• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 84-98)

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penlitian yang dilakukan selama dua bulan dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengisian angket/quisioner dan observasi ke tempat kerja di perusahaan daerah air minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.

Tabel 2. Distribusi responden menurut jenjang Pendidikan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017

Jenjang pendidikan Jumlah Persentase

(%) Ket

S2 2 0,91 %

S1 88 40,18 %

D3 7 3,19 %

SMA/MA/ SMK (Sederajat) 120 54,79 %

SMP 1 0,45 %

SD 1 0,45 %

Jumlah 219 100

Sumber : Hasil Data Kepegawaian

Tabel 2. Dapat kita ketahui bahwa latar belakang pendidikan responden lebih tinggi adalah SMA/MA/SMK (sederajat) (54,79% / 120 orang) dibanding dengan latar belakang pendidikan S1 hanya 40,18% (88 orang). Sedangkan latar belakang pendidikan D3 hanya 3,19 % (7 orang). Ini menandakan bahwa tenaga kerja yang berlatar belakang jenjang pendidikan tinggi (D3 dan S1) masih rendah

72

(hanya 43,37%) dibanding tenaga kerja berlatar belakang pendidikan SMU/MA/SMK (sederajat). Tenaga kerja yang berlatar belakang jenjang pendidikan SD dan SMP masin-masing 1 orang.

Tabel 3. Distribusi responden menurut jenis kelamin di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017

Jenis kelamin Jumlah Persentase

(%) Ket

Laki-laki 161 73,51 %

Perempuan 58 26,49 %

Jumlah 219 100

Sumber : Hasil data kepegawaian

Tabel 3. Menunjukkan bahwa dari seluruh karyawan, sebagian besar adalah laki-laki 161 orang (73,51%) dan sisanya adalah perempuan 58 orang (26,49%). Ini menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki masih lebih dominan dibanding dengan tenaga kerja perempuan.

Tabel 4. Distribusi Responden Menurut Usia Kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017

Kelompok Usia Jumlah

(Orang)

Persentase

(%) Ket

Usia 17 tahun – 25 tahun 5 2,28 %

Usia 26 tahun – 35 tahun 69 31,51 % Usia 36 tahun – 45 tahun 76 34,70 % Usia 46 tahun – 60 tahun 69 31,51 %

Jumlah 219 100

Sumber : Hasil Data kepegawaian

Tabel 4. Memperlihatkan bahwa distribusi tingkat usia yang tinggi(34,70%) pada kelompok usia 36 – 45 tahun kemudian disusul pada tingkat usia masing-masing (31,51%). Pada kelompok usia 46 – 60 tahun dan paling sedikit tenaga karyawan adalah pada tingkat usia 17 – 25 tahun (2,28%).

Tabel 5. Distribusi responden tiap bagian di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017

Bagian Jumlah

(Orang)

Persentase ( 10% dari

∑bagian) / Orang

Ket

Transmisi 37 4

Gudang/Produksi 30 3

Kantor / Kepegawaian 80 8

Peralatan / Teknik 72 7

Jumlah 219 22

Sumber : Hasil Data Kepegawaian.

Tabel 5. Menunjukkan bahwa dari karyawan untuk setiap bagian diambil sampel masing-masing 10% dari jumlah tiap bagian karyawan dimana bagian transmisi dari jumlah karyawan 37 orang, hanya diambil 4 orang, dari gudang/produksi 30 orang hanya diambil 3 orang, bagian kantor/kepegawaian 80 orang hanya diambil 8 orang, dari bagian peralatan 72 orang hanya diambil 7 orang.

Tabel 6. Distribusi jawaban Responden tentang pemakaian alat pelindung diri di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017

Pemakaian Alat

pelindung diri

Bagian

(Orang) Jumlah Persentase

(%)

Ket

Transmisi Gudang / Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Memakai 4 3 2 7 16 72,73 %

Tidak

Memakai 0 0 6 0 6 27,27 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 6. Menunjukkan bahwa karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya mereka menggunakan alat pelindung diri, dimana 16 responden (72,73 %) memberikan keterangan tentang pemakaian alat pelindung diri dalam bekerja, utamanya masker, baju kerja, sarung tangan dan sepatu kerja. Hanya 6 orang (27,27%) responden yang tidak menggunakan alat pelindung diri dalam bekerja, dengan alasan mereka hanya melakukan pekerjaanya yang kurang beresiko Fatal/berat, terutama pada bagian staf atau administrasi (kantor).

