

Berdasarkan hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa pemerintah desa sangat terbuka karena setiap ada

kegiatan atau pertemuan selalu di libatkan masyarakat biasa untuk mengikuti kegiatan tersebut, untuk mengetahui semua apa-apa saja yang akan dilakukan oleh pemerintah.

2. Gambaran Umum Pengelolaan Keuanga Desa Garing

Pengelolaan Keuangan Desa diatur dalam dua rencana kerja, yakni RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Desa dan RKP (Rencana Kerja pembangunan) Desa yang didalamnya direncanakan dalam APBDesa (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) didalamnya berisi informasi program yang akan dikerjakan dalam waktu satu tahun berjalan, berikut program kerja tersebut:

Tabel 4 3

Laporan Realisasi Alokasi Dana Desa 2021 Desa Garing

Uraian Anggaran Ket

Alokasi Dana Desa 1.570.364.867 Bidang Pelaksanaan

Pembangunan Desa

PUD/TK/TPA 52.800.000 ADD

Pelatihan pendidikan masyarakat

13.280.000 ADD

Posyandu 142.545.580 ADD

Pelatihan pendidikan kesehatan

11.950.000 ADD

Rehab

posyandu/polindes

30.973.800 ADD

Pengerasan jalanan desa 476.953.250 ADD Pengarasan jalanan

usaha tani

58.560.000 ADD

Peningkatan prasarana jalan desa

50.000.000 ADD

Pembangunan MCK umum

23.000.000 ADD

Fasilitas sampah 439.050.000 ADD

Bidang pemberdayaan masyarakat

51

Pemeliharaan saluran irigasai

16.826.400 ADD

Peningkatan kapitas perangkat desa

28.420.000 ADD

Pelatihan pemberdayaan perempuan

72.800.000 ADD

Pelatihan kepala desa dan perangkat

15.000.000 ADD

Bidang

penanggulangan bencana

Penanganan keadaan mendesak

50.400.000 ADD

Pernyataan modal desa 87.890.837 ADD

Berdasarkan realisasi diatas pelaksanaan Alokasi Dana Desa 2021 Desa Garing kami dapat melihat bahwa penggunaan ADD yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintah desa dan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kegiatan dan anggaran yang dikeluarkan.

Dalam dokumen HENRIKA UTAMI 105731137217 (Halaman 60-66)

Dokumen terkait