Hampir semua karyawan menyadari bahwa alat pelindung diri dalam bekerja sangat penting digunakan mengingat resiko pekerjaan yang sangat berat seperti bagian transmisi, gudang, dan teknik. Bagian tersebut jenis dan resiko kerjanya sangat berbahaya, dimana harus menggunakan alat pelindung diri agar keselamatan dan kesehatan kerja terlakasana dengan efektif. Resiko kecelakaan kerja akan berkurang dengan adanya alat pelindung diri yang digunakan oleh karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Jenebaran Kabupaten Gowa.

Sedangkan untuk karyawan bagian kantor tidak menggunakan alat pelindung diri dengan alasan resiko kerja tidak terlalu berat (tidak terlalu beresiko).

Tabel 7. Distribusi jawaban Responden tentang jenis alat pelindung diri yang sering digunakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017

Jenis alat pelindung diri yang sering digunakan

Bagian (Orang)

Ket Transmisi Gudang /

Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Sarung tangan √ √ x √ √ = Memakai

Masker √ √ x √ X = Tidak

Memakai

Baju Kerja √ √ x √

Sepatu kerja √ √ x √

Alat lainnya x X x x

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 7. Menunjukkan bahwa hampir semua karyawan menggunakan alat pelindung diri berupa sarung tangan, masker, baju kerja dan sepatu kerja yang digunakan oleh bagian : transmisi, gudang/produksi dan bagian teknik. Bagian kantor tidak memakai alat pelindung diri dengan alasan resiko kerja tidak terlalu berat (tidak terlalu beresiko). sarung tangan, masker, baju kerja dan sepatu kerja sangat dibutuhkan oleh karyawan pada bagian : transmisi, gudang/produksi dan bagian teknik karena alat tersebut sangat cocok untuk dijadikan alat pelindung diri dari bahaya resiko kerja dan pelindung diri dari alat/material yang digunakan seperti limbah debu, percikan besi dan tanah galian dari pipa/beton pemasangan pipa di lapangan.

Tabel 8. Distribusi jawaban Responden tentang pengalaman kecelakaan kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Pengalaman kecelakaan kerja

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase (%) Transmisi Gudang / Ket

Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Pernah 1 1 0 1 3 13,64 %

Tidak pernah 3 2 8 6 19 86,36 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 7. Menunjukkan bahwa hampir semua karyawan di perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta jeneberang Kabupaten Gowa tidak pernah mengalami kecelakaan kerja di tempat kerja, terbukti dengan adanya responden yang hanya 13,64 % yang menjawab pernah ( hanya terkilir/keseleo), sementara yang tidak pernah sebanyak 86,36 %. Pengalaman kecelakaan kerja yang dialami oleh karyawan tersebut sifatnya hanya kecelakaan ringan yakni tangannya terkilir dan kaki terkilir (keseleo).

Ini membuktikan bahwa selama bekerja karyawan sangat hati-hati dalam bekerja mereka mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja selama mereka bekerja di perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa. Adapun kecelakaan kerja yang dialami oleh karyawan adalah kecelakaan yang sifatnya ringan dan mudah diatas dengan pengobatan ringan di perusahaan seperti pengurutan dan pemberian obat-obatan seperti salep dan obat-obatan.

Tabel 9. Distribusi Masa Kerja Pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Masa Kerja (Tahun)

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase (%) Transmisi Gudang / Ket

Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

1 s/d 5 10 12 30 25 77 35,16 %

6 s/d 10 15 10 25 28 78 35,61 %

11s/d 15 5 6 15 9 35 15,99 %

16 s/d 20 7 2 10 10 29 13,24 %

Jumlah 37 30 80 72 219 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 9. Menunjukkan bahwa masa kerja karyawan yang paling dominan adalah masa kerja 6 tahun s/d 10 tahun (78 orang atau 35,61 %) bagi semua bagian karyawan (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, sementara masa kerja berikutnya adalah 1 s/d 5 tahun masa kerja (77 orang atau 35,16 %) bagi semua bagian karyawan. Sedangkan masa kerja 11 tahun s/d tahun hanya 35 orang atau 15,99 %) dari semua karyawan (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa,untuk masa kerja 16 tahun s/d 20 tahun hanya (29 orang atau 13,24 %).

Pada masa usia kerja karyawan perusahaan Daerah air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang kabupaten Gowa menunjukkan bahwa karyawan tersebut sudah memiliki pengalaman kerja yang bagus, tentunya ini juga yang membuat karywan

memiliki rasa / perinsif kerja yang mementingkan pentingya kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan.

Tabel 10. Distribusi Status Karyawan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Status Pekerjaan

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase (%) Transmisi Gudang Ket

/ Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Hnorer/Kontrak Kerja

10 8 25 20 63 28,77 %

Karyawan Tetap

27 22 55 52 156 71,23 %

Jumlah 37 30 80 72 219 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 10. Menggambarkan bahwa jumlah status Pegawai/Karyawan tetap dari semua bagian adalah berjumlah 156 orang (71,23 %), sedangkan yang bersatus Honorer/Kontrak sebanyak 63 orang (28,77 %) dari semua bagian pengambilan peserta karyawan tetap Pada (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, terlaksana kebutuhan karyawan.

Adanya karyawan tetap yang lebih banyak dan karyawan kontrak (honor) pada perusahaan menunjukkan bahwa keterjaminan kesehatan dan keselamatan kerja oleh peruhaan lebih mudah dilaksanakan dengan alasan adanya jaminan kesehatan yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jenebarang bagi karyawannya.

Tabel 11. Distribusi jawaban Responden pemeriksaan kesehatan awal sebelum bekerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Pemeriksaan kesehatan awal

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase (%) Transmisi Gudang / Ket

Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Terlaksana 4 3 8 7 22 100%

Tidak terlaksana

0 0 0 0 0 0 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 11. Menunjukkan bahwa dalam pemeriksaan kesehatan awal karyawan sebelum diterima bekerja diperusahaan PDAM Tirta Jenberang Kabupaten Gowa terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan awal. Dimana karyawan sebelum bekerja, mereka dimintai untuk periksa awal kesehatan dengan menunjukkan surat keterangan kesehatan dari dokter praktek atau puskesmas tempat mereka memeriksa kesehatan.

Tabel 12. Distribusi jawaban Responden pemeriksaan kesehatan berkala di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Pemeriksaan kesehatan berkala

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase (%) Transmisi Gudang / Ket

Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Terlaksana 4 2 7 5 18 81,81 %

Tidak terlaksana

0 1 1 2 4 18,19 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 12. Menunjukkan bahwa 18 orang (81,81 %) responden yang melakukan pemeriksaan kesehatan berkala selama bekerja diperusahaan daerah airu minum (PDAM) Tirta jeneberang Kabupaten Gowa, dan 4 orang (18,19%) yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

Tabel 13. Distribusi jawaban Responden yang mendapat pemeriksaan kesehatan khusus di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Pemeriksaan kesehatan khusus

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase (%) Transmisi Gudang / Ket

Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Mendapat 4 3 8 7 22 100 %

Tidak mendapat

0 0 0 0 0 0 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 13. Terlihat jelas bahwa 22 orang (100 %) yang mendapat pemeriksaan secara khusus. Pemeriksaan secara khusus ini dilakukan oleh perusahaan dengan alasan resiko kerja dan jumlah karyawan yang berusia diatas 46 tahun ke atas dimana usia kerja tersebut sangat rentang dengan resiko kerja.

Disamping itu perusahaan juga menerapkan pentingnya pemeriksaan kesehatan pada karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

Pemeriksaan secara khusus di perusahaan tidak dilakukan secara berkala tapi sifatnya sewaktu-waktu (jika karyawan memerlukan pemeriksaan secara khusus) dan sifatnya menyeluruh bagi semua karyawan perusahaan. Dengan adanya pemeriksaan secara khusus karyawan bisa mengetahui jenis penyakit yang dialami selama bekerja di perusahaan dan penyakitnya bisa diatasi cepat.

Tabel 14. Distribusi jawaban Responden tentang jenis kecelakaan kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Jenis Kecelakaan kerja

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase (%) Transmisi Gudang / Ket

Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Berat 0 0 0 0 0 0

Ringan 1 1 0 1 3 13,64 %

Tdk pernah 3 2 8 5 19 86,36 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 13. Menunjukkan bahwa kecelakaan kerja yang pernah dialami oleh karyawan adalah hanya 3 orang (13,14%) yang pernah mengalami kecelakaan ringan dan mereka tidak pernah mengalami kecelakaan yang berat dalam bekerja. Kecelakaan kerja tersebut terjadi karena kelalaian karyawan dalam bekerja yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja (terkilir, keseleo).

Tidak adanya kejadian kecelakaan kerja yang berat dialami karyawan menunjukkan bahwa karyawan sangat menyadari bahwa pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja karyawan sangat penting untuk dilakukan dengan sangat baik dan benar, ini sangat berguna untuk kepentingan diri sendiri dan perusahaan.

Keselamatan dan kesehatan kerja bila terlaksana dengan baik dapat meningkatkan kinerja dan efektivitas bagi karyawan dan perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jenebarang Kabupaten Gowa.

Tabel 15. Distribusi jawaban Responden tentang latihan keselamatan kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Latihan keselamatan dan kesehatan kerja

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase

(%) Ket

Transmisi Gudang / Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Terlaksana 4 3 6 7 20 90,90 %

Tidak terlaksana

0 0 2 0 2 9,10 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 15. Menunjukkan bahwa semua unit bagian rata-rata pernah melaksanakan latihan keselamatan dan kesehatan kerja dengan pelaksanaan 90,90 % (20 orang responden yang menjawab terlaksana). Hanya 9,10% ( 2 orang yang menjawab tidak terlaksana) dengan alasan dua karyawan tersebut yang kami wawancarai adalah status karyawan baru bergabung di perusahaan (belum pernah mengikuti pelatiah kesehatan dan keselamatan kerja). Ini menunjukkan bahwa perusahaan PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa melaaksanakan latihan Kesehatan dan keselamatan kerja pada semua unit atau bagian.

Dengan adanya latihan keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan oleh perusahaan maka akan mengurangi terjadinya resiko kecelakaan kerja yang dialami oleh karyawan, baik resiko yang berat maupun ringan.

Tabel 16. Distribusi jawaban Responden tentang faktor pendukung pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Faktor pendukung pelaksanaan Keselamatan dan kesehatan kerja

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase

(%) Ket

Transmisi Gudang / Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Kesadaran penuh karyawan

4 3 8 7 22 100 %

Dukungan penuh dari perusahaan

4 3 8 7 22 100 %

Jaminan pemerintah pusat.

4 3 8 7 22 100 %

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 16. Menunjukkan bahwa faktor pendukung dari pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta jeneberang Kabupaten Gowa adalah semua responden (100%) menjawab bahwa faktor pendukung dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: adanya kesadaran penuh karyawan untuk melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan disamping itu juga dukungan penuh oleh perusahaan sangat baik untuk kegiatan tersebut, tidak lepas juga dari pelaksanaan jaminan pemerintah pusat dengan dikeluarkannya undang-undang tentang keselamatan dan kesehatan kerja karyawan untuk diterapkan dengan baik seluruh perusahaan yang ada di seluruh wilayah pemerintahan Republik Indonesia.

Tabel 17. Distribusi jawaban Responden tentang faktor penghambat pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa Tahun 2017.

Faktor penghambat pelaksanaan Keselamatan dan kesehatan kerja

Bagian (Orang)

Jumlah Persentase

(%) Ket

Transmisi Gudang / Produksi

Kantor / kepegawaian

Peralatan / teknik

Individu 1 0 1 1 3 13, 64 %

Saran dan prasarana

3 3 7 6 19 86,36 %

Jumlah 4 3 8 7 22 100

Sumber : Hasil Pengolahan angket

Tabel 17. Menunjukkan bahwa faktor penghambat yang paling berpengaruh dari pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja adalah sarana dan prasaran, dimana 86,36 % (19 orang) responden yang memberikan jawaban tentang sarana dan prasaran. Pihak perusahaan harus lebih memperhatikan penyediaan sarana yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menjamin karyawan tentang pemakaian alat pelindung diri, meskipun pihak perusahaan sudah melaksanakannya dengan baik masih perlu ditingkatkan lagi.

Sedangkan faktor individu hanya 13,64% (3 orang) responden yang menjawab faktor individu, artinya dari faktor peghambat individu hanya beberapa orang saja yang lalai dalam bekerja. Faktor invidu terjadi karena karyawan tidak hati-hati dalam bekerja, yang bisa menghambat terlaksananya keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 84-98)

Dokumen terkait